Tema Bulanan : ” PEKABARAN INJIL YANG MEMBARUI MASYARAKAT “
Tema Mingguan : ” HIDUP SEBAGAI ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN “
Minggu, 24 Oktober 2021
bacaan : Yeremia 17 : 1 – 18
Pergumulan nabi oleh karena bangsa yang berdosa "Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka 2 sebagai peringatan terhadap mereka! --Mezbah-mezbah mereka dan tiang-tiang berhala mereka memang ada di samping pohon yang rimbun di atas bukit yang tinggi, 3 yakni pegunungan di padang. --Harta kekayaanmu dan segala barang perbendaharaanmu akan Kuberikan dirampas sebagai ganjaran atas dosamu di segenap daerahmu. 4 Engkau terpaksa lepas tangan dari milik pusakamu yang telah Kuberikan kepadamu, dan Aku akan membuat engkau menjadi budak musuhmu di negeri yang tidak kaukenal, sebab dalam murka-Ku api telah mencetus yang akan menyala untuk selama-lamanya." 5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! 6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. 7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? 10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya." 11 Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal. 12 Takhta kemuliaan, luhur dari sejak semula, tempat bait kudus kita! 13 Ya Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu; orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni TUHAN. 14 Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku! 15 Sesungguhnya, mereka berkata kepadaku: "Di manakah firman TUHAN itu? Biarlah ia sampai!" 16 Namun tidak pernah aku mendesak kepada-Mu untuk mendatangkan malapetaka, aku tidak mengingini hari bencana! Engkaulah yang mengetahui apa yang keluar dari bibirku, semuanya terpampang di hadapan mata-Mu. 17 Janganlah Engkau menjadi kedahsyatan bagiku, Engkaulah perlindunganku pada hari malapetaka. 18 Biarlah orang-orang yang mengejar aku menjadi malu, tetapi janganlah aku ini menjadi malu; biarlah mereka terkejut, tetapi janganlah aku ini terkejut! Buatlah hari malapetaka menimpa mereka, dan hancurkanlah mereka dengan kehancuran berganda.
Mengandalkan Tuhan, Menghasilkan Buah
Yeremia mengontraskan kehidupan umat Yehuda yang mengandalkan diri dan kenikmatan sesaat dengan kehidupan orang-orang yang mengandalkan Tuhan. Ia mengibaratkannya bagaikan padang gurun dan semak bulus yang senantiasa dalam kekeringan dengan pohon yang ditanam di tepi aliran air. Pohon yang ditanam di tepi aliran air bisa jadi akan mengalami masa-masa berat dalam kehidupan, tetapi ia mendapatkan kekuatannya dari Tuhan yang selalu memasok akarnya dengan air kehidupan. Keadaan hidup boleh penuh masalah, tetapi “daunnya tetap hijau” dan ia “tidak berhenti menghasilkan buah”. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Edna Medford, Abraham Lincoln disebut sebagai presiden terbaik Amerika. Secara tidak sengaja, orang ini mendengar suara orang berbicara di dalam kamar tersebut. Karena penasaran, dia berhenti sejenak dan mencoba melihat siapakah orang yang sedang berbicara serta apa yang dikatakannya. Seketika itu, terlihat dengan jelas sang presiden sedang berlutut di samping tempat tidurnya dan mengucapkan doa dengan sepenuh hati: “Tuhan Yesus, tolong saya untuk dapat memimpin bangsa yang besar ini.” Keberhasilan Abraham Lincoln terletak pada kesadaran dirinya untuk selalu mengandalkan pertolongan dan kuasa Tuhan. Itu sebabnya, nama Abraham Lincoln terus dikenang sampai hari ini sebagai presiden Amerika Serikat yang paling berhasil. Jika kita mengandalkan Tuhan hidup kita akan selalu menghasilkan buah dan apapun yang kau usahakan berhasil dan nama Tuhan dimuliakan melalui hidupmu.
Doa: Ya Tuhan, kami ingin selalu mengandalkan-Mu dan merindukan hidup yang menghasilkan buah serta memuliakanMu Amin.
Senin, 25 Oktober 2021
bacaan : Ulangan 6 : 10 – 19
10 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu--kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; 11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami--dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, 12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. 13 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. 14 Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu, 15 sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi. 16 Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa. 17 Haruslah kamu berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; 18 haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, 19 dengan mengusir semua musuhmu dari hadapanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.
Mengandalkan Tuhan Bukan Hanya Saat Kita Butuh
Musa dalam perikop ini tidak pernah bosan mengatakan kepada bangsa Israel agar mereka bertindak dengan hati-hati dan tidak melupakan Tuhan, yang telah membebaskan mereka dari perbudakan. Israel akan mendapatkan berkat yang luar biasa ketika mereka masuk ke tanah perjanjian. Oleh karena itu, Musa meminta agar mereka tetap setia kepada Tuhan. Musa meminta mereka untuk berhati-hati dalam setiap tindakan yang mereka lakukan. Tuhan Allah mau bangsa Israel tetap setia dan mengandalkan-Nya dalam segala keadaan. Ia tidak ingin bangsa Israel menjauh dari-Nya, sehingga Musa diutus untuk memperingatkan mereka. Namun kadang kala bangsa ini tidak sadar bahwa mereka sangat dicintai, Ia hanya ingin mereka taat dan setia, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri, bertidak hati-hati dan waspada dengan selalu mengandalkan-Nya. Ketika sedang dalam keadaan susah lalu ada teman, sahabat, bahkan orang asing yang menolong, kita bisa secara spontan mengucapkan terima kasih dan tidak melupakan kebaikan orang itu. Bagaimana dengan Tuhan? jika dengan manusia saja kita akan selalu mengingat apa yang sudah mereka lakukan, apakah kita akan selalu ingat pada Tuhan untuk setiap kebaikan yang Ia lakukan? Apakah kita akan berterima kasih atas kebaikannya. Jika dengan manusia saja kita bisa mengenang kebaikannya selama bertahun-tahun mengapa dengan Tuhan kita hanya mengingatnya pada saat kita butuh setelah begitu banyak kebaikan yang Tuhan berikan? Mari mengandalkan Tuhan setiap saat bukan hanya mengandalkanNya saat kita butuh.
Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk mengandalkanMu setiap saat, bukan hanya saat kami butuh. Amin
Selasa, 26 Oktober 2021
bacaan : Yehezkiel 33 : 12 – 13
12 Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada teman-temanmu sebangsa: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya; dan orang benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada waktu ia berbuat dosa. 13 Kalau Aku berfirman kepada orang benar: Engkau pasti hidup! --tetapi ia mengandalkan kebenarannya dan ia berbuat curang, segala perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya.
Teguran Yang Berdampak, Buah dari Mengandalkan Tuhan
Selain memberikan rumput dan air yang cukup dan melindungi dari binatang buas, tanggung jawab dari penjaga kambing domba adalah juga mengingatkan kambing dombanya dengan tongkat apabila kambing dombanya mulai berjalan sendiri menuju tempat yang berbahaya. Itulah gambaran tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada Yehezkiel sebagai penjaga Israel. Tanggung jawab Yehezkiel adalah menyampaikan peringatan, teguran, nasihat dari Tuhan kepada bangsa Israel ketika mereka berbuat dosa. Ketika kita dipercaya oleh Tuhan untuk menjadi penuntun atau mengingatkan orang-orang yang berbuat dosa atau kesalahan, kita harus mengingatkannya dengan sungguh-sungguh dan tidak ada rasa takut dan merasa tidak enak atau malu hati, ketika kita melakukan yang benar kita dapat menolong orang itu untuk kembali kepada Tuhan dan menjadi orang yang lebih baik. Orang yang mengandalkan Tuhan akan selalu meminta hikmat-Nya untuk menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pergaulan. Kita akan lebih bijaksana dalam bersikap dan bergaul dan tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan yang tidak baik. Orang yang sungguh-sungguh dekat Tuhan akan selalu meminta hikmat dan pimpinan-Nya dalam melangkah. Alangkah lebih baik jika kita memberi teguran yang berdampak untuk kebaikan mereka, dibandingkan kita hanya diam saja melihat mereka jatuh. Tuhan memakai kita untuk menjadi berkat. Jika kita ingin menjadi berkat andalkanlah Tuhan setiap saat maka Ia akan memakaimu menjadi saluran berkat bagi banyak orang.
Doa: Tuhan, kami ingin selalu mengandalkan-Mu setiap saat dan dipakai Engkau pakai untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Amin
Rabu, 27 Oktober 2021
bacaan : Mazmur 16 : 1 – 11
Bahagia orang saleh Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. 2 Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" 3 Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku. 4 Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan korban curahan mereka yang dari darah, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di bibirku. 5 Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. 6 Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku. 7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. 8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; 10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Aman Dalam Perlindungan Tuhan
Hidup yang mengandalkan Tuhan seumpama seseorang pengemudi yang mengendarai kendaraannya ke daerah perbukitan. Ia akan melintasi lintasan yang tidak hanya lurus tetapi juga berbelok-belok bahkan tanjakan yang bagian kiri dan kanannya merupakan curam yang sangat dalam dan mengerikan. Namun sesampainya di puncak ia akan menikmati ketenangan, udara yang sejuk serta memanjakan matanya dengan melihat indahnya pemandangan di sekitar. Artinya bahwa dalam setiap perjalanan hidup, lika-liku kehidupan akan kita hadapi. Akan tetapi ketika terus mengandalkan Tuhan maka yang akan kita peroleh ialah sukacita, ketenteraman dan nikmat yang berasal dari pada Tuhan. Bacaan kita ini merupakan ungkapan isi hati Daud yang menggambarkan tentang penyerahan hidupnya kepada Allah. Dalam perjalanan hidupnya, berbagai macam tantangan dan persoalan hidup juga ia alami. Akan tetapi tantangan dan hambatan itu sama sekali tidak mengubah sedikitpun kepercayaan Daud bahwa hanya Allah satu-satunya yang dapat memberikan perlindungan. Pandangan yang tetap kepada Tuhan membuatnya tidak goyah bahkan terus bersukacita dan bersorak-sorai. Sebagai orang percaya kita harus belajar dari Daud yang selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. Dengan meminta Tuhan untuk selalu menjaga dan senantiasa melindungi maka kita akan tetap kedapatan aman dalam perlindungan-Nya. Andalkan Tuhan dan biarkan Ia memegang kendali atas seluruh kehidupan kita. Semoga sukacita dan damai sejaterah dari Allah selalu menyertai.
Doa: Ajari kami untuk tetap mengandalkan Engkau, agar kami aman dalam perlindungan-Mu. Amin.
Kamis, 28 Oktober 2021
bacaan : 2 Tawarikh 13 : 1 – 20
Raja Abia Dalam tahun kedelapan belas zaman raja Yerobeam menjadi rajalah Abia atas Yehuda. 2 Tiga tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Mikhaya, anak Uriel dari Gibea. Dan ada perang antara Abia dan Yerobeam. 3 Abia memulai perang dengan pasukan pahlawan-pahlawan perang, yang jumlahnya empat ratus ribu orang pilihan, sedangkan Yerobeam mengatur barisan perangnya melawan dia dengan delapan ratus ribu orang pilihan, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa. 4 Lalu Abia berdiri di atas gunung Zemaraim, yang termasuk pegunungan Efraim, dan berkata: "Dengarlah kepadaku, Yerobeam dan seluruh Israel! 5 Tidakkah kamu tahu, bahwa TUHAN Allah Israel telah memberikan kuasa kerajaan atas Israel kepada Daud dan anak-anaknya untuk selama-lamanya dengan suatu perjanjian garam? 6 Tetapi Yerobeam bin Nebat, hamba Salomo bin Daud, telah bangkit memberontak melawan tuannya. 7 Petualang-petualang, orang-orang dursila, berhimpun padanya; mereka terlalu kuat bagi Rehabeam bin Salomo, yang masih muda dan belum teguh hati, dan yang tidak dapat mempertahankan diri terhadap mereka. 8 Tentu kamu menyangka, bahwa kamu dapat mempertahankan diri terhadap kerajaan TUHAN, yang dipegang keturunan Daud, karena jumlah kamu besar dan karena pada kamu ada anak lembu emas yang dibuat Yerobeam untuk kamu menjadi allah. 9 Bukankah kamu telah menyingkirkan imam-imam TUHAN, anak-anak Harun itu, dan orang-orang Lewi, lalu mengangkat imam-imam menurut kebiasaan bangsa-bangsa negeri-negeri lain, sehingga setiap orang yang datang untuk ditahbiskan dengan seekor lembu jantan muda dan tujuh ekor domba jantan, dijadikan imam untuk sesuatu yang bukan Allah. 10 Tetapi kami ini, Tuhanlah Allah kami, dan kami tidak meninggalkan-Nya. Dan anak-anak Harunlah yang melayani TUHAN sebagai imam, sedang orang Lewi menunaikan tugasnya, 11 yakni setiap pagi dan setiap petang mereka membakar bagi TUHAN korban bakaran dan ukupan dari wangi-wangian, menyusun roti sajian di atas meja yang tahir, dan mengatur kandil emas dengan pelita-pelitanya untuk dinyalakan setiap petang, karena kamilah yang memelihara kewajiban kami terhadap TUHAN, Allah kami, tetapi kamulah yang meninggalkan-Nya. 12 Lihatlah, pada pihak kami Allah yang memimpin, sedang imam-imam-Nya siap meniup tanda serangan terhadap kamu dengan nafiri isyarat-isyarat. Hai orang Israel, jangan kamu berperang melawan TUHAN, Allah nenek moyangmu, karena kamu tidak akan beruntung!" 13 Tetapi Yerobeam mengirim suatu pasukan penghadang yang harus membuat gerakan keliling supaya sampai di belakang mereka, sehingga induk pasukannya berada di depan Yehuda dan pasukan-pasukan penghadang di belakang mereka. 14 Ketika Yehuda menoleh ke belakang, lihatlah, mereka harus menghadapi pertempuran dari depan dan dari belakang. Mereka berteriak kepada TUHAN, sedang para imam meniup nafiri, 15 dan orang-orang Yehuda memekikkan pekik perang. Pada saat orang-orang Yehuda itu memekikkan pekik perang, Allah memukul kalah Yerobeam dan segenap orang Israel oleh Abia dan Yehuda. 16 Orang Israel lari dari depan Yehuda, tetapi Allah menyerahkan mereka ke dalam tangan Yehuda. 17 Abia dengan laskarnya mendatangkan kekalahan yang besar kepada mereka. Dari orang Israel mati terbunuh lima ratus ribu orang pilihan. 18 Demikianlah orang Israel ditundukkan pada waktu itu, sedang orang Yehuda menjadi kokoh, karena mereka mengandalkan diri kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka. 19 Abia mengejar Yerobeam dan merebut dari padanya beberapa kota, yakni Betel dengan segala anak kotanya, Yesana dengan segala anak kotanya dan Efron dengan segala anak kotanya. 20 Tak pernah lagi Yerobeam mendapat kekuatan di zaman Abia. TUHAN memukul dia, sehingga ia mati.
Pertolongan Tuhan Tepat Pada Waktunya
Ketika sudah tidak sanggup menghadapi berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan, seringkali kita berteriak dimanakah Tuhan? Akan tetapi tidak sedikit di antara kita juga yang secara tidak langsung mempersalahkan Tuhan tentang apa yang dialami. Pertanyaannya adalah benarkah kita sudah sepenuhnya bergantung dan melakukan kehendak Allah? Bacaan kita jelas menunjukan bahwa pertolongan Allah tidak pernah terlambat. Dalam kepemimpinan raja Abia, ia tidak meninggalkan Allah dan tetap melakukan yang dikehendaki oleh-Nya. Meskipun Yerobeam mengirimkan dua kali lipat pasukannya untuk memerangi serta mengepung Yehuda, namun raja Abia dan pasukannya tidak gentar sebab mereka mengandalkan Allah dan Allah ada di pihak mereka. Allah mengindahkan teriakan raja Abia dan Yehuda serta memberikan kemenangan bagi mereka. Dari kisah di atas, kita diajarkan untuk tetap hidup bergantung dan melakukan kehendak Allah. Tetap yakinkan diri kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Bahkan dalam keadaan yang terpuruk sekalipun, Allah sanggup mengubahnya menjadi sukacita. Biarkan hidupmu ada dalam kendali Allah sebab pertolongan-Nya akan selalu tepat pada waktunya.
Doa: Tuhan kami percaya dengan mengandalkan Engkau, Engkau ada di pihak kami. Amin.
Jumat, 29 Oktober 2021
bacaan : Amsal 3 : 5 – 8
5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; 8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.
Percayakanlah Hidupmu Kepada Tuhan
Dalam dunia maritim, kompas punya peranan penting bagi seorang nahkoda ketika menahkodai kapalnya. Kompas adalah alat navigasi yang berfungsi untuk menentukan arah mata angin secara akurat. Tanpa kompas sang nahkoda belum tentu dapat melakukan perjalanannya dengan benar. Berlayar menyusuri samudera yang luas tanpa menggunakan kompas sama halnya dengan orang yang mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi tidak mengandalkan-Nya. Realita menunjukan bahwa banyak diantara kita yang mengaku sebagai orang percaya tetapi tidak menunjukan kebergantungannya kepada Allah, melainkan menunjukan sikap yang merasa dirinya lebih tau, lebih baik dan lebih hebat. Bahkan keberhasilan yang dicapai seolah-olah merupakan hasil usaha sendiri. Cara hidup seperti ini mencirikan hidup orang yang hanya bersandar pada pengertian diri sendiri dan menganggap dirinya bijak serta tidak takut Tuhan. Bacaan kita ini mengajarkan pentingnya menaruh kepercayaan seutuhnya kepada sang pemberi hidup. Sebab percaya pada-Nya merupakan fondasi utama membangun relasi antara kita dengan Allah. Percaya berarti memiliki keyakinan yang sungguh dan bersandar seluruh hidup sepenuhnya kepada Allah. Sebagai orang percaya sudah seharusnya kita bergantung kepada Tuhan dengan segenap hati dan mengakui Dia dalam segala hal. Percayalah kepada-Nya karena Dialah yang memelihara seluruh hidup kita. Jangan bergantung pada kekuatan diri sendiri, sebab sekuat-kuatnya manusia tanpa Allah ia tidak akan mampu. Tetaplah andalkan Tuhan dan percayakan hidupmu kepada-Nya.
Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk tetap mempercayakan hidup kepada-MU, Amin
Sabtu, 30 Oktober 2021
bacaan : Mazmur 31 : 15 – 16
(31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" 15 (31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
Tetaplah Berharap Kepada Tuhan
Ketika diperhadapkan dengan sederetan persoalan di dalam kehidupan, banyak diantara kita yang mengungkapkan isi hati serta mencari solusi dengan meminta pendapat orang lain. Dengan harapan persoalan yang dihadapi itu sedapat mungkin diselesaikan. Perikop bacaan kita memperlihatkan tentang penderitaan yang dialami oleh pemazmur. Tekanan yang dihadapi oleh pemazmur bukanlah sesuatu yang sepeleh. Meskipun demikian, pemazmur tidak meminta pedapat atau solusi dari orang lain dan juga sama sekali tidak meninggalkan Tuhan, melainkan tetap berharap kepada-Nya. …..kepada-Mu aku percaya….ayat ini membuktikan dengan berharap dan mengandalkan Tuhan menunjukan iman pemazmur yang begitu teguh kepada Allah. Begitupun dengan kita, masalah dan tantangan hidup datang silih berganti. Tantangan atau persoalan dimaksud bisa saja berkaitan dengan pekerjaan, study, kesehatan, pelayanan bahkan tantangan atau persoalan yang dialami dalam kehidupan keluarga. Persoalan seperti itulah yang terkadang membuat kita semakin menjauh bahkan juga meninggalkan Tuhan. Akan tetapi tahukah kita, Justru persoalan terbesar di dalam hidup yaitu ketika kita tidak berharap kepada Tuhan. Pemazmur dalam bacaan kita saat ini mau mengajarkan kita tentang pentingnya berharap, berlindung serta terus mengandalkan Tuhan sebagai bukti dari iman kita kepada-Nya. Apapun yang menjadai persoalanmu, tetaplah percaya dan bersandar kepada-Nya sebab Dialah yang dengan kasih setia-Nya akan selalu memelihara dan menolongmu. Ingatlah, ketika masalah menghampiri hidup kita janganlah berharap kepada manusia karena akan sia-sia, tetapi tetaplah bersandar dan berpengharapan hanya kepada Allah.
Doa: Bapa, tolonglah kami agar selalu berharap hanya kepada Mu, Amin.
*SUMBER : SHK bulan Oktober 2021, LPJ-GPM