Tema Bulanan : “Kasih Kristus Menguatkan Daya Juang Untuk Transformasi Hidup“
Tema Mingguan : “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan“
Minggu, 24 Juli 2022
bacaan : Lukas 12 : 13 – 21
Orang kaya yang bodoh
13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." 14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" 15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." 16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
Tuhan Menyediakan, Bermurah Hatilah
Yesus memberikan perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh. Hal ini disampaikan sebagai pengajaran kepada pendengar-Nya ketika seorang dari antara mereka yang memohon untuk menyelesaikan perkara warisan orang ini bermaksud supaya saudaranya mau membagi harta warisan. Ia datang memohon agar Yesus mengumpulkan baginya harta duniawi. Yesus kemudian memberi kepadanya pemahaman yang benar tentang keinginan akan harta duniawi. Yesus datang bukan supaya manusia mengumpulkan baginya harta duniawi yang pada saatnya akan ditinggalkannya namun supaya setiap orang menjadi pewaris kerajaan sorga. Maksudnya agar orang mengumpulkan harta di sorga yang tidak akan termakan ngengat. Seorang terkaya di dunia yaitu Jhon D. Rockefeller pernah di tanya oleh reporter televisi “how much is enough?” (“seberapa banyak lagi uang atau harta yang kau butuhkan?”) karena dia sudah menjadi orang terkaya di dunia saat itu, dan dia berkata “just a lillte bit more” (“sedikit lagi”). Inilah buktinya walaupun seseorang sudah memiliki banyak harta kekayaan, tetap saja tidak ada kata cukup. Yesus memberikan perumpamaan tentang ketamakan itu seperti seorang yang merasa senang dan aman karena memiliki lumbung yang besar untuk menyimpan kekayaannya, namun kesenangannya itu tidak bertahan lama sebab malam itu juga Tuhan mengambil jiwanya. Jangan pernah kita mengkuatirkan akan hari esok, sebab Tuhan menyediakan apa yang kita butuhkan. Biarlah hatimu dikuasai Tuhan untuk menjadi orang yang bermurah hati, memberikan hidup dan apapun yang ada pada kita menjadi kemuliaan Tuhan.
Doa: Tuhan tolonglah kami menjadi orang yang bermurah hati. Amin
Senin, 25 Juli 2022
bacaan : Matius 23 : 25 – 26
25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. 26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
Berbeda Dengan Kebanyakan Orang
Tiga orang hamba dipercayakan harta tuan mereka. Hal ini menempatkan ketiga hamba itu sebagai orang kepercayaan sang tuan untuk mengelola harta. Mereka diberikan otoritas dari sang tuan untuk memutuskan apa yang perlu guna mengusahakan harta tuan mereka. Mereka bukan lagi hamba biasa, tetapi wakil dari tuan mereka. Betapa besarnya tuan mereka menghargai mereka. Tuan mereka memberikan penghargaan besar kepada ketiga orang hamba itu. Mendapatkan kepercayaan besar seperti itu tentu seharusnya membuat para hamba itu gentar. Mereka seharusnya merasa tidak layak dan mereka seharusnya mengerjakan apa yang dipercayakan kepada mereka dengan tekun, takut, dan gentar. Mereka sadar bahwa tuan mereka mengambil risiko sangat besar dengan memercayakan mereka uang. Tuan itu meletakkan usahanya untuk maju atau hancur di tangan para hamba ini. Tetapi hamba yang ketiga menghina penghormatan yang diberikan oleh tuannya itu. Dia tidak gentar karena dia tidak menghormati tuannya sehingga penghormatan yang diberikan tidak dianggap olehnya. Kepercayaan itu mahal harganya tidak mudah untuk orang bisa percaya dengan kita, apalagi kalau urusannya sudah menyangkut dengan uang, banyak orang yang jatuh juga karena masalah uang dan banyak juga orang yang tidak jujur dalam mengelola uang. Kita harus berbeda dengan kebanyakan orang menjaga kepercayaan itu dan tidak bersikap tamak dan serakah maka kita akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah dan manusia (bd.Amsal 3:4)
Doa: Ya Tuhan, Beri kami kebijaksanaan untuk selalu menjaga kepercayaan yang Engkau berikan kepada kami, sehingga itu berbau harum di hadapan-Mu. Amin.
Selasa, 26 Juli 2022
bacaan : Amsal 15 : 27
27 Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup.
Andalkan Hikmat Allah Dalam Seluruh Kerjamu
Kata suap berkonotasi negatif yaitu pemberian atau hadiah berupa barang/uang yang diberikan dengan hati yang tidak tulus, tamak dan curang. Suap diberikan dengan maksud yang salah. Misalnya saja untuk mendapatkan keuntungan yang sudah jelas itu bertentangan dengan hukum. Siapa loba akan keuntungan gelap mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup. Suatu hari seorang arab lewat dan karena lapar ia memutuskan mampir di restoran milik orang yahudi dan memesan sandwich, pada saat itu orang arab sedang bermusuhan dengan orang Yahudi. Pemilik resto mengambil keputusan untuk memberikan orang arab itu makanan dengan syarat tagihannya dua kali lipat. Si orang arab pun makan dan hari-hari selanjutnya si arab ini kembali dengan banyak teman dan pemilik restoranpun tetap menaikan tagihan bahkan sampai empat kali lipat. Si arab pun tetap memuji makanan restoran itu dan membayar bahkan memberikan uang tip lebih. Keesokan harinya di pintu resto terpampang tulisan dengan bunyi, maaf tidak menerima pelanggan orang yahudi, khusus orang arab. Kita rasanya pernah berkata pada diri sendiri, biar susah-susah beta akan kasih hidup beta punya keluarga dari beta pung kerja yang beta lakukan dengan dua tangan dan dengan karingat yang jatuh. Namun situasi dapat berubah saat persoalan tak dapat diselesaikan. Semua cara ditempuh, akal bulus pun dipakai asal dapat memenuhi tuntutan hidup. Amsal mengingatkan bahwa rumahtangga akan mengalami keburukkan sebagai akibat “kerja kotor”. Karena itu bekerjalah dengan cara yang berkenan pada Tuhan.
Doa: Kiranya Roh hikmat menuntun kita dalam melakukan setiap pekerjaan secara benar. Amin.
Rabu, 27 Juli 2022
bacaan : Ibrani 13 : 5a
5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Hiduplah Dalam Kecukupan
Suatu kesalahan dan kesesatan terbesar yang dilakukan manusia ialah tatkala ia berjuang dengan segala cara untuk menikmati kekayaan sehingga memperhambakan diri kepada kekayaan (uang). Lalu ia berdoa kepada TUHAN agar memenuhi hasratnya. Tindakkan seperti ini salah dan sesat. Segala bentuk kejahatan adalah akibat dari cinta akan uang lalu orang-orang menyimpang dari kebenaran. Hal ini terjadi bukan saja pada pihak tertentu tetapi pada semua kalangan, termasuk orang Kristen. Akibatnya buruk, tidak heran jika kekristenan menjadi fenomena yang “kering”. Menghambakan diri kepada uang adalah bentuk ketidakpuasan atas apa yang Allah beri dalam hidup kita. Menghambakan diri kepada uang adalah bentuk ketidakpercayaan sekaligus bentuk penyerahan diri yang tidak seutuhnya pada pemeliharaan Allah dalam kecukupan yang sejati. Pemeliharaan Allah dalam kecukupan yang sejati itu memungkinkan kita untuk menikmati hidup dalam kebahagiaan. Hati kita dipenuhi dengan ucapan syukur. Bila hati kita dipenuhi dengan ucapan syukur, maka dalam segala keadaan kita dapat berkata cukup. Tak dapat disangkali bahwa uang itu penting tetapi bukan segala-galanya. Uang tidak dapat membeli sukacita, kebahagiaan, ketenangan apalagi keselamatan jiwa. Karena itu siapa cinta uang tidak akan puas dengan uang dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia (bd. Pengkhotbah 5 : 9). Karena itu jaga hati supaya tidak terfokus pada harta dan kekayaan yang pada gilirannya menjadikan kita hamba uang dan orang-orang yang tidak pernah merasa berkecukupan.
Doa: Tuhan jadikanlah kami orang-orang yang sungguh mempercayakan seluruh hidup dalam pemeliharaan-Mu yang berkecukupan. Amin
Kamis, 28 Juli 2022
bacaan : 2 Petrus 2 : 1 – 3
Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.
Teguh Dalam Ajaran Yang Benar
Bermuka dua dalam istilah kerennya artinya palsu. Semua kita pernah menemukan itu, kalau ada yang asli pasti ada yang palsu. Orang-orang dengan tipe seperti ini sangat berbahaya sebab ibarat musuh dalam selimut. Karena itu kita harus mengenali sungguh-sungguh ciri-ciri orang tersebut. Hal-hal yang palsu ini selalu saja ada dalam keseharian kita mulai dari benda-benda sampai kepada teman tetapi juga tidak menutup kemungkinan ada pada mereka yang tampil sebagai pengajar. Dampak yang ditimbulkan dari hal-hal yang palsu itu sangat merugikan, sangat menyesatkan karena segala sesuatu direkayasa. Karena itu mengenali ciri-ciri kepalsuan itu penting supaya tidak terjebak dan pada akhirnya tersesat dalam rupa-rupa pengajaran yang sesat. Mereka yang palsu rata-rata tidak tulus, merendahkan orang, senang bila orang jatuh, senang melakukan sesuatu hanya untuk mencari popularitas. Petrus memberikan gambaran bagi kita tentang bagaimana mengenal nabi-nabi palsu itu. Pengajaran nabi-nabi palsu kelihatannya Alkitabiah tetapi sebenarnya tidaklah berfokus pada Tuhan Bahkan nabi-nabi palsu ini akan membuat jemaat Tuhan menyangkal Yesus Kristus yang telah menebus mereka. Nabi-nabi palsu ini akan berusaha mencari keuntungan dengan ajaran-ajaran yang disebarkan. Rasul Petrus mengingatkan kita agar tidak terjebak dalam ajaran-ajaran para nabi palsu sebab akan membawa pada kebinasaan. Bila pengakuan iman kita tidak sejalan dengan ajaran dan cara hidup, maka mari selidiki diri agar terhindar dari kemalangan.
Doa: Tolong kami dengan kuasa roh-Mu agar dalam setiap pengajaran yang kami sampaikan itu hanya berdasarkan kehendak-Mu. Amin
Jumat, 29 Juli 2022
bacaan : Bilangan 11 : 31 -35
Burung puyuh
31 Lalu bertiuplah angin yang dari TUHAN asalnya; dibawanyalah burung-burung puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke atas tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kira-kira sehari perjalanan jauhnya ke segala penjuru, dan kira-kira dua hasta tingginya dari atas muka bumi. 32 Lalu sepanjang hari dan sepanjang malam itu dan sepanjang hari esoknya bangkitlah bangsa itu mengumpulkan burung-burung puyuh itu--setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan sepuluh homer--,kemudian mereka menyebarkannya lebar-lebar sekeliling tempat perkemahan. 33 Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar. 34 Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus. 35 Dari Kibrot-Taawa berangkatlah bangsa itu ke Hazerot dan mereka tinggal di situ.
Rakus Membawa Celaka
Makan berlebihan dapat membahayakan bagi Kesehatan tubuh. Sebutan lain dari makan berlebihan adalah kerakusan. Akibatnya beragam; memicu obesitas, meningkatnya risiko terjadinya penyakit-penyakit kronik bahkan dapat menimbulkan masalah mental. Kerakusan adalah pemberhalaan perut dengan mengkonsumsi apa saja yang dapat memuaskan hasrat dan memberikan kenikmatan tanpa memikirkan risiko. Ada orang yang menganggapnya biasa. Ternyata kerakusan adalah sebuah dosa karena itu mengakibatkan rusaknya tatanan hidup.
• Kerakusan itu merusak pola hidup sehat. Manusia tidak lagi makan untuk hidup tetapi hidup hanya untuk makan.
• Merusak kepekaan, kepedulian dan rasa untuk berbagi dengan sesama, yang ada hanya bagaimana soal memenuhi hasrat.
• Orang rakus itu pertanda bahwa ia sementara mengalami krisis iman, ia tidak percaya kepada ALLAH sebagai sang pencipta tetapi juga sang pemelihara kehidupan.
Berjalan dengan iman ternyata tidak mudah. Kita terkadang melihat segala sesuatu lancar dan tidak ada masalah. Padahal Allah punya cara sendiri memimpin dan memelihara umat-Nya. Pengembaraan bangsa Israel dalam perjalanan ke Kanaan dengan membanding-bandingkan dan merindukan makanan dan minuman di Mesir yang lebih baik walaupun diperbudak maka Allah mendatangkan burung puyuh sebagai makanan mereka dan sesuai janjiNYA sebulan penuh umat akan makan dari puyuh itu. Namun ada saja yang rakus dan serakah dan hal ini mendatangkan tulah dari Allah, sehingga banyak dari mereka yang mati. Dari hal ini kita diajarkan bahwa berkat yang terbaik dan termulia itu adalah pemberian TUHAN. Belajarlah menyukai semua hal yang TUHAN berikan karena TUHAN tahu apa yang kita butuhkan dan apa yang terbaik bagi kita. Jangan tambahkan benih persungutan, benih dosa, tidak beriman, tidak bersyukur, karena dengan demikian kita akan jatuh, celaka, dan kehilangan kemuliaan TUHAN. Nikmatilah secukupnya dengan rasa syukur maka terpenuhilah hasrat kita.
Doa: Ajarlah kami hikmat-Mu agar kami tidak menggunakan berkat-Mu untuk memenuhi hasrat dan kepentingan sendiri. Amin
Sabtu, 30 Juli 2022
bacaan : 1 Timotius 6 : 9 – 10
9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Akar Segala Kejahatan Ialah Cinta Uang
Dalam sebuah pertemuan dengan seorang hamba Tuhan dia katakana bahwa orang yang mau hidup miskin di dalam dunia ialah hamba TUHAN. Alasannya sederhana karena pada prinsipnya seorang hamba hanya menjalankan apa yang diperintahkan tuannya. Ironisnya dunia hari ini mana ada orang yang mau hidup miskin dan susah? Semua orang mau hidup enak dan kaya. Kalau miskin mau ini dan itu susah, tetapi jika kaya semua bisa. Agaknya hal tersebut manusia di abad modern ini. Praktek tipu-tipu adalah sarana menuju pemenuhan hasrat menjadi kaya. Awalnya mempesonakan dengan kabar-kabar yang memikat, penuh rayuan dan janji. Semua orang dibuat terlena, terbuai dan hanyut. Semua orang dijadikan mesin pemuas hasrat dan setelah semua hasrat terpenuhi maka janji dan semua kata-kata yang manis berubah menjadi kebohongan yang menyisahkan kebencian dan permusuhan. Salah satu pernyataan Tuhan yang paling mengejutkan bahwa sebenarnya hampir tidak mungkin bagi seorang kaya untuk masuk kerajaan surga karena tidak sedikit mereka yang mengejar kekayaan jatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan (ayat 10). Tujuan dan kepuasan orang yang mengejar kekayaan akan berpusat pada hal mementingkan diri dan hasratnya oleh harta dan kekayaan dan tidak lagi berpusat pada Allah.
Doa : Kami membutuhkan kekayaan sejati yang hanya datang dari-Mu Tuhan, tolong kami agar mampu menebarkan kasih dengan tidak mengabaikan iman yang menyelamatkan kami agar kehidupan rohani kami indah di mata-Mu. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN JULI 2022, LPJ-GPM