Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja
Tema Mingguan : Biarlah Semua Menjadi Satu
Minggu, 01 Oktober 2023
bahan bacaan : Matius 18:15-20
15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami." 16 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya? 17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? 18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. 19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. 20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."
Dunia Memecah Belah, Kristus Mempersatukan
Kita bersyukur atas tuntunan-Nya, kita telah memasuki bulan Oktober 2023 (Bulan Pekabaran Injil). Dan mengawali bulan Pl ini, kita semua dipersatukan Kristus melalui perjamuan kudus secara oikumene di pagi tadi. Perjamuan kudus memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan orang beriman, yakni memperingati pengorbanan dan kematian Tuhan Yesus di kayu salib demi keselamatan dan penyucian segala dosa kita. Untuk itu, setiap kali kita merayakan perjamuan kudus kita diingatkan bahwa ada tanggungjawab iman yang harus kita kerjakan yakni tugas pemberitaan injil sebagai amanat agung Tuhan Yesus (Mat.28). Sebagai orang percaya, kita wajib untuk melaksanakan Amanat Agung, yaitu dengan berusaha menjaga kesatuan jemaat sebagai tubuh Kristus. Perikop tadi, berisikan Doa Yesus kepada murid-murid-Nya. Tuhan Yesus berdoa supaya para murid dan semua orang percaya di masa kini menjadi satu sama seperti Yesus didalam Bapa dan kita didalam Kristus (ay.21). Demikianlah semua orang percaya menjadi satu kesatuan dalam kemuliaan-Nya. Dengan demikian, jangan lagi ada perbantahan, ada perselisihan, ada amarah, kebencian, kesombongan. merasa diri paling hebat dari orang lain, dll. Sebaliknya, hidup saling mengasihi seorang dengan yang lain.
doa : Tuhan Tolonglah kami untuk menjaga persekutuan Umat sebagai Tubuh Kristus, amin
Senin, 02 Oktober 2023
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 2:41-42
41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Persekutuan Sebagai Gaya Hidup Kekristenan
Salah satu bagian Aikitab yang paling indah dan memberikan makna bagi hidup Hidup Jemaat Yang Pertama”. Kenapa perikop ini disebut paling indah dan bermakna?, Karena kehidupan orang Kristen mula-mula sungguh memperlihatkan pola kehidupan gereja yang sejati; kehidupan yang mengedepankan persekutuan, solid, harmonis, bertekun dan taat kepada pengajaran rasul, setia mendengarkan Firman Tuhan, melaksanakan sakramen serta saling mendoakan. Kehidupan jemaat mula-mula ini yang telah berdampak besar besar bagi gereja saat ini. Hal ini diperlihatkan dengan jumlah kekristenan yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Selain itu. Gereja terpanggil untuk melaksanakan tugas bersekutu (Koinonia), bersaksi (Marturia), dan melayani (Diakonia). Oleh sebab itu, memperingati bulan Pekabaran Injil ini, kita selaku gereja terpanggil untuk membangun persekutuan sebagai Tubuh Kristus.
Doa: Kiranya kami membangun kesatuan hidup saling berbagi dan saling mendoakan. Amin.
Selasa, 03 Oktober 2023
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 2 : 43-47
43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Hidup Berbagi Sebagai Model Persekutuan
Cara hidup gereja mula-mula memberikan model bagi gereja masa kini. Kenapa? karena karakteristik (sifat) jemaat pada waktu itu menunjukkan kekristenan sejati, dimana para rasul memiliki kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat, mereka bersekutu dan saling berbagi; menjual milik mereka dan berbagi kepada sesama. Hal yang menarik, yakni apa yang menjadi milik pribadi menjadi kepunyaan atau milik bersama, jika ada yang memiliki harta yang banyak dapat dibagikan kepada mereka yang membutuhkan secara cuma-cuma atau gratis. Selain itu, Mereka bertekun dengan sehati di dalam Bait Allah dan melaksanakan sakramen. Kehidupan gereja mula-mula ini mendapatkan perhatian dan simpati banyak orang sehingga jumlah mereka yang percaya kepada Kristus semakin bertambah dari waktu ke waktu dan hidup mereka pun semakin diberkati. Bacaan hari ini mengajak kita semua untuk membangun persekutuan sebagai tubuh Kristus dengan cara hidup saling berbagi seorang dengan yang lain. Hal ini penting karena hidup saling berbagi sulit dipraktekan di masa sekarang. Orang lebih cenderung hidup untuk diri sendiri dan memperkaya diri. Marilah kit terus membangun hidup yang saling berbagi.
doa : Roh Kudus Tuntunlah kami untuk membangun hidup berbagi dengan sesama amin,
Rabu, 04 Oktober 2023
bahan bacaan : Yeremia 32 : 36-38
36 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai kota ini, yang engkau katakan telah diserahkan ke dalam tangan raja Babel karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar: 37 Sesungguhnya, Aku mengumpulkan mereka dari segala negeri, ke mana Aku menceraiberaikan mereka karena murka-Ku, kehangatan amarah-Ku dan gusar-Ku yang besar, dan Aku akan mengembalikan mereka ke tempat ini dan akan membuat mereka diam dengan tenteram. 38 Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.
Kasih Kristus Mempersatukan
Saudara terkasih, sekalipun berbagai persoalan menerpa hidup kita saat ini, yakinlah bahwa kasih setia Tuhan tak berkesudahan dari waktu ke waktu. Kasih setia Tuhan pun dinyatakan kepada Israel, umat kepunyaan-Nya. Hal ini dijelaskan dalam perikop bacaan kita tadi. Dimana Kasih setia Tuhan dinyatakan melalui penyertaan-Nya bagi bangsa itu pada saat mereka berada di Babilonia. Pada waktu itu, mereka mengalami penindasan, kekerasan, kelaparan dan penyakit sampar yang mengancam hidup mereka. Dalam situasi tersebut, melalui nabi Yeremia Tuhan berjanji akan memperhatikan dan menunjukkan kasih setia-Nya dengan mengumpulkan mereka yang tercerai berai di berbagai negeri, sehigga mereka akan diam dengan tenteram, aman dan damai (bnd ay.37).
Maknanya bagi kita saat ini adalah bahwa perjalanan hidup akan terus berwama; ada suka ada duka, ada sukses ada gagal, dsbnya. Dalam situasi tersebut, kita diingatkan bahwa kasih setia Tuhan tak habis-habisnya rahmat-Nya selalu baru tiap pagi. Namun, kasih setia Tuhan diberikan kepada mereka yang takut akan Dia (Mzr 103:17). Jadi, jika ingin berada dalam penyertaan dan berkat Tuhan, maka kita harus hidup menurut jalan-jalan Tuhan.
Doa: Ya Kristus, tuntunlah kami agar hidup di jalan-Mu. Amin.
Kamis, 05 Oktober 2023
bahan bacaan : Yeremia 32 : 39-41
39 Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian. 40 Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku. 41 Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku.
Hidup Yang Menyatu Dengan Kehendak Tuhan
Hari ini Indonesia bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di usia ke-78 tahun. Tentu, di hari yang bersejarah ini kita semua mendoakan TNI tetap eksis dan dapat melaksanakan tugas mulianya, yakni menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah kesatuan Republik Indonesia. Tugas utama TNI tersebut, selaras dengan tugas gereja dalam membangun persekutuan dan keutuhan umat sebagai Tubuh Kristus. Hal ini dijelaskan
melalui nas ini. Nabi Yeremia mengingatkan umat Israel yang ditawan dan dibuang di Babilonia pada zaman pemerintahan raja Nebukadnezar, bahwa Tuhan Allah tidak akan melupakan dan meninggalkan mereka menderita di sana, sebaliknya Tuhan akan memberikan mereka satu hati dan satu tingkah langkah (ay.39). Tuhan akn mempersatukan mereka sebagai keluarga, suku dan kesatuan bangsa demi kebaikan mereka. Orang Kristen terpanggil untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI serta berusaha untuk memelihara komitmen melalui tugas dan pengabdian sebagai TNI, POLRI, mahasiwa, dosen, guru, dokter dan sebagainya demi kebaikan bersama. Mari bersatu menjaga keutuhan hidup bersama.
Doa: Ya Bapa. dalam Kristus kasih-Mu mempersatukan kami selaku orang percaya. Amin.
Jumat, 06 Oktober 2023
bahan bacaan : Pengkhotbah 4:7-12
Kesia-siaan dalam hidup
7 Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari: 8 ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? --Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan. 9 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. 10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! 11 Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? 12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.
Hidup Bersama Menghadirkan Kebaikan
Manusia adalah mahkluk social artinya manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak sendiri
dan kekayaan. Intinya, manusia membutuhkan orang lain. Hal ini dijelaskan oleh Pengkhotbah, salah satu kesia-siaan dalam kehidupan adalah kesendirian. Hidup tanpa kerabat, sahabat atau teman. Pengkhotbah mengajak kita memahami makna kebersamamaan dalam membangun hidup. Ayat 7-8, kebersamaan dihubungkan dengan hidup saling berbagi; menikmati hasil kerja keras (kekayaan) bersama-sama akan jauh lebih indah dan bermakna dari pada menikmati hasil kerja seorang diri saja. Hidup dalam kebersamaan memiliki makna saling menolong dan menopang. Apabila seseorang mengalami masalah, maka ada orang lain yang dapat menolong dia meringankan bebannya. Selain
itu, bila seseorang hidup sendirian, maka dia akan lebih mudah dikalahkan, sedangkan jika bersama-
sama tentu lebih sulit untuk dikalahkan. Oleh sebab itu, kita harus hidup membangun kebersamaan; saling berbagi, saling peduli dan saling menolong seorang dengan yang lain.
Doa: Kiranya kami dapat membangun hidup bersama yang membawa kebaikan. Amin.
Sabtu, 07 Oktober 2023
bahan bacaan : Efesus 4 : 1-8
Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. 2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. 7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
Menjadi Satu Didalam Kristus
Surat Efesus ditulis oleh Rasul Paulus sewaktu ia dipenjarakan (3:1, 4:1, 6:20). Surat ini dibuat dengan tujuan mempersatukan semua orang didalam Kristus. Persatuan dinyatakan dalam kehidupan ber-jemaat sebagai orang-orang yang telah diselamatkan melalu Kasih Karunia Allah. Untuk itu, baik orang Yahudi maupun orang-orang bukan Yahudi, semuanya adalah persekutuan umat Allah atau Tubuh Kristus (1:23). Dengan demikian perbedaan tidak noleh menjadi alasan perpcehaan dalam jemaat, sebaliknya menjadi alat pemersatu. Sehubungan dengan itu, Paulus memberikan Tips untuk menjaga keutuhan jemaat, yakni : rendah hati, lemah lembut, sabar, mengasihi, saling menolong, memelihara kesatuan Roh (Roh Kudus), dipanggil dalam satu jemaat dan pengharapan dan satu iman dan baptisan kepada Yesus Kristus. Nasehat Paulus ini berguna bagi kita untuk membangun persekutuan dan kebersamaan hidup walaupun ada dalam berbagai perbedaan; suku, agama, budaya, pendapat, baik dalam kehidupan bergeraj maupun bermasyarakat. Kita dapat mencegah konflik dan perpecahan dengan berusaha menjaga dan merawat persekutuan yang rukun untuk memperoleh berkat Tuhan (band. Maz. 133)
doa : Roh Kudus tuntunlah kami mewujudkan persekutuan hidup sekalipun berbeda-beda, amin
*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ-GPM