Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Juni 2023

Tema Bulanan : Tindakan Demokrasi: Persembahkan Hidup Yang Benar, Adil Dan Menjadi Berkat

Tema Mingguan : Jadilah Pemimpin Yang Berkenan Kepada Allah

Minggu, 18 Juni 2023

bacaan : Mazmur 21 : 1 – 14

Nyanyian syukur karena kemenangan raja
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (21-2) TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu! 2 (21-3) Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak. Sela 3 (21-4) Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya. 4 (21-5) Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya. 5 (21-6) Besar kemuliaannya karena kemenangan yang dari pada-Mu; keagungan dan semarak telah Kaukaruniakan kepadanya. 6 (21-7) Ya, Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu. 7 (21-8) Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang. 8 (21-9) Tangan-Mu akan menjangkau semua musuh-Mu; tangan kanan-Mu akan menjangkau orang-orang yang membenci Engkau. 9 (21-10) Engkau akan membuat mereka seperti perapian yang menyala-nyala, pada waktu Engkau menampakkan Diri, ya TUHAN. Murka TUHAN akan menelan mereka, dan api akan memakan mereka. 10 (21-11) Keturunan mereka akan Kaubinasakan dari muka bumi, dan anak cucu mereka dari antara anak-anak manusia. 11 (21-12) Apabila mereka hendak mendatangkan malapetaka atasmu, merancangkan tipu muslihat, mereka tidak berdaya. 12 (21-13) Ya, Engkau akan membuat mereka melarikan diri, dengan tali busur-Mu Engkau membidik muka mereka. 13 (21-14) Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu.

Pemimpin yang Berkenan
Raja bersukacita karena kemenangan yang Tuhan anugerahkan. Ia meyakini bahwa Tuhan telah mendengar dan menjawab doanya. Umur panjang dan berkat yang berlimpah   memenuhi   kehidupan   sang   raja.   Bahkan   berkat   itu   berlangsung seterusnya dan selama-lamanya. Raja memiliki kesempatan menikmati kemurahan Tuhan dikarenakan ia juga telah menyatakan dirinya sebagai pemimpin yang berkenan kepada Allah.  Ayat  8  mengatakan  bahwa  sebab  raja  percaya  kepada  Tuhan.  Pada  pasal sebelumnya telah ditunjukkan pula alasan Allah mengindahkan dan memberkati sang raja karena ia taat dan setia membangun persekutuan dengan Allah (lih. 20 : 4). Hal ini berarti bahwa  raja  sangat  mengandalkan  Tuhan  dalam  menjalankan  kepemimpinannya.  Ia menaruh seluruh pengharapannya hanya kepada Tuhan. Karena itu, Tuhan membuatnya juga menjadi berkat bagi bangsanya. Sikap raja ini seharusnya menyadarkan kita untuk menjadi  seorang  pemimpin yang  berkenan  kepadaNya.  Pemimpin  yang  percaya  dan mengandalkan Tuhan. Faktanya, masih ada orang Kristen yang menjadi pemimpin dengan mengandalkan kekuatan diri, materi dan kekuatan- kekuatan lainnya. Akibatnya, tak sedikit dari antara mereka yang melakukan kesalahan dan hal tidak benar lainnya. Firman Tuhan hari ini tentunya mengingatkan kita untuk membaharui hidup dan berlaku sama seperti sang raja supaya hidup kita diberkati. Kepemimpinan yang berkenan kepada Tuhan dapat kita mulai dari ruang lingkup yang paling kecil yakni keluarga. Kita harus menjadi orang tua yang bisa memimpin keluarga kita menjadi keluarga yang selalu percaya dan hidup berkenan kepada Tuhan.

Doa:     Ya  Tuhan,  tolonglah     agar kami  selalu  menjadi pemimpin  yang berkenan. Amin.

Senin, 19 Juni 2023

bacaan : Mazmur 20 : 7 – 8

6 (20-7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. 7 (20-8) Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

Doa Adalah Kunci Orang Beriman

Mazmur 20 adalah sebuah doa yang memohonkan kemenangan bagi raja. Doa ini dilantunkan  bersahutan  antara  umat  dengan  imam.  Dalam  doa  tersebut  umat memohon kepada Tuhan agar raja memperoleh kemenangan menghadapi musuh- musuh  Israel,  sebab  rajalah  yang  bertanggung  jawab  untuk  mempertahankan dan menyelamatkan negerinya. Doa ini diserukan dengan keyakinan yang sungguh bahwa janji Tuhan untuk memberkati dan menyertai bangsa itu pasti akan dinyatakan. Jika musuh- musuh membanggakan dan mengandalkan persenjataan perang dan kereta kuda yang gagah, sebaliknya Bangsa Israel hanya mengandalkan Tuhan  Allah  sebagai  sumber kekuatan  yang  bisa  memberikan kemenangan  bagi raja.  Doa  menjadi  kekuatan  bagi Bangsa Israel menghadapi musuh-musuh mereka. Di dalam doa itu  terpancar keyakinan iman yang besar dari bangsa Israel terhadap Allah. Sama seperti Bangsa Israel, spirit doa harus juga menjadi spirit kita menjalani kehidupan yang penuh tantangan bahkan ancaman ini. Kita tidak bisa mengandalkan kekuatan atau kemampuan kita, karena semuanya sia-sia  (bnd  Yer  17:5-8). Doa  adalah  kunci bagi orang beriman untuk menyatakan bahwa kita membutuhkan dan bergantung hanya pada kekuatan dan kuasa Tuhan Allah.

Doa: Kiranya kami terus mengandalkan-Mu dalam hidup kami. Amin.

Selasa, 20 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 1 : 1 – 13

Doa Salomo memohon hikmat
Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya. 2 Salomo memberi perintah kepada seluruh Israel, kepada kepala-kepala pasukan seribu dan pasukan seratus, kepada para hakim dan kepada semua pemimpin di seluruh Israel, yakni para kepala puak. 3 Lalu pergilah Salomo bersama-sama dengan segenap jemaah itu ke bukit pengorbanan yang di Gibeon, sebab di situlah Kemah Pertemuan Allah yang dibuat Musa, hamba TUHAN itu, di padang gurun. 4 --Tetapi Daud telah mengangkut tabut Allah dari Kiryat-Yearim ke tempat yang disiapkannya bagi tabut itu, --sebab ia telah memasang kemah untuk tabut itu di Yerusalem. 5 Namun mezbah tembaga yang dibuat Bezaleel bin Uri bin Hur masih ada di sana di depan Kemah Suci TUHAN. Maka ke sanalah Salomo dan jemaah itu meminta petunjuk TUHAN. 6 Salomo mempersembahkan korban di sana di hadapan TUHAN di atas mezbah tembaga yang di depan Kemah Pertemuan itu; ia mempersembahkan seribu korban bakaran di atasnya. 7 Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." 8 Berkatalah Salomo kepada Allah: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia. 9 Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah. 10 Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?" 11 Berfirmanlah Allah kepada Salomo: "Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, 12 maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau." 13 Lalu pulanglah Salomo dari bukit pengorbanan yang di Gibeon itu, dari depan Kemah Pertemuan, ke Yerusalem dan ia memerintah atas Israel.

Berdoa Meminta Hikmat
Raja, berasal dari bahasa Sansekerta rajan, merujuk pada seseorang yang memimpin sebuah  kerajaan;  orang  yang  memegang  jabatan  paling  tinggi  dalam  sebuah kelompok. Berbicara tentang raja, maka yang terlintas adalah istana megah dengan puluhan bahkan ratusan pengawal yang siap melayani kapan saja, di samping kekuasaan yang tak terbatas. Pendek kata “raja” adalah simbol kemegahan dan kehormatan. Salomo sebagai raja pengganti Daud memimpin kerajaan Israel juga berada pada posisi yang sama.  Kekuasaan  yang  tidak  berbatas,  memiliki  jumlah pengikut  yang  besar,  dengan daerah kekuasaan yang luas serta dikasihi Allah secara special. Hal ini bisa saja membuat Salomo mabuk kepayang dan “memanfaatkan” kebaikan Allah. Bukan hanya berbagai fasilitas berlimpah dalam fungsi dan perannya sebagai raja. Salomo bahkan diberikan keistimewaan untuk mengajukan permintaan khusus pada Allah. Namun, Salomo tidak meminta yang umumnya diharapkan penguasa yakni harta, kekayaan, kemuliaan, nama besar, umur panjang atau balasan Allah terhadap musuh-musuh Salomo, melainkan ia meminta hikmat dan pengertian. Salomo menyadari hikmat merupakan kebutuhan penting bagi  dirinya  sebagai  raja  yang  bertanggung  jawab untuk memutuskan hal-hal terkait dengan kehidupan rakyatnya. Seperti Salomo, hendaknya kita juga belajar meminta yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. Pakailah doa dengan benar, bukan untuk memenuhi apa yang kita anggap baik, namun apa yang Tuhan anggap baik dan baik juga bagi orang lain.

Doa:  Ya Tuhan tolonglah agar kami berhikmat dalam setiap langkah, Amin.

Rabu, 21 Juni 2023

bacaan : Keluaran 15 : 19 – 21

19 Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut. 20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari. 21 Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: "Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut."

Perempuan Pemimpin Yang Pro-aktif

Bangsa  Israel  menaikkan  pujian  kepada Tuhan  atas  berkat dan  keselamatan  yang Tuhan berikan bagi mereka. Ketika kereta-kereta Mesir dan kuda serta penunggangnya tenggelam, bernyanyilah mereka bagi Tuhan. Mereka memuji Tuhan karena kelepasan dari perbudakan di Mesir. Kelepasan yang membawa mereka pada kehidupan sebagai suatu Bangsa yang merdeka dan tidak lagi mengalami tekanan atau penindasan   dari   bangsa   lain.   Mereka   menyanyi   sebagai tanda bahwa mereka menghormati dan memuliakan Tuhan yang memiliki kuasa yang besar dan tidak ada yang bisa menandingiNya. Seorang nabiah, saudara perempuan Harun yang bernama Miryam, memimpin bangsa  Israel  untuk menyatakan  syukur dan  pujian  mereka  kepada  Allah. Dengan proaktif penuh semangat, Miryam tampil di depan umum memandu puji-pujian dan diikuti oleh semua perempuan Bangsa Israel. Kepemimpinan yang diperankannya saat itu menunjukkan bahwa Miryam berani melawan budaya patriakhi yang kuat saat itu, dimana hanya laki-laki yang bisa berperan seperti demikian. Miryam pun menjadi patron bagi perempuan   yang   lain   dan   menjadi   simbol perubahan di tengah dominasi kekuatan laki-laki. Sebagai  perempuan   gereja,   kita   juga   harus mampu dan berani tampil seperti Miryam untuk membawa perubahan yang baik bagi hidup bersama. Kita harus bisa bergerak dan secara aktif berinisiatif untuk mengambil langkah-langkah yang baik untuk kehidupan.

Doa: Kiranya dapat menjadi pemimpin yang  pro  aktif  untuk  kebaikan  hidup. Amin.

Kamis, 22 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 14 : 2 – 8

Raja Asa -- Kemenangan atas Zerah
2 Asa melakukan apa yang baik dan yang benar di mata TUHAN, Allahnya. 3 Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala. 4 Ia memerintahkan orang Yehuda supaya mereka mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dan mematuhi hukum dan perintah. 5 Ia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan pedupaan-pedupaan dari segala kota di Yehuda. Dan kerajaanpun aman di bawah pemerintahannya. 6 Karena negeri itu aman dan tidak ada yang memeranginya di tahun-tahun itu, ia dapat membangun kota-kota benteng di Yehuda; TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya. 7 Katanya kepada orang Yehuda: "Marilah kita memperkuat kota-kota ini dan mengelilinginya dengan tembok beserta menara-menaranya, pintu-pintunya dan palang-palangnya. Negeri ini masih dalam tangan kita, karena kita mencari TUHAN Allah kita dan Ia mencari kita serta mengaruniakan keamanan kepada kita di segala penjuru." Maka mereka melaksanakan pembangunan itu dengan berhasil. 8 Pasukan-pasukan Asa yang dari Yehuda jumlahnya tiga ratus ribu orang yang membawa perisai besar dan tombak, dan yang dari Benyamin jumlahnya dua ratus delapan puluh ribu orang yang membawa perisai kecil, sebagai pemanah. Mereka semua pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa.

Pemimpin Yang Takut Tuhan
Pada saat Asa menjadi raja, ia mulai membersihkan Yehuda dari penyembahan berhala dan mendorong umat mencari Tuhan  dan menaati perintah-perintah-Nya. Ayat 2 dan 3 mengatakan bahwa  Raja Asa  melakukan apa  yang  baik dan  yang  benar  di  mata TUHAN, Allahnya. Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala.   Sebagai raja, sesungguhnya Asa punya otoritas dan kuasa untuk menentukan apa yang baik menurut pandangannya. Namun  ia  tidak berlaku  demikian, sebaliknya  ia  melakukan  apa  yang Tuhan  kehendaki.  Kesungguhan Raja  Asa  mencari  Tuhan  kemudian  membuatnya memperoleh  keberhasilan dalam  kepemimpinannya.  Zerah  beserta  tentaranya  yang berjumlah sejuta orang dan tiga ratus keretanya dapat dikalahkan oleh Raja Asa. Kita belajar dari kehidupan beriman  Raja  Asa  bahwa  mencari  Tuhan  lebih  dulu dan melakukan apa yang dikehendakiNya menjadi jaminan untuk memperoleh apa yang baik bagi kita. Sekalipun situasi hidup yang kita alami pun tak mudah karena ada saja ujian, tantangan bahkan ancaman. Namun, ketika kita percaya dan memiliki komitmen untuk melakukan perbuatan yang baik dan benar berdasarkan standar Tuhan, maka Ia akan memberkati, menjaga, dan memelihara kita.

Doa:    Ya  Tuhan,  tolonglah  agar kami selalu berkomitmen dalam hidup. Amin.

Jumat, 23 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 26 : 1 – 5

Raja Uzia
Segenap bangsa Yehuda mengambil Uzia, yang masih berumur enam belas tahun dan menobatkan dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia. 2 Ia memperkuat Elot dan mengembalikannya kepada Yehuda, sesudah raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya. 3 Uzia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem. 4 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. 5 Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.

Pemimpin Yang Besar
Uzia diangkat menjadi raja Yehuda pada saat berumur enam belas tahun. Dan ia memerintah selama lima puluh dua tahun lamanya di Yerusalem. Tuhan menyertai dia dan membuatnya menjadi pemimpin yang besar. Lima puluh dua tahun bukan merupakan waktu yang sebentar. Pada waktu itu, tidak banyak orang yang bisa menjadi raja dan memerintah cukup lama. Tetapi Uzia melakukannya sejak ia masih muda. Uzia dapat menjadi Raja di usia muda dan berhasil karena ia mengandalkan Tuhan dan melakukan apa yang benar menurut Tuhan. Saat ini, masih ada orang-orang yang merasa bahwa mereka tidak cukup pengalaman dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan. Mereka  merasa  tidak  mempunyai  cukup  keahlian, pengetahuan,  ketrampilan, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan masih banyak lagi alasan. Tidak sedikit juga yang  menolak  tugas-tugas  baru  yang  diberikan  kepada  mereka,  karena  merasa  tidak percaya diri dalam menjalankan tanggung jawab yang lebih besar. Kita harus belajar dari Raja Uzia. Kita harus menjadi orang Kristen yang mau memberi diri untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan.  Kita  tidak perlu takut,  tapi  andalkanlah Tuhan dan lakukanlah yang benar, sebab Tuhan pasti memberkati.  Menariknya,  Uzia  berhasil  karena pengaruh  didikan  ayahnya  dan hal  itu menjadi teladan baginya. Kita harus menjadikan keluarga kita sebagai pusat pembinaan yang pertama dan utama bagi lahirnya pemimpin-pemimpin yang baik dan besar.

Doa:  Kiranya  kami  dapat menjadi pemimpin yang besar seperti yang Tuhan kehendaki. Amin

Sabtu, 24 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 29 : 1 – 2

Hizkia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abia, anak Zakharia. 2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.

Pemimpin Yang Mengandalkan Tuhan
Hizkia adalah salah satu raja yang sangat terkenal karena kesalehan hidupnya dan juga kiprah politiknya yang mumpuni.  “…berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.” (2 Tawarikh 29:1). Nama ‘Hizkia’ memiliki arti: Tuhan adalah kekuatanku.  Sesuai dengan namanya, ia adalah seorang raja yang hidup taat kepada Tuhan. Itulah yang menjadi kunci keberhasilan hidupnya sekalipun  hidup di dalam zaman yang bengkok dan rusak.  Ahas,  raja  Yehuda  sebelumnya,  adalah  pemimpin  bangsa yang  paling  rusak dibandingkan raja-raja  sebelumnya. Namun dalam kepemimpinan  Hizkia, pembaharuan dilakukan secara besar-besaran olehnya di Yerusalem. Ia melakukan apa yang benar seperti yang telah dilakukan oleh Daud, bapa leluhurnya. Ia memulai niat hatinya dengan menguduskan kembali rumah Allah yang menjadi simbol kehadiran Allah di tengah umat- Nya, serta menguduskan kembali orang Lewi dan imam yang melayani di  rumah  Tuhan. Seperti Raja Hizkia, mestinya kita juga menjadi orang Kristen yang mampu menjaga  kekudusan  hidup. Segala kecemaran hidup yang berada di sekitar kita haruslah kita hindari, bahkan sebaiknya kita juga berupaya untuk membaharui yang cemar itu. Jika kita adalah seorang pemimpin, maka kita bertanggung jawab untuk mengupayakan kehidupan yang tidak benar berubah menjadi yag baik dan benar.

Doa:   Ya Tuhan, tolonglah   agar kami terus menjaga kekudusan hidup. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar