Santapan Harian Keluarga, 27 Agustus – 2 September 2023

Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Tema Mingguan : Merawat Keutuhan Keluarga dengan Kekuatan Cinta

Minggu, 27 Agustus 2023

bahan bacaan : Kidung Agung 8 : 5-7

Cinta kuat seperti maut
5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? --Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau. 6 --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! 7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

Keluarga Utuh Karena Kekuatan Cinta

Terbentuknya satu keluarga, selalu diawali dengan disatukannya dua insan yang berbeda dalam ikatan pernikahan. Ikatan pernikahan ini pada umumnya didasari karena timbulnya suatu ikatan emosional yang di sebut cinta. Menjadi keluarga yang tetap utuh dan harmonis adalah dambaan dan harapan mereka yang menjalaninya. Namun, fakta membuktikan bahwa ada sejumlah besar keluarga-keluarga kristen yang tidak dapat mempertahankan keutuhan dan keharmonisan keluarganya. Hal ini disebabkan karena berbagai macam faktor, baik internal maupun eksternal. Agar keutuhan dan keharmonisan keluarga kristen tetap terawat, maka ada hal penting yang harus tetap dipertahankan yaitu kekuatan cinta. Sebab itu tidaklah heran ketika Salomo menekankan bahwa, cinta kuat seperti maut dan nyalanya seperti nyala api Tuhan (ay. 6). Karena dengan cinta kita akan selalu bersyukur, setia, jujur, tulus, saling percaya, bertanggungjawab, menyemangati, menghargai, mengampuni  dan seterusnya. Inilah kekuatan cinta yang akan terus memberikan motivasi untuk memelihara keutuhan keluarga. Hiduplah sebagai keluarga-keluarga kristen yang menghadirkan cinta bagi semua anggota keluarga, dalam tanggungjawab serta peran sebagai papa, mama dan juga anak-anak. Ingatlah bahwa kekuatan cinta yang berasal dari Tuhan, akan senantiasa memelihara dan merawat keutuhan keluarga kita.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, untuk tetap merawat keutuhan keluarga dengan kekuatan cinta. Amin. 

Senin, 28 Agustus 2023

bahan bacaan : Kidung Agung 1 : 2-8

Mempelai perempuan dan puteri-puteri Yerusalem
2 --Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur, 3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu! 4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu! 5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma. 6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga. 7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu? 8 --Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.

Hargai Yang Dicintai

Tindakan sewenang-wenang seperti ini dapat saja terjadi dalam keluarga antara suami dan istri, adik dan kakak serta orang tua dan anak. Hal ini tentu saja berpengaruh pada relasi yang dapat menimbulkan perseteruan dan perpecahan dalam keluarga. Karena itu hal terpenting yang harus dibangun yaitu menghargai yang dicintai. Inilah yang nampak dalam bacaan kita “putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; Artinya ada tindakan sewenang-wenang yang terjadi diantara anggota keluarga. Namun, menariknya ada sikap tunduk atau patuh kepada orang-orang yang dicintai. Sikap ini dibuktikan dengan ungkapan Kebun anggurku sendiri tidak kujaga. Maksudnya ialah sikap rela berkorban yang ditunjukkan, menggambarkan sikap hidup yang bertujuan mengutamakan keutuhan keluarga meskipun ada konsekuensinya. Sesuai firman Tuhan, kita diajarkan agar tidak mengabaikan mereka yang dicintai melainkan menghargai dengan sepenuh hati. Sebab ketika kita saling menghargai dalam keluarga, maka sikap ini juga yang akan diterapkan di lingkungan masyarakat. Sebagai orang percaya, tidaklah patut berlaku sewenang-wenang terhadap orang lain, apalagi keluarga sendiri. Sebab  akan ada yang tersakiti karena sikap dan tindakan kita. Ingatlah, orang yang cintanya tulus selalu siap berkorban demi merawat keutuhan keluarga. Karena semua orang berhak mendapatkan perlakuan yang semestinya, Jadi teruslah menjadi pribadi yang selalu menghargai dan tidak menyakiti mereka yang kita cintai.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami sebagai pribadi yang selalu menghargai yang dicintai.  Amin.   

Selasa, 29 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 29 : 1-20

Yakub di rumah Laban
Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur. 2 Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar; 3 dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu. 4 Bertanyalah Yakub kepada mereka: "Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami ini dari Haran." 5 Lagi katanya kepada mereka: "Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?" Jawab mereka: "Kami kenal." 6 Selanjutnya katanya kepada mereka: "Selamatkah ia?" Jawab mereka: "Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya." 7 Lalu kata Yakub: "Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi." 8 Tetapi jawab mereka: "Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami." 9 Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. 10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu. 11 Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras. 12 Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya. 13 Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban. 14 Kata Laban kepadanya: "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku." Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya. 15 Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu." 16 Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. 17 Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya. 18 Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." 19 Sahut Laban: "Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku." 20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.

Termotivasi Karena Cinta

Dibalik setiap tindakan yang dilakukan manusia, sesungguhnya ada alasan yang mendasarinya. Inilah yang terjadi dan nampak ketika Yakub ingin memperisterikan Rahel. Fakta sejarah membuktikan bahwa karena cinta, ada dorongan yang begitu kuat dalam diri Yakub. Dorongan untuk tetap semangat bekerja pada Laban selama tujuh tahun. Karena kekuatan cinta itulah, sehingga tujuh tahun bekerja hanya dianggap beberapa hari saja oleh Yakub. Hal ini memperlihatkan bahwa, cinta dapat memampukan setiap orang untuk berupaya mendapatkan atau mencapai keinginannya. Dengan begitu, berbagai tantangan yang berat sekalipun dapat dilewati dan terasa lebih ringan. Pastikan bahwa cinta yang ada dalam diri kita adalah cinta yang berasal dari Allah. Karena cinta seperti ini akan selalu disertai dengan ketulusan dan motivasi yang benar. Ingatlah termotivasi melakukan sesuatu karena cinta, tidak diperuntukkan hanya bagi pasangan kekasih saja tetapi juga kepada orang lain. Perasaan cinta yang tulus dan murni, dapat dimulai dari ruang lingkup yang terkecil seperti keluarga. Dapat juga diwujudnyatakan lewat hal-hal sederhana yang dilakukan sebagai orang tua, anak-anak maupun anggota keluarga lainnya. Teruslah  memotivasi diri dengan kekuatan cinta yang tulus, karena dengan demikian kita dapat menjalankan tanggungjawab dimana saja tanpa merasa terbeban oleh apapun.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah semua yang kami lakukan termotivasii karena cinta yang tulus. Amin. 

Rabu, 30 Agustus 2023

bahan bacaan : Kidung Agung 2 : 1-7

Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2 --Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis. 3 --Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku. 4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta. 5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku. 6 Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku. 7 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Cinta Sejati

Sebagai keluarga-keluarga kristen, patutlah kita bersyukur dan bersukacita karena di hari ini kita ada dalam perayaan hari keluarga GPM.  Dalam kebahagian bersama ini, masing-masing keluarga tentunya memiliki harapan agar keutuhan keluarga tetap terjaga. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa ada keluarga-keluarga kristen yang tetap harmonis, bertahan, saling setia dll. Akan tetapi ada juga keluarga-keluarga kristen yang hidup dalam pertengkaran, mengalami keretakan rumah tangga bahkan berujung pada perceraian. Perjalanan dan pengalaman masing-masing keluarga yang berbeda ini, dilatarbelakangi juga oleh cara hidup yang berbeda. Karena itu, satu hal yang menjadi fondasi untuk mempertahankan keutuhan keluarga yaitu memiliki cinta sejati. Cinta sejati diartikan sebagai perasaan tulus yang datang dari hati paling dalam. Ketulusan inilah yang membuat mereka yang menjalaninya tetap saling mencintai, mengasihi, menghormati, menjaga, bahkan saling memuji seperti yang dilakukan oleh mempelai laki-laki dan perempuan. Inilah cara hidup benar  yang menjadikan perjalanan hidup keluarga penuh dengan rasa syukur, kebahagiaan dan sukacita. Karena itu sebagai keluarga kristen, kita wajib menjauhkan dan menghindari terjadinya sikap dan tindakan negatif yang berakibat fatal bagi keluarga. Misalnya bersikap masa bodoh dan tidak setia, bertutur kata yang tidak sopan dan cenderung menyakiti serta tindakan kekerasan dalam keluarga. Hendaklah hidup sebagai keluarga kristen yang takut Tuhan dan milikilah cinta sejati. Hindari perpecahan dan tetaplah menjaga keutuhan keluarga. Selamat merayakan hari keluarga GPM bersama orang-orang terkasih.

Doa: Tuhan, yakinkan hati kami agar tetap memiliki cinta sejati.  Amin.   

Kamis, 31 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 34 : 1-12

Dina dan Sikhem
Pada suatu kali pergilah Dina, anak perempuan Lea yang dilahirkannya bagi Yakub, mengunjungi perempuan-perempuan di negeri itu. 2 Ketika itu terlihatlah ia oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, lalu Dina itu dilarikannya dan diperkosanya. 3 Tetapi terikatlah hatinya kepada Dina, anak Yakub; ia cinta kepada gadis itu, lalu menenangkan hati gadis itu. 4 Sebab itu berkatalah Sikhem kepada Hemor, ayahnya: "Ambillah bagiku gadis ini untuk menjadi isteriku." 5 Kedengaranlah kepada Yakub, bahwa Sikhem mencemari Dina. Tetapi anak-anaknya ada di padang menjaga ternaknya, jadi Yakub mendiamkan soal itu sampai mereka pulang. 6 Lalu Hemor ayah Sikhem, pergi mendapatkan Yakub untuk berbicara dengan dia. 7 Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah berbuat noda di antara orang Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan. 8 Berbicaralah Hemor kepada mereka itu: "Hati Sikhem anakku mengingini anakmu; kiranya kamu memberikan dia kepadanya menjadi isterinya 9 dan biarlah kita ambil-mengambil: berikanlah gadis-gadis kamu kepada kami dan ambillah gadis-gadis kami. 10 Tinggallah pada kami: negeri ini terbuka untuk kamu; tinggallah di sini, jalanilah negeri ini dengan bebas, dan menetaplah di sini." 11 Lalu Sikhem berkata kepada ayah anak itu dan kepada kakak-kakaknya: "Biarlah kiranya aku mendapat kasihmu, aku akan memberikan kepadamu apa yang kamu minta; 12 walaupun kamu bebankan kepadaku uang jujuran dan uang mahar seberapa banyakpun, aku akan memberikan apa yang kamu minta; tetapi berilah gadis itu kepadaku menjadi isteriku."

Siap Bertanggungjawab

Kesalahan merupakan sikap atau tindakan menyimpang yang dilakukan oleh manusia, baik secara sadar maupun tidak sadar. Mirisnya ada sebagian orang yang masa bodoh atau tidak peduli dengan penyimpangan atau kesalahan yang dilakukannya. Akan tetapi, menariknya ada juga sebagian orang yang justru siap betanggungjawab atas penyimpangan dan kesalahan mereka. Sikap dan tindakan yang siap bertanggungjawab ini, tergambar jelas ketika Sikhem ingin mengambil Dina sebagai isterinya. Keputusan Sikhem dilandasi dengan terikat hatinya serta cinta kepada gadis itu. Untuk mencapai keinginannya itu, ia meminta belas kasih dari keluarga Dina bahkan siap memenuhi permintaan mereka. Mengakhiri bulan ini, firman Tuhan mengajarkan kita untuk hidup bertanggungjawab. Bertanggungjawab terhadap semua kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada kita lewat kehidupan bersama dalam keluarga, ruang lingkup pelayanan gereja maupun pelayanan masyarakat. Bahkan kita diajarkan untuk berani dan siap bertanggungjawab atas sikap dan tindakan yang salah atau keliru. Satu hal yang tidak kalah penting yang dapat dipelajari yaitu berfikir sebelum bertindak. Maknailah semua yang terjadi dalam kehidupan kita, sambil terus membarui diri untuk melakukan hal-hal yang benar. Selamat mengakhiri bulan ini bersama keluarga terkasih dan jalanilah bulan yang baru dengan rahmat dan berkat dari Tuhan. Jalanilah hidup dengan takut akan Tuhan.

Doa: Layakanlah kami Tuhan, untuk tetap hidup bertanggungjawab dalam segala hal. Amin. 

Jumat, 01 September 2023

bahan bacaan : Keluaran 18 : 1-12

Yitro mengunjungi Musa
Kedengaranlah kepada Yitro, imam di Midian, mertua Musa, segala yang dilakukan Allah kepada Musa dan kepada Israel, umat-Nya, yakni bahwa TUHAN telah membawa orang Israel keluar dari Mesir. 2 Lalu Yitro, mertua Musa, membawa serta Zipora, isteri Musa--yang dahulu disuruh Musa pulang-- 3 dan kedua anak laki-laki Zipora; yang seorang bernama Gersom, sebab kata Musa: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing," 4 dan yang seorang lagi bernama Eliezer, sebab katanya: "Allah bapaku adalah penolongku dan telah menyelamatkan aku dari pedang Firaun." 5 Ketika Yitro, mertua Musa, beserta anak-anak dan isteri Musa sampai kepadanya di padang gurun, tempat ia berkemah dekat gunung Allah, 6 disuruhnyalah mengatakan kepada Musa: "Aku, mertuamu Yitro, datang kepadamu membawa isterimu beserta kedua anaknya." 7 Lalu keluarlah Musa menyongsong mertuanya itu, sujudlah ia kepadanya dan menciumnya; mereka menanyakan keselamatan masing-masing, lalu masuk ke dalam kemah. 8 Sesudah itu Musa menceritakan kepada mertuanya segala yang dilakukan TUHAN kepada Firaun dan kepada orang Mesir karena Israel dan segala kesusahan yang mereka alami di jalan dan bagaimana TUHAN menyelamatkan mereka. 9 Bersukacitalah Yitro tentang segala kebaikan, yang dilakukan TUHAN kepada orang Israel, bahwa Ia telah menyelamatkan mereka dari tangan orang Mesir. 10 Lalu kata Yitro: "Terpujilah TUHAN, yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun. 11 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah; sebab Ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir, karena memang orang-orang ini telah bertindak angkuh terhadap mereka." 12 Dan Yitro, mertua Musa, mempersembahkan korban bakaran dan beberapa korban sembelihan bagi Allah; lalu Harun dan semua tua-tua Israel datang untuk makan bersama-sama dengan mertua Musa di hadapan Allah.

 Kehangatan Kasih Dalam Keluarga

Bacaan kita hari ini menceritakan tentang Yitro, Mertua musa yang berkeinginan mengunjungi Musa bersama Zipora, Istri Musa dan kedua anak mereka. Di samping itu, Yitro juga ingin menaikkan Syukur Kepada Allah atas perlindungan-Nya sehingga Musa selamat dan berhasil membawa umat Israel keluar dari tanah perbudakan itu. Karena itu Musa berbahagia ketika didatangi oleh Mertua, Istri dan anak-anaknya. Kehangatan keluarga adalah fondasi yang sangat kuat untuk merekatkan dan menyatukan setiap perbedaan yang ada. Keluarga menjadi tempat untuk ‘pulang’ ketika kita bergumul dengan berbagai situasi. Dalam bahagia, susah, sakit, sehat, berhasil ataupun gagal, keluarga akan selalu menjadi tempat yang tepat untuk mencurahkan semua perasaan itu. Oleh karenanya, keluarga-keluarga Kristen dewasa ini haruslah memperkuat cinta kasih yang dilandaskan pada kasih Allah, baik suami kepada istri, orang tua kepada anak-anak, adik kepada kakak, dst. Menghidupkan cinta kasih harus menjadi prioritas dalam keluarga. Mewujudkannya dengan hidup saling mengasihi, memahami serta menjaga bahkan saling mendoakan dalam bina keluarga yang setiap sabtu kita lakukan. Sebab hanya dengan demikian keutuhan keluarga akan selalu terjaga dan dipenuhi dengan sukacita. 

Doa: Berkatilah Keluarga kami ya Tuhan, agar terus menghidupkan Cinta KasihMu. Amin.   

Sabtu, 02 September 2023

bahan bacaan : 2 Samuel 13 : 1-22

Amnon dan Tamar
Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom bin Daud mempunyai seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya. 2 Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, saudaranya itu, sebab anak perempuan itu masih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan sesuatu terhadap dia. 3 Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik. 4 Katanya kepada Amnon: "Hai anak raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahukannya kepadaku?" Kata Amnon kepadanya: "Aku cinta kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu." 5 Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: "Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan di depan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya." 6 Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada raja: "Izinkanlah adikku Tamar datang membuat barang dua kue di depan mataku, supaya aku memakannya dari tangannya." 7 Lalu Daud menyuruh orang kepada Tamar, ke rumahnya, dengan pesan: "Pergilah ke rumah Amnon, kakakmu dan sediakanlah makanan baginya." 8 Maka Tamar pergi ke rumah Amnon, kakaknya, yang sedang berbaring-baring, lalu anak perempuan itu mengambil adonan, meremasnya dan membuat kue di depan matanya, kemudian dibakarnya kue itu. 9 Sesudah itu gadis itu mengambil kuali dan mengeluarkan isinya di depan Amnon, tetapi ia tidak mau makan. Berkatalah Amnon: "Suruhlah setiap orang keluar meninggalkan aku." Lalu keluarlah setiap orang meninggalkan dia. 10 Lalu berkatalah Amnon kepada Tamar: "Bawalah makanan itu ke dalam kamar, supaya aku memakannya dari tanganmu." Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, kakaknya, ke dalam kamar. 11 Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: "Marilah tidur dengan aku, adikku." 12 Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. 13 Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu." 14 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. 15 Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!" 16 Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: "Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi." Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia. 17 Dipanggilnya orang muda yang melayani dia, katanya: "Suruhlah perempuan ini pergi dari padaku dan kuncilah pintu di belakangnya." 18 Gadis itu memakai baju kurung yang maha indah; sebab demikianlah puteri-puteri raja yang masih perawan berpakaikan baju kurung panjang. Kemudian pelayan itu menyuruh dia keluar, lalu mengunci pintu di belakangnya. 19 Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring. 20 Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: "Apakah Amnon, kakakmu itu, bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu." Lalu Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri. 21 Ketika segala perkara itu didengar raja Daud sangat marahlah ia. 22 Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya.

                                                      Tak ada yang lebih Indah dari Saling Mengasihi

Tindakan Amnon kepada Tamar mewakili semua tindakan tidak terpuji yang dilakukan seseorang ketika cintanya ditolak. Bacaan ini memperlihatkan bahwa ternyata nafsu birahi manusia dapat membuat manusia itu kalap mata dan tidak dapat berpikir dengan akal sehat. Dari perasaan suka, hasrat memiliki dan didukung dengan hasutan kelicikan, Amnon mengatur strategi untuk mendapatkan Tamar dan menidurinya. Setelah hasratnya terpenuhi, Amnon dengan kasar tidak bertanggung jawab dan mengabaikan Tamar. Tamar hanya berpasrah dan mengenakkan baju kurung dan menaruh abu diatas kepalanya. Dalam tradisi kuno, menaruh abu/debu di atas kepala menandakan adanya kesedihan yang mendalam tetapi juga simbol pertobatan. Tamar melalui pergolakan hidup yang sulit serta diperhadapkan dengan kenyataan yang sungguh memilukan. Tamar mewakili setiap kita yang diperlakukan tidak adil, direndahkan dan diabaikan. Dalam membina sebuah hubungan pun baiknya didasarkan pada cinta yang tulus. Cinta yang tidak memaksa apalagi didasarkan pada nafsu semata. Cinta dalam keluarga harus mengutamakan sikap  saling menghargai dan menghormati dan mendukung bukan saling menyakiti. Oleh karenanya, bimbingan, nasihat dan pengajaran-pengajaran yang baik mesti selalu disampaikan kepada anak-anak kita di dalam keluarga. Mengarahkan mereka untuk hidup Takut Tuhan dan cinta saudara dengan sikap saling  menghormati.

Doa: Tuntun Kami Ya Roh Kudus, agar kami hidup saling mengasihi dan menghormati. Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS & SEPTEMBER 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar