Santapan Harian Keluarga, 30 Jan – 5 Feb 2022

Tema Mingguan : ” Berpegang Teguh Dan Bertumbuh Dalam Tuhan

Minggu, 30 Januari 2022                              

bacaan : 2 Petrus 3 : 17 – 18

Penutup
17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. 18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Tetaplah Waspada

Akibat fatal dari wabah virus Corona, mengharuskan kita sebagai manusia untuk tetap taat pada protokoler kesehatan yang ditetapkan pemerintah antara lain menjaga jarak, memakai masker dan rajin mencuci tangan. Hal tersebut wajib di lakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap virus yang mematikan itu. Namun, waspada tidak hanya diperlukan untuk hal-hal yang bersifat jasmani saja melainkan juga yang bersifat rohani seperti yang disampaikan rasul Petrus dalam bacaan kita hari ini. Ia mau menyampaikan tentang pentingnya kewaspadaan di dalam hidup dengan tujuan agar penerima suratnya yang kedua pada saat itu, tetap berjaga-jaga terhadap pengajaran-pengajaran sesat yang akan menjauhkan mereka dari kasih karunia serta pengenalan akan Allah. Pesan yang disampaikan  oleh rasul Petrus tersebut mengajarkan kita juga untuk tetap waspada menghadapi berbagai macam tantangan hidup. Sebab seringkali berbagai tantangan dan persoalan hidup mempengaruhi iman atau percaya bahkan menjauhkan kita dari kasih karunia serta pengenalan akan Allah. Oleh sebab itu, kita perlu membentengi diri dengan cara mengenal dan mematuhi perintah Allah melalui kebenaran Firman-Nya. Seperti yang disampaikan pemazmur bahwa, Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:105). Dengan berpegang teguh pada Firman Tuhan kita dimampukan, dikuatkan bahkan akan terus bertumbuh dalam iman. Jadikan Firman Tuhan sebagai sandaran orang percaya dan tetaplah berdoa kepada Allah yang mampu menolong kita menjalani hari-hari hidup yang penuh dengan berbagai pencobaan. Tetaplah waspada sebab iblis mempunyai seribu macam cara untuk menjatuhkan dan menjauhkan kita dari kasih Kristus.

Doa:  Ya Tuhan, mampukan kami untuk tetap berpegang pada Firman-Mu yang menuntun hidup kami. Amin.

Senin, 31 Januari 2022                                       

bacaan : 1 Petrus 2 : 2 – 3

2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

Firman-Mu Peganganku

Baca kitab suci doa tiap hari kalau mau tumbuh, merupakan penggalan syair lagu sekolah minggu yang tak asing lagi di pendengaran kita. Penggalan syair lagu ini mau menyampaikan tentang pentingnya membaca kitab suci dan berdoa yang mampu menumbuhkan iman di dalam Tuhan. Hal seperti inilah yang dimaksudkan oleh rasul Petrus dalam bacaan kita hari ini. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni…..(ay 2) merupakan metafora merujuk pada pertobatan manusia yang membutuhkan pengenalan serta pemahaman tentang Firman Allah. Sebab dengan pengenalan akan Firman Allah yang sunguh-sungguh, manusia dapat bertumbuh, mengenali dan memahami kehendak Tuhan. Sebagai manusia, kita tidak terlepas dari berbagai perbuatan dosa baik lewat tutur kata, sikap maupun perbuatan. Akan tetapi kebenaran Firman Tuhan saat ini mengajarkan kepada kita yang mau bertobat dan kembali ke jalan yang benar tentang pentingnya hidup menurut Firman Allah. Orang yang hidup dalam Firman adalah dia yang tidak hanya rindu menambahkan pengetahuan Alkitab tetapi rindu melakukannya, sehingga hidupnya semakin berkenan kepada Tuhan. Sama seperti seorang bayi yang membutuhkan air susu yang murni, begitu pula dengan kita yang membutuhkan Firman Tuhan untuk terus bertumbuh di dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Jadikan hati kita sebagai tanah yang subur supaya ketika benih yang tidak fanah ditaburkan dapat berakar, bertumbuh dan menghasilkan buah. Selamat mengakhiri bulan ini dan memasuki bulan baru serta menjadi pelaku Firman.

Doa:  Tuhan Yesus, tolong kami supaya memegang erat Firman-Mu dalam hati kami serta menjadi pelaku-pelaku Firman. Amin.

Selasa, 1 Februari 2022

Bacaan : 2 Timotius 1 : 13

Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

Jadilah Pengikut Kristus yang Setia

Minggu ini hendaklah dijalani dengan tetap bersyukur dan berpegang teguh serta bertumbuh dalam Tuhan. Tema bulannya adalah Kuasa Yesus Menghidupkan. Rasul Paulus terbukti mampu memberitakan injil dengan berani dan setia sampai akhir hidupnya karena pengaruh dari kuasa Yesus yang menghidupkan. Berdasar pada pengalaman iman yang luar biasa ini, Paulus kemudian menasihati, memperingati dan mendorong Timotius untuk meneladani dirinya. Timotius diminta untuk terus bersaksi tentang Yesus walaupun sedang mengalami situasi hidup yang tidak mudah. Permintaan ini didasarkan pada anggapan Paulus bahwa Timotius adalah “seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” (2:1-3). Seorang prajurit pasti memiliki kualitas kesetiaan yang tinggi. Timotius harus menjadi pengikut Yesus yang baik. Ia juga diminta untuk mengajar jemaat sesuai dengan ajaran yang telah diajarkan Paulus kepadanya. Kiranya pesan kesetiaan ini menjadi milik kita agar layak menjalani hidup sebagai pengikut Yesus yang baik. Terutama ketika menghadapi masa hidup yang sulit. Janganlah tergoda untuk berpaling dari kebenaran injil dan tetaplah setia dalam iman serta bersabar menanggung penderitaan. Jalanilah bulan ini sebagai kesempatan menjadi pengikut Kristus yang baik.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah agar kami tetap menjadi pengikut-Mu yang setia. Amin.

Rabu, 02 Februari 2022                           

bacaan : 2 Tesalonika 2 : 15 – 17

15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

Penghiburan dan Kekuatan adalah Anugerah Tuhan

Gagasan teologi yang utama dari teks hari ini adalah kedatangan Yesus yang kedua. Orang percaya diminta untuk tidak meragukannya, sebab sejak permulaan, mereka telah dipilih Allah untuk diselamatkan. Keyakinan orang percaya terkadang goyah bila diperhadapkan dengan kesukaran atau tawaran serta pilihan hidup tertentu. Oleh sebab itu keyakinan Paulus ini tetap relevan untuk dijadikan sandaran beriman dewasa ini. Kita sedang menjalani masa hidup di antara Yesus yang telah naik ke sorga dan akan datang pada kedua kalinya. Kemungkinan menghadapi hal yang mengguncang iman selalu terbuka. Karena itu turutilah nasihat Paulus: Berdirilah teguh dan berpegang pada ajaran Kristen atau kesaksian Alkitab. Rajinlah membaca Alkitab agar jalan hidupmu diterangi Firman Allah.  Takutlah akan Tuhan dan hiduplah dalam cinta kasih serta kepedulian seorang akan yang lainnya. Allah, Bapa kita akan senantiasa menganugerahkan penghiburan dan kekuatan sehingga setiap keberadaan menjadi berarti. Keberadaan menjadi berarti karena hati kita dikuatkan dan dimampukan untuk melakukan pekerjaan serta mengucapkan perkataan yang baik. Hidup adalah anugerah Tuhan untuk dijadikan sebagai kesempatan bekerja. Pilihlah melakukan pekerjaan yang baik, sebab untuk hal itulah Tuhan pasti menganugerahkan penghiburan dan kekuatan. Akhirnya ucapkanlah perkataan yang baik agar Tuhan dimuliakan.

Doa: Kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau menganugerahkan kekuatan dan penghiburan. Amin.

Kamis, 03 Februari 2022                       

bacaan : Pengkhotbah 12 : 9 – 14

Akhir kata

9 Selain Pengkhotbah berhikmat, ia mengajarkan juga kepada umat itu pengetahuan. Ia menimbang, menguji dan menyusun banyak amsal. 10 Pengkhotbah berusaha mendapat kata-kata yang menyenangkan dan menulis kata-kata kebenaran secara jujur. 11 Kata-kata orang berhikmat seperti kusa dan kumpulan-kumpulannya seperti paku-paku yang tertancap, diberikan oleh satu gembala. 12 Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan. 13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. 14 Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.

Orang Berhikmat Takut Akan Allah

Teks bacaan hari ini disebut sebagai kesimpulan atau akhir kata kitab Pengkhotbah. Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takut akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang (ayat 13). Setiap orang termasuk para pemuda, haruslah takut akan Allah dan berpegang pada perintah-Nya. Menaati Allah merupakan bukti terbaik kebijakan seseorang. Karena itu sebaiknya dilakukan sejak masih muda. Manusia, terutama orang muda harus menjalani hidup dengan bijak agar terhindar dari kesia-siaan. Itulah sebabnya dalam ayat 12 bacaan kita disebutkan: Lagipula, anakku, waspadalah! Membuat banyak buku tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan. Pernyataan pengkhotbah ini jangan sampai keliru dimengerti. Ia tidak bermaksud mengatakan bahwa orang muda tak perlu membuat buku dan belajar. Membuat buku dan belajar penting bagi orang muda, tetapi jauh lebih penting dari semua itu adalah takut akan Tuhan. Kita diminta untuk membuat tulisan yang berkualitas tentang hidup, sehingga dengannya Tuhan dimuliakan. Belajar itu penting dan karenanya harus dilakukan dengan berhikmat, agar terhindar dari mempelajari hal yang tidak berfaedah atau merusak hidup. Ingatlah bahwa segala sesuatu tentang hidup pada dasarnya adalah menghormati dan menaati Allah. Menghormati dan menaati Allah adalah ciri orang berhikmat. Perkataan mereka  bagaikan kusa dan paku. Maksudnya “menancap” atau “tertanam” dengan kuat pada orang yang mendengarnya. Perkataan orang berhikmat bukan “kosong” dan berlalu begitu saja, tetapi bermakna bagi hidup. Berusahalah untuk menjadi orang muda yang demikian.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk takut padaMu. Amin.

Jumat, 04 Februari 2022                                

bacaan : Efesus 4 : 11 – 16

11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Bertumbuh Ke Arah Kristus

Keutuhan merupakan unsur penting yang menentukan pertumbuhan jemaat. Hal inilah yang dimaksudkan Paulus sebagaimana tersebut dalam bacaan hari ini. Ia mendorong jemaat di Efesus untuk hidup bersatu dan melayani seluruh tubuh Kristus atau jemaat. Pelayanan dalam jemaat harus dilakukan dengan cara memanfaatkan karunia-karunia khusus yang telah dianugerahkan oleh Kristus. Rasul Paulus meyakini bahwa Kristuslah yang memilih sejumlah orang untuk melakukan tugas-tugas khusus. Mereka itu adalah rasul, nabi, pemberita injil, gembala, dan pengajar. Orang-orang yang diberikan karunia khusus ini bekerja untuk memastikan bahwa iman seluruh jemaat mengalami pertumbuhan. Arah dan tujuan pertumbuhan itu adalah teguh berpegang pada kebenaran di dalam kasih. Inilah yang dimaksudkan dengan bertumbuh ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Kesaksian Paulus ini menegaskan beberapa hal pokok untuk dijadikan sebagai pegangan hidup bagi orang beriman. Pertama, hiduplah dalam keutuhan sebagai sebuah keluarga kemudian di kehidupan berjemaat. Keluarga dan jemaat Kristen haruslah hidup dalam keutuhan bukan perpecahan. Keutuhan adalah kekuatan hidup yang memungkinkan bertumbuhnya karunia atau potensi yang dimiliki oleh masing-masing orang. Kedua, tetaplah beriman, terutama ketika menghadapi masa hidup yang sulit. Caranya adalah berserah dengan sungguh kepada-Nya, belajarlah memahami kehendak-Nya, dan jalanilah hidup dalam ketaatan. Ketiga, hendaklah setiap orang mengasihi seorang akan yang lainnya. Demikianlah caranya kita mengusahakan hidup berkenan kepada Kristus, Sang Kepala.

Doa: Ya Tuhan, kiranya hidup kami bertumbuh ke arah kepenuhan kasih karunia-Mu. Amin.  

Sabtu, 05 Februari 2022                          

bacaan : 1 Tesalonika 5 : 21 – 22

21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. 22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

Ujilah Segala Hal dan Peganglah Yang Baik

Pribadi, keluarga dan jemaat Kristen hendaknya menjalani keberadaan dengan prinsip: berpegang teguh dan bertumbuh dalam Tuhan. Prinsip ini sejalan dengan gagasan Paulus sebagaimana tersebut dalam teks hari ini. Berpegang teguh dan bertumbuh dalam Tuhan hanya mungkin dialami bila seseorang menguji segala sesuatu dan memegang yang baik. Segala sesuatu yang didengar, dilihat dan dialami baik berupa informasi maupun peristiwa haruslah diuji. Pengujian perlu untuk memastikan apakah terdapat manfaat atau kebaikan padanya. Hidup perlu dijalani dengan berhati-hati atau mewaspadai segala sesuatu agar terhindar dari dialaminya keburukan. Ujilah segala sesuatu dengan Firman Tuhan, sehingga baik dan buruknya informasi atau peristiwa dalam keseharian kita dapat menjadi jelas. Pastikanlah bahwa semua yang dialami itu berkenan pada Tuhan dan bermanfaat bagi kita. Jika tidak terbukti demikian, hindarilah atau janganlah berpegang padanya. Kita juga diminta untuk menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan. Manusia memiliki kecenderungan bertindak tidak sesuai dengan kehendak Allah. Ingatlah bahwa kecenderungan untuk berbuat jahat diakui sebagai sesuatu yang mendasar dalam keadaan manusia. Kejahatan terdapat dalam kehendak manusia tetapi juga dapat berwujud dalam bentuk cinta uang secara berlebihan, karena itu sebaiknya dijauhkan. Uang memang diperlukan selama kita hidup, tetapi bukan untuk dicintai secara berlebihan. Bagaimana pun bermanfaatnya uang itu, janganlah karenanya Tuhan sumber berkat dilupakan. Bergantunglah pada-Nya, maka hidupmu pasti diberkati. 

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk memegang yang baik. Amin.

*SUMBER : SHK JANUARI-FEBRUARI 2022; LPJ-GPM

Tinggalkan komentar