Santapan Harian Keluarga, 11 – 17 September 2022

Tema Bulan September : ” Bersyukur dan Tetap Melakukan Kebaikan”

Tema Minggu II : ” Perjuangkan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni

Minggu, 11 September 2022                      

bacaan : 1 Timotius 1 : 18 – 20

Tugas Timotius
Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.
Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka,
di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat.

Bersaksi Dengan Iman dan Hati Nurani Yang Murni

Tema pelayanan kita di minggu ini, “perjuangkan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.” Tema ini berdasar pada nasihat  Paulus kepada Timotius. Timotius akan melanjutkan tugas pemberitaan injil Kristus. Paulus menyadari bahwa Timotius yang disapa sebagai anaknya akan menghadapi berbagai tantangan, ancaman bahkan godaan dari kekuatan dunia. Kondisi yang demikian dapat saja mengakibatkan Timotius meninggalkan panggilan pelayanannya. Ia tidak menghendaki Timotius mengulangi tindakan Himeneus dan Aleksander yang telah mengkhianati panggilan mereka dengan menghujat pekerjaan Tuhan. Paulus telah menyerahkan mereka kepada iblis sebagai bentuk hukuman agar menjadi jera. Fakta itulah yang menyebabkan Paulus menasihati Timotius. Timotius dinasihati untuk memiliki iman yang teguh kepada Kristus serta hati nurani yang murni dalam menjalankan tugas pelayanan pemberitaan injil. Hati sebagai pusat pikiran, perasaan dan pengambilan keputusan mesti selalu dicerahi dengan iman kepada Kristus. Keteguhan iman membuat hati bersukacita terutama ketika menghadapi berbagai tantangan dalam pelayanan. Iman yang kokoh akan menjadi “sauh” saat berhadapan dengan ancaman dan godaan untuk meninggalkan atau menghianati pelayanan. Nasihat firman Tuhan ini pun penting bagi kita sebagai keluarga Allah : papa, mama dan anak-anak dalam melaksanakan panggilan   memberitakan Injil Kristus di tengah dunia ini. Kita memberitakan injil Kristus melalui tutur kata yang baik, sikap santun dan perilaku hidup sesuai teladan Kristus. Hal ini tidaklah mudah atau gampang sebab kita akan berhadapan dengan berbagai tantangan, godaan bahkan ancaman serta kekuatan dunia yang merusak. Panggilan dan situasi inilah yang mendorong  kita untuk memiliki iman yang kokoh kepada Kristus. Teruslah pelihara hati nurani yang murni agar hidup dituntun untuk melangkah sesuai perintah dan kehendak Tuhan.

Doa:  Ya Tuhan tolonglah kami untuk bersaksi dengan iman & hati nurani yang murni. Amin.-  

Senin, 12 September 2022                             

bacaan : 1 Timotius 1 : 3 – 5

Mengenai ajaran sesat
3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain 4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman. 5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.

Hidup Tertib Dengan Iman dan Hati Nurani Yang Murni

Perjalanan Paulus dalam memberitakan Injil Kristus dan yang akan dilanjutkan oleh Timotius tidak sepi dari berbagai tantangan atau persoalan. Ada orang yang mengajarkan ajaran lain ataupun sibuk dengan dongeng serta cerita yang berlebihan tentang silsilah. Akibatnya timbul kekacauan dan keutuhan jemaat terancam pecah. Mereka ini perlu dinasihati dan untuk melakukan tugas itu, Timotius harus tinggal di Efesus tetapi Paulus melanjutkan perjalanan ke Makedonia. Beriman kepada Kristus yang telah menganugerahkan keselamatan haruslah terwujud dalam keutuhan persekutuan. Persekutuan jemaat harus tetap terpelihara dan oleh sebab itu pengacau atau pembuat masalah perlu disadarkan. Hati yang menjadi sasaran penyadaran. Timotius diminta untuk memberi menasihat agar hati mereka dipenuhi kasih, dan menjadi suci, murni serta tulus ikhlas. Kemurnian hati nurani terlahir dari iman dan ketulusan. Dampaknya adalah dialaminya kehidupan persekutuan yang utuh, indah dan rukun serta diberkati. Berkat Tuhan pasti lenyap dalam persekutuan yang anggotanya hidup saling berbantah, cekcok, berselisih dan tidak rukun. Nasihat firman Tuhan di hari ini penting bagi kita sebagai papa, mama dan anak-anak yang merindukan kehidupan diberkati Tuhan. Keluarga adalah persekutuan orang beriman yang memiliki tertib hidup. Bukalah hati  dan mohon kehadiran Roh Tuhan agar hidup dituntun sehingga sikap dan perilaku berkenan pada-Nya. Peliharalah hati agar tetap suci, murni, dan tulus ikhlas. Usahakanlah untuk tidak menjadi batu sandungan dalam persekutuan baik keluarga, gereja masyarakat maupun bangsa dan Negara. Jalanilah hidup sebagai kesempatan saling mengingatkan, menasihati, menghargai, menghibur, menopang, mendengar, mendamaikan, mengutuhkan dan mengampuni serta mengasihi. Kita telah mengalami kemurahan Tuhan yang menyelamatkan karena itu hiduplah dengan tertib karena iman dan hati nurani yang murni.

Doa:   Tuhan tolonglah kami untuk hidup tertib dengan iman dan hati nurani yang murni. Amin. 

Selasa, 13 September 2022                             

bacaan : Roma 8 : 27 – 28 

27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Melakukan Kebaikan Dengan Iman dan Hati Nurani Yang Murni

Kenyataan hidup yang  kita alami setiap harinya, tidak sepi dari berbagai persoalan, tantangan, acaman bahkan penderitaan. Semua itu merupakan kesempatan untuk bertumbuh dalam iman. Kita tak boleh larut, terpuruk apalagi hancur karena kenyataan hidup yang menekan itu. Hidup dalam masa yang sulit dapat membentuk kita menjadi orang percaya yang kokoh atau kuat serta tetap setia mengasihi Tuhan dan sesama. Nasihat Paulus kepada jemaat di Roma adalah kuncinya. Milikilah  “hati nurani yang murni”, sebab Allah yang adalah pencipta menyelidiki dan mngetahui hati setiap orang. Hati sebagai pusat pemikiran, perasaan serta kehendak mesti dicerahi dalam terang iman kepada Kristus. Segala hal yang terjadi dalam hidup ini, kejahatan ataupun kebaikan ada dalam kendali kuasa Allah. Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Pesan firman ini menjadi penghiburan dan kekuatan bagi kita yang mengimani Kristus, walau sedang mengalami keditakbaikan. Kita tidak perlu kecewa atau putus asa, dan larut serta binasa. Tetaplah menunaikan panggilan melakukan kebaikan dalam hidup. Allah dalam Kristus yang diimani dan disembah adalah Dia yang tetap bekerja serta berkarya untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang setia kepada-Nya. Karya penyelamatan Allah akan terus berlangsung termasuk dalam keluarga kita. Kita terpanggil untuk mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah. Karyakanlah kebaikan baik dalam  pekerjaan, usaha maupun pendidikan dan masa depan anak-anak. Hadapilah tantangan atau persoalan bahkan penderitaan dengan tetap beriman dan hati nurani yang murni. Teguhkanlah iman peliharalah hati nurani yang murni dan teruslah kerjakan kebaikan dalam hidup. Penuhilah hidup dengan kebaikan karena iman dan hati nuranimu yang murni. Yakinlah bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan. 

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk melakukan kebaikan dalam pengharapan iman dan hati nurani yang murni. Amin. 

Rabu, 14 September 2022                                    

bacaan : Kisah Para Rasul 23 : 1 – 3

Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agama, Paulus berkata: "Hai saudara-saudaraku, sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah." 2 Tetapi Imam Besar Ananias menyuruh orang-orang yang berdiri dekat Paulus menampar mulut Paulus. 3 Membalas itu Paulus berkata kepadanya: "Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku."

Gunakan Hati Nuranimu

Ketika menghadapi suatu permasalahan, apalagi perkara hukum, tidak saja dibutuhkan keberanian diri, namun juga hati nurani yang kuat. Sebutan hati nurani diterjemahkan dari kata bahasa Yunani suneidēsis, yang berarti “kesadaran moral” atau “pengetahuan moral”. Jadi, hati nurani merupakan suatu proses berpikir yang menghasilkan perasaan yang secara rasional berkaitan dengan pandangan moral atau sistem nilai seseorang. Hati nurani akan berfungsi saat seseorang menggunakannya untuk menghadapi suatu perkara atau situasi. Bila digunakan, maka hati nurani akan berperan sebagai pegangan, pedoman atau norma untuk menilai suatu tindakan, bahkan bertindak untuk melakukan hal yang baik. Atas dasar itu, rasul Paulus menyatakan sikapnya di hadapan sidang Mahkamah Agama, bahwa hidupnya selama ini tidak pernah mengabaikan hati nurani, baik dalam kata maupun perbuatan (Kis.23:2). Paulus sadar bahwa pikiran, perkataan, dan perbuatan baik harus bersumber dari hati nurani. Hati nurani adalah bagian tubuh manusia (anatomi), yang tidak bisa dibohongi maupun membohongi. Pengertian seperti ini membantu kita yang adalah orang Kristen untuk harus selalu hidup sesuai dengan apa yang dipahami benar. Ukuran kebenaran kita adalah kehendak Tuhan. Paham demikian perlu dimiliki oleh setiap orang Kristen. Alasannya, jika hidup orang Kristen tidak memahami pengetahuan yang benar tentang kebenaran atau kehendak Allah, maka akibatnya adalah melakukan hal-hal yang jahat (bdk. Yoh 16:2). Marilah kita buka hati nurani agar dikuasai oleh Roh Kudus, sehingga kebenaran dan kehendak Allah nyata dalam kehidupan ini.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk hidup sesuai dengan hati nurani Agar Engkau dimuliakan. Amin.

Kamis, 15 September 2022                                     

bacaan : Kisah Para Rasul 24 : 16

16 Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

Menjadi Berani Karena Hati Nurani yang Murni

Nas hari ini merupakan bagian dari kisah pembelaan Paulus di hadapan Feliks. Feliks adalah gubernur Romawi di wilayah Yudea dan disebut pula sebagai wali negeri. Ia dipanggil menghadap Feliks karena adanya tuduhan yang berasal dari Imam Besar Ananias, beberapa orang tua-tua dan pengacara Tertulus. Orang-orang ini mengemukakan tuduhan dan berharap agar Feliks mendakwa Paulus bersalah karena pemberitaan Injil yang dilakukannya. Paulus dituduh sebagai “penyakit sampar”, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara bangsa Yahudi dan tokoh dari sekte Nasrani. Semua tuduhan itu dihadapi dan dipatahkan Paulus dengan beraninya.   Ia berani berbicara di hadapan wali negeri dan mematahkan semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Feliks dapat diyakinkan bahwa Paulus datang dari Yerusalem untuk beribadah, tak pernah didapati bahwa ia bertengkar, atau menimbulkan huru-hara, tidak melakukan hal yang bertentangan dengan hukum Taurat dan kitab nabi-nabi. Keberanian Paulus terbukti pula ketika ia justeru memanfaatkan kesempatan itu untuk bersaksi. “Aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut jalan Tuhan.” Harapan aku dan mereka ditujukan kepada Allah yang sama. Dia-lah Allah yang akan membangkitkan semua orang. Paulus menjadi berani karena ia memiliki hati nurani yang murni baik di hadapan Allah maupun manusia. Berani karena hidup dan melakukan hal-hal yang berkenan di hadapan Allah. Hidupnya tak dijalani dalam kepalsuan atau siasat dan upaya habis-habisan mencelakakan orang lain demi kepentingan diri semata. Keberanian adalah buah dari dimilikinya hati nurani yang murni oleh seseorang

Doa: Bapa, karuniakanlah hati nurani yang murni kepada kami. Amin.

Jumat, 16 September 2022                              

bacaan : Ibrani 13 : 18 – 21

18 Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik. 19 Dan secara khusus aku menasihatkan kamu, agar kamu melakukannya, supaya aku lebih lekas dikembalikan kepada kamu. 20 Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, 21 kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

                    Doa, Hati Nurani yang Baik dan Berkat Tuhan

Semua orang, kapan dan dimana saja, menginginkan hidup yang baik. Hidup yang baik tidak dengan serta merta dapat dialami, sebab harus diperjuangkan. Penulis surat Ibrani menyatakan bahwa hidup yang baik itu adalah keinginannya. Ia tidak mengingini harta bendawi, jabatan, kedudukan atau kecantikan dan popularitas, sekalipun hal-hal demikian tidaklah buruk. Hidup yang baik itu berhubungan dengan tiga hal, yakni doa, hati nurani dan berkat Tuhan. Keinginan untuk mengalami hidup yang baik haruslah diperjuangkan dengan cara melakukan tiga hal tadi. Memiliki hidup yang baik hendaknya dijadikan keinginan utama dalam keberadaan sebagai orang Kristen. Hidup yang baik itu dapat terwujud bila sebagai orang percaya kita terus berdoa bukan saja kepada diri sendiri, tetapi orang lain juga. Karena itu tersebut dalam nas hari ini: “berdoalah terus untuk kami.” Hidup yang baik itu diperjuangkan dengan terus memelihara kebiasaan berdoa. Berdoalah dengan tidak berkeputusan mendoakan ikhwal diri sendiri juga orang lain. Hidup yang baik ditandai dengan kenyataan bahwa dalam akta beriman pun kita tetap peduli akan sesama. Hal kedua yang penting adalah milikilah hati nurani yang baik. Penulis ini mengatakan: …”kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik.” Pastikanlah bahwa seluruh ungkapan doa yang dinaikan kepada Tuhan, terlahir dari hati nurani yang baik. Mohonlah kuasa Roh Kudus untuk menguasai hidup, agar hati nurani yang baik tetap terpelihara. Akhirnya, bermohonlah agar Tuhan memberkati hidup kita. Hidup yang baik tak mungkin dialami tanpa berkat Tuhan. Jadilah pejuang kebaikan, tekunlah berdoa, peliharalah hati nurani dan bermohonlah kiranya Tuhan memberkati hidup kita.

Doa: Bapa yang baik, berkehendaklah atas seluruh juang kami. Amin.

Sabtu, 17 September 2022                                      

bacaan : Ibrani 9 : 14

14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Ingat! Hati Nurani Kita Sudah Disucikan Tuhan Yesus

Haruslah diakui dan diyakini bahwa Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita melalui kematian-Nya di Salib. Kematian Yesus ini merupakan suatu wujud pengorbanan dengan tujuan untuk menyelamatkan umat manusia. Pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, merupakan wujud penyerahan diri-Nya kepada Allah Bapa sebagai persembahan yang tidak bercacat. Tujuan dari pengorbanan Tuhan Yesus adalah agar umat manusia yang berdosa diselamatkan. Manusia yang diselamatkan itu hati nuraninya disucikan dari perbuatan-perbuatan yang jahat, buruk, atau tidak baik. Hal ini berarti bahwa dalam hidup ini kita tidak bisa lagi mengandalkan kekuatan lain, selain kekuatan kuasa Tuhan Yesus. Salah satu wujud dari kekuatan kuasa Tuhan Yesus dalam kehidupan orang Kristen adalah hidup dalam hati nurani yang suci. Makna hati nurani yang suci haruslah terwujud pula dalam kebersamaan dengan orang lain. Hidup suci terlahir dari hati nurani.  Hati nurani berperan menggerakkan diri kita untuk berpikir, berkata, dan berperilaku yang baik serta berarti bagi sesama demi kemuliaan nama Tuhan Yesus. Ingatlah, Tuhan Yesus telah menyucikan hati nurani kita melalui kematian-Nya di Salib. Hargailah pengorbanan Tuhan Yesus itu melalui perilaku hidup suci, yakni yang bersumber dari hati nurani yang sudah disucikan oleh Tuhan Yesus. Nas hari ini juga menyaksikan bahwa hati nurani disucikan dari perbuatan-perbuatan sia-sia supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. Ibadah yang kita aktakan bersumber dari hati nurani yang disucikan. Perbuatan sia-sia hendaklah dijauhkan karena Kristus telah berkorban bagi kita. Kristus telah menumpahkan darah-Nya untuk menjadikan hidup tersucikan yang karenanya kita diminta untuk tekun beribadah.

Doa: Ya Kristus, tolonglah agar kami selalu tekun beribadah. Amin.

*SUMBER : SHK BULN SEPTEMBER 2022, LJP – GPM

Tinggalkan komentar