Tema Mingguan : “Memberitakan Injil Dengan Kasih dan Sukacita “
Minggu, 31 Oktober 2021
bacaan :1 Tesalonika 2 : 1 – 12
Pelayanan Paulus di Tesalonika
Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. 2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. 3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. 5 Karena kami tidak pernah bermulut manis--hal itu kamu ketahui--dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi--Allah adalah saksi-- 6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. 9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. 10 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. 11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, 12 dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.
Menyenangkan Allah
Melakukan kebaikan kepada semua orang merupakan semangat yang selalu disuarakan terutama oleh gereja. Tetapi yang menjadi pertanyaannya, apa motivasi di balik perbuatan baik yang kita lakukan? Apakah untuk menyenangkan hati Allah atau sebaliknya demi kepuasan dan keuntungan diri sendiri? Rasul Paulus dalam bacaan kita menunjukan dirinya sebagai sosok teladan yang baik yang dapat dicontohi. Ia akui dalam menjalani tugas pelayanannya melewati banyak tantangan termasuk dianiaya dan dihina tetapi ia menjalani semuanya semata-mata karena kasih kemurahan Tuhan. Motivasi rasul Paulus sangat jelas yaitu untuk menyukakan hati Tuhan. Untuk menyukakan hati Tuhan itu, ia tidak mempersoalkan setiap tantangan yang ia hadapi. Bahkan dengan sukacita tanpa membebani orang lain dan kasih seperti yang digambarkan olehnya “seperti seorang ibu mangasuh dan merawati anaknya” juga “seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu”. Sebagai manusia kita cenderung melakukan kebaikan dengan motivasi yang tidak benar di hadapan Tuhan. Sadar atau tidak, perbuatan baik yang kita lakukan terkadang untuk mendapatkan pujian dan menguntungkan diri sendiri. Bahkan tidak disertai dengan kasih dan sukacita. Sikap dan perbuatan baik Paulus yang disertai cinta kasih terrmasuk memberitakan injil patutlah diteladani. Semua yang dilakukannya itu dengan motivasi yang jelas yaitu memprioritaskan Allah. Kita diingatkan untuk tetap belajar melakukan sesuatu dengan sungguh, bukan untuk dilihat oleh manusia tetapi sebaliknya untuk menyenangkan hati Allah.
Doa: Tuhan, mampukan kami menyenangkan hati-Mu lewat sikap dan perbuatan kami, Amin
Senin, 01 November 2021
bacaan : 2 Korintus 2 : 1 – 4
Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita. 2 Sebab, jika aku mendukakan hatimu, siapa lagi yang dapat membuat aku menjadi gembira selain dia yang berdukacita karena aku. 3 Dan justru itulah maksud suratku ini, yaitu supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita oleh mereka, yang harus membuat aku menjadi gembira. Sebab aku yakin tentang kamu semua, bahwa sukacitaku adalah juga sukacitamu. 4 Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.
Melayani dengan Kasih Mendatangkan Kebaikan
Inilah surat kedua Paulus kepada jemaat Korintus yang bersifat pribadi; berisikan ungkapan emosi dan kasih sepenuh hati kepada jemaat di sana. Paulus dengan jujur menyampaikan alasan ia tidak mengunjungi jemaat Korintus karena ia berdukacita sebab kedapatan jemaat tidak bertobat; ada beberapa guru palsu, ada kelompok orang yang memberontak berusaha untuk meremehkan kerasulan Paulus dan mempengaruhi jemaat dari kebenaran firman yang diberitakan Paulus. Mereka menuduh Paulus sombong, kurang cakap sehingga tidak memenuhi persyaratan sebagai seorang rasul Yesus Kristus. Keadaan inilah yang membuat Paulus sangat cemas dan sedih sehingga Paulus memutuskan untuk menunda perkunjungannya di Korintus. Keputusan Paulus ini, agar jemaat mempunyai kesempatan menyelesaikan masalah-masalah yang sedang terjadi dalam jemaat dan mereka mengalami pertobatan agar kunjungannya mendatangkan sukacita bukan dukacita. Bagi Paulus, sukacitanya merupakan sukacita jemaat, sebaiknya dukacitanya merupakan dukacita jemaat. Paulus sunguh-sungguh menyatu dengan jemaat yang dilayaninya. Selain itu, agar Paulus dapat menghindari perselisihan diantara Paulus dan Jemaat Korintus untuk menghindari perpecahan dalam jemaat.
Makna Bacaan ini bagi keluarga saat ini, Pertama, kita semua (papa,mama dan anak-anak) terpanggil untuk memberitakan injil melalui tugas dan tanggungjawab masing-masing orang agar Tuhan dimuliakan, namun terkadang kita mengalami berbagai masalah yang membuat kita cemas, putus asa, bersedih dan sebagainya. Akan tetapi kita belajar dari Paulus untuk senantiasa melayani dengan kasih, sukacita, dan pengampunan agar kita dapat membawa banyak orang kepada pertobatan didalam Yesus. Kedua, kita turut menopang orang lain menyelesaikan masalah mereka sendiri sehingga mereka menuju kedewasan iman.
Doa: Tuhan pakailah kami sebagai alat pelayanan-Mu. Amin.
Selasa, 02 November 2021
bacaan : 2 Korintus 6 : 1 – 10
Paulus dalam pelayanannya
Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. 2 Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 3 Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. 4 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, 5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; 6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; 7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela 8 ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai, 9 sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; 10 sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.
Pakailah Hidup Sebagai Anugerah Tuhan
Lagu hidup Ini adalah kesempatan, merupakan lagu yang paling suka dinyanyikan; baik ibadah maupun moment lainnya. Karena lagu ini memberikan pesan iman yang kuat bahwa hidup manusia di dunia adalah anugerah Tuhan sekaligus mengingatkan kita bahwa hidup kita sangat singkat. Karena itu, setiap waktu adalah moment untuk melayani Tuhan dan sesama. Paulus juga berbicara mengenai pentingnya hidup karena hidup kita berada dalam waktu yang sangat terbatas (waktu Tuhan), maka kita harus melayani dan memberi buah dari pelayanan kita (band.1 Kor.7:29). Bacaan kita berisikan nasehat Paulus kepada jemaat Korintus agar mereka jangan menyia-nyiakan kasih karunia Allah yang telah mereka terima melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib (ay.1). Hal ini, Paulus perlihatkan melalui pelayanannya, meskipun ia mengalami banyak masalah, penderitaan dan penganiayaan bahkan dipenjarakan. Ia tetap menunjukkan sikap dan teladan yang baik sebagai pelayan Tuhan. Ia sabar menangung cercaan dan siksaan, memiliki kemurahan hati, bekerja keras, berjaga-jaga, menahan lapar, kebaikan untuk menolong sesama dengan kasih yang tidak pura-pura/munafi (ay.4-6). Kadang dihormati kadang dihina, kadang dicaci maki kadang dipuji, kadang dianggap sebagai penipu namun dipercaya, nyawa Paulus selalu terancam. Tapi, melalui pelayanannya sebagai rasul membawa banyak orang datang kepada Kristus.
Makna bacaan ini bagi keluarga, menjadi orang Kristen (pelayan Tuhan) ada harga yang harus kita bayar, yakni bersedia menjalani penderitaan (salib); dibenci orang, mendapatkan perlakuan tidak adil, difitnah, dicaci-maki,dan sebagainya. Namun kita harus tetap mengisi hidup ini dengan kebaikan-kebaikan; mengasihi, mengampuni mereka yang memusuhi kita, sabar menanggung penderitaan, melayani dengan kasih yang tulus, maka Tuhan akan memberkati hidup kita. (bd. Roma 2:1).
Doa: Tuhan, jadikanlah hidup kami sebagai alat kemuliaan-Mu. Amin.
Rabu, 03 November 2021
bacaan : Roma 15 : 19 – 21
oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus.Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain, tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."
Jadikanlah Dirimu Sebagai Alat Kecil Untuk Melayani
Bunda Teresa menulis, “Manusia hanyalah pensil di tangan Allah. Pensil hanyalah pensil, tidak akan bermanfaat apapun jika tidak dipakai untuk menulis. Pensil akan memperlihatkan kegunaannya kalau mau dipakai Allah”. Kalimat yang ditulis oleh Bunda Teresa ini mengandung makna: hidup manusia akan berguna atau sukses, jika ada campur tangan Tuhan. Jadi, tidak ada alasan untuk manusia menyombongkan diri atas keberhasilan/kesuksesan yang dicapainya. Paulus melihat dirinya sendiri, sebagai suatu alat di dalam tangan Yesus Kristus. Ia tidak berbicara tentang apa yang telah dikerjakan dan apa yang telah dicapainya, tetapi tentang apa yang telah Kristus kerjakan melalui diriny. Dalam tugas pemberitaan injil ada banyak tanda dan mujizat yang menyertai melalui peran Roh Kudus sehingga banyak bangsa menjadi percaya dan mengalami pertobatan. Hal ini memberikan kepuasan dan kehormatan bagi Paulus sebagai pelayan Kristus. Bahwa Kristus memanggil dan mengutusnya sebagai seorang pemberita injil (perintis) kepada mereka yang belum mengenal Kristus. Dengan begitu, ia tidak perlu bersalahpaham (bertengkar) dengan mereka yang lebih dahulu di utus untuk memberitakan injil pada wilayah tertentu. Maknanya bagi keluarga kita, Paulus dalam melaksanakan tugas pemberitaan injil dengan berbagai keberhasilan yang diraihnya, ia mengaku bukan kehebatan dirinya melaikan kuasa Tuhan yang memungkinkan ia melakukan semuanya. Demikian pula dengan keberhasilan/kesuksesan yang kita raih dalam hidup ini, seperti: jabatan, kekayaan/harta, kuasa, pendidikan yang tinggi, menjadi pelayan gereja, janganlah membuat kita sombong, menganggap diri paling hebat dan paling penting dari orang lain karena kita hanyalah “pensil di tangan Tuhan”. Hidup kita akan menjadi berguna (memiliki penghormatan) bila kita melayani Tuhan dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati.
Doa: Tuhan, jadikanlah hidup kami seperti “pensil” di tangan-Mu. Amin.
Kamis, 04 November 2021
bacaan : 1 Tesalonika 3 : 1 – 13
Kabar baik yang dibawa oleh Timotius
Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena. 2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu, 3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu. 4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi. 5 Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia. 6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu, 7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu. 8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan. 9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita? 10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu. 11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu. 12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. 13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
Melayani dengan Setia dan Tekun Membawa Sukacita
Perikop ini berbicara mengenai pengutusan Timotius kembali ke Tesalonika oleh Paulus berdasarkan kerinduan dan kecemasannya mengenai orang-orang Tesalonika yang mengalami penganiayaan dan penderitaan hebat. Paulus mendorong mereka supaya berdiri teguh dalam iman, tidak mudah terombang-ambing, hidup kudus sesuai dengan kebenaran Injil. Paulus boleh merasa khawatir, namun pada akhirnya buah pemberitaannya tidaklah sia-sia. Sebab Timotius justru membawa kabar yang menggembirakan (sukacita) tentang iman dan pelayanan kasih orang-orang Tesalonika. Penderitaan dan penganiayaan yang mereka alami, tidak menggoyahkan iman mereka kepada Yesus Kristus, mereka teguh berdiri didalam Kristus bahkan mereka terus meningkatkan pelayanan kasih kepada sesama. Hal ini telah mendatangkan sukacita dan penghiburan bagi Paulus yang berada di penjara. Dalam rasa syukur dan sukacita, Paulus berdoa siang-malam agar kerinduannya untuk bertemu dengan jemaat di Tesalonika dapat segera diwujutkan oleh Tuhan. Pertemuan tersebut sekaligus mendorong jemaat untuk memiiki kedewasaan iman, hidup berbagi seorang dengan yang lain, hidup tidak bercacat di hadapan Tuhan (merdeka dari dosa) sambil menanti kedatangan Yesus Kristus kedua kalinya. Maknanya bagi keluarga, Menanti kadatangan Tuhan Yesus kedua kalinya (akhir zaman) akan ada berbagai godaan dan tantangan sebagai pekerjaan iblis (bd. 1 Petrus 5:8-9). Sebab itu, orang percaya harus terus percaya dan mengandalkan Tuhan, rajin berdoa, mengasihi sesama, meningkatkan hubungan kasih sayang diantara anggota keluarga (laeng sayang laeng, potong di kuku rasa di daging), hidup kudus; jangan menyembah berhala, iri hati, amarah, perselisihan, perseteruan, mementingkan diri sendiri, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
Doa: Tuhan, kuatkanlah iman kami menghadapi tantangan zaman. Amin.
Jumat, 05 November 2021
bacaan : Filipi 1 : 12 – 20
Kesaksian Paulus dalam penjara
12 Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, 13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. 14 Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut. 15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. 16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, 17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara. 18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, 19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. 20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
Kristus Sebagai Sumber Sukacita Dan Kasih
Surat Filipi adalah surat penuh sukacita atau kegembiraan. Surat yang berisi nasehat Paulus saat berada dalam penjara. Karena itu, surat Filipi disebut sebagai “surat penjara”. Paulus tetap bersukacita walau dipenjarakan. Semua itu karena Kristus, karena Injil yang diberitakannya telah membawa banyak orang menjadi percaya kepada Kristus termasuk pasukan pilihan dan tentara romawi. Selain itu, sukacita Paulus semakin bertambah ketika ia mendengarkan kabar baik mengenai jemaat-jemaat yang didirikannya, termasuk Filipi terus mengalami pertumbuhan iman dan pemberian kasih. Hal ini membuat ia terus memotivasi dan memberikan semangat kepada jemaat Filipi untuk sungguh-sungguh melaksanakan pekerjaan pemberitaan injil, meskipun ada sebagian orang yang menggunakan tugas pemberitaan injil untuk mencari keuntungan diri sendiri “bekerja demi upah”, dengan perasaan iri (cemburu) yang mengakibatkan perselisihan (ay.15). sikap Paulus kepada mereka yang memberitakan injil dengan maksud tertentu ia tidak memiliki rasa iri hati atau tersinggung secara pribadi selama Yesus Kristus diberitakan, ia tidak peduli siapa yang mendapat keuntungan atau mencari nama ataupun penilain negative tentang dirinya. Yang terutama bagi Paulus adalah “KRISTUS DIBERITAKAN” (ay.20). Makna bacaan ini bagi keluarga, Tugas pemberitaan Injil senantiasa diperhadapkan dengan resiko dan tantangan, akan tetapi hati kita harus terus bersukacita dan mengucap syukur supaya kita dapat memberitakan injil dan memotivasi orang lain untuk bertumbuh dalam iman dan pelayanan kasih kepada sesama. Jangan ada iri hati (cemburu) atas keberhasilan orang lain dan jangan melakukan tugas pemberintaan injil (pelayanan) dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan (melayani demi upah), mencari nama, gila hormat, dsbnya. Tetapi hendaknya kita melayani dengan rendah hati demi kemuliaan nama Tuhan.
Doa: Tuhan kiranya hati kami berlimpah sukacita. Amin.
Sabtu, 06 November 2021
bacaan : 2 Korintus 1 : 3 – 11
Ucapan syukur
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. 8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.
Allah Sumber Penghiburan Sejati
Kehidupan tidak selalu berjalan dengan mulus. Kadang kita harus menghadapi persoalan dan cobaan yang dapat menggoyahkan iman kita dan membuat kita menyerah dan putus asa. dalam kondisi seperti itu penghiburan sangat kita butuhkan untuk menyejukkan hati dan menambah semangat agar terus berjuang di dalam Tuhan. Dan penghiburan yang sejati hanya akan kita dapatkan dari Tuhan, melalui hati yang setia dan takut akan Tuhan. Di dalam pergumulan dan penderitaan, Allah selalu setia memberikan penghiburan. Penghiburan dan pemulihan-Nya akan mengalir terus menerus sampai kita benar-benar pulih dan berhasil melewati masa-masa sulit. Penghiburan dari Allah akan memampukan kita untuk semakin bertumbuh dan berakar di dalam-Nya. Itulah yang dirasakan oleh Paulus dalam panggilan pelayanannya. Meskipun begitu banyak tantangan dan rintangan ia hadapi sampai merasa seperti mau mati, namun keyakinan akan datangnya penghiburan dari Tuhan membuatnya kuat bertahan dan menjadi kesaksian yang nyata bagi orang-orang di Korintus yang juga mengalami penderitaan. Karena itu, ketika kita sedang melalui hari-hari yang sulit, datanglah pada Allah, berharaplah akan kekuatan dan penghiburan dari-Nya. Ingatlah akan perbuatan-perbuatanNya di masa lampau. Ingatlah akan kasih setia-Nya yang tidak pernah berubah. Maka saat ini pun akan sama seperti saat itu, saat Allah mengangkat kita dari kesusahan, penderitaan dan masalah. Ia akan membawa pemulihan dan kedamaian. Jadi, jangan lelah untuk berseru kepada Allah Sumber penghiburan sejati.
Doa: Tuhan Yesus, Engkaulah Allah sumber penghiburan sejati dalam hidup kami, Amin.
*SUMBER : SHK Bulan November 2021, LPJ-GPM