Tema Bulanan : Gereja Kuat : Murnikan Hidup dan Maknai Derita
Tema Mingguan : Hidup yang Murni, Mengakui Dosa dan Diampuni
Minggu, 05 Februari 2023
Bacaan: Mazmur 32 : 1 – 11
Kebahagiaan orang yang diampuni dosanya 1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! 2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! 3 Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; 4 sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela 5 Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela 6 Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. 7 Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela 8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. 9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau. 10 Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia. 11 Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur.!
Jujur Mengaku Dosa Pada Tuhan
Tema pelayanan sepanjanq pekan ini adalah “Hidup yang murni: mengakui dosa dan diampuni”. Tema ini menegaskan tentang pentingnya mengaku dosa dengan kesungguhan hati kepada Tuhan untuk menikmati keampunan dari-Nya. Kita akan menikmati hidup baru atau hidup yang dimurnikan sebagai anugerah dan kasih sayang Tuhan. Nas hari ini menyaksikan bahwa raja Daud mengungkapkan hal tersebut sebagai bentuk pengajaran yang didasari dari pengalaman hidupnya sendiri. Daud berdosa kepada Tuhan dengan mengambil istri Uria, Batsyeba dan dosanya itu disampaikan oleh nabi Natan. Daud tidak menyangkal apa yang dibuatnya yakni melakukan kesalahan, namun dengan jujur dan terbuka mengakuinya kepada Tuhan (ay.5; bd. 2 Sam12:13). Kesungguhan Daud untuk mengakui segala pelanggaran dan dosanya kepada Tuhan, membuatnya mendapatkan pengampunan. Itulah sebab Daud menyatakan bahwa betapa bahagianya orang yang diampuni pelanggaran dan ditutupi dosanya serta kesalahannya yang tidak diperhitungkan Tuhan. Pemyataan ini bukan berarti merasa aman dan nyaman untuk terus berbuat dosa, namun karena mendapatkan keampunan dari Tuhan saat dengan jujur mengakui dengan sungguh kepada Tuhan. Daud bersyukur dan bersukacita karena menikmati kehidupan yang dibarui atau dimurnikan. la juga mengajarkan untuk tidak keras hati dan suka melawan perintah dan kehendak Tuhan. Ibarat kuda atau bagal yang dak berakal dan mesti dikendalikan oleh tali les dan kekang. Kita adalah keluarga beriman yang tidak luput dari perbuatan salah dan dosa. Hendaklah dengan jujur dan sungguh-sungguh kita berdoa memohon pengampunan dari Tuhan serta berjanji untuk tidak mengulangi dosa. Mohonlah Roh Kudus agar kita dimampukan untuk bertobat dan dibarui sebagai wujud kemurnian hidup.
Doa: Tuhan. jujur kami mengaku dosa, berilah keampunan-MU Amin.
Senin, 06 Februari 2023
Bacaan: Daniel 9 : 3 -19
Daniel 9:3-19 (TB) Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.
Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!
Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu,
dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri.
Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.
Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau.
Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia,
dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.
Segenap orang Israel telah melanggar hukum-Mu dan menyimpang karena tidak mendengarkan suara-Mu. Sebab itu telah dicurahkan ke atas kami kutuk dan sumpah, yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Dia.
Dan telah ditetapkan-Nya firman-Nya, yang diucapkan-Nya terhadap kami dan terhadap orang-orang yang telah memerintah kami, yakni bahwa akan didatangkan-Nya kepada kami malapetaka yang besar, yang belum pernah terjadi di bawah semesta langit, seperti di Yerusalem.
Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu.
Sebab itu TUHAN bersiap dengan malapetaka itu dan mendatangkannya kepada kami; karena TUHAN, Allah kami, adalah adil dalam segala perbuatan yang dilakukan-Nya, tetapi kami tidak mendengarkan suara-Nya.
Oleh sebab itu, ya Tuhan, Allah kami, yang telah membawa umat-Mu keluar dari tanah Mesir dengan tangan yang kuat dan memasyhurkan nama-Mu, seperti pada hari ini, kami telah berbuat dosa, kami telah berlaku fasik.
Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami.
Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri.
Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah.
Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!"
Berdoa Memohon Pengampunan Tuhan
Nas hari ini mengisahkan tentang Daniel yang berdoa memohon pengampunan dari Tuhan. Pelanggaran dan dosa telah dilakukan oleh leluhur bangsa Israel, termasuk dirinya. Daniel membuat perenungan dan refleksi atas pengalaman beriman bangsa Israel sampai harus dibuang ke Babel. Bukanlah kebetulan, bangsa pilihan Tuhan ini harus keluar dari tanah perjanjian dan Yerusalem. Peristiwa pembuangan ke Babel dimaknai sebagai teguran Tuhan. Bangsa pilihan ini telah hidup jauh dari segala perintah dan ketetapan Tuhan. Mereka berubah setia dan memberontak terhadap Tuhan. Bangsa Israel mengalami penghukuman sebagai bentuk didikan Tuhan yang keras sebab cinta kasih-Nya tak pernah berubah. Keyakinan atas cinta kasih Tuhan itulah yang mendasari akta iman Daniel. la berdoa sambil dengan mengenakan kain kabung dan abu sebagai wujud kesungguhan memohon pengampunan serta belas kasihan Tuhan. Perjalanan panjang bangsanya sejak dari Mesir sampai Kanaan ternoda karena mereka melakukan banyak pelanggaran. Namun oleh sebab kebesaran cinta kasih Tuhan yang mengampuni, membarui dan menyelamatkan, mereka dilayakkan dan berkenan di hadapan-Nya. Belas kasihan Tuhan demikian besarnya bagi semua orang yang mengaku dosa dan memohon pengampunan-Nya. Akuilah kesalahan, pelanggaran atau dosa dalam doa dan pergumulan, mohonlah belas kasihan-Nya yang mengampuni. Persoalan, tantangan bahkan penderitaan yang kita alami dalam perjalanan hidup, hendaknya dimaknai dan disyukuri. Tuhan itu baik dan yakinlah bahwa dalam segala hal atau peristiwa, la pasti turut campur tangan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Kasih setia-Nya tak terbatas, perbaikilah yang salah dan jadilah manusia baru serta teruslah murnikan hidup. Hiduplah sebagai orang beriman yang dimurnikan dalam cinta kasih Tuhan kini dan selamanya.
Doa : Tuhan. kami berdoa memohon ampunan-Mu atas segala dosa Amin.
Selasa, 07 Februari 2023
bacaan : Mazmur 25 : 1 – 7
Doa mohon ampun dan perlindungan Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; 2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku. 3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya. 4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. 6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. 7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
Doa Mohon Ampun dan Perlindungan Tuhan
Hari ini, kita belajar dari pengalaman beriman raja Daud. Ia berdoa memohon pengampunan dan perlindungan dari Tuhan. Daud menyadari segala hal dan persoalan yang ia alami dalam perjalanan hidupnya pada masa muda, sungguh tidak lepas dari salah dan dosa (ay 7). Pengampunan Tuhan diharapkannya, semoga pelanggaran dan dosa yang diperbuat tidak diingat lagi. Ia memohon dengan kesungguhan hati dan terus berproses membarui hidupnya agar selalu berkenan kepada Tuhan. Raja besar inipun mengakui ada begitu banyak lawan dan orang yang membencinya karena keberhasilan dan kehebatan. Ia menjadi hebat dan berhasil karena diberkati Tuhan. Oleh sebab itu ia memohon perlindungan dan penyertaan Tuhan. Semua ancaman dapat diatasi dengan kuasa dan perlindungan Tuhan, bukan karena kehebatannya. Pengalaman iman dan keyakinan inilah yang membuat Daud kuat dan terus bermohon agar dimampukan tetap berjalan di jalan Tuhan, melakukan perintah dan kehendak-Nya. Daud tidak menjadi sombong dan arogan dengan mengandalkan kepintaran serta kemampuannya sebagai manusia semata. Namun karena Tuhan yang menuntun perjalanan hidupnya sehingga ia menjadi berhasil sebagai seorang raja. Pengalaman iman seperti ini layak kita pedomani sebagai keluarga dalam menapaki perjalanan hidup. Berdoalah senantiasa memohon pengampunan sebab sebagai manusia berdosa, kita tidak luput dari perbuatan salah. Tetaplah bersandar pada perlindungan dan penjagaan Tuhan agar terluput dari ancaman kebinasaan. Berilah hidup dituntun Roh, supaya terpelihara dan berkenan pada Tuhan baik kata maupun perbuatan. Berhati-hatilah senantiasa, sehingga kamu tidak jatuh ke dalam pencobaan dan melakukan kesalahan.
Doa: Tuhan ampuni kami, kiranya penyertaan-Mu selalu nyata dalam hidup ini. Amin.
Rabu, 08 Februari 2023
bacaan : Bilangan 14 : 19 – 20
19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari." 20 Berfirmanlah TUHAN: "Aku mengampuninya sesuai dengan permintaanmu.
Memohon Belas Kasihan Tuhan
Cinta kasih Tuhan yang tiada berbatas selalu nyata dalam perjalanan hidup bangsa Israel ketika mereka keluar dari tanah perbudakan Mesir menuju tanah perjanjian Kanaan. Bagian nas Alkitab secara keseluruhan pasal 14 ini menceritakan perjalanan panjang bangsa pilihan Tuhan ini sudah sampai di garis akhir saat akan memasuki tanah Kanaan. Namun mereka menangis saat dua belas orang pengintai memberi gambaran tentang keberadaan tanah Kanaan yang berlimpah madu dan susu sesuai janji Tuhan, namun penduduknya adalah orang-orang hebat dan kuat. Sangat manusiawi kalau bangsa Israel menangis sebagai tanda ketakutan dan akhirnya mereka bersungut-sungut kepada Musa dan Harun. Mereka terus mempersoalkan keluarnya mereka dari tanah Mesir yang dianggapnya sebagai negeri yang memberikan kelimpahan susu dan madu. Persungutan bangsa ini, membuat Allah murka dan hendak membinasakan mereka semua (ay12). Namun Musa, memohon belas kasihan Tuhan dan menceritakan kebesaran cinta kasihNya yang terjadi dan dirasakan oleh bangsa Israel mulai keluar dari tanah Mesir sampai saat mereka akan masuk tanah Kanaan (ay.19). Tuhan menjawab, memberikan pengampunan kepada bangsa Israel sesuai permintaan Musa (ay 20). Kisah bangsa Israel dibawa kepemimpinan Musa ini hendaknya dijadikan inspirasi dan pedoman. Kita pasti mengalami besarnya cinta kasih Tuhan dalam keberadaan sebagai keluarga. Kasih Tuhan yang tiada berbatas terus kita alami, sekalipun kita sering memberontak terhadap-Nya. Ingatlah bahwa tantangan dan persoalan hidup dapat membuat kita menangis, ragu, takut serta bersungut-sungut. Mohonlah ampunan dan belas kasihan Tuhan untuk membarui hidup. Pengampunan Tuhan menguatkan iman kita untuk melangkah bersama dengan-Nya dalam kelimpahan kasih karunia.
Doa: Ya Tuhan, kami bersyukur untuk kasih-Mu yang mengampuni dan menyelamatkan. Amin.
Kamis, 09 Februari 2023
bacaan : Ezra 10 : 7 – 14
7 Lalu disiarkanlah pengumuman di Yehuda dan di Yerusalem kepada semua orang yang pulang dari pembuangan untuk berhimpun di Yerusalem. 8 Barangsiapa dalam tiga hari tidak datang, maka menurut keputusan para pemimpin dan tua-tua segala hartanya akan disita dan ia akan dikucilkan dari jemaah yang pulang dari pembuangan. 9 Lalu berhimpunlah semua orang laki-laki Yehuda dan Benyamin di Yerusalem dalam tiga hari itu, yakni dalam bulan kesembilan pada tanggal dua puluh bulan itu. Seluruh rakyat duduk di halaman rumah Allah, sambil menggigil karena perkara itu dan karena hujan lebat. 10 Maka bangkitlah imam Ezra, lalu berkata kepada mereka: "Kamu telah melakukan perbuatan tidak setia, karena kamu memperisteri perempuan asing dan dengan demikian menambah kesalahan orang Israel. 11 Tetapi sekarang mengakulah di hadapan TUHAN, Allah nenek moyangmu, dan lakukanlah apa yang berkenan kepada-Nya dan pisahkanlah dirimu dari penduduk negeri dan perempuan-perempuan asing itu!" 12 Lalu seluruh jemaah menjawab dan berseru dengan suara nyaring: "Sesungguhnya, adalah kewajiban kami melakukan seperti katamu itu. 13 Tetapi orang-orang ini besar jumlahnya dan sekarang musim hujan, sehingga orang tidak sanggup lagi berdiri di luar. Lagipula pekerjaan itu bukan perkara sehari dua hari, karena dalam hal itu kami telah banyak melakukan pelanggaran. 14 Biarlah pemimpin-pemimpin kami bertindak mewakili jemaah seluruhnya, maka setiap orang di kota-kota kami yang memperisteri perempuan asing harus datang menghadap pada waktu-waktu tertentu, dan bersama-sama mereka para tua-tua dan para hakim di tiap-tiap kota, sampai murka Allah kami yang bernyala-nyala karena perkara ini dijauhkan dari kami."
Taat dan Setialah kepada Tuhan, Jangan Mendua Hati
Kita dapat saja berjumpa dengan orang yang kedapatan bersalah namun saat diminta pertanggungjawaban, mengelak dan mencari “kambing hitam” untuk disalahkan. Berhadapan dengan orang seperti ini dubutuhkan sosok “pemimpin” yang tegas, lugas dan berani. Jika seorang pemimpin plin-plan, penakut dan suka mencari “zona aman” (tidak mau repot) maka ia akan kompromi dengan yang salah. Bacaan hari ini menampilkan sosok Ezra, seorang pemimin yang tegas, lugas dan berani menyatakan kesalahan. Tanpa gentar, Ezra memanggil para lelaki suku Yehuda dan Benjamin yang melakukan kawin campur kemudian menetapkan mereka sebagai orang bersalah. Masalahnya apakah kawin campur itu salah? Jawabnya : tidak! Kesalahan bukan pada fakta kawin campur, tetapi bahwa praktek tersebut mengakibatkan para lelaki Israel jadi tidak taat dan setia kepada Tuhan. Mereka ikut menyembah berhala dari perempuan yang mereka kawini. Seharusnya mereka membawa perempuan-perempuan itu dan menjadikan mereka orang-orang yang percaya kepada Tuhan, dan bukan dipengaruhi untuk ikut menyembah berhala. Karena itu sebagai bentuk pertanggungjawaban, semua laki-laki penyembah berhala mengakui kesalahan mereka dan melakukan apa saja yang dapat menjauhkan mereka dari murka Tuhan yang menyala-nyala. Kisah ini menegaskan pelajaran sebagai berikut. Pertama, jika sudah berbuat, maka harus berani pula bertanggung jawab, jangan cari kambing hitam untuk disalahkan. Kedua, semua kita adalah pemimpin, paling tidak untuk diri sendiri. Jadilah pemimpin yang tegas, lugas dan berani menyatakan kesalahan termasuk untuk diri sendiri, dan jangan suka cari zona aman lalu kompromi dengan yang salah. Ketiga, bergaullah dengan siapa saja, tak perlu pilih-pilih, tetapi ingat jangan mau dipengaruhi apalagi sampai mendua hati terhadap Tuhan. Tetaplah taat dan setia kepada-Nya.
Doa: Ajarkan kami Tuhan, untuk selalu taat dan setia kepada-Mu. Amin.
Jumat, 10 Februari 2023
bacaan : Nehemia 1 : 4 – 11
4 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit, 5 kataku: "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, 6 berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. 7 Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu. 8 Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. 9 Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana. 10 Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat? 11 Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja.
Akuilah Dosa Supaya Diampuni
Ibu Lenny mendapat khabar bahwa putranya, Boy, ditahan polisi karena terjerat kasus narkoba. Hati ibu Lenny sangat sedih. Walau sedih, ia berpikir bahwa menangis saja tak ada gunanya, karena itu ia masuk ke kamar lalu berlutut dan meratap meminta belas kasihan dan pengampunan Tuhan. Semoga Tuhan mengampuni baik Boy, maupun dia dan keluarga karena gagal mendidik anak mereka. Bacaan kita mengisahkan tentang Nehemia bin Hakhalya, yang turut tertawan, namun telah menjadi orang kepercayaan raja Artahsasta, yakni sebagai juru minuman raja. Jabatan ini sebetulnya telah membuat kehidupan Nehemia nyaman. Namun ketika ia mendengar dari Hanani tentang kehancuran tembok Yerusalem dan sisa orang Yahudi yang masih tinggal di sana terancam, Nehemia menjadi sangat terpukul. Ia menangis, berkabung, berpuasa dan berdoa bagi bangsanya. Nehemia sadar bahwa bangsanya mengalami kehancuran karena ketidaktaatan mereka kepada Allah. Karena itu dalam doanya Nehemia mengaku dosanya, dosa keluarganya dan dosa bangsanya kepada Allah lalu meminta keampunan. Nehemia percaya bahwa Allah yang telah berjanji kepada para leluhurnya akan tetap setia pada janji itu, dan memulihkan keadaan Israel. Kita dapat pula mengalami peristiswa menyakitkan dan membuat hati gundah gulana. Mari belajar dari Ibu Lenny dan Nehemia, datang pada Tuhan, akui dosa dan mohon pengampunan-Nya. Jangan andalkan kemampuan diri sendiri atau mencari pertolongan dari manusia karena semua itu sia-sia adanya. Saat kita menyadari kesalahan dan mohon pengampunan, Tuhan yang setia akan mengampuni dosa dan memberi kelegaan. Dia pasti menuntun kita untuk mengambil tindakan selanjutnya yang tepat. Kasih-Nya besar, Ia berkuasa memurnikan hidup kita.
Doa: Ampuni kami Tuhan dan baharuilah kami seturut kehendak-Mu. Amin.
Sabtu, 11 Februari 2023
bacaan : Mazmur 51 : 9 – 15
7 (51-9) Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! 8 (51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! 9 (51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! 10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! 11 (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! 12 (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! 13 (51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Tuhan Mengasihi Orang Yang Menyadari Kesalahannya
Aron dan Aryn kembar beda kelamin. Suatu hari mereka kedapatan mengambil uang Mama. Saat mereka diadili Mama, Aron menyadari bahwa dia telah berlaku salah dan mohon belas kasihan Mama. Sebaliknya Aryn, jangankan mengakui kesalahan, ia justeru menyalahkan Aron. Bacaan kita berkisah tentang Daud yang ditegur Natan karena mengambil Batsyeba, isteri Uria, dengan cara licik untuk dijadikan isterinya (band. 2 Samuel pasal 11 dan 12). Saat ditegur, Daud tidak membela diri sebab dia sadar bahwa dia telah bersalah. Karena itu Daud berdoa kepada Allah. Daud bermohon agar ditahirkan, dosa-dosanya dibasuh dan diampuni agar ada sukacita dan kegirangan dalam hidupnya. Ia juga sadar bahwa dosa adalah beban berat yang dapat menjauhkan Roh Allah dari hidupnya. Bukan hanya itu, Daud juga berjanji untuk mengajarkan jalan-jalan Tuhan bagi mereka yang salah jalan, sehingga mereka bisa berbalik dan datang kepada Allah dan melakukan kehendak-Nya. Tak seorangpun dari kita yang tidak pernah berbuat salah. Entah sadar atau tidak, kita pernah melakukan kesalahan yang mendatangkan dosa di hadapan Allah. Belajar dari kisah si kembar Aron dan Aryn serta Daud dalam bacaan hari ini, maka dapatlah kita simak pelajaran beriman untuk menjadi pedoman hidup ke depan. Kita tidak dapat menyembunyikan kesalahan dari Tuhan, sebab mata-Nya dapat melihat yang kelihatan dan yang tersembunyi sekalipun. Tuhan mengasihi mereka yang menyadari kesalahannya dan mau bertobat. Karena itu akuilah dosa supaya kita diampuni sehingga kegirangan dan Roh Allah dapat dialami. Beritahukanlah jalan Tuhan bagi orang yang salah jalan, agar mereka juga terselamatkan dan Tuhan dimuliakan. Berusahalah untuk tidak mengualangi kesalahan, tapi memperbaikinya dalam terang pengampunan Tuhan. Pengampunan-Nya mengubah dan memurnikan hidup orang beriman.
Doa: Tuhan tolong kami untuk beritahukan jalan-jalan-Mu bagi sesama. Amin.
*SUMBER : SHK Bulan Februari 2023, LPJ-GPM.