Tema Bulanan : ” Kasih Kristus Menguatkan Daya Juang Untuk Transformasi Hidup.“
Tema Mingguan : “Mengejar kebahagian sejati“
Minggu, 10 Juli 2022
bacaan : Mazmur 49 : 1 – 21
Kebahagiaan yang sia-sia Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur. (49-2) Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian, pasanglah telinga, hai semua penduduk dunia, 2 (49-3) baik yang hina maupun yang mulia, baik yang kaya maupun yang miskin bersama-sama! 3 (49-4) Mulutku akan mengucapkan hikmat, dan yang direnungkan hatiku ialah pengertian. 4 (49-5) Aku akan menyendengkan telingaku kepada amsal, akan mengutarakan peribahasaku dengan bermain kecapi. 5 (49-6) Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku, 6 (49-7) mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka? 7 (49-8) Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, 8 (49-9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya-- 9 (49-10) supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur. 10 (49-11) Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati, orang-orang bodoh dan dungupun binasa bersama-sama dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain. 11 (49-12) Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya, tempat kediaman mereka turun-temurun; mereka menganggap ladang-ladang milik mereka. 12 (49-13) Tetapi dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan, ia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan. 13 (49-14) Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada dirinya sendiri, ajal orang-orang yang gemar akan perkataannya sendiri. Sela 14 (49-15) Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka. 15 (49-16) Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela 16 (49-17) Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, 17 (49-18) sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia. 18 (49-19) Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, 19 (49-20) namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya. 20 (49-21) Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.
Berbahagialah Mereka Yang Mengandalkan Tuhan
Kita memang tak dapat pungkiri bahwa materi, kekuasaan, jabatan atau yang lainnya memiliki nilai penting dalam keberadaan manusia. Manusia tak mungkin hidup tanpa hal-hal tersebut, karena itu hikmat dan pengertian diperlukan untuk mengusahakan dan memilikinya. Hikmat dan pengertian perlu agar manusia terhindar dari kebahagiaan yang sia-sia. Kita memerlukan materi dan yang lainnya, namun jangan sampai melupakan Tuhan, sebab kebahagiaan sejati berasal dari-Nya. Hal apapun yang kita miliki termasuk kegemilangan, popularitas, dan prestasi hanyalah pemenuhan atas kebutuhan sebagai manusia, tetapi bukan penyelamat. Orang berhikmat mengandalkan Tuhan dan terhindar dari kesia-siaan. Andalkanlah Tuhan dan upayakanlah semua hal yang dibutuhkan dalam hidup agar kebahagiaan sejati dialami. Perhatikanlah dua contoh peradaban modern berikut ini. Presiden Brasil, G.Vargas yang berada di puncak karier dan jabatannya tapi justeru bunuh diri dengan cara menembak jantungnya sendiri. Marilyn Monroe, artis terkenal dan cantik mengalami depresi hingga overdosis. Kita mendapat pelajaran dari dua kisah itu bahwa keselamatan tidak terletak pada banyaknya harta atau tinggi rendahnya jabatannya serta popularitas atau ketenaran. Ingat dan renungkanlah bahwa mengandalkan Tuhan menjadikan kita berhikmat menjalani keberadaan dan berbahagia. Dia-lah Sang pemilik hidup dan sumber berkat. Pemazmur meyakini-Nya sebagai Sang pemilik kuasa abadi yang akan menjamin hidup kita kini dan nanti. Semua orang yang mengandalkan Tuhan memiliki hikmat, bersukacita dan berbahagia. Oleh sebab itu andalkanlah Dia dalam seluruh keberadaan ini.
Doa: Tuhan mampukan kami untuk selalu mengandalkan-Mu. Amin.
Senin, 11 Juli 2022
bacaan : Amsal 11 : 27 – 28
27 Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan. 28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.
Mengejar Kebaikan dan Menjauhi Kejahatan
Penulis Amsal seperti yang tersebut dalam nas hari ini menyampaikan wejangan hikmat tentang hal yang harus diupayakan seseorang dalam hidupnya. Hidup adalah kesempatan untuk “mengejar” atau mengupayakan kebaikan, bukan kejahatan (ayat 27). Inilah fakta keberadaan manusia, senantiasa bergumul dengan baik dan buruk. Hal ini bermkna peringatan agar semua orang menjalani hidup secara berhati-hati. Pilihan tindakkan kebaikan dan kejahatan pasti menjadi kenyataan yang terus berlangsung. Semua orang diharapkan dapat menyadari bahwa setiap tindakkan melahirkan dampak tertentu. Seseorang yang melakukan kebaikan dikenan orang. Tindakkan kebaikan menjadi cerita hidup yang bermakna positif bagi orang lain. Sebaliknya kejahatan berdampak pada dialaminya kemalangan atau kesusahan. Kita diajak untuk mempertimbangkan baik buruk suatu tindakkan. Pertimbangan tentang manfaat inilah yang mendasari dipilihnya tindakkan kebaikan. Kebaikan dan kejahatan memang keduanya dapat dilakukan manusia, tapi perlu disadari bahwa hanya kebaikanlah yang mendatangkan manfaan bagi kehidupan. Gagasan sebab akibat tindakan ini diulangi penulis lagi di ayat 28 dengan mengatakan: “siapa mempercayakan diri kepada kekayaan akan jatuh, tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.” Orang berhikmat tak akan mempercayakan hidupnya pada kekayaan tapi untuk Tuhan. Kekayaan bersifat sementara dan tak menjamin kelangsungan hidup. Orang benar mempercayakan hidupnya kepada Tuhan, sebab Dia-lah yang berkuasa menjamin kelangsungan dan kebahagiaan hidup di dunia ini.
Doa: Ya Bapa, tolong kami untuk mengejar kebaikan, bukan kejahatan. Amin.
Selasa, 12 Juli 2022
bacaan : Amsal 4 : 14 – 19
14 Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat. 15 Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus. 16 Karena mereka tidak dapat tidur, bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang tersandung; 17 karena mereka makan roti kefasikan, dan minum anggur kelaliman. 18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. 19 Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.
Jalanilah Hidup Sebagai Orang Benar
Ada sebuah syair lagu “berliku-liku kehidupan ini, jalan mana yang harus kulalui, rintangan dan cobaan selalu menghalangi, bila ku ingin datang padaMu”. Syair lagu ini menjelaskan tentang situasi dan kondisi hidup kita di tengah dunia ini yang tidak pernah sepi dari berbagai hal yang menantang, mengggoda iman dan keyakinan kita kepada Allah. Sebagai anak-anak Tuhan, penting bagi kita untuk selalu meminta hikmat-Nya agar dituntun dan berjalan sebagai orang benar. Jalan hidup orang benar menuju kehidupan kekal. Sebaliknya jalan hidup orang fasik atau yang salah, menuju kebinasaan. Penulis Amsal mencirikan orang fasik adalah orang yang tidak mengakui Tuhan dan kuasaNya. Mereka adalah orang-orang yang sombong dan angkuh yang selalu merancang dan melakukan kejahatan. Istilah jalan adalah sikap serta perilaku hidup. Jalan orang benar, adalah sikap juga perilaku hidup yang benar. Jalan hidup mereka sesuai dengan perintah dan kehendak Tuhan. Penghormatan kepada Tuhan sebagai Pencipta dan sumber hidup selalu terwujud dalam kehidupan orang benar. Kemudian dalam relasi dengan manusia dan semua ciptaan, sikap dan perilaku orang benar selalu mendatangkan berkat, sukacita dan kebahagian. Sebaliknya jalan orang fasik adalah sikap serta perilaku hidup mereka yang jauh juga menyimpang dari perintah dan kehendak Tuhan. Keberadaan mereka digambarkan dengan ungkapan: “Setiap hari, kejahatan seakan dijadikan sebagai makanan”. Perlakuan demikian merupakan gambaran dari hidup yang memprihatinkan dan harus dijauhi. Oleh sebab itu marilah menjalani hidup sebagai orang benar.
Doa: Ya Tuhan, layakanlah kami menjalani hidup sebagai orang benar. Amin.
Rabu, 13 Juli 2022
bacaan : Amsal 3 : 13 – 17
13 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, 14 karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. 15 Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. 16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. 17 Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.
Milikilah Hikmat Tuhan Sehingga Hidup Penuh Bahagia
Semua orang, siapapun dia, apapun latar belakang hidupnya, pasti ingin berbahagia. Kebahagian dapat dipandang dari berbagai ukuran. Terkadang orang mengukur kebahagian itu dari hal-hal materi. Orang akan bahagia kalau mempunyai uang yang banyak, sebab pikirnya dengan uang dia bisa beli dan miliki apa saja. Orang juga akan bahagia kalau dia mempunyai jabatan dan kedudukan yang tinggi, sebab dia merasa hebat dan berkuasa atas semua orang. Orang akan bahagia ketika mempunyai harta yang banyak, sebab dia akan merasa dihormati dan terpandang. Namun, dalam kenyataan tidak selalu demikian. Orang yang punya uang dan harta yang banyak, ternyata merasa tidak tenang. Setiap malam dia tidak tidur dengan nyenyak, sebab memikirkan uang dan hartanya, jangan-jangan dirapok atau dicuri. Orang yang punya jabatan dan kedudukan yang tinggi juga tidak tenang sebab dia terus memikirkan bagaimana caranya untuk tetap mempertahankan kedudukan dan jabatannya. Dampaknya adalah seseorang dapat melakukan apa saja untuk mempertahankan semua yang telah dimiliki. Kita perlu belajar dari firman Tuhan sebagaimana disebutkan oleh penulis Amsal dalam nas hari ini. Ia menegaskan bahwa orang yang berbahagia adalah mereka yang mendapatkan hikmat dan kepandaian. Hikmat dan kepandaian yang dimaksudkan berasal dari Tuhan bukan manusia. Siapa yang mendapatkan hikmat Tuhan, keuntungannya melebihi emas, perak dan permata serta keinginan manusia. Ia akan menikmati umur panjang, kekayaan dan kehormatan juga kebahagiaan serta kesejahteraan.
Doa: Ya Tuhan berilah hikmat dan kepandaian-Mu agar kami mengalami kehidupan yang sejati. Amin.
Kamis, 14 Juli 2022
bacaan : Mazmur 25 : 12 – 14
12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. 13 Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. 14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
Hidup Takut Tuhan Membawa Kebahagian Sejati
Kita dapat mengalami kebanggaan karena memiliki hubungan yang akrab dengan seorang pejabat atau penguasa. Sebab melalui hubungan keakraban tersebut, kita mungkin akan menikmati fasilitas dan berbagai kemudahan dari pejabat atau penguasa tersebut. Kenyataan yang demikian manusiawi adanya. Sekalipun demikian, sebagai anak-anak Tuhan, ada baiknya bila kita memahami bahwa kebahagian dan sukacita adalah buah dari dimilikinya hubungan yang akrab dengan Tuhan. Dia-lah Sang pencipta dan penguasa hidup. Hubungan yang akrab dengan Tuhan terwujud karena sikap hidup takut kepada-Nya. Maksudnya menghargai, menghormati dan mengagumi Tuhan selalu dalam seluruh hidup kita. Tuhan menjadi yang terutama dalam setiap langkah hidup yang kita jalani setiap waktu. Nas hari ini menegaskan pernyataan pemazmur bahwa orang yang takut akan Tuhan, padanya akan ditunjuk jalan hidup ke depan. Tak ada seorang pun manusia yang dapat mengetahui dan menyingkapkan hari esok atau masa depan dengan sempurna. Kebahagian sejati akan dialami saat kita membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan. Setiap janji penyertaan-Nya menjadi kekuatan dan harapan di tengah perjalanan hidup, sekalipun diterpa berbagai tantangan, persoalan bahkan ancaman. Kita melangkah bersama Tuhan dengan pasti dan berani, saat bekerja, belajar, mengabdi dan melayani demi mengupayakan masa depan yang penuh kebahagian. Mari membuka hati memohon hikmat Tuhan agar dalam hidup ini kita takut pada-Nya. Yakinlah bahwa setiap orang yang takut akan Tuhan pasti mengalami kebahagiaan sejati.
Doa: Ya Tuhan berilah kepada kami hidup yang takut pada-Mu, sehingga kebahagiaan sejati dapat dialami. Amin.
Jumat 15 Juli 2022
bacaan : Amsal 20 : 1 – 7
Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya. 2 Kegentaran yang datang dari raja adalah seperti raung singa muda, siapa membangkitkan marahnya membahayakan dirinya. 3 Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak. 4 Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa. 5 Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. 6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? 7 Orang benar yang bersih kelakuannya--berbahagialah keturunannya.
Kelakuan Bersih Berbahagialah Keturunannya
Semua orang pasti ingin dan mengharapkan kebahagian bagi keluargan serta keturunannya. Itulah sebabnya semua orang berjuang dan berusaha keras untuk mewujudkan kebahagiaan itu. Terkadang orang keliru memahami kebahagian itu hanya sebatas hal-hal lahiriah saja. Misalnya uang, harta kekayaan, jabatan dan kekuasaan. Firman Tuhan di hari ini, menyaksikan ketegasan penulis Amsal. Katanya, hanya dengan sikap yang bersih, jauh dari hal-hal buruk atau kejahatan, kebahagian dinikmati oleh setiap orang dan keturunannya. Orang yang hidupnya bersih dikasihi Tuhan. Mereka menjauhkan diri dari kebiasaan minum minuman keras, menjauhi cemohan, perbantahan, amarah, dan kemalasan. Perilaku meminum minuman keras dijauhi karena sadar bahwa akibat dari kebiasaan ini tidak ada kedamaian tetapi selalu terjadi keributan. Orang yang suka minum minuman keras atau pemabuk tak mungkin terhindar dari akibat buruk kebiasaan itu. Hilang kesadaran dan kontrol diri, kesehatan tubuh terancam, kerugian ekonomi dan kehilangan waktu atau kesempatan. Sebaliknya orang yang bersih hidupnya mampu menyelesaikan masalah dengan bijak, bekerja keras dan menikmati hasilnya, disebut orang baik hati serta setia juga dapat membuat rancangan kehidupan dengan baik. Orang yang bersih kelakuannya menghargai anugerah Tuhan, menata hidup sendiri dan keluarganya dengan baik, berarti bagi sesama serta menikmati masa depan yang gemilang. Hendaklah kita terus menjaga kemurnian hati agar terhindar dari keburukan dan kejahatan. Ingatlah bahwa kebahagiaan keluarga dan keturunan tergantung pada bersihnya hidup kita.
Doa: Bapa, tolonglah kami agar dapat miliki hidup yang bersih. Amin.
Sabtu, 16 Juli 2022
bacaan : Lukas 6 : 20
Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
Yesus Menyebut Orang Miskin Berbahagia
Semua manusia, dalam hidup ini, mendambakan kehidupan yang penuh bahagia. Tak ada seorang pun yang mau hidup tidak bahagia. Dalam rangka itulah, masing-masing orang ingin berpikir dan melakukan berbagai hal untuk mendapatkan kebahagiaan menurut cara mereka masing-masing. Ada yang merasa bahwa kebahagiaan itu bisa diraih apabila memiliki pasangan hidup, yakni menikah dan membangun keluarga. Ada pula yang ingin menikmati kebahagiaan bila memiliki harta kekayaan atau saat sudah sejahtera. Tidak jarang pula, ada orang-orang tertentu yang merasa bahwa dia akan bahagia jika mendapat jabatan atau kekuasaan. Selain itu untuk orang-orang tertentu, mereka merasa bahagia jika melihat orang lain, teristimewa orang yang membenci dirinya, mengalami kesusahan. Kebahagiaan tidak terletak dari seberapa banyak harta kekayaan yang dimiliki, seberapa tinggi kedudukan, jabatan, dan pendidikan seseorang, atau ketika seseorang sudah menjalani kehidupan berumah tangga. Firman Tuhan dalam Lukas 6:20 mengandung pengertian bahwa kebahagiaan memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Allah. Kebahagiaan sejati bukan menyangkut hal duniawi, tidak berhubungan dengan harta kekayaan dan jabatan semata, pasangan hidup saja, melainkan yang terpenting dan utama adalah berkaitan dengan hal-hal sorgawi; kesucian hidup, doa, hidup sejalan dengan Firman Tuhan, mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Atas dasar itulah, Yesus menyebut orang miskin berbahagia. Orang yang miskin berbahagia karena kerajaan Allah sudah hadir. Allah mengasihi dan berpihak pada mereka.
Doa: Ya Tuhan, berilah pengasihan-Mu agar kami bahagia. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN JULI 2022, LPJ-GPM