Tema Bulanan : Bangunlah Hidup Bersama yang Baik dan Berkualitas
Tema Mingguan : Rawatlah Hidup Bersama dalam Kasih
Minggu, 30 Juli 2023
bahan bacaan : 2 Petrus 1 : 3-15
Panggilan dan pilihan Allah
3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 12 Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 13 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. 14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.
Rawatlah Hidup Bersama Dalam Kasih
Hari ini kita telah berada di Hari Minggu ke-31 atau hari ke 211 di tahun 2023. Puji dan syukur bagi Tuhan, karena hanya oleh kasihNya, kita ada hingga saat ini. Kepada jemaat di Asia Kecil yang berhadapan dengan kesukaran dan pencobaan, Rasul Petrus menegaskan bahwa mereka itu adalah orang-orang pilihan Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu kepada mereka Allah menganugerahkan segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh oleh pengenalan akan Kristus. Iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus jangan sampai kendor dan goyah tetapi harus kuat dan kokoh. Pengenalan akan Yesus Kristus, akan membuat mereka hidup dalam kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan sehingga mereka akan saling mengasihi sebagai sesama saudara di dalam Tuhan Yesus Kristus. Saudaraku, saat kita dibaptis, kemudian diteguhkan menjadi anggota sidi gereja, bahkan sejak kita dikandung dan terlahir dalam keluarga Kristen, kita telah menjadi orang-orang pilihan Allah. Seperti jemaat di Asia Kecil, kita pun diperhadapkan dengan berbagai kesukaran dan pencobaan. Karena itu nasehat Petrus hari ini juga ditujukan kepada kita. Marilah kita hidup dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus sehingga kepada kita dianugerahkan segala sesuatu yang akan menuntun kita kepada kesalehan, kebajikan, penguasaan diri dan semua yang baik, yang kehendaki Tuhan. Dan yang terpenting kita dapat hidup bersama dalam kasih, selalu sehati, sepikir, sepenanggungan. Sehingga melalui kehidupan yang kita tampilkan, nama Tuhan dimuliakan.
| Doa: Tuhan, hidup ini penuh tantangan. Bantulah kami tuk merawat hidup bersama dalam kasih, Amin! |
Senin, 31 Juli 2023
bahan bacaan : 1 Petrus 1 : 22-25
22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. 23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. 24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.
Tanda Hidup Baru
Syukur bagi Allah, Sang Sumber hidup yang telah menuntun kita hingga penghujung bulan Juli 2023. Banyak hal sudah kita lakukan sepanjang 31 (tiga puluh satu) hari di bulan ini. Mintalah Tuhan memberkati semua yang baik, yang sudah kita lakukan dan mengampuni semua yang salah dalam tindakan, perkataan dan pikiran kita.
Saudaraku, dalam suratnya kepada orang-orang percaya yang tersebar di Asia Kecil, yang kala itu sedang ada dalam penderitaan dan pergumulan, Petrus memberikan motivasi iman kepada mereka agar tidak bimbang tetapi tetap berpengharapan. Khusus dalam bacaan kita, 1 Petrus 1 : 22 – 25, Petrus memuji mereka sebagai orang-orang yang telah menyucikan diri dan taat kepada kebenaran. Petrus juga mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah “dilahirkan kembali” dari benih yang baik, yaitu firman Allah, karena itu mereka harus hidup dalam kasih persaudaraan yang tulus dan saling mengasihi dengan segenap hati. Nasehat Petrus ini ditujukan juga kepada kita. Janganlah bimbang dalam menghadapi berbagai tantangan. Berharaplah kepada Tuhan Yesus Kristus. Jangan lupa membaca Firman Tuhan dan hayatilah agar kita dapat dilahirkan kembali. Tanda bahwa kita telah dilahirkan kembali akan terlihat dalam hidup kita yang saling mengasihi seorang dengan yang lain dengan segenap hati. Selamat mengakhiri bulan Juli dan bersiap memasuki bulan Agustus dengan sukacita. Amin!
| Doa: Biarlah firmanMu menjadi pegangan kami, Tuhan, sehingga kami dapat dilahirkan kembali untuk hidup saling melayani. Amin! |
Selasa, 01 Agustus 2023
bacaan : Lukas 6 : 35 – 36
35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. 36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
Kepada Musuh pun, kita harus bermurah hati
Apabila kita berpikir, berkata dan melakukan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan umumnya dianggap sebagai orang “gila’, dianggap melawan arus. Akibatnya sulit terjadi perubahan. Kita justru membiarkan kebiasaan buruk berlangsung terus menerus. Ajaran Tuhan Yesus dalam Lukas 6 : 35 – 36, merupakan suatu pemikiran, perkataan, dan tidakan yang baru, merubah tradisi Yahudi tentang balas dendam, yakni mata ganti mata, gigi ganti gigi, dan seterusnya. Perkataan Tuhan Yesus tentang kasihilah musuhmu merupakan ajaran baru dalam kerangka penyelesaian masalah atau konflik secara damai, tidak dalam tindakan kekerasan. Kita diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk berbuat baik kepada musuh, baik itu orang yang memusuhi kita ataupun orang yang kita musuhi. Begitu pun jika kita meminjamkan sesuatu kepada orang lain, jangan mengharapkan balasan. Itulah yang disebut murah hati. Mengapa TUhan Yesus mengajarkan demikian? Sebab Allah Bapa murah hati. Allah Bapa tidak membalaskan setimpal dengan dosa kita. Kita berdosa, namun Allah Bapa mau mengasihi dan mengampuni. Allah Bapa menganugerahkan kebaikan dan berkat kepada kita namun tidak mengharapkan balasan. Cukup dengan bersyukur dan berterima ksaih kepadaNya. Ajaran Tuhan Yesus ini mengajak kita untuk bermurah hati kepada siapa pun, termasuk kepada musuh atau orang yang membenci kita. Bermurah hati dengan melakukan kebaikan kepada semua orang tanpa pamrih.
doa : Tuhan, mampukanlah kami untuk hidup bermurah hati dengan semua orang. Amin.
Rabu, 02 Agustus 2023
bacaan : Yohanes 13 : 34 – 35
34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
Jadilah murid Yesus yang hidup saling mengasihi
Hal yang sepertinya agak sulit dilakukan oleh seseorang adalah melepaskan yang lama lalu menerima yang baru. Meskipun orang yang lahir dan dibesarkan dalam suatu masyarakat adat pergi merantau ke kota yang sangat jauh dari kampung halamannya, ternyata orang tersebut belum bisa melepaskan kebiasaan hidup sewaktu di kampung halamannya. Misalnya, orang Malukuyang di Pulau Jawa atau Belanda belum bisa melepaskan gaya bicara atau makan sagu/papeda. Hal yang sama sepetinya juga terjadi pada komunitas Yahudi yang belum bisa melepaskan kebiasaan lama yang menghakimi orang berdalilkan ajaran Taurat. Ketika ada kedapatan perempuan berzinah dan dibawa kehadapan Tuhan Yesus, ahli taurat dan orang Farisi hendak menghukum lempar batu kepada perempuan tersebut sesuai hukum taurat. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan, jika ada diantara orang banyak ini yang tidak berbuat dosa, dialah yang pertama harus melempar perempuan tersebut. Ternyata tidak ada yang melakukannya. Perintah baru yang disampaikan oleh Tuhan Yesus ini menegaskan bahwa yang terpenting dilakukan adalah saling mengasihi. Saling mengasihi jauh lebih penting dan lebih utama dari saling menjatuhkan, saling membunuh, dan saling membinasakan. Intinya, sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan, ajaran yang harus dipegang dan dilakukan oleh kita adalah saling mengasihiantar satu dengan lainnya. Karena itu, jadilah murid yang hidup saling mengasihi.
doa : Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup mengasihi yang lain. Amin
Kamis, 03 Agustus 2023
bacaan : 1 Yohanes 4 : 19 – 21
19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Mengasihi dalam kata dan perbuatan
Orang Kristen selalu merasa bangga dengan sebutan bahwa dirinya adalah ahli waris Kerajaan Allah, pengikut Yesus, hamba Allah, dan sejenisnya. Namun, yang menjadi persoalan, apakah karakteristik atau sifat Allah itu ada dalam dirinya sehingga sinkron (cocok) dengan sebutan diatas tadi ? Nas bacaan ini mengungkapkan karakteristik atau sifat Allah yang paling utama atau penting, yaitu kasih. Seringkali orang-orang Kristen mengabaikan hal kasih dalam kehidupannya dengan orang lain atau kepada orang lain. Paulus katakan, ada tiga hal yang utama yakni iman, pengharapan dan kasih, namun yang paling besar diantanya adalah kasih ( 1 Korintus 13 : 13 ). Kasih menutup banyak sekali dosa ( 1 Petrus 4 : 8 ). Jadi marilah kita mengasihi dengan segenap hati dan jiwa. Kebanggan orang Kristen semestinya ketika mengasihi orang lain, artinya memaafkan/ mangampuni kesalahan orang lain, tidak membenci saudaranya. Kebanggan orang Kristen selama ini hanya dengan sebutan di awal, tidak nampak dalam perbuatan kasihnya. Orang Kristen tidak menyadari bahwa ia ada karena kasih Allah, karena itu kasih Allah tersebut tidak diteruskan dalam perbuatan nyata. Ingat, selam kita tidak mengasihi sesama kita secara nyata dalam perbuatan, selama itu pula kita tidak mengasihi Allah.
doa : Ya Tuhan, mampukanlahkami untuk berbuat kasih secara nyata dalam hidup. Amin.
Jumat, 04 Agustus 2023
bacaan : Galatia 5 : 1 – 15
Kemerdekaan Kristen Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. 2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. 3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. 4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. 5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. 6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. 7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi? 8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu. 9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan. 10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia. 11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. 12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya! 13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" 15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Saling Mengasihi adalah wujud ketaatan pada hukum Tuhan.
Hukum selalu ada dalam masyarakat, entah dalam kelompok yang kecil maupun yang lebih luas. Begitu pentingnya hukum atau aturan hidup, sehingga setiap orang harus tunduk dan taat pada hukum. Jika ada yang tidak taat pada hukum, orang tersebut telah melanggar hukum, tentunya ada saksi bagi orag yang melanggar hukum. Komunitas Kristen (jemaat) di Galilea sebahagian besar merupakan orang-orang Kristen yang berketurunan Yahudi yang masih memegang teguh, bahkan taat pada hukum taurat, meskipun sudah menganut agama baru, yaitu Kristen. Pada satu sisi, oarang-orang Kristen berlatar belakang Yahudi harus tunduk dan taat pada hukum taurat sehingga harus disunat, namun pada sisi yang lain, mereka tidak perlu disunat sebab sudah menjadi Kristen. Pertentangan soal sunat dan tidak sunat tersebut direpons oleh Rasul Paulus bahwa bukanlah sunat atau tidak sunat. Artinya, yang terpenting adalah sebagai orang-orang yang sudah dimerdekakan oleh Yesus dalam kematian dan kebangkitanNya, orang-orang Kristen jangan lagi hidup dalam dosa. Orang-orang Kristen harus hidup saling melayani seorang akan yang lain, dan itulah yang dinamakan kasih. Dalam hal ini, rasul Paulus hendak tegaskan bahwa hukum yang efektif adalah hukum yang didalamnya membuat semua manusia saling mengasihi, yakni kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Jadi, orang-orang Kristen yang baik harus taat hukum Tuhan, yakni yang mengasihi Tuhan dan sesama manusia.
doa : Ya Tuhan, pimpinlah kami untuk mampu mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Amin.
Sabtu, 05 Agustus 2023.
Bahan bacaan : 2 Tesalonika 1 : 3 – 12
Ucapan syukur dan doa
3 Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, 4 sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: 5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. 6 Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu 7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, 8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. 9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, 10 apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai. 11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, 12 sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.
Saling mendoakan dan mengasihi.
Kita pasi senang dan bangga apabila apa yang diupayakan, diperjuangkan, dan dilakukan oleh kita mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Kita pasti bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk semua perubahan positif yang terjadi, terutama ucapan syukur itu dilakukan kepada Tuhan. Hal inilah yang terjadi pada rasul Paulus ketika melihat ada perkembangan dan kemajuan iman pada orang-orang Kristen di Tesalonika. Paulus bahkan bermegah atas ketabahan iman jemaat Teslonika, meskipun terjadi penganiayaan dan penindasan yang ditujukan kepada orang-orang Kristen di Tesalonika. Bagi rasul Paulus, untuk menghadapi berbagai penganiayaan dan penindasan itu, orang-orang Kristen harus kuat dalam doa sambil terus berbuat baik terhadap semua orang. Alasan mendasarnya adalah suatu persekutuan akan kuat dan terus berkembang apabila sama-sama saling mendoakan, terus berbuat baik dengan cara saling mengasihi antara satu dengan lainnya. Itulah yang harus menjadi pegangan pada setiap orang yang percaya pada Yesus Kristus dalam persekutuan jemaat manapun. Kehidupan yang saling mendoakan dan mengasihi kunci pertumbuhan jemaat.
| Doa: Ya Tuhan, buatlah kami menjadi orang percaya yang terus berdoa dan mengasihi semua orang…Amin. |
@ SUMBER : SHK BULAN JULI & AGUSTUS 2023, LPJ – GPM