Santapan Harian Keluarga, 16 – 22 Oktober 2022

Tema Bulanan : Pemberitaan Injil dan Kualitas Hidup

Tema Mingguan : Hidup Dalam Tuntunan Ajaran yang Sehat

Minggu, 16 Oktober 2022                                 

bacaan : Titus 2 : 1 – 10

Kewajiban orang tua, pemuda dan hamba
Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat: 2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. 3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, 5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang. 6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal 7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, 8 sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. 9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, 10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

Menjadi Teladan Baik

Teladan adalah sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontohi. Tanpa teladan, maka seseorang akan dipermalukan karena tidak bisa melakukan apa yang dikatakannya. Jadi ketika seseorang berkata tentang perbuatan baik, maka orang tersebut harus lebih dulu melakukan kebaikan. Hal yang demikian menjadi pertanda bahwa menjadi teladan tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan bahkan dikorbankan bila ingin menjadi sosok teladan kebaikan. Titus, sosok yang disebutkan dalam nas hari ini merupakan rekan sekerja Paulus. Ia adalah seorang muda, pembantu Paulus yang bukan Yahudi dan tentunya tidak bersunat. Ia kemudian menjadi pengikut Kritus dan memberi diri dengan segala kemudaannya untuk dipakai oleh Tuhan dalam memberitakan injil. Rasul Paulus berpesan, mengajari dan menasihati Titus supaya  tetap memiliki pendirian. Maksudnya, pemberitaan Titus haruslah sesuai dengan ajaran yang sehat. Ajaran sehat baik dan benar adanya serta berguna untuk membangun iman dan menyehatkan hidup jemaat. Titus dapat menjadi sosok teladan yang baik, bila ia lebih dulu mendidik dirinya sendiri sebagai pribadi yang berwibawa, bijaksana, murah hati dan konsisten terhadap pengajarannya. Ia perlu mendidik diri sendiri agar kata dan perbuatannya selaras. Bila ia telah menjadi teladan kebaikan, maka ia layak mengharapkan hal yang sama kepada jemaat. Keterpanggilan sebagai teladan kebaikan pun menjadi panggilan Tuhan kepada kita selaku anak-anak-Nya. Teladan kebaikan harus diwujudkan dalam sikap dan tindakkan. Sikap dan tindakkan kita mesti sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia berkehendak agar kita menjadi garam dan terang serta saluran berkat bagi orang lain. Tuhan Allah kita akan dipermuliakan dan orang lain percaya kepada-Nya, bila kita mampu menjadi teladan kebaikan.

Doa:  Tuhan, ajarlah kami untuk menjadi teladan kebaikan bagi semua orang. Amin.

Senin, 17 Oktober 2022                                 

bacaan : Roma 16 : 17 – 20

Peringatan
17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. 19 Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. 20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

Jangan Terlena, Waspadalah!

Sebuah lukisan yang memikat dipajang di Museum Louvre, Paris. Lukisan itu menggambarkan seorang pemuda sedang duduk berhadapan dengan iblis di depan papan catur. Wajah si iblis tampak senang melihat anak muda akan segera mengalami skak mat. Pemuda itu pun menunjukkan ekspresi kekecewaan, keheranan dan kebingungan seperti orang yang kalah. Singkat cerita, suatu hari seorang master catur yang ternama mengunjungi galeri tersebut dan mempelajari lukisan itu dengan saksama. Tiba-tiba master catur itu mengejutkan semua orang di sekelilingnya dengan teriakan yang penuh kegembiraan, “ini tipuan! Raja dan kuda masih bisa melangkah.” Ilustrasi ini hendak menegaskan bahwa seringkali di dalam kehidupan iman terkadang kita begitu mudah mengalah pada serangan iblis. Padahal dalam keadaan sesulit apapun Tuhan tetap berkuasa untuk mebebaskan kita dari kekalahan iman. Karena itu milikilah keberanian dan upaya untuk tidak pernah menyerah pada langkah-langkah yang dibangun iblis. Nas hari ini menyaksikan upaya Paulus menyikapi pengajaran sesat berkembang dan mengancam persekutuan umat. Ia menghimbau jemaat Roma supaya tidak terlena dengan pengajaran sesat. Berkembang di sana ajaran tentang perbuatan baik dan hukum Musa yang harus ditaati. Namun ujung-ujungnya hanya untuk memenuhi kepentingan diri sendiri. Ajaran seperti ini haruslah diaspadai agar jemaat tidak terpecah. Hal yang sama tanpa disadari dapat terjadi dalam persekutuan kita. Ada orang-orang yang memanfaatkan ketulusan kita untuk kepentingan diri sendiri. Oleh karena itu, kita dituntut untuk tetap mengandalkan Tuhan dan hidup sesuai ajaran-Nya. Tetaplah waspada dan yakinlah akan pemeliharaan Allah.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami agar tetap berada pada jalan-Mu. Amin.

Selasa, 18 Oktober 2022                                       

bacaan : Titus 1 : 5 – 16

Tugas Titus di Kreta -- Syarat-syarat bagi penatua, penilik jemaat
5 Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu, 6 yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib. 7 Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, 8 melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri 9 dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya. 10 Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran. 11 Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan. 12 Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah berkata: "Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas." 13 Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman, 14 dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran. 15 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis. 16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Pemimpin Yang Dapat Diteladani

Paulus bersahabat dengan Titus dan meninggalkannya di Kreta untuk maksud menata jamaat di situ dan menetapkan para pemimpin. Ia mendukung Titus untuk terus mengajarkan iman yang benar dan membimbing jemaat agar tetap hidup sesuai kehendak Allah. Nas hari ini berisi petunjuk dan nasihat bagi para pemimpin jemaat agar memegang teguh iman yang benar dan hidup dengan baik. Jemaat harus hidup sesuai kehendak Allah dan para pemimpin ditetapkan karena memenuhi kriteria yang ketat. Kehendak Allah mesti menjadi penuntun agar jemaat tidak disesatkan dengan ajaran yang salah. Waktu itu ada sejumlah orang Kristen Yahudi di Kreta mengajarkan bahwa setiap laki-laki harus disunat. Keselamatan seseorang tergantung pada anugerah Tuhan bukan karena disunat atau tidak. Tugas menata hidup beriman itu tidaklah mudah, karena itu diperlukan pemimpin yang berkualitas atau yang tak bercacat. Syarat yang ditetapkan untuk memiliki pemimpin seperti itu di antarnya; tidak angkuh, bukan peminum, tidak serakah, suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, saleh dan adil. Kita juga terpanggil untuk menjadi teladan melalui gaya hidup orang-orang yang percaya kepada Allah. Hindarilah hidup seperti orang-orang Kreta yang mengaku mengenal Allah tetapi perbuatannya menyangkal Dia. Mengaku Allah, tetapi masih berzinah, mencuri, memfitnah, suka berbohong, serakah, sombong dan angkuh serta perbuatan-perbuatan lainnya yang bertentangan dengan kehendak Allah. Kuasailah diri dan terus mengandalkan Tuhan serta meminta hikmat dari-Nya agar layak menjadi teladan. Setiap orang pada dasarnya adalah pemimpin, setidaknya bagi diri sendiri. Berusahalah untuk menjadi pemimpin yang dapat diteladani.

Doa: ya Tuhan layakkanlah kami untuk menjadi pemimpin yang baik. Amin.

Rabu, 19 Oktober 2022                           

bacaan : 2 Timotius 2 : 14 – 19

Nasihat dalam menghadapi pengajar yang sesat
14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. 15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. 16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. 19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."

Menjadi Pelayan Kristus Yang Sejati

Timotius adalah asisten sekaligus mitra kerja Paulus dalam memberitakan injil. Ia dibimbing serta dipersiapkan untuk melanjutkan pemberitaan injil sekaligus sebagai generasi penerus  dan kekayaan gereja. Timotius dimotivasi untuk menyelenggarakan kepemimpinan rohani, yakni  melayani jemaat-jemaat, menata ibadah dan pelayanan yang masih berantakan. Ia diperhadapkan dengan para pengajar sesat yang sering menuduh dan memfitnahnya. Pengajar sesat menganut ajaran yg berbeda dengan apa yang diajarkan oleh Rasul Paulus. Timotius dinasihati untuk menyikapi mereka dengan cara berusaha menjadi pelayan Kristus yang sejati. Cara ini dipandang Paulus efektif sehingga mereka tidak menemukan cela untuk menjatuhkannya dan mencemarkan nama Tuhan. Makanya ia dikuatkan bahwa Tuhan mengenal dirinya sebagai hamba-Nya yang setia. Tuhan sendiri yang akan membela ketika ia dituduh dan difitnah oleh para pengajar sesat. Timotius dibina dan diasah dengan sebaik-baiknya agar memiliki sikap yang bijaksana dalam perkataan serta menjaga kesucian hidupnya. Ia dibimbing untuk menjadi pelayan Kristus yang sejati. Pelayan yang sejati bertanggung jawab mengajar jemaat agar memiliki pemahaman yang benar tentang firman Allah dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.  Jemaat harus diperlengkapi dengan kebenaran agar tidak mudah terombang-ambing  oleh hasutan ajaran sesat.  Misalnya, dalam hal berbicara (ay.14). Mereka diminta supaya tidak mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat. Perkataan demikian mengakibatkan pertengkaran yang sama sekali tidak membangun iman siapapun yang mendengarnya. Karena itu, kuatkanlah iman supaya kita menjadi berdaya untuk menghadapi semua kenyataan  hidup. Teruslah belajar dan aktakan firman Tuhan. Hiduplah sesuai kehendak-Nya serta jadilah pelayan Kristus yang sejati.

Doa: Tuhan kuatkan iman kami agar tidak mudah tergoda dengan ajaran yang menyesatkan melainkan hidup menurut kehendak-Mu. Amin.

Kamis, 20 Oktober 2022                         

bacaan : 2 Timotius 2 : 20 – 22

20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

Tuhan Menunggumu

Ada seorang kakek bersahabat dengan seorang anak laki-laki. Keduanya sering bekerja sama di toko barang kerajinan kayu milik si kakek. Suatu hari ketika melihat toko itu sedang sepi dan si kakek tidak kelihatan, anak laki-laki itu pun datang dan mencuri beberapa pahatan kayu. Anak itu tidak menyadari bahwa melalui jendela dapur si kakek melihatnya, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Sejak saat itu anak laki-laki itu pun tidak pernah muncul lagi di toko. Hingga suatu hari, tanpa sengaja, mereka bertemu dan anak itu menjauh karena malu sehingga persahabatan mereka pun terputus. Kita mengalami hal serupa ketika  melanggar firman Allah. Kita jatuh dalam dosa karena terlalu menuruti keinginan daging dan menjadi malu bahkan takut untuk berjumpa dengan Allah yang berakibat pada rusaknya hubungan kita dengan-Nya. Ketika kita berbuat dosa terhadap-Nya, akibat yang paling berbahaya bukanlah tindakan itu sendiri, tetapi rusaknya hubungan kita dengan Tuhan. Namun, Allah kita adalah Allah yang setia. Ia selalu merindukan hubungan yang baik dengan kita. Dia selalu menunggu kita untuk kembali. Oleh karena itu, ketika kita melakukan dosa, jangan ragu untuk segera datang serta mengaku dosa kepada-Nya, dan jangan mengulanginya lagi. Menjauhkan diri dari Tuhan akan membuat hubungan baik kita dengan-Nya semakin renggang bahkan terputus. Seperti bapa yang selalu setia menunggu kembalinya si anak yang terhilang, pengampunan-Nya pun tersedia untuk kita. Oleh sebab itu, mintalah hikmat, pertimbangan dan pengertian dari Tuhan, sehingga mampu membedakan baik dan buruk. Janganlah kalah terhadap kedagingan, tapi kalahkan hal itu dengan kebenaran. Bila karena kelemahan, dosa dilakukan, jadilah sadar dan datanglah kepada-Nya seraya mengaku kesalahan serta mohonlah  pengampunan Tuhan.

Doa:  Ya Tuhan layakkan dan mampukanlah kami untuk tetap hidup di dalam terang-Mu dan menjauhkan kami dari perbuatan yang jahat. Amin.

Jumat, 21 Oktober 2022                              

bacaan : 1 Timotius 6 : 2b – 5

(6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini. 3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat--yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, 4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, 5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.

Berpeganglah Pada Ajaran Yang Sehat

Rasul paulus menuliskan surat ini kepada Timotius untuk memotivasinya dalam melakukan tugas pelayanan. Tantangan bagi Timotius adalah menghadapi dan menyikapi pengajar-pengajar sesat yang sangat menggangu pertumbuhan jemaat. Timotius harus menuntun jemaat agar beriman secara benar dan menganut ajaran yang sehat. Muncul pada waktu itu orang-orang yang kesukaannya mencari-cari soal, bersilat kata, menyebabkan fitnah, dengki, curiga dan sebagainya. Bahkan di ayat 5 dikatakan, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan kehilangan kebenaran. Orang-orang yang tidak berpikiran sehat itu mengira bahwa ibadah kepada Tuhan dapat dijadikan sebagai sumber keuntungan. Ibadah adalah hal yang penting untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan sebagai pemilik kehidupan. Tuhan menghendaki peribadahan dilakukan dengan penuh kesungguhan dan kemurnian hati, bukan untuk  maksud mendapatkan keuntungan atau kekayaan.  Timotius bertanggung jawab mengajarkan ajaran yang sehat kepada jemaat. Jemaat tak boleh menyimpang dari ajaran yang sehat. Kesaksian ini mengingatkan kita semua, ajaran sehat yang telah diterima berdasarkan kebenaran firman Allah kiranya dapat dipegang dan dilakukan dalam kehidupan. Ajaran serta tindakkan yang baik dan benar harus dimiliki juga diaktakan. Hiduplah sesuai ajaran yang sehat, agar orang lain dihentar untuk mengalami kasih dan keselamatan dalam Kristus.

Doa: Tolonglah kami ya Tuhan, untuk hidup sesuai ajaran yang sehat. Amin.

Sabtu, 22 Oktober 2022                         

bacaan : 1 Timotius 6 : 17 – 21

17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. 18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi 19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. 20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, 21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!

Pengajar Ajaran Sehat Yang Mawas Diri

Surat Paulus kepada Timotius dipandang sebagai surat pastoral atau penggembalaan dan berisikan nasihat. Timotius dinasihati agar tetap berpegang dan mengajarkan ajaran yang sehat, sekalipun harus berhadapan dengan berbagai tantangan dalam pelayanan. “Menjadi kaya dalam kebajikan” adalah salah satu ajaran yang perlu Timotius ajarkan. Ajaran ini secara khusus berkaitan dengan permintaan Paulus supaya Timotius memperingati orang kaya. Orang kaya diperingati agar jangan tinggi hati dan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan. Mereka harus berharap kepada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan segala sesuatu untuk dinikmati. Mereka juga diperingatkan untuk berbuat baik, suka memberi dan membagi yang karena hal ini terkumpullah harta hidup sebenarnya di masa akan datang.   Timotius sendiri pun diingatkan untuk selalu mawas diri dan memelihara apa yang telah dipercayakan kepadanya. Ajaran sehat akan membuat Timotius dan jemaat yang dilayaninya berbeda kehidupannya dari para pengajar sesat itu. Ajaran sangat mempengaruhi karakter dan tingkah laku manusia. Baik tidaknya hidup seseorang ditentukan oleh ajaran yang diterimanya. Kita semua bertanggungjawab untuk mengajarkan ajaran yang sehat. Orangtua dalam keluarga harus mengajarkan dan menerapkan ajaran yang sehat bagi anak-anak. Kita juga diingatkan untuk tetap mawas diri sehingga tidak lengah dan melakukan kesalahan.

Doa: Ya Tuhan tolonglah, agar kami tidak tersesat dalam hidup ini. Amin.*

*SUMBER : SHK bulan Oktober 2022, LPJ_GPM

Tinggalkan komentar