Santapan Harian Keluarga, 4 – 10 Juni 2023

Tema Bulanan : Tindakan Demokrasi: Persembahkan Hidup Yang Benar, Adil dan Menjadi Berkat

Tema Mingguan : Hidup yang Menghidupkan

Minggu, 04 Juni 2023

bacaan : Roma 15 : 1 – 13

Orang yang lemah dan orang yang kuat
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. 8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita, 9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: "Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu." 10 Dan selanjutnya: "Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya." 11 Dan lagi: "Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia." 12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan." 13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Ale Rasa, Beta Rasa
Ale rasa, beta rasa (kamu rasa, saya juga rasa) merupakan salah satu nilai hidup (filosofi)   orang   Maluku   yang   menggambarkan  hubungan  persaudaraan   yang dibangun berdasarkan kesadaran bahwa kesusahan satu orang merupakan kesusahan semua orang. Kehidupan saling peduli (empati) ini juga dijelaskan oleh Rasul Paulus dalam perikop bacaan tadi. Paulus menasehati jemaat di Roma agar mereka membangun persekutuan  hidup  sebagai  tubuh  Kristus dengan  cara  “yang  kuat,  wajib  menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan mencari kesenangan diri sendiri (ayat 1). Paulus  dengan  tegas  mengatakan  bahwa  orang Kristen  memiliki  kewajiban  untuk menolong mereka yang lemah baik secara material (harta) maupun mereka yang lemah secara  rohani  (iman).  Rupanya, dikalangan  kehidupan orang Kristen di Roma ada kecenderungan hidup  untuk diri sendiri (individualistis), maupun kecenderungan hidup memperkaya diri sendiri (materialistis) daripada melayani sesama yang hidup dalam kesusahan. Paulus menyampaikan nasehatnya dengan mencontohkan Yesus Kristus yang telah mengorbankan dirinya di kayu salib untuk menyelamatkan manusia. Orang percaya saat ini harus membangun hidup saling peduli kepada sesama ditengah-tengah situasi hidup yang sulit.

Doa: Tolonglah kami Tuhan untuk hidup peduli pada sesama. Amin.

Senin, 05 Juni 2023

bacaan : Galatia 6 : 1 – 10

Saling membantulah kamu
Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. 4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. 6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu. 7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Lakukanlah Kebaikan!

Masih ingatkah kita gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitudo yang memporak- porandakan Negara Turky dan Siria pada tanggal 6 Pebruari 2023. Akibatnya, puluhan ribu  orang meninggal  dunia,  puluhan ribu  orang mengalami luka-luka baik ringan maupun berat, ratusan ribu keluarga kehilangan tempat tinggal. Peristiwa yang dahsyat ini telah membawa duka yang mendalam bagi seluruh umat manusia di dunia. Semua Negara mengulurkan tangan dengan memberikan bantuan berupa; makanan, pakaian, obat- obatan, tenaga medis maupun pelayanan penyembuhan trauma (trauma healing). Hidup saling membantu merupakan hal prinsip bagi rasul Paulus. Ia menasihati orang Kristen di Galatia untuk membantu  setiap orang yang  menanggung beban  hidup  karena  dengan demikian  mereka  telah  melaksanakan  hukum  Kristus  (ayat  2).  Selanjutnya,  mereka diingatkan untuk jangan jemu-jemu berbuat baik (ayat 9) sebab apa yang ditabur itu pula yang dituai. Sebaliknya, barang siapa menabur kejahatan ia akan menuai kebinasaan (ayat 8). Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk hidup supaya kita berbuat baik kepada sesama (ayat 10). Makna bagi kita, Tuhan telah berbuat baik bagi kita karena itu kita pun harus berbuat baik bagi  sesama,  terutama  mereka  yang  berada  dalam  keadaan-keadaan  yang  sulit  dan menderita; mereka yang lapar, mereka yang miskin, mereka yang mengalami praktek ketidakadilan, mereka yang sakit, korban bencana alam, dll. Ingatlah lagu Hidup Ini adalah Kesempatan!

Doa:   Tuhan tuntun  kami untuk terus berbuat baik, Amin.

Selasa, 06 Juni 2023

bacaan : Kisah Para Rasul. 16 : 4 – 12

Paulus menyeberang ke Makedonia
4 Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya. 5 Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. 6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. 7 Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. 8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. 9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" 10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. 11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; 12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

Siapa Yang Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengar!
Misi utama Rasul Paulus adalah melakukan pemberitaan Injil Yesus Kristus kepada semua orang, baik di kota, di desa maupun di daerah pedalaman. Nas bacaan kita menceritakan  tentang  Paulus  dan  Silas  dalam  tuntunan  Roh  Kudus  mengelilingi wilayah-wilayah di Asia untuk memberitakan injil dengan sangat rajin dan setia (ayat 6). Paulus dan rekan-rekannya berusaha untuk tetap memelihara iman jemaat dengan cara mengunjungi  mereka  pada  setiap  kesempatan  (ayat  5). Pada  saat  mereka  berada di Troas, Paulus menerima penglihatan (mimpi):  Ia melihat seorang Makedonia berdiri dan berseru “menyeberanglah kemari dan tolonglah kami” (ayat 9). Maka segeralah mereka mencari jalan menuju ke Makedonia. Sebab bagi mereka, penglihatan adalah cara (tanda) dimana Allah memanggil mereka untuk memberitakan  Injil  kepada  orang-orang  di Makedonia (ayat 10). Rupanya ada persoalan serius yang dihadapi orang-orang Kristen di Makedonia yakni mereka  lebih  mengandalkan  ilmu  pengetahuan daripada Iman, sehingga meskipun mereka telah menerima Yesus Kristus namun iman mereka masih kosong/lemah. Paulus dan silas memberikan teladan bagi kita untuk taat melakukan kehendak Tuhan dan memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus supaya kita dapat peka dan empati mendengar teriakan mereka yang minta tolong.

Doa: Roh Kudus  tuntunlah kami melakukan  panggilan  Tuhan, Amin.

Rabu, 07 Juni 2023

bacaan : Ulangan 15 : 1 – 11

Tahun penghapusan hutang
"Pada akhir tujuh tahun engkau harus mengadakan penghapusan hutang. 2 Inilah cara penghapusan itu: setiap orang yang berpiutang harus menghapuskan apa yang dipinjamkannya kepada sesamanya; janganlah ia menagih dari sesamanya atau saudaranya, karena telah dimaklumkan penghapusan hutang demi TUHAN. 3 Dari seorang asing boleh kautagih, tetapi piutangmu kepada saudaramu haruslah kauhapuskan. 4 Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh TUHAN akan memberkati engkau di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka, 5 asal saja engkau mendengarkan baik-baik suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini. 6 Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau. 7 Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu, 8 tetapi engkau harus membuka tangan lebar-lebar baginya dan memberi pinjaman kepadanya dengan limpahnya, cukup untuk keperluannya, seberapa ia perlukan. 9 Hati-hatilah, supaya jangan timbul di dalam hatimu pikiran dursila, demikian: Sudah dekat tahun ketujuh, tahun penghapusan hutang, dan engkau menjadi kesal terhadap saudaramu yang miskin itu dan engkau tidak memberikan apa-apa kepadanya, maka ia berseru kepada TUHAN tentang engkau, dan hal itu menjadi dosa bagimu. 10 Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu. 11 Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu."

Melayani Sesama, Melakukan Perintah Tuhan

Mengapa manusia perlu aturan? Karena fungsi aturan mencegah manusia untuk bertindak tidak wajar dan tidak adil bagi sesama. Selain itu, manusia dapat menjamin hidup sesamanya dengan baik. Bangsa Israel juga memiliki aturan yang berfungsi untuk membangun hidup bersama, antara lain: “Tahun Penghapusan Hutang”. Pada akhir tujuh tahun (tahun ketujuh) Bangsa Israel bertanggung jawab menghapus hutang yang dipinjamkan kepada sesama (ayat 1-3), karena Tuhan menjamin hak-hak hidup manusia. Peraturan ini harus ditaati oleh seluruh bangsa Israel dengan setia, maka Tuhan Allah, sumber berkat akan memberi berkat yang berlimpah kepada mereka yang menghidupkan orang  lain  (ayat  4-6).  Selanjutnya, Israel  diingatkan  untuk memberi  pinjaman  kepada mereka yang membutuhkan dengan sukacita bukan dengan dukacita karena Tuhan Allah akan memberkatinya dalam segala pekerjaan dan usahanya (ayat 10). Sebaliknya mereka yang   tidak  mau memberi bantuan dan pinjaman kepada orang miskin, maka hal itu akan mendatangkan dosa baginya (ayat 9). Pesan firman Tuhan ini bagi kita yakni kita  bertanggung  jawab  untuk  menolong saudara-saudara  kita  yang  miskin  dan  tertindas.  Di tengah-tengah situasi resesi (krisis) pangan, kenaikan harga-harga barang, kenaikan BBM membuat hidup semakin sulit, Dalam situasi tersebut, kita ditantang untuk membangun sikap solidaritas dan peduli kepada sesama. Semoga!

Doa: Tuhan, semoga kehidupan kami menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

Kamis, 08 Juni 2023

bacaan : Yakobus 1 : 19 – 21

Pendengar atau pelaku firman
19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; 20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. 21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Berbuat Baik adalah Wujud Iman Yang Sejati

Tema utama kitab Yakobus adalah Iman tanpa perbuatan yang baik bukanlah iman yang sejati (band.Yak.psl 2). Yakobus mengingatkan kita bahwa memiliki iman saja tidaklah cukup, kita harus memiliki iman yang terlihat nyata dalam perbuatan baik. Hal ini ia jelaskan dalam perikop bacaan kita tadi, Yakobus sangat prihatin terhadap penggunaan dan penyalahgunaan kata-kata.   Dia menyatakan bahwa orang Kristen ”Hendaklah cepat untuk  mendengar,  tetapi  lambat  untuk  berkata-kata,   dan juga lambat untuk marah” (ay.1:19).  Mereka  harus  menguasai   lidah  mereka,  jika  tidak  “sia-sialah   ibadahnya” (ay.1:26). Dalam pandangannya lidah sama merusaknya seperti api. Lidah itu beracun, cenderung dipakai untuk mengucapkan kata-kata   “berkat dan kutuk” (ay.3:5-12).   Menjadi orang Kristen tidak hanya pandai bicara, tetapi juga harus mewujudkannya melalui perbuatan mereka (ay.1:22). Melalui bacaan ini, Yakobus hendak menasihati kita juga agar kita  berhati- hati  dalam  menggunakan  lidah (mulut) sesuai dengan Firman Tuhan. Kita diingatkan untuk jangan cepat-cepat mengatakan  sesuatu,  tanpa dipikiran lebih dahulu. Sebab perkataan yang terlanjur kita keluarkan  dapat  saja  melukai  hati  orang  lain  dan  menyusahkan  diri  kita sendiri, misalnya: fitnah, gosip,dll. Kita juga diperingatkan untuk menjauhkan kebiasaan atau sifat pemarah dalam kehidupan  sehari-hari karena  amarah  tidak mengerjakan  kebenaran  di hadapan Allah (ayat 20). Artinya jika kita marah kita tidak dapat melakukan kehendak Allah (perbuatan baik).

Doa:    Kiranya kami menjadi pelaku Firman-Mu. Amin.

Jumat, 09 Juni 2023

bacaan : Yakobus 1 : 22 – 27

22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. 23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. 24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. 25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. 26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. 27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Menjadi Pelaku Firman yang Menghidupkan

SMTPI dan Katekisasi adalah Pendidikan Formal Gereja yang didalamnya berlangsung pembinaan,  pemberdayaan  dan  pengembangan  karakter  serta  nilai-nilai  kristiani  bagi anak, remaja dan katekisan. Pengajaran yang dilakukan sejak dini bertujuan untuk membentuk anak-anak menjadi pelaku Firman sehingga saat mereka menjadi pemuda dan dewasa, anak tersebut akan menjadi pribadi yang setia, jujur, penuh belas kasih serta hidupnya mencintai Firman Tuhan. Bacaan hari ini mengisahkan tentang nasihat Yakobus kepada 12 suku di perantauan agar hidup mereka jauh dari kecemaran dan perbuatan yang tidak memuliakan Tuhan Allah. Oleh sebab itu, Yakobus menekankan agar umat Tuhan harus menjadi pelaku Firman bukan hanya pendengar saja. Sebab baginya, hanya dengan demikian   hidup   mereka  akan  terarah   dan  berfokus   pada   kehendak  Tuhan yang menyelamatkan   mereka  dari   tindakan-tindakan   yang   tidak  terpuji. Yakobus  juga mengingatkan umat dalam kaitan menjadi pelaku Firman untuk hidup beribadah kepada Allah dengan melakukan  perbuatan  baik.  Dalam ayat  27 disampaikan Ibadah yang  murni  itu  ialah mengunjungi yatim piatu, janda-janda dan menjaga diri agar tidak tercemar. Dengan demikian, sebagai orang percaya baiknya kita memaknai Firman Allah melalui   kata   dan   tindakan   kita   yang   dapat menunjukkan diri kita sebagai pelaku firman yang menghidupkan.

Doa:Jadikan kami sebagai Pelaku Firman  Ya  Allah,  Baharui  kami dengan RohMu yang kudus. Amin.


Sabtu, 10 Juni 2023

bacaan : Kejadian 48 : 1 – 22

Yakub memberkati Manasye dan Efraim
Sesudah itu ada orang mengatakan kepada Yusuf: "Ayahmu sakit!" Lalu dibawanyalah kedua anaknya, Manasye dan Efraim. 2 Ketika diberitahukan kepada Yakub: "Telah datang anakmu Yusuf kepadamu," maka Israel mengumpulkan segenap kekuatannya dan duduklah ia di tempat tidurnya. 3 Berkatalah Yakub kepada Yusuf: "Allah, Yang Mahakuasa telah menampakkan diri kepadaku di Lus di tanah Kanaan dan memberkati aku 4 serta berfirman kepadaku: Akulah yang membuat engkau beranak cucu, dan Aku akan membuat engkau bertambah banyak dan menjadi sekumpulan bangsa-bangsa; Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu untuk menjadi miliknya sampai selama-lamanya. 5 Maka sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di tanah Mesir, sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, akulah yang empunya mereka; akulah yang akan empunya Efraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon. 6 Dan keturunanmu yang kauperoleh sesudah mereka, engkaulah yang empunya, tetapi dalam pembagian warisan nama mereka akan disebutkan berdasarkan nama kedua saudaranya itu. 7 Kalau aku, pada waktu perjalananku dari Padan, aku kematian Rahel di tanah Kanaan di jalan, ketika kami tidak berapa jauh lagi dari Efrata, dan aku menguburkannya di sana, di sisi jalan ke Efrata" --yaitu Betlehem. 8 Ketika Israel melihat anak-anak Yusuf itu, bertanyalah ia: "Siapakah ini?" 9 Jawab Yusuf kepada ayahnya: "Inilah anak-anakku yang telah diberikan Allah kepadaku di sini." Maka kata Yakub: "Dekatkanlah mereka kepadaku, supaya kuberkati mereka." 10 Adapun mata Israel telah kabur karena tuanya, jadi ia tidak dapat lagi melihat. Kemudian Yusuf mendekatkan mereka kepada ayahnya: dan mereka dicium serta didekap oleh ayahnya. 11 Lalu berkatalah Israel kepada Yusuf: "Tidak kusangka-sangka, bahwa aku akan melihat mukamu lagi, tetapi sekarang Allah bahkan memberi aku melihat keturunanmu." 12 Lalu Yusuf menarik mereka dari antara lutut ayahnya, dan ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah. 13 Setelah itu Yusuf memegang mereka keduanya, dengan tangan kanan dipegangnya Efraim, yaitu di sebelah kiri Israel, dan dengan tangan kiri Manasye, yaitu di sebelah kanan Israel, lalu didekatkannyalah mereka kepadanya. 14 Tetapi Israel mengulurkan tangan kanannya dan meletakkannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bungsu, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye--jadi tangannya bersilang, walaupun Manasye yang sulung. 15 Sesudah itu diberkatinyalah Yusuf, katanya: "Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak, telah hidup di hadapan Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang, 16 dan sebagai Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya, Dialah kiranya yang memberkati orang-orang muda ini, sehingga namaku serta nama nenek dan bapaku, Abraham dan Ishak, termasyhur oleh karena mereka dan sehingga mereka bertambah-tambah menjadi jumlah yang besar di bumi." 17 Ketika Yusuf melihat bahwa ayahnya meletakkan tangan kanannya di atas kepala Efraim, hal itu dipandangnya tidak baik; lalu dipegangnya tangan ayahnya untuk memindahkannya dari atas kepala Efraim ke atas kepala Manasye. 18 Katanya kepada ayahnya: "Janganlah demikian, ayahku, sebab inilah yang sulung, letakkanlah tangan kananmu ke atas kepalanya." 19 Tetapi ayahnya menolak, katanya: "Aku tahu, anakku, aku tahu; ia juga akan menjadi suatu bangsa dan ia juga akan menjadi besar kuasanya; walaupun begitu, adiknya akan lebih besar kuasanya dari padanya, dan keturunan adiknya itu akan menjadi sejumlah besar bangsa-bangsa." 20 Lalu diberkatinyalah mereka pada waktu itu, katanya: "Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan memberkati, demikian: Allah kiranya membuat engkau seperti Efraim dan seperti Manasye." Demikianlah didahulukannya Efraim dari pada Manasye. 21 Kemudian berkatalah Israel kepada Yusuf: "Tidak lama lagi aku akan mati, tetapi Allah akan menyertai kamu dan membawa kamu kembali ke negeri nenek moyangmu. 22 Dan sekarang aku memberikan kepadamu sebagai kelebihanmu dari pada saudara-saudaramu, suatu punggung gunung yang kurebut dengan pedang dan panahku dari tangan orang Amori."

Berkat Tuhan Tidak Pernah Tertukar

Yakub dalam kedaan sakit meminta untuk berjumpa dengan Yusuf; anaknya serta cucu- cucunya Manasye & Efraim. Dalam perjumpaan itu, Yakub memberkati Manasye dan Efraim. Ia mendoakan mereka agar dilindungi dan diberkati oleh Allah. Yusuf melihat ada yang tidak sesuai ketika Yakub memberkati Efraim dengan tangan kanan dan Manasye dengan tangan kiri. Bagi Yusuf, hal ini tidak baik karena Manasye adalah anak sulung dan Efraim bungsu. Dalam kepercayaan Israel, tangan kanan dilambangkan sebagai otoritas, kuasa dan Berkat. Oleh sebab itu, Yusuf menghendaki Manasye anak sulungnya itu yang diberkati   dengan tangan  kanan.  Tetapi  Yakub menolak, Yakub tahu bahwa kedua cucunya itu pasti akan menjadi pemimpin besar bagi bangsa- bangsa, walaupun Efraim dinilai Yakub yang akan melebihi kakaknya Manasye, tetapi bagi Yakub Berkat yang diminta dari Tuhan bagi kedua cucunya itu sama yakni Tuhan Memberkati kehidupan mereka. Rasa cemburu dan iri hati sering juga kita alami ketika kita disepelekan atau tidak dianggap. Kita ingin berada di tempat yang  nyaman,  posisi  yang  strategis  dan  ruang  yang  tersedia.  Kita  lupa  bahwa dalam segala kondisi, ketika kita sudah dipercayakan dan diberkati melakukan sesuatu. Tuhan pasti menjaga dan melindungi kita.

Doa: Ya Tuhan, Ajari kami untuk tetap Bersyukur atas setiap Berkat yang Tuhan sediakan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2023, TERBITAN LPJ-GPM

Tinggalkan komentar