Santapan Harian Keluarga, 23-29 Juli 2023

Tema Mingguan : Hidup Bersama yang Ramah dan Peduli Kepada Anak

Minggu, 23 Juli 2023

bahan bacaan : Keluaran 1 : 1-22

Orang Israel ditindas di Mesir
Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing: 2 Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda; 3 Isakhar, Zebulon dan Benyamin; 4 Dan serta Naftali, Gad dan Asyer. 5 Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir. 6 Kemudian matilah Yusuf, serta semua saudara-saudaranya dan semua orang yang seangkatan dengan dia. 7 Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka. 8 Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf. 9 Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: "Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita. 10 Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan--jika terjadi peperangan--jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini." 11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses. 12 Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu. 13 Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja, 14 dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu. 15 Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya: 16 "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup." 17 Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup. 18 Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada mereka: "Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup bayi-bayi itu?" 19 Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: "Sebab perempuan Ibrani tidak sama dengan perempuan Mesir; melainkan mereka kuat: sebelum bidan datang, mereka telah bersalin." 20 Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda. 21 Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga. 22 Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak perempuan biarkanlah hidup."

Hiduplah Takut Tuhan! Anak-anak Terlindungi

Hari ini kita merayakan hari anak nasional. Presiden Soeharto mengeluarkan keputusan presiden RI No 44 tahun 1984, yang menetapkan Hari Anak Nasional setiap tanggal 23 Juli. Menurutnya, anak-anak sebagai asset bangsa patut diperingati keberadaannya. Visi peringatan hari Anak Nasional adalah mewujudkan Indonesia ramah  dan peduli kepada anak. Visi ini searah juga dengan tema mingguan dalam pembinaan bagi warga GPM yakni hidup bersama yang ramah dan peduli kepada anak. Pertanyaannya adalah bagaimana kita mewujudkannya? Pesan pengajaran dalam Kitab Keluaran di hari ini menekankan tanggung jawab setiap orang Kristen untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak. Hal tersebut harus dilakukan dalam rasa takut akan Allah sama seperti yang dilakukan oleh Sifra dan Pua; bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani melahirkan. Sikap takut akan Tuhan telah memberdayakan mereka untuk bertindak benar. Mereka tetap pada komitmen untuk takut Tuhan dan berkonsisten dengan pilihan mereka untuk melindungi anak-anak Israel. Bahkan tanpa rasa takut kepada raja, mereka memberi jawaban secara tepat ketika ditanyakan. Perwujudan hidup bersama yang ramah dan peduli kepada anak memang membutuhkan komitmen yang kuat dan sikap yang tetap konsisten dari setiap orang. Untuk itu, hidup takut Tuhan harus menjadi kekuatan dan pengarah bagi diri kita.

Doa: kami mau hidup takut kepada-Mu Tuhan, supaya kami mampu melindungi anak-anak kami. Amin  

Senin, 24 Juli 2023

bahan bacaan : Kejadian 2 : 1-10

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. 2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. 3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. 4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, -- 5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; 6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu-- 7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Manusia dan taman Eden
8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

Cinta Yang Menyelamatkan

Sebuah tulisan berjudul kekuatan cinta ibu dan “perawatan kanguru” menyelamatkan bayinya yang lahir prematur. Tulisan ini menceritakan tentang suatu pendekatan sederhana yang dipakai sebagai alternatif terbaik untuk incubator saat merawat bayi prematur dan berat badan rendah. Pendekatan ini dilakukan oleh seorang ibu di Nigeria dengan menempelkan bayinya dalam posisi tegak di dadanya, sehingga ia mampu membagi panas tubuhnya untuk menjaga suhu tubuh bayinya tetap stabil. Sang ibu yang bernama Ekhomun melakukan hal ini dengan penuh cinta kepada anaknya, sehingga ia berhasil menyelamatkan anaknya. Berat badan anaknya terus bertambah dari awalnya 700 gram menjadi 1,8 kg pada usia 60 hari. Cerita tentang Musa diselamatkan oleh perempuan-perempuan yang bukan hanya ibunya menunjukkan bahwa cinta memiliki kekuatan terbesar untuk menyelamatkan. Di dalam cinta kakak perempuan Musa dan puteri Firaun ada kepedulian, tanggung jawab, belas kasihan, kerelaan dan pengorbanan. Nilai-nilai ini telah menolong Musa dari ancaman pembunuhan, hingga bisa bertumbuh besar dan menjadi berkat masa depan bagi bangsa Israel. Tanggung jawab kita menyelamatkan anak-anak pada masa kini tentunya sangat menentukan pula masa depan mereka. Untuk itu, berlakulah sama seperti ketiga perempuan dalam cerita ini.

Doa: Tolonglah kami Tuhan, supaya cinta kami menyelamatkan anak-anakkami. amin

 

Selasa, 25 Juli 2023

bahan bacaan : Efesus 6 : 1-4

Taat dan kasih
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Bangunlah Keharmonisan Antara Orang Tua dan Anak

Keyla Putri Cantika, 11 tahun, tewas oleh pedang ayah kandungnya, 1 November 2022 lalu (BeritaSatu.com). Fadhil, 25 tahun, 30 Maret 2023 lalu menggorok leher ayahnya, Oktariman, hingga tewas (detiknews). Kasus di atas – dan banyak kasus lainnya   menunujukkan ketidakharmonisan antara orang tua dan anak, bahkan berujung kematian. Pertanyaan : “Koq bisa?” Bisa! Karena iblis tak mau melihat keluarga hidup harmonis dan banyak keluarga yang tidak menjadikan Tuhan sebagai “tamu istimewa” dalam rumahnya.

Mari belajar dari nasihat Paulus kepada Jemaat di Efesus tentang cara menjaga dan merawat keharnonisan keluarga. Dalam Efesus 6 ayat 1-3, Paulus menasihati anak-anak agar taat dan hormat kepada orang tua. Taat dan hormat terhadap orang tua bukanlah sebuah pilihan tetapi perintah yang “harus” dilakukan oleh setiap anak. Bahagia dan umur panjang akan jadi bagian anak yang taat dan hormat pada orang tua (band. Kel. 20 : 12).

Mendidik anak pada jalan Tuhan bukanlah pilihan tetapi “keharusan”. Itulah nasehat Paulus kepada para orang tua seperti yang terungkap di ayat 4. Belakangan ini banyak hati anak yang sudah dicaplok Media Sosial. Ayo, rebut kembali hati anak-anak kita. Cintailah anak-anak kita dengan : berikan perhatian, sediakan waktu untuk  bicara dan jangan lupa kontrol, asal tidak sampai “over protec” (berlebihan). Semoga keharmonisan selalu tercipta antara kita dan mereka.

Doa: Tuhan, tolong kami tuk menjaga hidup keluarga kami agar selalu harmonis. Amin!  

Rabu, 26 Juli 2023

bahan bacaan : Kejadian 21 : 8 -21

Abraham mengusir Hagar dan Ismael
8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. 9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. 10 Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." 11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. 12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. 13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." 14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. 15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, 16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. 17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. 18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." 19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. 20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. 21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Tuhan Cinta Anak – Anak 

“Yesus cinta anak-anak, anak-anak di dunia…” Itulah sepenggal lagu sekolah Minggu yang mengisyaratkan betapa besar cinta Tuhan terhadap anak. Cinta yang tulus, tanpa pamrih dan tanpa pandang bulu. Ya, Tuhan memang sangat peduli dengan orang-orang “kecil”, “lemah” dan yang “termarginal” termasuk anak-anak. Bacaan kita mengisahkan tentang bagaimana Tuhan bertindak sebagai penengah bagi Sara, Abraham dan Hagar. Bagi Sara Ismael tidak berhak menjadi ahli waris Abraham, karena itu Ismael dan ibunya harus pergi dari rumah mereka. Sementara Abraham menyayangi Ismael karena dia adalah anak kandungnya. Abaraham bingung menghadapi dilema ini. Namun Tuhan Allah, membantu Abraham mengatasi persoalan itu sekalipun ada masalah baru yang muncul. Namun sekali lagi, karena Tuhan Allah peduli, Ismael dan Hagar tertolong. PertolonganNya bukan hanya sesaat, namun berlangsung terus dan tak mengenal batas sehingga memungkinkan Ismael tumbuh dan berkembang menjadi suatu bangsa yang besar, seperti yang dijanjikan Tuhan.  

Hari ini kita belajar bahwa Tuhan Allah sangat peduli dengan anak-anak. DIA tak pernah berbohong dan selalu setia memegang janjiNya. Bahkan di tengah kekurangan dan terbatasan kita sebagai manusia. Allah telah menganugerahkan anak dalam tiap keluarga untuk dikasihi dan dicintai, bukan untuk disia-siakan. Tuhan menolong kita untuk terus mencintai anak-anak.                                                   

Doa: Tuhan, ajar kami tuk terus mengasihi anak pemberianMu, dengan tulus. Amin!  

Kamis, 27 Juli 2023

bahan bacaan : Yosua 4 : 20-24

20 Kedua belas batu yang diambil dari sungai Yordan itu ditegakkan oleh Yosua di Gilgal. 21 Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian: "Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti batu-batu ini? 22 maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah yang kering! -- 23 sebab TUHAN, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyeberang seperti yang telah dilakukan TUHAN, Allahmu, dengan Laut Teberau, yang telah dikeringkan-Nya di depan kita, sampai kita dapat menyeberang, 24 supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu."

Ceritakanlah Kepada Anak: “Bahwa Tuhan Itu Baik

Salah satu cara untuk memberitahukan tentang kemahakuasaan dan kebaikan Tuhan adalah dengan menceritakan bagaimana kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

Ibu Jos pernah mengalami sakit parah. Banyak orang memperkirakan bahwa hidupnya segera berakhir. Dokter meminta ibu Jos untuk segera cuci darah. Tetapi Ibu Jos menolak. Ia meminta para pelayan bergumul dengannya dan mendoakan ramuan tradisional yang ia konsumsi. Karena keyakinannya yang sungguh pada Tuhan, tanpa cuci darah dan hanya dengan minum ramuan tradisonal, tiga bulan kemudian, Ibu Jos dinyatakan pulih. Ibu Jos sungguh merasakan kebaikan Tuhan baginya dan keluarganya. Iapun sering membagi pengalaman imannya ini kepada orang lain, terutama bagi anak dan anak asuhnya”.

Itu juga yang diharapkan terjadi pada para orang tua bangsa Israel. 12 buah batu diambil dari sungai Yordan dan dijadikan tugu peringatan di Gilgal. Tugu itu menjadi tanda akan kebaikan dan kemahakuasaan Tuhan bagi umat Israel. Karena itu para orang tua Israel harus menceritakan hal ini kepada anak-anak mereka. Seringkali, karena kesibukan kerja kita lupa memberitahukan kebaikan Tuhan kepada anak-anak kita, sehingga mereka juga “lupa” untuk mengandalkan Tuhan dalam hidup mereka. Yang mereka ingat adalah “Kebutuhan hidupku disediakan oleh Papa dan Mama”. Sebelum terlambat, ceritakanlah bahwa “Tuhan Itu Baik” dan “DIAlah Sumber segala sesuatu yang mereka nikmati di  dunia ini.!”

Doa: Kami ingin menceritakan kebaikanMu bagi anak-anak kami. Tolong bantu kami, Tuhan. Amin! 

Jumat, 28 Juli 2023

bahan bacaan : Matius 19 : 13-15

Yesus memberkati anak-anak
13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. 14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." 15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Bawalah Anak untuk Berjumpa,Dijamah dan Didoakan Yesus

Suatu saat, Pendeta EB berteriak dari mimbar: “Bapa tua (tuagama), tolong tertibkan anak-anak itu!!” Saat itu ada dua gadis kecil yang berlarian sambil teriak saat kebaktian berlangsung.Mereka ternyata adalah anak-anak dari Pdt. EB sendiri.  Membawa serta anak-anak ke gereja seringkali dilakukan para orang tua dengan berbagai alasan. Di antaranya : tidak ada orang jaga atau agar Yesus memberkati mereka. Jika dibuat survei, maka presentasinya akan 100% pada alasan ke dua. Itu baik dan memang seharusnya begitu. Namun terkadang anak-anak itu tidak disiapkan secara dini untuk “ikut kebaktian” di gereja. Orang tua fokus kebaktian dan anak-anak dibiarkan bermain dan ribut sehingga mengganggu orang lain dan mungkin juga pemimpin kebaktian. Dewasa ini ada solusi untuk “mendiamkan mereka”. Berikan “HP” agar mereka fokus ke HP dan tidak ribut.

Ayat 13: ‘Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka;”. Anak-anak ini dibawa dengan tujuan “dijamah dan didoakan Yesus”. Itu berarti anak-anak ini tidak sedang berlarian dan ribut atau bermain game di HP. Karena itu sejak dini kita mesti memberitahu kepada anak apa tujuan mereka ke gereja. Latih mereka untuk duduk manis sekalipun belum banyak yang dimengerti dari seluruh proses kebaktian itu dan jangan lupa terus mendoakan mereka.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk membawa anak-anak kami untuk berjumpa, dijamah dan didoakan olehMu. Amin.! 

Sabtu, 29 Juli 2023

bahan bacaan : Ulangan 6 : 4-9

4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! 5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Ajarilah Anak Untuk Mengasihi Tuhan dengan Segenap Hati

Orang tua sering bertanya kepada anaknya: “Ade sayang Mama deng Papa ka seng?”, lalu “Sayang sampe di mana?” Dan anak akan menjawab: “Sayang, sampe di hati!” Jawaban ini bisa jujur tapi juga karena terbiasa. Melihat kenyataan ini maka ada sebuah tanya yang menggelitik di hati saya: “Seberapa seringkah orang tua bertanya kepada anak: “Ade sayang Tuhan Yesus ka seng?”. Umat Israel diperintahkan untuk selalu mengasihi Tuhan dengan tulus. “Kasihilah… dengan segenap hati,segenap jiwa, dan segenap kekuatan”. Jadi bukan kasih yang pura-pura tapi sungguh-sungguh (ayat. 5). Perintah ini teramat penting, karena itu mereka diharuskan untuk mengajarkannya berulang-ulang baik pada waktu duduk di rumah, sedang dalam perjalanan, malah saat berbaring dan bangun. Ajaran itu pun harus diikat sebagai tanda di tangan, di dahi, ditulis di tiang pintu rumah dan pintu gerbang (ay 6–9). Karena mendengar disertai melihat, akan memudahkan anak untuk mengingat. Jika sejak dini anak sering ditanya: apakah “Ade sayang Tuhan Yesus”, dan diikuti dengan penjelasan mengapa “Ade” harus sayang Tuhan Yesus, apalagi disertai dengan memberi contoh, maka kita telah melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada umat Israel, ”Mengajarkan berulang-ulang”. Hasilnya adalah anak akan bertumbuh menjadi Anak yang “Mengasihi Tuhan dengan segenap hati..”

Doa: Tuhan, bantu kami untuk mengajarkan anak-anak kami mengasihiMu dengan tulus, Amin!  

@SUMBER : SHK BULAN JULI 2023 LPJ-GPM

Tinggalkan komentar