Santapan Harian Keluarga, 19-25 Maret 2023

Tema Bulanan :

Tema Mingguan :

Minggu, 19 Maret 2023                                   

Bacaan: 1 Petrus 4 : 12 – 19

Menderita sebagai Kristen
12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. 16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. 17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? 18 Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? 19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

Bersukacitalah dalam Penderitaan

Bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. (1Ptr.  4:13-14). Firman Tuhan saat ini mengangkat topik tentang penderitaan Kristus,  bukan supaya kita berkecil hati apalagi takut dan kuatir, melainkan supaya kita bersukacita. Pada saat saya menjalani kemoterapi kanker sampai 8 kali setiap tiga minggu sekali, itu bukan hal yang mudah pada awalnya. Saya harus melawan rasa mual dan terus memaksa diri untuk tetap makan, walaupun saya tahu setelah makan pasti akan muntah kembali. Tetapi saya harus tetap makan dan itu berlangsung selama beberapa minggu.Ssetiap kemoterapi gejala yang dirasakan ada pada saat seminggu pertama, seperti mual-mual, muntah, rambut rontok, rasa nyeri hampir diseluruh badan dan efek-efek yang lain Semua itu selalu saya rasakan pada saat setelah melakukan pengobatan kemo. Penderitaan yang dirasakan itu saya jalani tanpa mengeluh dan tetap bersukacita, walaupun berat tetapi saya yakin bisa melewatinya bersama Tuhan. Saya tetap bernyanyi memuji Tuhan di tengah penderitaan yang dialami, berkumpul bersama keluarga dan teman serta selalu bersyukur untuk apapun yang Tuhan berikan. Bersukacita dalam penderitaan memang bukan hal yang mudah, tetapi kalau kita mengikutsertakan Tuhan hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Jika kita meminta Tuhan campur tangan untuk memberi kekuatan, maka semuanya pasti bisa dihadapi dan dilewati bersama-Nya.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersukacita sekalipun ada dalam penderitaan. Amin.   

Senin, 20 Maret 2023                                      

Bacaan: Mazmur 16 : 7 – 11

7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. 8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; 10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Iman dalam Penderitaan

Pada saat itu Daud sedang merasakan pedihnya mendapatkan ancaman dari musuh-musuhnya. Namun dalam kondisi yang penuh dengan pergumulan, Daud tidak memilih untuk mengeluh dan berputus asa. Melainkan ia memiliki cara sendiri untuk mengatasi segala sesuatu yang dihadapinya pada saat itu. Daud menyadari bahwa sukacita dan kebahagiaan yang ia alami adalah berada di dalam tangan Tuhan. Untuk itu Daud terus menambatkan imannya kepada Tuhan dari tengah-tengah masalah dan penderitaannya. Baru-baru ini ada berita peristiwa gempa yang terjadi di Sukabumi dan dampaknya sangat dirasakan di kota Cianjur. Rumah saya dan keluarga yang di Cianjur, juga ikut terkena dampaknya.  Sebagian tembok hancur dan genteng berjatuhan. Papa dan mama yang ada di Jakarta pun harus mendadak ke Cianjur untuk melihat kondisi rumah. Setelah mereka kesana dan melihat kondisi rumah, saya dan adik mendapatkan kiriman video tentang keadaan rumah kami itu. Kami sekeluarga sedih, tetapi yang saya ingat mama pada saat itu mengatakan,“kita bangun rumah itu berkatnya dari Tuhan. Sekarang rumah itu rusak karena gempa, nanti Tuhan yang membantu kita menyediakan berkat untuk memperbaiki kerusakkannya”. Setelah kami mendengar kata-kata mama itu, kami kembali bersukacita dan tetap percaya pasti Tuhan berikan jalan dan berkat. Tuhan sanggup melakukan hal apapun, ketika kita mau percaya dan bersandar pada-Nya. Kita harus punya iman menghadapi kesulitan dan penderitaan. Tidak larut dalam kesedihan melainkan percaya, ada Tuhan yang selalu akan menolong.

Doa: Tuhan, tolonglah agar kami tetap punya iman dalam penderitaan sehingga selalu ada sukacita dalam hati. Amin.

Selasa, 21 Maret 2023                                               

Bacaan: Roma 5 : 1 – 4

Hasil pembenaran
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. 2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. 3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Ketekunan Dalam Penderitaan

Daya tahan kita akan terlatih ketika mengalami masalah, tantangan, cobaan, kesulitan hidup, dan penderitaan. Saat ini terjadi, ada dua pilihan: Kita tekun, atau menyerah. Pilihlah untuk tetap tekun. Namun, jangan hanya karena mengharapkan buah atau hasilnya secara instan, yang terpenting di sini adalah kemauan untuk menjalani semuanya dengan rela dan gigih. Dengan bersikap demikian maka kita telah berada di jalur yang benar. Pada saat menjalani pengobatan kemoterapi karena sakit, saya juga menjalani pengobatan radiasi sebanyak 25 kali dan karena itu harus ke rumah sakit setiap hari pulang-pergi dari senin sampai jumat. Pada saat itu, setiap kali ke rumah sakit saya di damping oleh orang tua, kadang karena cuaca kami naik mobil tetapi lebih sering menggunakan motor. Kami setiap hari harus ke rumah sakit apapun tantangannya dan itu semua dilakukan dengan tekun dan sabar baik oleh saya juga orangtua. Oleh pertolongan Tuhan, saya bisa menjalani semua proses pengobatan sampai akhir dengan baik. Ketika menjalani penderitaan, kadang kita tidak sabar dengan prosesnya. Kita ingin proses yang cepat atau bahkan di tengah proses itu merasa ingin menyerah. Dalam teks hari ini dikatakan bahwa, kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Tidak semua penderitaan itu buruk, ada penderitaan yang akan berdampak baik untuk diri, karena lewat penderitaan kita diproses Tuhan untuk menjadi pribadi yang tahan uji. Dampak tahan uji adalah kita menjadi pribadi yang lebih kuat menghadapi kehidupan. Tetaplah kuat di dalam Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, Beri kami kekuatan dalam menghadapi setiap penderitaan. Amin.

Rabu, 22 Maret 2023                                               

Bacaan: Lukas 15 : 8 – 10

Perumpamaan tentang dirham yang hilang
8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? 9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. 10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

Dalam Derita, Tuhan Hadir

Dirham disini adalah gambaran dari mata uang emas atau perak. Sesuatu yang sangat berharga, sama seperti halnya satu orang jiwa yang bertobat. Bukti bahwa manusia berharga di mata Tuhan adalah karya Yesus di kayu salib untuk menyelamatkan umat manusia. Sebab itu, Tuhan begitu rindu melihat anak-anakNya bertobat dan berbalik kembali kepada-Nya. Perumpamaan ini memberi kita gambaran yang luar biasa tentang  Tuhan, bagaimana cara Ia menilai manusia yang terhilang. Hati-Nya penuh cinta, selalu tergerak mencari orang yang hilang atau berdosa. Semua dilakukan oleh-Nya demi kehidupan yang masih harus terus berlanjut dalam kesadaran dan pembaruan diri. Saat memutuskan untuk jauh dari keluarga karena panggilan pelayanan, tentu saya dengan sadar tahu bahwa ada resiko yang akan ditanggung misalnya saya harus mengusahakan segala sesuatu sendiri. Terkadang merasa seperti sedih dan kehilangan, tetapi saya tahu Tuhan ada bersama. Melalui orang-orang yang peduli dan mau saling membantu, segala sesuatu dapat dijalani. Apapun yang dirasakan dalam hidup, saya tetap bersukacita karena tahu tangan-Nya yang kuat selalu menopang. Dalam hidup ini sesungguhnya kita tidak pernah sendiri. Itulah sebabnya, kehidupan yang sulit penuh masalah, tantangan dan penderitaan seharusmya tidak membuat kita menjauh dari Tuhan. Justru melalui semua itu membuat kita mengerti Kehadiran Tuhan dan peranan-Nya dalam kehidupan. Mari jalani hidup dengan menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan terang Tuhan yang nampak dalam diri akan semakin bercahaya dan menyinari sekeliling kita.

Doa: Tuhan. tolong untuk selalu menyadari bahwa Engkau hadir dalam penderitaan kami. Amin.

Kamis, 23 Maret 2023                                              

Bacaan: Filipi 2 : 12 – 18

Tetaplah kerjakan keselamatanmu
12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. 17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. 18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

Tetaplah Taat Dalam Segala Situasi dan Kondisi

Rasul Paulus menghubungkan ketaatan dengan integritas. Mereka yang memiliki integritas akan tetap taat pada Tuhan apapun kondisi hidup yang dialaminya. Melalui surat ini, jemaat Filipi didorong untuk tetap taat pada Tuhan, tidak hanya pada saat Rasul Paulus hadir, namun ketika Rasul Paulus tidak bisa hadir bersama jemaat. Bagi Rasul Paulus, ibadah memang tidak boleh berhenti hanya dalam ruang ibadah. Ibadah harus terwujud secara konkret dalam kehidupan. Keselamatan yang telah diterima harus diperjuangkan dalam ketaatan dan integritas hidup. Betapapun tidak ada yang melihat dan menyaksikan ketaatan yang kita tampilkan, namun tetaplah hidup dalam ketaatan. Ada cerita tentang seorang ibu penjual kue yang menjajakan dagangannya dipinggir jalan, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Walaupun hidup pas-pasan bersama keluarganya, kadang mereka hanya makan sekali sehari. ia tetap bersyukur.  Suatu ketika ada pria bermobil yang berhenti untuk membeli dagangannya, pria itu membeli semua kuenya, saat pria itu berjalan ke mobil, ibu itu melihat uang 100 ribu milik pria bermobil yang jatuh. Sebenarnya ibu itu bisa saja menunggu pria itu pergi dan mengambil uangnya, tetapi ia tidak melakukannya. Ia mengembalikan uang itu kepada pemiliknya. Cerita di atas dan nas hari ini memberikan pesan bahwa dalam kondisi apapun bahkan ketika susah dan menderita, ketaatan kepada Tuhan harus tetap dinampakkan. Itulah integritas kita sebagai orang beriman yang setia melakukan perintah-Nya. Melalui hidup yang benar orang akan melihat keberadaan Tuhan didalam kita.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami supaya selalu taat kepada-Mu dalam segala situasi dan keadaan. Amin.

Jumat, 24 Maret 2023                                  

Bacaan: 1 Tesalonika 5 : 16 – 18

16 Bersukacitalah senantiasa. 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Hati yang Bersukacita

Sukacita adalah suatu bentuk ungkapan perasaan sebagai pandangan hidup dari orang-orang yang selalu memiliki sikap optimis atau pengharapan dalam menghadapi segala situasi hidup. Boleh saja tekanan hidup datang menghampiri, tetapi perasaan sukacita itu tidak pupus karena ia memiliki iman dan pengharapan kepada Tuhan. Sukacita adalah bukti dari kualitas iman seseorang sebagai hasil dari pengalaman batin dalam hidupnya. Sukacita tercipta karena adanya dorongan energi positif yang mengalir dalam diri seseorang karena hubungannya dengan Tuhan. Sukacita tidak ditentukan oleh situasi, sehingga tidak terperangkap kepada hal-hal yang bersifat lahiriah saja. Artinya, secara lahiriah bisa saja seseorang kelihatan menderita dan serba kekurangan, namun di dalam batinnya dia merasa berkecukupan, sehingga tidak gampang dirongrong oleh kekuatiran. Paulus menasihatkan jemaatnya di Tesalonika untuk tetap bersukacita meski mereka harus mengalami penderitaan yang begitu rupa karena penganiayaan. Tantangan menjadi pengikut Kristus memang sungguh nyata dan benar-benar mereka alami, maka dari itu Paulus ingin jemaat memperkokoh hidup persekutuan dengan bersukacita (ay.16), tekun berdoa (ay.17), dan bersyukur (ay.18). Kepada kita pun diingatkan hal yang sama. Tantangan, persoalan dan penderitaan telah menjadi bagian kehidupan manusia. Namun, Tuhan mau kita tetap mengandalkan-Nya, menaikkan doa, selalu bersyukur dan memiliki hati yang bersukacita dimana pun kita berada. Tuhan Allah yang kita imani adalah Tuhan yang tidak pernah mengecewakan, maka berharaplah pada-Nya Sumber sukacita yang sejati.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami untuk selalu berpengharapan kepadaMu. Amin.

Sabtu, 25 Maret 2023                               

Bacaan: 2 Korintus 12 : 1 – 10

Paulus menerima penglihatan dan penyataan
Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. 2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. 3 Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya-- 4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. 5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. 6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. 7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Text Box: Senang Dan Rela Dalam Penderitaan

Derita merupakan suatu kondisi atau perasaan yang tidak menyenangkan dan dapat dialami oleh pribadi atau sekelompok orang. Kondisi atau perasaan yang tidak menyenangkan ini, tentu saja tidak ingin dialami oleh siapapun. Penderitaan seringkali membuat mereka yang mengalaminya memberikan reaksi yang berbeda-beda. Mungkin saja ada yang dengan sabar dan ikhlas, tetapi ada juga yang bimbang, kecewa dan putus asa. Lebih parahnya lagi dapat meyalahkan diri sendiri, orang lain dan juga menyalahkan Tuhan. Penderitaan juga dialami dan diungkapkan Paulus dalam bacaan kita hari ini. Penderitaan itu diakibatkan karena keraguan jemaat Korintus atas kerasulan Paulus. Selain itu penderitaannya juga bertujuan agar ia tidak meninggikan diri atas penglihatan dan penyataan yang dinyatakan kepadanya (ay. 7). Paulus tetap meresponi setiap penderitaan yang ditanggungnya dengan senang dan rela. Karena baginya dalam kelemahan, siksaan, kesukaran, penganiayaan dan kesesakan itu ia justru mengalami kuasa Tuhan (ay. 9-10). Penderitaan tidak hanya dapat dialami dan dirasakan oleh Paulus saja, tetapi juga kita sebagai orang percaya. Terjadinya penderitaan dapat disebabkan karena berbagai macam faktor misalnya ekonomi, kesehatan, hubungan sosial dan lain sebagainya yang berdampak buruk bagi pribadi, keluarga bahkan masyarakat. Namun sebagaimana Paulus yang melihat derita sebagai sesuatu yang memungkinkannya merasakan kuasa Allah, demikian juga seharusnya dengan kita. Oleh karena itu apapun bentuk penderitaan yang kita alami tetaplah menjalaninya dengan sabar, ikhlas serta penuh kerelaan. Janganlah bimbang, kecewa dan putus asa atas setiap penderitaan yang menghampiri hidup. Tetaplah berbahagia dan bersukacita, sambil meyakini bahwa Allah akan senantiasa menunjukkan kuasa-Nya.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami memaknai penderitaan yang dialami dan  senantiasa meyakini kuasa-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK Bulan Maret 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar