Tema Bulanan : “Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”
Tema Mingguan : “Jagalah hati dan rawatlah tubuh“
Minggu, 08 Mei 2022
bacaan : 2 Raja – Raja 20 : 1 – 11
Hizkia sakit dan disembuhkan Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." 2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: 3 "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. 4 Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya: 5 "Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. 6 Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku." 7 Kemudian berkatalah Yesaya: "Ambillah sebuah kue ara!" Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia. 8 Sebelum itu Hizkia telah berkata kepada Yesaya: "Apakah yang akan menjadi tanda bahwa TUHAN akan menyembuhkan aku dan bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN pada hari yang ketiga?" 9 Yesaya menjawab: "Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak?" 10 Hizkia berkata: "Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak." 11 Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.
Tuhan Menjawab Doa Dengan Hati Yang Tulus
Hizkia hadapi masalah berat saat ancaman perang dari Sanherib, raja Asyur. Di tambah lagi dengan penyakit yang diderita dan membahayakan nyawanya. Dalam kondisi demikian Yesaya diutus Tuhan untuk memberitahukan kematian Hizkia. Sekalipun penyakit itu memberatkannya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah perasaan batinnya yang mungkin sekali timbul dalam diri Hizkia, bahwa apakah Allah menentangnya, sehingga baru saja ia bebas dari ancaman peperangan Sanherib, kemudian sekarang ia terkena penyakit yang mematikan. Saat mendengar pemberitahuan Tuhan melalui Yesaya, maka yang dapat dilakukan Hizkia adalah memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa. Dalam doanya Hizkia memohon belas kasihan Tuhan. Hizkia meminta pada Tuhan dengan memperhitungkan kesetiaannya dengan hati tulus di hadapan Tuhan. Hidup dengan melakukan yang baik di mata Tuhan. Kemudiaan menangislah Hizkia dengan sangat. Permintaan raja Hizkia kepada Tuhan bukan karena ia merasa diri suci dan benar di hadapan Tuhan, namun ia meminta belas kasihan Tuhan. Hizkia sadar sungguh akan kuasa Tuhan yang mengatur jalan hidup setiap manusia termasuk dirinya. Air mata Hizkia memperlihatkan betapa kerinduannya untuk hidup dan mau memuliakan Tuhan dengan pengabdiannya.
Doa Hizkia didengar Tuhan dan Hizkia menikmati kesembuhan serta usianya ditambah 15 tahun. Allah selalu mendengar doa setiap orang yang berseru kepada-Nya. Bahkan Tuhan melihat cucuran air mata kita. Maukah kita lebih banyak berdoa untuk menghadapi segala bentuk cobaan dan tantangan ? Dapatkah sungguh-sungguh kita percaya kepada Tuhan sebagai sumber hidup kita? Kekuatiran tidak menambah sehasta hidup kita, kekuatiran malah melemahkan iman kita. Mari kita belajar dari pengalaman iman dari Hizkia yang tetap berharap dan percaya kepada Tuhan.
Doa: Tuhan kuatkan iman kami, saat cobaan dan tantangan menghadang hidup kami. Amin.
Senin,09 Mei 2022
bacaan : Amsal 12 : 25
25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.
Hati Yang Gembira Selalu Memberi Harapan Dan Sukacita
Kekuatiran merupakan masalah manusiawi yang dialami oleh semua orang. Tidak memandang siapa orangnya baik kaya maupun miskin, pejabat atau rayat biasa, tua atau muda, semua pasti mengalami kekuatiran. Kekuatiran seringkali dianggap hl sepele. Namun ternyata bisa memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan seseorang. Kekuatiran berhubungan dengan kejiwaan seseorang. Kekuatiran dapat timbul karena berbagai sebab yang sedang dialami seseorang, baik masalah pribadi atau keluarga, masalah ekonomi, masalah pelayanan dan sebagainya.
Kekuatiran yang berlebihan dapat menimbulkan kecemasan kronis dalam diri seseorang yang dapat berakibat kurang semangat untuk beraktivitas, tidak dapat tidur dengan nyenyak, rendahnya prestasi, kurangnya nafsu makan, lemahnya tubuh, bahkan dapat menderita gangguan fisik maupun psikis. Gangguan fisik seperti halnya yang dialami oleh penderita stres akut, seperti jantung berdebar-debar, syaraf tegang, gemetar, berkeringat, dan nyeri lambung. Itulah sebabnya nas firman Tuhan di hari ini, raja Salomo mengatakan tentang akibat tidak baik dari kekuatiran yang dapat membungkukkan orang .
Kekuatiran harus dihadapi dan bisa dilawan, dengan berbagai macam cara. Salah satunya oleh pengamsal menyatakan dengan hati yang gembira. Hati sebagai pusat seluruh keberadaan kita baik secara fisik maupun phisis. Hati yang gembira juga menghasilkan kata-kata yang baik, kata-kata yang memberi semangat dan harapan untuk hidup bagi masa depan yang baik. Hati yang beriman dan percaya kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup kita. Apapun masalah, tantangan dan persoalan dalam hidup yang dijalani, tidak membuat kita menjadi kuatir. Sebab kita yakin dan percaya, hidup kita ada dalam tuntunan, penyertaan cinta kasih Tuhan. Yakin dan percayalah.
Doa: Tuhan tolong kami agar kami tidak mudah kuatir dalam hidup ini. Amin.
Selasa 10 Mei 2022
bacaan : Amsal 15 : 13 – 15
13 Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. 14 Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan. 15 Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.
Jalani Hidup Ini Dengan Hati Yang Gembira
Puji Tuhan atas kasih dan anugerahNya bagi kehidupan kita semua sampai di hari ini. Kita bersyukur atas penyertaan dan tuntunan Tuhan bagi seluruh kehidupan kita. Kalaupun kita bersyukur, bukan berarti semua beban dan masalah kita menjadi beres dan tuntas. Mungkin ada banyak beban dan masalah yang belum terselesaikan. Masalah suami dengan segala perjuangan dalam pekerjaan maupun usaha, masalah istri dalam tanggung jawab pelayanan mengatur kebutuhan hidup rumah tangga. Masalah anak-anak dalam pertumbuhan, pendidikan serta masa depan mereka. Belum lagi ditambah dengan berbagai tantangan, cobaan, penderitaan sakit, kegagalan dalam pekerjaan maupun usaha, maupun relasi hidup dengan sesama. Itulah kenyataan yang mewarnai perjalanan hidup kita di tengah dunia ini. Kita tidak mungkin menghidarinya namun tetap menghadapinya. Kalaupun kondisinya demikian apa yang mesti kita lakukan. Salah satu tips atau cara disampaikan oleh pengamsal dalam firman Tuhan di hari ini dengan menyatakan bahwa “hati yang gembira membuat muka berseri-seri”. Muka yang berseri-seri adalah muka yang bercahya, semarak, indah, cerah dan ceria. Muka atau wajah yang berseri-seri itu justru menandakan hati kita yang senang, sukacita, riang gembira. Sedangkan “kepedihan hati mematahkan semangat”, artinya ketika kita mengalami sakit hati yang bercampur dengan kesedihan akan melemahkan perasaan hati, gairah, kekuatan, kegembiraan dan kemauan untuk bekerja, berusaha maupun berjuang. Pilihan itu ada pada kita apakah kita akan menjalani hari-hari hidup kita dengan hati yang gembira ataukah dengan kepedihan hati. Tentu kita pasti memilih hati yang gembira, dan kegembiraan hati itu hanya dapat terwujud ketika kita selalu memandang dan mengarahkannya kepada Allah dalam Kristus yang menjadi kekuatan dan sumber dalam kehidupan kita. Sekalipun beban dan masalah yang menggunung dan terus menantang ibarat ombak memanggil ombak, namun dengan hati yang gembira membuat semangat kita tetap kokoh dan teguh untuk menghadapinya sebab dengan yakin kita percaya bahwa kita pasti bisa mengatasi dan melewatinya karena penyertaan dan tuntunan Tuhan selalu menguatkan dan memampukan kita.
Doa: Hati kami selalu memandangMu ya Tuhan, agar kami tetap semangat menjalani hidup ini dengan sukacita. Amin.
Rabu 11 Mei 2022
bacaan : Amsal 17 : 20 – 22
20 Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam celaka. 21 Siapa mendapat anak yang bebal, mendapat duka, dan ayah orang bodoh tidak akan bersukacita. 22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Hati Gembira Membuat Tubuh Sehat Dan Kuat
Selama kurang lebih dua tahun semua orang di muka bumi ini bergumul dan berjuang menghadapi virus Covid 19. Pasti kita ingat ketika pertengahan tahun 2021 dengan merebaknya virus Covid 19 varian Delta yang sangat mematikan membuat banyak orang begitu takut. Saat seseorang divonis terjangkit virus ini, maka biasanya anjuran awal dan sangat penting dari para medis adalah tenang dan tidak stres. Hal ini penting sebab kalau tidak tenang dan stres maka imun tubuh akan menurun dan membuat virus lebih mudah untuk menyerang kekebalan tubuh serta memperparah kondisi fisik dan kesehatan. Bukan saja soal virus covid tetapi semua penyakit, persoalan, pergumulan, beban hidup yang dihadapi, adalah penting untuk kita menghadapinya dengan tenang. Ketenangan itu penting dan dasarnya sebagaimana ditegaskan oleh pengamsal melalui firman Tuhan di hari ini bahwa “hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang’(ayat 22). Hati sebagai pusat yang mengendalikan perasaan batin kita yang turut mempengaruhi seluruh tubuh atau fisik kita. Kalau dalam dunia kesehatan bagian ayat ini sangat penting dianjurkan oleh medis kepada para pesien yang dirawat dan diobati. Sebab hati yang gembira dengan sendirinya akan memperkuat imun atau memperkuat kekebalan tubuh kita yang bertujuan melawan kuman atau virus dalam tubuh kita. Tetapi semangat yang patah dari hati yang sedih, putus asa, hilang harapan akan mengeringkan tulang sebagai gambaran kondisi fisik yang semakin parah digerogoti oleh sakit penyakit. Itulah sebabnya pentingnya kegembiraan hati yang selalu mengarah kepada Tuhan sebagai sumber kebahagian dan sukacita didalam hidup kita. Hati yang terbuka untuk dituntun oleh kuasa Roh Kudus selalu membawa kepada ketaatan dan kesetiaan pada Tuhan. Hati gembira selalu melahirkan pikiran baik, positif, semangat yang kuat untuk tetap melangkah dengan berbagai dinamika hidup suka maupun duka. Kegembiraan hati kita yang bergantung dan berpaut kepada Tuhan akan menguatkan dan memampukan kita untuk bersyukur atas semua yang dialami serta menerimanya sebagai berkat Tuhan yang indah dalam kehidupan kita.
Doa: Tolong kami Tuhan untuk tetap memiliki hati gembira dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Amin.-
Kamis 12 Mei 2022
bacaan : Yesaya 5 : 11
11 Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur!
Rawatlah Tubuh Sebagai Bait Roh Kudus
Ada satu ungkapan terkait dengan minum minuman keras. Satu sloki…tambah darah, dua sloki…banyak bicara, tiga sloki….cari gara-gara, empat sloki….tumpah darah, lima sloki….masuk penjara, enam sloki….istri dan anak orang piara. Ungkapan ini menegaskan tentang akibat buruk dari kebiasaan minum minuman keras dan diantaranya minum sopi. Salah satu kebiasaan yang tanpa disadari telah mengabaikan tangung jawab untuk menjaga dan merawat tubuh. Dari sisi kesehatan, memang penting untuk tubuh kita harus ada unsur alkohol, namun dalam batas tertentu sesuai dengan kebutuhan untuk kesehatan. Bukan kebiasaan minum sehingga telah membuat kecanduan terhadap minuman keras tersebut. Sangat memprihantinkan kondisi sekarang ini, dengan begitu maraknya kebiasaan minum sopi yang terjadi di jemaat-jemaat ataupun dalam lingkungan keluarga-keluarga kristen. Berbagai upaya pembinaan, pendampingan pastoral dari para pelayan terus diupayakan kepada mereka yang mempunyai kebiasaan tersebut untuk menghentikannya. Firman Tuhan di hari ini melalui nabi Yesaya dengan tegas dan keras menyatakan bahwa “celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur”. Sebuah kenyataan yang sudah sampai pada taraf kecanduan terhadap minuman keras dan telah merasuki kehidupan mereka sehingga dari pagi sampai malam hanya kerjanya adalah minum minuman keras. Kalau itu kenyataan, maka yang didapatkan adalah “celaka”. Artinya tidak ada berkat, sukacita, damai sejahtera, kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan mereka yang mempunyai kebiasaan minum minuman keras. Justru yang terjadi adalah kehancuran, pertikaian, percecokan percideraan sampai pada maut dan kebinasaan. Pasti kita tidak menginginkan keadaan dan kondisi demikian. Pun bagi orang-orang yang kita kasihi dan sayangi didalam keluarga. Untuk itu pentingnya memohon tuntunan kuasa Roh Kudus dalam doa bagi kehidupan kita sekeluarga agar dijauhkan dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat menghancurkan tubuh dan kehidupan kita. Tuntunan Roh Kudus juga kepada mereka yang sementara didoakan, didampingi dan dilayani untuk meninggalkan kebiasaan buruk akibat minum minuman keras.
Doa: Tuhan tuntunlah kami untuk lebih baik dalam merawat tubuh kami sebagai bait Roh Kudus. Amin.-
Jumat 13 Mei 2022
bacaan : Daniel 1 : 11 – 17
11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 12 "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." 14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.
Makan Untuk Hidup Yang Memuliakan Tuhan
Tema minggu kita “Jagalah hati dan rawatlah tubuhmu”. Tema ini hendaknya menegaskan bagi kita untuk penting menjaga hati sebagai pusat atau tempat untuk mengambil keputusan yang baik bagi kehidupan kita, serta penting merawat tubuh. Mengapa penting untuk merawat tubuh kita? Sebab tubuh kita adalah bait Roh Kudus (bd. 1 Kor 6 : 19). Jangan sampai kita mendukakan Roh Kudus dengan mengabaikan tanggung jawab dalam merawat tubuh kita. Hal tersebut dialami oleh Daniel dan teman-temannya ketika dibuang ke Babel sebuah kerajaan yang tidak percaya kepada Allah Israel. Dalam bacaan kita disaksikan bahwa Daniel tidak mau mendukakan hati Allah (menajiskan dirinya, ayat 8) dengan makan dari santapan dan minum anggur raja. Putusan Daniel ini membuat pemimpin pegawai istana takut jangan-jangan tubuh dan perawakan mereka kelihatan tidak sehat dibandingkan dengan mereka yang menyantap dari hidangan dan minum anggur raja. Namun Daniel meyakinkan pemimpin pegawai istana untuk menguji dan melihat dalam sepuluh hari kondisi mereka dengan yang lain. Setelah sepuluh hari apa yang diyakini oleh Daniel terbukti dimana ia dan teman-temannya yakni Hananya, Misael dan Azarya lebih baik perawakan mereka dan lebih gemuk dibanding dengan mereka yang makan dari santapan dan minum anggur raja. Daniel dan temn-temannya juga memiliki pengetahuan sepuluh kali lebih cerdas dari mereka yang lain. Kesaksian ini menjadi penting bagi kita sebagai keluarga Kristen untuk menjaga hati dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan, sehingga kita memiliki pengetahun serta hikmat dalam merawat tubuh kita sebagai bait Roh Kudus. Kita menghindari makanan dan minuman yang berdampak tidak baik bagi kesehatan kita. Jangan kita berlindung dibalik kalimat bahwa “makanan sebagai berkat Tuhan”, dan kita makan apa saja untuk memenuhi keinginan mulut dan perut kita. Padahal sudah diperingatkan untuk membatasi atau tidak boleh mengkonsumsi makanan tertentu terkait dengan usia atau kondisi kesehatan kita sehingga tidak membuat kita sakit. Untuk itu kita selalu memohon hikmat Tuhan dalam menjaga hati kita agar dapat mengambil keputusan yang baik dan bermanfaat demi tubuh kita yang sehat. Sebab didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Doa: Tuntun kami dengan hikmatMu Tuhan agar kami dapat menjaga dan merawat tubuh kami dengan baik. Amin.
Sabtu 14 Mei 2022
bacaan : 1 Yohanes 3 : 1 – 4
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. 2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. 3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. 4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
Jaga Hati Agar Tetap Setia Kepada Tuhan
Sebagai keluarga Kristen, kita bersyukur atas cinta kasih Allah dalam Kristus bagi kehidupan kita semua. Cinta kasih yang mengampuni dan menyelamatkan kita dari penghukuman akibat dosa dan maut. Hal ini yang menjadi sukacita sebagai anak-anak Tuhan, bahwa didalam Kristus dan bersama Kristus kita berada dalam barisan keselamatan untuk menuju kepada kehidupan kekal. Namun bagi dunia dan setiap orang yang menolak dan tidak percaya kepada Kristus, mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan tidak mendapat tempat dalam arak-arakan kepada rencana keselamatan Allah. Oleh surat Yohanes mengingatkan orang percaya termasuk kita sekeluarga untuk menjaga apa yang menjadi sukacita besar yakni berjalan bersama Kristus menuju kepada keselamatan kekal. Disadari sungguh bahwa perjalanan ditengah dunia dengan berbagai tantangan, persoalan bahkan godaan yang sering membuat kita jatuh, tidak setia dan taat kepada perintah Tuhan. Ibarat domba yang nakal sering kita keluar dari barisan persekutuan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah kepada keselamatan kekal. Penulis mengingatkan dan menasehati untuk pentingnya keteguhan hati dalam iman percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat agar tetap menjaga kemurnian dan kekudusan hidup di tengah dunia ini. Hanya dengan bergantung dan percaya sungguh kepada Kristus, maka kita akan mampu menghadapi segala macam tantangan, masalah bahkan godaan yang mencoba menjauhkan kita dari persekutuan dengan Allah dalam Kristus. Itulah sebabnya penting untuk selalu meminta tuntunan hikmat Tuhan bagi hati kita yang taat dan setia kepada Tuhan. Hati menjadi pusat dan tempat untuk mengambil keputusan yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan yang selalu diberkati dalam rencana keselamatan Allah. Hati yang selalu dikuasai oleh Roh Kudus akan menjauhkan kita dari hal-hal yang menggoda kita dengan mendatangkan dosa dan melapetaka. Kehadiran kita yang selalu memberi diri untuk dituntun oleh Roh Kudus, menjadikan kita sebagai keluarga Kristen yang selalu setia dan taat kepada Tuhan.
Doa: Ya Tuhan terangilah hati kami dengan tuntunan kuasa Roh Kudus agar kami selalu taat dan setia kepadaMu. Amin.-
*SUMBER : SHK bulan Mei 2022, LJP-GPM