Tema Mingguan : ” Dipilih Untuk Menjadi Murid Kristus “.
Minggu,16 Mei 2021
bacaan : Kisah Para Rasul 1 : 15 – 26
Matias dipilih menggantikan Yudas
15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: 16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." 18 --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah--. 20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. 21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, 22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." 23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. 24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." 26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.
DIPILIH UNTUK MENJADI MURID KRISTUS
Nyonya Brigid dari Irlandia, sangat merana karena kehilangan makna kehadiran Tuhan. Ia menceritakan masalah ini kepada temannya, seorang nyonya tua yang mengunjunginya. Tamunya itu memberi nasehat: “Berdoalah kepada Allah, mohonlah kepada-Nya agar Ia menjamah engkau, maka Ia akan menumpangkan tangan-Nya keatasmu”. Brigid yang sudah tua itu mulai berdoa dan ia merasa sangat tenang, dan seketika itu juga ia merasa ada tangan diatas bahunya. Ia berseru kegirangan: “Ia telah menyentuhku”. Kemudian kata sahabatnya itu: “Ini adalah tanganku, Allah memanfaatkan tangan yang paling dekat denganmu dan Ia menggunakan tanganku untuk menyentuhmu”. Seperti Yesus memilih dan mempercayakan Matias menggantikan Yudas Iskariot sebagai murid-Nya untuk melayani umat-Nya, Dia-pun memilih dan mengutus kita untuk menjadi murid-Nya. Yesus memilih Matias yang dekat, yang memiliki pengalaman hidup bersama-Nya. Matias, yang artinya anugerah dari Allah, justru dipakai untuk melengkapi kekurangan para Rasul lain dalam pekerjaan Tuhan. Sebagai orang percaya, kita semua adalah orang yang dipilih dan diutus oleh Yesus untuk menjadi murid-Nya. Berdoalah minta kekuatan daripada-Nya untuk melaksanakan tugas pengutusan itu, bahwa Yesus yang mempercayakan, Yesus memberi kuasa, Yesus memperlengkapi, Yesus mengutus dan Yesus yang tetap menyertai. Dengan mendapat kasih karunia Allah, kita diutus untuk terus bersaksi dan melayani sebagai seorang murid Yesus, lewat pekerjaan, usaha, pelayanan, jasa, dan berbagai aktifitas yang lain.
Doa: Tuhan jadikan kami murid-Mu dan utuslah kami untuk bersaksi bagi kemuliaan Nama-Mu, amin
Senin ,17 Mei 2021
bacaan : Kisah Para Rasul 6 : 1 – 7
Tujuh orang dipilih untuk melayani orang miskin Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. 2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, 4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." 5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. 6 Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. 7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
DIPILIH DAN DIUTUS UNTUK MELAYANI
Joe, seorang pemuda yang selalu berusaha menjadi pelayan Tuhan yang baik. Pada suatu ketika, seorang ibu yaitu tetangganya meminta kesediaan Joe untuk mengantarkan putranya ke rumah sakit. Sebenarnya Joe sudah mempunyai rencana yang lain, tetapi ia tidak tahu bagaiman harus mengatakan hal itu. Joe pun mendudukan bocah lelaki itu ke kursi mobilnya, mengencangkan pengamannya dan melaju menuju rumah sakit yang jaraknya kurang lebih 50 kilometer. Ketika mereka sedang di jalan, bocah lelaki itu menatap Joe perlahan dan bertanya: “Apakah engkau Allah?’’ Dengan terkejut Joe menjawab: “bukan’’. Bocah lelaki itu melanjutkan: “Saya sering mendengar ibu berdoa dan memohon pertolongan Allah, apakah engkau bekerja untuk Allah?’’ Joe menjawab “ya, Allah menyuruh saya untuk menolongmu”. Joe merasa sangat senang, bahwa dia dipilih dan dipercayakan oleh Allah untuk menolong sang bocah kecil itu, yang sementara menghadapi penderitaan sakit yang serius. Sejak itu, Joe menghabiskan waktunya untuk menolong banyak orang yang sakit, dan yang membutuhkan pertolongannya.
Ketika terjadi persungutan diantara orang Kristen Yahudi karena para janda dan orang miskin diantara mereka sering terabaikan dalam pelayanan, maka kedua belas rasul Yesus mengumpulkan semua murid dan meminta kesediaan mereka untuk membantu pelayanan kepada orang – orang miskin. Merekapun memilih tujuh orang dari antara mereka yang kemudian didoakan dengan penumpangan tangan dan diutus untuk membantu pelayanan. Kita semua sebenarnya adalah orang – orang yang sudah dipilih dan diutus oleh Yesus untuk melayani sesama yang membutuhkan, karena itu lakukanlah dengan penuh kasih sayang.
Doa : Ya Roh Kudus mampukan kami untuk melayani pekerjaan-Mu. Amin.
Selasa, 18 Mei 2021
bacaan : Kisah Para Rasul 21 : 1 – 6
Paulus di Tirus dan di Siprus Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara. 2 Di Patara kami mendapat kapal, yang hendak menyeberang ke Fenisia. Kami naik kapal itu, lalu bertolak. 3 Kemudian tampak Siprus di sebelah kiri, tetapi kami melewatinya dan menuju ke Siria. Akhirnya tibalah kami di Tirus, sebab muatan kapal harus dibongkar di kota itu. 4 Di situ kami mengunjungi murid-murid dan tinggal di situ tujuh hari lamanya. Oleh bisikan Roh murid-murid itu menasihati Paulus, supaya ia jangan pergi ke Yerusalem. 5 Tetapi setelah lewat waktunya, kami berangkat meneruskan perjalanan kami. Murid-murid semua dengan isteri dan anak-anak mereka mengantar kami sampai ke luar kota; dan di tepi pantai kami berlutut dan berdoa. 6 Sesudah minta diri kami naik ke kapal, dan mereka pulang ke rumah.
PERSEKUTUAN HIDUP PARA MURID YESUS
Persekutuan umat sebagai murid – murid Yesus, sangat terlihat dari cara hidup mereka, cara hidup yang sangat berbeda dengan persekutuan yang lain. Mereka mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan diri, mereka saling menegur, saling mengingatkan, saling membantu dengan penuh kasih. Persekutuan seperti ini terlihat dalam kehidupan rasul Paulus, para pelayan lain dan jemaat – jemaat kristen di Asia Kecil. Dalam perjalanan pemberitaan Injil, rasul Paulus dan teman – temannya tidak sendiri, ketika mereka tiba di suatu tempat, mereka disambut dengan penuh kasih dalam persaudaraan. Rasul Paulus selalu megunjungi masing – masing jemaat dan melihat keberadaan mereka. Sebelum berpisah dari satu tempat, mereka berdoa bersama – sama, dan mengantarkan rasul Paulus dan rombongan sampai di Pelabuhan kapal atau di batas kota. Bahkan ketika mengetahui ancaman terhadap rasul Paulus di Yerusalem, mereka menasehati Paulus agar jangan pergi ke Yerusalem, semua itu karena mereka mengasihi Paulus dan Paulus juga mengasihi mereka. Cara hidup seperti itulah yang menyebabkan Injil Kristus tersebar dengan sangat luas dan mereka sanggup menghadapi berbagai tantangan, bahkan ancaman. Saat ini, kita juga menghadapi berbagai tantangan dan ancaman. Hal penting yang harus dihidupkan dan dirawat dengan baik adalah persekutuan hidup. Persekutuan hidup keluarga, persekutuan jemaat, persekutuan masyarakat, dimana disana semua anggota persekutuan saling mengasihi, saling membantu, saling menegur, saling mendoakan, saling mengingatkan, saling mengampuni satu dengan yang lain. Hanya dengan demikian, kita dapat menjadi murid – murid Yesus.
Doa : Tuhan, berkatilah persekutuan hidup kami, dimanapun kami ada, Amin.
Rabu, 19 Mei 2021
bacaan : Kisah Para Rasul 21 : 7 – 14
7 Dari Tirus kami tiba di Ptolemais dan di situ berakhirlah pelayaran kami. Kami memberi salam kepada saudara-saudara dan tinggal satu hari di antara mereka. 8 Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya. 9 Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat. 10 Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus. 11 Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: "Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain." 12 Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem. 13 Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus." 14 Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: "Jadilah kehendak Tuhan!"
BERANI MENGHADAPI SETIAP RISIKO SEBAGAI MURID YESUS
Hidup sebagai saksi Kristus bukanlah perkara yang mudah, sebab kita akan menjumpai banyak tantangan dan ancaman. Namun jika kita menjalaninya bersama Yesus, maka Dia akan memberi kekuatan dan berjanji selalu menyertai kita. Hal ini dialami oleh rasul Paulus dalam perjalanan pemberitaan injil Yesus Kristus. Dalam perjalanan menuju ke Yerusalem, ia diingatkan oleh seorang nabi dari Yudea yaitu Agabus tentang ancaman yang akan diahadapinya di Yerusalem . Agabus mengambil ikat pinggang Paulus dan berkata : “Demikianlah kata Roh Kudus, ….orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang – orang Yahudi di Yerusalem….”. Walaupun sudah diingatkan dan juga dinasehati oleh para murid yang lain agar Paulus tidak pergi ke Yerusalem, namun Paulus dengan tegas mengatakan: “…..aku ini rela bukan saja diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena Nama Tuhan Yesus” (ay.13.b). Sikap rasul Paulus yang tegas dan berani bukan karena ia hebat dan kuat, tetapi karena imannya kepada Yesus yang mati, bangkit dan Naik ke Sorga, yang ia yakini akan sanggup menyelamatkannya, maka rasul Paulus berani menghadapi setiap risiko dari pekerjaan pemberitaan Injil Yesus Kristus. Sebagai orang percaya, kita juga akan menghadapi berbagai tantangan dan ancaman dalam hidup dan kerja kita, namun demikian sikap iman kita hendaklah tetap teguh berpengharapan kepada Yesus. Andalkanlah Yesus dalam setiap rencana dan kerja kita, serahkanlah semua persoalan yang kita hadapi dalam pengendalian Yesus, dan percayalah bahwa Ia akan bertindak untuk melindungi dan menyelamatkan kita tepat pada waktunya. Percayalah..!
Doa : Tuhan, tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu, agar kami berani menghadapi setiap tantangan karena iman kami kepada-Mu, Amin.
Kamis, 20 Mei 2021
bacaan : 2 Tesalonika 1 : 3 – 12
Ucapan syukur dan doa
3 Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, 4 sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: 5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. 6 Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu 7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, 8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. 9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, 10 apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai. 11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, 12 sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.
BERDIRI TEGUH DI TENGAH ANCAMAN
Salah satu lirik lagu “Di Tengah Kesukaran”, yaitu : “….kendati jalanku di susah p’rang. Yesus pedoman hidupku, b’ri aku menang. Selalu aku sembahyang, ya Tuhan pimpinlah”. Lagu ini memberi kekuatan ketika dinyanyikan ditengah berbagai persoalan berat yang dihadapi oleh orang – orang percaya. Memang dalam pengalaman iman, setiap orang percaya pasti mengakui bahwa Yesus adalah kekuatan bagi jiwa mereka. Hal ini juga dialami oleh jemaat Tuhan di Tesalonika, ketika mereka menghadapi berbagai penganiayaan dan penindasan karena iman mereka kepada Yesus. Rasul Paulus katakan: “…..kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita” (ay.4.b). Memang di tengah pencobaan yang berat, kesulitan hidup yang dihadapi, bahkan ditengah penindasan dan penganiayaan, ternyata pertumbuhan iman jemaat Tesalonika semakin bertambah, kasih mereka semakin kuat, mereka saling mempedulikan satu dengan yang lain. Saat ini, kita pun menghadapi berbagai cobaan berat dalam kehidupan kita, baik hidup di tengah pandemic Covid-19 yang belum berakhir, cuaca ekstrim yang mengancam, dan berbagai persoalan pribadi, keluarga dan persekutuan. Sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa, hanya ada satu cara untuk bertahan dan berdiri teguh ditengah pencobaan, yaitu bersyukur atas pertolongan Tuhan, berdoa selalu meminta penyertaan-Nya, bersandar hanya kepada Tuhan dan lakukanlah perbuatan – perbuatan baik dalam hidupmu.
Doa : Tuhan, berilah kekuatan bagi kami, menghadapi berbagai persoalan hidup, amin
Jumat, 21 Mei 202 1
bacaan : 2 Petrus 1 : 3 – 15
Panggilan dan pilihan Allah
3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 12 Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 13 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. 14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.
MELAYANI TUHAN DENGAN SUNGGUH – SUNGGUH
Kerja buat Tuhan selalu manis e, biar sondor gaji terlalu manis e..”. lirik lagu ini biasa dinyanyikan oleh anak – anak SMTPI, yang merupakan suatu pengakuan tentang betapa senangnya melayani pekerjaan Tuhan, biar tidak ada upah. Dalam suratnya kepada orang percaya yang mengalami kasih karunia Allah, rasul Petrus membagi pengalaman imannya, bahwa ia dipanggil dan diutus oleh Allah untuk melayani pekerjaan pemberitaan Injil, karena kasih karunia Allah yang besar, bukan karena kekuatan dan kehebatannya. Oleh sebab itu rasul Petrus bertekad untuk mengerjakan panggilan Tuhan itu dengan bersungguh – sungguh, dan ia juga menasehati jemaat agar mereka mengerjakan panggilan Allah dengan sungguh – sungguh. Petrus menasehati jemaat agar mereka tetap hidup secara benar sebagai seorang murid Yesus, sehingga layak dihadapan Allah. Seorang murid Yesus yang berimankan Yesus, hendaklah menambahkan iman mereka dengan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, kesalehan dan kasih kepada semua orang (ayat 3, 5 – 7). Yang dimaksudkan dengan iman disini, adalah melakukan perbuatan – perbuatan yang menunjukkan bahwa jemaat telah sungguh – sungguh menyatu dengan Allah dalam Yesus Kristus dan hidup menurut kehendak-Nya sebagai murid – murid-Nya. Inilah yang membedakan jemaat Kristus dari guru – guru palsu yang perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ajarkan. Sebagai orang – orang yang juga dipanggil untuk melayani Tuhan, baik dalam melaksanakan tugas sebagai orang tua, para guru, para pelayan, para pemimpin dan berbagai profesi lainnya, maka hendaklah itu dikerjakan dengan sungguh – sungguh. Jangan mengerjakannya dengan setengah hati, atau bermasa bodoh. Sebab Allah pasti memberkati setiap orang yang melayani-Nya dengan sungguh – sungguh.
Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk melayani dengan sungguh – sungguh, Amin.
Sabtu, 22 Mei 2021
bacaan : Yakobus 2 : 5.a
5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?
JANGAN MEMANDANG MUKA
Satu keluarga kaya yang baru pindah rumah, bertetangga dengan keluarga yang sederhana dan miskin. Suatu malam, ketika mati lampu yang disebabkan oleh angin dan hujan yang deras, tiba – tiba pintu rumah keluarga kaya diketuk orang dari luar. Seorang gadis cantik, putri keluarga kaya itu membuka pintu dengan perasaan curiga. Ketika ia melihat siapa yang mengetuk pintu, serentak ia berkata: “Kami tidak melayani permintaan sumbangan…”. Ternyata yang mengetuk pintu adalah seorang gadis kecil berpakaian lusuh, putri keluarga miskin tetangga mereka. “Maaf kak, saya tidak meminta sumbangan, saya mau memberikan ini…”, kata sang gadis kecil sambil menyerahkan satu buah lilin. Gadis kecil itu melihat bahwa rumah tetangga barunya sangat gelap akibat mati lampu, dan ia berpikir, mungkin mereka membutuhkan sebuah lilin. Gadis cantik itu terkejut dan menyesali perkataannya yang sudah salah sangka kepada tetangganya. Kisah ini menegaskan bahwa seringkali seseorang dinilai baik hanya dari penampilan luarnya saja. Realitas seperti ini juga terjadi dalam kehidupan dua belas suku di perantauan, yang menyebabkan Yakobus menulis surat untuk menasehati mereka. Yakobus mengingatkan bahwa sikap seperti ini tidak sesuai dengan ajaran Yesus tentang kasih. Yakobus katakan: “….Bukankah Allah memilih orang – orang yang dianggap miskin oleh dunia ini, untuk menjadi kaya dalam iman…” (ay.5.a). Dalam kehidupan kita, seringkali kita juga mengabaikan kelompok kecil yang rentan seperti: para janda, yatim piatu, kaum disabilitas, para pekerja kasar, dan mungkin ada yang lain. Padahal justru merekalah yang memiliki hati yang bersih, penuh kasih dan sangat menghargai orang lain. Karena itu hendaklah kita mengasihi semua orang tanpa memandang muka.
Doa : Tuhan ampunilah kami, jika kami menyakiti sesama yang membutuhkan, amin
*sumber : SHK bulan Mei 2021, LPJ GPM