Tema Bulanan : Bangunlah Hidup Bersama yang Baik dan Berkualitas
Tema Mingguan : Upayakanlah Kesejahteraan Bersama
Minggu, 09 Juli 2023
bahan bacaan : Yeremia 29 : 1-9
Surat kiriman kepada orang-orang Buangan di Babel.
Beginilah bunyi surat yang dikirim oleh nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, kepada nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel. Itu terjadi sesudah raja Yekhonya beserta ibu suri, pegawai-pegawai istana, pemuka-pemuka Yehuda dan Yerusalem, tukang dan pandai besi telah keluar dari Yerusalem.Surat itu dikirim dengan perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia yang diutus oleh Zedekia, raja Yehuda, ke Babel, kepada Nebukadnezar, raja Babel. Bunyinya:"Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel:Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang!Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan!Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku. Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN.
Bangkit Bersama Untuk Meraih Sejahtera
Hidup tak selamanya mulus, mudah, sukses dan tenang, sebagaimana yang pernah dialami bangsa Israel. Umat pilihan Allah ini mengalami masa hidup yang kelam yakni saat dibuang ke Babel. Pengalaman pahit mereka ini layak dijadikan pelajaran iman bagi kita yang adalah umat Allah di masa kini. Masa hidup yang sukar dan pahit tidak akan menjadi alasan untuk menjadi hancur, bila kita dapat memaknainya. Bangkitlah bersama-sama dan suarakan harapan untuk terus bergerak mengatasi hambatan agar sejahtera dialami. Ingatlah bahwa bersama kasih Tuhan, jalan dan kemungkinan baru tersedia bagi mereka yang bergairah berjuang mengatasi kesukaran. “Jatuh” adalah titian untuk “bangun” dan terus melangkah dengan pasti. Jadikanlah kegagalan sebagai pijakan kokoh untuk melangkah meraih sukses. Tetaplah gairahkanlah hidup untuk peroleh tempat tinggal yang layak, pekerjaan dan keturunan. Semua itu mengkarakterkan hidup yang sejahtera. Sejahtera baik untuk diri sendiri dan keluarga maupun sesama serta alam semesta. Kesukaran dan masa hidup yang sulit bukanlah alasan dan hambatan untuk tidak berbuat baik. Hayatilah bahwa dalam keadaan hidup yang bagaimanapun, kita terpanggil untuk menjadi berarti bagi kehidupan. Kehidupan akan terus berlanjut, kita menjadi sejahtera atau tidak, semuanya tergantung pada sikap dan tindakan beriman yang diaktakan. Akhirnya, tetaplah percaya kepada Dia Sang Pencipta dan sumber sejahtera yang setia.
| Doa: Mampukanlah kami ya Allah agar dapat bangkit dari keterpurukan. Amin. |
Senin 10 Juli 2023
bahan bacaan : Kej 6 : 9-22
Riwayat Nuh
9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. 10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet. 11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. 13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. 14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. 15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. 16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. 17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka." 22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.
Inspirasi Iman Nuh dan Keluarganya
Nuh memiliki riwayat hidup yang pantas dijadikan inspirasi iman. Ia adalah seorang yang benar dan tidak bercela serta hidup dekat dengan Allah. Kualitas iman seperti inilah yang menjadikan Nuh dan keluarganya dijadikan alat dalam karya penyelamatan Allah. Nas ini mengisahkan bahwa bumi telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. Allah berfirman kepada Nuh, bumi yang rusak akan dimusnahkan-Nya dengan air bah. Kecuali Nuh dan keluarganya, semua yang hidup di bumi akan Allah musnahkan. Keluarga ini hidup berkenan pada Allah, diselamatkan dari kebinasaan dan dipakai-Nya menjadi permulaan baru bagi kehidupan di bumi. Orang yang hidupnya benar, tak bercela dan dekat dengan Allah, kepada mereka disingkapkan rahasia hari esok. Bukan saja itu mereka juga dipakai Allah untuk menjadi alat penyelamatan bagi semua makhluk. Kebaikan Allah tak pernah berakhir dan oleh sebab itu pasti akan ada permulaan baru. Ingatlah bahwa semua orang yang hidupnya rusak binasa pasti mengalami petaka bila mereka tidak insyaf dan bertobat. Bila kita telah berbuat yang tidak berkenan pada Allah, sadar dan bertobatlah sebelum datang “air bah”. Kemurahan Allah itu bersar dan tak pernah habis bagi mereka yang berkenan pada-Nya. Hidup yang berkenan pada Allah pasti terselamatkan dari malapateka dan menjadi berkat bukan saja bagi sesama manusia, tapi semua makhluk agar sejahtera dialami bersama.
| Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami hidup berkenan kepada-Mu. Amin. |
Selasa, 11 Juli 2023
bahan bacaan : 1 Tim 2 : 1-7
Mengenai doa jemaat Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. 5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, 6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. 7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul--yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta--dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.
Doa Syafaat Bagi Semua Makhluk
Nas hari ini mengisahkan pemberitaan Paulus tentang pentingnya akta berdoa. Allah menghendaki agar kita bukan saja berdoa bagi diri sendiri, tapi juga untuk semua orang. Semua orang termasuk raja dan pembesar haruslah didoakan supaya terhindar dari berbagai kesulitan. Inilah yang dimaksudkan dengan doa syafaat. Syafaat berarti menjadi “perantara” antara Allah dan orang lain bahkan alam semesta. Berdoa syafaat merupakan akta mendoakan orang lain, yakni keberadaan dan gumulan mereka. Kita terpanggil untuk tidak hanya hidup bagi diri sendiri. Berdoa syafaat merupakan wujud kepedulian dan sikap hormat kita kepada sesama manusia dan makhluk yang lain. Sebagaimana Kristus telah menjadi perantara antara Allah dan manusia, demikianpun seharusnya kita hidup. Kristus menjadi perantara dengan cara menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia. Hidup yang bermakna bagi manusia telah diteladankan Kristus. Panggilan kita sekarang ini adalah meneladani teladan Kristus. Kepedulian dan sikap hormat akan orang lain kiranya terus kita aktakan. Sebab hanya dengan cara demikian kita telah hidup menurut kehendak Kristus. Berdoa syafaatlah terus baik kepada semua orang maupun semesta ini. Demikianlah kita telah berupaya mewujudkan kesejahteraan bersama. Kesejahteraan baik bagi sesama manusia maupun alam semesta sesungguhnya dimulai dengan berdoa syafaat.
| Doa: Ya Allah, layakkanlah kami untu menjadi juru syafaat bagi semua makhluk. Amin. |
Rabu, 12 Juli 2023
bahan bacaan : Amos 8 : 4-8
Peringatan terhadap orang yang mengisap sesamanya
4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?" 7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?"
Rela Memberi Bukannya Menghisap
Agaknya sukar untuk dibantah bahwa selama kehidupan masih berlangsung, selalu dapat dijumpai fakta adanya orang miskin dan kaya. Kemiskinan dan kekayaan bersifat kontradiktif (bertentangan) serta menggambarkan perbedaan situasi hidup manusia. Perbedaan situasi baik yang berkaitan dengan aspek ekonomi, maupun sosial. Orang kaya dan miskin berbeda dalam hal kepemilikan harta, kedudukan (status), perlakuan, kekuasaan dan pengaruh. Kekayaan atau menjadi kaya bukanlah hal yang buruk atau terlarang sebab semua itu berkat Tuhan. Oleh sebab itu selayaknya kekayaan dipakai untuk menolong mereka yang miskin atau berkekurangan. Masalahnya adalah apakah orang kaya itu memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap penderitaan orang miskin ataukah tidak. Kepekaan dan kepedulian berujung pada kerelaan untuk memberi. Orang kaya yang memberi dengan rela, setidaknya meringankan beban penderitaan karena kemiskinan. Sebenarnya pada kita ada banyak hal yang dapat diberi atau dibagikan kepada sesama yang membutuhkan. Kita dapat berbagi kekayaan, doa, semangat dan dukungan, nasihat, senyum serta maaf. Biarlah kita utuhkan kebersamaan serta penuhi kehidupan dengan akta saling peduli dan berbagi seorang akan yang lainnya. Kita tidaklah dipanggil untuk memeras dan menindas yang lemah. Sebaliknya menolong atau memberdayakan mereka agar kesejahteraan dialami secara bersama.
| Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami menjadi peka, peduli dan rela berbagi. Amin. |
Kamis, 13 Juli 2023
bahan bacaan : Efesus 4 : 28-32
28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Jangan Mencuri Lagi
Setiap hari kita bekerja untuk mencari nafkah dengan tujuan supaya kita dapat hidup layak dan berkecukupan. Itu esensi dasar mengapa kita bekerja. Memang ada juga yang bekerja dengan tujuan untuk menumpuk kekayaan dan mendapatkan kejayaan. Itu sesuatu yang tidak keliru. Kelirunya adalah jika untuk menumpuk kekayaan itu, kita melakukan cara yang curang atau kotor. Nas kita hari ini mengingatkan: ”Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi.” Harus ada pertobatan dari perilaku mencuri. Praktik pencurian atau mengambil milik orang lain tanpa diketahui selalu terjadi di mana-mana. Di masa lampau hingga sekarang dengan beragam bentuk atau modelnya. Mulai dari mencuri uang, barang sampai mencuri data-data pribadi. Perilaku seperti ini merugikan, baik diri sendiri, keluarga maupun sesama dan karena itu tidak boleh dilakukan. Kita harus bekerja dengan jujur dan tidak mengambil sesuatu yang bukan kita punya. Apa yang kita dapatkan sebagai berkat hasil kerja kiranya dapat pula kita sisihkan untuk membantu yang kekurangan dan membutuhkan. Itulah yang Paulus katakana pada bagian akhir ayat ini, “supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.”Jadi marilah memulai aktifitas hari ini dengan kerja keras dan mendapatkan harta kekayaan kita dengan cara yang jujur agar dapat menjadi berkat bagi diri kita, keluarga maupun orang lain.
| Doa: Tolong kami untuk tidak mencuri dan dapat berbagi dengan yang lemah dan susah. Amin. |
Jumat, 14 Juli 2023
bahan bacaan : Mazmur 122 : 1-9
Doa sejahtera untuk Yerusalem Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." 2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. 3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, 4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel. 5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud. 6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. 7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!" 8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!" 9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.
Inspirasi Iman Nuh dan Keluarganya
Mazmur 122 adalah Mazmur doa yang mengungkapkan harapan dan sukacita umat Tuhan.Mereka bersyukur dapat merayakan hari Tuhan di rumah-Nya, di kota Yerusalem.Perjalanan ziarah ke Yerusalem selalu disertai tekad yang menyatakan loyalitas kepada Tuhan dan kepada raja. Kota Yerusalem merupakan pusat peribadatan kepada Tuhan sejak Daud menjadi Raja Israel. Melalui peribadahan yang mereka lakukan di pusat Kota ini menjadikan mereka satu persekutuan yang dikehendaki Allah di mana tidak ada lagi batasan etnis, ras, dan golongan. Semua menyatu hati untuk bersyukur dan berdoa. Itulah isi nas ini, pemazmur mengajak bangsa Israel berdoa bagi kesejahteraan kota Yerusalem, karena kesejahteraan Yerusalem menjadi tolok ukur bagi kesejahteraan seluruh rakyat Israel. Mendoakan kesejahteraan kota, sama artinya mendoakan kesejahteraan kita bersama. Itu adalah juga panggilan iman bersama. Kita harus tetap berkomitmen untuk mengupayakan kesejahteraan hidup bersama sebagai para pemimpin dan masyarakat. Sebagai warga gereja yang adalah warga masyarakat.Tujuan kita sama yakni menghadirkan kebaikan dan kesejahteraan melalui kerja, peran dan fungsi masing-masing. Maka kita yakin, melalui doa dan kerja bersama berkat Tuhan akan dilimpahkan bagi kota ini dan gereja.
| Doa: Ya Allah, berikanlah kesejahteraan kepada kota kami, amin. |
Sabtu, 15 Juli 2023
bahan bacaan : Yesaya 16 : 1-5
Mereka mengirim anak domba kepada pemerintah negeri, dari Sela melalui padang gurun ke gunung puteri Sion. 2 Seperti burung yang lari terbang, dan isi sarang yang diusir, demikianlah anak-anak perempuan Moab di tempat-tempat penyeberangan sungai Arnon. 3 "Berilah nasihat, pertahankanlah hak, jadilah naungan yang teduh di waktu rembang tengah hari; sembunyikanlah orang-orang yang terbuang, janganlah khianati orang-orang pelarian! 4 Biarkanlah orang-orang yang terbuang dari Moab menumpang padamu, jadilah tempat persembunyian baginya terhadap si pembinasa! Apabila penggagahan sudah berakhir, pembinasaan sudah lewat dan orang lalim sudah habis lenyap dari negeri, 5 maka suatu takhta akan ditegakkan dalam kasih setia dan di atasnya, dalam kemah Daud, akan duduk senantiasa seorang hakim yang menegakkan keadilan, dan yang segera melakukan kebenaran."
Wujudkanlah Keadilan Bagi Yang Terbuang dan Tertindas
Biarkanlah orang-orang yang terbuang dari Moab menumpang padamu, jadilah tempat persembunyian baginya, terhadap si pembinasa!. Kepada siapakah seruan ini disampaikan?. Yesaya mengingatkannya kepada para pemimpin atau raja-raja di Yehuda.. Di tangan mereka, ada kuasa yang besar. Dalam kuasa mereka, bergantung nasib hidup orang banyak. Karena itu, mereka diperintahkan oleh Allah untuk berlaku adil dan benar kepada yang lemah tak berdaya dan jangan berlaku lalim apalagi memihak kepada orang jahat. Jadi, pemerintahan yang baik ditandai dengan perlakuan adil dan benar kepada orang miskin dan tertindas. Itulah yang Yesaya nubuatkan akan terjadi dalam masa pemeritahan Daud. Jika saja semua pemimpin dan penguasa menyadari bahwa mereka ditetapkan untuk menjadi pelindung orang miskin dan lemah, melawan ketidakadilan yang ditimpakan kepada mereka, maka keadilan dapat ditegakkan di dunia. Hanya saja apa yang diharapkan ini kadang tidak dapat diwujudkan. Keadilan bagi yang terbuang dan tertindas begitu sulit diupayakan. Uang, jabatan dan kuasa justru dipakai untuk kepentingan diri. Kiranya kita semua dapat mendengarkan kebenaran firman Tuhan ini, supaya secara bersama berupaya mewujudkan keadilan bagi yang terbuang dan tertindas.
| Doa: Tuhan, mampukanlah kami sebagai pemimpin untuk berlaku adil kepada yang tertindas, Amin |
@SUMBER : SHK BULAN JULI 2023