Tema Mingguan : ” Lihatlah! Di Tengah Pencobaan Kesetiaan Allah Selalu Terbukti “
Minggu, 20 Maret 2022
bacaan : 1 Korintus 10 : 1 – 13
Israel sebagai suatu peringatan Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama 4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. 5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. 6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat, 7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria." 8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang. 9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. 11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. 12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Sebab Allah Setia
Satu hal yang tidak pernah terlepas dari kehidupan manusia adalah tantangan dan cobaan, hal ini bagaikan dua sisi mata uang yang menempel pada setiap orang tanpa terkecuali, tergantung tiap-tiap orang menyikapinya.
Tuhan telah memilih umatnya dan menyatakan kuasanya, bukan saja membuat mereka menjadi umat yang rohani tetapi juga memelihara dengan cara yang luar biasa. Mereka diberi makan secara supra alami yaitu MANA (kel. 14:4) dan batu karang yang memberikan air (kel.17:6). Umat ALLAH yang mengalami perbuatan ALLAH yang akbar ini tidak sertamerta membuat mereka lepas dari pencobaan, hal ini terbukti dari banyak diantara mereka mati dan binasa karena mereka tidak mampu menjaga kekudusan hidup, mereka berbuat cabul, mereka tidak bersyukur atas berkat-berkat yang Tuhan berikan.
Historis kehidupan Israel kuno ini diungkapkan Paulus dalam bacaan ini dengan tujuan untuk menguatkan dan mengingatkan jemaat korintus dan terbuka juga bagi kita agar dapat menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat mencemari kehidupan. Orang Kristen tidak terlepas dari pencobaan dan pencobaan yang kita alami bukan datang dari TUHAN tetapi dari iblis dan diri kita sendiri. ALLAH mengijinkan cobaan dan tantangan dalam hidup kita untuk memperkuat iman kita. Pengalaman merupakan guru yang baik. Setiap orang hendaknya dapat memetik pelajaran berharga dari pengalaman untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Lawanlah godaan dengan penuh ketekunan yang menimbulkan Tahan Uji dan Tahan Uji menimbulkan Pengharapan. Percayalah waktu kita dicobai IA akan memberikan kepada kita jalan keluar karena ALLAH SETIA.
Doa: Tuhan, kami percaya, Engkau Allah yang setia, jadikan kami orang-orang yang setia. Amin.
Senin, 21 Maret 2022
bacaan : Wahyu 3 : 10
10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
Berkat Dan Kesetiaan
Masalah kesetiaan memang sudah menjadi suatu hal yang langka di zaman modern ini. Ketidaksetiaan semakin lama semakin dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Agaknya manusia menjadi sulit untuk menentukan atau membedakan yang baik dari jahat. Tidak heran jika semakin lama semakin sulit menemukan sosok manusia yang setia baik dalam suatu hubungan, pekerjaan dan sebagainya. Hal seperti demikian berlaku pula dalam relasi manusia dengan TUHAN, sekali pun diketahui bahwa TUHAN sangat mengasihi kita. Yesus telah membuktikan kesetiaan Nya menanggung segala dosa kita sampai mati di kayu salib. Bacaan hari ini menegaskan betapa penting dimilikinya kesetiaan terutama ketika sedang mengalami pencobaan. Penulis kitab Wahyu menyajikan gagasan pencobaan dalam kaitan dengan pemberitaannya tentang akhir Zaman. Maksudnya, akan terjadi pada masa sebelum Yesus dating kembali berbagai penderitaan yang mengguncang atau mencobai iman orang percaya. Orang percaya akan mengalami penderitaan dan penganiayaan menjelang datangnya Kristus pada kedua kalinya. Ingatlah bahwa Sesungguhnya apa yang dijanjikan TUHAN bagi orang yang setia menuruti firman dan tekun menantikan TUHAN lebih besar dari berkat dalam kehidupan yang bersifat sementara. Tidaklah sulit bagi TUHAN untuk memberkati kita. Kita hanya dituntut untuk membuktikan sejauh mana mampu setia menuruti Firman dan tekun menantikan TUHAN dalam pengharapan yang sungguh. Hanya dengan demikian, janji perlindungan dan penyertaan serta berkat ALLAH akan menjadi bagian kita.
Doa: Mampukan kami TUHAN untuk setia di jalan-Mu agar kami dapat menerima berkat-Mu. Amin.
Selasa, 22 Maret 2022
bacaan : Yakobus 1 : 12 – 18
Pengujian dan pencobaan
12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! 17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. 18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Iman Sebagai Jawaban
Mendengar kata pencobaan yang terbayang di pikiran kita adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, sangat menyakitkan dan memaksakan kita untuk berjuang.
Menurut Marthin Luther surat Yakobus disebut sebagai surat jerami karena dianggap lebih menekankan perbuatan baik ketimbang fokus pada iman, padahal sesungguhnya surat Yakobus menjanjikan suatu disiplin rohani yang kongkrit.
Iman yang sejati selalu hidup dan menghidupkan. Ujian dan cobaan hidup adalah kesempatan untuk merasakan kebahagiaan sejati sebagai latihan ketekunan, dan iman semacam ini membutuhkan hikmat dari ALLAH dan saat memohonkan hikmat dari ALLAH butuh hati yang fokus kepada ALLAH bukan mendua hati karena godaan dunia. Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri karena diseret dan dipikat olehnya ( 14 ).
Iman kita kepada Nya adalah jawaban saat diterpa berbagai pencobaan. Iman kita kepada-Nya harus bagaikan Batu Karang Yang Teguh. Percayalah Dia yang maha pengasih dan penyayang tidak akan membiarkan kita sendiri. ALLAH tentu saja tidak akan membiarkan kita untuk melakukan hal yang salah. Meskipun kita banyak mengalami pencobaan tetapi jika pandangan kita tertuju kepada TUHAN YESUS kita akan mampu mengatasinya. Firman TUHAN akan memberikan kepada kita kepekaan untuk mengetahui mana yang benar serta keinginan dan kekuatan untuk memahaminya.
Berbahagialah dan bersyukurlah bila kita ada dalam pencobaan, itu berarti TUHAN sedang memusatkan perhatian-Nya kepada kita dan merancangkan hal yang baik atas hidup ini. Karena itu tetaplah bersandar dan percaya penuh kepada kehendak dan rancangan TUHAN karena setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas.
Doa: Kuatkanlah kami agar iman kami tidak mudah goyah tatkala menghadapi cobaan dan penderitaan dalam hidup. Amin.
Rabu, 23 Maret 2022
bacaan : 2 Petrus 2 : 4 – 10
4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; 5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; 6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, 7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, -- 8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa-- 9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, 10 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan,
Tuhan Tahu Menyelamatkan Orang – Orang Saleh
Faktor pencetus yang mengakibatkan seseorang hilang arah dan tersesat adalah soal pengajaran yang disampaikan dan yang diterima. Tidak sedikit orang yang muncul lalu mengklaim dirinya sebagai nabi dan guru tetapi yang mereka ajarkan bukanlah sesuatu yang berasal dari ALLAH karena apa yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang dipraktekkan.
Rasul Petrus memaparkan tentang siapa sebenarnya nabi dan guru-guru palsu itu.
- Ajaran yang disampaikan itu menyesatkan dan menyangkali YESUS
- Hidup dikuasai hawa nafsu
- Serakah dan hanya tertarik dengan keuntungan pribadi
Terhadap ini semua ditegaskan bahwa penghukuman ALLAH bagi mereka pasti akan datang karena mereka mengajarkan manusia untuk berkompromi dengan dosa. Dan dalam jangka waktu yang panjang mereka akan membuat jemaat TUHAN menyangkal penguasa (YESUS) yang telah menebus mereka.
Penebusan YESUS melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib sebenarnya menuntut kita untuk hidup suci dan kudus, dan hidup sepenuhnya bagi kepentingan TUHAN dan kerajaan-Nya karena kita telah ditebus oleh darah TUHAN YESUS yang mahal.
Seharusnya orang percaya tidak lagi berhak hidup untuk kesukaan dirinya sendiri tetapi kita harus hidup bagi kesukaan TUHAN. Dari surat Petrus ini lalu kita diingatkan supaya tetap mawas diri terhadap rupa-rupa ajaran dengan cara memperhatikan kehendak ALLAH dalam Alkitab supaya iman tidak goyah dan iman kita akan tetap bertumbuh. Ingatlah bahwa ditengah-tengah penyesatan akibat ajaran-ajaran nabi-nabi dan guru-guru palsu itu TUHAN tahu menyelamatkan orang-orang saleh. Untuk itu jangan goyah dan tetap teguh dalam iman.
Doa: Selamatkanlah kami ya ALLAH dari segala bentuk roh penyesat karena kami ini adalah kepunyaanMu. Amin.
Kamis, 24 Maret 2022
bacaan : Mazmur 12 : 6 – 9
6 Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya. 7 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. 8 Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini. 9 Orang-orang fasik berjalan ke mana-mana, sementara kebusukan muncul di antara anak-anak manusia.
Janji Allah Janji Yang Murni
Janji yang murni berbeda dengan ucapan orang bermulut besar dan andai saja semua kita diharuskan menggunakan alat deteksi kebohongan adakah yang mau melakukannya ? kalau saja ada, pasti sangat sedikit. mengapa demikian ? karena saat ini kita sementara hidup di tengah-tengah Angkatan yang tidak lagi hidup berdasarkan fakta dan kebenaran.
Sebenarnya keadaan hari ini bukanlah sesuatu yang baru. Pada masa lampau daud sudah mengeluhkan bahwa orang saleh dan setia sudah lenyap ( 12 : 2 ) Umat ALLAH dikelilingi oleh Angkatan yang jahat yang berkata dusta satu sama lain, Penuh dengan bibir yang manis dan hati yang seringkali suka menjatuhkan, mengambil keuntungan serta memandang yang miskin dan yang lemah. Dalam situasi ini apa yang dapat di lakukan ? Kita harus bercermin dari kehidupan daud yang selalu mengarahkan pandangan pada ALLAH tidak terguncang dan tetap fokus dan menaati janji ALLAH.
Pemazmur mengingatkan bahwa janji Allah adalah janji yang murni bagaikan perak yang teruji dan sempurna. Manusia siapapun tidak dapat menepati janji sebaliknya ALLAH selalu menepati janjinya. ALLAH tidak pernah lupa dengan janjinya. ALLAH bukanlah manusia sehingga IA berdusta,,,bukan anak manusia sehingga IA menyesal. Masakan IA berfirman dan tidak menepatinya ? ( bilangan 23 : 19 ).
Walaupun dusta dan berbagai ancaman ada di sekeliling kita tetap arahkan pandangan kepada ALLAH. Karena kita tahu bahwa Dia ALLAH yang berjanji tetapi juga yang mengenapi dan memelihara janjinya bagi kita sebagai kepunyaanNya sendiri.
Doa: JanjiMu YA dan Amin, kami mau berpegang pada janjiMu karena janjiMu tidak pernah berubah dulu, kini dan selamanya. Amin.
Jumat, 25 Maret 2022
bacaan : Kejadian 39 : 21 – 23
21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. 22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. 23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.
Setialah Sebab Allah Setia
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, setia sama halnya dengan berpegang teguh (pada janji, pendirian dan sebagainya) patuh, taat. Kondisi seperti ini lah yang tergambar dalam bacaan kita hari ini. Berawal dari menjadi orang kepercayaan di rumah Potifar seorang pegawai istana Firaun, yang bertanggungjawab atas pengawal-pengawal pribadi raja. Manis sikap dan elok paras dari Yusuf membuat tertarikya istri Potifar kepadanya. Sehingga Yusuf di goda, di firnah, bahkan diberikan hukuman penjara atas apa yang tidak diperbuatnya. Penolakan Yusuf terhadap godaan istri Potifar membuktikan bahwa ia setia atau taat bukan hanya kepada tuanya Potifar melainkan juga kepada Allah. Kesetiaan dan ketaatan itu lah yang membuat Allah tetap menyertainya meskipun berada dalam berbagai cobaan. Menjadi kesayangan dan mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari kepala penjara, memperlihatkan kasih setia Allah yang selalu menyertai (bnd ay 2). Bacaan hari ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kesetiaan dan ketaatan kepada Allah. Seperti Yusuf yang tetap setia dan tidak kompromi dengan dosa, demikianlah juga yang harus dilakukan oleh kita sebagai orang percaya. Kesetiaan itu baiklah di mulai dari hal sederhana dalam kehidupan keluarga baik sebagai suami istiri (orang tua) maupun ana-anak (bnd luk 16:10). Meskipun pada kenyataannya cobaan tidak dapat dihindari dan akan selalu datang silih berganti dalam hidup kita. Hiduplah dalam kesetiaan kepada Allah dan lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya. Karena Allah yang penuh dengan kasih setia akan senantiasa menyertai kehidupan orang yang setia kepada-Nya. Oleh sebab itu, percayalah pada Tuhan dan jalanilah hidup dengan takut akan Dia sebagi bukti kesetiaan kita kepada-Nya. Tetaplah setia sebab Allah setia.
Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tetap setia kepada-Mu. Amin.
Sabtu, 26 Maret 2022
bacaan : Mazmur 34 : 7 – 9
7 Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. 8 Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. 9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
Merasakan Kebaikan Allah
Perasaan bimbang, kecewa serta hilang harapan seringkali mewarnai hati dan pikiran kita ketika diperhadapkan dengan situasi sulit. Hal seperti ini dapat dialami oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Akan tetapi tahukah kita bahwa dalam situasi buruk yang mengancam nyawa kita sekalipun, Allah mampu menolong. Mazmur dalam bacaan kita ini dilatarbelakangi dari kisah raja Daud yang terancam nyawanya (lih. ay 1; bnd. 1 Samuel 18-27). Menghadapi situasi yang mengancam hidup Daud membuatnya sangat takut dan gentar. Akan tetapi dalam ketakutan dan kegentarannya itu ia tetap mengingat satu hal yaitu mencari Tuhan (ay 5). Perihal seperti ini memperlihatkan betapa Daud sangat mengandalkan Allah dalam seluruh kehidupannya. Ia meyakini bahwa Allah akan senantiasa menjawab teriakan orang yang meminta pertolongan dari pada-Nya. Ingatlah bahwa menjalani kehidupan ini bukanlah hal yang mudah. Terkadang cobaan dan rintangan datang membuat kita merasa tak berdaya dan benar-benar terpuruk, baik dari lingkungan eksternal maupun lingkungan internal. Akan tetapi bacaan saat ini mengingatkan dan mengajarkan kita tentang pentingnya hidup takut akan Tuhan dan berserah kepada-Nya. Sebab Dia satu-satunya Allah yang dapat dipercaya dan diandalkan. Dia peduli kepada seluruh ciptaanya dan Pertolongannya itu tidak pernah terlambat. Sebab Dia Allah yang besar, berkuasa atas segala seuatu dalam hidup kita. Yang jadi pertanyaannya, apakah kita percaya dan mau dengan segenap hati mengandalkan kuasa Allah dalam seluruh kehidupan kita? Apapun masalah yang sedang dihadapi tetaplah fokus kepada Allah. Yakinlah, dengan berserah kepada-Nya kita akan melihat dan mengalami kebaikan-kebaikan Tuhan.
Doa: Terima kasih Tuhan karena kebaikan-Mu itu nyata dan terbukti dalam seluruh hidup kami. Amin.
*Sumber : SHK Bulan Maret 2022, LPJ-GPM