Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 Maret 2022

Tema Mingguan : ” Tuhan Tempat Perlindungan dalam Kesesakkan “

Minggu, 06 Maret 2022                                  

bacaan : Mazmur  91 : 1 – 16

Dalam lindungan Allah
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa 2 akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." 3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. 4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. 5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, 6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. 7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. 8 Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. 9 Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, 10 malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; 11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. 12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. 13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. 14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. 15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Aman Dalam Lindungan Tuhan

Puji Tuhan ibu pendeta! Papa, mama dan keluarga sudah tiba di kampung Aboru dengan selamat. Kondisi papa baik-baik saja. Beta dan suami akan ke Aboru besok. Mohon topangan doa ibu pendeta selalu”, cerita Ita dengan penuh semangat. Tak ada lagi suara tangisan. Kekuatiran bahkan ketakutan terhadap keselamatan orang tuanya pun sirna dan berganti dengan kesukacitaan. Ita tak lagi dihantui oleh pikirannya tentang perjalanan panjang melalui hutan dan gunung dengan jalan-jalannya yang sulit ditempuh dan makanan yang sulit. “Makanan yang tidak biasa katong makan, terpaksa harus katong makan supaya katong seng lapar. Beta ingat akang waktu beta dan keluarga mengungsi tahun 99. Beta seng mampu pikirkan akang kalau papa dan mama harus mengalami hal yang sama lai”, cerita Ita waktu itu. Beberapa hari setelah percakapan dengan Ita, kami bertemu di salah satu ruang sekertariat. Ita terlihat lebih semangat dan dengan muka berseri ia mengatakan : “Tuhan ni paleng bae, ibu e. Hanya karena Antua pung perlindungan, beta pung keluarga samua tetap dalam kondisi baik sampai saat ini. Ada banyak yang papa dan mama masih butuhkan di tempat pengungsian, tapi beta yakin Tuhan tetap menjaga katong”. Pernyataan Ita menunjukkan kepercayaannya yang sungguh kepada Allah sama seperti Pemazmur. Allah menjadi tempat perlindungan di tengah dunia yang kacau. Kesetiaan Allah bagaikan perisai yang melindungi serdadu atau tembok kuat yang menjamin hidup keluarga. Kesusahan yang disebabkan oleh alam, penderitaan bagi fisik hingga malapetaka pun tidak akan dapat menyentuh hidup orang-orang yang berada dalam perlindungan Tuhan. Untuk itu, penyerahan hidup yang sungguh kepadaNya sudah seharusnya menjadi cara beriman kita. Jang pernah meragukan penyertaan dan perlindungan Tuhan bagi kita.

Doa: Ya Tuhan, kami menyerahkan hidup ini untuk selalu berada dalam perlindunganMu. Amin.

Senin, 07 Maret 2022                                  

bacaan : Ulangan 33 : 26 – 29

26 Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. 27 Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: Punahkanlah! 28 Maka Israel diam dengan tenteram dan sumber Yakub diam tidak terganggu di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur; bahkan langitnya menitikkan embun. 29 Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka."

Tuhan Tempat Perlindungan

Gadis yang putus cinta, berada di salah satu jembatan dan hendak membunuh diri. Ia mengalami perasaan putus asa, kecewa, hilang harapan, seakan-akan dunia ini akan kiamat. Namun, seorang laki-laki datang menolong gadis tersebut dari niat buruknya. Laki-laki  itu tidak saja menolong si gadis dari kematian tetapi juga mengubah   motivasinya untuk melihat dunia dan masa depan dengan penuh harapan. Tindakkan sang lelaki tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk pengasihan. Bila manusia saja mampu mengasihani, maka terlebih lagi Allah, pengasihannya tak dapat diselami dengan sempurna. Allah menyelamatkan dan mengasihani bangsa Israel, umat yang dipilh-Nya dari antara bangsa-bangsa. Pengasihan Allah mereka alami dengan limpahnya dan dikatakan: “Israel diam dengan tenteram dan sumber Yakub diam tidak terganggu di dalam suatu negeri yang ada gandum dan anggur; bahkan langitnya menitikkan embun” (ay.28). kisah sperti ini hendak mengajak kita untuk mengutamakan kasih dan penyerahan hidup kepada Allah serta mendengarkan firman-Nya melebihi teman, sahabat, keluarga dan apa pun di dunia ini. Kasih dan penyerahan hidup kepada Allah sifatnya universal artinya berlaku bagi semua orang percaya. Refleksinya adalah bila kita percaya kepada Allah yang benar, maka hidup dan perbuatan haruslah tidak bertentangan dengan kebenaran. Kita haruslah hidup untuk kemuliaan Tuhan. Ingatlah bahwa Hidup ini ibarat berlayar di tengah laut. Laut tidak selamanya tenang, bisa datang badai, angin kencang, gelombang yang menakutkan. Namun dengan tetap percaya akan perlindungan  Allah, maka kita akan  sampai pada tujuan hidup. Janganlah pula mengandalkan alah-alah lain, atau sombong karena kekuatan,  jabatan, pangkat dan uang. Hindarilah untuk tidak cepat kecewa, putus asa, marah dan menjauh dari Tuhan. Curahkan isi pada Tuhan maka anda akan tenang (Maz. 62:6-9).

Doa: Bapa, tolong kami mengatasi beratnya tekanan hidup. Amin.

Selasa, 08 Maret 2022                                 

bacaan : 2 Samuel 22 : 1 – 4

Nyanyian syukur Daud
Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul. 2 Ia berkata: "Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, 3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan. 4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku

Nyanyian Kemenangan Dari Dalam Cengkraman

erjalanan hidup Daud bagaikan berjalan di  tepi jurang maut. Beberapa kali nyawanya terancam. Betapa tidak enaknya kehilangan rasa aman seperti itu. Mengapa Tuhan tidak memberikan jalan mudah baginya, bukankah Daud mengemban tugas dari Tuhan? Pertanyaan seperti ini biasanya tidak mudah untuk dijawab. Walau demikian, Daud terus berseruh kepada Tuhan. Ia tetap percaya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah yang berkuasa melepaskannya dari cengkeraman musuh. Daud tidak pernah mengatakan bahwa ia tidak pernah berbuat dosa atau bahwa dirinya sempurna. Banyak yang dia lakukan baik persinahan maupun pembunuhan, namun dia sadar akan perbuatannya dan mau mohon pengampunan dari pihak Allah. Daud sadar  bahwa karier yang diberikan Tuhan kepadanya luar biasa. Termotivasi akan hal itu,  dia menjadi berani, gagah dan kuat. Tampillah Daud sebagai sosok raja yang mempimpin dengan perkasa dan mengalami banyak kemenangan. Sejalan dengan itu, ia sadar bahwa keberhasilannya dapat mengakibatkan dialaminya banyak musuh bahkan terancam untuk dibunuh. Saul pernah mengejar Daud dan hendak membunuh, namun Tuhan menolongnya. Daud katakan terpujilah Tuhan, sebab ia sadar sungguh bahwa Tuhan-lah yang membentenginya dari musuh dan lawan. Ia katakana pula bahwa hanya Tuhan sandaranku. Begitulah ungkapan imannya. Krikil-krikil itu tajam, perjalanan itu sakit dan menakutkan, jangan menyerah, peganglah tangan Tuhan, supaya langkah kita tidak tergelincir. Jika sekarang anda jatuh, bangun dan pegang tangan Tuhan, Berjalanlah dengan Dia…….kemenangan akan diperoleh.

Doa: Tuhan ajarilah kami untuk memandang-Mu di tengah kekelaman. Amin.

Rabu, 09 Maret 2022                                     

bacaan : Mazmur 94 : 20 – 23

20 Masakan bersekutu dengan Engkau takhta kebusukan, yang merancangkan bencana berdasarkan ketetapan? 21 Mereka bersekongkol melawan jiwa orang benar, dan menyatakan fasik darah orang yang tidak bersalah. 22 Tetapi TUHAN adalah kota bentengku dan Allahku adalah gunung batu perlindunganku. 23 Ia akan membalas kepada mereka perbuatan jahat mereka, dan karena kejahatan mereka Ia akan membinasakan mereka; TUHAN, Allah kita, akan membinasakan mereka.

Tuhan Melindungi Orang Benar

Sering kita menyalahkan dan menghakimi kesalahan sesama, membalas kejahatan dengan kejahatan, caci maki dengan caci maki. Kita lupa bahwa ajaran yang sangat mendasar dalam kekristenan adalah saling mengasihi dan memaafkan. Atas dasar itu, sebagai orang percaya kita dimintakan untuk terus menanamkan dan menumbuhkan serta meningkatkan budaya saling menghargai dan menghormati.

Tuhan Allah kita adil dalam keputusan dan bersih dalam penghukuman. Ia tidak membela dan membenarkan yang salah. Karakter ilahi seperti ini selayaknya membentuk pola hidup kekristenan. Orang Kristen didorong untuk gelisah bahkan  berduka melihat ketidakadilan, kekejaman dan kebusukan di dunia. Kegelisahan dan kedukaan itu melahirkan sikap beriman tekun berdoa,  serta mendorong juga mempelopori tindakkan cerdas untuk menghentikan semua kenyataan yang menghambat manusia bertumbuh ke arah yang lebih baik. Kejahatan tidak boleh menang dalam kehidupan dan dibiarkan berlangsung dengan sewenang-wenang. Pilihan iman kita adalah membela kehidupan dan tidak membiarkan kejahatan berlangsung atau menguasainya kita harus “mengambil jarak” dan tidak berpihak atau bersekutu serta bersekongkol dengan kefasikan (ay.20,21). Tuhan adalah kekuatan yang melindungi kita dari semua hal yang jahat. Pemazmur meyakininya sebagai kota benteng, gunung batu dan perlindungan. Karena itu hayatilah bahwa kejahatan tidak akan menang atas kebenaran. Sebab Tuhan Allah kita akan membalas  perbuatan kejahatan dan membinasakan semua orang jahat.  Mari berharap pada-Nya dan berusahalah untuk menjauhkan diri dari kefasikan. Jadilah pejuang kebenaran dan keadilan, agar kualitas hidup semakin baik, sehingga bumi ini menjadi tempat hidup yang layak didiami dengan damai.

Doa: Tuhan, kami berlindung dalam naungan kebenaran dan keadilan. Amin!

Kamis, 10 Maret 2022                                       

bacaan : Mazmur 144 : 1 – 2

Nyanyian syukur raja
Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; 2 yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!

Menderita? Carilah Tuhan

engalami dan merasakan penderitaan merupakan sesuatu yang menyakitkan. Karenanya,  setiap orang selalu berupaya keluar dari suasana atau keadaan tersebut. Berbagai cara sering dilakukan untuk menghindari atau keluar dari rasa sakit yang menyebabkan penderitaan. Bacaan Mazmur 144:1-2 menampilkan cerita tentang pengalaman Daud ketika mengalami kesesakan sehingga membuatnya menderita. Bahwa ternyata dalam kesesakan Tuhan tidak lepas tangan. Tuhan menjadi gunung batu. Dalam perjuangan (peperangan) Tuhan mengajar Daud untuk berjuang. Lebih dari itu, Tuhan bahkan menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanan, kota benteng dan penyelamat, termasuk menjadi perisai dan tempat berlindung. Pengalaman yang Daud rasakan selama berada dalam kesesakan tidak terlepas dari cara Daud merespons situasi yang penuh kesesakan melalui doa (band. Maz. 143:1-12) Artinya, bagi Daud sesulit apapun situasi kehidupan yang membuat seseorang mengalami penderitaan, haruslah jadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan, apalagi dalam kondisi penuh kesesakan. Tanpa pertolongan Tuhan seseorang tidak akan bisa keluar dari kondisi kesulitan dan penderitaan yang dihadapinya. Pengalaman iman Daud ini mengingatkan kita untuk tidak berlindung di balik orang kuat,  berduit, memiliki jabatan, atau orang yang merasa dirinya pintar. Maksud dari pernyataan tadi adalah jangan mengandalkan kekuatan, kepintaran, kekayaan, jabatan, dan sebagainya saat berada dalam kesulitan, kesesakan, atau penderitaan hidup. Jadikanlah Tuhan sebagai tempat perlindungan dan kubu pertahanan saat sedang mengalami beban atau penderitaan.

Doa: Ya Tuhan, mampukan dan lindungilah kami menghadapi kesesakan dan penderitaan hidup. Amin.

 

Jumat, 11 Maret 2022                                           

bacaan : Yesaya 4 : 2 – 6

Yerusalem disucikan dan dilindungi
2 Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput. 3 Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, 4 apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. 5 Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung 6 dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

Dalam Perlindungan Tuhan, Ada Kemuliaan-NYA

indakkan perlindungan dan pemeliharaan Tuhan, sebelumnya pernah dialami bangsa Israel ketika mereka keluar dari Mesir dan sedang dalam perjalanan menuju Kanaan. Tuhan melindungi mereka dengan tiang awan (waktu siang). Pengalaman ini direfleksikan nabi Yesaya dalam teks bacaan hari ini. Yesaya selanjutnya menubuatkan tentang kemuliaan Tuhan yang akan dinyatakan bagi Yerusalem. Nubuat ini disampaikan dalam rangka membersihkan dan menyucikan bangsa Israel dari kotoran dan noda akibat dosa. Tuhan akan nyatakan kemuliaan-Nya lewat segumpal awan di waktu siang dan sinar api yang menyala di saat malam, yakni pada seluruh wilayah gunung Sion beserta seluruh pertemuan yang dilaksanakan di situ. Umat yang dimuliakan di seluruh gunung Sion tersebut adalah mereka yang sudah dibersihkan dan disucikan oleh Tuhan. Tanda kemuliaan Tuhan, yang adalah segumpal awan di siang hari, sekaligus juga menunjukkan penyertaan Tuhan yang melindungi umat-Nya dari ancaman bencana alam, yakni angin ribut dan hujan. Tuhan adalah tempat perlindungan, yang melindungi umat-Nya baik dari ancaman kedasyatan alam maupun sebab yang lain. Tindakkan perlindungan Tuhan, sekaligus berarti Ia memuliakan umat-Nya. Nabi Yesaya juga meyakinkan bahwa hasil tanah mereka akan menjadi kebanggaan dan kehormataan (ay.2). kualitas hidup yang demikian hebat itu akan dialami bangsa Israel, bila mereka hidup dengan terlebih dahulu memenuhi ketentuan tertentu. Mereka harus menjaga diri agar kedapatan selalu bersih dan suci, serta bertobat dari kesalahan dan dosa. Usahakanlah agar hidup kita  selalu dilindungi dan dimuliakan oleh Tuhan.

Doa:  Ya Tuhan, ampunilah dan sucikanlah agar kami dilindungi dan dimuliakan olehMu. Amin.

Sabtu, 12 Maret 2022                                           

bacaan : Yesaya 25 : 1 – 5

Ucapan syukur karena musuh sudah musnah
Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu. 2 Sebab Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu itu menjadi reruntuhan; puri orang luar tidak lagi menjadi kota, dan tidak dibangunkan lagi untuk selama-lamanya. 3 Oleh karena itu suatu bangsa yang kuat akan memuliakan Engkau; kota bangsa-bangsa yang gagah akan takut kepada-Mu. 4 Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin, 5 seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.

Tuhan Setia Melindungi Umat-NYA, Bersyukurlah!

Bersyukur merupakan cara bagi orang percaya merespons kasih setia dan pertolongan Tuhan. Iman seseorang menjadi semakin kuat, bila ia bersyukur. Alasannya, hanya orang beriman yang meyakini bahwa apa yang diperolehnya adalah anugerah atau pemberian Tuhan. Meskipun demikian, masing-masing orang memiliki alasan yang berbeda ketika menaikkan syukur kepada Tuhan. Bacaan Yesaya 25:1-5, menyebutkan adanya tiga alasan umat Allah (Israel) bersyukur kepada Tuhan. Pertama, sebab Tuhan selalu setia melaksanakan rancangan-Nya yang ajaib sejak dahulu (ay.1b). Kedua, Tuhan telah membuat kota (yang membuat umat Allah menderita) menjadi reruntuhan dan timbunan batu untuk selamanya sehingga (ay.2,3). Ketiga, Tuhan menjadi tempat pengungsian dan perlindungan bagi orang lemah, miskin, orang dalam kesesakan, dan yang dilanda bencana alam (ay.4,5). Terlihat bahwa Tuhan selalu merencanakan yang baik kepada umat-Nya, terutama ketika mereka mengalami penderitaan karena perbuatan orang lain. Tuhan melindungi umat-Nya, ketika sedang berada dalam keterpurukkan (lemah, miskin, tersesak). Tuhan,  tidak pernah meninggalkan kita umat-Nya. Kesetiaan-Nya besar, Ia selalu menjaga, memelihara, dan melindungi. Apa pun keadaan hidup kita, Tuhan selalu ada dan melaksanakan apa yang sudah menjadi rencana-Nya. Ia pasti senantiasa memberikan kebaikan di sepanjang hidup kita. Marilah bersyukur atas kesetiaan, perlindungan, dan kebaikan yang telah dinyatakan Tuhan dalam hidup kita.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk kesetiaanMu dalam melindungi umatMu ini. Amin.

*Sumber : SHK Bulan Maret 2022, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar