Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat
Tema Mingguan : Menghargai dan Menerima Perbedaan
Minggu, 06 Agustus 2023
bahan bacaan : Galatia 2 : 11-14
Paulus bertentangan dengan Petrus
11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. 12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. 13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. 14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"
Jadilah Orang Kristen Yang Tidak Munafik
Pernahkah kita tahu tentang arti kata munafik? Dalam bahasa Yunani kata munafik disebut hupokrithes, yang awalnya dipakai untuk menjelaskan seorang aktor yang memainkan beberapa peran di panggung dalam pertunjukkan yang sama, dengan cara memakai berbagai topeng untuk berbagai adegan. Dalam hal ini kemunafikan dapat dimengerti sebagai penemuan penampilan yang palsu dari kebaikan sambil menyembunyikan karakter yang sebenarnya. Hal ini sangat tampak jika dikaitkan dengan keyakinan agama dan moral. Rasul Paulus sangat menentang sikap kemunafikan yang ditunjukkan oleh Kefas dan beberapa orang Yahudi. Sewaktu beberapa orang dari kalangan Yakobus belum datang menjumpai Kefas, ia (Kefas) sedang asyik makan sehidangan dengan orang-orang yang tidak bersunat, namun saat orang-orang kalangan Yakobus tiba, Kefas mengundurkan diri dan bergabung dengan orang-orang kalangan Yakobus yang merupakan orang-orang bersunat. Bagi Paulus, sifat atau karakter kemunafikan tersebut sepantasnya tidak boleh terjadi pada orang-orang Kristen. Orang Kristen harus menjadi diri sendiri dalam setiap situasi dan kondisi, kapan pun ia berada. Orang Kristen harus konsisten dalam kata dan perbuatan, serta tidak mencari rasa aman di setiap situasi dengan cara menyembunyikan jatidiri yang sebenarnya. Kata kasarnya, jadi orang Kristen itu jangan munafik, Tuhan membenci kemunafikan. Hargailah semua orang tanpa mempersoalkan latar belakang dan status atau kedudukannya.
| Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk meninggalkan cara hidup yang munafik. Amin |
Senin, 07 Agustus 2023
bahan bacaan : Roma 10 : 12
12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
Kasihilah Semua Orang Yang Berbeda Dari Kita
Tidak ada seorang pun yang lahir memiliki kesamaan dengan yang lainnya. Kenyataannya semua orang lahir memiliki perbedaan. Kita mungkin ingin lahir dari keluarga yang kaya dan memiliki fisik yang sempurna, wajah ganteng atau cantik. Namun, apa yang dapat dikatakan jika ternyata kita lahir dari keluarga yang sederhana atau miskin dengan fisik yang tidak sempurna atau wajah yang tidak terlalu ganteng atau cantik. Itulah realita hidup, bahwa Tuhan menciptakan semua orang tidak sama. Tuhan tidak menciptakan semua orang yang lahir itu perempuan saja atau laki-laki semata. Tuhan menciptakan masing-masing orang harus lahir pada jam, tanggal, bulan dan tahun yang berbeda, juga lahir di tempat yang berbeda, dan dari keturunan atau suku bangsa serta ras yang berbeda. Jika Tuhan yang membuat adanya perbedaan, mengapa manusia harus mempersoalkan perbedaan yang telah diciptakan oleh Tuhan. Semua orang yang Allah ciptakan berbeda ini punya Allah yang satu. Adapun maksud Tuhan Allah menciptakan adanya perbedaan adalah supaya antara satu dengan lainnya hidup saling mengasihi, melengkapi dan menopang. Alasannya, karena Tuhan sendiri mengasihi semua yang diciptakanNya, melengkapi dan menopang kehidupan meskipun yang diciptakan Tuhan itu berbeda antara satu dengan lainnya. Jadi, dalam perbedaan marilah kita saling mengasihi, melengkapi dan menopang antara satu dengan lainnya.
| Doa: Ya Tuhan, Jadikanlah kami umatMu yang mengasihi semua orang yang berbeda dari kami…Amin |
Selasa, 08 Agustus 2023
bahan bacaan : I Tawarikh 24 : 1-15
Para imam dibagi dalam rombongan Inilah rombongan-rombongan anak-anak Harun. Anak-anak Harun ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. 2 Tetapi Nadab dan Abihu mati lebih dahulu dari pada ayah mereka dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar. 3 Daud, bersama-sama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah. 4 Lalu ternyata bahwa di antara keturunan Eleazar ada lebih banyak kepala kaum dari pada di antara keturunan Itamar, sebab itu orang membagi-bagi mereka sebagai berikut: untuk bani Eleazar enam belas orang kepala puak, tetapi untuk bani Itamar delapan orang kepala puak. 5 Dan orang membagi-bagi mereka dengan membuang undi tanpa mengadakan perbedaan, sebab ada "pemimpin-pemimpin kudus" dan "pemimpin-pemimpin Allah", baik di antara keturunan Eleazar maupun di antara keturunan Itamar. 6 Dan Semaya bin Netaneel, panitera itu, seorang Lewi, menulis nama mereka di depan raja, di depan pembesar-pembesar, imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar dan di depan kepala-kepala puak para imam dan orang Lewi; setiap kali satu puak diambil dari Eleazar, dan demikian pula satu puak dari Itamar. 7 Undian yang pertama jatuh pada Yoyarib; yang kedua pada Yedaya; 8 yang ketiga pada Harim; yang keempat pada Seorim; 9 yang kelima pada Malkia; yang keenam pada Miyamin; 10 yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia; 11 yang kesembilan pada Yesua; yang kesepuluh pada Sekhanya; 12 yang kesebelas pada Elyasib; yang kedua belas pada Yakim; 13 yang ketiga belas pada Hupa; yang keempat belas pada Yesebeab; 14 yang kelima belas pada Bilga; yang keenam belas pada Imer; 15 yang ketujuh belas pada Hezir; yang kedelapan belas pada Hapizes;
Berbagi Peran Dengan Mereka Yang Berbeda
Berbagi peran dan tanggung jawab kepada orang yang berbeda dari kita semestinya menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh orang-orang Kristen. Hal ini dimaksudkan agar melalui pembagian peran semua orang bukan saja merasa dihargai, namun juga termotivasi untuk bertanggung jawab atas kehidupan bersama dalam suatu persekutuan. Pembagian peran tersebut haruslah merata dan adil kepada semua orang, meskipun mereka berbeda dari kita. Hal itulah yang dilakukan oleh Daud saat membagi peran imam dalam penyelenggaraan ibadah kepada suku-suku yang ada dari berbagai keturunan. Memang suku Lewi yang biasanya berperan sebagai imam, namun dalam rangka pemerataan pelayanan, Daud merasa perlu untuk peran imam juga diberikan kepada suku yang lain dari keturunan yang berbeda. Jadi, di sini perbedaan tidak menjadi hambatan untuk melakukan pelayanan terhadap semua orang. Perbedaan dikelola secara bijaksana oleh Daud melalui pembagian peran dalam rangka peningkatan pelayanan kepada kaum Israel. Melalui teks ini kita diminta untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai halangan atau hambatan dalam memberi peran kepada mereka yang berbeda demi kemajuan suatu kehidupan bersama yang lebih baik.
| Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup berbagi peran dengan orang yang berbeda dengan kami… Amin. |
Rabu, 09 Agustus 2023
bahan bacaan : Kejadian 25 : 19-34
Esau dan Yakub
19 Inilah riwayat keturunan Ishak, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak. 20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya. 21 Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung. 22 Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: "Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?" Dan ia pergi meminta petunjuk kepada TUHAN. 23 Firman TUHAN kepadanya: "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda." 24 Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya. 25 Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau. 26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir. 27 Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah. 28 Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub. 29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. 30 Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. 31 Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." 32 Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" 33 Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. 34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Potensi Anak yang Berbeda Itu Kekayaan Dalam Keluarga
Perbedaan antara Esau dan Yakub telah terjadi sejak dari dalam kandungan ibu mereka Ribka. Perbedaan saat dilahirkan, Esau badannya berbulu sedangkan Yakub tidak. Pekerjaan juga berbeda, Esau suka berburu dan tinggal di padang serta menjadi kesayangan Ishak. Sedangkan Yakub suka tinggal di kemah dan menjadi kesayangan Ribka. Karakter juga berbeda, Esau tipe orang yang menggampangkan segala sesuatu dan tidak bertanggung jawab, sedangkan Yakub adalah pribadi yang penuh perhitungan serta ambisius. Hal ini terjadi saat Esau baru pulang berburu dari padang dan ia meminta sop kacang merah yang sementara dimasak oleh Yakub. Namun Yakub meminta Esau untuk menukarnya dengan hak kesulungan. Kondisi Esau yang lelah dan lapar membuatnya tidak berpikir panjang saat bersumpah dan menjual hak kesulungannya kepada Yakub. Konflik terjadi saat pemberian berkat oleh Ishak yang semestinya kepada Esau yang sulung, tetapi diambil oleh Yakub dengan bantuan Ribka ibunya. Kesaksian firman Tuhan ini menjadi pembelajaran bagi kita sebagai orang tua untuk tidak membeda-bedakan kasih sayang kepada anak-anak. Apapun kondisi dan perbedaan mereka, kita mesti memberi dukungan dan kasih sayang yang sama. Perbedaan yang mereka miliki dengan kemampuan masing-masing menjadi potensi ketika disatukan untuk kebahagian bersama. Untuk itu sebagai orang tua, mintalah selalu hikmat Tuhan dalam mendidik anak-anak kita dengan berbagai potensi yang berbeda, demi masa depan mereka yang baik.
| Doa: Tuhan tuntun kami untuk mendidik anak-anak dengan baik dan bijaksana. Amin. |
Kamis, 10 Agustus 2023
bahan bacaan : Kejadian 37 : 1-11
Yusuf dan saudara-saudaranya Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan. 2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. 3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. 4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. 5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. 6 Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: 7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." 8 Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. 9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku." 10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?" 11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.
Saling Mengasihi Antar Saudara Yang Berbeda
Perbedaan dalam perhatian serta cinta kasih sebagai orang tua kepada anak-anak dengan pertimbangan kondisi tertentu, tanpa disadari akan menimbulkan kebencian serta konflik di antara anak-anak. Yakub sangat mengasihi Yusuf dari saudara-saudaranya yang lain, itu ditandai dengan pemberiaan jubah yang maha indah kepadanya dan hal itu menimbulkan kebencian dari saudara-saudaranya. Tindakan Yakub yang sangat mengasihi Yusuf, didasari atas kelahiran Yusuf pada waktu Yakub telah berusia lanjut. Kebencian saudara-saudara Yusuf bertambah saat Yusuf menceritakan dua kali mimpinya yang menggambarkan bahwa baik orang tua maupun saudara-saudaranya suatu saat akan sujud menyembahnya. Kebencian yang dipendam saudara-saudara Yusuf membuat mereka berencana untuk membunuhnya. Apapun keberadaan anak-anak kita dengan berbagai perbedaan yang ada, sebagai orang tua kita mesti memberi dukungan dan aprisiasi yang sama kepada mereka. Jangan ada pilih kasih di antara mereka karena kondisi keberadaan yang berbeda. Justru dalam keperbedaan itu mereka mesti diajar dan dinasehati untuk saling menerima dan menghargai satu dengan yang lain. Anak yang mempunyai kemampuan dan kelebihan tertentu mesti membantu anak yang lain. Sebagai orang tua dengan hikmat Tuhan kita mampu untuk mengarahkan anak-anak untuk hidup saling menghargai dan menyayangi satu dengan yang lain demi kehidupan baik yang terus berlanjut.
| Doa: Berkati anak-anak kami ya Tuhan untuk mereka hidup saling mengasihi. Amin. |
Jumat, 11 Agustus 2023
bahan bacaan : Yakobus 2 : 1-4
Jangan memandang muka Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. 2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, 3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", 4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?
Jangan Membedakan Dengan Memandang Penampilan
Perbedaan merupakan anugerah Tuhan bagi kita yang mesti disyukuri. Perbedaan bukan untuk di pertentangkan, namun mesti diterima dan dihargai. Sebab bukan kebetulan Tuhan menciptakan seluruh ciptaan termasuk manusia dengan berbeda-beda. Ada yang lebih dan ada yang kurang, ada yang kuat tetapi ada juga yang lemah. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Semua realita tersebut mengajarkan kita sebagai manusia untuk saling membantu, melengkapi satu dengan yang lain. Dalam relasi kemanusiaan sering sebagai manusia kita lebih menghargai dan menghormati seseorang karena penampilannya. Kalau orangnya berpakaian indah dengan perhiasan yang mahal, kita memberikan tempat khusus dan terhormat kepada mereka. Sedangkan kepada mereka yang miskin dengan berpakaian yang buruk, kita menyuruh mereka berdiri atau duduk di lantai. Padahal sebagai orang-orang beriman yang hidupnya dari anugerah Tuhan Yesus, maka kita tidak boleh bersikap demikian. Sebab tanpa sadar kita telah menjadi hakim untuk mengukur seseorang dari penampilannya apakah layak atau tidak layak orangnya. Tidak ada seorangpun yang punya hak untuk menilai dan menghakimi seseorang, hanya Allah sebagai pencipta. Kita semua adalah orang-orang yang berdosa dan layak memohon belas kasihan Tuhan untuk diselamatkan. Jangan kita membeda-beda sesama kita dari latar belakang hidup mereka. Namun menerima dan menghargai mereka sebagai sesama ciptaan Allah.
| Doa: Tuhan ajar kami untuk tidak membedakan sesama dengan berdasarkan penampilan. Amin. |
Sabtu, 12 Agustus 2023
Bahan bacaan : Yakobus 2 : 8 – 9
8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. 9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.
Kasihilah Sesamamu Seperti Dirimu Sendiri
Ajaran Tuhan Yesus tentang hukum kasih yakni kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri adalah baik ketika kita dapat melakukannya. Hukum kasih tersebut bukan hanya disebutkan atau didengarkan semata, namun harus diwujudkan saat kita membangun relasi dengan sesama. Terkadang dalam kenyataan hukum kasih ini hanya sebagai penghias ucapan bibir mulut kita saja. Hal tersebut nyata melalui sikap serta tindakan yang suka memandang muka dalam menilai dan memperlakukan seseorang. Kalau orangnya punya jabatan, kekuasaan dan kekayaan, maka kita akan berusaha mendekat dan membangun relasi serta berbaikan dengannya. Namun kalau orang tersebut tidak mempunyai apa-apa, miskin, berkekurangan, maka pasti kita akan menghindar dengan berpura-pura tidak mengenal dan tidak peduli dengannya. Oleh karena itu, penulis surat Yakobus dalam nasehatnya bagi kita sebagai anak-anak Tuhan mengatakan bahwa kita telah berbuat dosa dan melakukan pelanggaran. Kita mesti memaknai dengan sungguh-sungguh hukum kasih itu, maka kita akan mengasihi sesama, sama seperti mengasihi diri kita sendiri. Kita mampu melakukannya, ketika Roh Kudus berdiam di dalam kita. Mintalah selalu tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.
| Doa: Tuhan mampukan kami untuk mengasihi sesama seperti diri kami sendiri. Amin. |
@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2023 LPJ-GPM