SANTAPAN HARIAN KELUARGA, 11-17 April 2021

Tema Mingguan : “Beritakanlah Apa Yang Kamu Lihat dan Dengar Tentang Kristus Yang Hidup

Minggu, 11 April 2021                                     

bacaan : 1 Yohanes 1 : 1 – 4 

Kesaksian rasul tentang Firman hidup
Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. 2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. 3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. 4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

MENJADI SAKSI KRISTUS YANG BANGKIT

Masih dalam suasana sukacita kebangkitan Kristus, maka pertanyaannya apa makna kebangkitan Kristus bagi kehidupan kita sebagai orang Kristen sekarang ini. Kebangkitan Kristus memberikan harapan dan sukacita untuk menikmati dan memperoleh keselamatan kekal yang disediakan Allah bagi setiap orang yang percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Tidak ada yang lain, kekuatan, kemampuan ataupun keyakinan yang lain untuk mendapatkan anugerah keselamatan itu. Hanya ada dan telah terjadi dalam peristiwa penderitaan, kematian serta kebangkitan Kristus yang memberikan jaminan keselamatan itu kepada semua orang percaya. Rasul Yohanes menyampaikan hal tersebut kepada persekutuan orang percaya agar mereka tetap setia kepada iman dan pengharapan mereka kepada Tuhan Yesus. Nasihat rasul Yohanes ini berangkat dari pengalaman pribadi bersama dengan Tuhan Yesus. Ia melihat dan menyaksikan tentang semua yang dilakukan dan dikaryakan oleh Tuhan Yesus. Itulah sebabnya ia menasihati mereka untuk tetap teguh dalam iman dan meneruskan berita sukacita itu, sehingga mereka yang belum percaya menjadi percaya dan diselamatkan. Kita pun dinasihati agar sebagai keluarga (papa, mama dan anak-anak) dapat meneruskan berita kebangkitan Kristus dalam seluruh kehidupan. Kita melihat dan mendengar dengan hati yang beriman melalui seluruh pengalaman hidup bersama dan didalam Kristus (bd.Gal.3:11). Yesus yang bangkit menjadikan kita kuat dan menang dalam pergumulan dan perjuangan. Ceriterakanlah pengalaman iman melalui hidupmu agar Yesus yang bangkit dipercaya dan dimuliakan.

Doa: Tuhan Yesus kuatkan kami untuk bersaksi tentang kebangkitan-Mu melalui sikap serta perilaku hidup kami, amin

Senin, 12 April 2021

bacaan : Roma 1  : 1 – 5

Salam
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. 2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, 3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, 4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. 5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. 6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. 7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

SETIA MELAYANI KRISTUS YANG BANGKIT

Rasul Paulus penuhi panggilan kerasulannya dengan cara memberitakan Injil Kerajaan Allah. Para nabi sejak dahulu  telahmemberitakannya pula, dan digenapi melalui peristiwa penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Pengorbanan Tuhan Yesus membuat manusia yang semestinya   menerima penghukuman kekal akibat dosa, ditebus dan diselamatkan. Panggilan ini ditegaskan Paulus dalam surat penggembalaannya kepada jemaat di Roma. Paulus memperkenalkan dirinya dengan memakai sebutan hamba Kristus Yesus. Sebagai hamba maka Paulus tetap tunduk, setia serta taat kepada tuan yaitu Kristus yang memanggil dan memerintahkannya. Paulus berharap bahwa melalui pelayanannya kepada jemaat di Roma, merekapun dapat membuka hati, menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dari kehidupan jemaat Roma maka berita Injil terus disampaikan dan disaksikan agar semua orang dapat percaya dan menerima Kristus untuk dapat diselamatkan. Demikianpun sebagai keluarga Kristen, kita terpanggil menceritakan berita sukacita dan menyelamatkan itu bagi dunia dan semua orang yang belum percaya. Kita menceritakannya melaui ucapan, sikap serta perilaku. Sukacita dan kebahagiaan terus dihadirkan bagi dunia dan umat manusia. Memang masih banyak yang belum percaya dan menerima Tuhan Yesus yang bangkit. Kenyataan tersebut menjadi tantangan serta menjadi tanggung jawab kita semua dan kita melakukannya dengan penuh sukacita dan rendah hati sebagai hamba yang selalu taat dan setia kepada tuan yakni Tuhan Yesus Kristus. 

Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap taat dan setia dalam memberitakan kebangkitan-Mu. Amin.

Selasa, 13 April 2021                                             

bacaan : Roma 1 : 8 – 15

Paulus ingin ke Roma
8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia. 9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu: 10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. 11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, 12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. 13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain. 14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. 15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

BERIMAN KEPADA KRISTUS YANG BANGKIT

Kelanjutan firman Tuhan dihari ini, adalah kerinduan rasul Paulus untuk mengunjungi jemaat di Roma. Kerinduannya itu sangat kuat, karena didasarkan atas kecintaannya kepada jemaat Roma yang selalu bertumbuh dalam pengenalan kepada   Tuhan Yesus. Sekalipun rasul Paulus belum sempat mengunjungi jemaat Roma, namun ia tetap mendoakan mereka agar tetap menjaga iman dan yang terwujud melalui seluruh kehidupan jemaat Roma. Kepedulian serta perhatian Paulus yang terus mendoakan jemaat Roma dalam seluruh tugas dan panggilan pelayanan pekabaran Injil adalah wujud cintanya yang mendalam. Sukacita dan kebahagian jemaat yang selalu bertumbuh dalam iman pun menjadi sukacita dan kebahagiannya. Paulus juga mengalami kegelisahan ketika jemaat Roma berada dalam tantangan dan masalah. Itulah keteladan seorang pelayan yang berhati hamba. Ia sungguh-sungguh memaknai panggilan pelayananya.Kita juga terpanggil untuk meneladani teladan rasul Paulus. Sikap perhatian dan kepedulian bagi semua orang demi kehidupan yang dipenuhi kebahagian, kesejahteraan, kesukacitaan serta keselamatan dalam kasih Tuhan Yesus yang bangkit mesti menyemangati kita dalam melakukannya. Mungkin juga sama seperti Paulus, kita tidak hadir secara fisik bersama-sama dengan mereka ataupun kita juga tidak mempunyai sesuatu berupa materi untuk kita berikan, namun saat kita menopang dan mendukung mereka dalam doa maka kita telah mewujudkan sebuah kepedulian yang sangat besar nilainya. Kita telah melakukan sebuah tanggung jawab pelayanan dan kesaksian dengan memberitakan dan menyaksikan tentang Kristus yang bangkit kepada semua orang.

Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap yakin dan percaya kepada kuasa kebangkitan-Mu. Amin.-

Rabu, 14 April 2021                         

bacaan : Kisah Para Rasul 4 : 18 – 20

18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. 19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

TAAT KEPADA KRISTUS YANG BANGKIT

Keberanian untuk menceritakan dan menyaksikan karya kesalamatan Allah yang terjadi dalam Tuhan Yesus dilakukan oleh para rasul Petrus dan Yohanes ketika mereka diperhadapkan di hadapan Mahkamah Agama. Sebagai manusia bisa saja Petrus dan Yohanes takut dan memilih diam demi keselamatan mereka. Namun peranan dan tutunan kuasa Roh Kudus (bd. KPR. 2) menyemangati mereka untuk berani menyatakan tentang keselamatan yang terjadi dalam Tuhan Yesus Kristus. Petrus dan Yohanes malah menentang mereka (Mahkamah Agama) untuk memilih lebih takut kepada Allah ataukah kepada manusia (mereka)? Mengapa Petrus dan Yohanes menyampaikan hal ini kepada mereka ? sebab mereka adalah tokoh-tokoh agama yang pasti tahu apa yang menjadi kehendak Allah dan kebenarannya yang mesti mereka sampaikan. Sehingga Petrus dan Yohanes lebih menegaskan lagi bahwa tidak mungkin menghalangi mereka untuk memberitakan apa yang mereka lihat dan dengar tentang keselamatan Allah yang terjadi dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebagai keluarga Kristen, kita juga mesti berani untuk menceritakan dan menyaksikan tentang karya keselamatan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus bagi kita sekeluarga kepada dunia dan semua orang. Kita melakukan dengan tuntunan kuasa Roh Kudus sehingga kita tidak takut ketika menderita, dikucilkan, ditinggalkan sebab kita tidak sendiri, namun cinta kasih dan kuasa Allah dalam Kristus selalu melindungi, menyertai dan memberkati kita. Cerita dan kesaksian kitapun tidak sebatas kata-kata saja tetapi terlebih melalui sikap dan perilaku hidup kita sehingga dari sanalah semua orang yang belum percaya akan menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus yang bangkit.  

Doa:   Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap berani dan taat memberitakan tentang kebangkitan-Mu. Amin.

Kamis, 15 April 2021                    

bacaan : Kisah Para Rasul 16 : 9 – 12

9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" 10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. 11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; 12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

KEPEDULIAN UNTUK MELAYANI

Selalu peka terhadap suara Tuhan melalui kuasa Roh Kudus membuat Paulus dan Silas tetap setia dan taat memberitakan Injil Kristus. Diceritakan dalam pelayanan Pekabaran Injil dari kota ke kota ada tempat yang tidak diijinkan oleh kuasa Roh Kudus bagi Paulus dan Silas untuk singgah dan tinggal. Ketika mereka sampai di Troas, Paulus mendapatkan penglihatan ada seorang Makedonia yang berseru “menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami”. Perjalanannya dari Troas ke Makedonia harus melewati beberapa daerah yakni Samotrake kemudian Neapolis baru ke Filipi kota pertama dibagian Makedonia. Tentu perjalanan yang berat dan melelahkan serta juga dengan berbagai acaman. Namun Paulus dan Silas melakukan dengan semangat dan sukacita dengan tidak memikirkan segala kepentingan dan kenyamanan diri sendiri. Yang dipikirkan Paulus dan Silas adalah demi orang lain dan keselamatan mereka. Paulus dan Silas merasa terbeban kalau mereka belum mendengar tentang kabar keselamatan didalam Kristus. Hal itulah yang membuat mereka tetap tekun dan setia melakukan tugas pemberitaan Injil Kristus. Semangat inipun mesti dimiliki oleh kita sebagai keluarga Kristen untuk meneruskan berita keselamatan yang telah terjadi dalam Tuhan Yesus bagi kita dan semua orang percaya. Kita juga mesti membuka hati kepada tuntunan Roh Kudus, sehingga kepekaan dan prihatin dengan mereka yang masih menolak dan belum percaya kepada Tuhan Yesus. Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan tugas yang mulia itu dengan penuh sukacita, rendah hati, taat dan setia. Berusahalah agar sikap dan perilaku kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk percaya dan menerima Tuhan Yesus.  

Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap peduli dengan mereka yang membutuhkan pertolongan, amin

Jumat, 16 April 2021                                     

bacaan : Efesus 3 : 1 – 13

Rahasia panggilan orang-orang bukan Yahudi
Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 2 --memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

MEMBERITAKAN KRISTUS YANG HIDUP

Pengorbanan Yesus di kayu salib merupakan pintu masuk bagi kasih karunia Allah. Salib menjadi sarana perdamaian manusia dengan Allah. Peristiwa yang sangat penting, namun terkadang telah menjadi biasa, tapi dalam kenyataannya tidak. Yesus sebelum disalib mengalami jalan salib yang sulit. Ia mengalami luka fisik yang tak terperikan. Cambuk tentara romawi yang terdiri dari sembilan tali kulit dengan sebuah bola kulit terikat pada pada ujung tiap tali tersebut. Pecahan tulang, besi dan rantai, terdapat pada setiap bola kulit, sehingga membuat cambuk itu berat dan tajam, membuat luka yang berat pada tubuh Yesus. Kulit terkelupas, daging tersayat, beserta luka pendarahan di otak (akibat dipukul), luka tembus, luka ligamen (banyak tulang yang retak dan akibatnya nyeri tak tertahankan). Ia pun mengalami luka batin, yang pedih. Cemoohan, makian, penolakan, ketidakadilan, membuat penderitaan-Nya lengkap. Peristiwa penderitaan inilah, yang membuat kita berdamai dengan Allah, dan bisa datang kepada-Nya, tanpa takut karena sudah ditebus. Peristiwa ini yang mesti kita bawa dalam ingatan senatiasa. Ini akan membuat kita memahami betapa berharganya hidup kita. Membuat kita menolak untuk tetap hidup dalam dosa. Mendorong kita untuk bertekun mencari kehendak Tuhan. Sebab, penebusan Yesus terhadap diri kita, membuat hidup kita memiliki satu tujuan. Menjadi alat-Nya untuk menyatakan apa yang kita lihat dan dengar tentang Kristus dengan kasihNya itu. Ingat hidup ini bukan cuma soal kita (apa yang kita ingini, butuhkan), tapi hidup ini adalah soal memberitakan tentang Kristus yang hidup.

Doa: Tuhan, kami mau memberitakan tentang Engkau yang hidup. Amin.

Sabtu, 17 April 2021                                  

bacaan : Matius 10 : 26 – 28

26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. 28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

HADAPI HIDUP DENGAN BERANI

Selama hidup di dunia ini, kita tentu akan selalu berhadapan dengan masalah. Apalagi sebagai keluarga orang percaya, tentu seringkali kita bergumul dengan berbagai persoalan-persoalan hidup dan tantangan-tantangan didalamnya. Tantangan tersebut ada yang biasa-biasa saja bahkan ada juga yang berat.  Karena itu tidaklah mengherankan jika banyak orang yang takut menghadapi hidup dan tantangannya, padahal firman ini bilang bahwa Tuhan ada dan Dia tahu apa yang sedang kita hadapi, apa yang sedang kita gumuli. Tuhan tidak jauh dari kita. Dia ada bersama kita untuk menghadapi berbagai kenyataan hidup, baik suka maupun duka. Dia tahu suasana hidup kita, karena sehelai rambut yang jatuh dari kepala kita pun, Dia tahu. Tuhan tahu, Dia dekat dengan kita.Dekatnya Tuhan dengan kita itulah yang membuat Dia sangat mengerti setiap kebutuhan hidup kita, setiap tetesan air mata kita bahkan sampai kepada kekuatiran dan ketakutan kita terhadap berbagai situasi-situasi hidup saat ini, apalagi masih tetap ditengah pandemic Covid-19. Oleh karenanya, jangan kita takut dan kuatir terhadap apapun bahkan mungkin saja mereka yang dapat menjahati kita. Yakinlah, Tuhan tahu keberadaan kita, Dia peka dan Dia bersedia menolong kita. Untuk itu jangan gentar hadapi hidup dengan semua tantangan, hambatan bahkan ancaman di dalamnya.Kita tidak sendiri, Tuhan ada dan menyertai keluarga kita yang berserah kepadaNya.

Doa: Bapa yang penuh kasih, berilah keberanian kepada kami dalam menghadapi hidup dengan segala tantangannya. Amin.

*sumber : SHK April 2021, LPJ-GPM

                  

Tinggalkan komentar