Santapan Harian Keluarga, 7 – 13 Mei 2023

Tema Bulanan : Sikap Demokrasi : Tunduklah dalam Tuntunan Hikmat dan Kuasa Roh Kudus

Tema Mingguan : Hidup dalam Hikmat Menuai Berkat

Minggu, 07 Mei 2023

bacaan : Amsal 2 : 1 – 22

Faedah dari pada menuntut hikmat
Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, 2 sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, 3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, 4 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, 5 maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. 6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. 7 Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, 8 sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia. 9 Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik. 10 Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; 11 kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau 12 supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat, 13 dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap; 14 yang bersukacita melakukan kejahatan, bersorak-sorak karena tipu muslihat yang jahat, 15 yang berliku-liku jalannya dan yang sesat perilakunya; 16 supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya, 17 yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya; 18 sesungguhnya rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut, jalannya menuju ke arwah-arwah. 19 Segala orang yang datang kepadanya tidak balik kembali, dan tidak mencapai jalan kehidupan. 20 Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar. 21 Karena orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ, 22 tetapi orang fasik akan dipunahkan dari tanah itu, dan pengkhianat akan dibuang dari situ.

Mencari Hikmat
Penulis kitab Amsal mendorong kita untuk bertekun dalam mencari sesuatu yang jauh lebih berharga dari segala yang ada dalam hidup, yaitu hikmat. Mencari hikmat sama artinya  kita  mencari  Tuhan.  Sebab  hikmat  itu  bersumber  dari  Tuhan. Untuk mendapatkan  hikmat  yang  menuntun  kepada  jalan  yang  benar,  maka yang  harus dilakukan adalah hidup takut akan Tuhan. Hal itu nampak dari kesetiaan kita mencari Tuhan dengan segenap hati. Mau mendengarkan nasehat dan perintah Tuhan, baik ketika membaca  Firman  Tuhan  dari  Alkitab,  maupun  saat merenungkan  dan  melakukannya dalam hidup. Kita pun diharapkan selalu berseru kepada Tuhan Sang Sumber hikmat. Jangan  pernah  memulai  hari  baru tanpa berseru memanggil nama Tuhan dalam doa. Itulah kekuatan kita dalam menjalani kehidupan. Ibarat mencari harta yang  terpendam,  dibutuhkan ketekunan  dan kerja keras untuk mencari hikmat. Mencari hikmat atau mencari Tuhan bukan hanya di saat-saat tertentu. Mencari Tuhan dalam susah maupun senang, dalam keadaan sehat atau sakit, saat untung ataupun rugi. Mencari Tuhan di segala waktu, tempat dan keadaan. Hanya demikianlah kita boleh beroleh karunia dari Tuhan, yakni hati yang paham untuk menapaki jalan-jalan kehidupan sesuai kehendakNya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar  senantiasa  hidup  dalam hikmat. Amin.

Senin, 08 Mei 2023

bacaan : Amsal 8 : 10 – 13

10 Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan. 11 Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya. 12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. 13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Hikmat itu Harta yang Tidak Ternilai
Emas, perak dan permata, siapakah yang tidak mengenal dan menginginkan benda- benda ini? Benda-benda yang berharga dan punya nilai yang tinggi dalam kehidupan manusia dan dijadikan ukuran untuk status seseorang. Baik status ekonomi maupun status sosial seseorang dalam masyarakat. Tidak heran banyak orang berlomba-lomba memiliki benda-benda tersebut. Penulis Amsal dalam nas ini hadir dengan satu pernyataan yang kontras dengan kesukaan manusia terhadap benda-benda tadi. Ia mengatakan ada yang jauh lebih berharga dari semua benda itu, yaitu hikmat. Mengapa hikmat lebih tinggi dari benda-benda berharga tadi? Karena hikmat memampukan seseorang untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang Allah. Apa yang baik dan benar dan sesuai dengan kehendak  Allah.  Dengan  kata  lain,  hikmat  mendidik orang untuk    bagaimana menjalani hidup ini dengan baik   sesuai kehendak Allah  sehingga   hidupnya menjadi berguna. Inilah harta yang tidak ternilai yang ditawarkan hikmat,  yang tidak  akan  lenyap  dan jika dikembangkan akan sangat berarti dalam membangun kehidupan bersama. Bukankah ini yang   dibutuhkan ditengah banyaknya perbedaan di antara kita yang dapat membawa pada keretakan dan perpecahan dalam keluarga, jemaat dan masyarakat?. Di sinilah kita harus menyadari betapa hikmat diperlukan. Maka jika kita kekurangan hikmat, Mintalah pada Tuhan Sumber Hikmat itu!

Doa:   Ya Allah, berilah hikmat-Mu, sebab   itu   lebih   berharga   dari perak. emas dan permata. Amin.

Selasa, 09 Mei 2023

bacaan : Amsal 8 : 14 – 21

14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan. 15 Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan. 16 Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi. 17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku. 18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. 19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan. 20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, 21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.

Hiduplah Dalam Hikmat
Salah satu prinsip hidup yang penting bagi semua orang percaya yaitu hidup dalam hikmat. Dikatakan demikian karena ketika hidup di dalam hikmat, maka kita dapat menentukan sikap dan tindakan yang benar. Inilah yang ditegaskan oleh penulis bahwa di dalam hikmat ada nasihat, pertimbangan, pengertian dan kekuatan (ay.14). Pernyataan  ini  jelas,  sebab  hanya  dengan  hikmat  saja  para  raja,  pembesar, para bangsawan dan hakim di bumi dapat memerintah serta menetapkan keadilan (ay. 15-16). Tidak hanya itu, penulis juga menegaskan bahwa di dalam hikmat kita dapat memperoleh berkat berupa kehormatan, keadilan dan kekayaan (ay.18). Kebenaran firman Tuhan saat ini mengajarkan kita baik secara pribadi maupun keluarga, untuk terus hidup dalam hikmat. Karena hikmat lebih berharga dari apapun juga dan ia akan  senantiasa menuntun  seluruh  jalan  kehidupan kita, sesuai dengan kebenaran dan keadilan. Dengan hikmat  juga  kita  pun  akan  menuai  berkat-berkat Tuhan  melalui setiap tanggungjawab kerja yang ditekuni dan dijalani. Sebagai orang percaya, kita diingatkan agar terus meminta hikmat dari Tuhan dan hidup di dalamnya. Biarlah hikmat Tuhan senantiasa menyertai kita dalam menjalankan peran  masing-masing  sebagai  anggota keluarga (papa,  mama  dan  anak- anak). Hiduplah  senantiasa dalam  hikmat  Tuhan  dan selamat  menikmati setiap berkat yang berasal dari pada-Nya.

Doa: Hikmat-Mu kami perlukan ya Tuhan untuk menjalani hidup ini dengan benar. Amin.

Rabu, 10 Mei 2023

bacaan : Amsal 9 : 1 – 6

Undangan hikmat dan undangan kebodohan
Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya, 2 memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya. 3 Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota: 4 "Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada yang tidak berakal budi katanya: 5 "Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur; 6 buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."

Hikmat Vs Kebodohan
Hikmat dan kebodohan merupakan dua hal berbeda yang saling bertolak belakang satu dengan yang lain.  Karena saling bertolak belakang,  maka tentu  saja segala sesuatu yang dihasilkan oleh hikmat dan kebodohan juga berbeda. Perbedaan ini akan nampak dalam pikiran, sikap maupun tindakan yang dilakukan oleh manusia. Hikmat selalu  menghasilkan  kebenaran,  sebaliknya kebodohan  menghasilkan kefasikkan.  Bagi Salomo, hikmat adalah hal yang sempurna dan di dalamnya telah tersedia segala sesuatu yang memberikan kehidupan. Hal ini berbeda dengan kebodohan, sebab kebodohan sama dengan tidak berpengalaman dan tidak berakalbudi (ay.4). Sebagai manusia, kita diberikan kebebasan  untuk  menentukan  pilihan.  Pertanyaannya  ialah, apakah  kita  lebih memilih untuk hidup di dalam hikmat atau hidup di dalam kebodohan?. Kita diajarkan oleh kebenaran firman Tuhan saat ini bahwa betapa pentingnya meninggalkan kebodohan dan hidup  dalam hikmat.  Sebab  dengan  meninggalkan kebodohan arah hidup kita akan semakin berkualitas. Artinya, kita harus memiliki komitmen untuk meninggalkan  atau  membuang  seluruh  sikap  dan tindakan hidup yang bertolak belakang dengan kehendak Allah. Camkanlah, hikmat akan menuntun pribadi maupun keluarga kita untuk menjalani hidup dalam kebenaran, karena permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Jadi, tinggalkanlah seluruh kebodohan yang selama ini melekat pada diri. Berdoalah kepada Tuhan dan senantiasalah meminta hikmat dari-Nya, agar kita dapat menata hidup serta melangkah dengan lebih baik ke depan. Ingatlah, jauhi kebodohan dan teruslah hidup dalam tutunan hikmat Allah.

Doa: Ajarilah kami Tuhan untuk meninggalkan kebodohan dan hidup dalam hikmatMu. Amin.

Kamis, 11 Mei 2023

bacaan : Amsal 4 : 1 – 13

Nasihat untuk mencari hikmat
Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, 2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. 3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, 4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup. 5 Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku. 6 Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya. 7 Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian. 8 Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya. 9 Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu." 10 Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak. 11 Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. 12 Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung. 13 Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu.

Mendengar Didikan, Peroleh Hikmat
Menyandang identitas sebagai orang percaya, tidak serta merta menjamin sikap dan perbuatan sesuai identitas itu. Sebab tidak dapat disangkali bahwa banyak sekali orang percaya yang kehidupannya jauh dari kehendak Tuhan. Karena itu nasihat, didikan,   petunjuk   maupun   pengajaran,   merupakan   tindakan   penting   yang  harus didengarkan  dan  dilakukan  oleh  semua  orang  percaya.  Hal  seperti  inilah yang dikemukakan oleh penulis dalam bacaan kita saat ini. Salomo mendapatkan didikan dari ayahnya Daud dan ia pun memberi didikan kepada anak-anaknya. Salah satu hal yang mendasar dari didikan Salomo yaitu tentang hikmat. Sebab hanya dengan hikmat maka kita  akan  hidup  dalam  kesetiaan  dan  ketaatan kepada  Allah  atau  yang  disebut oleh Salomo dengan jalan lurus (ay. 11). Hikmat menuntun pada jalan lurus sehingga ketika berjalan dan berlari setiap langkah tidak akan terhambat dan tersandung. Artinya, hikmat akan menuntun pada kebenaran sehingga  kita  tidak  salah  dalam  bersikap  maupun bertindak. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tetap mendengar didikan serta beroleh hikmat  dan  hidup taat  kepada  Allah. Pengajaran  seperti  ini  dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga  kita  masing-masing.  Biarlah  didikan  yang diberikan  atau  diterima dapat membuat kita memperoleh hikmat dan melalui hikmat itulah, kita tetap berpegang teguh pada setiap pengajaran Allah.

Doa: Tuhan tolonglah kami mendengarkan didikan, agar dapat memperoleh hikmat. Amin.

Jumat, 12 Mei 2023

bacaan : Pengkhotbah 7 : 11 – 22

11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari. 12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya. 13 Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya? 14 Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya. 15 Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya. 16 Janganlah terlalu saleh, janganlah perilakumu terlalu berhikmat; mengapa engkau akan membinasakan dirimu sendiri? 17 Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu? 18 Adalah baik kalau engkau memegang yang satu, dan juga tidak melepaskan yang lain, karena orang yang takut akan Allah luput dari kedua-duanya. 19 Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota. 20 Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa! 21 Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang, supaya engkau tidak mendengar pelayanmu mengutuki engkau. 22 Karena hatimu tahu bahwa engkau juga telah kerapkali mengutuki orang-orang lain.

Hikmat Memelihara Hidup
Hikmat sejati merupakan sesuatu yang berharga dan berasal dari Allah serta diberikan kepada orang-orang yang menaati-Nya. Karena hikmat berharga, maka tidak heran Pengkhotbah menyatakan bahwa hikmat merupakan suatu keuntungan. Keuntungan yang dimaksudkan ialah hikmat akan memelihara hidup dan memberi kekuatan bagi setiap orang  yang  memilikinya.  Oleh  sebab  itu  Pengkhotbah  hendak mengajarkan kepada pendengarnya bahkan kita semua, betapa penting memiliki hikmat dalam menjalani hari- hari kehidupan. Sebab tidak semua dinamika hidup yang begitu beragam dialami oleh manusia, dapat dimengerti dan dipahami tanpa hikmat dari Allah. Karena itu hikmat diperlukan agar kita dapat melewati seluruh dinamika tersebut. Bahkan dengan hikmat dari Allah, kita dapat membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah serta diberikan kemampuan  untuk mengerti atau memahami hal yang  sulit sekalipun.  Karena hikmat hanya akan diberikan  kepada orang-orang yang menaati Allah, maka untuk mendapatkannya kita harus hidup taat atau dengan kata lain takut akan Tuhan. Ketaatan itu harus diwujudnyatakan dalam cara berfikir, tutur kata, sikap maupun perbuatan yang kita lakukan dalam hidup. Gunakanlah hikmat  dalam  menjalankan  peran  maupun  tanggungjawab  baik dalam  keluarga, di lingkungan pekerjaan, gereja maupun masyarakat. Ingatlah bahwa hikmat berharga dan memelihara hidup dan memberikan kekuatan bagi kita semua. orang yang memilikinya disebut beruntung, maka mintalah selalu hikmat dari Allah dan hiduplah dalam hikmat-Nya itu. Yakin dan percayalah hikmat dari Allah itu akan senantiasa

Doa:  Tuhan,  buatlah  kami mengerti bahwa dengan hikmat hidup kami terpelihara.  Amin.

Sabtu, 13 Mei 2023

bacaan : Pengkhotbah 10 : 10

10 Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

Hikmat Membawa Keberhasilan
Setiap orang menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang dilakukannya. Untuk mendapatkan  keberhasilan  itu,  tidak  hanya  dibutuhkan  tenaga  dan  ketrampilan dalam mengerjakannya, melainkan juga hikmat. Inilah yang diingatkan pengkhotbah dalam nas bacaan ini. Jika besi menjadi tumpul maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat. Besi yang tumpul dan tidak diasah, tentu  tidak  akan  berguna.  Menggunakan  besi  yang tumpul  dan  tidak  diasah,  akan membuat tenaga menjadi habis terkuras tetapi hasilnya tidak maksimal. Inilah gambaran orang bodoh yang bekerja dengan mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Ia tidak mampu mengatur kekuatannya yang terbatas bahkan menggunakan tenaganya yang terbatas itu untuk   melakukan  hal-hal   yang   tdak   berguna. Berbeda dengan orang yang mengandalkan Tuhan. Ia tidak menggunakan besi yang tumpul sebagai alatnya.   Ia   akan   mengasah   besi  yang   tumpul menjadi mata kapak yang tajam sehingga berguna menumbangkan pohon  yang  besar.  Orang yang  berhikmat,  menjadikan  firman  Tuhan sebagai sumber  kekuatannya. Tenaga dan  kemampuan memang  diperlukan  untuk bekerja, namun yang membuat berhasil adalah hikmat. Karena itu, bekerjalah dalam dasar takut Tuhan. Bekerjalah sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan, maka semuanya akan menjadi berhasil.

Doa: Ya Tuhan, berilah hikmatMu agar kami berhasil dalam bekerja, Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar