Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 Mei 2022

Tema Bulan Mei : Membangun ketahanan keluarga, gereja dan masyarakat”.

Tema Mingguan : Solidaritas sebagai perekat hubungan sosial

Minggu, 22 Mei 2021                                     

bacaan : Kejadian 47 : 1 – 12

Yakub dan Firaun
Kemudian pergilah Yusuf memberitahukan kepada Firaun: "Ayahku dan saudara-saudaraku beserta kambing dombanya, lembu sapinya dan segala miliknya telah datang dari tanah Kanaan, dan sekarang mereka ada di tanah Gosyen." 2 Dari antara saudara-saudaranya itu dibawanya lima orang menghadap Firaun. 3 Firaun bertanya kepada saudara-saudara Yusuf itu: "Apakah pekerjaanmu?" Jawab mereka kepada Firaun: "Hamba-hambamu ini gembala domba, baik kami maupun nenek moyang kami." 4 Lagi kata mereka kepada Firaun: "Kami datang untuk tinggal di negeri ini sebagai orang asing, sebab tidak ada lagi padang rumput untuk kumpulan ternak hamba-hambamu ini, karena hebat kelaparan itu di tanah Kanaan; maka sekarang, izinkanlah hamba-hambamu ini menetap di tanah Gosyen." 5 Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Ayahmu dan saudara-saudaramu telah datang kepadamu. 6 Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku." 7 Yusuf membawa juga Yakub, ayahnya, menghadap Firaun. Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun. 8 Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: "Sudah berapa tahun umurmu?" 9 Jawab Yakub kepada Firaun: "Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing." 10 Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun, sesudah itu keluarlah ia dari depan Firaun. 11 Yusuf menunjukkan kepada ayahnya dan saudara-saudaranya tempat untuk menetap dan memberikan kepada mereka tanah milik di tanah Mesir, di tempat yang terbaik di negeri itu, di tanah Rameses, seperti yang diperintahkan Firaun. 12 Dan Yusuf memelihara ayahnya, saudara-saudaranya dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jumlah anak-anak mereka.

Kalau Dapat Jabatan Dan Harta Jangan Lupa Saudara

Cerita tentang Malin Kundang sudah melegenda dan selalu diingat. Apabila dalam satu keluarga terdapat salah seorang anggota keluarga yang sudah sukses dan menduduki jabatan penting serta mempunyai banyak harta, namun melupakan orang tua dan saudara-saudaranya, maka orang akan menyinggung tentang cerita Malin Kundang. Kisah tentang Yusuf dalam bacaan  teks ini hendak menyadarkan kita yang cenderung memiliki sifat seperti cerita Malin Kundang. Menduduki jabatan orang terpenting di Istana Firaun, yakni sebagai orang nomor dua setelah Firaun, serta dipercayakan mengatur segala perekonomian bangsa Mesir, namun tidak membuat Yusuf melupakan orang tua dan saudara-saudaranya. Ketika kelaparan melanda tanah Kanaan, ayah Yusuf, yakni Yakub, bersama saudara-saudaranya mengungsi ke Mesir untuk membeli bahan makanan. Namun, ternyata setelah tiba di Mesir mereka bertemu dengan Yusuf. Ketika Yusuf mengetahui bahwa ayahnya dan saudara-saudaranya menderita kelaparan dan membeli makanan di Mesir, Yusuf pun memperkenalkan diri kepada ayah dan saudara-saudaranya. Tidak hanya itu, Yusuf juga memperkenalkan ayah dan saudara-saudaranya kepada Firaun, penguasa Mesir. Yusuf tidak menyangkal ayah dan saudara-saudaranya. Yusuf mengakui bahwa mereka adalah keluarganya. Yusuf juga melayani ayah dan sudara-saudaranya secara baik, sebagaimana hidup selaku anak dan sebagai orang bersaudara. Harta dan jabatan tidak membuat Yusuf menyangkali atau melupakan ayah dan saudara-saudaranya. Harta dan jabatan yang dimiliki oleh Yusuf dipakai juga untuk melayani orang tua dan saudara-saudaranya. Yusuf tidak bersikap seperti Malin Kundang yang menyangkali orang tua dan saudara-saudara ketika sudah memiliki harta dan jabatan. Intinya, hidup orang bersaudara itu bukan seperti Malin Kundang, tapi harus hidup seperti Yusuf.

Doa: Ya Tuhan, Jauhkanlah kami dari sikap melupakan orang bersaudara dalam segala keadaan. Amin.

Senin, 23 Mei 2022                                      

bacaan : Keluaran 2 : 16 – 22

16 Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya. 17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka. 18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: "Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?" 19 Jawab mereka: "Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba." 20 Ia berkata kepada anak-anaknya: "Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan." 21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa. 22 Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing."

Bantulah Yang Lemah, Hargailah Yang Membantu Kita

Menolong kaum lemah dan tidak berdaya merupakan suatu panggilan bagi setiap orang, apalagi ketika kaum lemah tersebut sementara diganggu oleh orang lain yang lebih kuat dari mereka yang lemah. Musa telah melakukannya ketika melihat anak-anak perempuan dari seorang imam di Midian yang diganggu oleh gembala-gembala lain saat mereka menimba air. Musa tidak hanya menolong berupa mengusir gembala-gembala yang menyerang anak-anak perempuan imam di Midian tersebut, namun juga menimba air untuk perempuan-perempuan tersebut. Tindakan menolong tersebut menumbuhkan rasa empati dari imam Midian, sehingga menyuruh anak-anaknya memanggil Musa untuk diberi makan. Kisah ini memang menarik, sebab pada satu sisi menampilkan cerita yang sebenarnya menggugah rasa kepedulian terhadap kaum lemah sebagaimana yang ditampilkan oleh Musa terhadap kaum perempuan. Selain itu, kisah ini juga menyadarkan manusia untuk peduli terhadap orang asing, apalagi kehadiran orang asing menghasilkan kebaikan bagi seisi keluarga imam di Midian tersebut. Hal yang ingin ditegaskan dari kisah ini adalah: 1). jangan pernah berlaku kasar terhadap kaum lemah, dan memperlakukan orang-orang lemah yang tidak berdaya dengan perilaku-perilaku yang tidak baik. 2). Jika ada orang yang kehadirannya membawa kebaikan bagi seisi rumah, perlakukanlah dia secara baik, meskipun orang tersebut tidak memiliki garis keturunan dengan kita. Musa tidak memiliki garis keturunan dengan imam di Midian, namun karena kehadiran Musa membawa kebaikan bagi seisi rumah imam di Midian, maka Musa diperlakukan dengan baik. Sering kita memperlakukan pembantu rumah tangga dengan perlakuan tidak baik hanya karena tidak memiliki hubungan keluarga dengan kita. Padahal setiap hari pembantu rumah tangga melakukan pekerjaan untuk kehidupan seisi rumah. Hargailah mereka juga, sebab kehadirannya turut membawa manfaat dalam rumah kita.

Doa:    Ya Tuhan, tolonglah kami untuk menolong kaum lemah dan peduli dengan orang yang selalu membantu kami. Amin.

Selasa, 24 Mei 2022                                  

bacaan : Bilangan 30 : 10 – 16

10 Jika seorang perempuan di rumah suaminya bernazar atau mengikat dirinya kepada suatu janji dengan bersumpah, 11 dan suaminya mendengarnya, tetapi tidak berkata apa-apa kepadanya dan tidak melarang dia, maka segala nazar perempuan itu akan tetap berlaku, dan setiap janji yang mengikat diri perempuan itu akan tetap berlaku juga. 12 Tetapi jika suaminya itu membatalkannya dengan tegas pada waktu mendengarnya, maka ucapan apapun yang keluar dari mulutnya, baik nazar maupun janji, tidak akan berlaku; suaminya telah membatalkannya, dan TUHAN akan mengampuni isterinya itu. 13 Setiap nazar dan setiap janji sumpah perempuan itu untuk merendahkan diri dengan berpuasa, dapat dinyatakan berlaku oleh suaminya atau dapat dibatalkan oleh suaminya. 14 Tetapi apabila suaminya sama sekali tidak berkata apa-apa kepadanya dari hari ke hari, maka dengan demikian ia telah menyatakan berlaku segala nazar isterinya atau segala ikatan janji yang menjadi hutang isterinya; ia telah menyatakannya berlaku, karena ia tidak berkata apa-apa kepadanya pada waktu mendengarnya. 15 Tetapi jika ia baru membatalkannya beberapa lama setelah didengarnya, maka ia akan menanggung akibat kesalahan isterinya." 16 Itulah ketetapan-ketetapan yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, yakni antara seorang suami dengan isterinya, dan antara seorang ayah dengan anaknya perempuan pada waktu ia masih gadis di rumah ayahnya.

Bermufakat Untuk Bersama Dalam Doa

Berjanji atau bersumpah kepada Tuhan merupakan suatu ikatan yang dibangun antara orang yang berjanji atau bersumpah dengan Tuhan, yang dalam Alkitab disebut bernazar. Dalam bacaan Alkitab tadi, disebutkan para perempuan akan bernazar “Jika Tuhan membawa pulang laki-laki saya (anak dan suami) dengan selamat, saya berjanji kepada Tuhan bahwa saya akan melakukan ini atau itu”, atau seorang anak perempaun bernazar “kalau Tuhan menyelamatkan ayah saya dari perang dan membawanya kembali dengan selamat maka saya akan melakukan ini atau itu”. Ada beberapa hal yang dapat ditemukan, yaitu : Tuhan memberikan hirarki atau urutan kepemimpinan kepada suami atau ayah pada posisi pertama dalam keluarga. Anak perempuan yang masih hidup satu rumah dengan ayahnya, maka nazarnya ditentukan oleh keputusan ayahnya. Jika ayah diam, berarti setuju, jika ayah melarang, nazar itu tidak berlaku. Demikian juga para istri, jika suami berdiam saat istri bernazar, maka nazar itu berlaku, namun jika suami melarang, maka nazar itu tidak berlaku. Jika perempuan itu tidak bersuami lagi, maka urutan hirarki keluarga ada pada dirinya sendiri, oleh karena itu saat dia bernazar, maka keputusannya langsung jadi, tidak ada yang dapat membatalkannya. Kisah tentang nazar kaum perempuan ini menarik. Ketertarikan kisah ini tidak terletak pada isi janji atau sumpah kepada Tuhan, melainkan soal membangun kesepahaman antara perempuan dengan anggota keluarganya. Tentu, kesepahaman tersebut akan tercipta melalui komunikasi yang lancar dan efektif dalam keluarga. Ada hal-hal yang perlu dipercakapkan antara perempuan dan anggota keluarganya sebelum mengambil keputusan untuk dibawa dalam doa berupa nazar. Mengapa harus dipercakapkan dan diputuskan bersama sebelum didoakan dalam bentuk bernazar? Sebab ketika sudah dibawakan dalam bentuk bernazar kepada Tuhan, hal tersebut telah terikat, sehingga harus ditepati. Meskipun keputusan final ada di tangan suami, atau ayah yang adalah kepala keluarga, namun hal tersebut tidak serta-merta mengabaikan aspek komunikasi yang baik dan efektif antar anggota keluarga.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk membangun komunikasi yang baik dan efektif adalam keluarga. Amin.

Rabu, 25 Mei 2022                                     

bacaan : 2 Raja – Raja 8 : 1 – 6

Raja menolong perempuan Sunem
Elisa telah berbicara kepada perempuan yang anaknya dihidupkannya kembali, katanya: "Berkemaslah dan pergilah bersama-sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab TUHAN telah mendatangkan kelaparan, yang pasti menimpa negeri ini tujuh tahun lamanya." 2 Lalu berkemaslah perempuan itu dan dilakukannyalah seperti perkataan abdi Allah itu. Ia pergi bersama-sama dengan keluarganya, lalu tinggal menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin tujuh tahun lamanya. 3 Dan setelah lewat ketujuh tahun itu, pulanglah perempuan itu dari negeri orang Filistin. Kemudian ia pergi mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. 4 Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya: "Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa." 5 Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi: "Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa." 6 Lalu raja bertanya-tanya, dan perempuan itu menceritakan semuanya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu dengan pesan: "Pulangkanlah segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang."

Taatilah Perintah Tuhan Supaya Perjuanganmu Berhasil

Semua orang tua pasti bersukacita ketika anaknya yang sudah meninggal hidup kembali. Itulah yang dirasakan oleh perempuan Sunem ketika anaknya dihidupkan lagi oleh Elisa.  Kisah tentang perempuan Sunem yang ditolong oleh raja hendak menampilkan adanya suatu sikap ketaatan perempuan Sunem ketika anaknya telah dihidupkan oleh Elisa. Ketaatan perempuan Sunem terlihat saat Elisa menyuruh perempuan Sunem beserta keluarganya pergi menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin karena kelaparan menimpa negeri perempuan Sunem selama tujuh tahun. Setelah lewat tujuh tahun di negeri Filistin, perempuan Sunem dan keluarganya kembali ke daerah asalnya. Saat telah pulang ke kampung halaman, perempuan Sunem dipertemukan dengan raja. Melalui Gehazi, perempuan Sunem bertemu dengan raja, dan dalam pertemuan tersebut perempuan Sunem menceritakan segala hal terkait perbuatan besar yang telah dilakukan oleh Elisa ketika menghidupkan lagi anaknya yang sudah meninggal. Pastinya, perempuan Sunem tersebut juga menceritakan tentang kepemilikan rumah  dan ladang miliknya yang ditinggalkannya selama tujuh tahun. Segala hal yang diceritakan oleh perempuan Sunem menimbulkan rasa simpati, bahkan empati pada raja, sehingga raja memerintahkan pegawai istananya untuk mengembalikan segala yang menjadi milik perempuan Sunem tersebut. Melalui kisah perempuan Sunem, ada pesan khusus yaitu karakter perjuangan hidup dari seorang perempuan untuk keluarganya. Persoalan kematian anaknya dan kesulitan ekonomi keluarganya diperjuangkan. Perjuangannya memberikan hasil, yakni: anaknya hidup kembali, kesulitan ekonomi tertangani selama tujuh tahun, serta harta milikinya (rumah dan ladang beserta hasilnya) didapatkan lagi. Salah satu faktor yang membuat segala perjuangan perempuan Sunem berhasil adalah ketaatan pada perintah Tuhan melalui Elisa sebagai abdi Allah. Hal ini berarti, dalam perjuangan untuk keluar dari permasalahan hidup, kita harus menjadi orang-orang yang taat pada perintah Tuhan. Tanpa ketaatan pada perintah Tuhan perjuangan kita akan sia-sia.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami umat yang taat dalam menghadapi permasalahan hidup. Amin.

Kamis, 26 Mei 2022    

bacaan : Mazmur 47 : 1 – 10

Allah, Raja seluruh bumi
Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur. (47-2) Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! 2 (47-3) Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. 3 (47-4) Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, 4 (47-5) Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. Sela 5 (47-6) Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. 6 (47-7) Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! 7 (47-8) Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! 8 (47-9) Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. 9 (47-10) Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan.

Markus 16 : 19 – 20 

19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Pakailah Hidupmu Seturut Kehendak-Nya

Seruan untuk memuji Tuhan ini didasarkan pada perbuatan Tuhan, IA yang Mahatinggi begitu dahsyat, Dia adalah Raja yang besar atas seluruh bumi. Pemakaian kata “dahsyat” di sini artinya sebagai “rasa hormat yang sangat dalam, hebat dan luar biasa” adalah gambaran Tuhan oleh sang pemazmur. Pemazmur memahami bahwa perbuatan Tuhan yang demikian dilakukanNya untuk kebaikan dan keselamatan umat pilihanNya Israel dengan menaklukkan bangsa-bangsa. Tuhah Allah memilih mereka menjadi kepunyaanNya yang begitu dikasihiNya. Tuhan Allah telah datang di tengah dunia sebagai manusia untuk menolong dan menyelamatkan umat manusia melalui Tuhan Yesus Kristus. Karya pelayanan, penyelamatan selama 3 tahun dengan menyatakan diriNya untuk keselamatan umat yang percaya. Pada akhirnya Tuhan Yesus terangkat ke surga seperti yang dikatakan penginjil Markus. Peristiwa itu terjadi sesudah Tuhan Yesus berbicara tentang hal-hal yang perlu disampaikan-Nya kepada para murid. Tuhan Yesus terangkat dan disaksikan oleh para murid-Nya. Sekarang Tuhan Yesus telah duduk di sebelah kanan Allah Bapa karena telah menyelesaikan tugas-Nya. Para murid Tuhan Yesus melanjutkan tugas-Nya, mereka awalnya ragu-ragu. Mereka bahkan belum mengerti apa makna dari peristiwa yang menimpa Guru mereka. Namun, setelah Yesus berbicara kepada mereka sebelum terangkat, mereka pun mengerti dan percaya. Kenaikan Kristus meneguhkan tugas kesaksian karena ada janji penyertaan-Nya. Jangan takut jika terpanggil untuk melaksanakan tugas panggilan yang Tuhan percayakan kepada kita. Ia akan memampukan memperlengkapi kita karena tidak ada rencana-Nya yang gagal dalam hidup kita. Kita hanya perlu mempunyai hati hamba untuk menjalankan panggilan-Nya seturut kehendak-Nya.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami untuk menjalankan tugas panggilan-Mu dengan hati yang penuh syukur seturut kehendak-Mu. Amin.

Jumat, 27 Mei 2022                                      

bacaan : Nehemia 5 : 14 – 19

Sikap Nehemia yang tidak mencari keuntungan
14 Pula sejak aku diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda, yakni dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Artahsasta jadi dua belas tahun lamanya, aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. 15 Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah. 16 Akupun memulai pekerjaan tembok itu, walaupun aku tidak memperoleh ladang. Dan semua anak buahku dikumpulkan di sana khusus untuk pekerjaan itu. 17 Duduk pada mejaku orang-orang Yahudi dan para penguasa, seratus lima puluh orang, selain mereka yang datang kepada kami dari bangsa-bangsa sekeliling kami. 18 Yang disediakan sehari atas tanggunganku ialah: seekor lembu, enam ekor kambing domba yang terpilih dan beberapa ekor unggas, dan bermacam-macam anggur dengan berlimpah-limpah setiap sepuluh hari. Namun, dengan semuanya itu, aku tidak menuntut pembagian yang menjadi hak bupati, karena pekerjaan itu sangat menekan rakyat. 19 Ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini.

Solidaritas Seorang Pemimpin

Kunci keberhasilan kepemimpinan Nehemia adalah pada takut akan Tuhan. Karena takut akan Tuhan akan membuat orang menjauhi kejahatan. Takut akan Tuhan membentengi seorang pemimpin untuk tidak tergoda melakukan korupsi, penyelewengan dan penyalahgunaan jabatan. Nehemia bukan pemimpin karbitan yang langsung diorbitkan. Dia menjadi pejabat publik setelah memiliki segudang pengalaman kepemimpinan. Nehemia telah teruji setia ketika menjadi bawahan di istana raja. Teruji dapat dipercaya dalam hal keuangan dengan bahan-bahan bangunan yang diberikan raja untuk pembangunan tembok Yerusalem. Telah teruji menghadapi tantangan dan persoalan baik dari luar maupun dari dalam. Nehemia menjadi pejabat publik karena telah lebih dahulu membuktikan kualitas kepemimpinannya. Karakter mulia, kerendahan hati dan sifat melayani Nehemia yang telah ditunjukkannya sebelum menjadi pejabat publik tidak berubah. Menjadi pemimpin masyarakat tidak merubah karakter ilahi Nehemia. Dia tetap menjadi pemimpin yang melayani dan memperhatikan kebutuhan bangsanya. Jadilah pemimpin yang rendah hati dan bersahaja yang juga mempunyai rasa solidaritas terhadap semua orang yang kita pimpin, sehingga itu semua dapat menjadi contoh dan teladan bagi orang lain dan kita tidak segan untuk selalu melihat ke bawah walaupun posisi kita sudah berada di atas. Semua yang kita miliki hanya karena anugerah-Nya yang memberi kita kesempatan untuk maju dan berkembang untuk kemuliaan-Nya. Jadilah pemimpin yang baik dan lakukan tugas yang Tuhan percayakan dengan selalu bergantung dan berharap kepadaNya. Kita memulai dari dalam kehidupan keluarga kita masing-masing sebagai orang tua maupun anak-anak.

Doa     : Ya Tuhan, Terima kasih untuk segala kepercayaanMu yang Engkau berikan. Mampukan kami untuk selalu menjadi berkat  Amin.

Sabtu, 28 Mei 2022                                         

bacaan : Imamat 25 : 35 -38 

Perlakuan terhadap orang miskin
35 "Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu. 36 Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu. 37 Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kauberikan dengan meminta riba. 38 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepadamu tanah Kanaan, supaya Aku menjadi Allahmu.

Tidak Menutup Mata Dan Hati

Dalam ayat ini dikatakan orang Israel perlu menyokong saudara yang jatuh miskin agar tetap hidup. Penerapan instruksi ini mencerminkan seorang yang takut akan Allah dan tidak melupakan karya keselamatan-Nya. Bunda Teresa menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Kalkuta, India. Ia berada di tengah-tengah masyarakat yang dianggap sebagai yang termiskin dari yang miskin dan melayani mereka. Ia menjadi wakil Tuhan untuk mereka yang termiskin dan terbuang. Bunda Teresa melayani orang yang lapar, gelandangan, buta, pincang, dan mereka yang menderita penyakit-penyakit yang bagi kebanyakan orang dianggap menjijikkan seperti lepra atau kusta serta sakit penyakit lainnya. Dia berhadapan setiap hari dengan mereka, namun dari pengalamannya sendiri, ia berkata bahwa the greatest poverty justru adalah orang-orang yang tidak ada yang mengasihi, orang-orang yang tidak diperhatikan, tidak ada yang mencintai dan orang-orang tertolak. Kemiskinan terparah bukanlah kelaparan, telanjang dan tidak punya rumah, melainkan rasa tidak dimiliki, tidak dicintai, tidak dipedulikan. Teladan bunda Teresa mengajarkan kita banyak hal. Salah satunya tetap mengasihi mereka yang miskin dan terbuang. Melayani mereka dengan penuh rasa empati bukan menyudutkan mereka karena keadaan mereka, tetapi dengan penuh cinta kasih dan menunjukkan karakter Kristus kepada mereka sebagai saudara kita yang membutuhkan pertolongan. Misalnya dengan berbagi makanan, memberi mereka kebutuhan yang dibutuhkan dan yang paling penting adalah mendoakan yang terbaik untuk mereka. Mari kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong mereka yang miskin dan berkekurangan. Kita melakukannya dengan penuh sukacita sebab kita menikmati kasih dan sukacita didalam Tuhan Yesus Kristus.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk selalu peduli dan peka kepada sesama kami yang membutuhkan pertolongan.  Amin.

*SUMBER : SHK Bulan Mei 2022, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar