Tema Bulanan : ” PEKABARAN INJIL YANG MEMBARUI MASYARAKAT “
Tema Mingguan : ” KASIH ALLAH YANG MENDAMAIKAN “
Minggu, 03 Oktober 2021
bacaan : Ibrani 2 : 5 – 18
Yesus seketika lebih rendah dari pada malaikat-malaikat 5 Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini. 6 Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 7 Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat, 8 segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya. 9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia. 10 Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah--yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan--,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. 11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, 12 kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat," 13 dan lagi: "Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya," dan lagi: "Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku." 14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; 15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. 16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani. 17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. 18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Jalanilah Hidup dengan Damai dan Kudus
Minggu pertama di bulan Oktober ini kita jalani dengan inspirasi tema: kasih Allah yang mendamaikan. Kasih Allah yang mendamaikan telah terwujud melalui kehadiran Yesus Kristus di dunia. Yesus Kristus diutus untuk menjadi tebusan bagi dosa-dosa manusia. Dosa menjadi penghalang dan menjauhkan manusia dari mengalami kasih Allah. Kehidupan orang berdosa selalu diwarnai dengan pemberontakan terhadap Allah. Inilah alasan tindakan pendamaian yang dikaryakan Yesus. Ia menghapus dosa manusia dan mendamaikan mereka dengan Allah. Pendamaian itu dilakukan dengan cara mengurbankan diri-Nya sendiri untuk menjadi tebusan. Yesus yang berkurban itu meninggalkan kemuliaan-Nya di surga, datang dan masuk ke dunia. Tindakan Ilahi demikian inilah yang dimaksudkan penulis surat Ibrani melalui pernyataan “Yesus seketika lebih rendah dari pada malaikat-malaikat”. Anak Allah menjadi manusia dan menjadi lebih rendah dari malaikat untuk sementara waktu. Kristus telah merendahkan diri-Nya dan taat kepada Allah, bahkan sampai mati di kayu salib. Yesus mengalami maut bagi manusia, Ia mati di salib. Kematian-Nya menghapus dosa dan mengalahkan maut serta kejahatan. Kristus berkurban supaya manusia didamaikan dengan Allah. Manusia yang berdamai dengan Allah hidup dan mengalami kemurahan-Nya dengan berlimpah. Semua orang yang berdamai dengan Allah telah menjadi kudus. Artinya “dipilih” atau “dipisahkan” bagi Allah. Orang-orang kudus hidup menjauhkan kejahatan dan dosa karena menyukai kasih, kebenaran, kebaikan, dan kemurahan. Hidup dalam kekudusan adalah panggilan orang Kristen sekarang ini. Kita sedang dalam hidup dalam masyarakat yang tersu bergumul dengan berbagai masalah dan terpanggil untuk terus membarui kehidupan bersama itu. Hendaklah kita hidup dengan damai dan kudus.
Doa: Ya Tuhan, Allah pendamai, layakkanlah kami untuk hidup berdamai dan kudus dengan semua orang. Amin.
Senin, 04 Oktober 2021
bacaan : Kejadian 9 : 8 – 17
8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: 9 "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, 10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. 11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi." 12 Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. 16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi." 17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."
Janji Allah, Jaminan Kelangsungan Hidup di Semesta
Kisah ini adalah kelanjutan dari tuturan surutnya air bah dan menegaskan pesan kebaikan Allah. Allah mengasihi manusia dan segenap keberadaan di bumi serta menjamin kelangsungan hidup semua ciptaan-Nya. Masa hidup yang sulit atau ancaman kematian massal telah berlalu. Manusia harus belajar dari masa lalu yang kelam bahwa akibat buruk dari pemberontakan terhadap Allah atau kejahatan ternyata sangat merugikan. Allah menciptakan manusia dan semesta ini dengan baik dan karena itu kehidupan harus pula dijalani dengan cara yang berkenan kepada-Nya. Pencipta semesta itu baik adanya dan oleh sebab itu tetap berkarya untuk mendatangkan kebaikan. Busur di awan atau pelangi adalah ungkapan reflektif bahwa bumi ini penuh kebaikan Allah, sehingga kita layak hidup di dalamnya. Pelangi merupakan tanda perjanjian Allah yang kekal bahwa kehidupan di semesta ini pasti terus berlangsung dengan baik. Janji Allah menjadi kekuatan untuk menjalani dan menghadapi semua akibat buruk yang disebabkan oleh keterlanjuran dan kecerobohan manusia. Kelangsungan semua ciptaan dijamin Sang Pencipta yang baik. Kebaikan pasti mengalahkan keburukan atau kejahatan, sehingga seluruh makhluk layak hidup dengan harmoni di semesta ini. Pesan pengharapan ekologis atau semesta ini membuat kita yakin akan kebaikan Allah yang tak pernah berakhir. Kehidupan di semesta ini pasti berlangsung terus karena Allah telah memberikan jaminan kebaikan-Nya. Kehidupan haruslah dijalani dengan pengharapan bukan kegelisahan, kebimbangan, kecemasan, dan kekuatitan. Kita memang tidak dapat meramalkan dan memastikan dengan tepat seluruh fenomena semesta tetapi dapat percaya kepada Allah yang telah berjanji. Janji Allah layak dijadikan jaminan melangsungkan kehidupan di semesta ini.
Doa: Ya Tuhan, Allah pencipta yang baik, tolonglah kami agar dapat hidup dengan percaya akan janji-Mu. Amin.
Selasa, 05 Oktober 2021
bacaan : Yesaya 27 : 2 – 13
2 Pada waktu itu akan dikatakan: "Bernyanyilah tentang kebun anggur yang elok! 3 Aku, TUHAN, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya; 4 kehangatan murka tiada pada-Ku. Sekiranya tampak kepada-Ku puteri malu dan rumput, Aku akan bertindak memeranginya dan akan membakarnya sekaligus, 5 kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku!" 6 Pada hari-hari yang akan datang, Yakub akan berakar, Israel akan berkembang dan bertunas dan memenuhi muka bumi dengan hasilnya. 7 Apakah TUHAN memusnahkan umat-Nya seperti Ia memusnahkan orang yang memusnahkan mereka? Atau apakah Ia membunuh umat-Nya seperti Ia membunuh orang yang membunuh mereka? 8 Dengan menghalau dan dengan mengusir mereka Engkau telah melawan mereka. Ia telah menyisihkan mereka dengan angin-Nya yang keras di waktu angin timur. 9 Maka beginilah akan dihapuskan kesalahan Yakub dan inilah buahnya kalau ia menjauhkan dosanya: ia akan membuat segala batu mezbah seperti batu-batu kapur yang dipecah-pecahkan, sehingga tiada lagi tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan yang tinggal berdiri. 10 Sebab kota yang berkubu itu terpencil, suatu tempat kediaman yang dikosongkan dan ditinggalkan seperti padang gurun; anak lembu akan makan rumput dan berbaring di situ menghabiskan dahan-dahan pohon. 11 Apabila ranting-rantingnya sudah kering, maka akan dipatahkan; perempuan-perempuan akan datang dan menyalakannya. Sebab inilah suatu bangsa yang tidak berakal budi, itulah sebabnya dia tidak disayangi oleh Dia yang menjadikannya dan tidak dikasihi oleh Dia yang membentuknya. 12 Maka pada waktu itu TUHAN akan mengirik mulai dari sungai Efrat sampai sungai Mesir, dan kamu ini akan dikumpulkan satu demi satu, hai orang Israel! 13 Pada waktu itu sangkakala besar akan ditiup, dan akan datang mereka yang hilang di tanah Asyur serta mereka yang terbuang ke tanah Mesir untuk sujud menyembah kepada TUHAN di gunung yang kudus, di Yerusalem.
Ketaatan dan Kedamaian Hidup
Bacaan hari ini berisi pemberitaan nabi Yesaya tentang masa depan umat Israel yang gemilang. Kedamaian atau kebahagiaan hidup di masa depan akan dialami jika mereka hidup dalam ketaatan. Bangsa Israel dipilih supaya hanya kepada Allah saja mereka harus beribadah, bukan ilah yang lain. Israel dikasihani Allah dan digambarkan Yesaya sebagai kebun anggur yang elok. Ia akan menjaga umat pilihan-Nya dan memelihara juga menjamin masa depan yang sukses. Yesaya juga mengingatkan bahwa masa depan yang damai dan bahagia bukan saja menjadi tanggung jawab Allah, tetapi umat juga. Allah memberi jaminan dan pasti menepatinya sedangkan umat haruslah hidup taat. Umat tidak boleh beribadat kepada ilah lain, kecuali hanya pada Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Bila mereka berubah setia, maka petaka tak mungkin dihindari. Karena itu nabi ini menegaskan “sekiranya tampak pada-Ku puteri malu dan rumput, Aku akan bertindak memeranginya dan akan membakarnya sekaligus”. Jadi nabi sedang bernubuat tentang dua hal sekaligus, janji tentang masa depan yang berpengharapan, dan penghukuman. Masa depan manakah yang akan dialami umat tergantung pada pilihan cara beriman mereka sendiri. Allah mengharapkan kesetiaan, tetapi jika umat berubah setia, akibat buruk akan dialami. Kisah hari ini hendaklah dijadikan dorongan dan inspirasi agar kita semakin bertanggung jawab dan berpengharapan akan masa depan yang berpangharapan. Hari ini adalah kesempatan untuk mengusahakan masa depan yang gemilang dan sukses. Semoga setiap orang bertanggung jawab atas hidupnya, baik pribadi maupun keluarga. Tetaplah percaya kepada Allah, jangan mengandalkan kuasa yang lain, sebab hanya Dia yang menjamin masa depan yang damai.
Doa: Tuhan, layakkanlah kami menjadi orang percaya yang taat, agar janji-Mu tentang hidup yang damai dialami, kini dan nanti. Amin.
Rabu, 06 Oktober 2021
bacaan : Yesaya 55 : 6 – 13
6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! 7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. 8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. 10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, 11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. 12 Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. 13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.
Karya Pembebasan Tuhan Mendamaikan Hidup
Bangsa Israel pernah mengalami kesukaran yang amat dasyat ketika dibuang ke Babel, namun mengalami pemulihan karena Tuhan membebaskan mereka. Peristiwa pembebasan dari Babel dihayati sebagai bentuk cinta kasih Tuhan dan diterima sebagai seruan pertobatan. Nabi Yesaya menegaskan seruan pertobatan itu melalui ungkapan: “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!”. Ia menyerukan pula: “Baiklah orang fasik meningggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya…..” (ayat 6-7). Umat harus bertobat dan meninggalkan semua perbuatan salah, kejahatan, dan pemberontakan yang pernah mereka lakukan terhadap Tuhan. Kasih Tuhan menyelamatkan dan membebaskan serta membuat mereka mengalami kedamaian hidup. Karya pembebasan dari Babel pasti Tuhan nyatakan, sebab firman-Nya adalah kepastian (ayat 11). Yesaya selanjutnya mengatakan: “Sungguh kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai… (ayat 12). Tuhan membawa umat-Nya keluar dari pembuangan di Babel, dan menolong mereka membangun Yerusalem yang baru. Bacaan hari ini mengajarkan bahwa manusia dapat melakukan kesalahan, kejahatan atau pemberontakan, dan mengalami akibat buruk dalam hidup. Akibat buruk bukanlah akhir hidup, sebab kasih Tuhan tak pernah berakhir dan pasti mengampuni serta memulihkan. Mari belajar untuk memperbaiki kesalahan dan bertobat agar damai dialami dalam hidup. Jalanilah hidup beriman dan wujudkanlah seruan “carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat”. Firman-Nya pasti terjadi, kasih Tuhan tak pernah berakhir, percayalah dengan segenap hati, maka engkau akan menjalani hidup dengan damai.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar dapat memperbaiki kesalahan, bertobat dan menjalani hidup dengan damai. Amin.
Kamis, 07 Oktober 2021
bacaan : Yehezkiel 37 : 24 – 28
24 Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. 25 Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. 26 Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. 27 Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 28 Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya."
Iman Itu Bahan Bakar Kehidupan
Dalam perjalanan tidak selalu jalan yang dilalui lurus tanpa hambatan, terkadang ada tantangan yang membuat perjalanan menjadi melambat bahkan terhambat. Demikian dalam kehidupan kita, tidak selalu hari-hari yang dilalui baik, ada saatnya situasi sulit datang menghampiri. Entah karena kesehatan menurun, kehilangan pekerjaan, ditinggal oleh orang-orang terkasih, keluarga yang berantakan, dan sebagainya. Ada yang mampu menghadapi situasi sulit tersebut tetapi ada juga yang menjadi kecewa, kehilangan pengharapan bahkan mulai ragu kepada Tuhan. Dalam situasi seperti ini apa yang seharusnya dilakukan orang percaya? Dalam nas bacaan ini, Allah berjanji akan memberkati dan diam di tengah-tengah mereka. Allah berkenan memilih umat yang berdosa itu untuk menjadi umat kepunyaan-Nya. Ini artinya bahwa Allah menyertai setiap perjalanan kehidupan yang akan mereka tempuh, tidak hanya satu kali tetapi selama-lamanya. Pada waktunya janji itu ditepati, bangsa Israel dan Yehuda yang tercerai berai disatukan kembali oleh Allah. Bacaan hari ini hendak menguatkan iman kita agar tidak menjadi lemah apalagi kehilangan pengharapan di dalam Tuhan. Sebab iman adalah bahan bakar kehidupan, tanpa iman kehidupan tidak akan berjalan. Kalau dulu Allah berjanji menyertai kehidupan umat-Nya, tentu kita juga pada saat ini meyakini Ia menyertai perjalanan kehidupan kita. Maka bila kita menjalani kehidupan dan menghadapi situasi yang sulit mohonlah supaya Tuhan memperkuat iman kita yang lemah sehingga tantangan hidup itu dapat kita lewati.
Doa: Tuhan, tambahkanlah iman kami sehingga kami tetap kuat menghadapi berbagai situasi hidup. Amin.
Jumat, 08 Oktober 2021
bacaan : Zakharia 8 : 9 – 13
9 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kuatkanlah hatimu, hai orang-orang yang selama ini telah mendengar firman ini, yang diucapkan para nabi, sejak dasar rumah TUHAN semesta alam diletakkan, untuk mendirikan Bait Suci itu. 10 Sebab sebelum waktu itu tidak ada rezeki bagi manusia, juga tidak bagi binatang; dan karena musuh tidak ada keamanan bagi orang yang keluar dan bagi orang yang masuk, lagipula Aku membuat manusia semua bertengkar. 11 Tetapi sekarang, Aku tidak lagi seperti waktu dahulu terhadap sisa-sisa bangsa ini, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 12 melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya. 13 Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"
Responilah Anugerah Keselamatan Dari Allah
Nas bacaan hari ini memperlihatkan penggenapan janji penyelamatan Allah dalam kehidupan bangsa Israel dan Yehuda. Firman Tuhan ini disampaikan oleh Zakharia, bahwa apa yang dijanjikan Allah itu akan menjadi suatu kenyataan pada waktu yang ditentukan Allah sendiri. Hal itu kemudian menjadi nyata ketika Allah menyatukan kembali kehidupan bangsa Yehuda dan Israel dan membuat mereka menjadi umat kepunyaanNya. Pemberitaan Zakharia bagi kita kini adalah bahwa Allah yang dulu berjanji kepada Israel adalah Allah yang kini berfirman kepada kita pula bahwa Ia akan menjadi penyelamat. Janji itu telah tergenapi dalam diri Tuhan Yesus. Ia datang tepat pada waktu yang telah ditetapkan Allah. Dia hadir untuk menyelamatkan umat manusia yang berdosa melalui pengorbananNya. Semua ini murni anugerah Allah. Dengan memahami semua ini, maka perjuangan kita sekarang bukan lagi perjuangan untuk mencari atau meraih keselamatan. Perjuangan kita sekarang adalah bagaimana meresponi dan menjalani kehidupan sebagaimana layaknya orang yang telah memperoleh keselamatan. Melalui firman Tuhan saat ini, kita diingatkan supaya terus melakukan perbuatan-perbuatan sesuai dengan yang Tuhan kehendaki. Kita diajak untuk berkata benar dan jujur di hadapan Allah. Tidak merancang kejahatan dalam hidup. Tidak mencintai sumpah palsu. Maukah kita selaku pribadi dan keluarga meresponsi anugerah keselamatan dari Allah itu secara positif dan proaktif? Semoga kita semua terus membangun kehidupan seturut kehendakNya.
Doa: Tuhan, terima kasih atas anugerah keselamatan yang diberikan kepada kami. Amin.
Sabtu, 09 Oktober 2021
bacaan : Ibrani 7 : 25 – 28
25 Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. 26 Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga, 27 yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban. 28 Sebab hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah menjadi sempurna sampai selama-lamanya.
Kasih dan Kemurahan Tuhan Menyelamatkan
Melalui Yesus, kita mengalami kasih dan kehadiran, serta kemurahan Allah. Sebagai imam besar, Yesus mengerjakan kehendak Allah untuk menyelamatkan dosa manusia melalui kematian di kayu salib. Bacaan hari ini menegaskan sosok Yesus sebagai imam besar yang berbeda dengan imam-iman lainnya. Dia rela berkorban, mempersembahkan hidup-Nya demi keselamatan manusia dan dunia. Pesan tentang kasih karunia Allah adalah nilai yang mengajarkan bahwa hidup adalah perjuangan dan pengurbanan. Orang tua haruslah belajar untuk rela melakukan apa saja bagi kebaikan anak-anak. Demikian anak-anak, diharapkan juga mampu menghadapi segala tantangan dan cobaan hidup. Marilah dengan keberanian kita percaya bahwa Sang imam besar pasti menuntun dengan roh dan kebenaran. Berusahalah agar dosa tidak berkuasa lagi dalam hidup, tetapi dengan bersungguh-sungguh melakukan kehendak Tuhan. Ibarat dosa kita merah seperti kermisi akan menjadi putih seperti salju. Imam besar yakni Yesus Kristus yang adalah pengantara, Dia datang menyelamatkan, juga sedang dinanti kembalinya sebagai hakim yang menghakimi. Jadilah seperti lima gadis yang bijaksana, selalu siap. Hindarilah berperilaku bagaikan lima gadis yang bodoh, terlambat mempersiapkan kedatangan sang mempelai. Ingatlah bahwa kasih karunia Allah menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Jadilah setia di tengah badai hidup, yakinlah bahwa bersama Dia, hidup kita terselamatkan.
Doa: Tuhan selamatkan kami dari keburukan dunia ini. Amin.
*SUMBER : SHK bulan Oktober 2021, LJP-GPM