Santapan Harian Keluarga, 2-8 Januari 2022

Tema Mingguan : ” Hidup Dalam Kekayaan Kasih Karunia Allah

Minggu, 02 Januari 2022                                 

bacaan : Efesus 1 : 3 – 14

Kekayaan orang-orang yang terpilih
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. 11 Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. 13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Kekayaan Kasih Karunia Allah

Kekayaan adalah idaman setiap orang. Karena itu manusia bekerja keras dalam hidupnya supaya mendapatkan sejumlah kekayaan materi yang dapat memenuhi segala kebutuhan dan keinginan hati termasuk menyimpannya untuk diwariskan pula kepada keturunannya. Memang manusia tidak pernah puas dengan kekayaan.  Namun berapa pun banyaknya kekayaan yang dimiliki oleh seorang manusia, satu hal yang secara pasti tidak dapat dibeli dengan kekayaan dan harta duniawi itu adalah penebusan Allah atau keselamatan kita. Itulah kekayaan kasih karunia Allah yang dimaksudkan oleh Paulus yakni Allah melalui Yesus Kristus telah memberikan diri-Nya secara cuma-cuma untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kebinasaan. Rasul Paulus menjelaskan kekayaan di sini bukanlah kekayaan dunia yang kita peroleh melalui kerja keras, namun kekayaan rohani yang kita peroleh melalui anugerah Allah di dalam Yesus Kristus. Berkat Rohani atau kekayaan rohani itu juga yang memungkinkan kita telah dipilih oleh Allah untuk menjadi anak-anak-Nya, dan oleh karena pilihan itulah Allah karena kasih-Nya mengaruniakan di dalam Yesus keselamatan bagi kita. Sebab itu hikmat dan pengertian dilimpahkan kepada kita untuk memahami betapa kekayaan kasih karunia Allah itu telah dilimpahkan dalam kehidupan kita. Dengan begitu status sebagai anak-anak Allah sepatutnya diresponi dengan memberikan puji-pujian kepada Tuhan lalu bertekad untuk hidup di dalam kekayaan kasih karunia-Nya itu dengan selalu menjaga identitas diri kita sebagai anak-anak Allah yang harus selalu menghadirkan, kasih, kebaikan, damai dan sukacita dalam kehidupan ini.

Doa: Ya Allah, kami mengucap syukur atas berkat keselamatan yang melimpah oleh karena kasih karunia-Mu. Amin

Senin, 03 Januari 2022                                    

bacaan : Ulangan 7 : 7 – 9

7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? -- 8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. 9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,

Allah Setia Terhadap Janji-Nya

Kita pernah mendengar ungkapan “Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang”. Seperti itulah kebanyakan relasi yang diikat antar manusia. Relasi yang diikat oleh karena materi atau uang. Relasi yang hanya berdasarkan keuntungan atau kebutuhan. Hal ini berbeda dengan relasi antara Allah terhadap umat-Nya. Relasi Allah dan Israel tidak diikat oleh hal-hal duniawi, namun oleh ikatan perjanjian. Allah mengasihi bangsa Israel dan setia terhadap janji-Nya bagi nenek moyang Israel, sehingga Ia menuntun bangsa itu keluar dari tanah perbudakan serta memberkati mereka beserta keturunan. Melalui Bacaan firman Tuhan hari ini kita diajarkan untuk hidup penuh dengan tanggung jawab dan berlaku setia terhadap perkataan atau janji yang kita berikan, dengan menghayati apa yang telah dilakukan Tuhan atas janji-janji-Nya kepada umat. Tuhan teguh memegang janji-Nya kepada kita. Karena itu kita pun sebagai manusia harus setia terhadap Allah. Dalam kehidupan ini ada banyak persoalan dan pencobaan yang siap merongrong kesetian kita kepada Tuhan. Ketika diperhadapkan dengan berbagai masalah dan pencobaan itu, kita akan tekun berdoa dan bergumul, bahkan dalam pergumulan seringkali kita berjanji kepada Allah untuk melakukan hal-hal tertentu yang akan menyukakan hati Allah. Tetapi ketika ada dalam kebahagiaan dan kesenangan, kita lalu melupakan janji  untuk tetap setia kepada Allah. Firman Tuhan ini mengingatkan, marilah menjaga relasi kita dengan Tuhan atas dasar kesetiaan untuk memegang teguh firman-Nya, agar dalam perjalanan kehidupan ke depan kita tetap dipenuhi berkat Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami untuk berlaku setia sebagai anak-anak-Mu, sama seperti Engkau yang selalu setia terhadap janji penyertaan-Mu bagi kami. Amin

Selasa, 04 Januari 2022                                   

bacaan : Ibrani 12 : 12 – 17

12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; 13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. 14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. 15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. 16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Jangan Menjauhkan Diri Dari Kasih Karunia Allah

Dalam keluarga seringkali kita dengan atau tanpa sengaja mengutarakan kata-kata yang menyinggung  satu dengan yang lain, tanpa menyadari perkataan dan perbuatan kita itu mengakibatkan kepahitan dalam diri. Ketika hal itu terjadi maka tidak akan ada damai dalam kehidupan kita. Apa yang seharusnya kita lakukan untuk menjaga damai itu tetap utuh dalam hidup keluarga kita? Penulis kitab Ibrani menegaskan dalam bagian pembacaan ini untuk mengutamakan hidup kudus dan berdamai dengan semua orang. Jangan memiliki nafsu yang rendah seperti Esau yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan sehingga ia tidak memperoleh berkat. Nafsu yang rendah akan membuat seseorang lebih mementingkan diri sendiri dan cenderung mengabaikan orang lain. Hal inilah yang akan menimbulkan akar pahit, jika seseorang bertindak semena-mena terhadap orang lain. Mengapa harus ada akar kepahitan? Karena orang menjauh dari kasih karunia Allah. Itulah sebabnya penulis Ibrani mengingatkan kita agar jangan menjauh dari kasih karunia Allah. Jika kita menjauh dari kasih karunia Allah maka kita cenderung menjadi apatis dan egois, sehingga menimbulkan masalah atau permusuhan. Sebagai suami isteri, orang tua dan anak, saudara-bersaudara, di dalam perjalanan hidup pasti mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Ada yang terluka dan ada yang tersakiti. Dalam pekerjaan dan pelayanan sekalipun, ada juga hal-hal yang membuat kita tersakiti. Namun kita harus ingat untuk jangan sampai ada akar kepahitan dalam hidup. Karena itu haruslah memilih untuk tidak menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, supaya dapatlah diketahui mana yang baik bagi hidup kita dan orang lain.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk hidup dalam kekudusan dan berdamai dengan semua orang agar kami tidak menimbulkan akar pahit dan menjadi jauh dari kasih karunia-Mu. Amin.

 

Rabu, 05 Januari 2022                             

bacaan : 2 Timotius 1 : 3 – 10

Ucapan syukur dan nasihat untuk bertekun
3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. 4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. 5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. 6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

Jangan Takut Bersaksi Tentang Kasih Karunia Tuhan

Tidak mudah menjadi pengikut Kristus.  Kita berpikir jika  mengikut Dia perjalanan hidup akan enak dan tidak akan susah.  Tentu tidak!  Ada tanggung jawab besar berada di pundak kita yaitu memikul salib dan memiliki kehidupan yang ‘berbeda’ dengan dunia, karena sebagai orang Kristen kehidupan kita harus benar-benar mencerminkan Kristus.  Teks  bacaan ini menegaskan bahwa Paulus berpesan agar Timotius tidak mundur dan pantang menyerah untuk mewartakan kesaksian akan Tuhan dan kerajaan Allah sesuai dengan keimanan Timotius yang begitu kuat seperti para pendahulunya. Sebab Allah telah memberi kekuatan kepada setiap hamba terkasih-Nya melalui kasih karunia Allah dalam Kristus Yesus untuk tugas kesaksian itu. Sebab itu melalui suratnya ini, Paulus mengungkapkan kekuatan iman yang memampukannya untuk memberitakan Injil, sebagai pengalaman untuk menguatkan Timotius. Memberitakan Injil hanya mengandalkan iman. Demikianlah pula kita sebagai orang tua bertanggungjawab mempersiapkan anak-anak kita sebagai generasi penerus untuk tidak takut bersaksi tentang kasih karunia Tuhan. Kita membesarkan mereka di dalam pertumbuhan iman yang benar dan baik, sehingga mereka bukan hanya dapat bertahan dalam berbagai tantangan jaman, tetapi mereka justru mampu untuk menyatakan kebenaran Tuhan dalam kehidupannya. Dalam iman dan doa kita yakin anak-anak kita bahkan kita semua akan menjadi pemberita-pemberita  injil melalui sikap dan pengaruh yang positif dengan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Doa:  Ya Tuhan berikanlah kami kekuatan untuk terus memberitakan tentang Kasih KaruniaMu dalam hidup ini, amin.

Kamis, 06 Januari 2022                                

bacaan : 1 Korintus 1 : 4 – 9

Ucapan syukur
4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Mengucap Syukur Atas Kasih Karunia Allah

Dalam relasi dengan sesama, kita lebih mudah mengingat kelemahan dan kekuarangan daripada kebaikan. Tidak demikian dengan Rasul Paulus. Persoalan jemaat di Korintus tidak membuatnya berhenti mengucap syukur. Ia mengingat umat Allah di Korintus serta menaikkan ucapan syukurnya atas mereka. Ada tiga hal yang menjadi dasar ucapan syukur Rasul Paulus. Pertama, jemaat di Korintus telah menerima dan mengalami kasih karunia Allah. Inilah sumber kekayaan mereka. Karunia ini akan digunakan sebagai sarana untuk memuliakan dan menyaksikan Allah karena itu mereka mengalami pertumbuhan rohani yang pesat. Kedua, mereka sudah menjadi saksi Kristus. Ketiga, Allah yang melimpahkan kasih karunia dan rahmat kepada mereka, adalah Allah yang setia.  Ungkapan syukur ini memang merupakan suatu penilaian yang jujur tentang keadaan jemaat Korintus di dalam Kristus dan merupakan landasan bagi permintaan Paulus agar jemaat hidup sesuai dengan keadaan itu. Belajar dari surat Paulus ini, maka pengucapan syukur dalam Kristus harus dimulai dari pemahaman dan kesadaran. Kita harus sadar tentang siapa kita di hadapan Allah. Kita wajib mengenal siapa Tuhan serta Pemimpin kehidupan kita. Tanpa pemahaman ini, maka pelayanan yang kita lakukan hanya sebatas kesibukan belaka. Pertumbuhan iman yang benar akan mengarahkan dan menuntun pelayanan untuk memuliakan Kristus. Inilah dasar yang sejati dari hidup yang bersyukur. Karena itu, berupayalah dengan ketulusan hati selalu mengucap syukur atas segala sesuatu termasuk bersyukur untuk kebaikan dan keberhasilan orang lain. Bukan sebaliknya sombong atas keberhasilan kita dan iri hati atas keberhasilan orang lain. Syukurilah setiap kebaikan dan keberhasilan karena itulah kasih karunia Allah dalam hidup kita.

Doa:  Ya Tuhan, kami mengucap syukur atas kasih karunia-Mu yang telah menyelamatkan kami umat-Mu. Amin.

Jumat, 07 Januari 2022                                    

bacaan :  Efesus 2 : 1 – 10  

Semuanya adalah kasih karunia
Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan-- 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Kasih Karunia Allah Bagi Keluarga Kristen

Kasih karunia berasal dari kata kharis (bahasa Yunani). Menurut Kevin J. Conner, kata kasih karunia muncul dari kebiasaan Yunani, yaitu ketika orang-orang Yunani ingin memberikan hadiah dari kemurahan hati yang murni, tanpa berpikir akan imbalan, maka kata yang mereka gunakan untuk pemberian itu adalah “kharis”. Dalam PB, kata kasih karunia dihubungkan dengan keselamatan dari Allah bagi manusia di dalam Kristus, yaitu kemurahan Allah yang diberikan kepada orang berdosa yang tidak layak menerimanya. Karena itu, Paulus mengatakan dalam nas bacaan kita bahwa pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita – oleh kasih karunia kamu diselamatkan – (Efesus 2:3c-5). Kasih karunia Allah ini begitu hebat, sehingga memungkinkan John Newton untuk memperoleh keselamatan dari Allah. Ketika ia berseru kepada Tuhan memohon keselamatan, Tuhan tidak memperhitungkan lagi kekejaman yang telah ia lakukan kepada para budak pada masa itu. Hal ini bukan berarti Tuhan tolerir dengan perbuatan tidak benar dari manusia, namun kasih karunia-Nya menjadi lebih utama demi keselamatan manusia. Sekalipun demikian, jangan pernah lupa bahwa penyesalan dan pertobatan dibutuhkan juga dari pihak kita.Marilah nyatakan kasih karunia Allah itu dalam kehidupan keluarga kita. Kita patut hidup di dalam-Nya menurut rasul Paulus (ayat 10d). Sebagai keluarga Kristen, seharusnya kita mengandalkan Tuhan dan melakukan segala sesuatu sesuai perintah-Nya, supaya kasih karunia Allah terus mengalir dalam kehidupan.

Doa : Berikanlah kasih karunia-Mu bagi keluarga kami, ya Tuhan! Amin.

Sabtu, 08 Januari 2022                           

bacaan : 1 Korintus 15 : 9 – 10

9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Integritas Diri Dalam Kasih Karunia Allah

Dalam sebuah percakapan panjang melalui handphone, seorang laki-laki yang biasanya dipanggil Kaka bu mengatakan : beta seng sangka lai kalau orang banyak pilih beta par jadi pengurus di unit. Beta pung kehidupan yang gelap beberapa tahun yang lalu ternyata dong seng hitung akang dan menjadikan akang sebagai alasan untuk menolak beta. Beta yakin kalau samua ini dapat terjadi karna kasih karunia Allah. Apa yang dikatakan dan diakui oleh Kaka bu tersebut sama dengan yang dirasakan dan diakui oleh Rasul Paulus. Ia dapat mendirikan Jemaat Korintus dan melayani selama kurang lebih 18 bulan di sana hanya karena kasih karunia Allah. Rasul Paulus menjelaskan tentang dirinya sebagai bagian dari pemberitaan injilnya kepada jemaat di Korintus. Cara Allah memilih dan memakainya merupakan sesuatu yang luar biasa, yang hanya dapat dipahami dengan iman. Rasul Paulus pun menyebut tindakan Allah tersebut sebagai bukti kasih karunia-Nya kepadanya. Untuk itu sudah sepatutnyalah kasih karunia tersebut diresponi oleh Paulus dengan ketekunan dan kerja kerasnya dalam pemberitaan injil. Komitmen dan integritas dirinya untuk melayani pun tak dapat diragukan oleh siapa pun. Semua yang dilakukan itu pun dipahami Paulus sebagai kerja dari kasih karunia Allah di dalam dirinya.

Sebagaimana pemahaman dan iman yang dimiliki oleh Rasul Paulus dalam memandang cara Allah bagi dirinya, demikian juga seharusnya bagi kita selaku orang percaya. Semua yang dialami dan kerjakan sehingga menimbulkan suatu karya pelayanan dan kesaksian tentang Tuhan Allah, mestinya kita sadari sungguh sebagai wujud dari kasih karunia Allah. Hal ini tentunya akan berdampak pada dijalaninya kehidupan dengan selalu mengandalkan campur tangan Tuhan serta menjadikan kita sebagai pribadi yang rendah hati.

Doa : Tuhan berikanlah kasih karunia-Mu bagi kami untuk tetap setia melakukan tugas pelayanan dan kesaksian. Amin.

*SUMBER : SHK JANUARI 2022, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar