Santapan Harian Keluarga, 28 Mei – 3 Juni 2023

Tema Bulanan : Sikap Demokrasi : Tunduklah dalam Tuntunan Hikmat dan Kuasa Roh Kudus

Tema Mingguan : Hiduplah Dalam Roh Kudus dan Bertobatlah

Minggu, 28 Mei 2023

bacaan : Kisah Para Rasul 2 : 14 – 40

Khotbah Petrus
14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. 15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, 16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel: 17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. 18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. 19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. 21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. 22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. 23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. 24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. 25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, 27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. 29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. 30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. 31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. 32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. 33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini. 34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: 35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. 36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." 37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" 38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. 39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." 40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

Jadilah Penyambung Lidah Allah!
Pencurahan Roh Kudus merupakan penggenapan nubuat nabi Yoel, bahwa akan tiba waktunya Allah mencurahkan RohNya ke atas semua manusia. Tandanya ialah dapat bernubuat. Itulah yang terjadi atas diri para murid dan semua orang percaya. Bernubuat berkaitan dengan  tugas menyampaikan  kehendak  Tuhan  kepada  dunia  dan manusia. Demikian halnya dengan Petrus dalam nas bacaan hari ini. Petrus dalam khotbahnya di hadapan orang banyak mengatakan dengan keras kalau dirinya tidak mabuk. Roh Kudus memakai Petrus untuk bersaksi dengan berani dan menyadarkan orang Yahudi bahwa merekalah yang telah menyalibkan  Yesus, Sang Mesias. Reaksi mereka sungguh di luar dugaan.  Mereka  bertobat,  meminta pengampunan  Allah  dan  memberikan  diri  untuk dibaptis. Semua itu terjadi karena kerja kuasa Roh Kudus. Peristiwa pencurahan Roh Kudus ini mewajibkan kita untuk menjadi penyambung lidah Allah untuk memberitakan kebaikan Tuhan dalam hidup. Itu berarti sikap dan perilaku kita harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Bagaimana mungkin kita memberitakan tentang kebaikan Tuhan, sementara tutur kata, sikap dan perbuatan kita selalu menyakiti hati Tuhan dan sesama? Kita dikuasai oleh Roh Tuhan, supaya dibarui dan dimampukan untuk bersaksi dalam kata dan perbuatan yang mendatangkan kebaikan bagi banyak orang.

Doa: RohMu kiranya memampukan kami untuk menjadi penyambung lidah Allah. Amin.

Senin, 29 Mei 2023

bacaan : Roma 8 : 1 – 17

Hidup oleh Roh
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, 4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. 5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. 11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. 12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. 13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Hidup Yang Dipimpin Oleh Roh
Menjadi  perjuangan  bagi  kita  dalam  kehidupan  setiap  hari  mengupayakan hidup dengan benar karena telah dituntun oleh Roh Kudus. Bagaimana pola hidup benar yang harus ditunjukkan itu? Paulus mengingatkan kepada jemaat di Roma dalam nas bacaan ini bahwa keinginan daging adalah maut, keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Itu berarti bahwa memang menjadi keinginan Roh dalam hidup kita sebagai orang percaya agar hidup dalam damai sejahtera. Keinginan daging menghendaki supaya kita bermusuhan atau  berseteru,  tetapi  itu bukan keinginan  Roh.  Mari  kita menjadi  orang-  orang  yang membawa damai. Dimanapun kita ada menjalankan tugas dan tanggungjawab, hendaknya kehadiran kita  selalu  membawa  damai  sejahtera  bukan  perseteruan  dan perselisihan. Semua orang yang dipimpin oleh Roh adalah anak Allah.  Dengan demikian apa   yang    diperbuat   haruslah    sesuai   dengan kehendak   Allah.   Kehidupan   yang  bermutu   dan bermakna   bagi   sesama   itulah   kehendak   Allah. Semuanya  berawal   dari   dalam   keluarga.   Hidup suami berarti bagi isteri dan sebaliknya hidup isteri bermakna bagi suami, hidup orangtua bermakna bagi anak dan sebaliknya anak bagi orangtua. Hidup kita bermakna bagi banyak orang.

Doa: Ya Tuhan, daam  tuntunan RohMu,  kami mau menjadikan  hidup ini lebih bermakna. Amin.

Selasa, 30 Mei 2023

bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 26 – 40

Sida-sida dari tanah Etiopia
26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. 27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. 28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. 29 Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" 30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" 31 Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. 32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. 33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. 34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?" 35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. 36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" 37 (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.") 38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. 39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. 40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Tuntunlah Orang Mengenal Kristus
Suatu waktu saya menerima surat elektronik dari seorang anak muda. Pesan yang saya terima  itu  singkat  tetapi  sangat  mendesak.  “Saya  ingin  diselamatkan,  saya  ingin mengenal Yesus”. Sungguh, suatu permohonan yang luar biasa. Anak muda ini tidak perlu lagi diyakinkan. Saya hanya perlu meredakan keraguan dalam diri tentang cara menjelaskan Injil kepadanya dan langsung menyampaikan konsep-konsep penting ayat kitab suci. Setelah itu saya yakin dengan pertolongan Roh Allah, ia akan dituntun untuk semakin mengenal  Tuhan.  Filipus  dalam  nas  bacaan  ini  menunjukkan  cara  penginjilan yang sederhana  seperti  itu  ketika  ia  bertemu  dengan seorang  sida-sida  Etiopia.  Ia sedang membaca dari kitab Yesaya ketika berjalan di jalan yang sepi. Mengertikah tuan apa yang dibacakan itu? tanya Filipus. Sida-sida itu menjawab, “bagaimanakah aku  dapat  mengerti  kalau  tidak  ada yang membimbing aku”? Mulailah Filipus berbicara dan memberitakan  injil  Yesus kepadanya. Karena kerja kuasa Roh Kudus, sida-sida itu meminta untuk dibaptiskan lalu ia melanjutkan perjalanannya dengan sukacita. Kesempatan untuk memberitakan Injil kepada siapa saja selalu tersedia. Tetapi apakah kita mau melakukannya? Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk terus memberitakan Injil dan menuntun orang lain untuk semakin mengenal Tuhan di dalam kehidupannya.

Doa: Mampukanlah kami untuk memberitakan Injil dan menuntun orang lain kepada Yesus.  Amin.

Rabu, 31 Mei 2023

bacaan : Kisah Para Rasul 10 : 44 – 48

44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. 45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, 46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus: 47 "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?" 48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

Allah Mengasihi Semua Orang

Petrus menyadari kalau semua orang sama di hadapan Allah. Perkataaan Petrus kepada Kornelius dengan tegas menyatakan bahwa Allah berkenan atas setiap orang dari bangsa manapun  yang  datang  kepadaNya  dengan  tulus.  Perkenaan  Allah atas  semua  orang nampak dalam diri Yesus Kristus. Ia datang ke dalam dunia mengerjakan keselamatan agar manusia berkenan kepada Allah. Melalui kematian dan kebangkitanNya. Yesus menyediakan jalan keselamatan untuk semua orang, semua bangsa  yang percaya  dan mempercayakan  diri  kepadaNya.  Itulah  yang  diberitakan  Petrus  kepada  orang  banyak waktu itu. Semua orang menjadi kagum dan percaya karena melihat sendiri karunia Roh dicurahkan. Mereka memuliakan Allah lalu memberi diri dibaptis. Betapa dasyatnya pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan manusia. Roh kuduslah yang terus menyadarkan akan tugas pemberitaan Injil  bahwa  Allah  mengasihi semua  orang, semua  bangsa.  Allah  tidak  memandang darimana dan bagaimana kehidupan kita. Karena itulah hendaknya  kita  membuka  diri  bagi  kerja  kuasa  Roh Kudus dan meresponi kasih Allah yang menyelamatkan dengan cara mengasihi semua orang tanpa membedakan. Semua orang berharga di mata Tuhan. Semua bangsa dikasihiNya. Mengakhiri bulan ini marilah tetap beritakan Injil dengan saling menghargai dan mengasihi satu dengan yang lain dalam kasih Tuhan Yesus.

Doa: Ajari kami untuk mengasihi semua orang tanpa membeda- bedakan. Amin.

Kamis, 01 Juni 2023

bacaan : 1 Korintus 6 : 12 – 20

Nasihat terhadap percabulan
12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. 13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. 14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. 15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! 16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging." 17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. 18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Hiduplah Dalam Roh, Jauhkan Percabulan!

“Segala sesuatu halal (diizinkan atau tidak dilarang) bagiku” merupakan pepatah yang biasa digunakan dalam masyarakat Korintus pada zaman itu, termasuk praktek percabulan. Orang-orang di Korintus menganggap praktek percabulan sebagai hal yang biasa-biasa saja, sehingga perbuatan ini sangat marak terjadi di sana. Paulus kemudian  menasehati  mereka  bahwa  yang  halal  itu  belum  tentu  berguna  dalam membangun iman kita. Karena itu, kita harus berhati-hati jangan memberi diri diperhamba oleh  dosa,  termasuk   dosa percabulan. Paulus dengan tegas mengatakan: ”jauhkanlah dirimu dari percabulan” (ayat 18). Perkataan Paulus ini mau mengingatkan mereka bahwa tubuh adalah tempat Roh Kudus berdiam dan tubuh adalah milik Allah (ayat 19). Allah telah  membayar hidup (tubuh) kita dengan  harga   yang  lunas (ayat 20) melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Karena itu pergunakanlah tubuh yang terikat dengan  Kristus  untuk  melayani  dan memuliakan Allah. Nasehat Paulus ini tentunya juga ditujukan kepada kita saat ini. Ada banyak kasus percabulan yang  terjadi  dan  sangat  miris  sebab  salah  satu penyebabnya  yakni  pengaruh  perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi. Peran media sosial tidak hanya memberi manfaat tapi juga dapat  berdampak     negatif   bagi   kehidupan   manusia.   Misalnya:   orang   melakukan percabulan/pemerkosaan  akibat  menonton  film  porno,  mengikuti  gaya  hidup  (trend) dengan melakukan seks bebas, narkoba dll. Kita diingatkan untuk mempergunakan tubuh sebagai sarana untuk melayani dan memuliakan Tuhan. Jauhkanlah  diri dari Percabulan.

DoaKiranya kami dapat mempergunakan tubuh untuk memuliakan-Mu, ya Tuhan. Amin.

Jumat, 02 Juni 2023

bacaan : Kisah Para Rasul. 19 : 1 – 12

Paulus di Efesus
Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. 2 Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus." 3 Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes." 4 Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus." 5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. 7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. 8 Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. 9 Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus. 10 Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani. 11 Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa, 12 bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.

Roh Kudus Menuntun Pada Pertobatan

Salah seorang Pendeta asal Aceh menceriterakan pengalamannya menjadi seorang penginjil  di  daerah  pedalaman.  Ia  mengaku  Roh  Kudus  telah  menuntun  dia dan isterinya untuk melakukan tugas pemberitaan injil kepada mereka yang miskin, sakit, buta huruf, dll. Mereka telah membawa banyak orang menjadi percaya kepada Kristus dan mengalami pertobatan melalui pertolongan Roh Kudus. Meskipun demikian, mereka juga mengakui seringkali ditolak dengan cara yang keras. Hal yang sama juga dialami oleh Rasul Paulus. Ia kerapkali mengalami penganiayaan tapi ia tetap setia dan taat pada pelayanannya.  Ia  rajin  mengunjungi  jemaat-jemaat  yang  ia  bentuk  dan  senantiasa melakukan tugas pendampingan bagi mereka. Hal ini juga ia lakukan kepada Jemaat di Efesus.  Dalam perkunjungannya, Paulus  berhadapan  dengan  situasi  dimana  jemaat Efesus belum mengalami  pertumbuhan  dengan  baik.  Mereka  percaya  kepada  Tuhan Yesus tetapi karna belum menerima Roh maka perbuatan mereka tidak sesuai dengan teladan Yesus (ay.2).  Paulus  kemudian  menasehati  mereka  agar percaya kepada Tuhan Yesus dan memberi diri untuk dibaptis dalam nama Tuhan Yesus (ayat 5). Melalui penumpangan tangan oleh Paulus, maka mereka dipenuhi Roh Kudus, sehingga yang belum percaya menjadi percaya. Roh Kudus juga menuntun kita saat ini untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik bagi sesama dan menuntun kita kepada pertobatan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah setiap orang dalam pertobatan, Amin.

Sabtu, 03 Juni 2023

bacaan : Kisah Para Rasul. 19 : 13 – 20

Anak-anak Skewa
13 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus." 14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. 15 Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" 16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. 17 Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus. 18 Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuata seperti itu. 19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. 20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

Beritakan Injil Dengan Motivasi Yang Murni
Motivasi yang murni dalam penginjilan terlihat jelas dalam kehidupan dan pelayanan Rasul Paulus, terlebih dalam tugas pemberitaan Injil. Paulus dengan menggunakan nama   Yesus   telah   melakukan   mujizat-mujizat   yang   luar   biasa;  antara   lain: menyembuhkan orang yang kerasukan setan, sehingga banyak orang mulai meniru cara- cara pelayanan yang dilakukan oleh Paulus (ayat 13), termasuk anak-anak Skewa, Imam Kepala   Yahudi   (ayat   14).   Mereka   mencoba-coba  menyebut nama   Yesus   untuk menyembuhkan  roh  jahat,  padahal  mereka adalah  tukang  jampi  (dukun).  Mereka menggunakan mantera dengan menyebut nama Yesus padahal mereka tidak percaya kepada Yesus. Dengan  kata  lain,  motivasi  mereka  menggunakan  nama  Yesus  untuk memperoleh popularitas. Akibatnya anak-anak skewa dikalahkan; dipukuli dan ditelanjangi oleh roh jahat (ayat 16). Peristiwa yang alami oleh ketujuh anak skewa ini terdengar oleh banyak orang sehingga orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus menjadi percaya dan  mengalami pertobatan  (ayat  18,19).  Dengan  demikian,  nama  Yesus  semakin dimasyhurkan dan Pemberitaan Firman Tuhan semakin disebarluaskan sampai ke ujung-ujung bumi. Melalui perikop tadi, Paulus mengingatkan orang percaya agar memiliki  motivasi yang benar dalam  melayani pekerjaan Tuhan. Menjadi Pelayan bukan supaya kita menjadi terkenal, dipuji orang, memperoleh imbalan, memperkaya diri, dll. Semua itu akan membawa kehancuran bagi hidup kita. Sebaliknya, menjadi pelayan berarti kita melakukan kehendak Tuhan yakni memuliakan Tuhan dan melayani  sesama.   Ingat: “Dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”  (1 Korintus 15:58).

Doa: Kiranya kami memiliki motivasi yang benar untuk memberitakan injil, Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI DAN JUNI 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar