Tema Bulanan : Pemberitaan Injil dan Kualitas Hidup
Tema Mingguan : Hidup Dalam Kasih dan Damai
Minggu, 30 Oktober 2022
bacaan : 1 Petrus 3 : 8 – 12
Kasih dan damai
8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, 9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: 10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. 12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."
Karakter Orang Benar
Setiap orang diciptakan dengan karakter yang berbeda. Karakter membuat seseorang mudah dikenal dan diingat, karena pada dirinya ada ciri khas. Orang Kristen pun memiliki acuan karakter atau ciri khas yang membuat mudah dikenali dan sekaligus membedakan kita dengan dunia. Berdasarkan perikop ini, setidaknya Paulus menegaskan beberapa ciri atau karakter yang mestinya dimiliki oleh kita semua sebagai orang percaya. Karakter atau ciri itu adalah hal-hal yang sederhana dan mudah untuk dilakukan namun seringkali terhalang oleh ego kita. Paulus secara khusus memberikan gambaran tentang ciri atau karakter orang Kristen yang sesuai dengan kebenaran Allah. Karakter utama orang yang benar ialah kasih. Kasih menjadi bahasa dan ciri utama seorang Kristen yang benar. Kasih mesti terwujud dalam cara hidup orang Kristen setiap hari. Bukan hanya tentang bagaimana harus bersikap atas pribadinya tetapi juga mengenai berelasi dengan orang lain. Mengasihi dan menyayangi saudara, khususnya yang seimanpun ada kalanya sulit terwujud. Sikap acuh tak acuh dan kurang peduli menjadi penyebab pudarnya kasih kepada sesama kita. Rendah hati seharusnya menjadi salah satu ciri khas kita sebagai orang Kristen. Namun mungkin berbenturan dengan tingginya status yang dimiliki. Kita sulit untuk memposisikan diri seperti Yesus yang tidak menjadikan status-Nya sebagai alasan untuk kesombongan atau keangkuhan. Pengampunan juga kadang sulit kita terapkan ketika sesama melakukan yang tidak baik bagi kita. Namun selama Tuhan yang menjadi andalan kita, maka kita pasti mampu menerapkannya.
Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami dalam perjuangan untuk mampu menjadi orang benar di hadapan-Mu. Amin.
Senin, 31 Oktober 2022
bacaan : Yohanes 13 : 31 – 35
Perintah baru
31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. 32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. 33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. 34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
Perintah Untuk Saling Mengasihi
Pendeta Eka Darmaputera (alm), seorang pendeta dan teolog Indonesia mengatakan: bukan apa yang kita pikirkan, tetapi apa yang kita lakukan. Bukan apa yang kita rumuskan, tetapi apa yang kita laksanakan. Bukan oleh teori yang hebat, tetapi oleh praktek. Di situlah wajah kita dilihat orang. Kasih adalah sebuah tindakkan nyata, yang dapat dirasakan dan dinikmati oleh dunia yang ada di sekeliling kita. Sebuah sikap/perbuatan tanpa kemunafikan, tetapi ketulusan dan kejujuran. Sikap dan hidup yang seperti inilah yang sedang dicari oleh manusia dan dunia. Tindakan dan perbuatan hidup seperti itulah yang dinanti-nantikan oleh manusia. Namun banyak orang berkata, “Aku akan mengasihi kamu jika kamu mengasihiku.” Itulah prinsip kasih dunia: pengorbanan yang bersyarat. Kasih semacam itu bukanlah kasih sejati. Kasih pada hakikatnya adalah untuk diberikan. Kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi atau berbuat sesuatu. Allah telah memberikan bukti nyata bagaimana Dia mengasihi kita. Artinya kita menerima kasih-Nya terlebih dahulu baru kemudian mengasihi. Jadi kekristenan adalah kasih. Semua aktivitas yang kita lakukan dalam hidup harus berpusat pada kasih. Tanpa kasih semuanya sia-sia! Seperti kata Paulus, “…jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna…sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku” (1 Korintus 13:1-3). Sampai hari ini, kita perlu mengingat pesan penting yang disampaikan Kristus kepada murid-murid-Nya bahwa setiap kali kita menunjukkan kasih kepada sesama kita, kita sedang memperlihatkan Kristus kepada dunia. Teruslah saling mengasihi agar dunia tahu bahwa kita adalah murid Kristus.
Doa: Tuhan, tolonglahlah kami supaya hidup saling mengasihi sama seperti Engkau telah mengasihi kami. Amin.
Selasa, 01 November 2022
bacaan : Roma 12 : 17 – 21
17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! 18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! 19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. 21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Balaslah Kejahatan Dengan Kasih dan Damai
Nelson Mandela adalah presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan. Ia pernah dipenjarakan dan sering disiksa oleh seorang sipir bahkan digantung terbalik sambil dikencingi oleh petugas tersebut. Fakta hidup yang memprihatinan ini dialaminya saat belum terpilih menjadi presiden. Sesudah dibebaskan dan terpilih menjadi presiden, ia menyuruh ajudannya mencari sipir tersebut. Sipir itu ketakutan dan berpikir Mandela akan membalas dendam dengan menghukum balik. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata malah sebaliknya, dengan tulus Mandela justru mengasihi dan mengampuni sipir tersebut sambil berkata, ‘hal pertama yang ku lakukan ketika menjadi presiden adalah memaafkanmu.” Perlakuan buruk pernah juga dialami oleh umat Tuhan di Roma. Mereka hidup di antara orang-orang yang tidak mengenal Kristus. Orang Kristen dibenci serta mengalami banyak penghambatan. Karena itu, Rasul Paulus dengan lembut mengingatkan orang-orang Kristen di Roma untuk tetap mengasihi dan hidup berdamai dengan mereka yang membenci kekristenan. Manusia tidak mempunyai hak untuk menghakimi sesamanya ataupun membalas kejahatan orang lain. Urusan pembalasan adalah hak Tuhan. Mengasihi dan hidup berdamai dengan orang yang melakukan kejahatan bukanlah hal yang mudah. Namun itulah tugas dan tanggung jawab orang percaya. Kebencian adalah salah satu wujud kejahatan, sehingga perlu dibalas dengan kasih dan damai. Membalas kejahatan dengan kasih dan damai bermakna kebaikan, bukan kebodohan atau kekalahan. Allah telah lebih dahulu mengasihi dan mendamaikan kita. Kasih dan damai harus diwujudkan dalam kata dan tindakan di tengah keluarga, gereja dan masyarakat bahkan kepada mereka yang membenci kita. Sekalipun sulit, mintahlah Roh Kudus untuk menuntun dan menolong di dalam kelemahan agar dilayakkan melakukan kehendak-Nya. Teruslah mengasihi dan hidup berdamai dengan semua orang, Tuhan memberkati kita.
Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk selalu mengasihi walau dibenci. Amin.
Rabu, 02 November 2022
bacaan : 2 Korintus 13 : 11 – 13
Salam
11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! 12 Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. 13 (13-12b) Salam dari semua orang kudus kepada kamu. 14 (13-13) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.
Hidup yang Berdamai
Marthin Luther King Junior adalah seorang pendeta dan pejuang kedamaian yang pernah mendapatkan nobel perdamaian. Pidatonya yang terkenal I have a dream menggambarkan sebuah harapan akan kehidupan yang penuh kedamaian serta setiap orang memiliki hak yang sama sebagai saudara. Paulus pun menutup suratnya yang terakhir sebelum kunjungannya yang ketiga kali di jemaat Korintus dengan salam dan beberapa nasihat serta berkat bagi Jemaat di sana. Nasihat disampaikannya untuk memotivasi jemaat di Korintus agar menjadi sempurna sebagai orang yang telah hidup dalam Kristus. Mereka harus tetap bersukacita dalam segala penderitaan ataupun penganiayaan karena Kristus dan bertumbuh bersama dalam kasih. Keutuhan jemaat harus dipelihara dengan cara berusaha agar tetap sehati dan sepikir di dalam Kristus serta hidup di dalam damai sejahtera. Cara demikian membuat mereka terhindar dari perpecahan, perselisihan, iri hati ataupun kepentingan diri sendiri. Hubungan kasih di antara mereka tak boleh menjadi renggang. Allah pasti berkenan dan memberkati usaha mereka untuk memelihara hidup dalam kedamaian. Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus adalah rumusan berkat yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Korintus. Kita tentu tak dapat memungkiri bahwa dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat dan berjemaat pasti dijumpai adanya perbedaan. Perbedaan haruslah dihadapi dan diselesaikan dengan sukacita (kepala dingin) agar terpelihara kasih persaudaraan. Kita juga diingatkan bahwa memelihara hubungan damai bukan saja berlangsung dalam komunitas Kristen tapi dimanapun orang percaya berada. Panggilan untuk menyatakan hidup yang penuh damai sejahtera berlangsung kapan dan di mana saja. Tentu bukanlah hal yang mudah untuk melakukan panggilan ini. Namun Paulus kembali mengingatkan bahwa ketika kita melakukan apa yang dikehendaki Allah, maka penyertaan-Nya pasti dinyatakan.
Doa: Berikanlah kami sehati dan sepikir untuk hidup yang penuh damai. Amin.
Kamis, 03 November 2022
bacaan : 1 Tesalonika 5 : 12 – 13
Nasihat-nasihat
12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.
Topanglah Mereka yang Melayani
Hidup dalam kasih dan damai adalah salah satu nasihat yang disampaikan oleh Paulus sebagaimana tersebut dalam nas hari ini. Paulus mendorong orang-orang di Tesalonika untuk hidup dalam kehidupan yang seharusnya dilakukan oleh umat percaya dalam menanti kedatangan Tuhan. Ia meminta serta menunjukkan kewajiban bagi orang-orang percaya di Tesalonika untuk menghormati orang yang telah memimpin di dalam Tuhan, sebab mereka telah bekerja keras. Bekerja keras yang mengacu pada kerja yang dilakukan dengan penuh ketekunan dimana mereka melakukan semua hal dan mengorbankan waktu serta diri sendiri. Mereka melayani serta menuntun umat untuk hidup berpadanan sebagai orang-orang yang telah diselamatkan dalam Kristus (ay.9). Karena itu orang-orang percaya ditegur dengan penuh kasih jika kedapatan melakukan yang tidak tertib/benar. Sebab pemimpin yang bertanggung jawab tentu ia akan bersikap demikian. Bukan supaya untuk mencari kehormatan karena pelayanan ataupun kerja keras yang telah dilakukan. Namun supaya keutuhan jemaat dapat terpelihara dengan saling mendukung satu dengan yang lain agar Kristus dimuliakan dalam sikap dan tindakan mereka sehari-hari. Karenanya Paulus mengharapkan mereka supaya mendukung tugas dan panggilan para pemimpin mereka dengan penuh kasih sebagai orang-orang percaya untuk hidup selalu dalam damai seorang dengan yang lain. Keluarga yang baik dapat terwujud bila pemimpinnya baik dan anggotanya saling mendukung serta memeilhara hidup damai. Semua orang menghindari kekacauan yang dapat memecahkan kehidupan bersama.Setiap kita pun diberi tanggung jawab untuk mendukung aktifitas pelayanan yang berlangsung dalam kehidupan berjemaat. Hal lainnya adalah memeilihara hubungan baik di keluarga dan bermasyarakat dengan saling mendukung dalam kasih agar tercipta kehidupan yang harmonis, penuh damai.
Doa: Tolong kami Tuhan, untuk saling mendukung satu dengan yang lain. Amin.
Jumat, 04 November 2022
bacaan : 1 Korintus 13 : 1 – 13
Kasih Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. 4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Tanpa Kasih, Karunia pun Tak Bernilai
Umumnya dipahami bahwa di balik setiap tindakkan yang manusia lakukan, pasti terdapat motivasi dan tentu berbeda-beda adanya. Namun dalam kekristenan, setiap tindakkan harus didasari oleh motivasi yang sama yaitu kasih. Karenanya sejak kecil kita didorong dan diajarkan untuk selalu menunjukkan kasih, baik itu kepada orangtua, sekitar (alam), para sahabat, dan terutama untuk Tuhan. Kasih adalah sesuatu yang mutlak ada dalam kehidupan orang percaya. Kasih bukan hanya sekadar ciri kekristenan tetapi adalah jati diri orang Kristen. Mengapa demikian? Sebab Allah adalah kasih dan kasih-Nya itu telah diwujudnyatakan dalam Yesus Kristus dengan keteladanan yang patut dicontohi. Paulus mengingatkan orang-orang Kristen di Korintus menyangkut keberadaan mereka sebagai milik Kristus dan hidup dalam Kristus. Sehingga Paulus menekankan tentang kasih sebagai jati diri mereka. Sebab orang-orang di Korintus, selalu membanggakan karunia-karunia, iman, pengetahuan, serta amal/perbuatan baik yang mereka miliki. Paulus memperingatkan mereka bahwa tanpa kasih, maka karunia yang paling mulia sekalipun tidak akan ada nilainya. Sebab karunia yang diberikan oleh Allah adalah untuk membangun jemaat dan jika tanpa kasih maka semua yang mereka miliki hanyalah akan menghancurkan persekutuan jemaat. Kasih ibarat lem yang merekatkan, sebab tanpanya rupa-rupa karunia akan berdiri sendiri hanya untuk kepentingan pribadi dan tak ada nilainya. Orang hanya akan menyombongkan atau membanggakan diri dengan karunia ataupun kebaikan yang ia lakukan. Kasih membuat orang percaya sadar bahwa apa yang ia miliki adalah karena Tuhan. Karena itu Paulus ingin mengingatkan kita bahwa semua talenta, karunia dan apapun yang dilakukan dalam hidup haruslah berlandaskan pada kasih. Bila kasih menjadi dasar segala hal, maka apapun yang kita lakukan dalam kehidupan keluarga, jemaat dan masyarakat pasti bermakna serta menjadi kemuliaan bagi Tuhan.
Doa: Tolong kami Tuhan, untuk hidup dalam kasih yang sejati. Amin.
Sabtu, 05 November 2022
bacaan : Efesus 4 : 2 – 3
2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
Berpadanan Dengan Panggilan Kristus
Penerimaan seseorang untuk menjadi anggota persekutuan tertentu ditentukan oleh persyaratan yang berlaku. Misalkan saja gank-gank artis yang sedang menjamur yang dapat kita lihat di semua media sosial. Tidak semua artis dapat tergabung dalam gank tersebut. Semua orang tidak dapat dengan serta merta bisa bergabung dalam komunitas tertentu. Sebab untuk menjadi anggota dalam gank atau komunitas tersebut tentu ada syarat atau kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh anggota-anggotanya. Nas hari ini mengisahkan upaya Paulus untuk menjelaskan kepada jemaat di Efesus agar mereka hidup dalam Kristus. Jemaat di Efesus harus memiliki sifat rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Mereka diminta untuk dapat menunjukkan kasih Kristus dalam wujud tindakkan kebaikan. Sifat yang demikian membuat seseorang akan mengenal tentang dirinya sendiri sebagai milik Kristus. Demikianlah ia mengikuti (berpadanan) teladan Kristus dan hidup dalam terang tuntunan Allah. Orang tidak akan hidup sombong atau berbangga diri dengan yang dimilikinya, juga akan marah pada tempat dan saat yang tepat serta dapat mengendalikan dirinya. Jemaat Efesus juga diharapkan memiliki kesabaran, yakni sanggup menahan hinaan ataupun sakit hati dan mampu menunjukkan kasihnya kepada siapa saja tanpa memandang muka (orang yang tidak disukai sekalipun). Dengan demikian orang percaya dapat memelihara akan kesatuan jemaat dengan ikatan damai sejahtera. Pesan ini juga dialamatkan kepada kita. Kita adalah orang yang hidup di dalam Kristus dan dituntut untuk memelihara kesatuan tubuh Kristus. Pelharalah keutuhan suami-istri, orang tua-anak, berjemaat dan bermasyarakat. Artinya orang Kristen harus menerapkan sikap rendah hati, kelemahlembutan, sabar serta menunjukan kasih kepada siapapun dalam saling membantu. Sehingga hubungan dalam keluarga, jemaat dan masyarakat dapat tetap terjaga, dan hidup harmonis penuh kasih dan damai.
Doa: Berilah kami hati yang merendah dan sabar untuk nyatakan kasih. Amin.
*SUMBER : SHK bulan Oktober-November 2022, LPJ_GPM