Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 Oktober 2021

Tema Bulanan : ” PEKABARAN INJIL YANG MEMBARUI MASYARAKAT “

Tema Mingguan : ” KOYAKKANLAH HATIMU DAN BERBALIKLAH KEPADA TUHAN “

Minggu, 17 Oktober 2021                                    

bacaan : Yoel 2 : 12 – 17

Seruan untuk bertobat
12 "Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." 13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu. 15 Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; 16 kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya; 17 baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: "Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?"

Dosa Menyebabkan Penghukuman, Pertobatan Mendapatkan Keselamatan

Sepanjang tahun 2021 ini, tercatat telah terjadi berbagai bencana alam maupun non alam di negeri ini. Bencana alam berupa banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan. Bencana non-alam berupa pandemic covid-19 dengan berbagai variannya. Sebuah tabloid nasional memuat tulisan dengan judul “Apakah Tuhan itu baik?” Bacaan hari ini  menyaksikan bahwa nabi Yoel juga mempertanyakan kebaikan Tuhan. Tema utama kitab Yoel tentang “Hari Tuhan”. Hari Tuhan dihubungkan dengan  penghukuman Allah kepada umat Israel akibat dosa mereka. Mereka berbalik meninggalkan Allah dan menyembah berhala, pejabat dan umat melakukan kesalahan. Akibat dosa yang dilakukan umat Israel ini maka Allah mendatangkan penghukuman-Nya, berupa wabah belalang yang mengerikan disertai kelaparan yang hebat melanda seluruh negeri (YL.1:2-20). Penghukuman Allah yang dasyat ini hanya dapat dibatalkan jika umat, para imam dan seluruh pelayan berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati, berpuasa, menangis, mengaduh dan memohon belas kasih Tuhan (ay.12,17). Berbalik berarti umat mencari Tuhan, meninggalkan allah-allah sembahan mereka serta melakukan kehendak Tuhan, yakni membangun relasi dengan Tuhan, sesama dan alam ciptaan-Nya dengan baik dan benar. (ay.13), “Koyakkanlah hatimu” artinya pertobatan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh bukan berpura-pura (munafik), karena Allah menilai hati setiap orang. Allah akan menyelamatkan bukan menghukum, karena Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia (ay.14). Bencana atau penderitaan adalah peringatan supaya perbuatan dosa ditinggalkan dan berbalik kepada Tuhan, sehingga Ia menyelamatkan hidup kita.

Doa: Tuhan, Tuntunlah kami untuk bertobat dan berbalik kepada-Mu. Amin.

Senin, 18 Oktober 2021                                     

bacaan : 1 Samuel 7 : 2 – 9

Orang Filistin terpukul kalah dekat Mizpa
2 Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN. 3 Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin." 4 Kemudian orang-orang Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN. 5 Lalu berkatalah Samuel: "Kumpulkanlah segenap orang Israel ke Mizpa; maka aku akan berdoa untuk kamu kepada TUHAN." 6 Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. Mereka juga berpuasa pada hari itu dan berkata di sana: "Kami telah berdosa kepada TUHAN." Dan Samuel menghakimi orang Israel di Mizpa. 7 Ketika didengar orang Filistin, bahwa orang Israel telah berkumpul di Mizpa, majulah raja-raja kota orang Filistin mendatangi orang Israel. Serta didengar orang Israel demikian, maka ketakutanlah mereka terhadap orang Filistin. 8 Lalu kata orang Israel kepada Samuel: "Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada TUHAN, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu." 9 Sesudah itu Samuel mengambil seekor anak domba yang menyusu, lalu mempersembahkan seluruhnya kepada TUHAN sebagai korban bakaran. Dan ketika Samuel berseru kepada TUHAN bagi orang Israel, maka TUHAN menjawab dia.

Mengasihi Tanpa Syarat

Sadar akan setiap kesalahan dan berkomitmen untuk tidak mengulang kesalahan yang sama adalah bentuk penyesalan diri seorang manusia ketika diperhadapkan dengan situasi yang sulit. Bentuk penyesalan itu kemudian mengajarkan kita agar berpikir, berkata-kata dan bertindak dengan hati-hati serta memikirkan dampak dari setiap perbuatan kita. Jangan hanya karena ingin menang, ingin bebas atau ingin aman lalu mengabaikan dampak dari keinginan-keinginan itu. Jika keinginan itu didapatkan dari usaha dan kerja yang sungguh-sungguh dan tidak merugikan siapapun maka tidak akan ada penyesalan, tetapi jika keinginan yang didapatkan dari tindakan tidak manusiawi maka suatu saat pasti hasilnya berujung penyesalan. Samuel mengantarkan orang-orang Israel untuk kembali kepada Tuhan dan menyembah-Nya. Mizpa menjadi daerah pemulihan bagi bangsa Israel. Mereka berkomitmen untuk tidak mengulang kesalahan mereka lagi dan berjanji akan menyembah Tuhan, oleh sebab itu mereka berkata kepada Samuel agar terus berseru kepada Tuhan sehingga Tuhan menyelamatkan mereka dari bangsa Filistin. Bacaan hari ini, mengajarkan kita untuk sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan tanpa syarat. Percaya dan meyakini kuasa-Nya bukan karena dorongan keinginan manusiawi, tetapi oleh keyakinan akan penyelamatan Tuhan. Oleh karena itu, janganlah gegabah, fokuslah kepada Tuhan dan setiap perbuatan-Nya yang ajaib, berpikirlah sebelum bertindak dan berkata, maka setiap gumulan kita akan dijawab-Nya dengan mendatangkan kebaikan dan sukacita.

Doa: Ya… Tuhan, mampukan kami untuk tetap berjalan pada kehendak-Mu. Amin

Selasa, 19 Oktober 2021                                        

bacaan : Hosea 6 : 1 – 3

"Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. 2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. 3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

Fondasi Kepercayaan Yang Tulus

Film Fire Proof (Tahan Api) menggambarkan tentang kehidupan dalam rumah tangga yang mengalami konflik interpersonal. Konflik kerap terjadi pada pasangan suami istri hanya karena berbeda pendapat atau kurangnya komunikasi. Salah satu konflik yang menonjol dari film ini ialah tentang rasa percaya yang “pura-pura” antar suami istri agar rumah tangga mereka tetap bertahan. Hingga pada titik kejenuhan, istri memutuskan untuk hubungan ini berakhir dengan perceraian. Sang suami awalnya setuju, namun kedua orang tuanya mencegah ia dengan mengatakan bahwa pernikahan mereka masih dapat diselamatkan. Pada akhirnya, sang suami mempraktekkan rumus cinta dari ayahnya sehingga rumah tangga mereka terselamatkan. Oleh karenanya, keyakinan dan kesungguhan menjadi basis dalam membangun sebuah hubungan. Nabi Hosea memanggil bangsa Israel untuk bertobat serta mengharapkan rahmat dan kemurahan hati Tuhan untuk memulihkan mereka.  Dalam ayat 3a dikatakan bahwa, Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; hal ini merupakan sebuah frase untuk berbalik kepada Tuhan atau seruan pertobatan. Yakinlah akan besarnya pengasihan Tuhan.  Oleh karena itu, bangunlah hubungan yang sungguh-sungguh dengan Tuhan lewat setiap keluarga kita. Hubungan yang tulus, penuh kasih sayang, saling menguatkan dalam tiap keluarga. Percayalah, jika landasan hubungan yang dibangun bukan sebuah kepura-puraan maka setiap tantangan yang ada di dalamnya pasti dapat terselesaikan dengan penuh kedamaian.

Doa: Urapilah kami dengan Roh Kudus-Mu Tuhan, agar kami memiliki hati yang tulus, Amin

Rabu, 20 Oktober 2021                                         

bacaan : Hosea 12 : 1 – 7

Efraim dan Yakub bapa leluhurnya
(12-1) Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, dengan tipu oleh kaum Israel; sedang Yehuda menghilang dari dekat Allah, dari dekat Yang Mahakudus yang setia. (12-2) Efraim menjaga angin, dan mengejar angin timur sehari suntuk, memperbanyak dusta dan pemusnahan; mereka mengadakan perjanjian dengan Asyur, dan membawa minyak kepada Mesir. 2 (12-3) TUHAN mempunyai perbantahan dengan Yehuda, Ia akan menghukum Yakub sesuai dengan tingkah lakunya, dan akan memberi balasan kepadanya sesuai dengan perbuatan-perbuatannya. 3 (12-4) Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah. 4 (12-5) Ia bergumul dengan Malaikat dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya. Di Betel ia bertemu dengan Dia, dan di sanalah Dia berfirman kepadanya: 5 (12-6) --yakni TUHAN, Allah semesta alam, TUHAN nama-Nya-- 6 (12-7) "Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa."

Kesempatan Kedua

Tuhanku, Bila Hati Kawanku adalah judul lagu dari Kj. No. 467, yang mengisahkan tentang pengakuan seseorang kepada Tuhan karena telah menyakiti hati sesamanya oleh karena tingkah laku dan tutur katanya. Pengakuan itu mengisyaratkan adanya penyesalan yang mendalam. Tuhan mengenal umat-Nya, Ia mengenal Efraim, Yakub, dan mengetahui setiap detail kehidupan mereka. Tuhan telah melakukan yang terbaik bagi umat-Nya, namun mereka berbuat yang sebaliknya. Tuhan telah memelihara kasih setia-Nya, namun umat mengabaikan-Nya. Tuhan menjaga umat-Nya, namun umat menjauhi-Nya. Dalam keadaan yang demikian, sulit untuk memahami bahwa Tuhan bisa sakit hati karena perbuatan umat-Nya. Bagaimana mungkin Tuhan yang penuh kasih sayang, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia bisa sakit hati? Namun, ketika kita tidak melakukan apa yang dikehendaki-Nya dan melanggar setiap ketetapan-Nya maka Ia akan kecewa dan sakit hati (ay.3). Kenyataan membuktikan adanya fakta tentang anggota keluarga yang  saling menyakiti dan mendukacitakan hati. Antar suami-istri, orang tua-anak, bahkan hidup bersaudara. Koinflik dipicu dorongan emosional marah. Kita perlu belajar untuk tidak berbicara ketika sedang marah. Berusahalah menenangkan diri dan berdoalah kepada Tuhan agar Roh Kudus menguasai hati kita. Belajarlah untuk terus saling menegur dengan kasih, merendahkan hati, dan mengalah untuk menciptakan hidup yang berdamai sejahtera. Percayalah pada Tuhan sebab kasih-Nya besar dan selalu  mengampuni.

Doa: Ya Tuhan, berilah kasih-Mu yang melembutan hati agar kami mampu hidup dengan bermakna. Amin.

Kamis, 21 Oktober 2021                                  

bacaan : Ulangan 30 : 1 – 10

Pulih setelah tobat
"Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau, 2 dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 3 maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. 4 Sekalipun orang-orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sanapun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan dari sanapun Ia akan mengambil engkau. 5 TUHAN, Allahmu, akan membawa engkau masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyangmu, dan engkaupun akan memilikinya pula. Ia akan berbuat baik kepadamu dan membuat engkau banyak melebihi nenek moyangmu. 6 Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup. 7 TUHAN, Allahmu, akan menjatuhkan segala sumpah serapah itu kepada musuhmu dan pembencimu, yang telah mengejar engkau. 8 Engkau akan mendengarkan kembali suara TUHAN dan melakukan segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini. 9 TUHAN, Allahmu, akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu, sebab TUHAN, Allahmu, akan bergirang kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek moyangmu dahulu-- 10 apabila engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."

Pemulihan Yang Sejati

Pandemik Covid-19 merupakan pandemik global yang hingga saat ini masih terus diupayakan agar berhenti atau selesai penyebarannya. Banyak upaya dilakukan oleh pemerintah, aparat keamanan, para medis, tokoh-tokoh agama hingga masyarakat sipil. Cara mencegahnya diupayakan dengan berbagai metode mulai dari 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) hingga Vaksinasi. Semua metode ini diharapkan agar Pandemik ini segera berlalu. Kenyataan ini hendaklah terus direfleksikan orang percaya agar selalu berharap kepada Tuhan. Gereja Protestan Maluku menyuarakan agar semua warga GPM berdoa serentak di rumah masing-masing juga dari TOA Gereja pada setiap pukul 20.00 WIT malam. Keheningan dan penyerahan diri kepada Tuhan dalam setiap doa, sesungguhnya merupakan pengakuan atas keberdosaan kita juga. Ulangan 30 : 1 – 10 menegaskan bahwa bangsa Israel diperintahkan untuk segera berbalik kepada Tuhan, sebab jika  berbalik kepada Tuhan lalu melakukan kehendak-Nya maka pemulihan dan keselamatan akan diterima. Tuhan Allah memiliki kasih yang begitu besar, Ia karuniakan untuk setiap umat-Nya yang bersedia kembali kepada-Nya. Oleh sebab itu, keluarga-keluarga Kristen tetaplah membangun hubungan intim dengan Tuhan dalam doa setiap malam, saling mendoakan, pelihara hidup saling mengasihi serta positif thinking untuk setiap tantangan di dalam hidup. Percayalah, pemulihan akan kita peroleh di dalam penyertaan-Nya.

Doa: Pulihkanlah kami ya Tuhan, dengan kuasa dan kasih setia-Mu. Amin.

Jumat, 22 Oktober  2021                                   

bacaan : Zefanya 2 : 1 – 3

Seruan untuk bertobat
Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, 2 sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. 3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

Carilah Tuhan dan Bertobatlah

Manusia selalu ingin terhindar dari bencana atau malapetaka, termasuk mereka yang beriman kepada Tuhan. Kita juga paham bahwa Tuhan tidak pernah memandang muka. Ia cemburu  dan menunjukkan murkaNya kepada siapa pun yang tidak melakukan kebaikan, kebenaran, dan keadilan kepada sesama manusia. Bacaan hari ini menegaskan tindakan kenabian  Zefanya yang menyerukan pertobatan, jika tidak ingin dihalau seperti sekam yang tertiup dan sebelum murka Tuhan menyala-nyala. Bertobat dari apa? Zefanya menyerukan untuk bertobat dari praktek ketidakadilan dan keangkuhan atau kesombongan. Pertobatan seperti apa yang harus dilakukan? Bertobat dengan mencari Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan praktek ketidakadilan merupakan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Begitu pun mereka yang tidak memiliki kerendahan hati, yang suka menyombongkan diri, hidup dalam keangkuhan merupakan orang-orang yang belum mengenal Tuhan meskipun mereka adalah orang-orang yang beragama. Seruan carilah Tuhan, merupakan perintah pertobatan agar terhindar dari malapetaka dan murka Tuhan yang menyala-nyala. Anjuran ini haruslah direfleksikan dan diwujudkan dalam hidup beriman sehari-hari, agar kita mengalami kebaikan dan kemurahan Tuhan kapan dan di mana saja. Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk hidup dalam pertobatan. Amin

Sabtu, 23 Oktober 2021                            

bacaan : 2 Tawarikh 6 : 34 – 42

34 Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuh-musuhnya, ke arah manapun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih ini dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 35 maka Engkau kiranya mendengar dari sorga doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka. 36 Apabila mereka berdosa kepada-Mu--karena tidak ada manusia yang tidak berdosa--dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri yang jauh atau yang dekat, 37 dan apabila mereka sadar kembali dalam hatinya di negeri tempat mereka tertawan, dan mereka berbalik, dan memohon kepada-Mu di negeri tempat mereka tertawan, dengan berkata: Kami telah berdosa, bersalah, dan berbuat fasik, 38 apabila mereka berbalik kepada-Mu dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya di negeri orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke negeri mereka yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka, ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 39 maka Engkau kiranya mendengarkan dari sorga, dari tempat kediaman-Mu yang tetap, kepada doa dan segala permohonan mereka dan kiranya Engkau memberikan keadilan kepada mereka, dan Engkau kiranya mengampuni umat-Mu yang telah berdosa kepada-Mu. 40 Sebab itu, ya Allahku, kiranya mata-Mu terbuka dan telinga-Mu menaruh perhatian kepada doa yang dipanjatkan di tempat ini. 41 Dan sekarang, bangunlah ya TUHAN Allah, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu! Kiranya, ya TUHAN Allah, imam-imam-Mu berpakaian keselamatan, dan orang-orang yang Kaukasihi bersukacita karena kebaikan-Mu. 42 Ya TUHAN Allah, janganlah Engkau menolak orang yang telah Kauurapi, ingatlah akan segala kasih setia-Mu kepada Daud, hamba-Mu itu."

Datanglah KepadaNya, Jangan Malu

Bacaan 2 Tawarikh 6:34-42, berisi doa Salomo.  Ini adalah doa yang disampaikan Salomo pada waktu pentahbisan Bait Suci, dan tertulis dalam 30 ayat. Kisah  ini menunjukkan bahwa doa menjadi bagian terpenting dalam Bait Suci Salomo selain persembahan dan puji-pujian. Salomo meminta belas kasihan Allah untuk mendengar seruan umat Israel dan Allah kiranya bermurah hati mengampuni apabila mereka menyesali dosa dan kesalahan serta ingin berbalik kepada Allah. Ada berbagai macam ekspresi dan tindakan orang yang menyesal. Ada yang diam meratapi diri, menangis sejadi-jadinya, memohon ampun dari orang yang disakiti, dan lain-lain. Alkitab mencatat banyak kesaksian tentang orang Israel, mulai dari raja, nabi, sampai orang biasa, yang menyesal dan mengakui dosa. Salah satu ekspresi yang mereka lakukan adalah mengoyakkan pakaian. Melalui tindakan itu, mereka mengakui keberadaan diri, ketidaklayakan, dan dosa mereka di hadapan Allah yang mahakudus. Allah menghendaki penyesalan atau sadar diri akan dosa yang sungguh bukan hanya sesaat bukan hanya sekadar mengoyakkan pakaian, tetapi mengoyakkan hati, (penyesalan yang tulus dan ada keinginan untuk menjadi lebih baik secara terus-menerus). Allah adalah setia dan penyayang dan Ia pasti mengampuni kesalahan dan dosa kita. Jangan malu datang kepada-Nya, akuilah kesalahanmu dan buat komitmen untuk jadi lebih baik, Ia ingin engkau berbalik dengan sungguh-sungguh, Ia menunggumu datang kepadaNya dalam doa.

Doa: Ya Tuhan, Ampunilah kami akan segala kesalahan kami, beri kami kesempatan untuk menjadi lebih baik . Amin.

*SUMBER : SHK bulan Oktober 2021, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar