Tema Bulanan : Meningkatkan Dan Memelihara Kualitas Hidup
Tema Mingguan : Hidup Kudus di Hadapan Tuhan
Minggu, 13 November 2022
bacaan : Mazmur 15 : 1 – 5
Siapa yang boleh datang kepada TUHAN? Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? 2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, 3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; 4 yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi; 5 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.
Hiduplah Dalam Kekudusan
Tuhan, siapakah yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? dan diam di gunung-Mu yang kudus? Pertanyaan ini berdasar pada temuan pemazmur terhadap cara hidup orang Israel. Mereka tidak lagi hidup benar di hadapan Allah. Pertanyaan ini dikemukakan secara reflektif dan dimaksudkan sebagai upaya penyadaran. Umat Israel haruslah menyadari kesalahan, mohon pengampunan, bertobat dan hidup berkenan pada Allah. Kemah Allah atau Bait Allah adalah tempat yang dikuduskan dalam tradisi bangsa israel dan oleh karena itu mereka yang ingin datang ke sana haruslah kudus. Hidup umat Allah harus dicirikan dengan berlaku adil, mengatakan kebenaran, tidak menyebarkan fitnah, tidak berbuat jahat terhadap sesama, dan tidak mengambil untung dari orang lain. Pemazmur sesungguhnya sedang mendaftarkan cara orang menaati Tuhan. Semua perbuatan ini didasarkan pada hukum Taurat. Cara-cara ini diperintahkan Tuhan untuk dilakukan umat-Nya demi keadilan dan mencegah terjadinya kemiskinan. Hidup sebagai umat Tuhan haruslah kudus dan kuat atau tidak goyah. Kudus berarti “dipisahkan” atau “disendirikan”. Maksudnya, hidup umat Allah itu sesungguhnya berbeda atau tidak sama dengan mereka yang lain sekalipun berada secara bersama-sama. Kudus menjadi tanda atau ciri pembeda yang membedakan umat Tuhan dengan mereka yang tidak seiman. Jadi sebenarnya hidup dalam kekudusan merupakan panggilan dan proses yang dilalui dengan usaha bersungguh-sungguh. Hidup umat Tuhan sejatinya diorientasikan atau diarahkan pada ketercapaian keadaan menjadi kuat. Persekutuan umat yang kudus harus kuat baik secara iman, sosial maupun ekonomi. Hidup yang kudus ditandai dengan ciri, menaati Tuhan, tak ada pertikaian dan cukup ekonomi.
Doa: Ya Tuhan, layakanlah kami untuk hidup dalam kekudusan. Amin.
Senin, 14 November 2022
bacaan : Bilangan 16 : 1 – 7
Pemberontakan Korah, Datan dan Abiram Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang 2 untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan. 3 Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?" 4 Ketika Musa mendengar hal itu, sujudlah ia. 5 Dan ia berkata kepada Korah dan segenap kumpulannya: "Besok pagi TUHAN akan memberitahukan, siapa kepunyaan-Nya, dan siapa yang kudus, dan Ia akan memperbolehkan orang itu mendekat kepada-Nya; orang yang akan dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya. 6 Perbuatlah begini: ambillah perbaraan-perbaraan, hai Korah, dan kamu segenap kumpulannya, 7 bubuhlah api ke dalamnya dan taruhlah ukupan di atasnya, di hadapan TUHAN pada esok hari, dan orang yang akan dipilih TUHAN, dialah yang kudus. Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!"
Hindarilah Menyelesaikan Masalah Dengan Kekerasan
Pemberontakan biasanya lahir dari ketidakpuasan. Korah dan orang-orang Lewi lainnya yang bukan keluarga Harun tidak boleh melakukan kewajiban imam (3:1-10). Mereka memberontak karena ingin memiliki hak khusus imam seperti yang dimiliki anak-anak Harun. Datan, Abiram dan On ketiganya berasal dari suku Ruben. Mereka percaya bahwa semua orang Israel adalah orang kudus (ay.3) dan pantas memiliki hak khusus imam. Rasa tidak puas menyebabkan mereka bersama dengan 250 orang lainnya memberontak kepada Musa dan Harun. Mereka bahkan memfitnah dengan mengatakan bahwa Musa dan Harun meninggikan diri, padahal motif pemberontakan sesungguhnya adalah karena iri hati dan dengki. Apa yang dilakukan oleh Korah, Datan dan Abiram bukanlah sebuah perbuatan yang terpuji. Mereka tidak mampu menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan. Melakukan hal hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan hanya karena ambisi dan kepentingan diri sendiri. Selain itu, memfitnah orang lain untuk membenarkan diri adalah hal yang tidak pantas untuk dilakukan oleh orang yang percaya kepada Tuhan. Tuhan tidak menginginkan kita untuk hidup seperti itu. Terkadang tanpa sadar kita pun bisa jadi seperti Korah, Datan dan Abiram, memberontak kepada Allah dan tidak menjaga kekudusan hidup dihadapan-Nya. Kita memelihara sikap iri hati dan dengki bahkan memfitnah orang hanya untuk kepentingan pribadi. Pesan nas hari ini mengingatkan kita untuk tetap memelihara kekudusan di hadapan Tuhan sehingga berkat-Nya senantiasa mengalir dalam kehidupan dengan limpahnya. Hiduplah kudus dan hindarilah menyelesaikan masalah dengan jalan kekerasan.
Doa: Tuhan ajarkanlah kami untuk tetap menjaga kekudusan hidup melalui tutur kata dan perbuatan yang bermakna, Amin.
Selasa, 15 November 2022
bacaan : Imamat 20 : 1 – 7
Kudusnya umat TUHAN TUHAN berfirman kepada Musa: 2 "Engkau harus berkata kepada orang Israel: Setiap orang, baik dari antara orang Israel maupun dari antara orang asing yang tinggal di tengah-tengah orang Israel, yang menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu. 3 Aku sendiri akan menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya, karena ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dengan maksud menajiskan tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus. 4 Tetapi jikalau rakyat negeri menutup mata terhadap orang itu, ketika ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dan tidak menghukum dia mati, 5 maka Aku sendiri akan menentang orang itu serta kaumnya dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya dan semua orang yang turut berzinah mengikuti dia, yakni berzinah dengan menyembah Molokh. 6 Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. 7 Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.
Kuduskanlah Dirimu
Bangsa Israel adalah umat Allah yang kudus dan kekudusan haruslah diwujudkan dalam hidup mereka. Sejumlah hukum dan hukuman diberikan agar sebagai umat Allah bangsa Israel tetap setia. Umat Allah harus mematuhi hukum agar mereka terlindungi dan berbeda dari bangsa-bangsa di sekitarnya. Hukum bukanlah seperangkat aturan yang kaku, menekan dan membebani karena bermakna melindungi, membedakan atau menjadi identitas, dan alat kontrol diri. Hukum melindungi umat Allah dari kebinasaan atau hukuman karena terjatuh ke dalam pencobaan dan melakukan tindakkan yang tidak dikehendaki Tuhan. Tuhan tidak pernah menghendaki umat Israel untuk menyembah dewa Molokh. Orang kudus tak pernah berpaling untuk menyembah Allah lain, kecuali Dia di dalam Yesus Kristus dan Roh Kudus. Kuasa-Nya melebihi kuasa apapun yang ada di dunia misalnya, dukun, orang barobat, orang cari tahu, suanggi atau kuasa kegelapan. Ingatlah bahwa semua orang yang berpaling untuk menyembah kuasa lain selain kuasa Allah pasti binasa. Kuduskanlah dirimu dan jadilah berbeda dengan dunia ini dengan cara tetap menyembah Allah di dalam Kristus dan Roh Kudus. Dia-lah Tuhan pencipta dan pemelihara yang menghendaki agar umat-Nya hidup dalam ketaatan. Camkanlah pula bahwa setiap tindakkan yang dilakukan pasti ada dampaknya. Perbuatan baik mendatangkan berkat sedangkan yang jahat mengakibatkan hidup mengalami malapetaka dan kebinasaan. Ujilah segala sesuatu dan pilihlah yang berkenan pada Tuhan. Semua hal yang berkenan pada Tuhan diberkati-Nya. Mereka yang diberkati menjadi berbeda dengan orang lain. Kuduskanlah dirimu sebab Tuhan Allah kita adalah kudus.
Doa: Ya Tuhan, ajarkanlah kami untuk menjaga kekudusan hidup. Amin.
Rabu, 16 November 2022
bacaan : 2 Korintus 7 : 1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.
Janji Tuhan dan Hidup Kudus
Teks hari ini dimulai dengan paparan Paulus tentang peringatan kepada jemaat di Korintus bahwa mereka telah memiliki janji-janji Tuhan. Janji yang pertama adalah sebagaimana tersebut dalam pasal 6:16. “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.” Janji kedua disebutkan dalam pasal 6:18. “Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan.” Kosekuensinya adalah jemaat di Korintus harus menyucikan diri dari semua pencemaran jasmani dan rohaniagar sempurnalah kekudusan mereka dalam takut akan Tuhan. Tuhan telah menepati janji-Nya, hadir dan menyertai umat-Nya serta menjadi Bapa bagi mereka yang percaya. Hidup kita berlangsung dengan, bersama dan di dalam Tuhan. Kita tak lagi hidup untuk diri sendiri. Hal ini berarti pula bahwa hidup yang kita jalani adalah tanda kehadiran Tuhan. Oleh sebab itu semua kecemaran baik jasmani atau rohani tidak boleh menodai hidup orang Kristen. Selain itu kita tak boleh hidup seakan Allah tiada, sehingga bebas melakukan apapun semau diri sendiri. Bersama Allah kita tenang, tak lagi ragu, kuatir atau bimbang. Dia-lah Bapa yang peduli dan sayang kepada kita anak-anak-Nya. Kita menjalani keberadaan karena kasih sayang Tuhan. Marilah buang kebencian, iri hati, keserakahan, kekerasan, fitnaan, dan cacian. Sempurnakanlah keudusan dalam takut akan Allah. Kita telah menerima janji Allah, maka teruslah hidup dalam kekudusan. Berhentilah membenci dan mulailah mencintai. Berhentilah mencaci dan mulailah menghargai. Berhentilah iri hati dan mulailah mensyukuri. Orang-orang yang telah menerima janji Tuhan hidupnya suci dan sempurna kekudusannya dalam takut akan Allah. Tuhan yang adalah Bapa, menyertai dan memberkati kita anak-anak-Nya.
Doa: Ya, Roh Kudus tuntunlah kami untuk tetap menjaga kekudusan hidup dalam takut akan Allah. Amin.
Kamis, 17 November 2022
bacaan : 1 Korintus 3 : 16 – 17
16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
Tubuh Menjadi Kudus Karena Roh Allah
Teks hari ini diawali dengan pertanyaan: tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Pertanyaan ini menegaskan cara pandang Paulus yang reflektif dan dinamis. Makna bait Allah sebagai tempat Allah hadir di tengah-tengah bangsa Israel (Hab.2:20) diartikan secara baru. Paulus berpandangan bahwa Allah hidup dalam diri orang-orang Korintus, karena Ia telah memberikan Roh Kudus kepada mereka. Setiap orang dari mereka adalah kudus, seperti Bait Allah dahulu juga kudus karena kehadiran Allah di dalamnya. Gagasan teologi Paulus ini penting, kekudusan sesuatu atau seseorang terjadi karena kehadiran Allah yang adalah Roh. Allah hadir dalam diri setiap orang percaya dan menjadikan mereka kudus. Bila tubuh seseorang adalah bait Allah, maka keberadaannya adalah tanda kehadiran Allah pula. Sama seperti bait Allah itu adalah tempat berdoa dan beribadah, demikian pula diri setiap orang percaya. Di mana orang percaya berada di situ pula Allah hadir. Orang percaya menjadi kudus karena Roh Allah hadir di dalam dirinya. Kita perlu secara terus menerus menyadari bahwa diri atau tubuh setiap orang percaya sangat berharga bagi Allah. Kehilangan kesadaran tentang berharganya diri kita bagi Allah mengakibatkan dilakukannya tindakkan kecemaran. Allah tidak saja hadir di tengah-tengah umat-Nya tetapi dalam diri setiap orang percaya. Ia hadir dengan kuasa, kasih, pertolongan, penghiburan dan berkat-Nya. Allah bukan saja hadir di antara atau bersama umat-Nya, tapi dalam diri kita masing-masing. Jadilah kuat dan tenang serta hadapilah hidup ini dengan apa pun kenyataannya. Kita tidak hidup sendiri tetapi bersama-sama dengan Roh Allah. Tuntunan-Nya menguatkan dan menghibur serta meluputkan dari mara bahaya. Ingatlah bahwa kita adalah ciptaan Allah yang sangat baik. Semua hal yang baik dalam kehidupan manusia dimulai dari diri setiap orang percaya yang tetap memelihara kekudusan.
Doa: Ya Roh Kudus, tetaplah bersemayam di hidup kami. Amin.
Jumat, 18 November 2022
bacaan : Kolose 1 : 21 – 23
21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, 22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. 23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Menjadi Kudus Karena Didamaikan Kristus
Saulus adalah pribadi yang sangat membenci Allah. Kebenciannya tergambar ketika pada suatu masa banyak melakukan aksi kekerasan dan pembunuhan bagi orang Kristen. Namun, Perilaku kekerasan itu didamaikan oleh Allah ketika Saulus berjalan menuju kota Damsyik. Proses pertobatan ini kemudian membuat Saulus bertobat serta menggantikan namanya menjadi Paulus. Hal ini dilakukan oleh Allah dengan tujuan, agar Paulus memiliki hidup kudus di hadapan-Nya, dan menjadi saksi Kerajaan Allah bagi dunia. Proses kehidupan sebagai Paulus dijalani dengan takut akan Allah, meskipun banyak peristiwa yang terjadi dan membuat ia terpuruk semasa pelayanannya bagi Kristus. Pesan ini, berdasar pada bacaan kita dimana Paulus menggambarkan pribadinya sendiri yang dahulu hidup jauh dari Allah, memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran, kini didamaikan melalui tubuh jasmani Kristus dalam kematian. Bersama dengan jemaat di Kolose, kita sebagai orang Kristen masa kini sesungguhnya diperingatkan Paulus untuk tidak hidup menurut dunia yakni berbuat dosa. Kita terpanggil untuk menjalani hidup dengan kesadaran diri, bahwa kenikmatan dunia bukanlah segalanya, tetapi Kristus. Nas hari ini menjadi peringatan agar kita teguh dalam Iman dan tetap berjalan pada pengharapan Injil. Injil Kristus-lah yang menuntun kita untuk terus memahami, bahwa hidup yang dipenuhi dengan dosa telah diperdamaikan melalui tubuh jasmani Kristus dalam kematian-Nya. Kristus menempatkan dan mengubah perilaku kita yang bercela serta bercacat menjadi lebih baik atau kudus di hadapan Allah. Kita yang dahulu jauh dari Allah karena perbuatan yang jahat sekarang menjadi dekat sebab telah didamaikan Kristus. Bersihkanlah hati dan pikiran dari sikap dan keinginan permusuhan. Hiduplah dalam cinta kasih, pengampunan dan damai dengan semua orang. Bersyukurlah senantiasa, sebab hidup kita yang cemar telah didamaikan dan dikuduskan oleh-Nya.
Doa: Bapa bantulah kami untuk menjaga kedamaian hidup. Amin.
Sabtu, 19 November 2022
bacaan : 1 Tawarikh 15 : 11 – 14
11 Lalu Daud memanggil Zadok dan Abyatar, imam-imam itu, dan orang-orang Lewi, yakni Uriel, Asaya, Yoel, Semaya, Eliel dan Aminadab, 12 dan berkata kepada mereka: "Hai kamu ini, para kepala puak dari orang Lewi, kuduskanlah dirimu, kamu ini dan saudara-saudara sepuakmu, supaya kamu mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel, ke tempat yang telah kusiapkan untuk itu. 13 Sebab oleh karena pada pertama kali kamu tidak hadir, maka TUHAN, Allah kita, telah menyambar di tengah-tengah kita, sebab kita tidak meminta petunjuk-Nya seperti seharusnya." 14 Jadi para imam dan orang-orang Lewi menguduskan dirinya untuk mengangkut tabut TUHAN, Allah Israel.
Diri Kudus, Allah Dimuliakan
Teks ini menyaksikan bahwa akta menguduskan diri berkaitan dengan pelaksanaan peribadatan. Orang yang diizinkan untuk beribadat kepada Allah adalah “orang kudus” atau “orang tahir”. Seseorang menjadi najis karena menderita penyakit tertentu, melanggar aturan, menyentuh mayat dan karena itu tidak diizinkan beribadat kepada Allah. Orang yang telah najis harus ditahirkan dengan cara mempersembahkan kurban, membasuh diri, dan tidak berhubungan seks. Paham “najis tahir” inilah yang menjadi pegangan bagi Daud untuk memerintahkan para Imam dan orang Lewi melaksanakan akta menguduskan diri. Akta menguduskan diri harus mereka lakukan sebelum melangsungkkan pemindahan tabut Tuhan, Allah Israel. Tabut Allah ini berisikan dua loh batu yang diterima oleh Musa di gunung Sinai. Daud pahan bahwa proses menguduskan diri dan kehadiran orang Lewi sangatlah penting. Merekalah yang dipilih Allah untuk mengangkat tabut dan menyelenggarakannya sampai selama-lamanya (lihat ayat 2 dan 13). Paham tentang menguduskan diri bermakna bagi kita sehubungan dengan kesadaran tentang kehadiran Allah, sikap memuliahan Allah dan akta peribadatan. Kesalahan dapat saja kita lakukan selama melakoni aktifitas dalam keseharian hidup. Sadar dan mengakui kesalahan serta mohon pengampunan Tuhan perlu dilangsungkan dengan sungguh-sungguh. Belajar dari kehidupan untuk memperbaiki kesalahan membuka kemungkinan menjalani hidup beriman dengan lebih baik lagi. Kualitas hidup beriman harus terus dipelihara dan ditumbuhkan. Hidup beriman ditandai baik oleh kekudusan diri, meyakini kehadiran Tuhan, gemar beribadat maupun memuliakan Dia dalam segala hal. Mari berusaha melakukan hal apa pun dalam kekudusan atau dengan tidak melakukan kesalahan, menyadari bahwa Tuhan ada bersama kita serta menjalani keberadaan seumpama sedang beribadat agar segala sesuatu menjadi kemuliaan bagi Dia.
Doa: Ya Bapa, biarlah hidup ini tetap kudus di hadapan-Mu. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN NOV 2022, LPJ-GPM