SANTAPAN HARIAN KELUARGA, 4-10 APRIL 2021

Boy Kaya BLOG

Minggu, 04 April 2021     

bacaan 1 : Yesaya 12 : 1 – 6

Nyanyian syukur atas keselamatan
Pada waktu itu engkau akan berkata: "Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku. 2 Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku." 3 Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. 4 Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur! 5 Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! 6 Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"

bacaan 2 : Markus 16 : 1 – 8

Kebangkitan Yesus
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" 4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. 5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, 6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. 7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." 8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

BERITAKANLAH KRISTUS SUDAH BANGKIT

Hari ini kita bersukacita dan bersyukur menyambut Paskah pagi. Paskah yang mengingatkan kepada kita tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari antara orang mati. Peristiwa kematian Yesus  membuat para murid-Nya berada dalam kesedihan dan ketakutan yang sangat besar. Mereka takut pada ancaman kematian dari orang-orang Yahudi. Sekalipun mereka diliputi ketakutan, tetapi cinta dan kerinduan mereka pada Yesus membuat Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Salome harus pergi ke kubur Yesus untuk merempahi mayat Yesus dan mengobati rasa rindu mereka kepada-Nya. Tetapi ternyata kubur Yesus telah kosong dan mereka diminta untuk jangan takut, tetapi pergi dan memberitahukan pada para murid yang lain bahwa Yesus sudah bangkit. Berita dari malaikat Tuhan itu mengubah suasana ketakutan para perempuan ini menjadi sukacita yang besar. Sukacita karena Kristus sudah bangkit. Dengan sukacita mereka memberitahukan apa yang mereka dengar dan lihat kepada para murid yang lain. Ini mengingatkan kita bahwa sukacita paskah di hari ini mendorong kita untuk terus bersaksi tentang siapa Kristus yang bangkit. Kesaksian itu kita lakukan melalui hidup dan karya kita untuk membebaskan manusia dari ketakutan karena ancaman virus corona yang melanda bumi kita.

Doa: Ya Tuhan, kuatkan kami untuk terus memberitakan nama-Mu. Amin.

Senin, 05 April 2021                               

bacaan : Yohanes 20 : 11 – 18

Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena
11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." 16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. 17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

AKU TELAH MELIHAT TUHAN YANG BANGKIT

Kita sungguh bersyukur dapat merayakan paskah atau kebangkitan Yesus Kristus kembali. Kita tahu bahwa kebangkitan Yesus adalah titik pusat sejarah keselamatan yang menjadi dasar iman kita. Sebab andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah iman dan pemberitaan gereja.Karena itu, kebangkitan Yesus yang merupakan peristiwa terbesar dalam sejarah keselamatan itu harus selalu memberi dampak dalam hidup kita.Paling tidak kita menjadi orang-orang yang tetap bersemangat dan berpengharapan menjalani hidup dengan segala kompleksitas persoalan yang kita hadapi. Dalam teks bacaan kita hari ini penulis Injil Yohanes mau memperlihatkan kepada kita betapa kebangkitan Yesus telah mengubah keadaan para murid-Nya, mulai dari rasa kurang yakin menjadi seyakin-yakinnya; Dari rasa diam karena rasa kalah menjadi bersorak karena rasa girang; Dari patah hati menjadi bulat hati karena telah melihat Tuhan yang bangkit. Itulah perubahan besar yang terjadi pada Maria Magdalena ketika ia berjumpa dengan Yesus. “Aku telah melihat Tuhan”, demikianlah pengakuan imannya yang memberanikan ia pergi dan bersaksi tentang peristiwa kebangkitan Yesus. Saat ini ketika kita diberi kesempatan untuk merayakan kebangkitan-Nya, perubahan apa yang terjadi dalam hidup kita? Dapatkah kita pergi dan bersaksi tentang Yesus yang bangkit bagi orang lain, sehingga melalui kita pun orang lain akan melihat Tuhan dalam diri kita? Semua itu dapat kita lakukan jika kita tetap berserah pada Tuhan dan kuasa kebangkitan-Nya sehingga melalui tuturkata dan perbuatan yang kita lakukan, nama Tuhan dipermuliakan dan dengan begitu orang lain juga akan memasyurkan nama Tuhan dalam hidup mereka. Selamat Paskah!

Doa:  Tuhan yang bangkit, tuntunlah kami agar melalui hidup dan kerja kami banyak orang dapat melihat Engkau, Amin!

Selasa, 06 April  2021                                   

bacaan : Lukas 24 : 13 – 27

Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus
13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" 19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. 20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. 21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. 22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, 23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. 24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." 25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" 27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

JANGAN BIARKAN SESUATU MENGHALANGI KITA UNTUK MENGENAL DIA

Kita seringkali mudah kecewa dan sedih, bahkan putus asa dan hilang pengharapan jika yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Lalu akhirnya kita menyerah dan mengikuti saja kemana keadaan itu membawa kita. Kita lupa bahwa segala sesuatu masih bisa diperbaiki dan dimaknai kalau saja kita mau membuka diri. Kisah dua orang yang berjalan ke Emaus merupakan contoh nyata. Mereka adalah orang-orang yang kehilangan pengharapan karena kematian Yesus. Yesus yang mereka harapkan dapat menjadi pemimpin, ternyata harus mengalami siksaan berat hingga mati di kayu salib. Harapan mereka tidak sesuai kenyataan. Karena itulah mereka memilih kembali ke rutinitas lama di daerah dimana mereka berasal. Dalam perjalanan mereka memperbicangkan segala sesuatu yang sudah terjadi. Dan Tuhan Yesus hadir menemani mereka dalam perjalanan. Awalnya ada sesuatu yang menghalangi mata mereka sehingga mereka tidak mengenali Yesus, namun ketika Yesus melakukan perjamuan bersama mereka, barulah mereka sadar dan kenal bahwa itu Yesus. Ia benar-benar bangkit, dan dua murid yang kecewa itu pun kembali dengan semangat dan harapan baru. Memang, perjumpaan dengan Tuhan selalu mampu mengubah hidup seseorang. Kisah ini mengajarkan kita bahwa Tuhan senantiasa hadir untuk menyapa setiap orang dalam berbagai suasana hidup yang dialaminya. Hanya saja terkadang banyaknya persoalan itu seperti menjadi penghalang pada mata kita untuk mengenal dan mengalami Tuhan sendiri dan kehendak-Nya dalam hidup kita. Namun bagi orang-orang yang selalu membuka hati bagi kehadiran-Nya, akan selalu mengalami pertolongan dan kuat kuasa-Nya, tetap semangat dalam berpengharapan.

Doa: Tuhan, biarlah mata dan hati kami selalu terbuka melihat kehadiran-Mu dalam setiap keadaan hidup kami. Amin.

Rabu, 07 April 2021                                           

bacaan : Matius 28 : 9 – 10

9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

SUKACITA BERJUMPA DENGAN YESUS YANG BANGKIT

Sukacita adalah suatu karunia Roh Kudus yang membantu mengembangkan kepribadian baru seperti yang dialami oleh Maria Magdalena dan Maria yang lain. Peristiwa gempa bumi dan kubur yang kosong serta berita malaekat bahwa Yesus telah bangkit, sesungguhnya telah membuat para perempuan itu mengalami sukacita yang besar dan rasa takut, sehingga mereka berlari dengan cepat untuk memberitahukan kepada para murid yang lain tentang hal tersebut sesuai pesan malaekat. Karena itu, Yesus menjumpai mereka ditengah jalan dan berkata: “salam bagimu”. Itulah kalimat pertama dari Yesus yang bangkit, dan menjumpai mereka dalam keadaan damai untuk membebaskan mereka dari rasa takut. Perjumpaan dengan Yesus yang bangkit semakin menguatkan sukacita mereka sehingga mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya, dan menyembah-Nya. Orang yang bersukacita adalah orang yang mau datang kepada Yesus, merendahkan diri dihadapan-Nya atau menyerahkan diri seutuhnya dalam kendali Yesus untuk memberitahukan perbuatan-perbuatan Allah yang besar dan memasyhurkan nama-Nya. Sukacita mereka merupakan alasan mendasar untuk Yesus memberi tanggungjawab baru: pergi dan katakan kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galelia, dan disanalah mereka akan melihat Aku. Sukacita menjadi kekuatan para perempuan untuk meyakinkan para murid lelaki dan sanak keluarga bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, sekaligus melawan dusta mahkamah agama. Jadi, tanpa sukacita orang kristen tak akan pernah bisa meyakinkan dunia tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar dan memasyhurkan nama-Nya. Setiap hari Yesus menjumpaimu dan memberimu sukacita-Nya. Jangan abaikan!!! 

Doa: Tuhan, penuhkan kami dengan RohMu, supaya kami bersukacita. Amin.

 

Kamis, 08 April 2021                                     

bacaan : Lukas 24 : 28 – 35

28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" 33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." 35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

SESUNGGUHNYA TUHAN YESUS TELAH BANGKIT

Menjadi percaya dan mengaku bahwa Tuhan Yesus telah bangkit, harus melewati suatu proses bersama Yesus seperti yang dialami oleh dua orang murid yang berjalan ke Emaus. Yesus menuntun mereka untuk keluar dari kesedihan dan ketidakmengertian serta membentuk kepercayaan mereka dengan tiga cara yakni: (1). Yesus mau mendengar dan merasakan keluhan mereka, menuntun mereka untuk mengenal kerapuhan iman mereka, serta memberi jalan keluar dengan menggunakan kitab suci sebagai dasar yang benar; (2). Yesus memenuhi desakan mereka untuk tinggal bersama dengan mereka; (3). Yesus memulihkan ingatan mereka tentang diri-Nya di perjamuan malam: “Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka”. Perbuatan Yesus mengubah arah perjalanan hidup mereka: “bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem untuk menjumpai para murid yang lain di Yerusalem”. Jadi, setelah berjumpa dengan Yesus yang bangkit, kedua murid tersebut mengalami evolusi kesadaran: dari keputusasaan karena kematian Kristus menuju keimanan akan kebangkitan-Nya. Mereka mengalami pertumbuhan iman. Pengalaman mengenal Yesus yang bangkit, mereka ceritakan kepada para murid yang lain sebagai suatu kesaksian iman mereka. Karena, iman selalu bertumbuh dalam masa yang sangat sulit.Jika demikian, maka setiap masa yang sangat sulit, harus dijalani bukan dihindari bahkan lari darinya.Dalam kesadaran tersebut, setiap orang Kristen harus berusaha menemukan dan mengenal serta mengalami Yesus yang bangkit. Itu pun jika anda mendesak supaya Tuhan tinggal bersama-sama dengan anda, maka Ia setia memenuhi desakanmu dan memberimu berkat terindah menjadi saksi kebangkitan-Nya.

Doa: Tuhan, tinggallah bersama-sama denganku. Amin.

Jumat, 09 April 2021                                       

bacaan : Lukas 24 : 36 – 49

Yesus menampakkan diri kepada semua murid
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." 40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" 42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

YESUS YANG BANGKIT MEMULIHKAN KEPERCAYAANMU

Setelah kebangkitan-Nya, mengapa Yesus secara berulang menampakan diri-Nya kepada para murid-Nya? Sebab penyaliban dan kematian Yesus membuat para murid melupakan seluruh pengajaran, perkataan Yesus dan pengalaman melayani bersama Yesus selama tiga tahun. Mereka sedih, dan takut bahkan tidak percaya dan menganggap omong kosong perkataan para perempuan yang pergi ke kubur Yesus. Petrus pun masih bertanya dalam hatinya: apa kiranya yang telah terjadi? Setelah ia melihat hanya kain kapan di dalam kubur Yesus. Kesaksian dua orang yang pergi ke Emaus, masih membuat para murid mempercakapkan tentang hal-hal itu.Karena itu, ketika semua murid berkumpul Yesus menampakan diri-Nya, untuk memulihkan kepercayaan semua murid tentang diri-Nya. Yesus ingin semua murid memiliki pengetahuan dan pengertian yang sama bahwa Ia telah bangkit dari kematian tetapi Ia bukan hantu. Yesus memberi beberapa bukti mendasar yakni: (1). Ia berkata: damai sejahtera bagi kamu; (2). Ia menyuruh mereka meraba tangan-Nya dan kaki-Nya yang dipaku; (3). Ia makan ikan goreng; (4). Ia membuka pikiran mereka bahwa kematian-Nya dan kebangkitan-Nya telah menggenapi semua yang tertulis tentang-Nya dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Yesus melakukan semua itu untuk mempersiapkan para murid-Nya sebagai saksi yang memberitahukan perbuatan-Nya dan memasyurkan nama-Nya.Peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus merupakan perbuatan Allah yang memulihkan kepercayaan orang Kristen.Bahwa, mereka percaya kepada Tuhan yang hidup dan mengendalikan kehidupan; Tuhan yang berkuasa atas maut; Tuhan yang mengetahui dan mengerti pikiran mereka. Nyatakanlah Tuhan mu dalam kata dan perbuatanmu

Doa: Tuhan, kami percaya pada-Mu, kami merindukan-Mu. Amin.

Sabtu, 10 April 2021                                 

bacaan : Yohanes 21 : 1 – 14

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." 11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

ITULAH TUHAN, IA SUDAH BANGKIT

Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai, namun murid-murid tidak tahu bahwa itu Yesus. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakan diri kepada murid-murid-Nya, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. Yesus mau bersama mereka dan memberkati mereka. Pekerjaan mereka sebagai nelayan diteruskan dengan tidak kecewa, ragu dan putus asa. Yesus bersama mereka pada peristiwa kebangkitan dan menyuruh menebarkan jala, hasil menggembirakan, penuh sukacita dan berkat. Memahami kehadiran Yesus yang bangkit, mengubah cara pandang tentang hidup dan menjadikan para murid mengalami keberanian untuk bekerja lagi sebagai nelayan. Bersama Yesus dan taat melaksanakan perintah-Nya, para murid memperoleh hasil yang melimpah. Kehadiran Kristus yang bangkit memulihkan semangat yang patah. Mereka berdaya untuk kembali beraktifitas sebagai nelayan dan selanjutnya memberitakan Kristus yang mati tetapi bangkit. Murid-murid itu tidak bertanya lagi siapa Engkau, sebab mereka sudah melihat Yesus dengan perbuatan dan mujizat-Nya. Kebangkitan bagi orang Kristen adalah kehidupan, kehidupan itu tidak sia-sia,kehidupan yang memiliki harapan, walau dalam keadaan susah sekalipun, kebangkitan akan menghidupkan kita. Kekurangan-kekurangan kita banyak, hasil kurang memuaskan, corona mengganggu seluruh eksistensi kita, percaya bahwa kebangkitan Kristus dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus corona, kebangkitan Kristus menyemangati kita untuk bekerja bersama Yesus dalam ajaran dan mujizat-Nya. Kristus telah bangkit perubahan besar terjadi di hidup kita. Bekerjalah bersama Dia yang bangkit, sebab bersama Dia selalu ada perubahan,sukses dan berkat.

Doa: Terima kasih Tuhan, Kebangkitan-Mu menghidupkan kami! Amin.

*sumber : SHK BUlan April 2021 LPJ-GPM

Tinggalkan komentar