Santapan Harian Keluarga, 28 Agustus – 3 September 2022

Tema Bulan Agustus : “Gereja Memiliki Daya Juang Mewujudkan Pembebasan

Tema Minggu IV : “Takutlah akan TUHAN, seisi Rumah mu Diberkati”

Minggu, 28 Agustus 2022                              

bacaan : Mazmur 128 : 1 – 6

Berkat atas rumah tangga
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! 2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. 5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, 6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Takut Akan Tuhan Sumber Kebahagiaan

Kita bersyukur sebab telah diperkenankan Tuhan untuk menjalani keberadaan sampai di hari minggu terakhir bulan Agustus. Minggu ini akan kita jalani sambil menyiapkan diri memasuki pekan bina keluarga GPM. Akta kita mengakhiri Agustus dan memasuki September dibingkai dalam tema mingguan: Takutlah Akan Tuhan, Seisi Rumahmu Diberkati. Rumusan tema ini didasarkan pada nas Mazmur 128:1-6. Pemazmur meletakkan harapannya pada Tuhan saat mendambakan kebahagiaan bagi seisi rumahnya. Karena itu kebahagiaan disyaratkan dengan sikap beriman takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan adalah kunci dan jalan satu-satunya untuk mendapatkan kebahagiaan, kenyamanan, ketentraman, bahkan berkat-berkat sorgawi. Berkat Tuhan tersedia bagi orang-orang yang menaati Tuhan dan menghormati hukum-Nya.  Oleh karena itu takut akan Tuhan harus dilandaskan pada sebuah kesadaran iman yang merujuk kepada suatu hubungan yang intim antara ciptaan dan Sang Pencipta. Arti takut akan Tuhan lebih merujuk kepada soal ketaatan dan kesetiaan. Kebahagiaan juga berkaitan dengan kenyataan memakan hasil jerih payah tangan sendiri. Seisi rumah diberkati kalau di dalamnya Tuhan ditakuti. Wujud berkat itu adalah hidup dalam keadaan yang baik, isteri akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumah, anak-anak seperti tunas pohon zaitun sekeliling meja, dan melihat anak-anak dari anak-anak. Kebahagiaan keluarga bukan sekadar harta atau materi saja. Keluarga yang berbahagia hidup dalam relasi yang harmonis, kegembiraan, sehat, semua tanggung jawab berlangsung secara baik dan mengalami umur panjang serta menyaksikan kenyataan berlanjutnya keturunan di bumi ini. Jadi teruslah pelihara rasa takut akan Tuhan, seisi rumahmu diberkati.

Doa: Ya Tuhan berkatilah seisi rumah kami. Amin. 

Senin, 29 Agustus 2022                                 

bacaan : Amsal 14 : 26 – 27

26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. 27 Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.

Takut Akan Tuhan Membawa Ketentraman Hidup

Teks Amsal 14:26–27 menyaksikan bahwa sesungguhnya ada rasa takut yang berfaedah besar sekali. Maksudnya adalah rasa takut akan Tuhan. Faedah rasa takut akan Tuhan adalah mengalami ketenteraman yang besar, perlindungan bahkan merupakan sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat maut. Penulis Amsal mengaitkan takut akan Tuhan dengan hikmat. Orang yang takut akan Tuhan adalah mereka yang berhikmat. Orang yang berhikmat tidak akan melakukan kefasikan atau kejahatan dan hidup mereka. Takut akan Tuhan itu tidak terjadi karena ada ancaman nanti masuk neraka. Takut akan Tuhan  membawa kita semakain dekat pada-Nya dan oleh sebab itu menghindari perbuatan kefasikan. Coba dibayangkan bila ada seorang beriman yang tak tak Tuhan dan melakukan korupsi, maka bukan tidak mungkin hidupnya dihantui rasa bersalah. Hidup yang dihantui rasa bersalah kehilangan ketenteraman dan berada dalam bayang-bayang mendapat hukuman. Oleh sebab itu hendaklah terus diupayakan agar keberadaan keluarga kita berlangsung dengan dimilikinya aras takut akan Tuhan. Ingatlah bahwa pada rasa takut akan Tuhan itu ada jaminan ketentraman. Biar ribut dunia, atau di sekitar ada begitu banyak kekacauan dan ancaman kematian, namun orang yang takut akan Tuhan pasti mengalami ketenteraman. Takutlah akan Tuhan, sebab perlindungan-Nya akan dialami. Perlindungan Tuhan itulah sumber kehidupan yang dapat melepaskan kita dari kebinasaan atau kehancuran. Takutlah akan Tuhan agar kebaikan terpancaran dari dalam keluargamu dan berkat Tuhan dialami.

Doa:  Ya Tuhan, tolonglah agar kami dapat terus memiliki rasa takut pada-Mu agar terhindar dari petaka. Amin.

 Selasa, 30 Agustus 2022                               

bacaan : Kejadian 35 : 1 – 8

Yakub di Betel untuk kedua kalinya
Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu." 2 Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. 3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh." 4 Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. 5 Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar. 6 Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan--yaitu Betel--,ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia. 7 Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya. 8 Ketika Debora, inang pengasuh Ribka, mati, dikuburkanlah ia di sebelah hilir Betel di bawah pohon besar, yang dinamai orang: Pohon Besar Penangisan.

Tahirkanlah Diri, Seisi Rumahmu Diberkati

Mengalami penyertaan dan kebaikkan Allah dalam hidup adalah sebuah anugerah dan sukacita besar. Pengalaman tersebut baik untuk dijadikan sebagai kekuatan membangun hidup. Nas hari mengisahkan bahwa pengalaman mengalami kebaikan Allah itulah yang mendasari tindakkan Yakub kembali ke Betel.  Yakub harus pergi ke Betel dan merupakan perjalanan kedua kalinya. Bila perjalanan pertama dilakukannya seorang diri, maka lain kenyataannya dengan yang kedua kali ini. Ia datang dengan empat orang istri, duabelas anak laki-laki dan satu anak perempuan, hamba, budak dan ternak yang tidak terhitung. Tentu saja ini semua adalah karya campur tangan Allah semasa pengembaraannya. Ia pergi ke Betel untuk kedua kalinya karena perintah Allah. Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mesbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu.” Yakub memandang bahwa perintah dan penyertaan Allah yang dasyat serta ajaib itu harus disampaikan kepada seisi rumahnya atau semua orang yang bersama-sama dengan dia. Mezbah bagi Allah harus dibangun tetapi seisi rumahnya haruslah tahir atau kudus terlebih dahulu. Kehidupan mereka harus dimurnikan atau dibersihkan dari kecemaran dan dosa. Perintah Allah dilaksanakan dengan pertobatan dan kekudusan. Karena hanya dengan mendengar perintah dan mengalami penyertaan-Nya serta hidup dalam kekudusan, maka seisi rumah dan orang-orang yang bersama-sama dengan Yakub akan diberkati. Peliharalah kekudusan hidup  dan takut akan Tuhan, Ia pasti menyertai dan memberkati seisi rumah kita.

Doa: Ya Tuhan tolonglah agar hidup kami tetap kudus. Amin.  

Rabu, 31 Agustus 2022                                    

bacaan : Ulangan 12 : 1 – 7

Satu tempat ibadah
"Inilah ketetapan dan peraturan yang harus kamu lakukan dengan setia di negeri yang diberikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu untuk memilikinya, selama kamu hidup di muka bumi. 2 Kamu harus memusnahkan sama sekali segala tempat, di mana bangsa-bangsa yang daerahnya kamu duduki itu beribadah kepada allah mereka, yakni di gunung-gunung yang tinggi, di bukit-bukit dan di bawah setiap pohon yang rimbun. 3 Mezbah mereka kamu harus robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu bakar habis, patung-patung allah mereka kamu hancurkan, dan nama mereka kamu hapuskan dari tempat itu. 4 Jangan kamu berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu. 5 Tetapi tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi. 6 Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu. 7 Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.

Bersyukur dan bersukacitalah

Bersyukur dan bersukacitalah karena Tuhan telah menyertai kita sampai di hari terakhir bulan Agustus ini. Sama seperti Tuhan sudah memimpin bangsa Israel, sehjingga mereka telah bersiap  memasuki tanah Kanaan, demikian halnya dengan kita. Kita telah dihentar melewati bulan Agustus dan hendak memasuki bulan September. Minggu pertama bulan September nanti akan berlangsung pekan pembinaan keluarga GPM yang berpuncak pada tanggal 6 September. Akta bergereja ini dilangsungkan untuk merefleksikan dan menemukan makna dari semua pengalaman yang telah kita alami sebagai umat Allah. Allah telah memilih kita, mengutus dan menyertai serta memberkati. Oleh sebab itu hendaklah bulan ini kita akhiri dengan rasa syukur. Kita mengucap syukur atas kebaikan-Nya. Kebaikan itulah yang menyertai seluruh keberadaan, tanggung jawab, karier, pengabdian, pencarian sepanjang bulan Agustus ini.  Bila Tuhan telah menyertai kita di bulan yang akan segera berlalu ini, maka yakinlah pula bahwa penyertaaan yang sama kita alami di bulan September. Tetaplah bersukacita walau kita mungkin belum dapat memastikan apa yang akan terjadi dan dialami nanti. Kehidupan ini berlangsung karena kehendak Tuhan dan Dia jualah yang akan menjaminnya. Mari belajar dari pengalaman iman bangsa Israel. Mereka selalu berusaha menjaga atau memelihara keberadaan sebagai umat Allah. Hidup dibersihkan dari kecemaran karena penyembahan berhala dan memdirikan bait untuk memuliakan Allah. Mari masuk bulan baru dengan komitmen membersihkan diri dari seluruh kejahatan dan dosa. Teruslah muliakan Allah dalam ibadah, hadapilah hidup dengan bersyukur dan bersukacita bersama kasih Tuhan.

Doa: Bapa, mampukanlah kami untuk senantiasa bersyukur. Amin.

Kamis, 01 September 2022                          

bacaan : Maleakhi 3 : 16 – 18

16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya." 17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. 18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Kasih dan Berkat Tuhan Tersedia Bagi Umat-Nya

Kita bersyukur telah memasuki bulan September dan bersukacita bersama keluarga besar UKIM di usianya yang ke-37. Kasih Tuhan selalu tersedia sebab Ia telah memilih orang percaya sebagai anak-anak-Nya yang berharga. Ia juga berjanji memberkati kita jika perintah-perintah-Nya dipatuhi. Kasih dan berkat Tuhan tersedia bagi keluarga GPM yang sedang merayakan pekan bina. Pekan bina yang  diaktakan untuk menyongsong peringatan limpah karunia Tuhan di usia ke- 87 GPM, tanggal 6 September nanti. Nas hari ini mengingatkan pula bahwa Allah berkehendak agar kita memberi tanggapan atas kasih-Nya itu dengan hidup dalam ketaatan. Ketaatan yang dimaksudkan Maleakhi adalah mematuhi peraturan dan beribadah kepada Tuhan. Hari pertama di bulan ini kiranya kita jalani dengan tetap memelihara keinginan mematuhi peraturan dan beribadah.  Inilah yang dimaksudkan Maleakhi dalam ungkapan: “orang-orang yang takut akan Tuhan” (ayat 16). Ungkapan ini bermakna reflektif bagi pelayan dan umat GPM yang sedang mengaktakan pekan bina. Akta peringatan ini sesungguhnya merupakan momentum atau kesempatan merayakan kasih dan berkat Tuhan serta perilaku beriman kita yang taat. Kita topang civitas akademika UKIM dan menanti peringatan ke- 87 usia GPM dengan komitmen menjadikan hidup pribadi dan keluarga sebagai orang beriman yang taat. Ketaatan merupakan keluhuran ekspresi takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan kiranya menjadi “wajah” atau penampakkan sikap dan perilaku beriman pelayan dan umat GPM. Mari jalani keberadaan dengan tetap meyakini pesan Maleakhi: “ mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman Tuhan semesta alam…..Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia” (ayat 17). Hayatilah bahwa sesungguhnya hidup merupakan kesempatan merayakan kasih dan berkat Tuhan.

Doa: Kami bersyukur atas limpahnya kasih dan berkat-Mu. Amin.

Jumat, 02 September 2022                        

bacaan : Mazmur 112 : 1 – 10

Bahagia orang benar
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 3 Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. 4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. 5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. 6 Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. 7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. 8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya. 9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan. 10 Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Hidup Sebagai Orang Benar

Hidup telah Tuhan anugerahkan untuk kita alami dan dijalani menurut kehendak-Nya. Ia berkehendak agar kita hidup sebagai orang benar. Orang benar pasti akan mengalami kebahagiaan. Jadi bila hidup dijalani bukan sebagai orang benar, kebahagiaan tidak akan dialami. Nas hari ini setidaknya menyaksikan dua hal tentang hidup orang benar. Pertama, mereka disebut pula orang yang takut akan Tuhan, sangat suka kepada perintah-Nya atau menaati hukum Allah. Hidup orang benar itu ditandai dengan sikap dan perilaku hidup yang berkualitas. Hidup yang berkualitas itu berlangsung dalam relasi yang benar dengan Allah dan sesama. Tak ada hidup yang terlepas dari pertolongan dan otoritas Allah serta kebersamaan dengan orang lain. Keutamaannya adalah relasi dengan Tuhan dan kemudian dikonkritkan dalam kebersamaan dengan sesama. Hidup orang benar itu luhur sebab padanya ada belaskasihan, suka memberi, membagi-bagi serta menolong orang miskin dan hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan. Oleh sebab itu mereka tidak takut pada kabar celaka. Orang yang menaati Allah dan melakukan yang benar, memang tak akan bebas dari kesukaran, namun karena iman, gumulan hidup berani dihadapi. Orang yang menyembah Allah, belum tentu akan menjalani hidup yang serba mudah. Namun, mereka akan memiliki sifat-sifat ilahi seperti pengasih dan penyayang. Kedua, Tuhan memberkati hidup orang benar dengan limpahnya. Anak cucu mereka akan perkasa di bumi. Kegemilangan hidup tak akan berkesudahan sebab tetap berlanjut dalam sejarah keturunan. Keturunan orang benar berlanjut dan bertambah, tak akan dialami kehilangan generasi di bumi ini bahkan tetap diberkati. Harta dan kekayaan ada pada rumah orang benar dan di dalam gelap terbit terang. Kemujuran akan menyertai hidup mereka serta takkan goyah untuk selama-lamanya. Hidup seperti inilah yang Tuhan kehendaki untuk kita jalani sebagai pelayan dan umat GPM.

Doa: Tuhan, layakkanlah kami untuk hidup sebagai orang benar. Amin.

Sabtu, 03 September 2022                        

bacaan : Mazmur 111 : 1 – 10

Kebajikan Allah
Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. 2 Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. 3 Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. 4 Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. 5 Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. 6 Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa. 7 Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, 8 kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran. 9 Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat. 10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Tuhan itu Pengasih dan Penyayang

Pekan ini dapat kita jalani dan akhiri hanya karena kasih dan sayang Tuhan. Ia terus menyatakannya dengan tak berkesudahan. Pekan bina keluarga sedang berlangsung dan bersama pemazmur hendaklah kita lafaskan: “aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati.“ Nas hari ini menyaksikan bahwa bangsa Israel tetap mengalami kasih dan sayang Tuhan, baik berupa makanan dan perlindungan maupun tanah pusaka. Pernyataan tentang wujud kasih dan sayang Tuhan seperti itu, merefleksikan fakta iman yang dialami  saat pengembaraan dan memperoleh tanah kanaan. Tanah perjanjian diberikan sesudah mereka mengembara empat puluh tahun. Tuhan menolong bangsa Israel memasuki tanah yang dijanjikan kepada Abraham. Tuturan pemazmur seperti ini sesungguhnya merupakan refleksi bahwa bangsa Israel dapat bertahan dan melanjutkan hidup hanya karena kasih dan sayang Tuhan.  Refleksi inilah yang mendasari pernyataannya pada ayat 10; “permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan.” Pernyataan ini mengingatkan kita kepada peristiwa pemberian ‘hukum’ Taurat di Gunung Sinai. Bangsa yang telah mengalami kasih sayang Tuhan harus menaati hukum Taurat dan menyembah Allah saja. Gagasan teologi menaati hukum Taurat dan menyembah Allah inilah yang dimaksud pemazmur dengan pernyataan: “takut akan Tuhan.” Maksudnya orang-orang yang “takut akan Tuhan” adalah mereka yang menaati hukum Taurat dan menyembah Allah saja. Persiapkanlah keberadaan baik sebagai pribadi maupun keluarga untuk mengambil bagian dalam akta perjumpaan dengan Tuhan dalam ibadah di hari minggu pertama bulan ini. Tuhan-lah sumber berkat, Ia akan mencukupkan segala yang kita perlukan. Takutlah akan Dia, penyayang dan pengasih itu, maka seisi rumah kita akan diberkati. Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selamanya. Jadilah kuat dan tenang sebab Ia pasti memberkati kita.

Doa: Ya Tuhan pengasih dan penyayang, kami syukurkan berkat-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULN AGUSTUS 2022, LJP – GPM

Tinggalkan komentar