Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 April 2022

Tema Mingguan : “Paskah Kristus : Ada Kuasa di balik batu yang terguling

Minggu, 17 April 2022                     

bacaan : Lukas 23 : 53b – 24 : 1 – 12

Kebangkitan Yesus
56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. 2 Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, 3 dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. 4 Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. 5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." 8 Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. 9 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. 10 Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. 11 Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. 12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

Ada kuasa di Balik Batu Yang Terguling

Paskah Kristus: “Ada kuasa di balik batu yang terguling”,  demikianlah tema paskah GPM tahun 2022. Jika fokus kita pada kata “kuasa” maka yang dimaksudkan pada tema ini bukan sekadar kuasa yang menyebabkan atau telah membuat batu penutup kubur Yesus dapat terbuka. Namun sebenarnya menunjuk pula pada keberadaan di balik atau di belakang atau arahnya yang lebih tepat yakni di dalam kubur tersebut. Kuasa tersebut adalah Yesus yang hidup. Kuasa Yesus yang hidup menunjukkan kuasa Allah yang menang atas penderitaan dan maut. Kubur sebagai bukti fisik akan kematian Yesus tak dapat menahan kuasa ilahi Allah untuk membangkitkan Yesus dan hidup di antara orang mati. Pertanyaan dua orang malaikat yakni : “mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?” merupakan suatu pertanyaan kritis untuk menarik keluar iman dari para perempuan. Untuk itu, para malaikat kemudian melanjutkan pertanyaan mereka dengan mengingatkan kembali perempuan-perempuan tentang perkataan Yesus terkait kebangkitan yang akan Ia alami. Penulis Injil Lukas menunjukkan respons para perempuan itu dengan mengatakan “…maka teringatlah mereka…” Kemampuan para perempuan untuk mengingat kembali menjadi daya dorong yang kuat bagi bertumbuhnya iman percaya dalam diri merekabut. Iman yang sungguh-sungguh itulah yang kemudian memampukan para perempuan untuk selanjutnya menyaksikan kebangkitan Yesus kepada kesebelas murid Yesus dan semua saudara lainnya. Semua peristiwa ini merupakan wujud dari kuasa yang ada di balik batu yang terguling itu. Untuk itu, hiduplah selalu dengan mengandalkan kuasa Tuhan yang hidup, dan percayalah bahwa kuasa Tuhan tersebut tidak pernah sia-sia

Doa: Kuasailah kami dengan kuasa kehidupan-Mu, ya Kristus Penyelamat kami. Amin.

Senin, 18 April 2022                                         

bacaan : Matius 28 : 1 – 10

Kebangkitan Yesus
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Kesetaraan; Ada Kuasa di Balik Batu

Dalam kisah kebangkitan Yesus, ada sebuah nama yang begitu khas disebutkan oleh Injil Matius yakni Maria Magdalena. Siapakah dia? Maria Magdalena  adalah salah satu dari beberapa wanita yang ikut berkeliling bersama Yesus dan murid-muridNya dalam melakukan pelayanan. Maria adalah seorang perempuan yang pernah dibebaskan Yesus dari tujuh setan (bnd Mrk 16:9), dan dianggap sebagai seorang berdosa. Namun Maria Magdalena merupakan satu-satunya perempuan yang setia mengikut Yesus hingga menyaksikan secara langsung penyaliban Yesus. Untuk itu, ia yang kemudian mendapat penghormatan sebagai orang pertama yang melihat Yesus setelah Yesus dibangkitkan. Peristiwa kebangkitan Yesus memang membawa perubahan besar bagi kehidupan Maria Magdalena dan perempuan lainnya. Setelah mereka mendengar berita tentang Yesus dari malaikat, mereka segera pergi menjumpai para murid Yesus dan memberitakan tentang kebangkitan-Nya. Tindakan ini hendak menyatakan sekaligus juga kepada kita bahwa peran perempuan tidak selalu ada di ruang domestik namun juga dapat terjadi di ruang publik. Kuasa Yesus yang hidup; yang ada di balik batu yang terguling itu ternyata telah menghadirkan kesetaraan bagi perempuan. Selain itu, kuasa di balik batu yang terguling itu pun tak hanya terjadi di kubur Yesus, namun juga terjadi di dalam perjalanan para perempuan yang hendak menjumpai murid-murid Yesus. Hal ini berarti bahwa kuasa kebangkitan Yesus tak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu tertentu. Kuasa dibalik batu yang terguling itu pun membawa damai sejahtera bagi mereka yang mengimani kebangkitan-Nya. Yesus mengatakan “salam bagimu” sama artinya dan kata “memberi berkat”. Dengan demikian, kuasa di balik batu yang terguling ternyata memberi dampak secara luas bagi seseorang yang percaya kepada-Nya. Marilah kita mulai melakukannya dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan Yesus, kami percaya kuasa kebangkitan-Mu mengubah kehidupan kami. Amin.

Selasa, 19 April 2022                                        

bacaan : Kisah Para Rasul 3 : 11 – 16

Khotbah Petrus di Serambi Salomo
11 Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. 12 Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? 13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. 14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. 15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. 16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Ada Kuasa di Balik Nama-Nya

Seorang anak kecil membaca tema paskah yang tertera pada sebuah spanduk di gereja,  mengatakan kepada mamanya yakni :  “mama, mengapa kakak seng ada kuasa? Padahal batu terguling kena kaka pung jari”. Pertanyaan yang terdengar sangat sederhana dari kepolosan seorang anak, namun telah memaksa mama dan papanya untuk berpikir dan memberi jawab. Ya, karena dalam kehidupan ini kita selalu menjumpai batu yang terguling, namun tentunya batu yang terguling itu tidak sama dengan batu yang terguling dalam kisah kebangkitan Yesus. Kuasa dari batu yang terguling dalam nas bacaan kita dapatlah dipahami melalui khotbah Petrus kepada orang banyak di Serambi Salomo. Ketika orang lumpuh yang selalu duduk di depan Bait Allah disembuhkan oleh Petrus, maka terheran-heranlah semua orang yang melihat. Di dalam hati mereka bertanya tentang kuasa yang dipakai oleh petrus untuk menyembuhkan orang lumpuh tersebut. Petrus kemudian menjadikan situasi keheranan itu untuk mengajarkan tentang Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamat. Tuhan yang di dalam nama-Nya ada kuasa yang besar  yakni kuasa kehidupan. Bagi petrus, orang lumpuh telah percaya dan mempercayakan dirinya pada kuasa yang menghidupkan itu, yang dikatakan oleh Petrus bahwa :…Karena kepercayaan dalam nama Yesus, maka nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini…” Pengajaran Petrus seharusnya juga menumbuhkan iman percaya kita sebagai orang beriman. Kita harus sungguh-sungguh percaya pada kuasa Yesus yang hidup itu.  Supaya dalam kuasa nama-Nya, kelemahan dan persoalan yang kita hadapi ditanggung dan diatasi dengan pertolongan-Nya. Dengan demikian, kehidupan kita pun akan menyaksikan betapa besar kuasa nama-Nya.

Doa: Nama-Mu sungguh berkuasa ya Tuhan. tolonglah kami untuk selalu mengimaniNya. Amin.

Rabu, 20 April 2022                                             

bacaan : Kisah Para Rasul 3 : 17 – 26

17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu. 18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. 19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, 20 agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. 21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. 22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. 23 Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. 24 Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. 25 Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. 26 Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."

Digenapi Supaya dibaharui

Karya kasihNya genap, haleluya

KemenanganNya tetap; haleluya

Surya slamat jadi trang, haleluya

Takkan lagi terbenam, haleluya

Ayat kedua dari lagu yang berjudul: “Kristus bangkit Soraklah”,  pada Kidung jemaat No.188 ini, menunjuk pada sebuah pengertian yang mendalam tentang peran Yesus. Sebuah peran yang pada akhirnya dapat ditegaskan dengan satu kata yang tepat yakni GENAP. Semua yang dilakukan oleh Yesus adalah perwujudan dari penggenapan kehendak dan kasih Allah kepada umat manusia. Untuk itu, Petrus dalam khotbahnya di Serambi Salomo menyadari bahwa reaksi-reaksi manusia yang muncul sebelum kebangkitan Yesus terjadi merupakan reaksi karena ketidaktahuan dan ketidakmengertian. Petrus kemudian mengurai seluruh benang merah kehadiran Yesus di dunia, mulai dari sejarah Israel, nubuat para nabi hingga kematian dan kebangkitan-Nya kepada orang banyak saat itu. Petrus melakukan hal demikian, supaya terjadi pertobatan dalam diri mereka. Pertobatan merupakan tahapan awal dari pengaruh kuasa kebangkitan Yesus bagi orang-orang yang percaya pada-Nya. Sebab tanpa pertobatan maka perubahan hidup tidak dapat terjadi. Hal ini tentunya tidak mudah, sebuah quotes dari seseorang yang bernama Ethan Hawke mengatakan bahwa “hal terpenting yang dapat dilakukan oleh orang Kristen yang lahir baru adalah berdoa”. Doa menjadi kunci kekuatan bagi kita sebagai manusia yang lemah untuk tetap berada dalam kehidupan yang telah dibaharui. Sebab, hanya dengan meminta pertolongan-Nya, kita mampu untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Doa:  Tuhan Yesus, dengan kuasa kebangkitan-Mu tolonglah kami untuk hidup baru. Amin.

Kamis, 21 April 2022                                         

bacaan : Ayub 19 : 25 – 27

25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.

Aku Tahu Penebusku Hidup

Aku tahu: Penebusku hidup!, demikianlah keyakinan Ayub. Semua orang Kristen pasti tahu tentang kisah hidup Ayub. Dia merupakan seorang yang saleh dan jujur, yang takut akan Allah serta menjauhi kejahatan. Tetapi meskipun ia adalah seorang yang taat, Ayub tetap diuji dan mengalami masa-masa getir dalam hidupnya. Ketika mengalami penderitaan yang hebat  Ayub tetap setia dan percaya kepada Allah yang disembahnya dalam kesalehan. Allah diyakini sebagai penebusnya yang hidup. Karena itu Allah akan memulihkan kondisi hidup diri dan keluarganya. Berkaca dari kisah hidup Ayub kita dapat merenungkan, ketika ada banyak masalah yang dihadapi, seringkali muncul banyak keluhan dan bersungut-sungut bahkan menuding bahwa Tuhan Allah tidak adil. Allah dituding tidak adil karena memberikan begitu banyak persoalan, tantangan, penderitaan dalam hidup  pribadi, keluarga, tempat bekerja dan melayani. Ada pula yang seringkali  tinggal berlarut-larut dalam penderitaan hingga lupa cara bersyukur dan meyakini kuasa Tuhan Allah sebagai penebus yang hidup. Sadarilah bahwa Allah yang kita imani adalah Allah yang tidak akan memberikan penderitaan melebihi kemampuan selaku manusia. Sama seperti yang Ayub imani, jika  tekun dan tetap taat kepada Allah, maka Ia akan memberikan kelegaan dan jalan keluar terhadap seluruh masalah dan persoalan yang kita hadapi. Marilah selaku pribadi dan keluarga Allah, menjalani kehidupan dalam penghayatan di minggu sengsara ini, kita tetap setia, tekun dan percaya bahwa Allah yang kita imani adalah Penebus yang hidup.

Doa:  Ajarilah kami untuk tetap setia dan tekun kepada-Mu ya Allah, sebab Engkau adalah Penebus kami yang Hidup. Amin.

Jumat, 22 April 2022                                   

bacaan : Yohanes 11 : 33 – 44

33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: 34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" 35 Maka menangislah Yesus. 36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" 37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?" 38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. 39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." 40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" 41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. 42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." 43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" 44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Percaya Kepada Kemuliaan Allah

Ketika ada seseorang yang tidak kita kenal datang dan menawarkan bantuan, bagaimana respon kita? Apakah kita akan langsung percaya kepada orang tersebut? Ataukah akan menerka-nerka apa tujuan di balik kebaikan orang itu? Biasanya jika tidak mengenal seseorang, maka kita akan menjadi antisipatif terhadap kebaikan orang lain. Berbeda halnya jika yang membantu  dalam kodisi kesusahan adalah orang yang kita kenal dan  percayai. Kita akan dengan sepenuh hati menaruh harapan  terhadap orang tersebut. Hal seperti inilah dikisahkan dalam pembacaan hari ini. Ketika Yesus datang ke Betania, Maria yang pernah meminyaki kaki Yesus dan Marta saudaranya mengenali Yesus dan percaya bahwa Dia adalah Anak Allah. Mereka percaya bahwa jika Yesus ada bersama dengan mereka di Betania saat itu, maka Lazarus saudara mereka tidak akan mati. Yesus merasa iba di dalam hati-Nya dan bermaksud membangkitkan Lazarus. Tetapi keraguan sempat menghalangi mereka karena secara logika manusia, Lazarus yang telah mati selama 4 hari itu pasti telah berbau. Tetapi Yesus menyadarkan mereka bahwa jika mereka memang benar-benar percaya maka Allah dalam kemuliaan-Nya dapat melakukan segala hal. Seringkali kita selaku manusia pun meragukan kuasa dan  kemuliaan Allah. Kita mengaku percaya, tetapi bimbang dengan kuasa Allah. Jika kita ingin melihat kuasa dan kemuliaan Allah dalam hidup bahkan terhadap hal-hal yang tidak dapat kita bayangkan dengan nalar manusia, maka percayalah kepada-Nya. Kita pasti ditolong dan diberkati-Nya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk tetap percaya akan kemuliaanMu. Amin.

Sabtu, 23 April 2022                                      

bacaan : 1 Tesalonika 4 : 14

14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Pengharapan Yang Kekal

Kita pernah merasakan kehilangan orang-orang yang di sayangi karena kematian, baik itu sahabat, rekan kerja, bahkan orang-orang terdekat. Kematian seringkali datang tanpa mengenal waktu, usia, status, dan jenis kelamin. Kedukaan tidak bisa kita hindari dalam situasi seperti itu. Berusahalah agar kedukaan tidak menguasai kehidupan kita dan merasa kehilangan pengharapan menjalani kehidupan. Inilah yang Paulus sampaikan kepada jemaat di Tesalonika. Mereka harus mengetahui tentang orang yang mati di dalam Kristus, sehingga tidak terus dikuasai oleh kesedihan seperti orang lain yang tidak berpengharapan di dalam Kristus. Orang yang tidak mengenal Kristus, menganggap kematian sebagai suatu hal yang menakutkan dan mengerikan. Mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan orang yang meninggal. Sebagian bahkan berpikir bahwa orang yang meninggal akan menjadi roh gentayangan dan dapat mengganggu orang hidup. Sebaliknya, bagi setiap orang percaya terdapat pengharapan yang kokoh. Ketika seorang percaya meninggal, ia dikumpulkan bersama dengan Allah.  Jikalau mereka percaya bahwa Kristus telah mati dan juga telah bangkit, maka mereka juga harus percaya bahwa mereka akan dikumpulkan bersama-sama dengan Kristus. Jadi, di mana Kristus berada, di situ juga orang percaya berada. Dengan demikian, meski ada dalam kedukaan oleh karena kehilangan orang-orang yang kita cintai, jangan kehilangan pengharapan kepada Allah. Sebaliknya, tetaplah percaya bahwa orang-orang yang telah lebih dahulu meninggalkan kita, di dalam kematiannya telah ada bersama-sama dengan Yesus. Merekalah yang telah ada dalam kehidupan kekal bersama Allah. Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk berpengharapan penuh kepada Allah.

Doa:  Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk tetap percaya berpengharapan kepadaMu dalam kedukaan kami. Amin.

#sumber : SHK bulan April 2022, LPJ GPM

Tinggalkan komentar