Tema Bulan Mei : “Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”
Tema Mingguan : “Pendidikan yang membebaskan“
Minggu, 15 Mei 2022
bacaan : Amsal 22 : 1 – 16
Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. 2 Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN. 3 Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka. 4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. 5 Duri dan perangkap ada di jalan orang yang serong hatinya; siapa ingin memelihara diri menjauhi orang itu. 6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu. 7 Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. 8 Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. 9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin. 10 Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh. 11 Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja. 12 Mata TUHAN menjaga pengetahuan, tetapi Ia membatalkan perkataan si pengkhianat. 13 Si pemalas berkata: "Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan." 14 Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam; orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya. 15 Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya. 16 Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.
Bebaskan Diri Dari Yang Jahat dan Teruslah Berbuat Baik
Dari kecil teranja-anja, hingga besar terbawa-bawa” adalah sebuah peribahasa yang berkaitan erat dengan didikan orang tua terhadap anak-anaknya di rumah. Jika seorang anak sudah dididik dan dibiasakan untuk melakukan hal-hal baik maka itu akan menjadi kebiasaan yang dilakukannya kapan saja dan di mana saja anak itu berada, bahkan sampai masa tuanya; sebaliknya jika yang diperolehnya adalah didikan dan kebiasaan buruk maka itu juga yang akan dilakukan dalam kehidupannya.
Bacaan kita, merupakan kumpulan nasihat Salomo yang sangat berati bagi orang Israel. Jika kita membaca bagian ini, kita akan menemukan beberapa nasehat di situ, antara lain tentang :
- Nama baik tidak dapat diukur dari harta kekayaan melainkan dari perbuatan baik yang dilakukan. Jadi teruslah berbuat baik.
- Hati adalah pusat kebaikan dan kejahatan. Bila hati dipenuhi kejahatan maka pemilik hati akan berlaku jahat dan mencoreng nama baiknya; Bila hati mengandung kebaikan, maka kebaikan dan nama baik si pemilik hati akan selalu dikenang.
- Kerendahan hati, baik hati dan kesucian hati merupakan wujud dari takut Tuhan. Orang yang takut Tuhan akan menjaga hatinya dari hal-hal yang jahat. Jadi bebaskan diri dari berbuat jahat.
Nasehat ini akan berguna jika diajarkan dan tidak didiamkan saja, ”Didiklah orang muda…. dari pada jalan itu.” (ay.6; band.Ul.6:7–9).
Hari ini kita peringati HUT Pattimura ke 205. Ada pelajaran yang didapat dari semangat kepahlawanan Pattimura dkk. “Lawamena haulala” adalah pekik perang menentang kaum penjajah yang artinya maju terus, pantang mundur. Pekik ini kemudian menjadi falsafah hidup orang Maluku sekaligus penyemangat generasi muda agar terus maju ‘tuk bebaskan diri dari penjajah modern seperti : malas, judi, mabuk, serakah dan perbuatan buruk lainnya.
Doa: Tuhan, tolong kami bebaskan diri dari semua kebiasaan buruk. Amin.
Senin, 16 Mei 2022
bacaan : Mazmur 32 : 8 – 9
8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. 9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.
Jadikan Tuhan Pengendali Langkahmu
Pernahkah saudara melihat andong atau delman (bendi/sado/dokar) yang ditarik kuda? Kuda itu berkacamata tetapi bukan tepat dikenakan di depan kedua matanya, juga bukan dari lensa tetapi lebih seperti penutup. Kuda yang mengenakan kacamata akan fokus ke depan karena kacamata itu membuatnya tidak dapat melihat/ melirik ke kiri atau kanan sehingga akan mudah dikendalikan kusir dengan tali kekangnya..
Kedua ayat nas kita hari ini memuat pengajaran dan peringatan dari Tuhan bagi pemazmur (dan kita juga), antara lain :
- Jalan yang ditempuh haruslah sesuai dengan yang ditunjukan Tuhan dan Tuhan akan terus mengawasi perjalanan kita agar tidak tersesat “…..mata-Ku tertuju kepadamu (ay.8)”. Tuhan baik, Ia tak ingin kita tersesat dan binasa. Yang IA mau adalah kita bebas dari dosa dan selamat, karena itu IA menunjukkan kepada kita jalan yang harus kita lalui. Dalam Yohanes 14 : 6 Yesus berkata : “Akulah jalan, kebenaran dan hidup….” So, ikutlah Yesus dan lakukanlah ajaran-ajaranNya agar kita selamat.
- Jangan keraskan hati sehingga susah diatur seperti kuda dan bagal. “Janganlah seperti kuda atau bagal..…. ia tidak akan mendekati engkau (ay 9).” Tuhan memang tidak suka dengan orang yang keras hati dan tidak mau mendengarkan suaraNya, seperti kuda atau bagal yang harus dikendalikan dengan kekang. Namun Tuhan tidak ingin memperlakukan kita seperti kuda atau bagal. Yang Tuhan inginkan adalah kita dengan sukarela mentaati firmanNya, bukan karena paksaan. Namun sebagai manusia yang mudah terjerumus dalam dosa, kita butuh pengendali. Hikmat dan Roh Tuhan selalu tersedia untuk mengarahkan hidup kita agar sesuai kehendak-Nya. Karena itu gunakan hikmat dan Roh Tuhan sebagai pengendali langkah kita sehingga kita tidak tersesat.
Doa: Tuhan, kendalikan langkahku agar selalu berjalan pada jalan-Mu. Amin.
Selasa, 17 Mei 2022
bacaan : Amsal 13 : 1
Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan.
Serupa Tetapi Tidak Sama
Mona dan Moni adalah saudara kembar. Ibarat pinang dibelah dua, kemiripan mereka begitu sempurna secara fisik sehingga sulit dibedakan. Mereka baru dapat dibedakan saat berbicara, karena Mona berlidah “telor”. Sekalipun kembar, sifat mereka berbeda satu dengan lainnya. Selepas kuliah, Mona lebih suka berada di rumah dan membantu ibu mereka membereskan pekerjaan-pekerjaan di rumah atau terlibat dalam kebaktian-kebaktian dan pelayanan di jemaat. Mona sangat sopan dan memiliki rasa hormat terhadap orang yang lebih tua. Sebaliknya, Moni lebih suka kumpul dengan teman-temannya dan nongkrong di pinggir jalan. Moni menjadi anak yang susah diatur.
Bila melihat perilaku si kembar ini maka dapat dipastikan bahwa Mona adalah type anak bijak yang suka mendengarkan nasehat dan didikan orang tua sehingga itu berujud dalam sikap dan perilaku hidupnya. Sementara Moni adalah type anak yang tidak mau ditegur dan mengabaikan nasehat orang tua. Nasehat yang diberikan orang tua hanya masuk di telinga yang satu lalu keluar lagi di telinga yang lain. Menghadapi keadaan ini, orang tua si kembar tidak putus asa, mereka justeru memberi perhatian lebih kepada Moni, dengan harapan Moni bisa berubah.
“Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan.” Dari ayat ini dan kisah si kembar, kita belajar beberapa hal :
- Saat nasehat kita diabaikan, rasanya seperti sedang membuang garam ke dalam laut. Namun jangan berhenti menasihati.
- Merubah seseorang untuk menjadi lebih baik tidak dapat dilakukan secara instan tetapi butuh waktu dan kesabaran. Karena itu bersabarlah sambil terus berdoa.
- Berikanlah perhatian lebih kepada mereka yang “susah diatur” karena perhatian lebih dapat membebaskan mereka dari sikap dan perilaku seorang bebal dan berubah menjadi orang bijak.
Doa: Tuhan, beri kami kesabaran untuk terus menasihati dan mendidik. Amin.
Rabu, 18 Mei 2022
bacaan : Amsal 13: 10
10 Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat
Milikilah Hikmat Dan Hindari Pertengkaran
John memergoki kedua kakaknya Michael dan Helmy, sedang membongkar bangkir isi lemari yang ada di kamar orang tua mereka dan menegur mereka. Sadar bahwa aksinya telah diketahui, bukannya insyaf Michael malah mengatakan kepada John : “Se diam, se tu ade, jang ator beta. Kaluar sana.” Sementara Helmy memilih diam. John tidak keluar dan terus berusaha menyadarkan Michael. Ujung-ujungnya John dan Michael beradu mulut hingga adu jotos.
Saudaraku, banyak kali sebuah pertengkaran terjadi bukan hanya karena ingin membela sebuah kebenaran, tetapi lebih banyak terjadi karena “keangkuhan”. Dalam cerita di atas, jika yang menegur Michael dan Helmy adalah orang yang lebih tua, mungkin saja pertengkaran tidak terjadi, tapi karena yang menegur justeru adiknya, maka keangkuhan Michael jadi terusik. Di sisi lain, Helmy memilih diam karena mungkin saja dia sadar bahwa apa yang dia dan Michael lakukan itu salah.
Kata pengamsal dalam ayat nas kita : “Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.” Ya, pertengkaran sering dipicu oleh keangkuhan karena keinginan untuk membenarkan diri dan membela ego. Namun di sisi lain, ada juga orang yang mau mendengar nasehat dan teguran karena ada hikmat di dalam dirinya. Hikmat membuat seseorang menjadi rendah hati dan mengesampingkan ambisi dan ego diri, bersedia dinasihati, rela diajari, mengakui keterbatasan serta mengoreksi kesalahan sendiri. Karena itu milikilah Hikmat dan jauhilah keangkuhan maka pertengkaran dapat dihindari dan hidup menjadi damai.
Doa: Tuhan, kami hanya mau berlindung pada-Mu. Amin.
Kamis, 19 Mei 2022
bacaan : Amsal 13 : 13 – 14
13 Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. 14 Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.
Jangan Remehkan Firman Tuhan
Masih ingat si kembar Mona dan Moni pada SHK dua hari lalu. Moni harus berurusan dengan polisi karena terjerat kasus narkoba. Hal ini berawal dari pertemanan Moni dengan mereka yang sudah terjerumus dalam dunia “hitam” (pemabuk, pengguna narkoba, pencuri dan pelaku tindak kejahatan lainnya). Sementara Mona semakin menjadi kesayangan banyak orang karena sejumlah prestasi yang diraihnya. Sebetulnya, si kembar selalu dinasehati dan diajak untuk membaca Friman Tuhan dan merenungkannya. Tetapi Moni acuh dan seolah meremehkan semuanya itu. Akibatnya Moni harus berurusan dengan pihak berwajib.
Ayat nas kita : “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” Meremehkan artinya menganggap tidak berarti. Meremehkan atau menganggap tidak berarti firman Tuhan dapat menimbulkan sikap tidak percaya, ragu-ragu dan bahkan menolak firman itu sendiri. Segala sesuatu yang menimbulkan ketidakpercayaan terhadap firman Tuhan pasti akan berakibat sangat fatal. Dan itulah yang terjadi dengan Moni. Sementara Mona yang taat melakukan firman Tuhan, mengalami sukacita karena banyak berkat yang ia terima dalam hidupnya.
Belajar dari kasus si kembar dan ayat nas hari ini, kita diingatkan untuk tidak meremehkan firman Tuhan tetapi menjadikan firman Tuhan sebagai dasar untuk membangun hubungan dengan orang lain. Kita juga mesti bijak dalam memilih dengan siapa kita membangun suatu hubungan. Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Kor. 15:33). Mazmur 1:1–3 berkata : “Berbahagialah… apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Pelajaran bagi kita : “Jika ingin berhasil, jangan remehkan Firman Tuhan tetapi taati dan lakukan Firman Tuhan itu dalam hidupmu”
Doa: Tuhan tolong kami ‘tuk taat melakukan Friman-Mu. Amin.
Jumat, 20 Mei 2022
bacaan : Amsal 23 : 12 – 16
12 Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan. 13 Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. 14 Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati. 15 Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita. 16 Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur.
Dengar Didikan Supaya Bijak Dan Jujur
Menjadi orang bijak dan jujur merupakan dambaan setiap orang. Mengapa demikian? Sebab di hidup ini orang bijak dan jujur selalu disukai oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Orang bijak itu selalu bersikap dengan tepat jika menghadapi suatu keadaan atau peristiwa. Orang bijak selalu menggunakan akal budinya, serta selalu berhati-hati apabila menghadapi kesulitan dalam hidup. Sementara itu, orang yang jujur selalu memiliki kesesuaian sikap antara perkataan yang diucapkan dengan perbuatan yang dilakukan. Persoalannya adalah banyak orang yang belum bijak dan tidak jujur sehingga sering dicemooh oleh orang lain. Bacaan Amsal 23:12-16 memberikan cara untuk menjadi orang bijak dan jujur, yaitu dengan memperhatikan didikan. Firman Tuhan ini menegaskan kepada kita untuk tidak menganggap remeh didikan. Orang Kristen harus mengarahkan perhatian kepada didikan, dan yang terpenting juga yaitu tidak boleh menolak didikan. Didikan itu tidak selamanya berupa ucapan kata-kata yang dikeluarkan melalui mulut dengan lemah lembut. Ayat 14 menegaskan bahwa didikan itu bisa juga berwujud dalam tindakan yang agak keras, seperti memukul dengan rotan. Bagi Salomo (penulis kitab Amsal) dalam tindakan memukul dengan rotan keselamatan nyawa orang yang dipukul tersebut terjaga dari dunia orang mati. Intinya, firman Tuhan ini hendak menegaskan bahwa hal mendidik tidak boleh diabaikan oleh siapapun. Bagi orang yang dididik jangan pernah menyepelehkan setiap didikan yang ditujukan kepada dirinya. Menyepelehkan didikan akan membuat kita menjadi orang yang tidak bijaksana dan tidak jujur. Jika dalam hidup ini kita tidak bijaksana dan tidak jujur maka tidak akan ada sukacita dan kebahagian dalam hidup kita, sebab orang lain akan membenci kita karena ketidakbijaksanaan dan ketidakjujuran yang diperbuat.
Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk menerima setiap didikan dari siapa pun. Amin.
Sabtu, 21 Mei 2022
bacaan : Amsal 24 : 3 – 7
3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, 4 dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik. 5 Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat. 6 Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak. 7 Hikmat terlalu tinggi bagi orang bodoh; ia tidak membuka mulutnya di pintu gerbang.
Menjadi Kuat Karena Bijaksana Dan Berpengetahuan
Zaman sekarang orang yang kuat itu identik dengan banyaknya harta kekayaan yang dimiliki, tingginya jabatan yang diduduki, fisik (otot) yang besar dan kekar. Firman Tuhan, dalam Amsal 24:3-7 justru menampilkan hal yang berbeda dari pemahaman tentang kekuatan seseorang di zaman sekarang. Menurut Salomo (penulis kitab Amsal) ada dua hal yang bisa membuat seseorang memiliki kekuatan lebih dari orang kuat, yakni menjadi orang yang bijak dan orang yang berpengetahuan. Disebutkan dalam ayat 5, bahwa orang yang bijak lebih berwibawa dari orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang kuat tegap. Hal ini pertanda bahwa kewibawaan dan kekuatan seseorang tidak bisa diukur dari seberapa banyaknya kelimpahan harta kekayaan. Kewibawaan dan kekuatan seseorang juga tidak bisa disamakan dengan kekuasaan atau jabatan yang diduduki oleh seseorang. Selain itu, kewibawaan dan kekuatan seseorang juga tidak boleh dilihat dari sejauhmana seseorang memiliki otot atau fisik yang besar dan kuat. Jadi, yang terpenting dalam hidup ini adalah menjadi orang yang bijak dan menjadi orang yang berpengetahuan. Ukuran kebijaksanaan seseorang terletak pada kemampuan orang tersebut mengelola setiap permasalahan hidup yang dihadapinya. Alasannya, kebijaksanaan selalu menuntun seseorang yang ketika menghadapi permasalahan hidup selalu bertindak lebih tenang sehingga keharmonisan hubungan antara dirinya dengan orang lain terjaga secara baik. Hal ini berarti, setiap orang harus mampu memaknai hidup dengan bijaksana sehingga tidak terpuruk dalam menghadapi segala permasalahan hidup. Selain itu, menjadi manusia yang berpengetahuan merupakan hal yang penting dimiliki oleh kita, sebab dengan berpengetahuan kita menjadi orang percaya yang mengembangkan kodrat sebagai manusia yang berakal budi.
Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk menjadi umat yang bijaksana dan berpengetahuan. Amin
*SUMBER : SHK BUlan Mei 2022, LPJ-GPM