Santapan Harian Keluarga, 23 – 29 Januari 2022

Tema Mingguan : ” Ceritakanlah Kemuliaan Allah

Minggu, 23 Januari 2022                            

bacaan : Mazmur 19 : 1 – 15

Kemuliaan TUHAN dalam pekerjaan tangan-Nya dan dalam Taurat-Nya
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (19-2) Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; 2 (19-3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. 3 (19-4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; 4 (19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, 5 (19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. 6 (19-7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya. 7 (19-8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. 8 (19-9) Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. 9 (19-10) Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, 10 (19-11) lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. 11 (19-12) Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar. 12 (19-13) Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. 13 (19-14) Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar. 14 (19-15) Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

Berani Bersaksi, Nyatakan Kemuliaan Allah

Pemazmur punya cara memperkenalkan Allah, kemuliaan Allah sungguh Agung. Kemuliaan Allah, di dapati pada karya tangan-Nya terhadap alam. Mengukur kebesaran Allah lihatlah pada langit dan cakrawala, bagaimana gugusan-gugusan alam semesta begitu indah. Matahari, bulan dan bintang memberi sinar sesuai porsi waktu. Air dan darat dipisahkan dengan peran yang indah, makin kita menelusuri alam makin kita terkagum-kagum akan kebesaran Tuhan. Malam datang, kemudian pagi setelah pagi ada siang, senja lalu kembali malam. Semua berjalan sesuai urutan waktu yang indah. Perbedaan waktu di hampir seluruh bumi dirancang oleh Tuhan agar semua umat mengagumi kebesaran-Nya. John Ernest, seorang yang menginjakkan kaki di bulan, ia juga merupakan manusia pertama yang mengendarai mobil di bulan. Memberi kesaksian, saat ia menginjakkan kaki di bulan, ia langsung berdoa dan di bulan pun ia bertobat. Setiap kita punya pengalaman iman yang berbeda dalam hidup dan kebaikan Tuhan selalu dinyatakan berbeda-beda untuk setiap pribadi, karena keragaman itulah yang membuat kita semakin bertumbuh dan kesaksian atau cerita itu menguatkan, jangan malu untuk menceritakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita kepada orang banyak karena melaluinya kita bisa menguatkan orang lain dalam iman dan nama Tuhan dimuliakan. Jadi marilah nyatakan kemuliaan Allah melalui kesaksian kita.

Doa:  Tuhan, Mampukan aku untuk berani bersaksi menceritakan kemuliaan-Mu dan menjadi terang untuk mereka. Amin.

Senin, 24 Januari 2022                           

bacaan : 1 Tawarikh 16 : 7 – 18

Nyanyian puji-pujian Daud
7 Kemudian pada hari itu juga, maka Daud untuk pertama kali menyuruh Asaf dan saudara-saudara sepuaknya menyanyikan syukur bagi TUHAN: 8 Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! 9 Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! 10 Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! 11 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! 12 Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya, 13 hai anak cucu Israel, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya! 14 Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. 15 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, 16 yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak, 17 diadakan-Nya bagi Yakub menjadi ketetapan, bagi Israel menjadi perjanjian kekal, 18 firman-Nya: "Kepadamu akan Kuberi tanah Kanaan sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu."

Bercerita Melalui Nyanyian

Memperkenalkan perbuatan-Nya artinya memberitahukan agar semua orang tahu tentang perbuatan Allah. Memperkenalkan juga berarti mempromosikan Tuhan kepada orang lain dan hidup kita adalah untuk mempromosikan perbuatan Tuhan. Untuk dapat mempromosikan sesuatu harus ada sumber atau buktinya. Begitu juga ketika kita mempromosikan Tuhan, kita harus memiliki bukti atau sumber yang dapat dipercaya dan sumber promosi itu diri kita sendiri. Saat Tuhan diperkenalkan, kehidupan kita juga harus menunjukkan  keberadaan sebagai orang percaya supaya orang lain pun memuliakan Tuhan. Daud dengan nyanyiannya mengundang umat Tuhan untuk memuji kebesaran Tuhan, sebab layaklah umat Tuhan memuliakan Tuhan dalam kehidupannya. Nyanyian jemaat tidak hanya untuk enak didengar oleh telinga bukan karena suara yang merdu bukan juga karena kepiawaian dalam memainkan alat musik. Tetapi nyanyian jemaat adalah penyataan iman tentang perbuatan Allah yang besar. Ketika kita bernyamyi memuji Tuhan itu juga berarti kita menceritakan perbuatan-Nya dalam hidup kita. Memang Tuhan tidak memaksa kita untuk punya suara yang merdu untuk memuji-Nya tetapi alangkah lebih baik juga bernyanyi tidak asal-asalan. Bila kita ingin memuji Tuhan, lakukanlah  persiapan dengan matang. Saat kita  menceritakan kebaikan Tuhan dengan nyanyian, haruslah disampaikan dengan sepenuh hati dan syukur karena Tuhan, bukan karena ingin tampil dan menjadi pusat perhatian. Ceritakan kebaikan Tuhan dengan caramu sendiri sebab Ia pasti berkenan dengan semua hal yang engkau aktakan.

Doa: Tuhan, mampukan aku untuk bernyanyi memuji dan memuliakan nama-Mu dengan sepenuh hati. Amin.

Selasa, 25 Januari 2022                          

bacaan : 1 Tawarikh 16 : 19 – 27

19 Ketika jumlah mereka tidak seberapa, sedikit saja, dan mereka orang-orang asing di sana, 20 dan mengembara dari bangsa yang satu ke bangsa yang lain, dan dari kerajaan yang satu ke suku bangsa yang lain, 21 Ia tidak membiarkan siapapun memeras mereka; dihukum-Nya raja-raja oleh karena mereka: 22 "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku!" 23 Bernyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 24 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuata yang ajaib di antara segala suku bangsa. 25 Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah. 26 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. 27 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya.

Mensyukuri Segala Perbuatan Tuhan

Tidak sedikit dari para penulis lagu yang merangkaikan setiap syair lagunya itu (baik gendre musik pop, dangdut, country dll) berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Begitu pula dengan lagu himne dalam kidung-kidung rohani seperti kidung jemaat dan pelengkap kidung jemaat, yang sering dinyanyikan oleh kita dalam ibadah jemaat maupun wadah-wadah pelayanan organisasi gereja. Demikian juga raja Daud yang kita kenali dengan berbagai `pujian dan puisinya dalam kitab Mazmur. Setiap syair yang ditulisnya itu lahir dari pengalaman hidupnya secara pribadi maupun kehidupan bersama dengan bangsa Israel.  Bacaan hari ini adalah salah satu bukti syair Daud yang didasarkan pada pengalaman iman. Nyanyian puji-pujiannya juga mengungkapkan pengalaman bangsa Israel yang merasakan perbuatan Allah yang ajaib dengan melindungi serta menyertai mereka dari ancaman bangsa-bangsa lain, sehungan dengan kepemilikan tanah perjanjian (ayat 21 dan 22). Pujian syukur raja Daud atas segala perbuatan Allah patutlah diteladani oleh kita sebagai orang percaya. Benar adanya pengalaman hidup bukan hanya terkait dengan kebahagiaan dan sukacita saja, melainkan berbagai macam ketidakadilan dan kepahitan. Namun, kita pun harus meyakini bahwa apapun yang terjadi semua ada dalam kendali Allah. Ia akan selalu melindungi dan menyertai orang-orang yang dikasihi-Nya dan tak akan pernah menguji melewati batas kemampuan kita. Dalam setiap rencana dan rancangan-Nya, Ia akan selalu menganugerahkan kekuatan dan sukacita. Sebab Allah kita besar dan dasyat, keselamatan berasal dari pada-Nya. Dengan bersyukur memperlihatkan pengakuan atas kuasa dan campur tangan Allah dalam kehidupan kita. Tetaplah bersyukur dengan doa dan puji-pujian, sebab dengan ugkapan syukur itulah yang membuktikan sekaligus menunjukan cara kita menceriterakan kemulian Allah.

Doa:  Ya Tuhan, ajarilah kami untuk selalu bersyukur atas setiap perbuatan yang Engkau nyatakan dalam hidup kami. Amin.

Rabu, 26 Januari 2022                             

bacaan : 1 Tawarikh 16 : 28 – 36

28 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 29 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan. 30 Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh tegak dunia, tidak bergoyang. 31 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah orang berkata di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja!" 32 Biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, 33 maka pohon-pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. 34 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 35 Dan katakanlah: "Selamatkanlah kami, ya TUHAN Allah, Penyelamat kami, dan kumpulkanlah dan lepaskanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu." 36 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Maka seluruh umat mengatakan: "Amin! Pujilah TUHAN!"

Kebaikan Dan Kasih Setia Tuhan Tak Terbatas

Mengangkat puji-pujian, bermazmur, mendengarkan kebenaran Firman Tuhan serta berdoa merupakan bagian yang dilakukan sebagai orang percaya yang kita kenal dengan ibadah. Hal ini dilakukan baik secara persekutuan yang besar di gereja maupun dalam kelompok-kelompok kecil seperti wadah-wadah pelayanan sebagai tanda ungkapan syukur. Inilah yang dimaksudkan oleh raja Daud dalam bacaan kita sebagai respons mengsyukuri kebaikan Tuhan dan pengakuan atas kemuliaan-Nya. Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya…..(ay 29) merupakan jawaban yang harus kita nyatakan atas kebaikan dan kemurahan Tuhan yang dianugerahkan dalam seluruh kehidupan kita. Akan tetapi seringkali ibadah yang adalah persekutuan dengan Allah, kita jalankan hanya sebatas rutinitas tanpa memaknai nilai-nilai penting yang terkandung di dalamnya. Bahkan ibadah dapat berlangsung dengan berbagai motifasi dan tujuan yang tidak benar. Pelayan maupun umat mungkin saja beribadah dengan tujuan yang tidak benar, yakni mencari keuntungan, perhatian dan lain sebagainya. Sedangkan inti dari ibadah itu sendiri merupakan keyakinan bahwa Allah ada, hadir dan berkenan didapati oleh kita yang mencari dan meninggikan Dia. Itu berarti kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh disertai dengan ketulusan hati. Ingatlah ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang (1 Tim 4:8). Kita diajarkan untuk terus memuliakan Allah sebab Ia layak menerima puji-pujian kita. Bersyukur kepada-Nya, sebab Ia mengasihi dan memberikan keselamatan bagi kita. Kebaikan dan kasih setia-Nya tidak pernah berubah dan tetap untuk selama-lamanya. Tetaplah mengsyukuri kebaikan dan kasih setia Tuhan yang tak terbatas itu dengan terus memuliakan-Nya.

Doa:  Ya Tuhan, ajari kami memaknai setiap ibadah sebagai ungkapan syukur atas kasih-Mu. Amin.

Kamis, 27 Januari 2022                                 

bacaamn : Yohanes 11 : 1 – 5

Lazarus dibangkitkan
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. 2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. 3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." 4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." 5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.

Allah Berkuasa Atas Segala Sesuatu

Ternyata selama sepuluh tahun penyakit yang mematikan itu berkembang dan menggerogoti tubuh ini tanpa menunjukan gejalah apapun.  Gejalanya baru muncul pada pertengahan tahun 2020. Kondisi yang mulai menurun akhirnya memaksakan saya untuk memeriksakan diri ke dokter ahli kandungan dan hasil dari diagnosa dokter, saya menderita kanker servicks stadium 2B. terkejut, bingung, sedih, stres bercampur aduk menjadi satu di tambah dengan penanganan yang harus dilakukan secepatnya namun terbatas secara finansial. Tuhan peduli dengan semua penderitaan yang saya alami. Ia menolong dengan cara menggerakan hati orang lain untuk membiayai semua proses pengobatan tersebut. Tahap demi tahap dijalani dan akhirnya ketakutan terbesar itu berubah menjadi sukacita karena saya dinyatakan sembuh total (tutur seorang ibu berusia 39 thn). Penderitaan karena sakit penyakit jugalah, yang dirasakan oleh Lazarus sehingga kedua saudara perempuannya terdorong untuk memberitahukan hal tersebut kepada Yesus. Kata Yesus: penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu anak Allah akan dimuliakan. Perkataan-Nya itu terbukti dengan fakta Lazarus di bangkitkan (ay 44). Hal ini menunjukan  bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu yang terjadi termasuk penderitaan bahkan kematian manusia. Seringkali kita diperhadapkan dengan berbagai macam masalah serta penderitaan dalam hidup, baik  berkaitan dengan kehidupan keluarga, pekerjaan, ekonomi, hubungan sosial dan kesehatan yang berdampak buruk. Namun, renungan hari ini mengajarkan kita untuk tetap berserah kepada Allah di dalam Yesus, sebab Ia berkuasa mengubah segala masalah dan penderitaan yang kita alami. Percayakan seluruh hidup kita kepada-Nya, karena rencana dan rancangan Allah itu indah, memberikan damai serta sukacita.

Doa:  ajari kami ya Tuhan, untuk terus meyakini kuasa-Mu. Amin.

Jumat, 28 Januari 2022                                

bacaan : Mazmur 115 : 1 – 18

Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! 2 Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?" 3 Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! 4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, 5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, 6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, 7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. 8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. 9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 11 Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 12 TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, 13 memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar. 14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. 15 Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. 17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi, 18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Seutuhnya Percaya Kepada Allah

Bagai mencincang air adalah pribahasa yang berarti melakukan pekerjaan yang sia-sia. Hal ini sama dengan kepercayaan kepada berhala-berhala buatan tangan manusia dari emas dan perak yang tidak dapat melakukan apapun seperti yang digambarkan oleh pemazmur dalam bacaan kita hari ini. Mempunyai mulut, mata, telinga, hidung, tangan, kaki dan kerongkongan tetapi semuanya itu sama sekali tidak memiliki fungsi (ay 5-7). Selain itu, pemazmur juga mau menyampaikan pentingnya memiliki kepercayaan yang utuh kepada Allah, sebab hanya nama-Nya yang patut menerima kemuliaan dan puji-pujian. Dia adalah Allah yang penuh dengan kasih dan setia, Dia adalah sumber pertolongan dan perisai serta Allah yang senantiasa memberkati mereka yang percaya kepada-Nya. Indentitas yang melekat pada diri kita sebagai orang percaya tidak serta merta menunjukan kepercayaan yang sesungguhnya kepada Allah. Sebab tanpa kita sadari identitas itu terkadang bertolak belakang dengan perkataan, sikap dan juga perbuatan sehari-hari.  Seringkali kita menaruh harapan kepada hal-hal duniawi yang dapat memenuhi hasrat  sebagai manusia, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan sekelompok orang. Upaya untuk memenuhi hasrat itu, secara tidak langsung menggambarkan ketidak percayaan kita secara utuh kepada Allah. Kita lupa bahwa berharap tanpa melibatkan Tuhan sama dengan melakukan sesuatu yang sia-sia.  Latihlah dirimu agar tidak mempercayai sesuatu yang semu, melainkan tetap mantapkan hati untuk terus percaya kepada Allah. Percaya kepada Allah tidak hanya sebatas usapan jempol belaka tetapi ditunjukan dengan iman yang sungguh-sungguh. Karena hanya Dia yang dengan kasih setia-Nya mampu menolong dan memberkati kita.

Doa: Ya Tuhan, teguhkanlah selalu iman percaya kami kepada-Mu. Amin.

Sabtu, 29 Januari 2022                            

bacaan : 1 Korintus 10 : 27 – 33

27 Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. 28 Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani. 29 Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberata hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain? 30 Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?" 31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. 32 Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah. 33 Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

Hanya Untuk Kemuliaan Allah

Ketika diperhadapkan dengan pilihan antara susah dan senang juga rugi atau untung, kita pasti akan menjatuhkan pilihan pada yang bersifat menyenangkan dan menguntungkan. Apalagi hal itu memberi kesenangan dan keuntungan pada diri kita. Sejalan dengan itu dapatkah kita melakukan sesuatu yang berdampak positif dan menguntungkan bagi orang lain? Banyak orang memiliki jiwa sosial dan fokus pada kepentingan bersama, tetapi tidak sedikit orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Rasul Paulus dalam bacaan kita hari ini mau menegasan bahwa baik makan, minum bahkan segala sesuatu yang kita lakukan harus disertai dengan prinsip bahwa semata-mata hanya untuk kemuliaan Allah (ay 31). Ia juga berusaha menyenangkan hati orang lain, bukan untuk kepentingannya melainkan untuk kepentingan banyak orang agar mereka beroleh selamat (ay 33). Hal ini memperlihatkan kepribadian rasul Paulus yang peduli kepada sesama bukan untuk mencari keuntungan tapi sebaliknya supaya orang lain juga diselamatkan dan untuk kemuliaan Allah. Dua hal di atas patutlah diteladani oleh kita  sebagai orang percaya. Sebab seringkali tanpa kita sadari perbuatan baik kita dilatarbelakangi oleh keinginan-keinginan yang memberi keuntungan bagi diri sendiri. Bahkan dengan sengaja dan tanpa rasa bersalah, kita merampas dan menikmati hak orang lain. Belajarlah dan hidup sebagai orang percaya yang tidak mengabaikan  kepentingan sesama, sebagai bentuk  kepedulian dan kasih. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dengan tulus biarlah semata-mata hanya untuk kemuliaan Allah. Janganlah hidup untuk diri sendiri tetapi jadilah berkat bagi sesama.

Doa:  Tuhan, ajari kami untuk mengutamakan kepentingan bersama dari pada    kepentingan pribadi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2022; LPJ-GPM

Tinggalkan komentar