Santapan Harian Keluarga (SHK) 6 – 12 Februari 2022

Tema Mingguan : “Kuasa Yesus Mengubah Hidup”

Minggu, 06 Februari 2022                               

Bacaan : Lukas 5 : 1 – 11

Penjala ikan menjadi penjala manusia
Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." 11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Allah Segalanya Bagi Hidupku

Allah harus menjadi yang utama atau segalanya dalam kehidupan kita. Hal ini ditunjukkan oleh Simon ketika ia merelakan dirinya untuk mengikuti kata-kata Yesus yakni bertolak ke tempat yang lebih dalam supaya dapat memperoleh ikan. Perkataan Yesus telah menantang cara berpikir Simon yang selama ini dibangun hanya berdasar atas pengalamannya. Simon pun mengikuti perintah Yesus sekalipun hal tersebut tidak bisa diterima oleh akal sehatnya. Apalagi sepanjang malam ia dan teman-temannya sudah bekerja dan tidak mendapatkan seekor ikan pun. Ada sedikit nada keraguan dari respon Simon, namun akhirnya ia melakukan juga permintaan Yesus, Gurunya itu. Ketaatan Simon pada perkataan Yesus kemudian membawa pada sebuah keajaiban yakni hasil tangkapan yang berlimpah, sehingga membutuhkan para murid Yesus yang lain untuk membantu mengangkut hasil tangkapan tersebut. Banyak orang takjub melihat kejadian tersebut dan timbullah kepercayaan di hati mereka. Kuasa Yesus selain mengubah keyakinan Simon dan kawan-kawannya, juga situasi hidup. Gagal dalam pencarian diubah menjadi sukses besar. Manusia tak selamanya berhasil dalam karier, pekerjaan, pencarian, dan perjuangan. Karena itu hendaklah kisah ini menjadi inspirasi untuk tetap bersandar pada Yesus dan mengandalkan kuasa-Nya yang ajaib itu. Kuasa Yesus mengubah hidup, sehingga sejak saat itu, Simon tidak lagi menjadi penjala ikan, melainkan menjadi penjala manusia.

Kita juga sedang ditantang, beranikah  mengarahkan hati, pikiran dan kehendak pada sabda Allah dengan konsekuensi meninggalkan apa yang merupakan andalan hidup?

Doa: Tuhan berikan kuasa-Mu untuk setia pada perintah-perintah-Mu. Amin.

Senin, 07 Februari 2022

Bacaan : Lukas 8 : 1 – 3

Perempuan-perempuan yang melayani Yesus.
Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Perempuan – Perempuan Yang Telah Menerima Kuasa Yesus
Perempuan-perempuan yang melayani Yesus adalah orang-orang yang telah mengalami kuasa Yesus. Mereka adalah Maria Magdalena, perempuan yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, dan banyak perempuan lain. Respon terhadap kuasa ilahi yang telah mereka alami adalah dengan melayani rombongan Yesus. Perempuan-perempuan tersebut melayani rombongan Yesus dengan kekayaan yang mereka miliki. Kekayaan yang dimaksud disini adalah keuangan, dan seluruh potensi yang dimiliki. Perempuan-perempuan ini melayani Yesus secara total, baik dengan materi maupun tenaga atau seluruh keberadaan. Kehadiran dan penerimaan Yesus terhadap pelayanan mereka membuktikan bahwa misi pelayanan-Nya tidak membedakan strata golongan dan jenis kelamin. Faktanya, dalam kehidupan sosial-budaya saat itu, perempuan dianggap sebagai masyarakat kelas dua. Realitas itu didobrak Yesus, sehingga ketimpangan sosial runtuh. Perempuan-perempuan yang telah menerima sentuhan kasih Yesus itu memperoleh kesempatan untuk melayani-Nya.. Mereka telah mengalami kuasa Yesus yang ajaib. Kuasa tersebut kemudian menjadi daya dorong bagi perempuan itu untuk melayani Yesus. Sama seperti Maria Magdalena dan perempuan-perempuan yang lainnya, marilah kita juga menjadi orang percaya yang termotivasi untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi Tuhan dan banyak orang. Kebaikan Tuhan telah kita terima dengan limpahnya, sehingga layak untuk diteruskan bagi orang lain dan kemuliaan-Nya.

Doa: Tuhan, kuasa-Mu adalah kekuatan hidup, mampukanlah kami untuk semakin rela melayani Engkau .Amin!

Selasa, 08 Februari 2022

Bacaan : Lukas 19 : 1 – 10

Zakheus.
Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Kuasa Yesus Mengubah Hidup dan Membawa Keselamatan
Zakheus memiliki kerinduan hati untuk berjumpa dengan Yesus, sehingga berlari mendahului semua orang dan memanjat pohon ara karena badannya pendek. Bukanlah kebetulan bahwa kerinduan hati Zakheus yang hanya mau melihat saja ternyata diintervensi Yesus dengan langsung memanggil nama Zakheus dan menumpang di rumahnya. Misi penyelamatan pun terjadi bagi Zakheus yang dianggap orang berdosa oleh orang banyak karena pekerjaannya sebagai pemungut cukai. Zakheus yang sebelumnya hanya dianggap sebagai orang yang suka menerima dan mengambil, berubah menjadi seseorang yang suka memberi dan mengembalikan kepada sesamanya. Perjumpaan dengan Yesus telah membawa perubahan hidup bagi Zakheus. Bagaimana dengan kita sebagai keluarga Allah, apakah ada perubahan dalam kehidupan kita saat berjumpa dengan Tuhan Yesus? Mungkin tadinya kita menjadi orang-orang yang suka mendukacitakan hati Tuhan dan sesama melalui tutur kata, sikap serta perilaku hidup. Namun kita dapat berubah menjadi anak-anak Tuhan yang bersikap manis dalam tutur kata serta perilaku hidup yang menyenangkan hati Tuhan dan sesama, jika kita juga sungguh-sungguh mau memberi hidup. Kita percaya semuanya itu akan terwujud atas campur tangan Tuhan, di saat hati kita terbuka untuk dituntun oleh Roh Kudus. Tak ada seorang dari kita yang luput dari kesalahan atau dosa. Namun Tuhan Allah kita senantiasa berkehendak baik dan campur tangan untuk mengubah hidup menjadi berkenan pada-Nya. Ia menghendaki umat-Nya mengalami pertobatan dan selamat, bukan kebinasaan.

Doa: Tuhan Yesus ubahlah hati dan hidup kami seturut kehendak-Mu. Amin.


Rabu, 09 Februari 2022

Bacaan : Yohanes 8 : 2 – 11

Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah
lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Kuasa Yesus Memberi Pengampunan
Betapa bahagianya perempuan yang kedapatan berbuah zinah saat diancam hukuman dilempari dengan batu sesuai dengan hukum Taurat, namun mendapat pengampunan dari Tuhan Yesus. Perempuan ini dibawa oleh orang-orang yang punya tujuan untuk menjebak Yesus dengan pilihan kalau Yesus setuju menghukum perempuan tersebut, maka Yesus akan dinilai tidak mempunyai kasih. Sebaliknya, kalau Yesus melarang maka Yesus melanggar hukum Taurat. Maksud jahat orang-orang tersebut telah diketahui oleh Yesus dan Ia menanggapi mereka dengan menulis di tanah. Namun karena terus didesak akhirnya Yesus mengatakan bahwa barangsiapa yang tidak berdosa dialah yang pertama melempari perempuan itu dengan batu. Atas jawaban Tuhan Yesus itu maka mereka satu persatu meninggalkan Tuhan Yesus sendiri bersama dengan perempuan berzinah itu. Yesus menanyakan di mana mereka dan apakah tidak ada yang menghukumnya? Perempuan itu menjawab “tidak ada”. Yesus kemudian menyampaikan kepada perempuan yang berzinah itu bahwa Ia juga tidak menghukumnya, tetapi perempuan tersebut tidak boleh mengulangi perbuatannya lagi. Pengampuan dari Tuhan Yesus menjadi jalan bagi perempuan dimaksud untuk memulai hidup baru. Demikian juga seharusnya dengan kita yang telah menikmati kasih dan pengampunan Tuhan Yesus melalui pengorban-Nya di kayu salib. Janganlah kita menyia-nyiakannya dengan sikap dan perilaku hidup dalam dosa dan kecemaran. Namun, hiduplah baru dengan pengampunan yang telah diperoleh.

Doa: Tuntunlah kami ya Tuhan dengan kuasa Roh Kudus agar kami menjauhi perbuatan dosa. Amin.

Kamis, 10 Februari 2022

Bacaan : Yohanes 4 : 27 – 42

Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?" Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:"Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah." Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal."Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka."Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya.Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.

Kuasa Yesus Memberi Hidup Baru
Perempuan Samaria yang berjumpa dengan Yesus di sebuah sumur saat ia datang hendak menimba air merupakan kelompok masyarakat yang terpinggirkan dalam strata masyarakat Yahudi pada waktu itu. Apalagi dengan status rumah tangganya yang kawin cerai sampai 5 kali membuatnya tidak layak dalam pandangan hidup bermasyarakat. Hal ini dibuktikan saat ia datang menimba air pukul 12 siang dalam situasi sepi dan tidak ada orang yang melihatnya. Namun, perjumpaan dengan Yesus mengubah hidup perempuan ini dengan pernyataan imannya kepada Tuhan Yesus sebagai Mesias Anak Allah (ay.19;25). Menarik dari kesaksian ini bahwa berkat hidup baru bagi perempuan Samaria yang berjumpa dengan Yesus tidak hanya diklaim atau ditutupi untuk dirinya sendiri, namun ia pergi menyampaikan dan memberitakannya kepada semua orang Samaria di kota itu (ay.39). Sebuah perubahan yang penting dan mendasar dalam kehidupan perempuan Samaria ini saat berjumpa dengan Yesus. Bagaimana dengan kita sebagai keluarga Kristen, papa, mama dan anak-anak? Apakah perjumpaan dengan Tuhan Yesus melalui doa kita serta ibadah setiap hari dan setiap saat membuat kita bersemangat dan sukacita untuk menyampaikan kepada semua orang yang belum mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus melalui sikap dan perilaku hidup yang selalu menyenangkan hati Tuhan dan sesama? Mintalah tuntunan Roh Kudus supaya kita mampu melakukannya.

Doa: Mampukan kami ya Tuhan dengan kuasa Roh KudusMu agar kami dapat memberitakan tentang Tuhan bagi semua orang. Amin.-

Jumat, 11 Februari 2022

Bacaan : Kisah Para Rasul 9 : 1 – 19a

Saulus Bertobat.
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.
Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"
Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."
Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. 

Kuasa Yesus Membawa Pertobatan
Rasul Paulus, seorang rasul yang besar dalam jamannya, mempunyai sejarah perjalanan hidup yang mengalami perubahan secara radikal saat berjumpa dengan Tuhan Yesus di depan pintu kota Damsyik. Sebelum perjumpaan dengan Tuhan Yesus, Saulus (nama awalnya) dengan keras memperjuangkan dan mempertahankan tradisi keyahudiannya. Saulus menjadi penggerak untuk menangkap dan membunuh setiap orang Kristen mula-mula yang percaya kepada Tuhan Yesus. Sepak terjangnya terus berlanjut dengan meminta surat kuasa untuk pergi ke majelis Yahudi di Damsyik dengan tujuan menangkap orang Kristen dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dibunuh. Niat hati dan tindakan Saulus pun menjadi hancur lembur saat cahaya kemuliaan Tuhan menyinarinya. Saulus rebah ke tanah dan tidak dapat melihat apa-apa. Ia hanya mendengar suara Tuhan dari Sorga yang bertanya mengapa ia menganiaya Tuhan? Perjumpaan dengan Tuhan Yesus mengubah seluruh hidup Saulus. Namanya kemudian disebut Paulus. Seorang penghambat pekerjaan Tuhan menjadi seorang pelayan dan pekabar injil Tuhan. Kesaksian inipun menjadi kekuatan bagi kita sebagai keluarga Kristen baik orang tua maupun anak-anak untuk setia dan taat dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan serta kesaksian kita sebagai orang percaya. Kita mesti yakin bahwa sekeras atau sejahat apapun seseorang, ia pasti akan dapat diubah dan bertobat atas campur tangan Tuhan. Itulah sebabnya pentingnya perjumpaan dengan Tuhan melalui tuntunan Roh Kudus untuk melakukan perintah dan kehendak Tuhan sebagai bagian dari pemberitaan Injil Tuhan.

Doa: Terima kasih Tuhan atas perjumpaan yang selalu membawa pembaruan dan pertobatan dalam hidup kami. Amin.-

Sabtu, 12 Februari 2022

Bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 19 – 21

Paulus dan Barnabas ke Anthiokia
Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.

Kuasa Yesus Memberi Keberanian Untuk Bersaksi
Semakin dibabat semakin merambat, istilah ini menggambarkan proses hidup tumbuhan alang-alang. Istilah inipun dapat dipakai untuk melukiskan situasi dan kondisi penyebaran injil Kristus oleh para rasul dan orang percaya pada masa gereja mula-mula. Tidak sedikit tantangan bahkan penganiayaan yang dialami oleh persekutuan orang percaya dalam memberikan injil Kristus kepada dunia dan semua orang yang belum percaya. Namun, semangat untuk menyaksikan tentang Yesus adalah Tuhan dan Mesias Anak Allah terus dilakukan oleh para murid dengan tidak rasa takut dan gentar. Para murid dan orang percaya dengan yakin dan berani menyampaikan kabar sukacita dan keselamatan karena tangan Tuhan yang tak kelihatan selalu menuntun, menyertai dan memberkati mereka. Para rasul menghadapi tantangan bahkan ancaman namun situasi tersebut tidak menyurutkan semangat dan keberanian mereka untuk memberikan injil Kristus bagi dunia. Apa yang mereka alami, lakukan dan saksikan ini tentunya menjadi teladan bagi mereka yang belum percaya untuk menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebuah teladan yang baik juga untuk kita sebagai keluarga Kristen di tengah tantangan bahkan ancaman hidup sekarang ini. Terkadang situasi dan kondisi yang sulit membuat kita takut juga malu untuk memberitakan tentang Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Untuk itu, andalkanlah kuasa Roh Kudus agar kita tetap semangat dan berani untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus bagi semua orang yang belum percaya.

Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk semangat dan berani memberitakan tentang Tuhan Yesus bagi dunia ini. Amin.-

*SUMBER : SHK BULAN FEBRUARI 2022 LJP-GPM

Tinggalkan komentar