Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 Februari 2023

Tema Bulanan : Gereja Kuat : Murnikan Hidup dan Maknai Derita

Tema Mingguan : Maknai Derita : Yesus Gunung Batu Keselamatan

Minggu, 19 Februari 2023                                   

bacaan :  Matius 17:1-13

Yesus dimuliakan di atas gunung
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. 2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. 3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. 4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." 5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." 6 Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. 7 Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" 8 Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri. 9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati." 10 Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" 11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu 12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." 13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Jangan Takut, Sebab Kasih Yesus Besar Kepada Kita

Berjalan mengikuti seseorang yang dianggap tokoh merupakan suatu kebanggaan, apalagi dari sekian banyak orang yang ada hanya orang-orang tertentu yang dibawa. Sudah barang tentu orang yang dibawa harus tunduk dan memegang rahasia. Itulah yang terjadi ketika Yesus membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes ke sebuah gunung. Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Ketika tiba di gunung Yesus berdoa, dan sambil berdoa terjadilah beberapa kejadian, antara lain: 1). wajah Yesus berubah dan bercahaya seperti matahari. 2).  Pakaian Yesus menjadi sangat putih berkilat-kilat, berkilau-kilauan, bersinar seperti terang. 3). Tampak kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. 4). Terlihat  wajah Yesus penuh kemuliaan Tuhan. 5). Terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia”. 6). Yesus berkata “Berdirilah, jangan takut!”, “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.” Peristiwa ini menunjukkan bahwa dimana pun Yesus berada, Allah Bapa selalu ada dan bersama-Nya. Allah mengasihi Anak-Nya, meskipun untuk menyelamatkan manusia, Ia harus dikorbankan. Kasih Allah Bapa tak pernah lenyap saat penderitaan dialami. Masukilah peringatan sengsara Yesus yang pertama ini dengan cara menjadikan-Nya sebagai gunung batu keselamatan. Memperingati sengsara Yesus sesungguhnya merupakan kesempatan mengalami kasih-Nya. Sebagaimana kasih Allah Bapa besar bagi Yesus, Anak-Nya, begitu pula kasih Yesus besar adanya untuk kita. Kasih Yesus akan selalu menyertai kita.

Doa: Tuhan, jangalah pernah melepaskan kasih-Mu dari kami. Amin

Senin, 20 Februari  2023                                       

bacaan : Mazmur 3:1-5 

Nyanyian pagi dalam menghadapi musuh
Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya. (3-2) Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; 2 (3-3) banyak orang yang berkata tentang aku: "Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah." Sela 3 (3-4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. 4 (3-5) Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.

Jangan Lupa Tuhan Saat Susah

Mazmur ini ketika Daud lari dari Absalom anaknya. Absalom melakukan konspirasi dan strategi untuk melakukan pemberontakan, akibatnya Daud pendukungnya melarikan diri. Saat pelarian tersebut berlangsnung Daud menyampaikan keluh-kesahnya kepada Tuhan: betapa banyaknya orang-orang yang bangkit menyerang dan  melawannya. Daud berkeluh kesah, namun tetap percaya bahwa Tuhan adalah perisainya, kemuliaannya, yang mengangkat kepalanya. Hal ini menunjukkan bahwa ada kehadiran khusus Tuhan untuk menebus dan memberi pertolongan dalam situasi yang tanpa pengharapan. Daud menemukan kebenaran iman yang menguatkan dan mengakui bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan dia. Tuhan pasti menganugerahkan kuasa dan kebesaran-Nya untuk melindungi. Itulah yang membuat Daud bukan saja bisa tidur nyenyak, ia bahkan tidak takut kalau musuh yang tadinya disebut banyak menjadi bertambah banyak atau puluhan ribu orang yang siap mengepungnya. Pertolongan atau keselamatan dari Tuhan bukan saja ditujukan bagi Daud, tetapi juga kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Pertolongan dan keselamatan dari Tuhan akan datang dalam hidup kita bak selaku pribadi maupun keluarga.Tuhan yang kita percaya dalam Kristus dan Roh Kudus pasti menolong dan menyelamatkan meskipun banyak orang memusuhi atau menyerang. Teguhlah berpegang pada Tuhan dan jangan pernah meninggalkan Dia, meskipun banyak orang meninggalkan kita. Dia-lah gunung batu keselamatan dan sahabat yang setia tatkala kita dimusuhi serta ditinggalkan. Hidup memang tidak mudah karena itu perteguhkanlah iman. Berserah dan berharap saja pada Tuhan, hidup mu pasti dipelihara-Nya.

Doa: Tuhan, janganlah pernah meninggalkan kami. Amin.

Selasa, 21 Februari 2023                                

bacaan : Mazmur 68:20-22 

19 (68-20) Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela 20 (68-21) Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut. 21 (68-22) Sesungguhnya, Allah meremukkan kepala musuh-Nya, tempurung kepala yang berambut dari orang yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya.

Pujilah Tuhan Yang Telah Menyelamatkan Kita

Ancaman dalam hidup ini selalu saja ada, entah yang berasal dari alam, atu pun dari sesama manusia. Begitulah yang dialami oleh Daud, beberapa kali terancam oleh kekuatan alam dan manusia. Saat Daud belum menjadi raja Israel, dia bekerja sebagai gembala kambing domba, singa dan beruang merupakan ancaman serius pada waktu itu (bdk. 1 Sam.17:34-38). Daud juga pernah berhadapan dengan Goliat, si badan besar dari Filistin (1 Sam.17). Ancaman berikutnya adalah  dari raja Saul yang beberapa kali mencoba membunuh Daud. Bahkan yang lebih menyakitkan yaitu ancaman dari anaknya Absalom (2 Sam.13) yang berusaha melakukan kudeta militer walaupun pada akhirnya gagal total. Namun, Daud dapat melewati berbagai ancaman tersebut, dan baginya semua itu karena kekuatan, kekuasaan dan pertolongan Tuhan. Atas dasar itulah, Daud memuji Tuhan, sekaligus mengajak umat Israel memuji-Nya pula, sebab keselamatan yang mereka alami asalnya dari Dia. Tuhan  Allah dengan kekuatan dan kekuasaan-Nya telah mampu menolong dan menyelamatkan umat-Nya beserta orang-orang yang dikasihi-Nya. Tuhan Allah telah melepaskan mereka dari berbagai ancaman musuh. Hukuman telah dijatuhkan-Nya pula atas mereka (ay. 22). Sadarilah bahwa ancaman terhadap kehidupan selalu ada. Namun Tuhan selalu ada untuk melindungi, menolong, dan menyelamatkan kita melewati berbagai ancaman dalam hidup ini. Buktinya adalah kita bisa ada sampai saat ini, hidup dalam kondisi sebagaimana yang sedang dialami. Kasih karunia dan berkat Tuhan tidak akan berkesudahan. Atas dasar itu,  teruslah memuji Tuhan Allah Penyelamat kita dalam segala waktu dan di setiap keadaan.

Doa : Tuhan, kami syukurkan pertolongan dan keselamatan-Mu. Amin.

Rabu, 22 Februari 2023                                       

bacaan : Mazmur 62:1-5

Perasaan tenang dekat Allah
Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 2 (62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 3 (62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh? 4 (62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki.

Ingat, Hanya Dekat Allah  Ada Ketenangan

Saat konflik Maluku, banyak orang mencari tempat yang aman untuk berlindung dari ancaman tembakan senjata. Begitu pula ketika terjadi gempa bumi, semua orang bergegas berlari mencari daerah ketinggian untuk menyelamatkan diri, takut diterjang tsunami. Tempat yang aman dicari agar terlindung atau selamat dari ancaman. Daud ketika berhadapan dan diburu oleh Absalom  yang memberontak hendak menguasai tahtanya juga demikian. Ia  meyakini bahwa tempat yang aman untuk berlindung dari bahaya adalah Allah. Katanya, hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku (ay.2). Pernyataan Daud ini merupakan suatu deklarasi kepercayaan Daud   kepada Allah.
Artinya, Daud memilih menaruh kepercayaan bahwa “hanya kepada Allah semata” ada keamanan dan keselamatan. Allah itu menjadi “gunung batu” dan “kota benteng” (ay.3). perlindungan Allah tidak dapat digoncang atau diruntuhkan. Ibarat gunung batu yang tidak bisa dihancurkan oleh siapa pun. Ada musuh yang mencoba menggulingkannya (ay.4-5). Musuh tersebut bukan orang lain, melainkan orang dekat. Mereka berdusta, memberkati dengan mulut manis, tapi mengutuki dalam hati. Musuh inilah yang membuat Daud sangat tertekan. Mereka tidak berasal dari luar, tetapi orang dalam yakni keluarganya sendiri. Meskipun begitu, Daud tetapi yakin bahwa berlindung kepada Allah itu jauh lebih baik dan efektif dari pada perlindungan yang dibuat oleh manusia. Kisah ini sesungguhnya merupakan pelajaran iman. Tetaplah meyakini perlindungan Tuhan saat menghadapi sitruasi hidup yang sulit, terancam, dan berbahaya. Mendekat kepada Allah itu merupakan cara terbaik yang membuat kita selalu aman, terlindung, dan menikmati keselamatan-Nya.

Doa : Tuhan, ajarlah kami untuk selalu mendekat kepada-Mu.  Amin.

Kamis, 23 Februari 2023                              

bacaan : Mazmur 62:6-9      

5 (62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. 6 (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 7 (62-8) Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. 8 (62-9) Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.

Curahkanlah Isi Hatimu Kepada Tuhan Allah

Zaman sekarang, manusia telah dibawa ke dalam suatu situasi yang disebut dengan nama kesibukan disertai banyak persoalan, penyakit, bahkan perang yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Kejahatan manusia semakin tinggi, merosotnya moral hidup, masalah sosial, ekonomi yakni kemiskinan, bencana alam, dan sebagainya. Kepada siapakah persoalan-persoalan ini disampaikan sehingga kita dapat bernafas lega karena ada yang melindungi atau menolong? Daud menyatakan keyakinannya dengan tegas pada ayat 6 bahwa hanya pada Allah, kita harus berharap, sebab pada-Nya ada ketenangan. Allah itu gunung batu dan keselamatan, kota benteng yang tidak tergoyahkan, serta ada perlindungan penuh. Pemazmur mengakui, aku tidak akan goyah (ayat 7). Allah diakui sebagai Keselamatan dan kemuliaannya. Allah telah berkasih karunia kepadanya. Karena itu ia mendorong umatnya supaya hanya percaya kepada Allah, dan mencurahkan isi hati dalam doa hanya kepada-Nya. Daud menyampaikan semua persoalan hidupnya kepada Allah. Curahkanlah isi hati, maksudnya persoalan-persoalan hidup kepada Allah, sebab Dia-lah perlindungan kita. Jelaslah sudah jawaban atas pertanyaan kepada siapakah dapat disampaikan persoalan-persoalan hidup yang menimpa kita sekarang ini?  Hanya  kepada Tuhan Allah, kita sampaikan persoalan hidup. Curahkanlah isi hatimu kepada-Nya sebab Allah adalah tempat perlindungan kita. Jadi, apapun persoalan hidup yang dialami sekarang ini, belajarlah dari pengalaman iman pemazmur. Teladan iman yang diteladankannya adalah mencurahkan isi hati kepada Allah. Kita hadapi dan selesaikan persoalan atau pergumulan hidup dengan berlindung dan berharap pada kasih karunia-Nya.

Doa: Tuhan, dengarkanlah curahan hatiku kepada-Mu. Amin.

Jumat, 24 Februari 2023                                   

bacaan : Mazmur 46:1-12 

Allah, kota benteng kita
Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian. (46-2) Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. 2 (46-3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; 3 (46-4) sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela 4 (46-5) Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. 5 (46-6) Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi. 6 (46-7) Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur. 7 (46-8) TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela 8 (46-9) Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi, 9 (46-10) yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api! 10 (46-11) "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" 11 (46-12) TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.

Dalam Kesesakkan Tuhan Selalu Menolomg

Apa yang dapat kita lakukan jika mengalami kesesakan hidup? Jawaban terhadap pertanyaan ini dapat ditemui pada Mazmur 46. Mazmur ini  ditulis ketika kesukaran hidup melanda Israel. Wujud kesukaran hidup tersebut adalah Yerusalem dikepung oleh Sanherib, raja Asyur. Namun Tuhan sanggup melepaskan mereka dari kesesakan terebut. Karena itu, Mazmur 46 ini berisikan suatu sanjungan yang sangat tinggi kepada Allah atas keperkasaan-Nya  yang menolong dan menyelamatkan Israel.  Pemazmur memberi kesaksian tentang kehebatan Allah (ay. 2-8). Alah diyakini sebagai tempat perlindungan, kekuatan, dan penolong dalam kesesakan. Selanjutnya umat diajak untuk merenungkan pekerjaan Allah (ay.9-12). Allah yang menyelamatkan  melalui pemusnahan musuh dan penghentian peperangan. Dia adalah tempat perlindungan dan sumber penyegaran di tengah kesesakan. Allah juga bermaksud untuk menghapus segala kekacauan dalam dunia politik manusia (ayat 10) supaya seluruh bumi meninggikan-Nya. Tuhan Allah harus ditinggikan, sebab nyata bahwa Ia selalu menyertai umat-Nya dan terus menjadi kota benteng. Berdasar pada kesaksian ini, kita dapat mengintrospeksi perjalanan hidup. Terkadang kita juga mengalami kesesakan, namun ternyata dalam masa hidup yang sulit itu, Tuhan selalu hadir menopang, menolong, dan menyelamatkan. Setiap orang dan keluarga memiliki pengalaman hidup tentang kebaikan Tuhan. Pertolongan-Nya kita alami saat bergumul dengan masalah kesehatan fisik dan batin, ekonomi atau yang lainnya. Atas dasar itulah, kita harus terus meyakini kekuatan kuasa Tuhan Allah yang tetap menyertai dan menolong  dalam perjalanan hidup ini.

Doa: Tuhan, tolong kami selalu untuk terus meyakini kuasa-Mu yang menyertai, menolong dan menyelamatkan. Amin.

Sabtu, 25 Februari 2023                               

bacaan : Mazmur 73 : 21 – 28

21 Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, 22 aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. 23 Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. 24 Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. 25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. 26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. 27 Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau. 28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Hanya Tuhan Satu-Satunya Pelindung Kita

Kebahagian dan kepahitan ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan satu dengan yang lainnya. Kepahitan dan kebahagian ini menempati suatu ruang dalam batin manusia atau yang dikenal dengan sebutan hati. Kepahitan hidup sering  dialami oleh siapa pun dan hal itu disebabkan oleh mereka yang dicintai, tapi juga  orang lain. Ibarat sebuah pohon, kepahitan adalah akar dan karena letaknya di dalam tanah, maka tak terlihat. Namun kita dapat merasakan dan melihatnya dari buah yang dihasilkan. Akar yang pahit pasti menghasilkan buah pahit. Sebaliknya, akar yang manis pasti pula menghasilkan buah manis. Saat kepahitan kita alami, maka hidup dipengaruhinya. Bila kita tak mampu mengatasi kepahitan, maka hilanglah pegangan dan harapan bahkan  bersikap sinis terhadap Tuhan. Mazmur 73 merupakan mazmur ratapan pribadi. Pemazmur yang tulus dan bersih hati harus mengalami kemalangan. Sedangkan orang fasik mengalami kebahagiaan, walaupun semua itu sementara adanya. Menggumuli kepahitan dapat menjadi kesempatan menemukan komitmen iman. Tetaplah dekat pada Tuhan walau penderitaan sedang menderu dengan hebatnya. Dekat pada-Nya dan ungkaplah semua rasa yang menekan batin. Kepahitan adalah buah dari menyembunyikan atau menekan rasa sakit dalam hati. Tetap mengasihi Tuhan, berjalan bersama-Nya dan maknailah kepahitan. Ia pasti memberi hikmat agar kita berdaya menemukan makna atau kebaikan dan menghitung berkat-Nya saat bergumul dengan penderitaan. Biarlah bersama pemazmur kita berkata aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan Allah, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Doa: Ya Tuhan ajarilah kami untuk tetap bersandar kepada-Mu, penolong yang setia, saat menghadapi segala kepahitan hidup. Amin. 

*SUMBER : SHK Bulan Feb 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar