Tema Bulan September : ” Bersyukur dan Tetap Melakukan Kebaikan “
Tema Minggu I : ” Cintailah dan Hiduplah Menurut Taurat TUHAN “
Minggu, 04 September 2022
bacaan : Mazmur 1 : 1 – 6
Jalan orang benar dan jalan orang fasik Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. 5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; 6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Orang Fasik Hidupnya Bagaikan “Sekam”
Hari minggu pertama bulan September ini mengawali usbuh yang dikehendaki berlangsung dengan arahan tema: “cintailah dan hiduplah menurut Taurat Tuhan.” Tema ini kiranya dapat menjiwai dan menggerakkan seluruh keberadaan dan aktifitas keluarga-keluarga GPM. Kita berada dan terpanggil untuk menatalayani sikap dan perilaku sebagai orang benar. Orang benar menjalani hidup dengan cara menghindari sikap dan perilaku seperti orang fasik. Sebutan orang fasik memiliki makna yang sama dengan jahat atau berdosa. Cara bersikap dan bertindak kita hendaklah dipertimbangkan dan diaktakan secara berkenan pada Tuhan. Bila cara bersikap dan bertindak berkenan pada Tuhan, maka demikianlah kita menjadi orang benar. Orang benar, hidupnya diberkati atau berbahagia. Diberkati atau berbahagia tidaklah berarti sekadar mempunyai banyak harta dan uang, juga merasa senang serta nyaman. Arti sesungguhnya adalah menerima anugerah Tuhan dan melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Teruslah tumbuhkan kesukaan akan Taurat Tuhan dan renungkanlah hal itu siang dan malam. Orang yang hidupnya seturut Taurat Tuhan bagaikan pohon yang ditanam di tepi aliran air, berbuah pada musimnya dan daunnya tak pernah layu. Maksudnya adalah apa saja yang diperbuatnya berhasil. Kebaikan hidup yang demikian tak akan dialami orang fasik, yakni mereka yang berpaling dari Tuhan dan tidak manaati hukum-Nya. Orang fasik diumpamakan dengan “sekam”, mereka tidak mempunyai akar. Mereka kehilangan kegemilangan hidup, tak akan diberkati atau berbahagia serta kehilangan daya dalam penghakiman juga kesukaran. Ujilah akan seluruh kesukaan agar berpadanan dengan kehendak Tuhan. Bila kehendak Tuhan merajai hidup kita, maka berkat-Nya dialami. Kebahagiaan akan mengikuti kita sepanjang hari-hari hidup. Kita akan dibimbing-Nya sehingga terhindar dari kebinasaan. Jadilah orang benar, maka hidupmu diberkati dan berbahagia.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar tidak menjadi orang fasik. Amin.
Senin, 05 September 2022
bacaan : Mazmur 119 : 137 – 144
137 Engkau adil, ya TUHAN, dan hukum-hukum-Mu benar. 138 Telah Kauperintahkan peringatan-peringatan-Mu dalam keadilan dan dalam kesetiaan belaka. 139 Nyala cintaku menghabiskan aku, sebab para lawanku melupakan segala firman-Mu. 140 Janji-Mu sangat teruji, dan hamba-Mu mencintainya. 141 Aku ini kecil dan hina, tetapi titah-titah-Mu tidak kulupakan. 142 Keadilan-Mu adil untuk selama-lamanya, dan Taurat-Mu benar. 143 Aku ditimpa kesesakan dan kesusahan, tetapi perintah-perintah-Mu menjadi kesukaanku. 144 Peringatan-peringatan-Mu adil untuk selama-lamanya, buatlah aku mengerti, supaya aku hidup.
Mengagungkan Kuasa dan Kemurahan Tuhan
Pemazmur melakukan renungan tentang campur tangan dan keberpihakan Tuhan dalam hidup orang yang mengalami kesukaran. Dia-lah yang menghakimi dengan adil dan menyatakan pertolongan bagi mereka yang terinjak. Menghakimi dan melindungi merupakan wujud tanggungn jawab seorang raja. Ia memerintah dan menghakimi agar keadilan ditegakkan di bumi khususnya bagi para korban ketidakadilan. Tuhanlah Raja yang memerintah dengan adil, karena itu semua orang terutama korban dapat datang kepada-Nya memohon pertolongan. Korban yang dimaksud dalam kitab Mazmur adalah orang miskin (9:19), tertindas (9:13), dan mereka yang sengsara (9:10). Renungan akan Tuhan Sang Raja itu dinyatakan pemazmur dengan ungkapan yang bermakna. Hukum-hukum-Mu benar, Ia adil juga setia dan janji-janji Tuhan itu sangat teruji. Tuhan sudah dialami dan diakui pemazmur dalam situasi hidup yang memprihatinkan. Keprihatinan hidup itu dinyatakan pemazmur dengan ungkapan “kecil” dan “hina”. Pemazmur mengalami dan menjalani hidup yang sukar dan sengsara. Walau demikian hidup pemazmur, namun ia tetap menyukai perintah dan ketetapan Tuhan. Renungan pemazmur ini kiranya meneguhkan dan menyegarkan keberadaan kita sebagai persekutuan yang besok akan mengalami bertambahnya tahun kemurahan Tuhan. Kita tetap berada sampai di hari ini hanya karena Tuhan. Dia-lah kepala Gereja yang senantiasa memerintah, menyatakan pertolongan dan berkehendak atas hidup umat dan pelayan GPM. Kita terus dilayakkan untuk mengaktakan panggilan bergereja, menanan dan menyiram serta memberdayakan juga mengatasi berbagai kesukaran. Panggilan bergereja dan beriman kita akan terus berlangsung bersama kuasa dan kemurahan Tuhan yang tersedia baik di darat maupun laut. Bergiatlah terus menjadi keluarga yang menanam di daratan sebab panggilan melaut tahun ini kita aktakan sebagai gereja yang bersyukur.
Doa: ya Tuhan, kami agungkan kuasa dan kemurahan-Mu. Amin.
Selasa, 06 September 2022
bacaan : Filipi 4 : 2 – 9
Nasihat-nasihat terakhir
2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. 4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.
Bersyukur dan Bersukacita
Hari ini keluarga besar Gereja Protestan Maluku bersyukur dan bersukacita karena bertambah tahun pelayanan. Kita telah diperkenankan Tuhan berarak bersama sampai di usia ke- 87. Sebagaimana Tuhan telah menyatakan kemurahan-Nya kepada Paulus dan kawan-kawan sekerjanya, demikian pun kita. Kemurahan Tuhan tersedia baik di pulau-pulau mupun laut yang membentang di Maluku dan Maluku Utara. Dia-lah Tuhan semesta yang terus menyertai seluruh umat dan pelayan GPM baik selaku pribadi, keluarga, maupun jemaat. Penyertaan yang sama kita yakini dialami pula dalam kebersamaan sebagai masyarakat, bangsa maupun negara. Hitunglah berkat Tuhan di sepanjang hidup yang telah berlangsung sampai hari ini. Jadilah kuat dan tenang serta berkelimpahanlah dalam rasa syukur. Bersukacitalah senantiasa sebab kemurahan Tuhan tak akan berakhir. Ia pasti akan terus hadir dan menyatakan pertolongan-Nya dalam hari hidup juga pengabdian, usaha dan kerja. Kita hidup dan berarak bersama karena kasih Tuhan. Kasih Tuhan pasti tersedia terutama di saat hidup menderu. Pergumulan, masalah dan tantangan terus menjadi bagian yang menyatu dengan hidup kita. Hiduplah seturut nasihat Paulus. Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Janganlah kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Hidup kita dipedulikan Tuhan, damai sejahtera-Nya yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran dalam Kristus Yesus. Pikirkanlah semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, serta yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Kita bersyukur dan bersukacita serta berkomitmen menjadikan keberadaan sebagai kesempatan untuk hidup seturut kehendak Tuhan. Berusaha dan berjuanglah untuk hidup yang lebih baik dalam terang dan tuntunan kehendak-Nya. Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kita.
Doa: Bapa, kiranya syukur dan sukacita kami berkenan pada-Mu. Amin.
Rabu, 07 September 2022
bacaan : Mazmur 119 : 113 – 120
113 Orang yang bimbang hati kubenci, tetapi Taurat-Mu kucintai. 114 Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu. 115 Menjauhlah dari padaku, hai penjahat-penjahat; aku hendak memegang perintah-perintah Allahku. 116 Topanglah aku sesuai dengan janji-Mu, supaya aku hidup, dan janganlah membuat aku malu dalam pengharapanku. 117 Sokonglah aku, supaya aku selamat; aku hendak bersukacita dalam ketetapan-ketetapan-Mu senantiasa. 118 Engkau menolak semua orang yang sesat dari ketetapan-ketetapan-Mu, sebab sia-sia tipu muslihat mereka. 119 Sebagai sanga Kauanggap semua orang fasik di bumi; sebab itu aku mencintai peringatan-peringatan-Mu. 120 Badanku gemetar karena ketakutan terhadap Engkau, aku takut kepada penghukuman-Mu.
Taurat-Mu kucintai
Kita bersyukur bersama keluarga besar kota Ambon di usia ke-447 dan terpanggil lagi untuk bergiat merenungkan makna ungkapan pemazmur: “Taurat-Mu kucintai.” Taurat adalah sebutan teologi yang mengandung pengertian luas tentang kehendak Allah sebagaimana termuat dalam lima kitab pertama di Alkitab. Allah menghendaki agar umat Israel hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Hidup yang berkenan pada Allah itu diharapkan terwujud dalam praktek dan relasi baik keagamaan maupun sosial. Orang-orang yang mencintai Taurat bukan saja memahami kehendak Tuhan tetapi hidup mereka juga sesuai dengannya. Saat berhadapan dengan kesukaran, Allah dijadikan tempat persembunyian dan perisai. Pertolongan Tuhan menjadikan manusia terluput dari malapetaka dan kebinasaan. Firman-Nya menerangi dan menuntun, sehingga semua yang berharap pada Dia tak dikecewakan. Perintah-perintah-Nya meluputkan orang dari melakukan kejahatan. Orang yang mencintai Taurat menghindari dan membenci kejahatan. Hidupnya dipenuhi dengan kebaikan bukan kejahatan. Kesukaannya adalah melakukan yang baik. Hidup yang dipenuhi kebaikan itu menyangkut, baik pikiran, perasaan, kehendak maupun perilaku atau tindakkan. Kebaikan itulah yang memungkinkan orang menjadi dekat dengan Tuhan dan memiliki kepastian untuk bermohon. Tuhan itu maha baik dan setia karena itu bermohonlah agar Ia menopang hidupmu sesuai janji-Nya. Keselamatan kita tergantung sokongan-Nya yang membuat sukacita. Bersukacitalah karena hidup yang sesuai kehendak Tuhan. Inilah maksud pemazmur melalui pernyataannya: “aku hendak bersukacita dalam ketetapan-ketetapan-Mu senantiasa.” Orang jahat dibenci Tuhan tetapi mereka yang mencintai Taurat-Nya dikasihi. Ingatlah bahwa semua orang yang melakukan kejahatan akan dihukum Tuhan dan oleh sebab itu berpeganglah pada peringatan-peringatan-Nya.
Doa: Ya Tuhan, layakkanlah kami untuk menjadi orang percaya yang mencintai Taurat-Mu. Amin
Kamis, 08 September 2022
bacaan : Mazmur 119 : 9 – 16
9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. 10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. 11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. 12 Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. 13 Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan. 14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. 15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. 16 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.
Makna Firman Tuhan Bagi Hidup Orang Muda
Nas hari ini meyaksikan perhatian khusus Pemazmur terhadap hidup orang muda. Kelakuan merupakan dimensi penting dalam perkembangan dan pertumbuhan orang muda. Ada dua kemungkinan kecenderungan orang muda mengaktakan kelakuannya. Kecenderungan pertama adalah berkelakuan baik dan kedua buruk. Oleh sebab itu kelakuan mereka perlu diasah dan dilatih agar menjadi baik atau bersih. Sebutan bersih memiliki arti yang sama dengan istilah tahir. Tahir adalah lambang dari hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Hidup orang muda haruslah berpadanan dengan kehendak Tuhan. Hal ini dimaksudkan agar potensi yang dimiliki mereka dapat dikembangkan ke arah yang positif dan kecenderungan perilaku buruk dihindari. Rasanya tak kurang banyak kerisauan dan kegelisahan gereja terhadap kelakuan buruk anak muda kita. Kebiasaan minum minuman keras, kekerasan, seks bebas adalah sebagian fakta miris yang memprihatinkan. Menyoal fakta keprihatinan orang muda merupakan kesadaran kemanusiaan untuk menyiapkan masa depan yang berkualitas dan gemilang bagi mereka. Kekuatan firman Tuhan haruslah menjadi andalan kita. Firman Tuhan berkuasa menjaga kelakuan orang muda tetap bersih. Hidup mereka menjadi dekat pada Tuhan dan tidak menyimpang dari perintah-perintah-Nya. Hati menyimpan janji Tuhan dan perbuatan dosa menjauh lalu bibir menceritakan hukum Tuhan. Titah Tuhan senantiasa direnungkan, dan jalan-jalan-Nya tak tersembunyi. Harapan ini menjadi tanggung jawab semua pihak, khususnya orang tua dan semua kita yang dewasa. Orang muda adalah harapan masa depan, peliharalah kelakuan mereka agar tetap bersih dengan kuasa firman Tuhan. Mohonlah Roh Kudus dan bersungguh-sungguhlah membaca Alkitab.
Doa: Bapa, murnikanlah kelakuan kami dengan firman-Mu. Amin
Jumat, 09 September 2022
bacaan : Mazmur 119 : 97 – 104
97 Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. 98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. 99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. 100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. 101 Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu. 102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku. 103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. 104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Perintah Tuhan dan Hidup Bermutu
Nas bacaan hari ini hendak menuntun kita agar mampu memahami kaitan antara perintah Tuhan dan hidup bermutu. Kaitannya bersifat sebab akibat. Hidup bermutu adalah buah atau dampak baik bila seseorang melakukan perintah Tuhan. Hidup bermutu dialami dan disaksikan pemazmur secara reflektif. Ia merefleksikan sikap dan perilaku beriman yang dijalaninya bersama Tuhan. Perintah Tuhan dipelihara serta diaktakan bukan sebagai beban melainkan jawaban atas kasih-Nya, sehingga dijalani dengan sukacita. Tuhan telah berprakarsa menyatakan kasih-Nya bagi umat. Kasih dipahami sebagai inti perintah Tuhan. Tuhan mengasihi demikian pun umat. Wujudnya adalah mengasihi Tuhan dan sesama. Oleh sebab itu pemazmur bersaksi bahwa perintah Tuhan-lah yang menjadikan hidupnya menjadi bermutu. Hidup bermutu dilukiskan dengan ungkapan: “aku lebih bijaksana dari musuh-musuhku.” Ciri kedua hidup bermutu adalah memiliki akal budi. Selain itu orang yang hidupnya bermutu ditandai dengan adanya pengertian, tak memilih jalan kejahatan, mengecap manisnya janji Tuhan, dan membenci dusta. Kita terpanggil untuk mewujudkan panggilan hidup bermutu dalam keluarga masing-masing. Hendaklah hidup yang kita jalani di setiap keluarga berlangsung dengan takut Tuhan. Takut Tuhan merupakan wujud utama orang bijaksana. Bijaksana dapat pula dimengerti sebagai kecakapan dalam menghadapi atau memecahkan suatu masalah. Berusahalah terus menjadikan seisi keluarga kita sebagai orang-orang cerdas, berilmu, menguasai pengetahuan dan teknologi. Semoga kita terhindar dari jalan kejahatan dan bencilah dusta. Perjuangkanlah kebaikan dan jalanilah hidup dengan jujur.
Doa: kiranya perintah-Mu kami taati agar hidup bermutu dialami. Amin
Sabtu, 10 September 2022
bacaan : Mazmur 119 : 105 – 112
105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 106 Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil. 107 Aku sangat tertindas, ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu. 108 Kiranya persembahan sukarela yang berupa puji-pujian berkenan kepada-Mu, ya TUHAN, dan ajarkanlah hukum-hukum-Mu kepadaku. 109 Aku selalu mempertaruhkan nyawaku, namun Taurat-Mu tidak kulupakan. 110 Orang-orang fasik telah memasang jerat terhadap aku, tetapi aku tidak sesat dari titah-titah-Mu. 111 Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku. 112 Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir.
Jangan Melupakan Firman Tuhan
Seorang bapak mengalami kegagalan usaha dan jatuh sakit, sehingga ia dan keluarganya hidup dalam keterbatasan yang memprihatinkan. Hari-hari hidupnya dilalui dengan berat, namun ia tetap tekun berdoa dan membaca Alkitab. Doa dipanjatkannya untuk memohon kekuatan dari Tuhan agar ia, isteri juga anak-anak berdaya menjalani hidup dengan tabah. Suatu hari, setelah berdoa, ia membaca Mazmur 119:105 dan seterusnya. Keheningan dan keharuan merasuk rasa dan pikirnya. Pengalaman hidup yang pernah dialami pemazmur, sekarang sementara digumulinya. Ia tertindas dalam derita, namun tergugah dengan ungkapan: “ya Tuhan, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.” Firman Tuhan itu menghidupkan atau menolong meneguhkan keyakinan dan harapan saat hidup diterpa nestapa. Kegagalan, sakit atau duka nestapa bukanlah akhir hidup. Firman Tuhan menopang dan memulihkan sehingga kabut kekuatiran sirna. Jalan hidup diterangi dan langkah-langkah perjuangan berayun dengan pasti. Keyakinan dan harapan pulih, lalu mulut menuturkan puji-pujian yang terlahir dari hati yang tulus. Tuhan dipuji walau hidup terus bergumul. Sekalipun satu persoalan diatasi dan yang lainnya menanti bagaikan jerat yang mematikan, janganlah berpaling dari firman Tuhan. Teguhlah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya agar hatimu berkegirangan. Firman-Nya menyejukkan dan membuat hati tenang. Masa-masa hidup yang sulit mampu dihadapi karena firman Tuhan membersihkan hati dari kekuatiran, kebimbangan serta kecemasan. Oleh sebab itu janganlan lupakan firman Tuhan yang akan menuntun dan memastikan ke mana kita melangkah. Biarlah jalan-jalan hidup kita senantiasa diterangi firman Tuhan.
Doa: Bapa Pengasih, tuntunlah hidup kami dengan firman-Mu. Amin
*SUMBER : SHK BULN SEPTEMBER 2022, LJP – GPM