Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 Agustus 2021

Tema Mingguan : “Menjadi Keluarga yang Siap Menghadapi Tantangan”

Minggu, 22 Agustus 2021                             

bacaan : Efesus 6 : 10 – 20

Perlengkapan rohani
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Perisai Iman

Ada pengalaman iman dari seorang bapak ketika menghadapi kerusuhan yang terjadi di Ambon tahun 1999. Keadaan kota semakin mencekam, sang bapak harus bersama-sama dengan warga yang lain untuk berjaga-jaga di perbatasan. Setiap mau keluar berjaga, anak perempuannya selalu mengatakan, “Papa, bae-bae ee.. Jang lupa berdoa voor Tuhan Yesus, supaya Tuhan Yesus jaga papa”. Sambil memeluk anaknya itu, sang bapak menunjukkan pada rompi anti pelurunya, ada kantong yang selalu diisi Alkitab kecil berwarna merah, dan ia berkata: “Tuhan Yesus pasti jaga papa”. Bapak itu kemudian keluar untuk berjaga-jaga dan berperang. Kuasa Tuhan dialaminya ketika terjadi baku tembak, ada peluru yang mengenai dada kirinya, namun ia selamat karena peluru tersebut terkena Alkitab yang ada di kantong baju anti pelurunya. Hari itu setelah perang usai, sang bapak pulang lalu menceritakan pengalaman yang dialami itu kepada istri dan anak-anaknya, mereka menangis sambil bersyukur karena Alkitab kecil itu menyelamatkan suami dan papa mereka. Sejak saat itu, keluarga ini tidak pernah kuatir ketika menemui tantangan hidup, karena dengan mengandalkan Tuhan mereka yakin akan diselamatkan. Kuatir, cemas, takut adalah perasaan manusiawi yang dialami setiap manusia ketika berhadapan dengan tantangan. Rasul Paulus mengingatkan Jemaat Efesus untuk berjaga-jaga terhadap segala hal yang dapat menggoyahkan iman mereka kepada Tuhan. Tantangan yang mereka terima secara internal (ay.11, 16) dan eksternal (ay.12) haruslah  dihadapi dengan menggunakan perisai iman yakni berdoa, melakukan kebenaran serta berpegang teguh pada perintah-Nya. Keluarga yang mengenakan perisai iman pasti mampu berdiri di tengah-tengah tantangan hidup bahkan selebihnya juga akan menjadi kuat di dalam Tuhan dan selalu taat untuk mempercayakan hidup di dalam kendali Tuhan.

Doa: Tuhan, yang kami butuhkan adalah Perisai Iman dalam hidup ini. Amin.  

Senin, 23 Agustus 2021                                

bacaan : Ulangan 31 : 1 – 6

Yosua sebagai pengganti Musa
Kemudian pergilah Musa, lalu mengatakan segala perkataan ini kepada seluruh orang Israel. 2 Berkatalah ia kepada mereka: "Aku sekarang berumur seratus dua puluh tahun; aku tidak dapat giat lagi, dan TUHAN telah berfirman kepadaku: Sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi. 3 TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu; Dialah yang akan memunahkan bangsa-bangsa itu dari hadapanmu, sehingga engkau dapat memiliki negeri mereka; Yosua, dialah yang akan menyeberang di depanmu, seperti yang difirmankan TUHAN. 4 Dan TUHAN akan melakukan terhadap mereka seperti yang dilakukan-Nya terhadap Sihon dan Og, raja-raja orang Amori, yang telah dipunahkan-Nya itu, dan terhadap negeri mereka. 5 TUHAN akan menyerahkan mereka kepadamu dan haruslah kamu melakukan kepada mereka tepat seperti perintah yang kusampaikan kepadamu. 6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

Don’t be Afraid! God is Always With You

(Jangan Takut! Tuhan Selalu Menyertai Engkau)

Nyanyian GPM No. 274 berjudul: “Berjalan Bersama Yesus[1] adalah nyanyian yang mengisahkan tentang penyertaan Tuhan Yesus bagi kehidupan orang-orang percaya. Siang atau malam, di tengah badai bahkan Iblis menghalang, kita tidak akan menjadi lemah ketika  “Berjalan bersama Yesus”. Perjalanan bangsa Israel menuju negeri yang dijanjikan Tuhan dipimpin oleh Yosua, sebab Musa telah mencapai usia 120 tahun dan mengaku di hadapan Tuhan, bahwa ia tidak kuat lagi untuk menuntun mereka memasuki tanah yang telah Tuhan janjikan. Ia menguatkan Yosua agar mampu memimpin bangsa Israel, juga mengingatkannya  bahwa Tuhan akan berjalan di depan untuk menuntun mereka. “Tuhan akan Menyertai engkau, IA tidak akan meninggalkan engkau, Karena itu Janganlah Takut dan Janganlah patah hati”. Kalimat ini dikatakan Musa kepada Yosua agar ia teguh dan kuat melakukan tugasnya. Gambar atau lukisan wajah Yesus, ornamen-ornamen Kristiani seperti Salib dan gantungan pintu yang memuat Firman Tuhan serta kalimat motivasi, mungkin saja dapat ditemui dalam kediaman atau rumah kekuarga-keluarga Kristen. Benda-benda mati itu sesungguhnya secara teologis mengekspresikan keyakinan setiap keluarga bahwa Allah di dalam Yesus Kristus akan selalu menjaga kehidupan mereka. Apapun masalah kita, entah antar suami-istri atau orang tua-anak, saudara bersaudara bahkan hidup dengan sesama dapat terselesaikan jika kita selalu berjalan bersama Tuhan. Jangan pernah takut! apapun tantangan hidup di  depan, tetap teguhkan iman dan kuatkan hati, maka jaminan keselamatan  sukacita akan kita peroleh di dalam Tuhan.

Doa:Tuhan, teguhkan hati kami untuk selalu bersandar pada-Mu. Amin.

Selasa, 24 Agustus 2021                                

bacaan : Lukas 21 : 34 – 38

Nasihat supaya berjaga-jaga
34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. 36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." 37 Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun. 38 Dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia.

Tetaplah Berjaga – Jaga

Gempa bumi dengan kekuatan 6,8 SR yang melanda provinsi Maluku, khususnya kota Ambon, Kairatu dan pulau Haruku pada tanggal 26 September 2019 memakan korban meninggal 23 orang dan luka-luka sebanyak lebih dari 100 orang. Bencana ini berdampak kepada kerusakan kantor, rumah dan berbagai bangunan lainnya bahkan tidak sedikit masyarakat yang harus mengungsi karena kuatir akan terjadi gempa susulan. Peristiwa ini ada maknanya, kita belajar untuk selalu berjaga-jaga dan waspada. Berjaga-jaga bukan hanya ketika ada dalam kesulitan atau menghadapi bahaya dari luar, namun juga menjaga diri dari setiap tutur kata dan perilaku hidup sehari-hari. Bencana alam yang terjadi dapat juga dipahami sebagai alarm atau pengingat agar sebagai manusia kita menjaga kekudusan hidup. Hal ini diingatkan lewat bacaan saat ini bahwa menjaga diri dari segala hal duniawi yang dapat memabukkan sehingga membuat kita lupa membangun persekutuan dengan Tuhan lewat Doa. Berdoa adalah wujud dari hidup berjaga-jaga agar tidak jatuh dalam berbagai pencobaan namun juga sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi setiap tentangan hidup. Keluarga yang berdoa adalah wujud hidup saling mengasihi agar semua tetap terjaga di dalam lindungan Tuhan. Kita harus memperbiasakan diri ada dalam doa atau pergumulan keluarga setiap saat, entah pagi atau malam hari. Ambillah waktu sejenak bersama suami, istri, anak-anak, orang tua dan bangunlah persekutuan doa sebagai cara untuk berjaga-jaga serta wujud syukur atas pemeliharaan Tuhan bagi kehidupan kita. Hal ini tentu akan semakin menguatkan kehidupan antar anggota keluarga bahkan kita dapat menjadikan moment ini untuk saling berbagi kasih.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih untuk penjagaan dan perlindungan-Mu bagi keluarga kami. Amin.

Rabu, 25 Agustus 2021                                        

bacaan : Lukas 17 : 1 – 6

Beberapa nasihat
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. 3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. 4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." 5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" 6 Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

Pengampunan Karena Iman

“Kalo ale pung iman basar sama deng biji sesawi saja, maka ale bisa parenta pohon par pindah dari akang pung tampa”, ungkapan ini biasanya kita dengar sebagai penguatan atau solusi ketika  diperhadapkan dengan kesulitan atau masalah. Bacaan hari ini, memperlihatkan bahwa ungkapan di atas memang keluar dari mulut Tuhan Yesus yang menjawab pertanyaan para rasul (ay.5-6). Pernyataan Yesus menjawab kegelisahan para rasul tentang nasihat untuk saling mengampuni. Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial membuat seseorang membutuhkan orang lain untuk berelasi. Relasi di antara nanusia memungkinkan terjadinya banyak hal, baik menyenangkan maupun menyakitkan. Ketersinggungan dan kesalahpahaman yang terjadi dalam hubungan antar dua orang atau lebih, kemungkinan akan sulit diselesaikan, apalagi jika masing-masing mempertahankan pendapat dan egonya. Oleh karena itu, para rasul diingatkan Tuhan  Yesus untuk menegur siapa pun yang berbuat dosa dan mengajarkan mereka untuk hidup saling mengampuni. Perbedaan pendapat sering terjadi dalam keluarga dan dapat dianggap sebagai suatu kewajaran. Karena perbedaan adalah cara untuk saling mengingatkan bahwa setiap kita tidak ada yang sempurna. Oleh karenanya, jika suami atau istri bahkan anak-anak saling menemukan kesalahan, maka tegorlah dengan kasih dan tuntunlah ke jalan yang benar. Hindari kata-kata yang menjatuhkan ketika menyampaikan teguran, jangan menghakimi dan berlaku kasar dalam memberikan nasihat karena semua itu hanya akan berdampak buruk bagi relasi keluarga kita. Percayakan seluruh kehidupan kepada Tuhan, maka hidup saling mengasihi akan terwujud dalam keluarga kita. Ingat, tantangan terbesar dalam hidup Kristiani adalah menaklukan ego diri. Taklukkanlah dengan iman dalam Tuhan Yesus Kristus.

Doa:   Ajarkan kami untuk hidup saling mengasihi dan mengampuni, Ya Tuhan. Amin.

Kamis, 26 Agustus 2021                        

bacaan : 1  Tesalonika 5 : 1 – 11

Berjaga-jaga
Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput. 4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, 5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. 9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, 10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

Bersiaplah! Baik atau Tidak Baik Waktunya

Beberapa bulan yang lalu ada beberapa video yang beredar tentang penglihatan anak-anak akan kedatangan Tuhan. Salah satunya video yang diunggah oleh seorang ibu yang mengaku bahwa anaknya yang berusia 2 tahun melihat kedatangan Tuhan. Ibu ini menjelaskan dalam video yang berdurasi 2 menit 50 detik itu bahwa anaknya yang bernama Lily melihat sosok yang datang dari atas dan menyebutnya sebagai Raja, Bapa (Abba), yang akan mengangkat kamu ke atas. Kalimat ini diucapkan beberapa kali dan setelah itu Lily menunduk sebanyak 3 kali. Tentang kebenaran video ini sebagai orang-orang percaya, kita tidak dapat memprediksi atau percaya begitu saja namun hal ini dapat dijadikan sebagai peringatan dan pengingat akan Kemahakuasaan Tuhan. Rasul Paulus mengajak umat di jemaat Tesalonika untuk mengadakan “persiapan” bagi kedatangan Yesus yang kedua kali. Hal ini dilakukannya karena ada beberapa anggota jemaat yang mencoba ‘menghitung’ saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, dimana melalui nubuatan, mereka berharap dapat memprediksi saat peristiwa akhir itu tiba agar mereka dapat bersiap-siap untuk menyambut-Nya. Akibatnya, ada beberapa orang yang hidup tanpa merasakan pentingnya “persiapan” bagi kedatangan Tuhan. Paulus menyamakan Parousia (kedatangan Tuhan) sama dengan kedatangan pencuri di waktu malam, tidak ada yang tahu atau mampu memprediksinya. Oleh karena itu, bersiaplah setiap waktu. Persiapan yang kita lakukan ialah memurnikan diri, hidup di dalam persekutuan bersama Tuhan, saling membangun seorang akan yang lain melalui perkataan dan perbuatan yang baik, semuanya itu dimulai dari dalam keluarga. Kita juga diminta untuk  melakukan “persiapan” dengan cara hidup saling menasihati dan menjaga satu dengan yang lain, saling mengingatkan, saling menegur serta hendaknya kita selalu ‘sadar’ untuk hidup dalam kekudusan bersama Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, hanya oleh iman kami dapat merasakan kehadiranMu. Amin.

Jumat, 27 Agustus 2021                              

bacaan : Yakobus 4 : 1 – 10

Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. 4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. 5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" 6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. 10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Orang Beriman Mampu Hadapi Tantangan Zaman

Bacaan hari ini merupakan petunjuk praktis bagi orang beriman yakni mereka yang percaya telah diselamatkan oleh Yesus. Orang beriman sudah diselamatkan dan dianugerahkan kesempatan untuk hidup di dunia dan mengalami semua kenyataan sebagai manusia. Hidup di dunia tak mungkin luput dari pergumulan, baik dalam diri, maupun yang berasal dari luar. Manusia menghadapi pergumulan ganda, yang ada dalam diri sendiri maupun dari dunia sekitar. Hawa nafsu adalah pergumulan dalam diri dan persahabatan dengan dunia berasal dari luar. Inilah tantangan orang beriman, harus hidup sesuai kehendak Allah dan bukan untuk memuaskan hawa nafsu. Hawa nafsu mengakibatkan iri hati, congkak, halalkan cara untuk mencapai tujuan,  sengketa, pertengkaran, perkelahian, dan pembunuhan.  Bila hal-hal demikian dilakukan, maka orang beriman telah bersahabat dengan dunia dan menjadi musuh Allah. Karena itu kita harus mengalahkan hawa nafsu dan tidak bersahabat dengan dunia. Semua orang yang hidup dengan hawa nafsu dan bersahabat dengan dunia tidak akan dapat melakukan perbuatan baik. Perbuatan baik dapat diaktakan bila hawa nafsu dikalahkan. Lawanlah hawa nafsu dengan pertolongan Allah, tetaplah beriman, dekatkanlah diri pada Allah dan tunduklah pada-Nya, sucikanlah hatimu, dan tahirkanlah tanganmu. Atas dasar itu dalam ayat 10 bacaan hari ini disebutkan; Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu. Janganlah takut, Allah akan memampukan kita menghadapi tantangan zaman, kini dan selamanya.

Doa:  Tuhan, teguhkan iman kami, agar mampu hadapi tantangan zaman. Amin.

Sabtu, 28 Agustus 2021                             

bacaan : Keluaran 20 : 1 – 17

Kesepuluh firman
Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: 2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. 3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. 7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. 8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. 12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. 13 Jangan membunuh. 14 Jangan berzinah. 15 Jangan mencuri. 16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. 17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

Taat Pada Perintah Tuhan Dan Hadapilah Tantangan Zaman

Perintah-perintah sebagaimana tersebut dalam daftar sepuluh firman menegaskan hungan  Allah dan umat-Nya. Hubungan Allah dan umat-Nya itu disebut hubungan perjanjian. Allah berjanji melindungi umat-Nya dan umat berjanji setia kepada Allah. Itulah sebabnya perintah-perintah itu diawali dengan pernyataan Allah “Akulah Tuhan, Allahmu yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” (ayat 2). Tuhan memilih umat Israel dan membebaskan mereka dari perbudakan, dan pada saat itu pula terbentuk hubungan sakral antara Allah dan umat-Nya. Perintah-perintah itu diberikan untuk meneguhkan hubungan perjanjian yang telah tercipta di antara Allah dan umat-Nya. Israel telah dipilih Allah, oleh karena itu mereka harus setia hanya kepada-Nya. Mereka harus menyembah Allah saja dan tidak membuat atau menyembah patung-patung ilah lain. Nama Allah itu kudus sehingga orang tidak boleh menyalahgunakannya dengan cara apapun. Nama itu tidak boleh dipakai untuk ingkar janji, berdusta sesudah bersumpah untuk mengatakan kebenaran, juga tidak boleh dipakai sebagai kata kutukan dll. Hubungan dengan Tuhan juga mengharuskan dikhususkannya sebuah hari untuk istirahat, sebagaimana dilakukan Allah pada penciptaan. Akta beristirahat, beribadah dan membebaskan budak (bahkan hewan) dari pekerjaan, adalah cara umat Israel menunjukkan kepada dunia keunikan hubungan mereka dengan Allah. Perintah-perintah lain menolong memahami hubungan di antara satu sama lain. Inti dari seluruh perintah itu adalah kasih kepada Allah dan sesama manusia. Taat mengasihi mampukan orang percaya hadapi tantangan zaman.       

Doa: Ya Roh Kudus jadikanlah kami orang percaya yang taat. Amin.

*sumber : SHK bukan Agustus 2021, LPJ GPM


Tinggalkan komentar