Tema Mingguan : “Kuasa Yesus Mengalahkan Roh Jahat“
Minggu, 20 Februari 2022
bacaan : Matius 12 : 22 – 37
Yesus dan Beelzebul
22 Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. 23 Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud." 24 Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan." 25 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. 26 Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? 27 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. 29 Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu. 30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. 31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. 32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak. 33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. 34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. 35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. 36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."
Kebaikan Mengalahkan Kejahatan
Kisah berikut menarik untuk disimak bersama-sama, yakni pengalaman perjumpaan dengan sebuah keluarga di salah satu jemaat yang berada di kota Ambon. Berlangsunglah percakapan seputar pergumulan keluarga tersebut. Papa-mama keluarga ini menyampaikan kekesalan dan amarah mereka terhadap tetangga sebelah. Dikatakan bahwa tetangga menggunakan “kuasa gelap” untuk menyerang mereka sehingga salah seorang anak sakit dan belum sembuh meskipun sudah dibawa ke beberapa dokter. Selain itu, anak yang lain pun sudah tes CPNS berkali-kali tapi tidak lolos. Sejalan dengan kisah di atas, bacaan hari ini juga berbicara tentang seseorang yang buta dan bisu karena dikuasai oleh roh jahat. Namun, dengan Kuasa yang Yesus miliki Ia menyembuhkan orang itu sehingga dapat berbicara dan melihat (ay.22). Mujizat yang dibuat Yesus ini menimbulkan reaksi yang beragam dari orang banyak maupun orang Farisi. Orang banyak menjadi kagum akan apa yang dilakukan Yesus meskipun mereka memiliki sedikit keraguan, apakah Yesus berasal dari keturunan Daud? (ay.23). Sebaliknya, orang Farisi menuduh Yesus menggunakan kekuatan Beelzebul (pemimpin setan/iblis) untuk menyembuhkan orang yang buta dan bisu tersebut. Yesus menyangga tuduhan mereka dengan berkata bagaimana setan dapat melawan setan? Kerajaannya akan hancur (ay.26) tapi Aku mengusir setan dengan menggunakan kuasa Roh Allah (ay.28). Maknanya adalah bahwa Yesus berkuasa menyembuhkan dan menyelamatkan hidup kita. Janganlah takut dan berhenti berharap pada-Nya, sebab Ia yang mati dan bangkit itu berkuasa mengalahkan kuasa apa pun.
Doa: Tuhan, tuntun kami untuk melakukan kebaikan bagi sesama. Amin.
Senin, 21 Februari 2022
bacaan : Markus 3 : 7 – 12
Yesus menyembuhkan banyak orang
7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, 8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. 9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. 11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." 12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
Lihat, Roh Jahat Menyembah dan Mengakui Yesus Anak Allah
Adakah di antara kita yang tidak menginginkan kesembuhan? Pasti tidak ada. Mengapa demikian? Sebab, ketika kita mengalami sakit, maka kondisi tubuh lemah dan aktifitas terganggu. Jalan keluarnya adalah minum obat, periksa ke dokter, istirahat dan berdoa. Bacaan hari ini juga berbicara tentang situasi hidup yang dipengaruhi penyakit dan upaya mendatangi Yesus agar kesembuhan dialami. Gangguan kesehatan dialami di berbagai tempat, yakni Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea seberang Yordan, Tirus, dan Sidon. Mereka itu bukan saja yang mengalami gangguan kesehatan fisik, tetapi juga karena dirasuki roh-roh jahat. Semua orang yang mengalami gangguan kesehatan fisik mengalami kesembuhan karena menjamah Yesus. Yesus dijamah dan dialamilah kesembuhan, sebab kuasa-Nya melebihi seluruh pergumulan hidup. Kuasa Yesus itu ternyata terwujud dengan cara yang lebih ajaib pada mereka yang mengalami gangguan roh-roh jahat. Semua mereka yang diganggu roh jahat ketika melihat Yesus mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak “Engkaulah Anak Allah”. Hal ini berarti, roh-roh jahat mengakui Yesus adalah Anak Allah. Jatuh tersungkur menunjukkan pula sikap menyembah kepada Yesus yang adalah Anak Allah. Kisah ini sebenarnya hendak memberi pesan kepada kita bahwa setan, iblis, roh-roh jahat saja menyembah dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah, lalu mengapa kita harus mencari yang lain untuk menyembuhkan kita dari sakit yang diakibatkan oleh berkuasanya roh-roh jahat dalam diri kita. Kita adalah umat Tuhan, karena itu cari dan menyembah Tuhan adalah keputusan yang tepat untuk melepaskan kuasa-kuasa roh jahat dari kehidupan kita.
Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah diriku agar setia menyembah-Mu. Amin.
Selasa, 22 Februari 2022
bacaan : Markus 9 : 38 – 41
Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan
38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." 39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. 40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. 41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."
Hati – Hati Dengan Murid Gadungan
Istilah yang selalu digunakan kepada orang-orang yang bukan tentara atau polisi namun mengaku tentara atau polisi adalah tentara atau polisi gadungan. Memang sulit untuk mengatakan mereka adalah tentara atau polisi gadungan sebab mereka memakai seragam tentara atau polisi beserta atributnya. Yang bisa mengetahui apakah mereka adalah tentara atau polisi gadungan adalah mereka yang benar-benar tentara atau polisi.Tampaknya kisah dalam Markus 9:38-41 adalah peristiwa adanya murid Yesus gadungan yang mengusir setan juga dengan menggunakan nama Yesus. Ketika murid-murid Yesus melihat adanya orang lain yang menggunakan nama Yesus untuk mengusir setan, dicegahlah ia yang melakukan tindakan mengusir setan menggunakan nama Yesus. Namun, Yesus melarang murid-muridNya mencegah murid Yesus gadungan tersebut. Bagi Yesus, semua orang bisa memakai namaNya untuk melakukan apapun, termasuk mengusir setan. Namun, jika hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan Yesus maka sia-sialah apa yang dilakukan oleh orang tersebut, meskipun memakai nama Yesus. Butuh penerimaan dan penghormatan akan Yesus baru dapat melakukan apapun dengan menggunakan nama Yesus. Itulah yang diungkapkan oleh Yesus di ayat 41 “…sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya”.
Kisah ini hendak memberi pesan kepada kita untuk hati-hati dengan mereka yang menggunakan nama Yesus untuk melakukan penyembuhan atau mengusir kuasa-kuasa setan atau
Doa: Ya Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk dapat membedakan mana yang dari-Mu, dan mana yang bukan dari-Mu…Amin.
Rabu, 23 Februari 2022
bacaan : Matius 8 : 28 – 34
Dua orang yang kerasukan disembuhkan
28 Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. 29 Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" 30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. 31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." 32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air. 33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. 34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
Setan Takluk Pada Yesus
Cerita tentang dua orang yang kerasukan setan memiliki ketertarikan tersendiri. Meskipun kita sudah berada di zaman yang serba maju, zaman yang perkembangannya sangat cepat dan ditandai dengan kemajuan di bidang informasi, telekomunikasi, serta tekhnologi. Meskipun demikian, kita juga sering mendengar adanya orang yang ternyata di zaman sekarang ini masih mengalami kerasukan. Hal ini berarti roh jahat atau kuasa setan masih ada dalam era sekarang ini dan selalu mencari jalan untuk merasuki kehidupan kita. Hal ini sejalan dengan Firman Tuhan dalam 1 Petrus 5: 8 katakan “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Cerita tentang dua orang yang kerasukan menarik, karena ketika Yesus mengusir dan menyuruh setan itu keluar, setan justeru meminta kepada Yesus untuk memindahkan mereka ke dalam kawanan babi. Yesus lalu berkata kepada mereka:”pergilah!”. Dua orang yang kerasukan sekejap pun sembuh dari kerasukan setan-setan tersebut. Kisah ini menegaskan bahwa roh-roh jahat atau setan itu takluk kepada Yesus. Yesus memiliki kuasa atas seisi dunia termasuk setan atau roh jahat yang ada. Melalui kisah ini kita diingatkan bahwa bersama Yesus kuasa apa pun akan takluk. Itu pertanda kita harus menjalani kehidupan ini di dalam dan bersama Yesus agar kuasa setan dan roh jahat menjauh dan tidak akan menguasai kehidupan kita, yang mana di dalam kuasa setan atau roh jahat kita akan terjerumus melakukan dosa.
Doa: Ya Tuhan, berjalanlah bersama kami agar kuasa setan tidak menguasai hidup ini. Amin.
Kamis, 24 Februari 2022
bacaan : Lukas 4 : 31-37
Yesus dalam rumah ibadat di Kapernaum
31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." 35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar." 37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.
Setiap Saat Yesus Berkuasa Dalam Hidupku
Kita pasti tahu bahwa Bait Allah atau gedung gereja adalah tempat untuk umat yang beragama Kristen beribadah kepada Tuhan. Mengapa demikian? Sebab Bait Allah atau gedung gereja diyakini sebagai tempat kediaman Tuhan Allah. Pertanyaannya, apakah setan tidak boleh atau tidak bisa masuk ke dalam Bait Allah atau gedung gereja, apalagi masuk saat umat Kristen beribadah kepada Tuhan? Ternyata, dari cerita Lukas 4:31-37 kita dapat menemukan jawaban atas pertanyaan ini bahwa saat orang-orang beribadah di rumah Ibadat, yakni di Kapernaum, setan pun ada hadir dalam ibadah tersebut. Setan tidak hanya hadir dalam rumah Ibadat, namun juga masuk juga pada salah satu orang yang sementara mengikuti ibadah. Tidak tanggung-tanggung, setan juga tidak mau kalah dengan Yesus yang sedang berkhotbah dan menyampaikan ajaran-Nya. Makanya, setan berteriak melalui salah orang yang telah dirasuki roh setan itu. Namun, Yesus tidak tinggal diam, Ia pun menghardik setan itu dengan mengatakan: “Diam, keluarlah dari padanya”. Seketika itu pula setan tersebut keluar tidak hanya dari orang kerasukan, namun juga dari rumah Ibadat. Peristiwa ini membuat semua orang tercengang dan kagum dengan Yesus yang penuh wibawa dan kuasa mengusir setan. Kiranya kita menjadi sadar bahwa setan pun ada di mana-mana termasuk tempat ibadah. Andalkanlah kuasa Tuhan agar semua kuasa yang menghambat hidup dapat dikalahkan. Hindarilah mengandalkan kekuatan diri sendiri, kepintaran, kekayaan, atau menganggap diri kita kuat, dan lainnya. Karena itu, pada setiap tempat dan saat berilah tempat dalam hidup agar Yesus berkuasa.
Doa: Tuhan, Kuasailah hidupku setiap saat. Amin.
Jumat, 25 Februari 2022
bacaan : Lukas 4 : 38 – 41
Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus dan orang-orang lain
38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. 39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. 40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. 41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
Kuasa Yesus Luar Biasa
Setelah Ia mengusir setan di rumah ibadat, Yesus pun meninggalkan tempat itu. Yesus pergi ke rumah Simon. Ternyata, ibu mertua Simon sedang demam tinggi. Demam ini membuat tubuhnya lemah sampai-sampai dia tidak sanggup menghampiri Yesus. Melihat kondisi ini, orang-orang di rumah itu meminta Yesus agar menolongnya (38). Yesus pun menghampiri tempat tidurnya dan menghardik demam itu. Seketika itu, demamnya hilang dan tubuhnya menjadi kuat. Lukas menulis, “Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka”. Kuasa Yesus mengalahkan roh jahat, kuasa Yesus mengalahkan segalanya. Ketika misalnya menonton film horor, kadang kita merasa takut karena adegan film tersebut menegangkan atau menyeramkan. Perilaku seperti itu agak mencerminkan bahwa kita kehilangan kesadaran akan adanya Tuhan yang luar biasa dan dapat membuat semua bertekuk lutut. Kuasa-Nya lebih besar daripada kuasa-kuasa apapun, Ia menjaga dan melindungi kita dari kuasa kegelapan. Ingatlah bahwa dengan doa kita, Tuhan hadir, dan membentengi menyelamatkan. Ia tidak akan membiarkan dan melupukan kita. Janganlah takut sebab Allah menyertai dan Kuasa-Nya memagari, sehingga kita aman dalam lindungan-Nya. Kuncinya hidup orang beriman adalah selalu mengandalkan-Nya maka Ia akan berperang untuk kita dan kita hanya diam saja. Andalkanlah Tuhan dalam hidupmu bukan andalkan yang lain, karena hanya dari Tuhan lah kita mendapat keselamatan.
Doa: Tuhan, aku mau hidup selalu mengandalkanMu setiap saat karena hanya di dalamMu ada rasa aman. Amin.
Sabtu, 26 Februari 2022
bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 4 – 13
Filipus di Samaria
4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. 5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. 6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. 7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. 8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. 9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. 10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar." 11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. 12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. 13 Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi.
Hanya Yesus Bukan Yang Lain
Saat Filipus berkarya di kota Samaria, sudah ada Simon yang lebih dahulu dikenal oleh masyarakat. Simon dikenal sebagai ahli sihir dan membuat takjub rakyat Samaria dengan perbuatan sihirnya itu. Bahkan dikatakan, baik orang besar maupun orang kecil mengikuti dia dan menyebutnya “Kuasa Besar.” Namun, keadaan berubah setelah Filipus memberitakan Injil di kota itu. Setelah mendengar dan melihat tanda-tanda mukjizat yang dilakukan Filipus, penduduk Samaria sangat bersukacita. Bukan hanya itu, mereka yang tadinya mengikuti Simon, si tukang sihir, kini beralih menjadi percaya kepada Injil Kerajaan Allah dan kepada Yesus Kristus. Mereka pun memberi diri dibaptis karena mereka sebulat hati menerima pemberitaan Filipus itu. Hal ini memperlihatkan bahwa kuasa Yesus mengalahkan kuasa sihir mana pun. Berita Injil lebih kuat dan mengubahkan banyak orang yang mau mendengar-Nya. Sekitar 20 tahun yang lalu ketika SMP saya pernah ditawari oleh seseorang untuk ke dukun supaya dipasang susuk biar tambah cantik katanya, tetapi saat itu saya menolaknya karena itu tidak dibenarkan, saya hanya mengandalkan Tuhan, dan saya percaya Tuhan akan berikan yang terbaik. Hanya Yesus lah tempat jawaban dari segala persoalanmu, hanya Yesus lah yang dapat memberimu kelegaan. Kuasa Nya besar untuk hidupmu.
Doa: Tuhan, hanya Kau harapanku, Hanya kepada-Mu aku berlindung dari kejamnya dunia. Amin.
*sumber : SHK Bulan Februari 2022