Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 Juli 2022

Tema Bulanan : “Kasih Kristus Menguatkan Daya Juang Untuk Transformasi Hidup

Tema Mingguan : “Hidup baru di dalam Kristus

Minggu, 03 Juli 2022                                           

bacaan : Kolose 3 : 5 – 17

Manusia baru
5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. 12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Hidup Menurut Kehendak Kristus

Rasul Paulus menegaskan bahwa Tuhan tak menghendaki perbuatan; percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan, penyembahan berhala. Selain itu, Tuhan juga tidak menghendaki terjadi dalam hidup orang Kristen, marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, saling mendustai, perpecahan, kebencian, dan pilih kasih. Oleh sebab itu menjadi Kristen berarti bersedia untuk mengubah kebiasaan lama yang tak ada faedahnya. Melakukan hal-hal yang tak ada faedahnya sama artinya dengan hidup sebagai manusia lama. Orang kristen sebaliknya diminta untuk melakukan hal yang berfaedah atau yang dikehendaki Tuhan. Inilah yang dimaksudkan Paulus hidup sebagai manusia baru. Hidup sebagai manusia baru berarti bersungguh-sungguh mengubah semua perbuatan buruk agar hanya terdapat yang baik. Perbuatan yang baik itu adalah belaskasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, kerelaan untuk mengampuni, kasih, damai sejahtera, dan bersyukur senantiasa. Semua perbuatan baik itu adalah jawaban orang kristen atas kasih yang telah Kristus anugerahkan. Perbuatan-perbuatan baik akan memampukan kita bertahan dan berjuang demi kehidupan yang layak. Hidup harus terus menerus ditransformasikan. Maksudnya cara atau bentuk hidup lama, yakni semua perbuatan yang tak ada faedahnya perlu diubah agar menjadi berkenan pada kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan selalu baik, bila kita melakukannya, maka kebaikan atau faedah pasti dialami. Akhirnya, lakukanlah segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.    

Doa: Ya Tuhan, kiranya hidup kami menjadi berkenan pada kehendak-Mu. Amin.

Senin, 04 Juli 2022                                              

bacaan : Titus 3 : 1 – 14

Pesan-pesan penutup
Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. 3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. 4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. 8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia. 9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka. 10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi. 11 Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri. 12 Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini. 13 Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa. 14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

Lakukanlah Hal Yang Baik Dan Berguna

Nas hari ini merupakan pesan Paulus kepada Titus tentang petunjuk dan nasihat agar semua orang percaya tetap  memegang teguh iman yang benar serta hidup dengan baik. Pesan ini diawali dengan permintaan agar mereka tunduk kepada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap melakukan setiap pekerjaan yang baik. Permintaan ini disampaikan sebab jika orang kristen terang-terangan tidak tunduk maka pemerintah dapat saja melarang mereka beribadat atau bahkan melakukan tindakkan pembunuhan. Bila mereka dilarang untuk beribadat atau dibunuh, maka injil tidak dapat lagi diberitakan di seluruh wilayah kekaisaran Romawi. Sikap tunduk atau menghormati pemerintah berguna bagi kelanjutan pelaksanaan pemberitaan injil bukan untuk kepentingan diri atau pribadi. Kebaikan hidup orang Kristen juga harus dinyatakan dalam hal tidak boleh; memfitnah dan bertengkar, menjadi hamba berbagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, saling membenci dll. Selanjutnya Paulus menasihati agar mereka selalu ramah dan lemah lembut terhadap semua orang serta terus belajar untuk melakukan pekerjaan yang baik agar dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok. Demikianlah caranya kehidupan yang berbuah diupayakan dalam hidup beriman sehari-hari. Hidup beriman kita haruslah membuahkan kebaikan, sama seperti Kristus yang telah menyatakan kemurahan-Nya. Kebaikan adalah tanda hidup semua kita yang telah mengalami kasih karunia Kristus. Ia telah memilih kita untuk diselamatkan. Karena itu, marilah kita hidup seturut nasihat Paulus; lakukanlah hal yang baik dan berguna.   

Doa: Ya Tuhan layakkanlah kami menjalani hidup dengan berarti. Amin.

Selasa, 05 Juli 2022                                           

bacaan : 1 Petrus 1 : 23

23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Dilahirkan Kembali Dari Benih Yang Tidak Fana

Allah sudah memilih suatu umat yang baru untuk hidup kudus. Maksud dari keterpilihan itu adalah hidup sebagai persekutuan yang melayani Allah. Sehubungan dengan gagasan tersebut, maka Petrus mengingatkan pula bahwa sebagai pengikut Kristus, jemaat dapat saja mengalami penderitaan, sebagaimana Kristus juga menderita bagi mereka. Pilihan sikap beriman untuk menghadapi pergulatan hidup sebagai umat Allah adalah tetap memelihara kekudusan dan kasih persaudaraan. Oleh sebab itu tersebut dalam teks bacaan hari ini: karena kamu telah dilahirkan kembali, bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Hidup yang kudus berarti terpisah (dikhususkan) dari kebiasaan atau hal-hal yang duniawi. Kekudusan dapat dialami jika hidup “dilahirkan kembali”, maksudnya berubah sesuai firman Allah. Sebutan lainnya adalah dilahirkan kembali dari benih yang tidak fana. Ungkapan hidup kudus dalam konteks surat Petrus berarti tetap memiliki iman, kerendahan hati, dan sukacita dalam penderitaan. Jemaat pada masa itu memang mengalami penganiayaan dan penyingkiran dari masyarakat.  Sekalipun tak sama persis, namun situasi dimana kita hidup sekarang juga tak terlepas dari adanya pergumulan, kesukaran atau penderitaan. Sehubungan dengan kenyataan seperti itu, maka hendaklah kita jadikan kesaksian Petrus ini sebagai pedoman hidup. Keberadaan orang Kristen dewasa ini haruslah ditandai dengan hidup yang beriman, kerendahan hati, bersukacita dalam penderitaan serta tetap memelihara kasih persaudaraan. Inilah tanda bahwa kita dilahirkan kembali.

Doa: Ya Bapa, ubahlah hidup kami agar sesuai dengan firman-Mu. Amin.

Rabu, 06 Juli 2022                                            

bacaan : Efesus 2 : 11 – 22

Dipersatukan di dalam Kristus
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, -- 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Kasih Kristus Mepersatukan Semua Bangsa

Keragaman atau kepelbagian dalam hal apapun termasuk fakta adanya berbagai bangsa di dunia, sesungguhnya merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan dikelola. Fakta ini sejalan dengan gagasan teologi Paulus tentang keluarga Allah sebagaimana tersebut dalam nas hari ini. Pengertiannya adalah sebagai berikut. Pertama, Allah telah menyelamatkan orang-orang yang mengimani Kristus dan semua mereka dipersatukan dalam satu tubuh. Kristus telah meruntuhkan tembok-tembok yang memisahkan orang (Yahudi dan bukan Yahudi). Semua orang percaya bukan saja dipersatukan dalam Kristus melainkan telah pula didamaikan dengan Allah. Mereka telah mengalami pengampunan dosa melalui pengurbanan Kristus di Salib. Kedua, kita yang adalah umat tertebus, terpanggil untuk mengemban misi pemberitaan injil. Keselamatan Allah diuntukkan bagi semua ciptaan dan untuk itu pemberitaan injil haruslah berlangsung. Semua orang yang mengimani Kristus haruslah menjadi pemberita injil dalam hidupnya kapan dan dimana saja. Ketiga, semua orang yang mengimani Kristus haruslah hidup dalam cinta kasih, bukan dalam tembok-tembok pemisah karena jabatan, kedudukan, status sosial, kepentingan, golongan, suku, dan keturunan. Mari hidup dalam  keutuhan dan persudaraan sejati sejagad yang saling peduli serta melindungi. Hidup yang saling peduli dan melindungi dapat dialami bila terkikis perseteruan, perselisihan, permusuhan, pertengkaran, curiga, dll. Suburkanlah sikap hidup saling menghargai dan menerima, memperkaya dan membangun. Kiranya hidup ini kita jalani sebagai satu keluarga Allah.

Doa: Ya Bapa kuatkan kami untuk hidup bersama dalam keutuhan keluarga Allah.  Amin.

Kamis, 07 Juli 2022                                    

bacaan : 3 Yohanes 1 : 11 – 12

11 Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah. 12 Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar.

                               Perbuatan adalah Wujud Pemberitaan

Kegembiraan yang paling besar dari orang tua adalah melihat anak-anak mereka hidup dalam kebenaran. Kebenaran yang dimaksud bukan saja secara intelektual yakni memiliki pengetahuan tetapi juga mengasihi. Kebenaran itulah yang menjadikan seseorang berpikir dan bertindak seperti Kristus. Demetrius adalah pemimimpin dari para pengkhotbah keliling yang selalu memberitakan dan mempraktekkan kebenaran. Inilah pesan bahwa kekuatan akal tidak dapat menggantikan tempat kasih di hati. Demikian Yohanes mengakhiri suratnya dengan kasih. Penulis ini hendak menegaskan bahwa kekuatan pengetahuan dan sifat lemah lembut harus berjalan bersama. Jangan meniru yang jahat, melainkan yang baik. Mari cermati kisah berikut ini. Ada seorang anak yang mengalami perubahan perilaku yang amat drastis. Ia pada awalnya sangat baik, tetapi karena keinginan main game, sehingga dia mencuri HP tetangganya. Perbuatan buruk dilakukannya juga dalam pertemanan sehari-hari. Selain itu, ia suka berbohong dan  selalu mencuri uang orang tua untuk membeli pulsa. Kisah tersebut merupakan contoh yang memperlihatkan dan menjadi peringatan bagi orang tua tentang betapa sulitnya mengajarkan perilaku baik kepada anak-anak kita. Kita perlu belajar dan meneladani Demetrius, seorang yang   memberitakan kebenaran dan menjauhi perbuatan dosa. Teladan kebaikan dari Demetrius hendaklah dihayati agar sebagai orang dewasa, kita dapat mengajarkan kebaikan kepada anak-anak. Janganlah meniru yang jahat melainkan yang baik, barangsiapa berbuat baik, dia berasal dari Allah, tetapi barang siapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk berpikir dan bertindak yang baik. Amin.

Jumat, 08 Juli 2022                                          

bacaan : Galatia 2 : 19 – 21

19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Kehidupan Baru Didasarkan Pada Iman Akan Kristus

Ajaran Paulus tentang kehidupan Baru dan iman akan Kristus berkaitan dengan pergulatan keimanannya yang unik. Ia terlahir sebagai orang Yahudi dan taat melakukan hukum Taurat (Gal. 2:15). Namun, karena pengalaman spiritual yang hebat di Damsyik, ia mengimani Kristus (Kis. 9:2-30). Pengalaman iman itulah yang mendasari pernyataannya sebagaimana tersebut dalam nas hari ini. Katanya: “sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus” (ayat 19). Salib adalah simbol kematian bagi dunia, sebaliknya menurut Paulus salib berarti hidup baru. Paulus memang tidak disalibkan secara harfiah, tetapi kehidupan lamanya di bawah hukum Taurat telah menjadi kehidupan baru yang didasarkan pada iman akan Kristus. Iman kepada Kristus memberinya hidup baru, yang tidak dapat diberikan hukum Taurat (bdk. Flp. 3:8-9). Ia selanjutnya mengakui bahwa hidupnya bukan lagi karena dirinya sendiri melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang ia hidupi sekarang adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku (ayat 20). Kasih yang mengampuni, mendamaikan, membebaskan, dan mengubah hidup dari Kristus telah dialami Paulus sebagai anugerah. Anugerah itu juga disediakan Kristus bagi semua orang yang mengimani-Nya. Sebagaimana karena kasih, Kristus telah mengubah Saulus menjadi Paulus, maka hidup semua orang yang mengimani-Nya juga akan diubah. Bukalah hidup dan jangan menolak kasih karunia Kristus agar hidupmu dibarui selalu. Berusahalah miliki kehidupan baru karena iman akan Kristus. 

Doa: Tuhan, tolong kami untuk hidup karena iman. Amin.

Sabtu, 09 Juli 2022                                            

bacaan :  2 Korintus 5 : 17

17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Di dalam Dia Ada Ciptaan Baru

Siapa yang ada dalam Kristus dia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang. Artinya setiap orang yang ada dalam Kristus telah meninggalkan manusia lama kemudian diubahkan Tuhan, menjadi orang kudus. Manusia baru dalam Kristus itu adalah manusia yang telah mengalami pencerahan spiritualitas yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Karena itu mereka yang telah dibarui selalu hidup dalam Roh serta kebenaran. Kebenaran yang dimaksud Paulus adalah karya pengurbanan Kristus yang telah mendamaikan manusia dengan Allah. Jemaat Korintus diminta meyakini kebenaran tersebut dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Mereka hidup sebagai orang yang telah diperdamaikan dengan Allah. Hidup orang percaya tak boleh lagi memberi tempat bagi berlangsung pertikaian atau permusuhan. Oleh sebab itu dalam nas hari ini, Paulus katakan: “jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Ia bukan saja berbicara tentang perdamaian, tetapi juga menjadi pelakunya. Paulus menulis surat dan menyapa semua orang yang mengkritik dan memusuhinya dalam suasana cinta kasih. Ia menjumpai semua lawannya dengan kasih persaudaraan agar relasi mereka tetap berlangsung dalam suasana perdamaian. Teladan iman dan kebaikan ini layak dimiliki agar hidup kekristenan dewasa ini dapat terhindar dari ancaman keretakan dan permusuhan serta perpecahan. Hendaklah perdamaian dimulai dari diri sendiri, yakni berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dalam keluarga dan semua orang bahkan alam sekitar. 

Doa; Ya Tuhan kiranya kami mampu menjadi pelaku perdamaian. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2022, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar