Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Agustus 2023

Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Tema Mingguan : Hiduplah harmonis dan Jauhilah Perpecahan

Minggu, 13 Agustus 2023

bahan bacaan : I Korintus 1 : 10-17

Perpecahan dalam jemaat
10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. 12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? 14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis. 17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

Hidup Harmonis Sebagai Satu Tubuh Kristus

Tema pelayanan sepanjang minggu ini ialah “hiduplah harmonis dan jauhi perpecahan”. Tema ini menegaskan tentang pentingnya membangun persekutuan dan persatuan hidup dalam keluarga, gereja maupun masyarakat dengan menghindari atau menjauhi hal-hal yang dapat memecah persekutuan atau persatuan. Rasul Paulus pun menasehati jemaat di Korintus melalui informasi dari keluarga Kloe bahwa telah terjadi perselisihan hebat dalam persekutuan jemaat. Ada masing-masing kelompok membanggakan pemimpin spirtitual mereka dengan menyebut golongan Paulus, Apolos, Kefas dan Kristus. Kondisi demikian mengganggu persekutuan jemaat sebagai satu tubuh Kristus. Paulus bertanya apakah dengan kondisi demikian tubuh Kristus harus dipecah-pecahkan?.Karya pelayanan Paulus dan teman-temannya adalah demi kehidupan persekutuan jemaat sebagai satu tubuh Kristus. Jemaat Korintus sangat maju dalam hal-hal pelayanan rohani dan karunia-karunia. Namun apalah arti semuanya itu kalau tidak dipakai untuk membangun jemaat. Ternyata masing-masing kelompok bersaing siapa yang lebih hebat dan anggul. Kalau demikian bukan Kristus yang mereka beritakan tetapi kesombongan diri mereka. Untuk tetap menjaga hidup yang harmonis, maka kita semua harus saling menghargai, menerima, mengasihi dan melengkapi satu dengan yang lain. Serta menjauhkan diri dari sikap kesombongan dan keangkuhan yang dapat menciptakan perpecahan dalam hidup persekutuan. 

Doa: Tuntun kami Tuhan untuk mampu hidup harmonis sebagai satu persekutuan.. Amin.  

Senin, 14 Agustus 2023

bahan bacaan : Roma 13 : 12-14 

12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! 13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. 14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Andalkan Kristus Untuk Wujudkan Hidup yang Baik

Salah satu sikap yang mesti diwujudkan untuk membangun persekutuan hidup harmonis antar sesama adalah kesopanan. Sopan dalam perkataan maupun perbuatan. Kita pun seharusnya menjauhikan diri dari hal-hal yang memicu terjadi perpecahan. Kadangkala dengan kesukaan pada pesta pora dan kemabukan, percabulan dan hawa nafsu serta perselisihan dan iri hati, satu persekutuan dapat terganggu dan berujung konflik. Hal-hal tersebut bertentangan dengan injil Kristus yang diberitakan oleh Paulus bagi jemaat di Roma dan juga bagi kita. Seringkali sifat kedagingan mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Untuk menghadapinya rasul Paulus  memberi nasehat supaya mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang. Ini akan membuat kita tidak mudah goyah oleh berbagai tawaran dunia dan terus-menerus terbawa keinginan kedagingan untuk memuaskannya. Roh Kristus yang berdiam didalam diri akan memampukan kita untuk mewujudkan hal-hal baik, manis dan sopan melalui tutur kata serta sikap perilaku dalam berelasi dengan sesama. Dengan demikian maka kerinduan kita untuk menikmati persekutuan hidup yang harmonis akan selalu terwujud dan hal itu pun menjadi kesaksian bagi semua orang.

Doa: Karuniakan RohMu untuk mampukan kami mewujudkan hidup yang baik. Amin.  

Selasa, 15 Agustus 2023

bahan bacaan : Roma 14 : 13-18

Jangan memberi batu sandungan
13 Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung! 14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. 15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. 16 Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. 17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

                               Hindari Perpecahan Dengan Hidup Dalam Kasih Kristus

Rasul Paulus selalu gelisah ketika terjadi perselisihan di jemaat-jemaat yang ia layani. Tidak bisa dipungkiri atau dihindari realitas hidup manusia dengan berbagai macam perbedaan yang ada. Perbedaan pandangan dan pemahaman soal makanan yang najis dan tidak najis. Namun ditengah perbedaan itu rasul Paulus hadir dan memberikan nasehat bagi jemaat Roma dan juga bagi kita untuk melihat hal penting dari sebuah persekutuan hidup sebagai satu tubuh Kristus. Di dalam kasih Kristus, perbedaan tidak boleh dipersoalkan untuk melihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Bagi Paulus menyatakan kehadiran kerajaan Allah yakni kebenaran, damai sejahtera dan sukacita serta Roh Kudus itulah yang paling utama dan penting dari pada sekedar perdebatan soal makanan. Itulah sebabnya tidak perlu untuk saling menghakimi dan menjadi batu sandungan satu dengan yang lain. Tetapi memaknai kasih Allah dalam Kristus yang telah berkorban untuk keselamatan semua orang percaya. Itulah hal penting yang mesti diwujudkan dalam kehidupan persekutuan jemaat melalui sikap serta perilaku hidup.  Nasehat inipun penting bagi kita sebagai keluarga maupun persekutuan gereja dan masyarakat ketika kita mau mewujudkan persekutuan hidup yang harmonis. Tentu ketika kita tidak menjadikan perbedaan sebagai hal untuk memicu perpecahan dalam persekutuan. Namun perbedaan dilihat sebagai kekayaan untuk saling melengkapi dalam mewujudkan  persekutuan hidup sebagai satu tubuh Kristus.

Doa: Curahkan kasihMu bagi kami dalam wujudkan persekutuan hidup saling mengasihi. Amin.  

Rabu, 16 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 19 : 13-14

13 Anak bebal adalah bencana bagi ayahnya, dan pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik. 14 Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.

Hikmat Tuhan Menuntun Untuk Hidup Harmonis

Kita pasti mendambakan kehidupan dalam keluarga selalu harmonis dan jauh dari hal-hal yang memicu terjadinya perpecahan. Di hari ini penulis kitab Amsal memberikan nasehat hikmat untuk mendidik anak-anak kita agar tidak menjadi bebal. Anak bebal atau keras kepala adalah bencana bagi ayahnya. Oleh sebab itu mendidik anak-anak kita menjadi hal penting dalam keluarga, agar mereka menjadi anak yang baik dan takut Tuhan serta mempunyai masa depan yang baik. Pengamsal juga mengatakan tentang istri yang bertengkar, ibarat tiris yang tidak henti-hentinya menitik. Gambaran dari hati yang penuh amarah sehingga mengeluarkan kata-kata dari mulut yang mengalir tiada henti. Lebih fatal lagi kalau kondisi demikian ditanggapi dengan hal yang sama dari suami. Maka tiada hentinya pertengkaran itu. Rumah dan harta adalah warisan orang tua atau leluhur. Pasti kita senang dan bahagia menerima warisan tersebut. Pengamsal tegaskan bahwa istri yang berakal budi adalah karunia Tuhan. Artinya semua hal baik menjadi dambaan kita untuk hidup harmonis dalam keluarga, ketika kita meminta hikmat Tuhan untuk menuntun kita dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah dengan penuh kasih. Hikmat Tuhan merupakan kasih karunia Tuhan bagi kita.

Doa: Ya Tuhan tolong kami mewujudkan hidup yang harmonis. Amin.  

Kamis, 17 Agustus 2023

bahan bacaan : Mazmur 133 : 1-3

Persaudaraan yang rukun
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Kerukunan Mendatangkan Berkat

Hari ini, segenap bangsa Indonesia merayakan HUT kemerdekaan RI yang ke-78 Tahun. Momentum ini mengingatkan kita bahwa Tuhan itu baik; Ia menjaga dan memelihara bangsa ini dengan kasih-Nya. Sebab itu, sebagai warga masyarakat kita patut menaikan syukur sekaligus merespons kebaikan Tuhan itu dengan cara “ Merawat Persaudaraan Yang Rukun” (Tema HUT RI ke-78). Tema ini mau mengarahkan kita untuk  merawat hidup yang rukun dan menghindari perpecahan. Perpecahan kadang terjadi disebabkan oleh sikap tidak menghargai perbedaan dan kurangnya toleransi antar golongan, agama, suku,dll. Menyadari bahaya perpecahan tersebut, maka kita perlu membangun persatuan atau persaudaraan dengan baik, sebagaimana  ditegaskan dalam perikop bacaan Mazmur 133:1-3. Mazmur ini digolongkan sebagai mazmur ziarah, yakni nyanyian yang dinyanyikan ketika umat Israel mendaki ke Yerusalem untuk beribadah kepada Tuhan di Bait Allah. Selain itu, nyanyian ini berisi komitmen umat Israel yang terdiri dari 12 suku yang terpisah-pisah untuk tetap menjaga keutuhan sebagai bangsa pilihan Allah.  Apabila mereka hidup dengan rukun (ay.1), maka Tuhan memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya (ay.3). Orang Kristen hidup di tengah-tengah masyarakat majemuk yang berpotensi konflik dan perpecahan. Sebab itu, kita harus tetap menjaga keutuhan bangsa ini dengan cara menghargai perbedaan dan menjauhi konflik dengan sesama. Hanya dengan membangun persaudaraan yang rukun, Tuhan memberikan berkat yang berlimpah-limpah.

Doa: Kiranya bangsa Indonesia senantiasa hidup rukun dan damai, amin! 

Jumat, 18 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 29 : 22-23

22 Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya. 23 Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.

                                             Rendah Hati Mencegah Perpecahan

Keangkuhan dan kerendahan hati merupakan dua sifat manusia yang sangat bertolak belakang. Angkuh (sombong) adalah sifat seseorang yang merasa diri paling hebat, paling benar, paling lebih dari orang lain. Sedangkan rendah hati adalah sifat yang tidak merasa paling baik, paling bisa, paling tahu, paling pintar dari orang lain. Hal ini dijelaskan dalam perikop bacaan kita tadi, Penulis Kitab Amsal (Salomo) menunjukkan perbedaan antara sikap orang berhikmat dan sikap orang bodoh, yakni: “Keangkuhan merendahkan orang, tapi orang yang rendah hati menerima pujian”(ay.23). Keangkuhan membuat seseorang bersikap meremehkan dan tidak menghargai orang lain. Sifat angkuh ini berpotensi menimbulkan pertengkaran dan perpecahan. Sedangkan sifat rendah hati membuat seseorang dapat menjaga relasi hidup yang baik dengan sesama. Bunda Teresa berkata: “Kerendahan hati adalah ibu dari semua sifat yang baik”. Maka orang yang memiliki kerendahan hati dan takut Tuhan akan  memperoleh kekayaan,kehormatan dan kehidupan (Ams.22:4)).Belajarlah menjadi orang yang rendah hati dan jauhilah keangkuhan, karena orang rendah hati dikasihi oleh Tuhan (Maz.25:9) dan sesama, sedangkan keangkuhan dibenci oleh Tuhan.

 Doa: Tuhan, kiranya kami dapat mencegah perpecahan melalui kerendahan hati, amin.  

Sabtu, 19 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 20 : 3

3 Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

Orang Berhikmat Menjauhi Pertengkaran

Masih ingatkah kita tentang “kasus Sambo” yang menyita perhatian banyak orang baik di tanah air maupun luar negeri. Sambo disebutkan membunuh anak buahnya (JH) karena amarah yang meledak-ledak setelah mendapat informasi bahwa isterinya (PC) dilecehkan oleh ajudannya sendiri meskipun informasi tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Namun, satu hal yang memberikan pelajaran penting bagi kita bahwa amarah (emosi) yang tidak dapat dikendalikan menimbulkan masalah besar bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Hal ini dijelaskan oleh penulis kitab Amsal dalam bacaan kita tadi, “terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh  membiarkan amarahnya meledak” (ay.3). Salomo mau mengingatkan, orang yang hidup berdasarkan hikmat melakukan hal-hal yang benar sedangkan orang bodoh hidup menurut hawa nafsunya. Orang yang hidup berdasarkan hikmat menjauhi perbantahan karena perbantahan (pertengkaran) dapat membahayan diri sendiri (band.ay.2), bahkan bisa menjadi sumber perpecahan baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat. Orang yang hidup berdasarkan hikmat Allah biasanya membangun hubungan yang baik dengan orang lain, sabar, rendah hati, menghargai orang lain, tidak sombong, suka menolong, dan sebagainya. Sebaliknya orang bodoh membiarkan amarah (emosi) menguasai dirinya sehingga dia cenderung melukai hati orang lain dengan kata dan perbuatannya.Marilah jadi orang berhikmat yang dapat mengendalikan amarah dan menjauhi pertengkaran.

Doa:  Tuhan tuntun kami untuk mengendalikan emosi dan menjauhi pertengkaran, Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2023 LPJ-GPM

Tinggalkan komentar