Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 Juli 2022

Tema Bulanan : “Kasih Kristus Menguatkan Daya Juang Untuk Transformasi Hidup

Tema Mingguan : “Hidup di dunia tapi tidak duniawi

Minggu, 17 Juli 2022                                

bacaan : 2 Korintus 10 : 1 – 11

Sikap Paulus
Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah. 2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi. 3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. 5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, 6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna. 7 Tengoklah yang nyata di depan mata kamu! Kalau ada seorang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia. 8 Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu, maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu. 9 Tetapi aku tidak mau kelihatan seolah-olah aku menakut-nakuti kamu dengan surat-suratku. 10 Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti. 11 Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.

Hidup di Dunia Tapi Jangan Duniawi

Ikan air laut selalu terasa tawar, meskipun lahir dan hidup di dalam laut. Lahir dan hidup di dalam air laut yang asin tidak membuat daging ikan terasa asin. Dalam bahasa yang sederhana, hidup di laut yang asin tapi tidak menjadi asin. Rasul Paulus, lewat bacaan ini hendak menegaskan Jemaat di Korintus untuk hidup di dalam dunia tapi jangan menjadi duniawi. Ia hendak menyadarkan orang-orang Kristen bahwa selama kita hidup di dunia baiklah perjuangan hidup kita tidak secara duniawi. Artinya, janganlah hal-hal yang duniawi mempengaruhi dan menguasi hidup kita atau mengubah hidup menjadi manusia dunia. Perjuangan hidup orang Kristen di dunia haruslah berlangsung di dalam Kristus, yakni dengan menggunakan perlengkapan senjata Allah. Paulus telah menunjukkan keteladanan tentang hidup yang tidak duniawi. Ia memilih untuk tidak menyelesaikan masalah antara dirinya dengan sejumlah orang secara fisik atau kekerasan. Hidup di dunia tak mumngkin tanpa masalah karena itu penyelesaiannya harus dilakukan dengan cara damai. Kekerasan tak boleh dipakai untuk menyelesaikan konflik atau terganggunya relasi di antara seorang dengan yang lainnya. Hidup sebagai umat milik Kristus haruslah berlangsung dalam damai, cinta kasih, rukun, harmonis, dan persaudaraan. Inilah maksudnya, kita memang lahir dan hidup di dunia namun itu tidak berarti kita menjadi manusia duniawi. Manusia duniawi hidup sebagai pembuat masalah atau keonaran, penuduh yang tak mengakui kelebihan orang lain serta ingin menang sendiri. Kita terpanggil untuk memelihara hidup dan mengubah dunia dengan kebaikan bagi kemuliaan Kristus.

Doa: Bapa, tolonglah kami untuk hidup bukan dengan cara yang duniawi. Amin.

Senin, 18 Juli 2022                                              

bacaan : Titus 2 : 11 – 12                                                                               

Kasih karunia Allah menyelamatkan semua manusia
11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

Hiduplah Sebagai Orang Yang Bijaksana di Dunia ini

Setiap orang yang percaya kepada Kristus harus selalu menyadari bahwa keselamatan telah dianugerahkan dengan Cuma-cuma. Kristus rela mengalami penderitaan dan kematian tapi bangkit dalam kemenangan. Ia menang atas kuasa dosa dan maut lalu menganugerahkannya sebagai keselamatan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Demikianlah ungkap Rasul Paulus, sebagaimana disebutkan dalam Titus 2:11-12: anugerah Tuhan Yesus yang menyelamatkan merupakan suatu kasih karunia. Disebut kasih karunia sebab keselamatan yang didapat oleh manusia, khususnya orang percaya, bukan merupakan hasil usaha manusia melainkan inisiatif Tuhan Allah. Tindakan Tuhan Allah yang mengambil inisiatif untuk menyelamatkan manusia dari dosa dimaksudkan untuk mendidik kita agar dpat meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi. Melalui Firman Tuhan ini, manusia dihadapkan dengan suatu tuntutan, sekaligus kewajiban agar dalam menjalani kehidupan di dunia kita tidak menjalaninya menurut keinginan dunia. Kehidupan duniawi kita sudah dikalahkan, dihancurkan, dan dipatahkan oleh Yesus Kristus dalam penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Hal ini pertanda, kita harus menjalani kehidupan sebagai orang-orang yang sudah ditebus dan diselamatkan dengn selalu hidup bijaksana, yaitu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, bersikap dan berperilaku adil, serta selalu mendekatkan diri pada Tuhan melalui doa dan ibadah. Semua orang yang telah diselamatkan menjadi bijaksana atau manusia yang berbeda dari mereka yang tidak percaya kepada Kristus.

Doa: Ya Kristus, layakkanlah kami menjadi orang yang bijaksana. Amin.

Selasa, 19 Juli 2022                                            

bacaan : Yohanes 15 : 19                                                                       

19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Walaupun Dunia Membenci, Saya Tetap Mengikuti Yesus

Dibenci oleh orang lain adalah hal yang tidak di kehendaki manusia dalam hidup ini. Begitu pun sebaliknya, orang lain juga tidak ingin dibenci oleh kita. Biasanya orang yang membenci kita adalah mereka yang memandang dengan curiga dan menilai secara sepihak.  Kita dinilai dan diposisikan sebagai orang yang  tidak; sepaham, sejalan, dan mengikuti mereka. Ada banyak pengalaman bahwa ternyata ketika seseorang tidak sepaham, sejalan, dan tidak mengikuti orang lain atau kelompok tertentu maka orang itu dibenci dan dibuat susah, bahkan dibunuh, seperti yang dialami oeh Yesus Kristus. Bacaan Alkitab ini memuat ucapan Yesus yang menegaskan tentang risiko tidak mengikuti keinginan dunia. Yesus menegaskan bahwa ada dua pilihan yang bertolak belakang, yaitu kalau mengikuti keinginan dunia maka dunia akan mengasihi kita. Sebaliknya, kalau menolak mengikuti keinginan dunia dan memilih mengikut Yesus maka dunia akan membenci kita. Kita adalah orang-orang yang telah ditebus dan diselamatkan oleh Yesus Kristus melalui kematian dan kebangitan-Nya. Pilihan Yesus Kristus untuk mengorbankan diri-Nya mati di Salib merupakan suatu keputusan untuk memilih dan menjadikan kita umat pilihan-Nya. Kita dipilih untuk menerima anugerah keselamatan dan kehidupan kekal (bd. Yoh.3:16). Hal ini berarti, kita tidak punya pilihan lain sekarang ini selain tetap setia mengikuti Yesus Sang penyelamat, meskipun karena hal tersebut, dibenci dunia. Tinggalkan keinginan dunia, dan tetaplah setia mengikuti Yesus.

Doa:  Ya Yesus, teguhkanlah hatiku untuk terus mengikuti-Mu meskipun dunia membenciku, amin

Rabu, 20 Juli 2022                                            

bacaan : Kolose 2 : 20 – 23                                                                                

20 Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: 21 jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; 22 semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. 23 Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Hiduplah Menurut ajaran, Nasihat dan Perintah Yesus

Nas hari ini menyaksikan upaya Paulus mendorong jemaat di Kolose untuk memahami apa arti dibangkitkan kepada kehidupan baru di dalam Kristus. Hidup baru dialami umat karena anugerah keselamatan yang diterima dari Kristus. Keselamatan adalah anugerah Allah, bukan usaha manusia. Umat yang telah diselamatkan diminta untuk hidup seturut ajaran, nasihat, dan perintah Yesus. Oleh sebab itu peraturan yang dibuat manusia sekalipun bermanfaat, namun bukanlah syarat memperoleh selamat. Ada sebagian orang percaya di Kolose yang masih beranggapan bahwa hukum-hukum dalam keagamaan. Hal juga tidak berarti pengabaian hukum yang dibuat manusia. Hukum buatan manusia tetap diperlukan untuk menjamin ketertiban dan keteraturan. Hidup baru di dalam Kristus adalah cara hidup yang mentaati kehendak Tuhan. Paulus, melalui bacaan Alkitab ini, memberikan pencerahan kepada orang-orang Kristen di Kolose bahwa hidup di dunia ini memerlukan hukum. Namun, selaku orang percaya yang sudah ditebus dan diselamatkan oleh Yesus Kristus, orang-orang Kristen tidak boleh mengabaikan segala sesuatu yang sudah Yesus ajarkan, nasihatkan, dan lakukan untuk umat manusia. Peraturan dunia memang ada dan perlu tapi jangan sampai orang-orang percaya melupakan dan mengabaikan perkara-perkara di atas yang Yesus sudah ajarkan dan sampaikan kepada manusia. Hiduplah karena kasih karunia dan jadilah orang percaya yang tertib dan teratur serta setia. Bila kita telah menjalani keberadaan sesuai kehendak Yesus, maka hidup yang sejati pasti dialami.

Doa: Ya Yesus, ajarlah kami untuk hidup menurut kehendak-Mu. Amin.

Kamis, 21 Juli 2022                                         

bacaan : Matius 5 : 13 – 16

Garam dunia dan terang dunia
13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Bermakna Seperti Garam dan Terang

Garam memiliki fungsi yang  unik, dapat memberi rasa asin tanpa terlihat. Lihat saja air laut dan air tawar (air biasa). Jika sama-sama dimasukkan ke dalam wadah seperti gelas, nyaris tidak akan ada bedanya. Garam hanya bisa terdeteksi jika dirasakan. Seperti itulah gambaran kita yang Tuhan inginkan. Menjadi anak Tuhan seperti garam, yang mengasinkan dengan larut di dalamnya. Garam tidak berfungsi maksimal ketika berkumpul dengan garam lainnya. Garam akan berfungsi maksimal ketika ia dilarutkan ke dalam benda lain. Garam akan berfungsi ketika dibubuhkan pada sayur yang hambar, sehingga rasanya menjadi lebih enak. Kita pun demikian, ada kalanya kita harus menjadi seperti garam, yang tanpa banyak terlihat  tetapi kehadirannya dirasakan membawa berkat dimanapun kita berada. Tuhan juga memerintahkan kita untuk menjadi terang (ay. 14). Fungsi terang berbeda dengan garam. Jika garam tidak terlihat ketika larut dalam air, terang justru harus terlihat oleh orang lain. Jika kita melihat ayat 14 sampai 16, kita akan mengerti bahwa hidup sebagai terang berarti harus siap dilihat orang banyak. Kehadiran kita harus dapat mengusir kegelapan. Ketika ada terang, maka kegelapan pun akan lenyap. Itulah mengapa kita pun harus mampu melakukan fungsi  sebagai terang, yaitu membawa penerangan bagi lingkungan sekitar. Terang pun jauh lebih berguna di tempat yang gelap. Ketika   ajaran Yesus ini sungguh dihayati, maka Ia akan memampukan kita baik sebagai garam maupun terang. Hidup kita bermakna karena kebusukan dan kehambaran serta kegelapan diatasi.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami supaya kami selalu bermakna bagi banyak orang dimana pun kami berada. Amin.

Jumat, 22 Juli 2022                                        

bacaan : Yohanes 17 : 6 – 19

6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. 7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. 8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 9 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu 10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. 11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. 13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. 14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. 18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

Hidup Sebagai Murid Yesus

Yesus dalam kondisi mempersiapkan perpisahan dengan para murid. Wajar jika seorang guru yang hendak berpisah dengan murid melakukan sesuatu untuk murid yang selama ini selalu mengikut-Nya. Setelah Dia berdoa kepada Bapa mengenai ketaatan dan seluruh tugas pelayanan yang dilakukan-Nya dalam ketaatan dan kesetiaan. Batinnya kemudian tergerak oleh belas kasih. Dia mendoakan para murid kepada Bapa. Bagi Yesus, kita ini adalah milik Bapa. Karena Roh Kudus, kita menuju pada Yesus. Kita tidak mungkin terpisah dengan Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Kesatuan dan kasih ini nyata sangat nampak dalam doa dan penyerahan murid yang dilakukan Yesus kepada Allah Bapa. Yesus meminta agar kita tidak diambil dari dunia yang jahat dan penuh pencobaan ini. Yesus sadar bahwa kita bukan dari dunia ini, kita adalah umat surgawi, milik Allah yang dikuduskan dan dipilih untuk menjadi warga Kerajaan Allah. Namun demikian, Yesus ingin agar Bapa menolong kita melakukan banyak tugas di dunia ini dan terutama agar melindungi kita dari yang Jahat. Yesus memohon agar Bapa menguduskan kita dalam kebenaran. Kebenaran itu ada dalam Firman Tuhan. Firman yang telah menjadi daging yaitu Yesus itu diam di antara kita. Hanya melalui Yesus, kita bisa mengenal Allah dan Firman-Nya. Hari ini kita diingatkan kembali untuk berbalik pada Firman, selalu berpegang teguh pada Firman dan mendekat pada Yesus. Melihat Yohanes 17:6-19, nyata juga penekanan secara konsisten akan identitas kita sebagai murid Kristus. Murid Yesus ada di dunia ini tapi tidak serupa dengan dunia ini.  Allah menguduskan kita

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami untuk selalu berbeda dengan dunia dan  sadar akan keberadaan kami sebagai murid-Mu. Amin.

Sabtu, 23 Juli 2022                                    

bacaan : 1 Yohanes 2 : 15 – 17

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Tidak Menuruti Dunia

Rasul Yohanes memberi peringatan tentang bahaya yang dapat dialami orang-orang percaya. Karena tinggal di dalam dunia, hati kita bisa begitu melekat pada berbagai hal di dalamnya (ayat 15). Di sini rasul Yohanes tidak sedang menuding suatu gaya hidup tertentu, penampilan tertentu, atau kepemilikan harta dalam jumlah tertentu. Ia sedang berbicara tentang kondisi hati saat umat Tuhan menanggapi apa yang ada di sekitarnya. Kondisi hati yang menganggap bahwa apa yang ditawarkan dunia jauh lebih baik daripada apa yang ditawarkan Tuhan. Seorang duta besar misalnya diutus ke sebuah negara yang sangat berbeda dari negara asalnya. Berbulan-bulan lamanya ia harus beradaptasi dengan bahasa dan budaya di sana. Namun, bayangkanlah jika ia menjadi begitu terpikat dengan nilai-nilai dan tradisi negara tersebut. Ia mulai menganggap negara itu sebagai negaranya sendiri, tentunya akan berdampak kurang baik bagi setiap keputusan yang akan diambilnya karena sudah tidak objektif lagi.  Kita pun demikian hidup di dunia tetapi jangan sampai terpikat dengan nilai-nilai duniawi. Kasih adalah kunci untuk berjalan di dalam terang sesuai dengan panggilan kita. Kita tidak dapat bertumbuh selama masih membenci sesama kita. Pertumbuhan dalam relasi kita dengan Allah akan menghasilkan pertumbuhan dalam relasi kita dengan sesama. Kita harus menjauh dari keinginan-keinginan dunia ini, sehingga kita dapat mengasihi Tuhan dan sesama dengan segenap hati, oleh karena itu, berdoalah kepada Tuhan. Mintalah kekuatan dari Tuhan dan alamilah kasih-Nya, sehingga kita dapat mengasihi sesama.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk menjauhi keinginan-keinginan dunia dan tidak terpikat olehnya karena kami hidup di dalam-Mu.  Amin.  

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2022, LJP-GPM

Tinggalkan komentar