Tema Bulanan : Gereja Kuat : Murnikan Hidup dan Maknai Derita
Tema Mingguan : Maknai Derita : Berserulah, Tuhan Menjawab!
Minggu, 26 Februari 2023
bacaan : Matius 17 : 14 -21
Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan
14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, 15 katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. 16 Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." 17 Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" 18 Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga. 19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" 20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 21 (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"
Dengan Iman Tak Ada Yang Mustahil
Persoalan adalah kenyataan yang mewarnai perjalanan kehidupan orang percaya. Datangnya tidak dapat diperkirakan kapan waktunya. Cara menanggapinya pun berbeda-beda, baik yang positif maupun negatif. Ada yang menggunakan fasilatas kesehatan, merenung dan berseru kepada Tuhan tapi lainnya mengkambing hitamkan orang lain. Teks Matius 17 : 14 – 21 berbicara tentang bagaimana Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan. Tidak sedikit orang yang datang kepada Yesus meminta disembuhkan dari segala macam belenggu penyakit dan kuasa jahat. Datanglah seseorang (mungkin orang tua dari anak yang sakit) mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” Penyakit, sekalipun sulit disembuhkan tapi bukan berarti tidak mungkin. Terbuka kemungkinan untuk melakukan berbagai cara, menemui banyak orang dan mendatangi tempat perawatan atau penyembuhan yang berbeda. Kesabaran, kesungguhan, ketabahan atau keuletan perlu dimiliki. Percayalah bahwa Yesus berkuasa membuat mujizat. Datang, berserah dan beserulah kepada-Nya. Pengasihan-Nya besar bagi semua orang yang percaya dan berharap pada-Nya. Yesus pasti mendengar seruan minta tolong yang disampaikan kepada-Nya. Mohonlah pertolongan-Nya saat berjuang mengatasi penderitaan karena sakit. Dia-lah sumber kesembuhan atau penyembuh yang ajaib. Bila Yesus berkehendak, tak ada yang mustahil.
Doa: Roh Kudus mampukan kami memahami kehendak Allah agar tetap bertumbuh dalam iman dan pengharapan. Amin.
Senin, 27 Februari 2023
bacaan : Matius 20: 29 – 34
Yesus menyembuhkan dua orang buta
29 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. 30 Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" 31 Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" 32 Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" 33 Jawab mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat." 34 Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.
Berseru Dalam Pengharapan
Yesus-lah pengharapan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Pengharapan bagaikan sauh yang menentukan kapal tertambat atau tidak terbawa arus. Orang percaya tak boleh sampai hanyut terbawa gelombang penderitaan dan menjadi binasa. Sikap dua orang buta yang disembuhkan Yesus, layak dijadikan pelajaran hidu. Kebutaan tidak membatasi mereka datang dan berseru kepada Yesus. Fisik mereka terbatas, tapi pengharapan dapat mengatasi hambatan penglihatan yang dialami. Gerak dan aktifitas fisik ada batasnya tapi tidaklah demikian dengan pengharapan. Tak ada hal yang membatasinya. Mata fisik dapat saja buta atau gelap. Namun pengharapan menjadikan mata batin bersinar. Situasi hidup seberat apa pun bukanlah penghalang untuk datang pada Yesus. Yesus yang pernah ditemui di Yerikho selalu dapat kita temui pula dalam doa yang dipanjatkan dengan berpengharapan. Pertanyaan dan permohonan yang kita sampaikan dalam pergumulan pasti didengar Yesus. Dia-lah Tuhan semesta yang Maha Mendengar. Berserulah dengan penuh harapan dengan tak berkesudahan. Setiap seruan berharap mengandung permohonan belas kasihan. Pengasihan-Nya tak berkesudahan atas orang-orang yang berharap pada-Nya. Janganlah menyerah sekalipun ada tantangan yang menghadang. Tetaplah berjuang, hindarilah menjadi orang percaya yang mudah menyerah. Kemurahan Allah tetap tersedia di kala kita bergumul menjalani dan mengatasi berbagai kesulitan. Yakinlah bahwa kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan mendekatkan diri pada Tuhan dan mengalami pertolongan-Nya.
Doa : Bapa di sorga, dengarlah seruan kami umat-Mu. Amin
Selasa, 28 Februari 2023
bacaan : Keluaran 2 : 23 – 25
Musa diutus TUHAN
23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. 24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.
Kuasa Allah Nyata Dalam Setiap Seruan
Saat hidup berjalan tidak sesuai dengan harapan, orang mungkin saja bertanya apakah masih ada Tuhan? Andaikata Tuhan itu ada mengapa persoalan bertubi-tubi dialami, seakan tak mau pergi dari kehidupan ini? Pertanyaan seperti ini mencerminkan kerapuhan manusia saat berhadapan dengan kesulitan. Nas hari ini menyaksikan kata-kata yang maknnya memberi inspirasi saat bergumul dengan penderitaan. Kata tersebut adalah mendengar, mengingat, melihat dan memperhatikan (ayat 24,25). Semuanya menggambarkan keberadaan Allah saat umat-Nya mengalami kesusahan. Allah sesungguhnya berempatik dengan keberadaan umat-Nya. Ia tuurt merasakan dan mengambil bagian dalam penderitaan. Bangsa Israel yang telah bertahun-tahun mengalami penderitaan di Mesir mengalami tindakan pembebasan Allah. Saat seruan mereka sampai kepada Allah, Ia mengingat perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Allah membebaskan mereka dari penindasan dan perbudakan di Mesir. Tuhan yang Maha Tahu turut merasakan apa yang mereka rasakan. Allah tak melupakan kita yang berada dalam pergumulan hidup. Kita ini buatan tangan-Nya, Dia mengetahui setiap kenyataan yang terjadi. Terbukalah di hadapan Allah, curahkan setiap keluh kesah di hatimu dalam seruan kepada-Nya. Lihatlah pertolongan Tuhan dan jalanilah hidup sebagai orang bebas. Bebas dari penindasan dan penderitaan agar menjadi pembebas bagi orang lain. Hindarilah untuk menjadi batu sandungan yang menyebabkan orang lain tertindas atau mengalami penderitaan. Berusahalah untuk membebaskan keluarga sendiri dari penindasan dan penderitaan. Biarlah melalui hidup kita, sesama mengalami kebaikan dan kemurahan Allah.
Doa; Ya Allah, dengar dan jawablah seruan kami minta tolong. Amin.
Rabu, 01 Maret 2023
Bacaan: 1 Samuel 1 : 9 – 18
9 Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN, 10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. 11 Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya." 12 Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; 13 dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk. 14 Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu." 15 Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN. 16 Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama." 17 Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya." 18 Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.
Dalam Pengharapan, Ada Jawaban Tuhan
Anak adalah anugerah yang paling berharga bagi orang tua, terlebih bagi orang tua yang harus menempuh sebuah perjuangan untuk memiliki anak. Misalnya, melalui proses bayi tabung, menunggu dan bersabar dalam waktu yang panjang untuk memiliki buah hati. Perjuangan itu, tidaklah mudah butuh kesabaran, butuh dana yang cukup bahkan harus menghadapi ocehan/ejekan dari orang-orang sekitar (kapan punya anak?). Hal ini juga dialami oleh Hana, isteri Elkana dalam perikop bacaan kita tadi. Hana, disebutkan tidak memiliki anak, sedangkan Penina, isteri Elkana yang lain memiliki anak. Hal ini menyebabkan Penina mengejek Hana bertahun-tahun. Akibatnya, Hana sangat sedih dan menderita. Ayat 10-11, menyebutkan dalam keadaan yang sangat menderita dan tertekan itu, ia berdoa dan bernazar kepada Tuhan sambil berseru: “Tuhan semesta alam, perhatikanlah sengsara hamba-Mu ini dengan memberikan seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada Tuhan seumur hidupnya”. Maka jawab Nabi Elia: “Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya. Maka genaplah perkataan nabi Elia, Tuhan telah menolong dan menjawab doa Hana, sebab setahun kemudian ia mengandung dan melahirkan Samuel, yang artinya: “Aku telah memintanya dari pada Tuhan” (ayat 20). Maka Hana menggenapi nazarnya; ia menyerahkan Samuel, anak yang diperoleh dengan susah payah kepada Tuhan seumur hidup. Pesan bagi kita, setiap persoalan hidup tidak boleh membuat kita putus asa, takut dan kuatir, tapi berserulah kepada Tuhan di dalam doa. Tuhan pasti menjawab doa-doa kita menurut kehendak-Nya (ingat syair lagu: Tuhan hanya sejauh doa). Selain itu, kita pun diingatkan pada saat memperoleh berkat baik keturunan, kuasa, jabatan, kekayaan, kesuksesan jangan membuat kita sombong, membanggakan diri bahkan menganggap orang lain rendah, cenderung mengejek dan menyakiti sesama. Bersyukurlah kepada Tuhan, Sumber berkat dengan cara melayani Tuhan dan sesama.
Doa: Tuhan, dengar dan jawablah doa kami yang berharap pada-Mu, amin.
Kamis, 02 Maret 2023
Bacaan: Mazmur 61 : 1 – 9
Doa untuk raja Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Dari Daud. (61-2) Dengarkanlah kiranya seruanku, ya Allah, perhatikanlah doaku! 2 (61-3) Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku. 3 (61-4) Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh. 4 (61-5) Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-Mu! Sela 5 (61-6) Sungguh, Engkau, ya Allah, telah mendengarkan nazarku, telah memenuhi permintaan orang-orang yang takut akan nama-Mu. 6 (61-7) Tambahilah umur raja, tahun-tahun hidupnya kiranya sampai turun-temurun; 7 (61-8) kiranya ia bersemayam di hadapan Allah selama-lamanya, titahkanlah kasih setia dan kebenaran menjaga dia. 8 (61-9) Maka aku hendak memazmurkan nama-Mu untuk selamanya, sedang aku membayar nazarku hari demi hari.
Tuhan Melindungi Orang Lemah
Setiap manusia pasti mempunyai masalah yang membuat jadi sedih, marah, kuatir dan takut. Hal yang sama pun dialami oleh Daud sebagai seorang raja. Ia tidak saja memiliki kejayaan dan kesuksesan; kerajaan yang besar, kekayaan yang melimpah, popularitas yang luar biasa. Namun, hidup Daud pun tidak bebas dari masalah. Masalah yang dihadapi oleh Daud adalah serangan dari musuh-musuhnya (ayat 4). Mereka mengejar dan berusaha untuk membunuhnya.. Dalam situasi tersebut, Daud memohon kepada Tuhan untuk menjawab doanya (Ay.2). Ia mengadukan permasalahannya dan memohon agar secepatnya Tuhan bertindak memberikan pertolongan dan perlindungan dari musuh-musuh yang bangkit melawannya. Bagi Daud hanya Tuhan satu-satunya Penolong dan Penyelamat hidupnya. Karena itu, Daud menggambarkan Tuhan sebagai tempat perlindungan dan menara yang kuat, Tuhan adalah kemah dan sayap perlindungan (ay.4-5). Daud mengakui menjalani hidup sebagai seorang penggembala (banding 2 Sam.15) bukanlah hal yang mudah karena ancaman dan bahaya selalu mengintainya. Tapi dengan menjadikan Tuhan sebagai tempat untuk ia berlindung, maka ia akan merasa aman dan selamat (band.Maz 17:8). Makna bagi kita, Pertama, jadikanlah Tuhan sebagai tempat perlindungan yang menaungi dan menyelamatkan hidup kita dari setiap ancaman dan bahaya. Misalnya: orang-orang yang memusuhi kita, bencana alam, penyakit, masalah keluarga, dan sebagainya. Percaya dan berharap kepada Tuhan tidak akan mengecewakan kita, karena Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Ia selalu menjawab doa-doa kita indah pada waktunya. Kedua, kita diingatkan bahwa Tuhan menjawab doa orang-orang yang hidupnya Takut akan Tuhan dan melakukan kehendak-Nya dengan taat dan setia, rajin berbuat baik, melayani Tuhan dan orang lain.
Doa: Tuhan, lindungilah kami dari ancaman dan bahaya, amin.
Jumat, 03 Maret 2023
Bacaan: Mazmur 86 : 1 – 7
Doa minta pertolongan Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. 2 Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu. 3 Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. 4 Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku. 5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. 6 Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku. 7 Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.
Tuhan Hanya Sejauh Doa
Kisah perjalanan seorang hamba Tuhan (Pendeta) dari Jakarta menuju Ambon. Mulanya perjalanan aman-aman saja tapi kemudian sebelum 30 menit pesawat lending di Bandara Pattimura, tiba-tiba cuaca menjadi sangat ekstrim (hujan disertai angin kencang). Akibatnya, menggoncangkan pesawat dengan sangat keras sehingga awak pesawat memerintahkan seluruh penumpang untuk menggunakan pelampung karena pesawat berada tepat diatas ketinggian laut. Suasana menjadi panik disertai suara tangisan dari anak-anak yang berada di dalam pesawat. Singkatnya, semua yang berada di dalam pesawat hanya dapat berserah kepada Tuhan, memohon pertolongan-Nya untuk menyelamatkan para penumpang, dan akhirnya semua tiba dengan selamat. Sama seperti orang lain pada umumnya, Daud pun pernah mengalami pergumulan dan penderitaan dalam hidupnya. Dia pernah berada dalam kesesakan (ayat 7). Penderitaan yang dimaksud adalah adanya ancaman dari musuh-musuhnya. Mereka membenci dan ingin mempermalukan serta membunuhnya (ayat 14,17). Dalam situasi tersebut, tidak ada hal lain yang dapat dilakukan oleh Daud, selain berseru dan berdoa memohon pertolongan Tuhan. Melalui pengalaman hidupnya bersama Tuhan, pemazmur percaya bahwa Tuhan yang penuh kasih setia dan maha pengampun pasti akan menjawab seruan dan doanya (ayat 5). Pesan teks di minggu sengsara ketiga ini adalah: ketika kita menghadapi masalah dan penderitaan, seperti: bencana alam, dimusuhi dan dibenci orang, diperlakukan dengan tidak adil dan benar, kesulitan keuangan, kehilangan pekerjaan, gagal dalam usaha, sakit, masalah antara suami-isteri, orang tua dan anak, tetangga dengan tetangga, dan sebagainya. Tetaplah percaya dan mengandalkan Tuhan. Tekunlah berdoa. Yakinlah, Tuhan tidak pernah tinggalkan dan Ia selalu menjawab doa orang-orang yang mencari-Nya.
Doa: Tuhan, kami mau berserah dan berharap hanya pada-Mu, amin.
Sabtu, 04 Maret 2023
Bacaan: Mazmur 55 : 17 – 20
16 (55-17) Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku. 17 (55-18) --Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku. 18 (55-19) Ia membebaskan aku dengan aman dari serangan terhadap aku, sebab berduyun-duyun mereka melawan aku. 19 (55-20) Allah akan mendengar dan merendahkan mereka, --Dia yang bersemayam sejak purbakala. Sela Karena mereka tidak berubah dan mereka tidak takut akan Allah.
Di Tengah Kecemasan, Tuhan Menjawab
Kitab mazmur berisi nyanyian, pujian, doa untuk pertolongan Allah, dan syair yang menyatakan kepercayaan umat kepada Allah. Kitab ini juga memuat berbagai perasaan yang dirasakan oleh umat, antara lain: pujian, pengucapan syukur, kesedihan, tertekan, keputusasaan dan pengharapan, hati yang terluka. Salah satu contoh, doa minta tolong terhadap musuh (Mazmur 55:1-24) didalamnya terdapat perikop kita Mazmur 55:17-20. Perikop ini mengisahkan masalah besar yang dihadapi oleh Daud, yakni pengkhianatan orang-orang terdekatnya, yakni: pemberontakan putranya, Absalom dan penasehat kerajaannya, Ahitofel (2 Sam 15).Mereka bersekongkol untuk menjatuhkan Daud sebagai raja (ayat 19). Dapat dibayangkan perasaan Daud saat dikhianati oleh anak dan orang kepercayaannya. Ia sangat menderita dan meratapi hidupnya sepanjang hari; baik pagi, siang maupun petang/malam (ayat 18), sampai-sampai ia merasa takut karena dikejar-kejar anaknya sendiri, sehingga ia harus melarikan diri ke tempat pengungsiaan (band. Ay.6-9). Dalam situasi terancam tersebut, Daud percaya dan mengandalkan Tuhan yang akan menyelamatkannya (ay.17,19). Tuhan akan menjawab doa orang-orang yang ditindas, sedangkan para musuh akan mengalami penghukuman Allah; dipermalukan karena perbuatan mereka yang jahat (ay.20). Makna bagi kita, dalam hidup selalu ada pengkhianatan, baik yang dilakukan oleh orang-orang dekat: suami, isteri, anak, orang tua, saudara maupun rekan kerja, rekan pelayan, rekan politik, rekan bisnis, dan sebagainya. Pengkhianatan membawa penderitaan bagi kita, apalagi yang dilakukan oleh orang dekat. Dalam penderitaan, Pemazmur mengingatkan kita untuk percaya dan mengandalkan Tuhan. Selain itu, kita pun diingatkan untuk tidak berkhianat dan melakukan kejahatan kepada sesama. Tetaplah berbuat baik.
Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk berbuat baik kepada sesama, amin.
- SUMBER : SHK Bulan Februari-Maret 2023, LPJ-GPM