Santapan Harian Keluarga, 03 – 09 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman 

Tema Mingguan : Bersama-sama Berdoa Dan Bekerja

Minggu, 03 September 2023

bahan bacaan : 2 Tesalonika 3 : 1 -15

Berdoa dan bekerja
Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, 2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. 3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. 4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. 5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus. 6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. 7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, 8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. 9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. 10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. 12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri. 13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik. 14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, 15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

Berdoa dan Bekerja

Apa itu Berdoa? Satu pertanyaan sederhana yang disampaikan oleh seorang pengasuh sekolah minggu kepada anak-anak asuhannya di jenjang AK 2. Seorang anak menjawab, “berdoa itu kalo mau makan”, anak yang lain menjawab “Mama bilang musti berdoa supaya Tuhan Yesus jaga”, dan yang lain pung menjawab “Berdoa itu tutup mata, lipat tangan toh kaka pengasuh?” Apapun jawaban anak-anak adalah wujud pengajaran yang diberikan oleh orang tua dan para pengasuh SMTPI. Sungguh dengan polosnya, anak-anak ini menyampaikan apa yang selalu mereka lakukan dalam keseharian mereka. Dalam bacaan kita, oleh Rasul Paulus pun mengingatkan jemaat di Tesalonika agar menghidupkan Ora et Labora atau berdoa dan bekerja. Wujud berdoa dan bekerja bagi Paulus adalah hidup saling mengasihi terhadap sesama tetapi juga hidup dituntun oleh kuasa Roh Kudus. Paulus menyadari ada banyak tantangan yang kelak akan dihadapi oleh jemaat di Tesalonika. Karena itu, Paulus memberi sebuah peringatan agar umat tekun dalam Doa. Paulus juga memperingatkan umat bahwa kalau tidak bekerja maka tidak akan dapat makan. Peringatan-peringatan itu sesungguhnya bermakna bagi kita untuk memperbiasakan hidup harus selalu dilandasi dengan Doa dan diwujudkan dalam bekerja. Berdoa dan Bekerja adalah tindakan-tindakan aktif yang akan melahirkan tujuan yang baik jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan.

Doa: Tuhan, kami mau  mempersembahkan hidup melalui Doa dan Kerja setiap hari. Amin.    

Senin, 04 September 2023

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 18 : 36 – 39

36 Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. 37 Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali." 38 Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. 39 Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

Yakinilah Kuasa Allah dalam Kehidupanmu!

Baru-baru ini lewat laman media sosial kita dikejutkan dengan sebuah karnaval besar di Brazil yang mempertontonkan patung satanic atau patung iblis yang diarak sepanjang jalan. TribunGayo.com menuliskan bahwa ada sekelompok individu yang berkeyakinan atau memiliki ideologis dan filosofis yang didasarkan pada setan.Warganet mengomentari video tersebut dan tidak sedikit yang mengutuk tindakan tersebut sebagai Penyembahan terhadap berhala. Nabi Elia pun dalam bacaan kita sesungguhnya sedang berhadapan dengan penyembah-penyembah Baal atau Berhala. Elia dengan keyakinan sungguh kepada Allah melawan baal-baal itu. Allah menunjukkan Kemahakuasaan-Nya dan semua bangsa menyembah kepadaNya. Sebagai orang-orang percaya, kita yakin Allah kita adalah Allah yang hidup, yang mampu mengubah segala keadaan dan tidak akan pernah membuat malu. Elia membuktikannya. Allah yang ia sembah tidak mempermalukannya tetapi justru membuatnya semakin yakin dan percaya. Kadang kala,  keraguan seringkali muncul ketika kita diperhadapkan dengan persoalan hidup yang besar. Persoalan melemahkan kita hingga tidak lagi meyakini Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus. Marilah kita berkaca dan belajar dari nabi-nabi terdahulu bahwa dengan keyakinan yang sungguh, Tuhan akan bertindak menolong dan menyelamatkan.

Doa: Ya Tuhan, hadirlah dengan kehidupan kami dengan Kuasa dan KasihMu.  Amin.   

Selasa, 05 September 2023

bahan bacaan : Nehemia 4 : 7 – 9

7 Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka. 8 Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana. 9 Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.

Kokohkan Hati Meyakini Penyertaan Tuhan

Dalam proses membangun sebuah bangunan pasti akan ditemui berbagai permasalahan. Masalah pendanaan, material bangunan, tenaga kerja bahkan masalah komitmen untuk bekerja. Sebab, dalam pekerjaan-pekerjaan yang demikian, seringkali juga tantangan justru timbul akibat lemahnya komitmen. Contohnya dalam pembangunan gereja / pastori di sebuah Jemaat. Jika semua kebutuhan sudah terpenuhi tetapi komitmen jemaat lemah dan tidak mendukung, maka akan menyebabkan kemacetan dalam pembangunan. Sangat mungkin proses pembangunan itu akan terbengkalai dan menjadi pergumulan berat bagi suatu jemaat sehingga membutuhkan waktu bertahun-tahun demi penyelesainnya. Oleh karena itu, belajar dari Nehemia dalam nas bacaan hari ini, yang terus maju untuk membangun walaupun ditentang Sanbalat dan sekutunya. Nehemia meyakini Penyertaan Tuhan Allah untuk pembangunan tersebut. Kita pun harus demikian, jika dalam pembangunan sebuah rumah atau gedung, apapun tantangan dan masalah, jangan lemah dalam komitmen. Keyakinan akan Allah di dalam Yesus Kristus sebagai dasar pembangunan menjadi pendorong bahwa penyertaan-Nya akan tetap menopang proses pembangunan itu. Maka bekerjalah dengan semangat dan komitmen yang teguh.

Doa: Tuhan, Kokohkan hati kami, untuk tetap meyakini PenyertaanMu, Amin.   

Rabu, 06 September 2023

bahan bacaan : Efesus 3 : 14-21

Doa Paulus
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

 Sikap Berdoa

Paulus dalam nas ini mendorong orang percaya agar memiliki sikap doa yang berbeda, yaitu menjadikan kehendak Allah sebagai landasannya. Paulus berdoa agar jemaat Efesus dikuatkan dan diteguhkan oleh Roh Allah berdasarkan kekayaan kemuliaan-Nya. Inilah kebutuhan mendasar orang beriman, yaitu kehadiran kuasa Allah di dalam hidupnya. Paulus juga berdoa agar orang Kristen nonYahudi, sebagai bagian dari keluarga Allah, memahami kasih Kristus. Umat yang telah mengalami kasih Kristus niscaya akan memahami kasih itu serta mau hidup dan berdasar di dalamnya. Tujuannya, agar jemaat Efesus dipenuhi oleh kuasa Allah.Pada akhir doa Paulus memperlihatkan keyakinan Paulus akan kebesaran Allah, bahwa Ia sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang didoakan atau dipikirkan. Doa Paulus ini menggarisbawahi kebutuhan kita. Sebagai gereja yang diberkati hingga usia 88 tahun hari ini, kita mengalami hidup yang dinamis karena menyadari kehadiran Kristus di dalam seluruh gerak pelayanan bergereja. Hidup kita akan efektif karena memiliki kualitas yang lahir dari kuasa Roh Kudus, pemahaman akan kasih Kristus, serta dipenuhi oleh kepenuhan Allah. Inilah yang akan menolong GPM dan keluarga kita dalam ber-doa. Kita mempercayakan hidup pada kuasa dan kehendak-Nya. “Bukan kehendakku, tapi kehendak Tuhan-lah yang jadi. Selamat ulang tahun gerejaku, Tuhan memberkati!

Doa: Ya Tuhan, kami berserah dalam tiap doa, biarlah kehendak-Mu sajalah yang jadi. Amin.   

Kamis, 07 September 2023

bahan bacaan : Efesus 6 : 18

18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Doa Itu Penting

Doa lahir karena semua orang menyadari akan kekuatan dan kemampuan yang terbatas, sehingga kita sangat membutuhkan pertolongan dan campur tangan Tuhan.  Namun banyak dari kita kurang menyadari arti pentingnya berdoa, terbukti kita sering mengabaikan jam-jam doa dan susah sekali menyediakan waktu secara konsisten untuk berdoa dibandingkan aktifitas lain. Berdoa haruslah menjadi hal terpenting dan kebutuhan khusus dalam kehidupan kita lebih dari segala pekerjaan apa pun. Hidup tanpa doa, ibarat rumah tidak bertiang!  Dapatkah sebuah rumah berdiri tegak bila tidak ada tiang yang mendukungnya?  Mustahil! Doa bukan hanya sebagai kegiatan rutinitas agamawi, bukan sekedar mengucapkan kalimat-kalimat doa yang dihafalkan, tetapi mesti menjadi gaya hidup sehari-hari.  Inilah yang dimaksud memiliki kehidupan doa!  Janganlah beranggapan bahwa segala sesuatu bisa dilakukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri tanpa harus melibatkan Tuhan dalam hidup dan kerja karena doa merupakan jalan yang Tuhan tetapkan untuk kita berbicara, membangun hubungan dengan Dia, dan meminta sesuatu kepada-Nya. Tinggal dan berkarya di kota Ambon, membutuhkan doa sebagai kekuatan dalam membangun hidup bersama. Berdoalah bagi kota Ambon di usia ke – 448. Upayakanlah kesejahteraan bagi kota tercinta. Selamat hari ulang tahun Kota Ambon, Tuhan berkati. TABEA..!!! 

Doa: Tuhan, berkatilah kota Ambon dan limpahkanlah kesejahteraan di dalamnya bagi kami. Amin.   

Jumat, 08 September 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 18 : 1 – 4

Paulus di Korintus
Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. 2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. 3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. 4 Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.

  Bersama Wujudkan Keutuhan Pelayanan

Akwila dan Priskila, yang dicatat dalam bacaan kita hari ini, adalah orang-orang biasa, namun mereka mempunyai peran yang penting bagi gereja pada waktu itu. Mereka berasal dari Pontus, Italia. Mereka pindah ke Korintus dan berjumpa dengan Paulus. Bahkan, Paulus menginap di rumah mereka. Pada saat itulah, Paulus banyak mengajar dan membimbing Akwila dan Priskila. Dan hari ini pun kita dibimbing dan diajarkan, selama kita berbuat sesuatu yang berkenan di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan selalu membuka jalan bagi kita. Tantangan pasti akan selalu ada, namun tantangan tidak akan pernah menyurutkan langkah kita, sebab Tuhan senantiasa ada bersama. Ada banyak cara atau jalan yang akan Tuhan berikan untuk meluruskan jalan kita. Kita diajak untuk selalu bekerja bersama, memberikan diri dengan sukacita untuk kemajuan pemberitaan Firman Tuhan. Kebaikan dari Akwila, Priskila dan Titius Yustus menjadi teladan yang berharga bagi kita. Bagaimana kita dengan penuh sukacita melibatkan diri bekerja bersama sebagai wujud keutuhan pelayanan. Ada banyak hal yang bisa kita perbuat, yang bisa kita lakukan untuk pelayanan. Kita mempersembahkan pikiran, kemauan, dana, tenaga dan juga menyediakan rumah menjadi tempat persekutuan. Kita memberikan diri dan apa yang ada pada kita dengan penuh sukacita tanpa terpaksa dan bersungut-sungut.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, untuk tetap memberi hidup kami bagi pekerjaan pelayanan. Amin.    

Sabtu, 09 September 2023

bahan bacaan : 2 Korintus 1 : 10-11

10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Topangan Doa

Berdoa merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk membangun relasi dan komunikasi dengan Tuhan. Relasi yang dibangun dengan Tuhan tentu saja berupa permohonan yang dapat berkaitan dengan diri sendiri tetapi juga dengan sesama. Inilah yang disampaikan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus. Ia sangat bersyukur sebab dalam setiap penderitaan yang dialaminya, ia tetap kuat karena mendapat dukungan doa dari jemaat di Korintus. Hal ini nampak jelas dalam ungkapannya “karena kamu juga turut membantu mendoakan kami…..” (ay. 11). Artinya, topangan doa yang diberikan oleh jemaat begitu penting dan sangatlah membantu. Karena itu, saling menopang dalam doa patutlah diteladani oleh kita sebagai orang percaya.  Dengan saling mendoakan, kita akan diberikan kemampuan dan kekuatan sekalipun ada dalam penderitaan karena berbagai persoalan hidup. Perbiasakanlah diri kita agar terus berdoa, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. Dengan begitu, memperlihatkan kepribadian kita yang tidak hanya mementingkan diri sendiri melainkan kepentingan bersama. Berdoalah senantiasa kepada Tuhan dan mintalah Ia untuk turut serta campur tangan dan selalu mengendalikan seluruh kehidupan kita. Karena doa merupakan nafas hidup orang percaya, maka teruslah berdoa.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, agar selalu saling menopang di dalam doa. Amin. 

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ – GPM

Tinggalkan komentar