Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Menghadirkan Kehidupan Yang Aman dan Tenteram

Minggu, 17 September 2023

bahan bacaan : Yeremia 33 : 1 – 13

Janji pemulihan keadilan Yerusalem dan Yehuda
Datanglah firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya: 2 "Beginilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya--TUHAN ialah nama-Nya--: 3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. 4 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai rumah-rumah di kota ini dan mengenai gedung-gedung istana raja Yehuda yang dirobohkan untuk dipakai terhadap tembok-tembok pengepungan dan pedang: 5 Orang akan masuk pertempuran melawan orang-orang Kasdim dan kota ini akan penuh dengan bangkai-bangkai manusia yang telah Kupukul mati karena murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku, sebab Aku telah menyembunyikan wajah-Ku dari kota ini oleh karena segala kejahatan mereka. 6 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah. 7 Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel dan akan membangun mereka seperti dahulu: 8 Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku. 9 Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; mereka akan terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya. 10 Beginilah firman TUHAN: Di tempat ini, yang kamu katakan telah menjadi reruntuhan tanpa manusia dan tanpa hewan, di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem yang sunyi sepi itu tanpa manusia, tanpa penduduk dan tanpa hewan, 11 akan terdengar lagi suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, suara orang-orang yang mengatakan: Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!, sambil mempersembahkan korban syukur di rumah TUHAN. Sebab Aku akan memulihkan keadaan negeri ini seperti dahulu, firman TUHAN. 12 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Di daerah ini, yang sudah menjadi reruntuhan, tanpa manusia dan tanpa hewan, dan di segala kotanya akan ada lagi padang rumput bagi gembala-gembala yang membaringkan kambing domba di situ. 13 Di kota-kota Pegunungan, di kota-kota Daerah Bukit, di kota-kota Tanah Negeb, di daerah Benyamin, di sekitar Yerusalem dan di kota-kota Yehuda, kambing domba akan lewat lagi dari bawah tangan orang yang menghitungnya, demikianlah firman TUHAN."

Membawa Dampak Pemulihan Bagi Sesama

Yehuda berada dalam keterpurukan, akibat murka Allah yang menghukum mereka karena dosa dan kejahatan yang telah dilakukan. Hukuman itu berupa kekalahan perang melawan serangan Babel serta kehancuran dan kesengsaraan yang mengikutinya. Namun di tengah keterpurukan itu, ada harapan yang disuarakan Nabi Yeremia mengenai  janji pemulihan Tuhan kepada umat-Nya. Di tengah kehancuran yang sedang dan masih akan dialami umat sampai bertahun-tahun, Tuhan berjanji bahwa kelak Tuhan akan memulihkan mereka ketika mereka datang dan berseru kepada Tuhan. Janji itu adalah janji pemulihan akibat perang yang menyengsarakan umat.Kelak umat akan mengalami Kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan yang melimpah di Yerusalem dan pemulihan akibat dosa yang menjerat umat pada masa lampau. Hasil pemulihan itu menimbulkan sukacita dan sorak sorai umat, serta dipermuliakan dan dihormatinya Tuhan oleh  segala bangsa. Kita adalah terang.Dimanapun berada kita mampu menghadirkan damai dan sejahtera. Kita hendaknya bisa membawa dampak positif di kala bekerja dan melayani. Seperti Yehuda yang dipulihkan Tuhan, kita juga dapat memberikan pemulihan untuk sesama yang mengalami penolakan, trauma, broken home sehigga mereka punya semangat hidup dan bisa menjadi berkat juga untuk sesamanya.

 Doa:  Bapa kami ingin membawa pemulihan bagi sesama, jadikan kami saluran berkat,, Amin.   

Senin, 18 September 2023

bahan bacaan : Hosea 2 : 17

8 (2-17) Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.

Relasi Baik, Kehidupan Aman dan Tentram

Ternyata untuk mencapai relasi yang berkualitas tidak selalu mudah. Padahal relasi yang baik sangat menetukan kehidupan itu berlangsung dengan aman dan tenteram. Relasi itu terbentuk karena pengenalan yang dalam. Itulah yang dialami umat Israel pada zaman Nabi Hosea. Umat Israel justru lebih mengenal dewa Kanaan, yaitu Baal (4, 6). Mereka beranggapan bahwa kelimpahan hasil pertanian dan peternakan berasal dari dewa ini. Akibatnya, mereka melupakan Tuhan dan  tidak lagi merasakan kasih sayang Tuhan. Padahal, Tuhan selalu digambarkan sebagai Suami yang setia. Suami yang mengasihi isteri-Nya dengan kasih yang kekal. Karena itu, Tuhan menghukum mereka dengan mengambil semua berkat yang diberikan kepada umat Israel (8-12). Penghukuman itu dimaksudkan agar Israel menjadi sadar dan mengenal kasih Tuhan bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber kelimpahan, keamanan dan ketentraman. Untunglah, Tuhan berkenan memulihkan kembali hubungan-Nya dengan bangsa Israel seperti sedia kala (17), sehingga kehidupan yang aman dan tentram. Setiap orang beriman tidak bisa mengabaikan proses mengenal Tuhan. Melalui proses tersebut kita dapat merasakan kasih dan sayang-Nya yang abadi. Dengan demikian relasi baik yang tercipta itu akan memberikan kehidupan yang aman dan tenteram.

Doa: Tuhan, tolonglah kami menjaga relasi baik dengan-Mu dan sesama, amin. 

Selasa, 19 September 2023

bahan bacaan : Hakim-Hakim 18 : 1 – 21

Patung sembahan Mikha dirampas oleh bani Dan
Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel dan pada zaman itu suku Dan sedang mencari milik pusaka untuk menetap, sebab sampai hari itu mereka belum juga mendapat bagian milik pusaka di tengah-tengah suku-suku Israel. 2 Sebab itu bani Dan menyuruh dari kaumnya lima orang dari seluruh jumlah mereka, semuanya orang-orang yang gagah perkasa, yang berasal dari Zora dan Esytaol, untuk mengintai negeri itu dan menyelidikinya, serta berkata kepada mereka: "Pergilah menyelidiki negeri itu." Ketika orang-orang itu sampai ke pegunungan Efraim di rumah Mikha, bermalamlah mereka di sana. 3 Ketika mereka ada dekat rumah Mikha itu, dikenal merekalah logat orang muda suku Lewi itu, lalu singgahlah mereka ke sana dan berkata kepadanya: "Siapakah yang membawa engkau ke mari? Apakah pekerjaanmu dan urusanmu di sini?" 4 Katanya kepada mereka: "Begini begitulah dilakukan Mikha kepadaku; ia menggaji aku dan aku menjadi imamnya." 5 Kata mereka kepadanya: "Tanyakanlah kiranya kepada Allah, supaya kami ketahui apakah perjalanan yang kami tempuh ini akan berhasil." 6 Kata imam itu kepada mereka: "Pergilah dengan selamat! Perjalanan yang kamu tempuh itu dipandang baik oleh TUHAN." 7 Sesudah itu pergilah kelima orang itu, lalu sampailah mereka ke Lais. Dilihat merekalah, bahwa rakyat yang diam di sana hidup dengan tenteram, menurut adat orang Sidon, aman dan tenteram. Orang-orang itu tidak kekurangan apapun yang ada di muka bumi, malah kaya harta. Mereka tinggal jauh dari orang Sidon dan tidak bergaul dengan siapapun juga. 8 Setelah mereka kembali kepada saudara-saudara sesukunya di Zora dan Esytaol, berkatalah saudara-saudara sesukunya kepada mereka: "Apakah yang kamu dapati di sana?" 9 Jawab mereka: "Bersiaplah, marilah kita maju menyerang mereka, sebab kami telah melihat negeri itu, dan memang sangat baik. Masakan kamu tinggal diam! Janganlah bermalas-malas untuk pergi memasuki dan menduduki negeri itu. 10 Apabila kamu memasukinya kamu mendapati rakyat yang hidup dengan tenteram, dan negeri itu luas ke sebelah kiri dan ke sebelah kanan. Sesungguhnya, Allah telah menyerahkannya ke dalam tanganmu; itulah tempat yang tidak kekurangan apapun yang ada di muka bumi." 11 Lalu berangkatlah dari sana, dari Zora dan Esytaol, enam ratus orang dari kaum suku Dan, diperlengkapi dengan senjata. 12 Mereka maju, lalu berkemah di Kiryat-Yearim di Yehuda. Itulah sebabnya tempat itu disebut Mahane-Dan sampai sekarang; letaknya di sebelah barat Kiryat-Yearim. 13 Dari sana mereka bergerak terus ke pegunungan Efraim dan sampai di rumah Mikha. 14 Lalu berbicaralah kelima orang yang telah pergi mengintai daerah Lais itu, katanya kepada saudara-saudara sesukunya: "Tahukah kamu, bahwa dalam rumah-rumah ini ada efod, terafim, patung pahatan dan patung tuangan? Oleh sebab itu, insafilah apa yang akan kamu perbuat!" 15 Kemudian mereka menuju ke tempat itu, lalu sampai di rumah orang muda suku Lewi itu, di rumah Mikha, dan menanyakan apakah ia selamat. 16 Sementara keenam ratus orang dari bani Dan yang diperlengkapi dengan senjata itu tinggal berdiri di pintu gerbang, 17 maka kelima orang yang telah pergi mengintai negeri itu berjalan terus, masuk ke dalam lalu mengambil patung pahatan, efod, terafim dan patung tuangan itu. Adapun imam itu berdiri di pintu gerbang bersama-sama dengan keenam ratus orang yang diperlengkapi dengan senjata itu. 18 Tetapi, setelah yang lain-lain itu masuk ke dalam rumah Mikha dan mengambil patung pahatan, efod, terafim dan patung tuangan itu, berkatalah imam itu kepada mereka: "Berbuat apakah kamu ini?" 19 Tetapi jawab mereka kepadanya: "Diamlah, tutup mulut, ikutlah kami dan jadilah bapak dan imam kami. Apakah yang lebih baik bagimu: menjadi imam untuk seisi rumah satu orang atau menjadi imam untuk suatu suku dan kaum di antara orang Israel?" 20 Maka gembiralah hati imam itu, diambilnyalah efod, terafim dan patung pahatan itu, lalu masuk ke tengah-tengah orang banyak. 21 Kemudian berbaliklah mereka dan pergi, dengan anak-anak, ternak dan barang-barang yang berharga ditempatkan di depan mereka.

Harapan akan Rasa Aman

Dalam ayat ini terdapat interaksi antara lima orang pengintai dari suku Dan dengan seorang Lewi. Kelima orang ini kelihatannya takut akan Tuhan. Mereka masih mau mengandalkan Tuhan, tetapi bila itu sesuai dengan rencana mereka. Kita dapat melihat hati dan pola pikir mereka ketika kemudian menjumpai orang-orang Lais yang hidup “aman dan tenteram” dan”kaya harta”.Tanpa pikir panjang, orang Dan membawa enam ratus orang bersenjata untuk membantai habis seisi Lais guna merampas harta milik mereka. Orang Dan mempunyai harapan supaya mereka juga memiliki kehidupan yang nyaman dan tentram. Oleh karena itu suku Dan berusaha merampas apa yang bukan menjadi miliknya. Tentu saja tindakan semacam ini tidak dibenarkan dan tidak untuk dicontoh. Kita semua memiliki harapan mempunyai hidup yang aman damai sejahtera, tetapi juga harus mengusahakan dengan cara yang baik misalnya dengan bekerja keras, menabung sehingga di masa mendatang harapan itu bisa terwujud bukan hanya sebatas angan-angan atau isapan jempol. Selain itu kita harus mengikut sertakan Tuhan dalam setiap rencana. Doakan dan yakini jika Tuhan berkenan itu pasti terwujud, bukan seperti suku Dan yang mengatur rencana mereka sendiri tanpa melibatkan Tuhan  dan akhirnya berdampak pada tindakan mereka yang merugikan orang lain. Wujudkanlah ketentraman dan kesejahteraan hidup itu dengan cara-cara yang benar dan memuliakan Tuhan. Jika ingin mendapatkan sesuatu perjuangkan hal itu dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya untuk diri sendiri.

Doa: Kiranya kami terus hidup dalam keharmonisan dengan sesama. Amin.

Rabu, 20 September 2023

bahan bacaan : Hakim-Hakim 18 : 22 – 31

22 Ketika mereka telah jauh dari rumah Mikha, dikerahkanlah orang-orang dari rumah-rumah yang di dekat rumah Mikha dan orang-orang itu mengejar bani Dan itu. 23 Mereka memanggil-manggil bani Dan, maka berbaliklah orang-orang itu dan berkata kepada Mikha: "Mau apa engkau dengan mengerahkan orang?" Lalu jawabnya: 24 "Allahku yang kubuat serta imam juga kamu ambil, lalu kamu pergi. Apakah lagi yang masih tinggal padaku? Bagaimana perkataanmu itu kepadaku: Mau apa engkau?" 25 Berkatalah bani Dan kepadanya: "Janganlah suaramu kedengaran lagi kepada kami, nanti ada orang yang menyerang engkau karena sakit hati dan dengan demikian engkau serta seisi rumahmu kehilangan nyawa." 26 Lalu bani Dan melanjutkan perjalanannya, dan Mikha, setelah dilihatnya mereka itu lebih kuat dari padanya, berpalinglah ia pulang ke rumahnya. 27 Lalu bani Dan, dengan membawa barang-barang yang dibuat Mikha, juga imamnya, mendatangi Lais, yakni rakyat yang hidup dengan aman dan tenteram. Mereka memukul orang-orang itu dengan mata pedang dan kotanya dibakar. 28 Tidak ada orang yang datang menolong, sebab kota itu jauh dari Sidon dan orang-orang kota itu tidak bergaul dengan siapapun juga. Letak kota itu di lembah Bet-Rehob. Kemudian bani Dan membangun kota itu kembali dan diam di sana. 29 Mereka menamai kota itu Dan, menurut nama bapa leluhur mereka, yakni Dan, yang lahir bagi Israel, tetapi nama kota itu dahulu adalah Lais. 30 Bani Dan menegakkan bagi mereka sendiri patung pahatan itu, lalu Yonatan bin Gersom bin Musa bersama-sama dengan anak-anaknya menjadi imam bagi suku Dan, sampai penduduk negeri itu diangkut sebagai orang buangan. 31 Demikianlah mereka menempatkan bagi mereka sendiri patung pahatan yang telah dibuat Mikha itu, dan patung itu ada di sana selama rumah Allah ada di Silo.

Hadirkanlah Rasa Aman dan Tentram

Pada mulanya patung berhala ini dibuat oleh Mikha, dan disimpan di rumah Mikha untuk disembah dan jadi dewa pegangan Mikha. Tetapi segala berhala membawa kutuk, maka tak lama kemudian Mikha diserang dan dijajah oleh suku Dan. Beratus-ratus orang suku Dan datang menjarah harta Mikha, tanah, ladang dan juga patung berhala Mikha. Patung berhala itu, dimiliki suku Dan dan menjadi berhala mereka, lengkap dengan imam bayaran milik Mikha pun di ambil alih. Dan kisah yang sama terulang lagi : kutuk pun turun atas suku Dan, dan mereka akhirnya menjadi budak dan tawanan kerajaan Asing. Dalam mendapatkan Ketentraman, suku Dan berusaha dengan berbagai macam cara merusak, mengambil dan membakar sampai keinginan mereka terpenuhi. Mereka memang mendapatkan ketentraman, tetapi dengan merusak hidup orang lain. Kisah ini menjadi pembelajaran bagi kita. Jauhilah berhala! Jangan menginginkan ketentraman dengan berharap padanya. Untuk memperoleh hidup yang tentram kita harus mengusahakan hubungan yang baik dengan sesama. Menjaga relasi demi kebersamaan itu sangat penting. Bukan sebaliknya bersaing dan bertengkar. Juga bukan dengan merampas dan merusak barang milik orang lain.Hadirkanlah rasa aman dan tenteram dalam hidup!

Doa:  Ya Tuhan, tolong kami menjauhi berhala agar selalu merasa aman dan tentram. Amin.   

Kamis, 21 September 2023

bahan bacaan : Mazmur 119 : 165

165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.

Merenungkan Firman Membawa Kedamaian

Kecintaan dan kesetiaan pemazmur kepada Taurat Tuhan telah membawanya pada damai sejahtera Allah. Karena itulah, pemazmur memuji-muji Allah senantiasa. Pujian yang dilakukan pemazmur keluar secara spontan karena kekagumannya pada Allah dan Taurat-Nya. Memuji Tuhan di sini berarti mengerahkan segala kemampuan, kekuatan, dan segenap jiwa melalui perbuatan-perbuatan baik yang bersumber pada Allah dan Taurat-Nya. Allah sudah mengaruniakan kebaikan, keselamatan, keadilan, dan kebenaran yang nyata dalam hidup, maka sudah sepatutnya kita memuji-muji Allah dengan perkataan, nyanyian, dan perbuatan.Firman Tuhan adalah penuntun dalam hidup. Kita hidup memang membutuhkan penuntun agar tidak salah arah dan tersesat. Maka dari itu  Firman seharusnya menjadi kecintaan kita sama seperti pemazmur.. Ketika  punya kecintaan akan Firman Tuhan, kita akan rindu membacanya setiap hari, bukan setiap minggu, setiap bulan atau setiap tahun tetapi setiap hari. Ketika membaca Firman setiap hari, kita jadi mengerti apa yang Tuhan sukai untuk dilakukan. Merenungkan Firman Tuhan membuat hati kita merasa tenang dan damai. Segala sesuatu pasti diselesaikan dengan kepala dingin dan semuanya dalam ketepatan bukan terburu-buru atau tergesa-gesa sehingga bisa mengambil tindakan yang gegabah. Orang yang setia membaca dan merenungkan firman Tuhan akan selalu mau menghadirkan kedamaian dalam hidup orang lain.

Doa: Kiranya kami terus menghadirkan kedamaian karena cinta pada firman-Mu Tuhan, Amin 

Jumat, 22 September 2023

bahan bacaan : 1 Samuel 16 : 19 – 23

19 Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: "Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu." 20 Lalu Isai mengambil seekor keledai yang dimuati roti, sekirbat anggur dan seekor anak kambing, maka dikirimkannyalah itu kepada Saul dengan perantaraan Daud, anaknya. 21 Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya. 22 Sebab itu Saul menyuruh orang kepada Isai mengatakan: "Biarkanlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab aku suka kepadanya." 23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.

Kiranya Kehadiran Kita Membawa Ketenangan

Daud, anak bungsu Isai yang pandai bermain kecapi. Allah menyuruh Samuel mengurapi salah seorang anak Isai untuk menjadi raja. Raja dalam pikiran Samuel adalah orang yang special, memiliki bentuk tubuh tinggi besar dari rata-rata seperti raja Saul. Samuel sudah memilih di antara anak Isai sesuai kriterianya. Tetapi Allah memberitahukan bukan yang seperti itu. Allah menunjuk Daud seorang anak yang mukanya kemerah-merahan dan perawakannya tidak besar, dialah yang akan menjadi raja. Daud memiliki kepribadian baik dan Tuhan menyertainya. Daud akhirnya menjadi pelayan Saul dan pembawa senjatanya. Sejak saat itu, jikalau roh jahat menghinggapi Saul, Daud memainkan kecapi, lalu Saul merasa nyaman karena roh jahat itu pergi meninggalkannya.Kerendahan hati yang dimiliki Daud itulah yang menyukakan hati Tuhan. Tuhan memakai Daud untuk membawa rasa aman pada Saul melalui permainan kecapinya sehingga Saul dapat merasakan kembali kedamaian. Allah melihat dan memilih orang yang akan dipakai menjadi alat-Nya bukan dari fisik tetapi dari hatinya. Allah memilih dan memakai masing-masing orang dengan maksud dan tujuan-Nya yang baik. Kiranya tujuan kehadiran kita selalu membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup orang lain, agar kehidupan ini berlangsung aman dan damai.

Doa: Ya Tuhan, kiranya kehadiran kami membawa ketenangan bagi orang lain. Amin.  

Sabtu, 23 September 2023

bahan bacaan : Keluaran 33 : 14

14 Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu."

Hanya Dalam BimbinganNya Tentram Jiwaku

Ketika Allah meminta Musa memimpin bangsa Israel melanjutkan perjalanan, ia pun memohon kasih karunia-Nya. Bagi Musa, memimpin bangsa yang besar bukanlah perkara yang mudah. Bangsa Israel suka memberontak. Banyak pengalaman Musa dapati dalam kepemimpinannya atas bangsa Israel. Di tengah perjalanan dari Mesir ke Tanah Perjanjian, bangsa Israel  melakukan dosa kepada Tuhan dengan membuat patung anak lembu emas untuk disembah. Hal ini membuat Musa marah dan kecewa. Ia  merasa gagal menunaikan tugas dari Tuhan dan tidak sanggup menanggung beratnya beban di pundaknya. Karena itu, Musa mengatakan bahwa ia hanya mau berangkat dan memimpin bangsa Israel bila Tuhan sendiri yang menyertai. Tuhan meneguhkan hati Musa dan memberikannya jaminan bahwa Tuhan sendirilah yang akan membimbingnya. Hati Musa merasa tentram. Seperti Musa, ketika kita merasa lemah dan tertekan, kita pun menyadari betapa pentingnya tuntunan Tuhan. Namun, jika ingin Tuhan menuntun kehidupan kita, maka kita juga harus hidup mengikuti apa yang dikehendakiNya. Tidak selamanya kita berjalan di jalan yang rata. Ada saatnya kita pun melewati bukit dan jurang yang terjal. Namun, jika Tuhan yang memimpin, percayalah hati dan jiwa kita akan merasa tenang dan tenteram.

Doa: Tuhan, dalam bimbingan-Mu, hati kami tentram. Amin.  

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar