Tema Mingguan : ” TUHAN MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU BAIK ADANYA “
Minggu, 06 Juni 2021
bacaan : Kejadian 1 : 1 – 31
Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." 7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. 9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. 10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. 12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. 14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. 16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 20 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." 21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." 23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. 25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
TUHAN MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU BAIK ADANYA
Menyatulah dengan alam, cobalah selami cara alam bergerak dan bereaksi, sayangilah ia. Setelah itu baru namakan dirimu manusia” (Jerinx). Kata bijak ini mengingatkan kita untuk menyayangi alam semesta ciptaan Tuhan, seperti diri sendiri. Memang Tuhan telah menciptakan langit, bumi dan seluruh isinya sebagai tanda kehadiran Allah. Cerita tentang Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya adalah sebuah pengakuan bahwa langit dan bumi beserta isinya diciptakan oleh Tuhan. Pekerjaan penciptaan itu telah direncanakan dengan sangat baik, dimulai dari tidak ada, kosong dan belum berbentuk, tetapi ada Roh Allah yang melayang – layang di atas permukaan air. Dengan firman-Nya Allah menciptakan terang; cakrawala; lautan dan daratan; segala jenis tumbuhan; benda penerang penanda malam dan siang; segala makhluk hidup di air dan lautan, segala jenis burung di udara; segala ternak dan binatang liar dan melata. Ketika Allah melihat semuanya baik, maka Allah menciptakan manusia pada hari yang terakhir dan memberi tanggungjawab kepada manusia untuk memelihara, mengusahakan, menjaga dan melestarikan semua ciptaan Allah. Jika Allah yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya dengan baik, dan Allah mengasihinya sebagai miliknya yang sangat berharga, bagaimana mungkin manusia merusakannya dengan berbagai perbuatan yang menyebabkan ciptaan Allah itu menjadi tidak baik. Lingkungan yang kotor, banjir, longsor, dan bencana alam lainnya adalah tangisan alam yang disakiti oleh manusia. Alam yang rusak dan sakit, akan menyebabkan hidup manusia juga menjadi terancam, karena itu mulailah mengasihi dan bersahabat dengan alam, pelihara dan rawatlah dengan baik, semua itu untuk kehidupan kita dan anak cucu kita ke depan.
Doa : Tuhan, tolonglah kami untuk memelihara dan merawat bumi ciptaan- Mu, untuk hidup kami dan anak cucu kami, Amin.
Senin, 7 Juni 2021
bacaan : Mazmur 89 : 11 – 12
10 (89-11) Engkaulah yang meremukkan Rahab seperti orang terbunuh, dengan lengan-Mu yang kuat Engkau telah mencerai-beraikan musuh-Mu. 11 (89-12) Punya-Mulah langit, punya-Mulah juga bumi, dunia serta isinya Engkaulah yang mendasarkannya.
KEBAIKAN TUHAN MELALUI CIPTAAN-NYA
Saat ini banyak orang mengunjungi tempat-tempat wisata untuk refresing atau bersantai, karena di situ kita akan menyaksikan keindahan alam ciptaan Tuhan yang menimbulkan rasa takjub dan kagum atas karya Ilahi yang mesti kita lestarikan untuk generasi kita. Kekaguman dan pengakuan inipun lahir dari pemazmur dalam bacaan kita di hari ini, dengan menegaskan bahwa langit, bumi beserta isinya diciptakan dan didasari oleh Tuhan Allah dengan sangat baik dan sempurna. Ditegaskan oleh pemazmur bahwa semua yang diciptakan oleh Tuhan, diperuntukkan kepada manusia, menunjukkan kebaikan dan cinta kasih Tuhan kepada umat manusia termasuk juga pemazmur. Itulah sebabnya pemazmur memuji dan memuliakan Tuhan karena kebaikan cinta kasih-Nya. Pemazmur mau menceritakan dan menyaksikan kebaikan Tuhan itu didalam seluruh kehidupannya. Demikianpun kita sebagai keluarga Allah : opa, oma, papa, mama dan anak-anak yang mengagumi dan mengakui akan kebesaran cinta kasih Tuhan yang selalu nyata dalam kehidupan kita sekeluarga. Apalagi ditengah pergumulan serta tantangan pandemic Covid-19 yang masih mewarnai kehidupan kita, serta juga berbagai masalah yang terus kita hadapi setiap saat. Ketika kita menghirup udara segar secara gratis, menikmati cahaya matahari untuk menguatkan imun tubuh, hendaknya mengingatkan kita akan kebesaran dan kemahakuasaan Ilahi yang mesti disyukuri setiap saat. Hendaknya kita juga menceriterakan dan menyaksikan cinta kasih Tuhan melalui sikap dan perilaku hidup kita, dengan berbagi kasih dan sukacita bagi semua orang yang membutuhkannya. Sehingga kehidupan di alam ciptaan ini selalu dipenuhi dengan kemuliaan cinta kasih Allah bagi semua makhluk ciptaan.
Doa : Terima kasih Tuhan untuk kebaikan cinta kasih-Mu bagi kami yang selalu nyata dalam hidup ini melalui alam ciptaan-Mu. Amin.-
Selasa, 8 Juni 2021
bacaan : Mazmur 96 : 1 – 6
Allah, Tuhan dan Hakim seluruh dunia Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! 2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. 4 Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. 5 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. 6 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya.
NYANYIAN SYUKUR ATAS BERKAT TUHAN
Sebuah legenda Yahudi kuno mengisahkan bahwa setelah menciptakan dunia, Allah memanggil para malaikat dan menanyakan pendapat mereka. Salah satu malaikat berkata: “Ada satu yang kurang, yaitu suara pujian bagi Sang Pencipta”. Maka Allah pun menciptakan musik yang terdengar melalui desiran angin dan nyanyian burung. Allah juga memberikan karunia pujian bagi manusia. Sepanjang masa nyanyian dan musik telah memberkati banyak orang. Nyanyian pujian kepada Allah untuk memuliakan Nama-Nya, serta menghibur dan menguatkan kita sebagai umat manusia. Itulah sebabnya pemazmur mengajak umat Tuhan dan kita semua untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan. Nyanyian baru adalah ungkapan syukur atas berkat Tuhan, penyertaan dan tuntunan-Nya bagi kita semua. Menyanyi untuk Tuhan, memuji dan memuliakan nama-Nya melalui seluruh sikap serta perilaku hidup kita. Mengapa kita kita harus menyanyi dan memuji Tuhan? Pemazmur katakan, Tuhan Maha Besar dan sangat terpuji, IA lebih dahsyat dari segala allah. Itulah sebabnya kesaksian pemazmur ini mengajak kita sekeluarga untuk menyanyi dan memuji serta memuliakan Tuhan melalui seluruh sikap dan perilaku hidup kita. Kita memuji dan memuliakan Tuhan bukan supaya Dia baik, tetapi karena Dia baik. Bukan supaya Tuhan menolong kita, tetapi karena Dia justru telah menolong kita. Bukan supaya Tuhan tampak agung dan mulia, namun Dia memang benar-benar agung dan mulia. Tanpa nyanyian serta puji-pujian kita, keagungan dan kemuliaan Tuhan tidak akan berkurang sedikitpun. Artinya keagungan dan kemuliaan Tuhan tidak ditentukan dari puji-pujian kita. Namun sebagai orang yang telah menikmati keselamatan dalam Tuhan Yesus, kita patut bersyukur dan memuliakan Tuhan, atas kebesaran cinta kasih-Nya bagi kita.
Doa : Tuhan kami mau menyanyi dan memuji-Mu melalui seluruh hidup kami, sebagai kesaksian akan kebesaran cinta kasih-Mu. Amin.-
Rabu, 9 Juni 2021
bacaan : Mazmur 102 : 26
26) Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.
KEBAIKAN TUHAN MENJADI NYATA DI ALAM CIPTAAN-NYA
Ada ungkapan “di atas langit ada langit”. Ungkapan ini bisa dibuktikan ketika kita berada dalam ruang cabin pesawat terbang dan terasa sudah di atas langit, ternyata ketika kita melihat ke atas dari cabin pesawat tersebut masih juga ada langit. Dengan memandang kondisi tersebut, maka sebuah pengakuan bahwa betapa besar kemahakuasaan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Betapa kecilnya kita sebagai manusia di hadapan kemahakuasaan ciptaan Tuhan itu. Pemazmur menegaskan hal tersebut dalam bacaan kita bahwa sejak dahulu Tuhan telah meletakkan dasar bumi melalui penciptaan-Nya dan langit adalah buatan tangan-Nya. Langit yang tak berbatas sebagai bukti kebaikan dan cinta kasih Tuhan yang juga tiada berbatas. Serta bumi yang telah diletakkan dasarnya oleh Tuhan sebagai karya ciptaan yang ajaib dari sang Ilahi adalah tempat hunian dan berpijak kita sebagai manusia. Itu berarti kebesaran kuasa Tuhan dalam menciptakan langit dan bumi dari belum berbentuk dan kosong (Ibrani “tohu wabohu”), menjadi ada dan nyata serta baik adanya. Tindakan Allah ini menunjuk kepada hakekat Allah yang tetap mengasihi melalui seluruh alam ciptaan-Nya. Apapun situasi dan kondisi dunia serta alam yang menantang dan mengancam, tidak akan menyurutkan dan mengurangi besarnya cinta kasih Tuhan bagi kita sebagai manusia ciptaan-Nya. Ditengah ancaman pandemic Covid-19 ini, kita yakin dan percaya bahwa perlindungan dan kemahakuasaan Tuhan akan selalu nyata dan hadir dalam seluruh kehidupan kita. Untuk itu sebagai keluarga hendaknya kita bersyukur atas cinta kasih Tuhan melalui alam ciptaan-Nya dengan segala kelimpahan dan keindahan serta keunikannya yang mesti kita jaga, rawat dan lestarikan kepada generasi kita.
Doa : Terima kasih Tuhan untuk alam ciptaan-Mu sebagai wujud cinta kasih- Mu yang besar dan melimpah bagi kehidupan kami. Amin.-
Kamis, 10 Juni 2021
bacaan : Mazmur 33 : 5 – 9
5 Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. 6 Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. 7 Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah. 8 Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! 9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
FIRMAN TUHAN MEMBERI KEHIDUPAN
Kebesaran Tuhan dinyatakan melalui karya penciptaan langit dan bumi serta segala isinya yang disaksikan oleh pemazmur dalam bacaan firman Tuhan di hari ini. Pemazmur menegaskan bahwa dengan berfirman, Tuhan menjadikan langit, bumi dan seluruh isinya. Melalui perintah Tuhan, maka semuanya ada, sebuah penegasan yang menggambarkan betapa berkuasanya Tuhan bahwa melalui firman yang keluar dari mulut-Nya, maka yang tidak ada menjadi ada, kacau balau menjadi teratur, gelap menjadi terang, tidak baik menjadi baik. Itu berarti betapa pentingnya firman Tuhan yang menjadi pelita dan terang pada jalan kita sebagai orang percaya untuk melakukan kebaikan dalam kehidupan bersama dengan semua makhluk. Sebagai keluarga Allah : opa, oma, papa, mama dan anak-anak hendaknya mengawali aktivitas setiap hari dengan memohon tuntunan Roh Kudus untuk membaca dan merenungan firman Tuhan sebagai kekuatan dan penuntun dalam kehidupan kita. Saat kita membaca firman Tuhan, maka Tuhan pun sedang berkarya dalam hidup kita. Semakin sering kita membaca firman Tuhan, maka semakin banyak hal baik yang kita lakukan bagi kehidupan kita serta juga untuk semua ciptaan di alam semesta. Menurut penelitian, jika kita sedang membaca firman Tuhan, maka tubuh kita sedang mengalami pemulihan. Jantung, hati, pikiran dan bagian tubuh yang lain akan mengalami pemulihan saat kita membaca, merenungan serta menghayati firman Tuhan. Apalagi jika firman Tuhan kita lakukan maka kehidupan yang diberkati Tuhan di alam ciptaan ini akan selalu nyata.
Doa : Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu yang telah menjadi segala sesuatu bagi kami. Mampukan kami untuk melakukan firman-Mu dalam seluruh kehidupan kami, amin
Jumat, 11 Juni 2021
bacaan : Mazmur 146 : 1 – 6
Hanya Allah satu-satunya penolong Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! 2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 3 Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. 4 Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. 5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: 6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,
MEMUJI TUHAN ATAS KEBAIKANNYA
Ada sebuah kesaksian seorang anak Tuhan yang belajar bertumbuh dan mengenal serta membangun hubungan yang intim dan khusus dengan Tuhan. Dalam kesaksiannya bahwa setiap pagi dia mengambil waktu saat teduh untuk berkomunikasi dalam doa dan puji-pujian dengan Tuhan. Anak Tuhan inipun mengkritik ibu-ibu dan anak – anak yang mengawali pagi bukan dengan saat teduh dan doa, tetapi membuka HP mencari pesan – pesan di FB dan WhatsApp. Dia juga mengkritik bapak-bapak yang pagi-pagi tidak bersaat teduh dan berdoa, tetapi mencari sisa rokok yang semalam tidak sempat dihabiskan. Anak Tuhan yang setia dan taat mencari Tuhan selama hidupnya, menceritakan dan menyaksikan bahwa ia mengalami cinta kasih Tuhan yang besar dan ajaib dalam seluruh perjalanan kehidupan keluarganya. Hal ini sejalan dengan kesaksian pemazmur yang selalu memuji Tuhan selama hidupnya sebab pemazmur mengalami jamahan tangan kasih Tuhan yang ajaib dalam kehidupannya. Kuasa dan cinta kasih Tuhan yang tidak berbanding dengan apapun dalam hidup ini termasuk juga manusia dengan segala kekuatan dan kuasa mereka. Sebab bagi pemazmur kuasa dan kekuatan manusia itu terbatas dan sia-sia. Penegasan pemazmur dan kesaksian anak Tuhan ini hendaknya menjadi teladan bagi kita sebagai keluarga Allah bahwa memuji dan memuliakan Tuhan Allah yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya adalah hal penting yang mesti kita lakukan setiap waktu. Setiap pagi hendaknya kita meluangkan waktu bersaat teduh dan berdoa untuk Tuhan yang punya hidup ini. Kalaupun langit dan bumi serta segala isinya telah diciptakan dengan baik dan penuh kuasa oleh Tuhan, masakan masalah dan tantangan yang kita hadapi tidak bisa diatasi dan diselesaikan oleh Tuhan ? Yakin dan percayalah !
Doa : Tuhan kami memuji dan memuliakan-Mu sebab Engkau selalu menuntun, menyertai dan memberkati seluruh kehidupan kami. Amin.-
Sabtu, 12 Juni 2021
bacaan : Kejadian 2 : 1 – 3
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. 2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. 3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
ADA WAKTU UNTUK BERISTIRAHAT DAN MEMULIAKAN TUHAN
Hari ini kita berada di akhir usbu setelah sepekan bergumul dalam berbagai aktivitas pekerjaan, usaha serta pendidikan anak-anak. Besok hari minggu sebagai hari sabat yang dikuduskan Tuhan bagi kita semua sebagai umat-Nya untuk beribadah di rumah-rumah gereja. Hal ini sejalan dengan kesaksian firman Tuhan yang menyatakan bahwa pada hari yang ketujuh Tuhan memberkati dan menguduskannya setelah enam hari lamanya Tuhan menciptakan langit dan bumi serta segala isinya termasuk didalamnya manusia. Kesaksian firman Tuhan ini mau menegaskan bahwa Tuhan Allah pun menyediakan waktu untuk berhenti dan beristirahat dari seluruh proses pekerjaan penciptaan yang dilakukan-Nya. Tuhan telah mengatur dengan baik segala waktu yang menjadi anugerah itu bagi kita, bahwa ada waktu untuk bekerja maka ada waktu juga untuk beristirahat. Enam hari Tuhan sudah memberikan bagi untuk bekerja, berusaha, belajar dan di hari yang ketujuh Tuhan menguduskannya, dan hal itu mesti kita mematuhinya dengan membangun persekutuan dalam ibadah minggu bersama dengan Tuhan. Sejauhmana waktu beristirahat kita gunakan sebaik mungkin, teristimewa untuk memuliakan Tuhan ataukah waktu tersebut kita prioritaskan untuk bersantai, piknik atau mengerjakan pekerjaan tersisa yang belum selesai ? Demikian pun hal ini terkait dengan tanggung jawab kita kepada alam semesta. Ketika kita mengelolanya maka mesti ada waktu untuk berisitirahat bagi alam ini. Jangan sampai kita menguras alam ini dengan serakah dan tidak memberi waktu istirahat yang akan berdampak kepada generasi kita. Hal ini mesti menjadi perhatian kita bersama dan dengan kesungguhan hati kita mewujudkannya demi hormat serta kepujian nama Tuhan serta kehidupan semua ciptaan yang diberkati.
Doa : Terima kasih Tuhan atas teladan-Mu bagi kami untuk beristirahat dan menyediakan waktu bersekutu dan memuliakan Nama-Mu, Amin.-
*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2021 LPJ-GPM