Tema Bulanan : Spirit Demokrasi : Dari Kematian ke Kebangkitan Yesus
Tema Mingguan : Kuasa Yesus Memulihkan Yang Sedih
Minggu, 16 April 2023
bacaan : Yohanes 20 : 11 – 18
Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena
11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." 16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. 17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.
Dibalik Dukacita Ada Sukacita
Ini adalah hari Minggu pertama sesudah Paskah. Alkitab memberi kesaksian bahwa setelah bangkit, ada 10 kali Yesus menampakkan diri kepada para pengikutNya selama kurun waktu 40 hari. Penampakkan diri Yesus ini hendak memberikan kepastian kepada para murid dan dunia bahwa IA benar-benar hidup, sekaligus memberi penguatan bagi mereka yang merasa kehilangan dan sedih. Bacaan hari ini mengisahkan kedatangan Maria ke kubur untuk mengawetkan mayat Yesus dengan rempah-rempah. Namun dia tidak mendapati mayat Yesus di situ. Air mata membuat pandangannya kabur sehingga untuk sesaat tidak mengenal Yesus. Sapaan Yesus membuat Maria tersadar dan dapat melihatNya. Perjumpaan dan sapaan yang mengubah air mata menjadi kegirangan. Mariapun meneruskan kabar sukacita itu kepada para murid lainnya: “Aku telah melihat Tuhan”. Saudaraku, hari ini kita belajar bahwa: perjumpaan dengan Yesus berdampak positif bagi kehidupan kita dimana cara berpikir, bertindak dan bertingkah laku mengalami perubahan. Sapaan Yesus membuka mata rohani kita yang seringkali “dikaburkan” oleh hal-hal negatif sehingga tidak “mengenalNya”. IA rindu berjumpa dan menyapa kita agar dukacita berubah menjadi sukacita dan kehidupan semakin bermutu dan memuliakan Dia.
Doa: Tuhan, kami siap berjumpa dan disapa OlehMu agar hidup dipulihkan. Amin.
Senin, 17 April 2023
bacaan : Lukas 24 : 13-27
Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus
13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" 19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. 20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. 21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. 22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, 23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. 24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." 25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" 27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.
Kebangkitan Yesus Menghapus Keraguan
Puji syukur kepada Tuhan yang telah pertibakan kita di usbu kerja baru dengan selamat dan damai. Hari ini kita belajar dari kisah penampakkan Yesus kepada Kleopas dan temannya yang berjalan ke Emaus. Dari percakapan yang mereka lakukan, terlihat bahwa kesedihan masih meliputi hati mereka. Kesedihan, kekecewaan kehilangan harapan, itulah suasana hati mereka waktu itu. Hal ini membuat mereka tidak mengenali Yesus yang hadir dan menemani perjalanan. Yesus malah dianggap sebagai orang asing yang tidak tahu perkembangan situasi di Yerusalem dan sekitar saat itu. Yesus mendengarkan mereka lalu memberikan penjelasan kepada mereka tentang apa yang tertulis tentang Dia dalam kitab Suci. Ya saudaraku, Yesus yang bangkit menemani Kleopas dan temannya di dalam perjalanan. Ia tidak mau mereka lupa pada Firman Tuhan yang sudah sering diajarkan. Ia menjelaskan kembali isi kitab suci itu agar mereka memahaminya dan tidak ragu tetapi percaya bahwa Yesus benar telah bangkit dari antara orang mati. Sebagai pengikutNya, Yesus juga ingin kita tidak meragukan kebangkitanNya. Dengan kuasa RohNya, Ia mengingatkan kita tentang isi kitab suci yang sering kita dengar dan pelajari agar pesan Firman itu tidak hanya masuk ke telinga kiri dan keluar lagi di telinga kanan atau sebaliknya, tetapi masuk ke dalam hati dan pikiran sehingga menjadi penuntun dalam hidup kita. Percayalah bahwa Yesus sungguh-sungguh bangkit dan hidup.
Doa: Ya Yesus Tuhan, temanilah kami menyusuri jalan kehidupan ini. Amin.
Selasa, 18 April 2023
bacaan : Lukas 24: 28 – 35
28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" 33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." 35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Kebangkitan Yesus Menghapus Kesedihan
Kleopas dan temannya terus berjalan menuju Emaus dengan ditemani Yesus. Saat tiba di Emaus mereka mengajak Yesus untuk mampir dan beristirahat sejenak untuk melepaskan lelah baru melanjutkan perjalanan. Mereka masih belum mengenali Dia. Kesedihan dan kekecewaan membuat mata mereka “tertutup”. Pada saat makan, Yesus mengambil roti, mengucap syukur atasnya dan membagikan roti itu kepada mereka. Sebuah kebiasaan yang IA lakukan saat masih bersama, barulah mata mereka “terbuka” dan mengenal DIA. Yesus yang bangkit menemani Kleopas dan temannya di dalam perjalanan namun mereka tidak mengenali Dia. Hal inipun sering terjadi dengan kita. seringkali masalah membuat kita sedih dan putus asa sehingga tidak dapat melihat Yesus yang sedang “berjalan” bersama menyusuri perjalanan kehidupan di dunia ini. Yesus tidak mau Kleopas dan para pengikutNya larut dalam kesedihan, kekecewaan, putus asa dan kehilangan harapan. Yesus tahu dan mengerti semua situasi yang dialami mereka dengan baik. Karena itu Ia hadir, berjalan, tinggal, makan bersama lalu membuka mata hati dan pikiran mereka agar mengenal Dia dengan baik. Kita adalah pengikutNya, maka hal itu dilakukanNya juga bagi kita. Ia hadir, tinggal, makan serta berjalan bersama. Ia menghapus kesedihan, kekecewaan dan setiap suasana hati kita yang negatif. Yesus sudah bangkit dan hidup jadi tidak ada alasan lagi untuk sedih dan kecewa! Bersukacita dan bergembiralah!!!
Doa: Ya Yesus, tolong kami, agar tetap percaya dan tidak meragukan kebangkitanMu. Amin.
Rabu, 19 April 2023
bacaan : Lukas 24 : 36 – 43
Yesus menampakkan diri kepada semua murid
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." 40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" 42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
Kebangkitan Yesus Menghapus Ketakutan
Sekalipun telah mendengar kesaksian dari beberapa orang yang sudah bertemu dengan Yesus Yang Bangkit, tapi para murid masih belum yakin pada berita itu. Karena itu suasana duka dan kehilangan harapan masih mewarnai mereka. Ketidakyakinan para murid terhadap berita kebangkitan Yesus tergambar pada ekspresi “terkejut dan takut” yang mereka perlihatkan saat Yesus menampakkan diriNya. Mereka bahkan menyangka Yesus itu hantu. Untuk meyakinkan mereka Yesus menyuruh mereka meraba bekas luka pada kaki dan tangan-Nya, karena hantu tidak mempunyai daging dan tulang. IA juga meminta ikan goreng dan memakannya. Adalah manusiawi jika seseorang merasa terkejut dan takut saat mengalami peristiwa yang tidak disangka akan terjadi. Namun, Yesus tidak ingin hal itu terjadi bagi murid-muridNya. Karena itu IA meyakinkan mereka bahwa IA bukan hantu tetapi Yesus Yang Bangkit sehingga mereka harus menghilangkan ketakutan dan percaya kepadaNya. Tuhan mau memakai para murid untuk melanjutkan pelayananNya. Bukan saja para murid pada waktu itu, Yesus juga menghendaki hal itu dari kita, murid-muridNya di zaman ini. Kita juga harus yakin dan dijauhkan dari rasa takut sehingga siap dipakai untuk melanjutkan pekerjaan pelayananNya di dunia ini.
Doa : Tuhan, kami siap untuk meneruskan karya pelayananMu di dunia ini, Amin!
Kamis, 20 April 2023
bacaan : Lukas 24 : 44 – 49
44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."
Jadilah Saksi Kebangkitan Yesus
Setelah meyakinkan para murid bahwa IA bukan hantu melainkan benar-benar Yesus yang bangkit, Yesus memberikan penjelasan kepada para muridNya tentang isi kitab suci. Di dalamnya berbicara tentang diriNya yang mati tetapi akan bangkit pada hari ketiga. Bukan hanya itu, IA juga memberikan pengertian untuk memahami isi kitab suci. IA mempersiapkan murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-Nya. IA membuka pikiran mereka untuk memahami karya penyelamatan yang telah IA kerjakan, dan menyampaikan berita pertobatan serta pengampunan dosa dalam nama Yesus kepada segala bangsa. Kepada para murid Tuhan Yesus berjanji akan memperlengkapi mereka dengan kuasa yang akan memampukan untuk menjadi saksiNya. Yesus berpesan kepada mereka agar tetap tinggal di Yerusalem sampai apa yang dijanjikan BapaNya itu diterima. Saudaraku, untuk menjadi saksi, seseorang bukan hanya perlu tahu apa yang akan disaksikannya, melainkan juga perlu kesiapan diri. Kesiapan ini penting agar seseorang mampu meyakinkan orang lain untuk menerima dan mempercayai kesaksiannya. Itulah yang dialami para murid serta kita yang mau diutus menjadi saksi tentang hidup dan karya Kristus. Jangan kuatir, Ia berkenan mengutus, memperlengkapi, dan memberkati kita untuk tugas menjadi saksi-saksiNya.
Doa: Ya Yesus, kami siap dipakai untuk menjadi saksi-saksiMu di dunia ini. Amin.
Jumat, 21 April 2023
bacaan : Wahyu 21 : 1 – 8
Langit yang baru dan bumi yang baru Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." 6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
Kebangkitan Yesus Meniadakan Maut dan Air Mata
“Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan atau ratap tangis, atau dukacita sebab segala yang lama itu telah berlalu”. Sebuah pesan yang sangat indah dan menyejukkan hati setiap orang yang membacanya. Bagaimana tidak? Segala penderitaan yang diakibatkan oleh dosa yang telah ada sejak awal dunia ini akan dilenyapkan. Dia yang duduk di takhta adalah Alpha dan Omega, yang Awal dan yang Akhir, Dia adalah Tuhan yang Bangkit dan hidup, Dia yang akan membarui dan memulihkan keadaan semua ciptaan-Nya yang rusak karena dosa. Namun, yang bisa menikmati semua pembaruan dan pemulihan itu adalah mereka yang bertahan dan menjadi pemenang (ayat 7). Sedangkan mereka yang penakut, tidak percaya, keji, pembunuh, sundal, tukang sihir,penyembah berhala dan pendusta akan mengalami kematian kedua di dalam lautan api dan belerang (ay.8). Jadi tidak semua dapat menikmati kehidupan yang indah itu. Menjadi Kristen bukan jaminan kita dapat menikmati semua pembaruan dan pemulihan hidup yang dijanjikan itu. Melakukan kehendak Tuhan dengan taat itulah panggilan kita. Bagi Kartini-Kartini muda di mana saja berada, selamat merayakan Hari KARTINI ke 119. “Habis Gelap Terbitlah Terang”, menjadi semangat bagi setiap karya kita untuk memberikan menjadi dan yang terbaik bagi semua, terutama untuk kemuliaan Tuhan.
Doa: Tuhan, topanglah kami untuk bertahan sampai akhir dan menjadi pemenang, Amin.
Sabtu, 22 April 2023
bacaan : Wahyu 7 : 13 – 17
13 Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" 14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. 15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. 16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. 17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Kebangkitan Yesus Menuntun Ke Mata Air Kehidupan
Syukur bagi Allah, Sumber kehidupan yang telah menuntun kita memasuki hari Minggu ke-2 setelah Paskah. Bacaan hari ini berisi penglihatan Yohanes tentang mereka yang memakai jubah putih. Jubah yang tadinya kotor tetapi dicuci dalam darah Anak Domba sehingga menjadi bersih kembali. Mereka siang malam berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia di Bait Suci-Nya. Lalu IA yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. IA rindu untuk tinggal bersekutu bersama mereka serta menjamin keamanan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi. Sebab Anak Domba yang ada di tengah- tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka. Bahkan akan menghapus air mata dari mata mereka. Seperti orangtua yang menghapus air mata dari wajah anak-anak-Nya. Saudaraku, kita pasti rindu menjadi orang-orang yang digembalakan Tuhan ke mata air kehidupan seperti mereka yang ada dalam penglihatan Yohanes ini. Karena itu, baiklah dengan setia kita melayani Dia di sepanjang kehidupan. Melayani Dia melalui suami, isteri, anak-anak dan mereka yang diam bersama kita. Melayani Dia melalui usaha dan kerja keras di tempat pekerjaan. Melayani Dia dengan hidup rukun dan harmonis bersama tetangga. Melayani Dia dengan tidak membuang sampah sembarangan sehingga alam tetap terawat. Selamat merayakan HARI BUMI.!
Doa: Tuhan, Engkaulah Gembala yang menuntun kami ke mata air kehidupan, Amin.
*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2023, LPJ-GPM