Tema Mingguan : ” Roh Kudus Memberi Kekuatan Untuk Menyatakan Pelanggaran dan Dosa.
Minggu, 30 Mei 2021
bacaan : Mikha 3 : 5 – 8
5 Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang. 6 Sebab itu hari akan menjadi malam bagimu tanpa penglihatan, dan menjadi gelap bagimu tanpa tenungan. Matahari akan terbenam bagi para nabi itu, dan hari menjadi hitam suram bagi mereka. 7 Para pelihat akan mendapat malu dan tukang-tukang tenung akan tersipu-sipu; mereka sekalian akan menutupi mukanya, sebab tidak ada jawab dari pada Allah. 8 Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.
NYATAKANLAH KEHENDAK TUHAN DALAM HIDUP-MU
Bacaan kita hari ini menceriterakan kesaksian nabi Mikha tentang perilaku buruk baik dari umat, nabi, maupun pemimpin Israel. Umat Israel bukannya beribadat dan taat kepada Tuhan, mereka justeru menyembah ilah lain. Para pemimpin menipu dan merampok orang miskin sedangkan para nabi salah menggunakan jabatan. Nabi-nabi berpihak kepada orang kaya dan berlaku tidak adil kepada orang miskin. Mikha berbeda dengan nabi lain pada waktu itu. Nabi yang lain itu menubuatkan apa yang ingin didengar umat agar mereka mendapat bayaran. Seorang nabi harus menubuatkan apa yang Tuhan kehendaki, termasuk menyatakan kesalahan dan penghukuman. Mereka menubuatkan yang menyenangkan umat supaya dengan begitu mereka dibayar. Nabi-nabi tersebut tidak memperjuangkan kehendak Tuhan tetapi kepentingan diri sendiri. Mereka bernubuat agar mendapat bayaran bukan supaya kehendak Tuhan dinyatakan. Nubuatan Mikha datang langsung dari Roh Tuhan, yang merupakan kehadiran dan kuasa Allah. Ia bukanlah nabi yang menyesatkan umat, sebab ia mengingatkan umat tentang bagaimana hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Umat harus hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, agar tidak mendapat hukuman. Para pemimpin harus berlaku adil dan membela orang miskin. Hal senada pun haruslah diperankan para pemimpin dalam kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat, mereka tidak boleh memakai jabatan kepemimpinan untuk memperkaya diri sendiri dan mengorbankan kehendak Tuhan.
Doa: Ya Tuhan, kuatkan kami untuk menyatakan kehendak-Mu. Amin.
Senin, 31 Mei 2021
bacaan : Yakobus 5 : 19 – 20
19 Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, 20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.
IMAN BERARTI BERTINDAK
Kita sungguh bersyukur dapat menjalani dan beraktifitas sampai di hari terakhir bulan ini. Bulan ini kita akhiri dengan menyimak pesan pemberitaan Yakobus. Ia menasihati jemaat Kristen untuk menjaga iman mereka agar tetap hidup. Iman yang hidup berarti bertindak dengan cara teruslah bersabar, jadilah orang yang berbelas kasih, dan berdoalah dengan tidak henti. Orang Kristen diminta bersabar menanti kedatangan Tuhan. Yakobus melarang orang Kristen untuk bersumpah, tetapi memberi anjuran agar berdoa bagi orang lain, terutama bagi mereka yang telah menyimpang ke jalan yang sesat. Keselamatan haruslah diwujudkan dalam perbuatan baik, supaya iman tetap hidup. Ia juga menegaskan bahwa kesalahan atau dosa bukanlah akhir hidup, sebab akan selalu terbuka pengampunan Allah. Karena itu marilah kita akhiri bulan ini dengan semangat menanti kedatangan Tuhan, terus peduli dengan orang lain, tidak menolak orang yang salah atau berdosa, sambil terus menjaga hidup agar tidak melakukan kesalahan atau dosa. Yakinlah bahwa Tuhan selalu menyatakan kebaikan, Ia mengampuni dan memulihkan. Berusahalah untuk memberi diri atau hidup untuk diatur, dan dikasihi Tuhan, melalui nasihat, teguran dan kepedulian orang lain. Hanya dengan demikian iman kita tidak akan mati. Ingatlah selalu pesan utama Yakobus, iman tanpa perbuatan adalah mati. Kita diminta berbuat baik bukan untuk diselamatkan, tetapi sebaliknya kita berbuat baik karena sudah diselamatkan. Perbuatan baik bukanlah sebab untuk memperoleh keselamatan, melainkan akibat dari keselamatan yang sudah dianugerahkan. Orang Kristen berbuat baik bukan untuk memperoleh balas jasa, sebab keselamatan adalah kasih karunia Allah, bukan usaha manusia.
Doa: Tuhan mampukanlah kami untuk beriman lewat perbuatan , Amin!
Selasa, 01 Juni 2021
bacaan : Yehezkiel 11 : 5 – 12
5 Maka Roh TUHAN meliputi aku dan TUHAN berfirman kepadaku: "Katakanlah: Beginilah firman TUHAN: Kamu berkata-kata begini, hai kaum Israel, dan Aku tahu apa yang timbul dalam hatimu. 6 Orang-orang yang kamu bunuh di kota ini bertambah banyak dan kamu penuhi jalan-jalannya dengan mereka. 7 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Orang-orang yang kamu bunuh di kota ini, merekalah dagingnya dan kota inilah periuk, tetapi kamu akan Kugiring keluar dari dalamnya. 8 Kamu takut kepada pedang, tetapi Aku akan mendatangkan pedang atasmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 9 Aku akan menggiring kamu keluar dari dalamnya dan menyerahkan kamu di tangan orang-orang asing dan menjatuhkan hukuman-hukuman kepadamu. 10 Kamu akan berebahan karena pedang dan di tanah Israel Aku akan menghukum kamu; dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN. 11 Kota ini tidak akan menjadi periuk bagimu ataupun kamu seakan-akan daging di dalamnya; di tanah Israel Aku akan menghukum kamu. 12 Dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, karena kelakuanmu tidak selaras dengan ketetapan-ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku tidak kamu lakukan; bahkan engkau melakukan peraturan-peraturan bangsa-bangsa yang di sekitarmu."
RENDAHKANLAH DIRIMU DIHADAPAN ALLAH
Setiap orang tidak pernah luput dari berbuat kesalahan dan dosa. Pernahkah kita menyadari, berapa banyak kesalahan yang telah kita perbuat setiap hari terhadap sesama kita, baik secara sengaja maupun tanpa sengaja? Orang sering mengidentikan kesalahan dan dosa adalah ketika orang melakukan tindakan kriminal berat, seperti: membunuh, mencuri, ataupun berzinah. Namun bagaimana dengan orang yang suka berbohong, menghina, memfitnah, membenci, menyakiti hati orang lain dengan sikap dan ucapannya? Walaupun demikian, tidak banyak orang yang mau menyadari diri dan mengakui segala kesalahannya. Hal ini disebabkan karena gengsi dan selalu merasa diri benar. Dalam kitab Yehezkiel 11 : 5 – 12, dikisahkan tentang para pemimpin Israel antara lain Yaazanya bin Azur dan Pelaca bin Benaya, yang selalu merasa diri mereka benar. Bahkan ketika umat Israel ditawan ke Babel, para pemimpin ini tetap bertahan di Yerusalem dan menganggap diri mereka sebagai orang – orang benar dan tidak mau mendengar nasehat nabi Yehezkiel. Mereka menyebut diri mereka sebagai “daging pilihan..” Padahal mereka justru melakukan berbagai perbuatan jahat dengan membunuh penduduk kota itu. Hukuman Tuhan senantiasa berlaku bagi orang – orang yang menyimpang dari ketetapan-Nya, siapapun mereka, apakah orang terkemuka, para pemimpin, sampai dengan masyarakat biasa. Karena itu hendaklah setiap orang menyadari dirinya dan bertobat, sehingga Allah akan mengampuni segala dosanya dan memulihkan hidupnya. Sebagai orang percaya, kitapun diharapkan selalu membuka diri memaknai teguran Tuhan memohonkan ampunan-Nya dan memberi dibarui oleh-Nya. Hanya dengan demikian kita akan menikmati hidup yang diberkati oleh Tuhan.
Doa : Tuhan, ampunilah dosa kami dan baruilah hidup kami, Amin.
Rabu, 02 Juni 2021
bacaan : 1 Samuel 2 : 27 – 36
Nubuat tentang Eli dan kaum keluarganya
27 Seorang abdi Allah datang kepada Eli dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Bukankah dengan nyata Aku menyatakan diri-Ku kepada nenek moyangmu, ketika mereka masih di Mesir dan takluk kepada keturunan Firaun? 28 Dan Aku telah memilihnya dari segala suku Israel menjadi imam bagi-Ku, supaya ia mempersembahkan korban di atas mezbah-Ku, membakar ukupan dan memakai baju efod di hadapan-Ku; kepada kaummu telah Kuserahkan segala korban api-apian orang Israel. 29 Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel? 30 Sebab itu--demikianlah firman TUHAN, Allah Israel--sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang--demikianlah firman TUHAN--:Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah. 31 Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu. 32 Maka engkau akan memandang dengan mata bermusuhan kepada segala kebaikan yang akan Kulakukan kepada Israel dan dalam keluargamu takkan ada seorang kakek untuk selamanya. 33 Tetapi seorang dari padamu yang tidak Kulenyapkan dari lingkungan mezbah-Ku akan membuat matamu rusak dan jiwamu merana; segala tambahan keluargamu akan mati oleh pedang lawan. 34 Inilah yang akan menjadi tanda bagimu, yakni apa yang akan terjadi kepada kedua anakmu itu, Hofni dan Pinehas: pada hari yang sama keduanya akan mati. 35 Dan Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yang berlaku sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yang teguh setia, sehingga ia selalu hidup di hadapan orang yang Kuurapi. 36 Kemudian siapa yang masih tinggal hidup dari keturunanmu akan datang sujud menyembah kepadanya meminta sekeping uang perak atau sepotong roti, dan akan berkata: Tempatkanlah kiranya aku dalam salah satu golongan imam itu, supaya aku dapat makan sekerat roti."
SALING MENEGUR UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK
Teguran dan nasehat dari orang tua kepada anak – anak untuk membimbing mereka menapaki perjalanan hidup ke depan adalah wujud dari perhatian dan kasih sayang orang tua yang tidak menghendaki anak – anaknya binasa. Namun jika anak – anak tidak mau mendengar nasehat orang tua dan senang melakukan perbuatan jahat yang meresahkan banyak orang dan menyakiti hati Tuhan, maka Tuhan pasti akan menegur dengan cara Tuhan untuk menyadarkan mereka. Hal ini terjadi dalam kehidupan imam Eli dan kedua anaknya Hofni dan Pinehas yang ikut melayani di Bait Allah. Dikisahkan bahwa apabila umat yang datang membawa persembahan korban sembelihan kepada Tuhan, kedua anak itu akan mengambilnya untuk dimakan (1Sam.2:12-13). Apabila umat tidak mau memberikan persembahan korban itu kepada mereka, maka mereka dapat mengambilnya dengan cara kekerasan (1Sam.2: 16). Kedua anak Imam Eli itu tidak hanya mengambil apa yang menjadi hak Tuhan, mereka juga melakukan banyak kejahatan kepada sesamanya. Apa yang dilakukan oleh kedua anak Imam Eli, sangat meresahkan hati umat yang datang beribadah di Silo. Sebagai orangtua, imam Eli sadar bahwa apa yang dilakukan oleh kedua anaknya itu tidak hanya meresahkan umat, tetapi juga menyakiti hati Tuhan, dan ia menasehati mereka. Namun kedua anaknya yang masih muda itu tidak mau mendengarkan apa yang menjadi nasihat Eli sebagai orang tua mereka (1Sam 2:24-25).
Sebab itulah Tuhan Allah mengutus seorang abdi Allah untuk menegur mereka, bahkan menyampaikan hukuman yang akan diberikan oleh Tuhan kepada mereka jika tidak bertobat. Sebagai orang percaya, kita pun diberi tanggungjawab untuk saling menegur dan menasehati untuk hidup yang lebih baik.
Doa : Tuhan berilah Roh Kudus-Mu untuk menuntun kami, Amin.
Kamis, 03 Juni 2021
bacaan : 2 Tawarikh 24 : 15 – 22
15 Yoyada menjadi tua, dan lanjut umur, lalu matilah ia. Seratus tiga puluh tahun umurnya ketika ia mati. 16 Ia dikuburkan di kota Daud di samping raja-raja, karena perbuatan-perbuat yang baik di Israel terhadap Allah dan rumah-Nya. 17 Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka. 18 Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka. 19 Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya. 20 Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Iapun meninggalkan kamu!" 21 Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN. 22 Raja Yoas tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: "Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!"
JADILAH SETIA, BAIK ATAU TIDAK BAIK WAKTUNYA
Beta ini sebenarnya orang baik, tapi keadaan biking beta tidak baik. Hari ini beta baik, esok lusa tidak baik, jadi sebenarnya beta tidak baik”, demikian salah satu lirik lagu Ambon, yang mengungkapkan sebuah pengakuan bahwa seseorang menjadi baik tergantung keadaan. Seseorang akan melakukan kebaikan, jika ia mendapat keuntungan daripadanya. Tetapi jika ia dipengaruhi dengan jaminan keuntungan, kedudukan, jabatan, maka ia akan melakukan apapun termasuk melakukan hal yang tidak benar. Hal ini juga terjadi pada raja Yoas, ketika ia memerintah di zaman imam Yoyada, Yoas melakukan banyak perbuatan baik, seperti memperbaiki Rumah Tuhan, mengatur peribadahan, dan mengajak umat untuk beribadah kepada Allah Israel. Namun ketika imam Yoyada mati, raja Yoas dipengaruhi oleh para pemimpin Yehuda untuk berbalik menyembah kepada patung – patung berhala dan akhirnya Yoas meninggalkan ibadahnya kepada Allah. Yoas bahkan membunuh Zakharia , anak imam Yoyada yang memperingatkan raja. “…..oleh karena engkau meninggalkan Tuhan, Ia pun meninggalkan kamu”. Demikian peringatan Zakharia yang kemudian menjadi kenyataan karena raja Yoas tidak berbalik kepada Allah. Dalam kehidupan orang percaya, kita diingatkan oleh firman Tuhan untuk tetap setia dalam iman kepada Yesus, apapun keadaannya. Namun dalam kenyataannya, kita sering berbalik tidak setia dan megecewakan Tuhan, ketika ada godaan kepentingan diri, kenikmatan sesaat, yang menyebabkan kita berbalik menjadi tidak setia. Seorang suami atau isteri yang berselingkuh adalah wujud ketidak setiaannya kepada pasangannya, tetapi juga tidak setia dalam janji Nikah-nya dihadapan Tuhan. Hari ini kita diingatkan untuk terus berlaku setia, baik atau tidak baik waktunya.
Doa : Tuhan, tolonglah kami untuk berlaku setia, baik atau tidak baik waktunya, amin
Jumat, 04 Juni 2021
bacaan : 2 Samuel 12 : 1 – 10
Natan memperingatkan Daud sehingga Daud menyesal TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: "Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin. 2 Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; 3 si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. 4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu." 5 Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: "Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati. 6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan." 7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul. 8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu. 9 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon. 10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
MENEGUR DENGAN BIJAKSANA
Ketika mengetahui bahwa seorang diantara kita melakukan kesalahan atau perbuatan dosa, apa yang kita lakukan? Mungkin kita akan menghinanya, menceriterakan keburukannya, bahkan menghakiminya. Padahal sebagai orang percaya kita sepatutnya saling menegur dan menasehati untuk menolong saudara kita menyadari kesalahannya dan berubah menjadi lebih baik, sebab tidak seorangpun diantara kita yang luput dari perbuatan salah. Dalam bacaan kita hari ini, kita belajar dari sikap Natan, seorang nabi yang diutus oleh Allah untuk menegur Daud atas kesalahan yang diperbuatnya. Daud telah melakukan perbuatan dosa dengan mengambil Batseba isteri Uria dan mengatur siasat untuk membunuh Uria di medan perang. Tidak seorangpun yang berani menegur Daud atas perbuatannya, sebab pasti mereka akan berhadapan dengan berbagai risiko. Namun dengan bijaksana, Natan menjumpai Daud dan menggelisahkan hatinya dengan sebuah kisah yang mempertentangkan “si kaya yang punya kuasa dan memiliki banyak ternak dengan si miskin yang hanya memiliki seekor anak domba”. Daud sangat tersentuh dan marah kepada si kaya yang memperdaya si miskin, namun ternyata perbuatan seperti itulah yang telah Daud lakukan terhadap Uria, seorang pahlawan perang Daud yang paling setia. Teguran Natan benar – benar menyadarkan Daud, dan akhirnya Daud menyadari dan menyesali perbuatan dosanya : “…..Aku sudah berdosa kepada Tuhan” (ay13.a), demikianlah pengakuan Daud. Karena itu, jika ada saudara kita yang kedapatan melakukan kesalahan, janganlah kita menghakiminya tanpa menolong dia untuk menyadari kesalahannya. Mintalah Roh Kudus menuntun kita untuk hidup saling menegur dan menasehati didalam kasih agar sebagai orang percaya, kita dapat meneladani Yesus.
Doa : Tuhan, tolonglah kami untuk saling menegur dan menasehati dalam tuntunan Roh-Mu, Amin
Sabtu, 05 Juni 2021
bacaan : 1 Raja – Raja 21 : 1 – 29
Kebun anggur Nabot Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria. 2 Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang." 3 Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!" 4 Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan. 5 Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?" 6 Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu." 7 Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu." 8 Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot. 9 Dalam surat itu ditulisnya demikian: "Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat. 10 Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati." 11 Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka. 12 Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat. 13 Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: "Nabot telah mengutuk Allah dan raja." Sesudah itu mereka membawa dia ke luar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati. 14 Setelah itu mereka menyuruh orang kepada Izebel mengatakan: "Nabot sudah dilempari sampai mati." 15 Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati." 16 Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. 17 Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya: 18 "Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. 19 Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu." 20 Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. 21 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. 22 Dan Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia, oleh karena engkau menimbulkan sakit hati-Ku, dan oleh karena engkau mengakibatkan orang Israel berbuat dosa. 23 Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel. 24 Siapa dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara." 25 Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya. 26 Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel. 27 Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban. 28 Lalu datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu: 29 "Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya."
BERTOBATLAH DAN BALIK PADA ALLAH
Seringkali orang tidak merasa puas dengan apa yang telah dia miliki, dan cenderung ingin mendapatkan sebanyak – banyaknya. Untuk mendapatkan semua keinginannya, dia pun rela mengorbankan orang lain. Sifat seperti ini terlihat dalam kehidupan raja Ahab dan isterinya Izebel. Sebagai seorang raja, Ahab sudah memiliki banyak kekayaan, tinggal di istana, dilayani oleh para pelayan dan semua keinginannya pasti terpenuhi. Namun demikian Ahab masih menginginkan sebidang tanah di samping istananya, yaitu kebun anggur milik Nabot orang Yizreel. Kebun anggur ini adalah satu – satunya milik Nabot, warisan nenek moyangnya. Walaupun sudah dipertahankan oleh Nabot, namun Izebel isteri Ahab menggunakan cara yang licik untuk membunuh Nabot dan mengambil kebun anggurnya dengan paksa. Perbuatan Ahab dan Izebel sangat bertentangan dengan kehendak Tuhan, mereka merampas milik orang kecil dan tak berdaya, padahal sebagai seorang pemimpin, tanggungjawab mereka adalah melindungi orang – orang seperti Nabot. Hal ini tidak dibiarkan oleh Tuhan, dan Tuhan Allah mengutus Nabi Elia untuk menegur Ahab dan Izebel. Teguran Elia mengantarkan Ahab untuk menyadari kesalahannya, dikatakan bahwa Ahab menyadari kesalahannya, ia mengoyakkan pakaiannya, memakai kain kabung, berpuasa dan merendahkan dirinya di hadapan Tuhan. Melihat sikap Ahab, Tuhan Allah mengampuni dia dan menyelamatkan hidupnya. Pengampunan Allah selalu diberikan kepada setiap orang yang mau bertobat dan berbalik kepada Allah, merendahkan diri dan menyesali semua kesalahannya. Jika saat ini saudara terantuk dan jatuh dalam perbuatan salah, tidak ada kata terlambat: “bertobatlah dan balik pada Allah”, Dia pasti mengampunimu.
Doa : Tuhan, ampunilah segala salah dan dosa kami, dan tuntunlah kami ke jalan yang benar, amin
*sumber SHK terbitan LPJ-GPM