TEMA BULAN OKTOBER : Pemberitaan Injil dan Kualitas Hidup
TEMA MINGGUAN : Tuhan Mengerjakan Keselamatan bagi UmatNya
Minggu, 02 Oktober 2022
bacaan : Yesaya 53 : 1 – 12
Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? 2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. 3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. 4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. 7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. 8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. 9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. 10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. 11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. 12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
Tuhan Sang Penyelamat
Nas bacaan hari ini menuturkan kesaksian nabi Yesaya tentang hamba Tuhan yang menderita. Gambaran diri hamba Tuhan ini adalah ungkapan keprihatinan umat Israel. Ia tumbuh sebagai taruk dan tunas, yakni bagian tumbuhan yang kecil, tidak kuat dan mudah patah. Kesuraman menggerogotii hidupnya, ia tidak tampan, dihina, dihindari orang, penuh kesengsaraan, menderita kesakitan, menanggung penyakit dan memikul kesengsaraan orang lain. Ia tertikam padahal tidak memberontak, diremukkan walau bukan seorang penjahat. Ungkapan-ungkapan ini dan lainnya tentang hamba Tuhan yang menderita diperhadapkan kepada kita. Kini, kita merayakan perjamuan kudus untuk keempat kalinya di tahun ini. Mengambil bagian dalam maedah perjamuan kudus merupakan peringatan akan penderitaan dan pengurbanan Kristus di Salib. Yesus adalah hamba Tuhan yang menderita, berkurban serta menebus manusia juga dunia dari kuasa maut dan dosa. Dia adalah anak domba yang diremukkan dengan kesakitan dan diserahkan sebagai korban penebusan salah. Penderitaan Kristus bukanlah akhir dari sejarah selamat karena setelah Kristus menangggung semuanya, Allah memulihkan dan menarik semua orang untuk hidup serta mengalami kasih-Nya yang tak terbatas. Derita Kristus melayakkan orang percaya untuk hidup dalam kemurahan Allah, kita selamat karena anugerah-Nya. Kiranya kita pun berkenan untuk hidup bagaikan roti yang dipecah-pecahkan dan anggur yang tertumpah. Jalanilah pekan dan bulan ini sebagai orang tertebus yang kudus. Jadilah berarti bagi orang lain dan muliakanlah Dia dalam segala hal. Ubahlah semua keprihatinan menjadi berpengharapan serta penuhilah hidup dengan pengampunan dan cinta kasih.
Doa: Tuhan, tolong kami untuk selalu hidup menurut kehendak-Mu. Amin.
Senin, 03 Oktober 2022
bacaan : Keluaran 14 : 9 – 14
9 Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon. 10 Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN, 11 dan mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? 12 Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini." 13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. 14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
Berserulah Pada Tuhan
Teks Keluaran 14:9-14 menyuguhkan pesan inspiratif untuk dijadikan pelajaran iman. Pertama, masalah tak pernah hanya sekali dihadapi tetapi berkali-kali. Bebas dari perbudakkan di Mesir tidaklah menjadikan umat Israel selesai menggumuli kesukaran. Kesukaran baru muncul di saat mereka tiba di tepi laut. Masalah hadir tanpa dikehendaki dan menjadi tanda hidup. Hidup mereka pada waktu itu terancam dengan adanya kekuatan perang bangsa Mesir. Fakta iman seperti ini membantu kita untuk tetap sadar baha hidup haruslah djalani dengan berhati-hati dan terus belajar. Belajar tentang pengalaman bersama Tuhan di masa lalu agar kasih, kuasa dan berkat-Nya tetap diyakini. Kepedulian Tuhan pasti nyata saat kita mengalami masa-masa hidup yang sulit. Kedua, masalah mendekatkan orang pada Tuhan. Bangsa Israel berseru-seru kepada Tuhan saat mereka diiputi ketakutan. Ketakutan menekan batin dan karena itu haruslah diungkap agar kelegaan dialami. Masalah bukanlah alasan untuk menjauhkan diri dari Tuhan dan melakukan hal-hal yang tak berfaedah. Ketiga, masalah dapat memicu persungutan dan perilaku mempersalahkan orang lain. Musa dipersalahkan bangsa Israel karena dialah yang memimpin mereka keluar dari Mesir. Tindakkan bersungut dan mempersalahkan orang lain tidaklah membantu mengatasi masalah. Kita perlu belajar untuk menjadi sabar dan tenang untuk memikirkan jalan keluar. Tak ada masalah yang tidak dapat diatasi saat kita tetap tenang dan berpikir dengan jernih. Keempat, pertolongan Tuhan nyata saat manusia tiba di batas mampu. Teruslah berusaha mengatasi masalah dan yakinlah bahwa pertolongan Tuhan tak pernah salah waktu.
Doa: kiranya kami tetap beriman saat menghadapi masalah dan meyakini bahwa keselamatan datang dari Tuhan. Amin.
Selasa, 04 Oktober 2022
bacaan : Mazmur 9 : 12 – 17
11 (9-12) Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, 12 (9-13) sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya. 13 (9-14) Kasihanilah aku, ya TUHAN; lihatlah sengsaraku, disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku, ya Engkau, yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut, 14 (9-15) supaya aku menceritakan segala perbuatan-Mu yang terpuji dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion karena keselamatan yang dari pada-Mu. 15 (9-16) Bangsa-bangsa terbenam dalam pelubang yang dibuatnya, kakinya tertangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri. 16 (9-17) TUHAN telah memperkenalkan diri-Nya, Ia menjalankan penghakiman; orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya sendiri. Higayon.
Peliharalah Hidup Agar Tetap Berkenan Pada Tuhan
Pemazmur bermazmur bagi Tuhan di Sion karena pekerjaan keselamatan yang telah dikerjakan-Nya. Ia beritakan perbuatan Tuhan di antara bangsa-bangsa. Tuhan tidak menghendaki tindakkan kekerasan yakni penumpahan darah, tapi ingat kepada orang yang tertindas dan teriak mereka tidak dilupakan-Nya. Pengakuan akan karya keselamatan yang telah Tuhan lakukan itulah yang menjadi pijakkan bagi pemazmur untuk menaikan permohonan. Pemazmur bermohon agar Tuhan mengasihani dan melihat kesengsaraannya oleh sebab kebencian orang lain. Pengalaman pemazmur ini hendaklah dijadikan pedoman menghadapi relasi yang tidak harmonis dalam keseharian hidup kita. Bukanlah tidak mungkin bahwa kita sedang hidup baik dengan mereka yang mencintai maupun membenci. Pengalaman dicintai sekaligus dibenci dihadapi pemazmur dengan mengandalkan Tuhan. Walau sedang bergumul dengan keluhan karena dibenci, namun pemazmur tidak melupakan perbuatan keselamatan Tuhan yang pernah dialaminya. Oleh sebab itu ia tidak membalas kebencian dengan kebencian. Ia berserah pada Tuhan dan tidak membalas jahat dengan jahat. Tindakkan berseru pada Tuhan memampukan pemazmur untuk tetap menjalani hidup dengan cara yang berkenan pada-Nya. Menghadapi dan mengatasi kesukaran karena dibenci orang lain dengan cara menjaga diri agar tetap berkenan pada Tuhan. Mereka yang hidupnya berkenan pada Tuhan tak akan pernah dikalahkan oleh kekerasan dan kebencian. Peliharalah hati dan pikiranmu dalam roh serta kalahkanlah kebencian dengan cara menjaga hidup tetap berkenan pada Tuhan.
Doa: Tuhan, berkatilah kami untuk terus melakukan kebaikan dalam nama-Mu. Amin.
Rabu, 05 Oktober 2022
bacaan : Mazmur 18 : 1 – 3
Nyanyian syukur Daud Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, yakni Daud yang menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN, pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari tangan Saul. (18:2) Ia berkata: "Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku! 2 (18-3) Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!
Allahku, Penyelamatku
Seiring berlangsungnya kesempatan untuk menjalani kehidupan, dialami pula pergumulan. Pergumulan hendaknya dipahami sebagai proses pembentukan pribadi yang berkualitas. Proses inilah yang dialami Daud, ketika Tuhan berkenan menjadikannya sebagai seorang raja untuk memimpin bangsa Israel. Pengurapan yang diterima, tidak memuluskan perjalanannya untuk menduduki kursi kerajaan. Ia mengalami ancaman berkali-kali hingga nyaris dibunuh Saul, raja yang akan digantikannya. Daud diluputkan dari kematian yang nyata dihadapannya. Ia menyadari sungguh bahwa keselamatan itu datang dari Allah yang telah mengurapinya. Nas mazmur 18 : 1-3, menggambarkan keindahan nyanyia syukur Daud tentang kemurahan dan kemahakuasaan Allah. Tuhan bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatanku. Allah gunung batuku, tempat aku berlindung. Perisai tanduk keselamatanku, kota bentengku. Pernyataan ini melukiskan kemahakuasaan Allah yang tidak dapat ditandingi oleh kekuatan apa pun di dunia ini. Kekuasaan-Nya kekal, tidak terbatas pada satu masa, tetapi selama-lamanya. Keyakinan Daud akan keberadaan Allah harus diamini juga oleh orang percaya di masa kini. Ketika Tuhan berkenan mengangkat dan menjadikan kehidupan kita berharga, , ada proses hebat yang mesti dilalui. Proses itu membentuk kita menjadi berkualitas dalam menjalani kehidupan serta berharga di hadapan Tuhan. Karena itu, jalanilah apapun proses kehidupan ini dengan kesungguhan hati. Ungkaplah syukur sebagai bentuk kesadaran akan pertolongan Allah yang nyata dalam setiap proses tersebut.
Doa: Tuhan, berikan kami kepekaan untuk terus mensyukuri penyertaan-Mu dalam hidup ini. Amin.
Kamis, 06 Oktober 2022
bacaan : Mazmur 18 : 47 – 51
46 (18-47) TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku, 47 (18-48) Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku, 48 (18-49) yang telah meluputkan aku dari pada musuhku. Bahkan, Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari orang yang melakukan kelaliman. 49 (18-50) Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu. 50 (18-51) Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya."
Bersyukur Selalu
Kita diajak untuk belajar menemukan keindahan dan keluhuran makna bersyukur. Keindahan dan keluhurannya berdasar pada kesadaran bahwa diri yang bersyukur sesungguhnya tidak layak, tapi mendapakan berkat keselamatan dari Tuhan. Kita bersyukur karena pertolonan Tuhan yang memberdayakan dan membuat berhasil melewati berbagai tantangan. Sama halnya dengan raja Daud dalam kesaksian Mazmur 18: 47-51 ini. Ia lafaskan nyanyian syukur kepada Tuhan karena dirinya telah terlepas dari himpitan masalah. Kepercayaannya tetap kokoh, bahwa Allah pasti memberikan pertolongan dan jalan keluar bagi setiap masalah yang dihadapi. Daud setia dan percaya penuh bahwa Tuhan yang mengendalikan seluruh langkah hidupnya. Akhirnya Daud memperoleh kemenangan dan setiap hal yang diraih, membawanya semakin dekat kepada Allah. Marilah belajar untuk menghadapi dan mengatasi masalah yang mengusik kehidupan dengan sikap beriman tetap bersandar dan percaya penuh kepada Tuhan. Yakinlah bahwa kesetiaan Tuhan berlaku abadi bagi semua orang yang berharap pada-Nya. Bersyukurlah senantiasa karena kemurahan yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Dia-lah Sang pemberi hidup yang layak dipuji dengan tak hentinya selama hidup ini kita jalani. Tuhan Sang Pencipta dan Pemelihara hidup ini, telah menganugerahkan keselamatan dan menunjukkan kasih setia kepada semua orang yang berkenan kepada-Nya. Karya selamat-Nya tak berkesudahan, pujilah dan bersyukurlah selalu kepada-Nya, Tuhan gunung batu kita yang hidup .
Doa: Ya Tuhan ajarlah kami bersyukur selalu untuk anugerah yang Engkau berikan. Amin.
Jumat, 07 Oktober 2022
bacaan : 2 Samuel 23 : 1 – 7
Perkataan Daud yang terakhir Inilah perkataan Daud yang terakhir: "Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel: 2 Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; 3 Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, 4 ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah. 5 Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya? 6 Tetapi orang-orang yang dursila mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan: 7 tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!"
Kuasa, Kemasyuran dan Berkat
Daud raja kedua Israel pada masa menjelang akhir hidupnya menyampaikan “perkataan” yang sarat makna. Masa hidup dan tahun-tahun pemerintahannya ditandai dengan dimilikinya kuasa, kemasyuran, dan berkat. Semuanya diakui sebagai anugerah Tuhan. Tuhan telah berkenan mengurapinya, sehingga padanya ada kuasa sebagai seorang raja dan ia menjadi orang yang dianggkat tinggi. Ia bahkan mengakui bahwa kepadanya juga diberikan kuasa sebagai seorang nabi. Pengakuan akan hal itu dinyatakan secara reflektif melalui ungkapan Roh Tuhan berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku. Daud menjadi raja Israel yang hidupnya dekat dengan Tuhan dan memahami kehendak-Nya. Hidup Daud menjadi sarana berlangsungnya kehendak dan rencana Tuhan. Oleh sebab itu ia memerintah dengan adil dan takut akan Allah. Kuasa yang dimilikinya berasal dari Tuhan dan dipergunakan bagi kemuliaan-Nya. Tuhan tidak saja menganugerahkan kuasa kepada Daud tapi kemasyuran pula. Ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, cerah, berkilauan dan bagaikan rumput muda. Hidup, jabatan dan keluarganya diberkati. Allah menegakkan perjanjian kekal dan menjamin keluarganya. Kepada Daud diberikan juga berkat berupa kemampuan mengatasi masalah yang mengancam hidup. Tuhan telah melimpahi Daud dengan kuasa, kemasyuran dan berkat. Yakinlah bahwa Tuhan tahu apa pun yang kita butuhkan dalam hidup ini. Dekatkanlah hidup pada Dia, dan pahamilah kehendak-Nya. Muliakanlah Tuhan dalam segala hal dan hiduplah dengan adil. Takutlah akan Alah dan jauhilah kejahatan.
Doa: Tolonglah kami Tuhan, agar mampu mensyukuri kuasa, kemasyuran dan berkat yang telah dianugerahkan kepada kami. Amin.
Sabtu, 08 Oktober 2022
bacaan : Yesaya 25 : 6- 12
Keselamatan bagi bangsa-bangsa di Sion
6 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya. 7 Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa. 8 Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. 9 Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!" 10 Sebab tangan TUHAN akan melindungi gunung ini, tetapi Moab akan diinjak-injak di tempatnya sendiri, sebagai jerami diinjak-injak dalam lobang kotoran. 11 Apabila Moab mengembangkan tangannya di dalamnya seperti cara perenang mengembangkannya untuk berenang, maka TUHAN akan mematahkan kecongkakkan mereka dengan segala daya upaya mereka. 12 Maka kubu-kubu tembokmu yang tinggi akan ditumbangkan-Nya dan dirubuhkan-Nya, dan dicampakkan-Nya ke tanah dan debu.
Allah Menyelamatkan Bangsa – Bangsa
Nabi Yesaya pertama-tama menggambarkan karya keselamatan Tuhan laksana sebuah perjamuan dengan masakan bergemuk dan bersumsum disertai anggur tua yang disaring endapannya. Perjamuan ini akan berlangsung di gunung Sion. Sion diyakini sebagai gunung kudus tempat didirikannya Bait Allah di Yerusalem. Tuhan semesta alam akan menyediakan keselamatan bagi segala bangsa. Sion mewakili umat Allah dan tempat Allah tinggal di antara umat-Nya. Sebutan perjamuan adalah ungkapan simbolis yang bermakna kegirangan atau sukacita dan tersedianya makanan dan minuman. Keselamatan Allah berlangsung di tempat dimana Ia berkenan bersemayam. Selanjutnya, Yesaya juga mengungkapkan bahwa karya keselamatan, Tuhan aktakan dengan cara mengoyakkan kain kabung perkabungan yang diselubungkan, meniadakan maut, menghapus air mata, dan menjauhkan aib. Tuhan membebaskan dan memulihkan hidup. Hidup dibebaskan dari derita, kematian, kesedihan dan cela atau rasa malu. Sepanjang sejarah, agaknya manusia berupaya keras agar berhasil menyelamatkan hidup dari berbagai hal yang mengancam. Berbagai ikhtiar dilangsungkan demi memperoleh pemenuhan kebutuhan baik fisik maupun kerohanian. Upaya–upaya kemanusiaan itu selayaknya diapresiasi atau dihargai. Namun rasanya, manusia tak jua luput dari kegagalan, kekecewaan, kedukaan bahkan kesia-siaan. Mari berjuang bersama Tuhan, sebab keselamatan hanya ada pada-Nya. Dia-lah sumber berkat dan kegirangan. Kita akan dibebaskan dari beban dan tekanan hidup. Hidup kita dipulihkan dari air mata dan aib sehingga diliputi kelegaan serta rasa berharga.
Doa: Ya Tuhan sumber keselamatan, selamatkanlah kami dari ancaman yang menghantui hidup, agar kegirangan dapat dialami . Amin.
*SUMBER : SHK bulan OKTOBER 2022, LPJ-GPM